• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUSTOM KULTUR LAHIR DARI KEINDAHAN, SENI, DAN BUDAYA PERLAWANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KUSTOM KULTUR LAHIR DARI KEINDAHAN, SENI, DAN BUDAYA PERLAWANAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

27

KUSTOM KULTUR LAHIR DARI KEINDAHAN, SENI, DAN BUDAYA PERLAWANAN

Dwi Prasetya, M.Pd Universitas Adi Buana [email protected]

ABSTRAK

Budaya kustom kultur merupakan sejarah panjang sebuah daya dan gaya hidup eksentrik yang tumbuh kembang ke seluruh penjuru dunia dengan memaparkan keahlian khusus yang berideologikan seni dan berkendara. Pergerakan mereka selalu dikuti dengan keahlian-keahlian mendesain dan berksenian seperti mengkustom mobil, motor, sepeda engkol, pinstripe, melukis, lettering, bermusik, tato, gaya rambut, fesyen dan aktifitas-aktifitas lainnya secara merdeka.

Kata-kata kunci: Budaya, Kustom kultur, ideologi seni dan berkendara, manusia merdeka.

PENDAHULUAN

Budaya adalah sesuatu gerak dan pemikiran manusia yang diamini bersama secara luas dan tumbuh subur di lingkungan masayarakat dunia di berbagai negara. Makna

“luas” tersebut adalah pemahaman inti dasar manusia tentang bertutur kata, berkomunikasi, memegang kepercayaan, beraktifitas dan bersosial. Untuk memegang keyakinan dalam berbudaya, masyarakat hari ini sifatnya meneruskan aktifitas-aktifitas dari pendahulunnya dengan tujuan agar terus lestari sampai generasi-generasi berikutnya. Ajaran-ajaran atau ilmu- ilmu tersebut bersumber pada satu

hal, yakni hasil dari tumbuhnya keyakinan manusia dengan sang Pencipta alam raya.

Kebudayaan itu muncul berawal dari sebuah kata “indah”

yang selalu terdengar ketika manusia

telah menyepakati bahwa nilai

tunggal, keagungan, kemegahan,

keunikan, liar, seram, merdu, klasik,

dan kesenangan pada hakikatnya

merupakan hasil bertemunya sebuah

kebenaran akan semua ciptaan Tuhan

pada alam raya ini dengan indra

manusia di saat yang tetap. Oleh

karena itu, waktulah yang

mempertemukan manusia dengan

karya-karyanya yang Esa di muka

bumi. Tanah dimana tempat berpijak

(2)

28 beserta warna-warni alam yang

melewati indra manusia merupakan bentuk perkenalan sebagai manusia bumi dengan huniannya yang begitu luas seumur hidup.

Keindahan sebenarnya merupakan hal yang utama di dalam kehidupan manusia.

Karena tanpa keindahan, hidup terasa kehilangan kebahagian.

Makna kebahagian di sini adalah pencapaian kesenangan dalam berkarya seni. Namun perlu juga diingat, bahwa keindahan tidak cukup untuk memahami seni, artinya:

apakah seni itu harus berkeindah-indah? atau keindahan itu adalah seni? Dua pertanyaan dasar ini cukup membuat memori dan rasa manusia terus bekerja untuk

memaknai seni dan

berkeindahan. Terlepas dari kalima-kalimat di awal pada paragraf ini, ada satu ungkapan menarik yang disampaikan oleh Platon: ‘’Kalau ada sesuatu yang membuat hidup ini berarti, itulah renungan tentang keindahan’’

(Hauskeller, 2015: 9)

Maka pertanyaan komplek berikutnya adalah kata “berarti” itu sendiri yang akan menjadi renungan berikutnya. Dalam hal ini, penulis mencukupkan batasan bahasan hanya pada pemunculan kesenangan dalam berkeindahan dari produk-produk seni dan budaya perlawanan yaitu kustom kultur.

METODE

Salah satu jenis penelitian jika dilihat dari tempat pengambilan data adalah penelitian kepustakaan library reseach. (Sutrisno Hadi 1990) disebut penelitian kepustakaan karena data-data atau bahan-bahan yang diperlukan dalam menyelesaikan penelitian tersebut berasal dari perpustakaan baik berupa buku, ensiklopedia, kamus, jurnal, dokumen, majalah dan sebagainya

Untuk memudahkan dalam

penelitian kepustakaan tentunya

seorang peneliti dituntut untuk

mengenal dan memehami struktur

organisasi dan tata kerja

perpustakaan. Hal ini adalah langkah

penting untuk mempermudah

memperoleh dan mengakses bahan-

bahan atau sumber-sumber data yang

(3)

29 dibutuhkan sesuai dengan data

penelitian.

Penelitian ini menggunakan metode library research yakni studi kepustakaan untuk mendapatkan data literasi digital maupun perburuan data pada buku literasi. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan buku-buku sebagai referensi awal untuk dikelompokkan dalam data primer maupun data skunder sebagai studi literasi dan sumber data.

Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka library research.

Menurut Zed (2008: 3) studi pustaka adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Oleh karena itu peneliti mengumpulkan data dan kemudian mengkaji buku- buku ataupun sumber bacaan yang lain yaitu sumber yang memiliki relevansi dengan penelitian ini yaitu tentang custom (tinjauan materi dan metode).

HASIL DAN DISKUSI

A. Asal Mula Kustom Kultur Kustom kultur adalah sebuah ideologi modern yang lahir di

Amerika dan Eropa pada tahun 1950- an hingga kini masih digemari oleh banyak kalangan dari berbagai status sosial. Aktifitas mereka memiliki karakter dan keunikan tersendiri di setiap pergerakannya. Pola keyakinan dan gaya mereka tidak lepas dari terjadinya trasnformasi budaya, sosial, ekonomi, dan politik yang sudah lebih awal muncul dalam bentuk pemikiran, pergerakan dan temuan dengan diawalinya masa revolusi iIndustri pertama hingga era modern.

Mulanya modernis adalah kelanjutan dari era pencerahan abad ke -18 atau disebut sebagai masa Revolusi Industri yang melahirkan sains, teknologi dan matematika di dalam perancangannya seperti menciptakan dan menggerakkan tenaga mesin uap, mengolah besi, batu bara untuk menggerakan kapal, pesawat, kereta api, mendorong pertumbuhan pabrik, kota dan peradaban sebagai pengharapan pada dunia yang cepat, kuat dan baru hingga pertengahan abad ke-19 atau dapat diartikan bahwa pada masa itu adalah tonggak pemunculan era

“manusia dan mesin" sehingga tidak

dapat dipisahkan sebagai satu

(4)

30 kebutuhan yang diperuntuhkan untuk

perluasan produksi seperti otomotif di masa mendatang.

Kelahiran era manusia dan mesin dari era revolusi industri pertama tentu menggugah satu bentuk pertanyaan dan rekasi besar dari berbagai kalangan termasuk seniman. Reaksi yang timbul adalah sebagian masyarakat menolak kehadirannya karena menganggap mesin menciptakan proses dehumanisasi. Menurut penulis Swiss: ’kegunaan akan menggeser keindahan, industri menggeser seni, ekonomi politis menggeser agama, dan ilmu hitung menggeser puisi.’’

(Burchel, 1984: 16). Selebihnya masyarakat mendukung sebagai bentuk pemikiran baru untuk dunia saatnya berubah di masa mendatang.

Dampak revolusi industri pertama inipun mempengaruhi pergerakan di masa seni rupa modern seperti hadirnya Surealisme, Futurisme, Ekspresionisme, Kubisme, De Stijl, dan Konstruktivisme. Sementara dalam Desain atau seni guna, dimasanya sebagai bentuk penolakan dengan munculnya Art and Crafts yang membangkitkan keterampilan tenaga

manusia dan keindahan individual serta Art Nouveau yang juga memaparkan bentuk seninya ke dalam berbagai ukiran dan ulir untuk menekankan keterampilan emosional. Dua pergerakan ini telah banyak menghasilkan gaya seni yang diaplikasikan ke dalam pola arsitektur, furnitur, perabot logam, aksesoris logam dan ilustrasi.

Keadaan ini awalnya berjalan sebagaimana seni dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art), namun pada kenyataanya banyak diterapkan dalam seni dan barang- barang konsumsi orang tertentu atau

‘’kaya.’’ Hingga akhir masa modern, bentuk (form) menjadi satu dominasi penting dalam kefungsiannya dan tidak lagi sebagai penafsiran apa pun. Sehingga muncul istilah ‘’Form follows function’’ oleh Louis Henry Sullivan dan ‘’Less is more’’ dari Mies Van der Rohe. Formalisme menjadi kata yang indah sebagai fungsionalsime dalam nilai-nilai yang universal dan ini dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu.

Masyarakat kebanyakan dari

Amerika pada masa itu masih

bekerja sebagaimana seorang

seniman, dari awal hingga tahap

(5)

31 penyelesaian, seperti membuat kereta

kuda misalnya dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan. Tetapi di ujung abad ke-19 meskipun Inggris sebagai negara revolusi Industri pertama, mulai tersaingi oleh Jerman dan disusul oleh Amerika, sebagai contoh sederhana, sepada motor Royal Enfield berasal dari Inggris yang berdiri tahun 1901 dapat diimbangi oleh Harley Davidson yang lahir dua tahun kemudian, dilanjutkan Henry Ford dengan mobil Model-T nya, sementara Jerman mengembangkan industri baja dan industry listrik serta membuka puluhan institusi pendidikan dalam bidang teknik yang terus maju.

Ketika itu juga, kemajuan pemikiran sempat terhenti dengan terjadinya Perang Dunia ke-II,

banyak pembelengguan,

pemberhentian produksi di berbagai sektor strategis di negara-negara yang terlibat perang, sehingga banyak kebutuhan industri menjadi beralih fungsi menjadi unit-unit kebutuhan perang.

Namun sesudahnya negara- negara yang terlibat perang seperti Amerika, Inggris, Jerman, Perancis

dan Jepang mencoba memperbaiki diri untuk memulihkan perekonomian dan sosial mereka dengan cara terus menerus meningkatkan produksi barang- barangnya. Industri modern yang berorientasi pada pasar meningkat pesat, sehingga kata konsumerisme menjadi tujuan produktifitas barang yang diciptakan.

Dalam konteks politik tahun 50-an, dunia dilanda perang dingin antara Amerika, Eropa barat, dan negara-negara berideologi komunisme seperti Unisoviet dan Eropa timur. Dekade ini juga sebagai penanda Modernisme akhir.

Kapitalisme menjadi jawaban yang ditawarkan oleh pakar ahli sosiolog dan ekonom, artinya ekspansi pasar ke seluruh negeri adalah jawaban untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sebagai bentuk industri modern (indikasi hegemoni ekonomi dan pasar global).

Ketidakpercayaan pada

modernisme muncul dari akibat

perang dunia, perang Vietnam, dan

sebagainya, ketimpangan sosial antar

negara maju dan berkembang,

rasionalisme modernis tidak lagi

dianggap sebagai pemecah

(6)

32 permasalahan yang ada. Oleh karena

itu munculah Postmodernisme sebagai alternatif jawaban yang pada mulanya disepakati sebagai pergerakan pemikiran yang mengkritik pandangan modernisme dengan membuka keanekaragaman, kejenakaan, tidak serius, lebih berantakan, tidak rapi, dan beragam kesenangan laiinya. Masa ini pun juga diimbangi dengan berkembangnya teknologi informasi seperti kemajuan televisi, smartphone, internet dan atau disebut sebagai era cybercinetic, sehingga manusia dapat melihat, merasakan, belajar, berpendapat semuanya sendiri dengan bebas dan mudah.

Batas negara menjadi makin kabur seakan dunia menjadi semakin kecil dan dekat atau disebut sebagai global village (kampung dunia).

B. Seni dan Budaya Perlawanan

Dalam perkembangannyapun, postmodernime menawarkan pemikiran yang terbuka artinya banyak jalan menuju pengetahuan dengan melihat dari banyak sisi atau sudut pandang, tidak bersifat rasional, melacak prasejarah, sejarah, ide, masa lalu, memoles dan

menjadikannya milik mereka dalam

‘’konteks baru’’. Sehingga pemikiran ini mempengaruhi ’’diri’’ sebagai badan dan lingkungan yang lebih tradisional, kedalaman, individu, kelompok pengalaman yang memiliki dorongan-dorongan psikologis dalam berbahasa, bersistem, berpengetahuan, bersosial, berteknologi, berproduksi, berkesenian dan berbudaya untuk menjalankan kebutuhan hidup dan mata pencahariannya. Kebebasan yang dimiliki pada masa modern beralih pada

era postmodern, salah satunya adalah kustom kultur yang merupakan bagian dari lahirnya budaya’Form follows fun’’ muncul kepermukaan dengan ideologinya adalah seni dan berkendara seperti dicontohkan pada karya-karya seniman seperti Goerge Barris, Von Dutch, Ed ‘”Big Deddy” Roth dan seniman-seniman kustom kultur lainnya di awal tahun kemunculan (tahun 50 – 60’an). Penulis menggarisbawahi bahwa penggerak

“kustom kultur adalah aktifias

manusia postmodernisme yang

mendesteritorialisasikan pemikiran

dan geraknya dari kebiasaan rigid

(7)

33 kedalam sebuah bentuk kesenangan

baru dan modern yang berideologikan seni dan berkendara.

Kustom kultur ini muncul dengan goresan dan anatomi tersendiri dengan membawa kenikmatan indrawi baru seperti yang dirasakan pada era saat ini menjadi rentatan peristiwa kebudayaan dalam pemikiran dan gerak manusia untuk mencapai nilai keindahaan tersendiri. Yang menjadi landasan terhadap fenomena lahirnya kustom kultur ini adalah keberadaan tentang “ada’’ seperti yang diungkapkan oleh Aristoteles (384- 322 SM) menjadi topik yang perlu diketahui atau dikaji secara keilmuan yang independen. Oleh karena itu terdapat empat objek penting untuk mengetahui kedalaman makna dari pemikiran dan pergerakan kustom kultur adalah: 1) karena ada materialnya; 2) karena ada yang mencipta; 3) karena ada bentuk, ide, esensi; dan 4) tujuan akhir.

Keberadaan fenomena ini menjadi menarik secara perkembanganya, khususnya di ranah industri kreatif yang menawarkan gagasan-gagasan baru di setiap geraknya dengan membangun kepercayaan,

berkemanfaatan, kebermaknaan, keberlanjutan dan berkeindahan secara profesional.

Kesenian yang ditawarkan dari kustom kultur sangat beragam dari mulai gaya hidup bermusik, fesyen, gaya rambut, tarian, bahasa- bahasa khas yang disosialisasikan dengan anak muda (Barker, 2005:

421). Meskipun produk dan aktivitas dalam kustom kultur dimaknai sebagai sub kultur atau sebuah pengembangan budaya anak muda yang secara liar namun sangat mewakili sifat perlawanan dana atau pembangkangan di dalam tubuh budaya tandingan (counter-culture).

Budaya tandingan tersebut tidak

semuanya buruk, karena hal tersebut

telah dibuktikan secara profesional

dalam berkenesian oleh pendahulu-

pendahulunya yakni orang-orang

yang memiliki keyakinan dan daya

berkreasi seni tinggi seperti beberapa

contoh karya-karya maestro seniman

kustom kultur pertama di bawah ini.

(8)

34 Gambar 1:

Karya fenomenal roda dua pertama di dunia yang diberi nama XAVW (1965) dari seorang Von Dutch yang menggabungkan komponen-komponen dari berbagai brand otomotif menjadi satu kesatuan pada kendaraan roda dua seperti: mesin mobil VW Beetle digabungkan dengan tangki bahan bakar dari motor Honda, kontruksi rangka motor dari Harley Davidson XA dan Moto Guzzi serta beberapa brand lain yang melekat di rancang secara menarik dan unik. Dari tangan Von Dutchlah teknik melukis denga gaya pinstring perama kali diperkenalkan untuk menghiasi

kendaraan. Sumber:

kustomrama.com

Gambar 2:

Karya fenomenal pertama dunia bernama The Outlaw pada tahun 1959 adalah sebuah mobil unik bermesin Cadillac (1950) di kombinasikan dengan rangka mobil Ford (1929) Model A dan rangka Ford (1925) model T dirancang oleh Big Daddy dengan bahan bodi mobil dari fiberglass dengan mengangkat gaya futuristik dan tradisional yang kemudian mendapatkan apresiasi secara luar biasa pada di setiap ajang dan media otomotif di Amerika pada tahun 1959. Sekaligus maskot seram menyerupai monster tikus adalah bentuk kebosannya Big Daddy terhadap film Mickey Mouse yang terkesan lucu dan hal terserbut membuatnya untuk merubah menjadi maskot bernama Rat Fink yang juga digemari oleh anak-anak pada masa itu karena kenakalannya yang ikonik.

Sumber: kustomrama.com

(9)

35 Gambar 3:

Karya fenomenal pertama dunia sebuah sepeda bernuansa mobil atau disebut sebagai automobile karya George Baris pada tahun 1960 yang bernama Schwinn Sting Ray atas dasar kesadaran dan rasa sayang George Barris terhadap anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai mobil. Barris jugalah yang menjadi perancang mobil Batman pertama, mobil ikonik

milik polisi berwarna merah bergaris putih pada film Starsky and Hutch dan film Night Rider (1982).

Sumber: kustomrama.com

KESIMPULAN

Budaya perlawanan dalam

konteks saat ini tidak saja terkesan

suka-suka, namun budaya tersebut

adalah bentuk transformasi seni baru

yang tidak hanya berbicara bentuk

dan isi, namun sudah

mengedepankan berdialog dengan

ilmu-ilmu baru yang lain dengan

tujuan kustom kultur sebagai

ideologi modern yang dapat diterima

di semua kalangan dan lapisan

masyarakat dunia yang berasazkan

rasa kebermaknaan, kebermanfaatan,

kepercayaan, keberlanjutan dan

berkesenian selayaknya manusia

merdeka.

(10)

36 DAFTAR PUSTAKA

Adityawan S, Arief. 2010. Tinjauan Desain Grafis. PT. Concept Media. Jakarta.

Barker, Chris. 2000. Cultural Studies. Bentang, Yogyakarta.

Hauskeller, Michael. 2015. Seni- Apa itu? . PT. Kanisius, Yogyakarta.

O’Donnell, Kevin. 2009. Postmodernisme. PT. Kanisius, Yogyakarta.

Burchel. 1984.____

Sutrisno Hadi (1990). Metodologi Research Jilid I. Yogyakarta: Andi Offset.

Umar Tirtarahardja & SL La Sula

Zed, Mestika. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Daftar Internet

www.kustomrama.com

Referensi

Dokumen terkait

“Pelaksanaan Pemekaran Desa di Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 72 Tahun 2005 Tentang Desa.” Rumusan masalah dalam penelitian ini

Dalam hal perbuatan pidana yang tidak selesai dikarenakan bukan dari kehendak dirinya sendiri, dalam hukum pidana dikenal dengan percobaan melakukan pidana.Bukan

Hubungan kebudayaan dan agama seringkali dipertentangkan. Persoalan mendasar dalam hal tersebut adalah pandangan agama yang menganggap nilai-nilai budaya sebagai sesuatu

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) penggunaan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam menulis petunjuk

Dalam pasal tersebut dikata kan: “Satuan Reserse Kriminal yang selanjutnya disingkat Sat Reskrim adalah unsur pelaksana tugas pokok fungsi reserse kriminal pada

Bapak dan Ibu Dosen serta para staff STIESIA yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis selama menjalankan studi sehingga dapat dipergunakan sebagai

Beberapa pihak telah mencoba membuat sumber energy alternative tersebut diantaranya kincir angin, namun dengan model konvensional yang hanya dapat menerima angin

Wanita perlu memeriksakan tubuhnya dan berkonsultasi dengan dokter dalam menghadapai masa pre menopause untuk mengidentifikasi kelainan pada alat reproduksi, kondisi