• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE TALKING STICK DI MTs DARUL HIJRAH PUTERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE TALKING STICK DI MTs DARUL HIJRAH PUTERA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

2021 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI METODE TALKING STICK DI MTs

DARUL HIJRAH PUTERA ILHAM MUTTAQIEN Email [email protected]

ABSTRAK

Prasyarat Pembelajaran Bahasa Arab di MTs DARUL HIJRAH PUTERA Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, siswa sekolah dasar dapat memiliki pembelajaran tradisional/klasik tanpa mengembangkannya dari guru kelas.

Menurut beberapa siswa, metode ini membuat mereka merasa bosan, tidak bersemangat dan lelah mengikuti pelajaran serta terlalu banyak tugas yang diberikan oleh guru. Alasannya, guru hanya memberi ceramah dan siswa sering diminta untuk membaca sendiri topik tersebut kemudian memberikan tugas.

Tentu saja, keadaan belajar ini tidak harus dilanjutkan. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya guru mencari alternatif metode pembelajaran yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran di kelas, dan dalam hal ini berarti antara lain metode pembelajaran narasumber. Berdasarkan fakta tersebut maka permasalahan utama penelitian kegiatan belajar mengajar ini adalah seberapa menyeluruh langkah-langkah guru, siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam kaitannya dengan materi Al-Mihnah Thobiyah pada mata pelajaran bahasa Arab dengan berbicara. Metode di MTs Darul Hijrah Putera Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VIII Semester II dengan jumlah siswa 12 orang. Menggali materi dengan menggunakan teknik observasi, pengamatan, formulir observasi, survey siswa dan daftar hasil belajar sedangkan analisis data menggunakan teknik informasi kuantitatif dan materi kualitatif.

Berdasarkan hasil Kegiatan Kelompok I dan II penelitian ini, metode pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa di kelas VIII MTs DARUL HIJRAH PUTERA Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Materi Al-Mihnah thobiyah dengan tema bahasa arab. Hal ini tercermin dari faktor guru, yaitu: kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai rencana oleh guru kategori baik, proses belajar mengajar lancar dan ada peningkatan. Faktor siswa yaitu berupa keaktifan siswa dalam belajar mengajar berjalan cukup baik, aktif dan antusias dalam belajar. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar terutama berupa peningkatan hasil belajar siswa khususnya dengan materi Al-Mihnah Thobiyyah.

Hal ini terlihat pada pertemuan pertama periode pertama, rata-rata yang dicapai melebihi kriteria minimal kesempurnaan pembelajaran yang ditetapkan oleh

(2)

2022 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

kurikulum bahasa Arab. Kemudian meningkat pada pertemuan pertama periode kedua, rata-rata melebihi indikator ketuntasan belajar yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga terjadi peningkatan rata-rata nilai tes formatif dari Siklus I ke Siklus II.

Setelah mempelajari metode tongkat bicara yang diterapkan peneliti pada materi Al-Mihnah Thobiyyah dalam pembelajaran aktivitas kelas pada Siklus I, perkembangan pada Siklus II diamati dan dinyatakan berhasil dan cukup optimal, dan siswa secara umum sangat senang, senang dan gembira. bersemangat. dan menunggu pelajaran.

Kata kunci: Al-Mihnah Thobiyyah, Hasil Belajar, Metode Talking Stick PENDAHULUAN

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa Semit, yaitu bahasa Arab kuno yang terkenal, terletak di semenanjung di ujung Asia Barat. (Mustafa, 2019: 46) Bahasa Arab, diturunkan dari keturunan Sam bin Nuh dan berasal dari ujung Asia Barat, kemudian berkembang dan menyebar luas ke seluruh penjuru dunia. Ini melewati dua fase:

(1) penyebaran bahasa arab dengan peperangan, kekerasan, pertengkaran, pembunuhan, pemerkosaan, (2) penyebaran bahasa arab karena alasan agama, ilmu pengetahuan, pendidikan, pengajaran, moralitas, perdamaian, ekonomi, bisnis.

(Salwati Salahuddin, 2018)

Dalam tahap perkembangannya, bahasa Arab telah menjadi bahasa resmi dunia internasional, sehingga tidak berlebihan jika diperlukan penekanan dan perhatian yang cermat dalam pengajaran bahasa Arab (Muh Alw, 2018). kualitas suaranya.

Bahasa Arab, yang masih dianggap oleh sebagian siswa sebagai bahasa yang paling penting. Bahkan dianggap hama saja sulit, peran guru/pendidik dibutuhkan di sini.

(Ilham Nur Kholiq, 2014)

Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kualitas pembelajarannya, dimulai dengan desain pembelajaran yang baik yang memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang akan diajarkan dan sumber belajar yang tersedia.

No Nama Siswa Jenis Kelamin Ketera

ngan

1 Ahmad Arinul fauzi Laki-laki AKTIF

2 Ahmad Munadi Laki-laki AKTIF

(3)

2023 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

3 Ahmad Ali Laki-laki AKTIF

4 Afisman Febrian Laki-laki AKTIF

5 Ahmad Nur Syafii Laki-laki AKTIF

6 Ahmad S Recsam Laki-laki AKTIF

7 Aji Yulianto Laki-laki AKTIF

8 M.Zaki Yamani Laki-laki AKTIF

9 M.Rafif Laki-laki AKTIF

10 M.Raihan Laki-laki AKTIF

11 M.Nasheh Laki-laki AKTIF

12 M.Adi Sulistiyo Laki-laki AKTIF

Dalam penelitian ini informasi yang diperlukan diperoleh dengan cara mengamati proses pembelajaran dengan metode demonstrasi, mengamati aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.

Untuk mengetahui keefektifan metode dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan analisis data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang memaparkan fakta atau fakta berdasarkan informasi yang diperoleh, dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa dan respon siswa terhadap pembelajaran.

sedangkan belajar mendapatkan kegiatan dalam pembelajaran.

Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau tingkat keberhasilan siswa setelah belajar mengajar, setiap babak disusun dengan memberikan evaluasi berupa soal-soal tes tertulis di akhir setiap babak. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana, yaitu:

1. Analisis terhadap materi penelitian yang tergolong materi kuantitatif dilakukan dengan menghitung rata-rata nilai siswa setelah menyelesaikan tes hasil belajar. Nilai rata-rata dihitung menggunakan rumus berikut:

∑ X

(4)

2024 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

M = N

Keterangan : M = Nilai rata-rata siswa ∑X = Nilai yang diperoleh siswa N = Jumlah siswa

2. Analisis data penelitian tergolong data kualitatif yaitu:

a. Informasi tentang kinerja guru dan siswa, termasuk kinerja siswa dalam pembelajaran, keterampilan proses pembelajaran dikumpulkan melalui observasi, kemudian hasilnya disajikan secara grafis sebagai berikut:

Jumlah siswa peserta per kelas VIII 100% dari jumlah siswa peserta.

b. Informasi tentang sikap siswa terhadap pembelajaran talking stick dikumpulkan melalui survei siswa kemudian disajikan secara deskriptif sebagai berikut:

Jumlah tanggapan siswa

Persentase = X 100% jumlah siswa.

Hasil belajar guru dimaknai secara kualitatif yaitu: sangat baik (4), baik (3), cukup baik (2) dan kurang baik (1). Hasil kegiatan siswa dimaknai dengan kalimat kualitatif, yaitu: sangat aktif (33-40), aktif (25-32), cukup aktif (17-24), kurang aktif (9-16), dan tidak aktif (1-8).

Data yang terkumpul dalam pelaksanaan siklus penelitian pada setiap kegiatan observasi dianalisis secara deskriptif dengan teknik persentase untuk mengidentifikasi kecenderungan dalam proses pembelajaran.

1. Prestasi Belajar: menganalisis skor rata-rata tes tertulis dan kemudian memeringkatnya menjadi tinggi, sedang, dan rendah.

2. Aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Arab: menganalisis tingkat kreativitas siswa dalam pembelajaran bahasa Arab kemudian mengelompokkannya menjadi klasifikasi tinggi, sedang dan rendah.

3. Mewujudkan keterampilan belajar memahami, menjelaskan, menggunakan dan menyusun teks tulis mata pelajaran Al-Mihnah Thobiyah dengan menggunakan pembelajaran tongkat bicara kemudian mengklasifikasikan ke dalam klasifikasi berhasil, buruk dan tidak berhasil.

(5)

2025 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research/AUTO). Tujuan utama PTK adalah perbaikan/perbaikan praktik pembelajaran secara terus-menerus, sedangkan inklusi bertujuan untuk menumbuhkan budaya inkuiri di kalangan guru (Mukhlis, 2000: 5).

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing dilakukan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Setiap siklus terdiri dari 80 menit per pertemuan dan di akhir setiap siklus diadakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep bahasa Arab dari materi Al-Mihnah Thobiyyah yang dipelajari. Selain itu, refleksi dari pengamat, yaitu; guru pengamat, yang membahas permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran pada siklus ini. Selain itu, hasil refleksi akan dijadikan bahan perbaikan di episode selanjutnya.

Ada beberapa ahli yang menyajikan model penelitian tindakan dengan diagram yang berbeda-beda, namun secara umum ada empat tahapan yang umumnya dilalui yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan dan refleksi.

Walaupun model penelitian yang digunakan adalah model Kurt Lewis.

Setiap siklus meliputi perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection), (Parjono, dkk, 2007: .21 ).

Tahapan penelitian tindakan kelas dapat dilihat sebagai berikut:

1. Rancangan/Rencana: Sebelum melakukan penelitian, peneliti merumuskan masalah, tujuan dan menyiapkan rencana tindakan yang mencakup perangkat penelitian dan perangkat pembelajaran.

2. Kegiatan dan observasi, meliputi tindakan peneliti untuk memahami konsep siswa dan mengamati hasil atau dampak dari penerapan metode pembelajaran model demonstrasi.

3. Refleksi, peneliti menelaah, melihat dan merenungkan hasil atau akibat dari perbuatan berdasarkan formulir pengamatan yang diisi oleh pengamat.

4. Rencana/rencana yang direvisi berdasarkan pendapat pemantau menghasilkan rencana yang direvisi untuk dilaksanakan pada periode berikutnya.

Observasi dibagi menjadi dua babak, yaitu babak 1, 2, setiap babak mendapatkan perlakuan yang sama (same course of action) dan subtema dibahas, diakhiri dengan tes formatif di akhir setiap babak. Dilakukan dalam dua putaran, yang tujuannya adalah untuk memperbaiki sistem pendidikan yang sudah mapan.

(6)

2026 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas bahasa arab Al- Mihnah Thobiyyah pada pembelajaran dengan metode talking stick, dapat diketahui beberapa hal tentang perkembangan pembelajaran:

1. aktivitas pendidikan

Dalam teori pembelajaran, guru bukan lagi sebagai pusat informasi utama dalam pembelajaran seperti beberapa teori pembelajaran sebelumnya, namun guru kini hanya sebagai perantara dalam pelaksanaan pembelajaran siswa yaitu pembelajaran terpusat (social center).

Dalam penerapan metode Talking Stick dalam pembelajaran bahasa Arab dengan materi Al-Mihnah Thobiyyah, kinerja guru terlihat meningkat secara signifikan baik pada kegiatan awal maupun inti dan akhir. Tentunya hal ini berpengaruh pada hasil belajar siswa, karena informasi yang ditemukan juga meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan Perkembangan Kegiatan Guru Siklus I dan II berikut ini:

4 17 Diagram perkembangan aktivitas guru siklus I dan II

1. Aktivitas siswa

Mengingat guru hanya sebagai mediator pembelajaran, maka pusat aktivitas terletak pada siswa. Siswa harus mampu mengembangkan

100 2030 4050 6070 8090

siklus 1 pert 1 siklus 1 pert. 2 siklus 2 pert 1

sangat aktif 11.76 47.05 85.3

aktif 29.4 52.94 14.7

cukup aktif 50 0 0

tidak aktif 8.82 0 0

AKTIVITAS GURU

(7)

2027 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

kreativitas yang tinggi agar kegiatan pembelajaran berjalan secara kondusif.

Hal ini tentunya banyak aspek pembentuknya, misalnya tingkat kesulitan materi yang diajarkan, strategi pembelajaran yang digunakan serta kemampuan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat, efektif dan efesien serta inovatif.

Komunikasi transaksional baik antar guru dan siswa, siswa dan siswa serta siswa dengan lingkungan belajar menjadi penting diperhatikan. Dalam metode pembelajaran Talking Stick aspek-aspek komunikasi itu tampaknya terbangun secara baik mengingat metode pembelajaran ini sangat menekankan kreativitas siswa secara utuh.

Dalam pelaksanaan metode pembelajaran ini pada materi Al-Mihnah Thobiyyah juga mengalamai perkembangan yang baik dalam rangka optimalisasi hasil pembelajaran, sebagaimana terlihat pada grafik berikut ini:

4.18. Grafik perkembangan aktivitas siswa siklus I dan II

2. Hasil belajar siswa

Hasil belajar merupakan salah satu indikator tingkat keberhasilan belajar.

Apabila hasil belajar dapat mencapai kriteria kesempurnaan minimal, maka pembelajaran dapat dikatakan berhasil. Hasil belajar yang dicapai siswa tidak disadari dengan sendirinya tetapi dipengaruhi oleh faktor lain seperti kreativitas guru, pembelajaran siswa, tersedianya media yang representatif dan intelektual (kecerdasan) siswa. Mereka semua saling mendukung.

Optimalisasi hasil belajar dengan metode pembelajaran Talking Stick terlihat maju dan cukup penting dalam pembelajaran bahasa Arab, hal ini meningkat setiap kali metode pembelajaran digunakan dalam setiap pertemuan kegiatan pembelajaran.

siklus 1 pert 1 siklus 1 pert 2 siklus 2 pert 1

sangat aktif 0 25 50

aktif 34 75 50

cukup aktif 66 0 0

kurang aktif 0 0 0

tidak aktif 0 0 0

100 2030 4050 6070 80

AKTIVITAS SISWA

(8)

2028 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

4.19. Diagram yang menunjukkan perkembangan hasil belajar siswa pada siklus I dan II

Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 pertemuan pertama mencapai 66,66% dan yang tidak tuntas 33,33%.

Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus pada siklus 1 pertemuan kedua mencapai ketuntasan 100% dan yang tidak tuntas 0%. Berarti terjadi peningkatan yang optimal dengan kualifikasi sangat baik.

Hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus 2 pertemuan pertama mencapai 100% dan yang tidak tuntas 0%. Berarti terjadi peningkatan yang optimal dengan kualifikasi sangat baik.

Berdasarkan data penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa:

a. Penggunaan Metode Talking Stick dalam pembelajaran di MTs DARUL HIJRAH PUTERA Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Mihnah Thobiyyah meningkatkan kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran.

b. Pengenalan Metode Talking Stick di MTs DARUL HIJRAH PUTERA Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dengan materi Mihnah Thobiyyah meningkatkan hasil belajar siswa karena metode ini membutuhkan kreativitas siswa yang tinggi.

c. Menggunakan Metode Talking Stick pada mata kuliah MTs DARUL HIJRAH PUTERA Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dengan materi Al-Mihnah Thobiyyah, kemampuan menunjukkan contoh dan membiasakan berbicara tentang Al-Mihnah Thobiyyah, serta meningkatkan hasil belajar siswa.

Dengan demikian penelitian ini dinyatakan dapat diterima atau dengan kata lain penelitian ini dinyatakan berhasil.

10%0%

20%30%

40%50%

60%70%

80%90%

100%

pert 1 pert 2 pert 1

sangat baik 50% 92% 100%

baik 17% 8% 0%

cukup 33% 0% 0%

kurang 0% 0% 0%

sangat kurang 0% 0% 0%

(9)

2029 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian kelas siklus I dan II penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pembelajaran Metode Talking Stick dapat meningkatkan kemampuan siswa MTs DARUL HIJRAH PUTERA Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, kemampuan menjelaskan, kemampuan menggunakan percakapan, menjelaskan isi teks bacaan dan tulisan terkait menulis teks . pada subjek: Al- Mihnah Thobiyyah. Hal ini dapat dilihat dari hal-hal berikut:

1. Faktor guru, proses yang dilakukan guru dalam kategori baik sesuai rencana dan proses belajar mengajar lancar dan ada pertumbuhan.

2. Faktor siswa, yaitu. berupa kinerja siswa dalam belajar mengajar, berjalan cukup baik, aktif dan antusias dalam belajar.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar terutama berupa peningkatan hasil belajar siswa khususnya materi Al-Mihnah Thobiyyah. Hal ini terlihat pada pertemuan pertama periode pertama, skor rata-rata 7,3 berada di atas kelompok studi jurusan bahasa Arab yang rata-rata 7,00. Kemudian naik lagi pada Siklus I, pada pertemuan kedua rata-ratanya adalah 8. Kemudian pada siklus II pertemuan pertama kembali meningkat rata-rata 8,7 lebih tinggi dari indikator kesiapan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga terjadi peningkatan rata-rata nilai tes formatif dari Siklus I ke Siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

Mustafa. 2019, Juli. Journal of Arabic Language Education, Vol.2, No.1.

Salahuddin, Salwati. 2019, Mei. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA), Vol. III, No.

5.

Alw, Muh. 2018, Juni. Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, Volume 2. Nomor 1.

Ilham, Nur Kholiq. 2014, September. Jurnal Pendidikan, Komunikasi, dan Pemikiran Hukum Islam Volume VI No. 1: 126-139, ISSN: 1978-4767

Rahmad. 2021. Jurnal Buana Pendidikan Vol. 17 No. 1

Dikarina, Rosi Putri. 2017. Jurnal Simki-Pedagogia Vol. 01 No. 10.

Fathul Huda, Jurnal PTK dan Pendidikan Vol. 3 No. 2. Juli - Desember 2017 (45-54) Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas

Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Ramayulis.2002. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia.

Abdul Majid. 2012. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(10)

2030 Vol. 3, No. 1, Januari 2023 | Seminar Nasional Pendidikan profesi Guru Agama Islam

Tema:

Khanifatul. 2013. Pembelajaran Inovatif, (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media).

https://ainamulyana.blogspot.com/2012/01/pengertian hasil-belajar- dan-faktor.html , diakses 28 Juli 2021.

Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

- Hasil yang dicapai dari pkm kami adalah prototype knapsack sprayer semi otomatis bertenaga sepeda untuk tanaman hortikultura.. Meskipun belum dirangkai secara

Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik, baik itu Badan Usaha Kecil, yang selama ini berkecimpung dalam pekerjaan Jaringan Tegangan Rendah (sambungan rumah), Badan Usaha

Yogyakarta: Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.. Penelitian Operasional: Teori dan

Saya sudah lama menjadi kontraktor di Dairi, semenjak jaman bapak saya hingga sekarang kami semua merupakan pengusaha yang bergerak di bidang kontraktor, jujur yang menjadi

c) Dokumentasi: Dokumentasi adalah metode penelitian kualitatif yang dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan data yang diperoleh

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya klarifikasi dan negosiasi dan dengan berakhirnya masa sanggah, untuk itu kami mengundang Direktur Utama / Pimpinan Perusahaan

Pengukuran efisiensi sel surya dilakukan dengan memberi cahaya pada sambungan P-I-N dengan cahaya lampu dengan daya 100 mW/cm 2 Diukur tegangan maksimum dan arus maksimum,

menunjang pembelajaran disekolah seperti; ruang lab, ruang kantor, perpustakaan dan lainnya sehingga dari akumulasi tersebut dapat dilakukan perhitungan untuk