• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsumsi Ikan Teri (Stolephorus Tri) Untuk Mencukupi Kebutuhan Kalsium Selama Masa Kehamilan (Studi Pustaka).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Konsumsi Ikan Teri (Stolephorus Tri) Untuk Mencukupi Kebutuhan Kalsium Selama Masa Kehamilan (Studi Pustaka)."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

iv Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Konsumsi ikan teri (Stolephorus tri) untuk mencukupi kebutuhan kalsium selama masa kehamilan

(studi pustaka)

Angelina Lestari, 2007 Pembimbing I : Winsa Husin, dr., M. Sc., M. Kes Pembimbing II : Winny Suwindere, drg., M. S.

Saat seorang wanita hamil, ia perlu mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Kalsium adalah salah satu mineral penting yang diperlukan janin dan sang ibu pada saat kehamilan, sehingga kebutuhan kalsium pada ibu hamil meningkat, dan seyogyanya dipenuhi dari makanan sehari - hari. Bila asupan kalsium kurang, dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, bahkan dapat lahir prematur. Selain itu, dapat menimbulkan kelainan pada ibu yang sedang hamil tersebut.

Penulisan ini dibuat untuk mengetahui pengaruh konsumsi ikan teri (Stolephorus tri) terhadap kecukupan kalsium selama kehamilan.

Kalsium diperlukan terutama pada trimester III, saat terjadi pertumbuhan tulang dan pembentukan gigi janin yang pesat, untuk mengurangi risiko kerapuhan tulang, juga untuk mencegah timbulnya preeklamsia dan eklamsia, dan osteoporosis pada ibunya. Sebagian besar masyarakat memenuhi kebutuhan kalsiumnya dengan meminum susu. Namun, kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi dari makanan lain yang banyak mengandung kalsium seperti ikan, sayur - sayuran, dan kacang - kacangan.

Ikan teri, yang kandungan kalsiumnya cukup tinggi, dapat menjadi alternatif makanan pada ibu hamil termasuk yang mengalami lactose intolerance. Selain itu ikan teri murah dan mudah didapat karena banyak terdapat di perairan wilayah Indonesia.

(2)

v Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

Anchovy (Stolephorus tri) consumption in maintaining calcium requirement during pregnancy

(a literature study)

Angelina Lestari, 2007 1st Tutor : Winsa Husin, dr., M. Sc., M. Kes 2nd Tutor : Winny Suwindere, drg., M. S.

A pregnant woman needs high nutrition foods such as calcium, an important mineral requiring both for the baby and the mother. Therefore the demand of the calcium needs for the pregnant woman should be increased and fulfilled by calcium rich intake. The inadequate calcium intake can affect to the baby’s growth, even the preterm delivery. It can either affect to the mother.

This study is to know how anchovy (Stolephorus tri) consumption effect to calcium sufficient during pregnancy.

Calcium is required especially the last 3 months of pregnancy periods, while the skeleton and teeth is developed, to reduce the bone loss risky, to prevent preeclampsia and eclampsia, and maternal osteoporosis. Many people usually maintain the calcium’s needs by drinking milk. Instead, calcium’s needs can be fulfilled by consuming highly calcium foods such as fish, green vegetables, and nuts.

Anchovy, because of its high calcium, can be consumed as alternative foods for the pregnant, either the lactose intolerant. By the way, anchovy is less expensive and easy to get because of Indonesian ocean richness of anchovy.

(3)

vi Universitas Kristen Maranatha PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan karunia - Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini, yang disusun dengan maksud memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S. Ked) di Universitas Kristen Maranatha.

Karya Tulis Ilmiah ini dapat terwujud berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada :

1. Tim Karya Tulis Ilmiah yang telah mengadakan program penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dan telah memberi kesempatan kepada penulis untuk belajar menyusun Karya Tulis Ilmiah.

2. Winsa Husin, dr., M. Sc., M. Kes. selaku pembimbing utama Karya Tulis Ilmiah ini yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulis, memberi kritik dan saran serta membagi pengetahuannya sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat selesai.

3. Winny Suwindere, drg., M. S. selaku pembimbing pendamping Karya Tulis Ilmiah ini yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulis, memberi kritik dan saran serta membagi pengetahuannya sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat selesai.

4. Meilinah Hidayat, dr., M. Kes. dan Felix Kasim, dr., M. Kes. selaku dosen penguji yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menguji dan memberi masukan untuk pengembangan Karya Tulis Ilmiah ini.

5. Seluruh Staf Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha atas segala bantuan dalam peminjaman buku - buku.

6. Seluruh Staf Perpustakaan Rumah Sakit Immanuel Bandung atas segala bantuan dalam peminjaman buku - buku.

7. Seluruh Staf Perpustakaan Dinas Perikanan Kota Bandung atas segala bantuan dalam peminjaman buku - buku.

(4)

vii Universitas Kristen Maranatha 9. Teman – teman : Dessy, Anita, Larissa, Bernadetta, Lea, Yen Nie, Ika, Vita,

dan Lies yang telah memberi masukan, kritik dan saran serta dukungan moril dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

(5)

viii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN... ii

SURAT PERNYATAAN... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT... v

PRAKATA... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah ... 3

1.5 Metodologi ... 3

1.6 Lokasi dan Waktu... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 4

2.1 Kalsium ... 4

2.1.1 Nasib Kalsium Dalam Tubuh ... 4

2.1.1.1 Absorpsi Kalsium ... 4

2.1.1.1.1 Faktor - faktor yang Meningkatkan Absorpsi Kalsium ... 5

(6)

ix Universitas Kristen Maranatha

2.1.1.2 Distribusi Kalsium... 6

2.1.1.2.1 Dalam darah ... 6

2.1.1.2.2 Dalam tulang ... 8

2.1.1.3 Interaksi Kalsium ... 9

2.1.1.4 Ekskresi Kalsium... 13

2.1.2 Fungsi Kalsium ... 14

2.1.2.1 Pembentukan Tulang... 14

2.1.2.2 Pembentukan Gigi ... 14

2.1.2.3 Mengatur Pembekuan Darah ... 15

2.1.2.4 Katalisator Reaksi - reaksi Biologik... 15

2.1.2.5 Kontraksi Otot ... 16

2.1.2.6 Transmisi Impuls Saraf ... 16

2.1.2.7 Fungsi Lainnya ... 16

2.1.3 Kebutuhan Kalsium... 17

2.1.4 Akibat Kekurangan Kalsium ... 18

2.1.5 Akibat Kelebihan Kalsium ... 19

2.1.6 Terapi Dengan Kalsium ... 19

2.1.7 Sumber Kalsium ... 23

2.1.8 Ikan Teri ... 24

2.1.8.1 Taksonomi ... 24

2.1.8.2 Deskripsi... 24

2.1.8.3 Daerah Sebar ... 26

2.1.8.4 Kandungan Nutrisi Pada Ikan Teri... 26

2.1.9 Suplemen Kalsium ... 27

2.1.10 Hubungan Kalsium Dengan Fosfor... 28

2.1.11 Hubungan Kalsium Dengan Vitamin D ... 29

2.2 Kehamilan... 30

2.2.1 Siklus Ovarium... 30

2.2.1.1 Ovulasi ... 30

(7)

x Universitas Kristen Maranatha

2.2.1.3 Korpus Albikans... 31

2.2.1.4 Pembuahan ... 31

2.2.2 Siklus Endometrium ... 32

2.2.3 Pembelahan ... 34

2.2.4 Embrio ... 36

2.2.5 Janin ... 36

2.3 Nutrisi Pada Masa Kehamilan ... 40

2.3.1 Nutrisi Pada Janin... 40

2.3.2 Transport Kalsium Melalui Plasenta ... 41

2.3.3 Nutrisi Pada Ibu Hamil... 41

2.3.4 Kebutuhan Kalsium Pada Ibu Hamil... 44

2.3.5 Kekurangan Kalsium Saat Kehamilan : Hipertensi Pada Kehamilan ... 45

2.3.5.1 Klasifikasi Hipertensi Pada Kehamilan ... 45

2.3.5.2 Penyebab ... 47

2.3.5.3 Terapi ... 47

BAB III PEMBAHASAN ... 49

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 54

4.1 Kesimpulan... 54

4.2 Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 55

LAMPIRAN ... 59

(8)

xi Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Kebutuhan kalsium... 17

Tabel 2.2 Nilai kalsium berbagai bahan makanan ... 23

Tabel 2.3 Kebutuhan nutrisi pada masa janin ... 40

(9)

xii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Pengendalian kalsium oleh kelenjar tiroid, kelenjar

paratiroid dan vitamin D... 7

Gambar 2.2 Gambar tulang ... 8

Gambar 2.3 Peranan kalsium dalam mekanisme pembekuan darah ... 15

Gambar 2.4 Ikan teri ... 25

Gambar 2.5 Ikan teri ... 25

Gambar 2.6 Gambaran skematik perubahan yang terjadi pada endometrium yang sejalan dengan perubahan di ovarium ... 33

Gambar 2.7 Gambaran skematis perkembangan zigot sejak tingkat dua sel hingga tingkat morula lanjut ... 34

Gambar 2.8 Blastokista dan blastokista yang mulai menembus endometrium... 35

Gambar 2.9 Minggu pertama perkembangan janin ... 35

Gambar 2.10 Tahap perkembangan janin ... 39

Gambar 2.11 Grafik pertambahan berat badan dan panjang janin... 39

(10)

xiii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR LAMPIRAN

(11)

59

LAMPIRAN 1 : Kriteria untuk menentukan usia selama periode janin

Usia (mg)

Mestruasi Fertilisasi

Panjang Ubunubun

-bokong (mm)

Panjang kaki

(mm)

Berat

(g) Karakteristik utama

11 9 50 7 8 Mata tertutup. Kepala lebih bulat. Genitalia eksterna masih belum dapat

dibedakan jenis kelaminnya. Usus berada pada tali pusat.

12 10 61 9 14 Usus berada pada abdomen. Perkembangan awal kuku tangan.

14 12 87 14 45 Jenis kelamin dapat dibedakan dari luar. Leher terbentuk jelas.

16 14 120 20 110 Kepala tegak. Ekstremitas bawah terbentuk sempurna.

18 16 140 27 200 Telinga menyembul dari kepala.

20 18 160 33 320 Verniks kaseosa terbentuk. Perkembangan awal kuku kaki.

22 20 190 39 460 Rambut kepala dan tubuh (lanugo) terlihat.

24 22 210 45 630 Kulit keriput dan kemerahan.

26 24 230 50 820 Kuku tangan terbentuk. Tubuh kurus.

28 26 250 55 1000 Mata separuh terbuka. Bulu mata terbentuk.

30 28 270 59 1300 Mata terbuka. Rambut kepala banyak. Kulit sedikit keriput.

32 30 280 63 1700 Kuku kaki terbentuk. Tubuh berisi. Testis turun.

34 32 300 68 2100 Kuku tangan mencapai ujung jari. Kulit merah muda dan halus.

38 36 340 79 2900 Tubuh montok. Lanugo hampir tidak ada. Kuku kaki mencapai ujung jari.

40 3 360 83 3400 Dada terlihat jelas. Payudara menonjol. Testis di scrotum atau teraba di

canalis inguinalis. Kuku tangan melewati ujung jari

(12)

1 Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Anak merupakan aset yang sangat berharga dalam suatu bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu pertumbuhan dan perkembangan anak harus mendapat perhatian yang cukup besar dan hal tersebut perlu dimulai sejak masih berada dalam kandungan. Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya lahir selamat tanpa kekurangan sesuatu apa pun. Untuk mewujudkannya, calon ibu harus memperhatikan betul kehamilannya, selain juga kesehatan si ibu sendiri. Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kandungan nutrisi pada makanan yang dikonsumsinya. Seperti diketahui, ibu hamil makan bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk janinnya (eating for two). Pengaturan asupan makanan ini sangat penting dilakukan mengingat masih banyak ibu hamil yang kurang memperhatikan kandungan gizi dalam makanan sehari-harinya. Perawatan gizi pra - kehamilan juga amat penting. Setidaknya tiga bulan sebelum seorang wanita berencana hamil, seyogyanya ia mempersiapkan diri melalui makanan bergizi dan kesehatan badan, dan mulai mengubah kebiasaan makan yang kurang sehat demi kesehatan bayinya nanti. Sehingga pada saat ia hamil, tubuh mulai terkondisikan dengan baik untuk pertumbuhan janin. Minggu - minggu pertama kehamilan adalah masa di mana organ tubuh yang penting terbentuk. Kekurangan gizi pada saat ini dapat menimbulkan kelainan pada bayi atau bahkan kelahiran prematur. Karena itu, gizi seimbang penting untuk pertumbuhan janin.

(13)

2

Universitas Kristen Maranatha untuk ibu dan juga janinnya, kebutuhan kalsium tersebut dapat terpenuhi bila mengkonsumsi makanan yang seimbang setiap hari. Salah satu makanan yang murah dan mudah diperoleh serta mengandung kalsium cukup tinggi adalah ikan teri / spined anchovy (Stolephorus tri) (Siswono, 2004).

Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan, maka ikan teri merupakan kelimpahan kekayaan alam Indonesia sehingga masyarakat luas dapat memperolehnya dengan mudah. Namun sangat disayangkan, intake ikan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia masih rendah. Jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 39 juta jiwa dengan tingkat intake ikan per kapita baru mencapai 23,92 kg / kapita / tahun sedangkan standar nasional adalah 26,5 kg / kapita / tahun (Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Perikanan, 2006).

Peningkatan kebutuhan kalsium pada ibu hamil disebabkan adanya pertumbuhan janin di dalam rahim. Kebutuhan kalsium terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan untuk memenuhi kebutuhan janin selama pembentukan organ - organ terutama tulang dan gigi dan untuk mempertahankan cadangan kalsium pada ibunya (Pernoll, 2001). Jika kurang terpenuhi, maka janin akan mengambil (menyerap) persediaan kalsium dari ibunya, sehingga si ibu berisiko mengalami gangguan kerapuhan tulang, dengan sendirinya janin juga mengalami kelainan dalam pertumbuhan tulang maupun pembentukan gigi. Hal itu berpengaruh pada saat bayi tumbuh menjadi anak. Tidak dipungkiri bahwa kelainan gigi, seperti gigi berlubang, atau gangguan tulang, dapat diakibatkan anak kekurangan kalsium waktu masih janin (Siswono, 2005). Selain itu, kalsium juga dapat mencegah timbulnya preeklamsia dan eklamsia (Aditiawarman dkk, 1996).

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH

Apa saja fungsi kalsium pada saat kehamilan

Apakah konsumsi ikan teri (Stolephorus tri) dapat memenuhi kebutuhan kalsium pada saat kehamilan

(14)

3

Universitas Kristen Maranatha 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud : untuk mengetahui pengaruh konsumsi ikan teri (Stolephorus tri) terhadap kecukupan kalsium selama kehamilan.

Tujuan : apabila konsumsi ikan teri (Stolephorus tri) dapat memenuhi kebutuhan kalsium pada masa kehamilan maka diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan ibu hamil untuk konsumsi sehari-hari.

1.4 MANFAAT KARYA TULIS ILMIAH

Kegunaan Akademis : memberi tambahan informasi mengenai kandungan kalsium yang cukup tinggi dalam ikan teri (Stolephorus tri) dan pentingnya kecukupan kalsium selama kehamilan.

Kegunaan Praktis : memberi tambahan informasi kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil agar mereka mengkonsumsi ikan teri (Stolephorus tri) yang tinggi kandungan kalsiumnya.

1.5 METODOLOGI

Studi Pustaka

1.6 LOKASI DAN WAKTU

Lokasi : Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha Bandung Perpustakaan Rumah Sakit Immanuel Bandung Perpustakaan Dinas Perikanan Kota Bandung

(15)

54 Universitas Kristen Maranatha

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN

1. Pada saat kehamilan, konsumsi kalsium yang cukup, sangat penting untuk

memenuhi kebutuhan janin selama pembentukan organ - organ yang penting

terutama tulang dan gigi dan untuk mempertahankan cadangan kalsium pada

ibunya agar tidak mengalami kerapuhan tulang dan mencegah timbulnya

osteoporosis di kemudian hari, selain itu kalsium juga dapat mengurangi risiko

timbulnya preeklamsia dan eklamsia pada ibu hamil.

2. Konsumsi ikan teri yang mengandung kalsium cukup tinggi dapat menjadi

alternatif makanan pada ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.

4.2 SARAN

1. Sebaiknya ibu hamil memasukkan ikan teri yang tinggi kandungan

kalsiumnya dalam menu sehari – hari.

2. Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan, maka ikan

teri yang merupakan kelimpahan kekayaan alam Indonesia seyogyanya dapat

dikonsumsi berbagai kalangan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan

kalsiumnya karena lebih baik kebutuhan nutrisi sehari - hari diperoleh dari

makanan daripada mengkonsumsi suplemen. Oleh karena itu, perlu bimbingan

dan keterkaitan dengan Dinas Perikanan untuk penanganan produksi ikan teri

yang higienis dan bertanggung jawab.

3. Perlu diadakan penyuluhan bagi masyarakat terutama ibu hamil mengenai

pentingnya mengkonsumsi ikan teri.

4. Perlu memasyarakatkan lauk ikan teri untuk menghilangkan anggapan bahwa

ikan teri hanya dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke bawah. Upaya yang

dapat dilakukan yaitu memperbanyak promosi dari pihak - pihak pemerhati

(16)

55 Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Aditiawarman, Hanny Sumampouw, H. R. Imam Santoso. 1996. Peningkatan kadar kalsium intraseluler pada preeklamsia dan eklamsia. Majalah Obstetri

Ginekologi, 5 : 21 - 22, 24 – 27.

Arini Setiawati dan F. D. Suyatna. 1998. Obat antiangina. Dalam: Sulistia G. Ganiswarna, Rianto Setiabudy, Frans D. Suyatna, Purwantyastuti, Nafrialdi, eds. Farmakologi dan Terapi, edisi 4. Jakarta : Bagian Farmakologi FKUI. h. 351 – 352.

Beauchamp K. 2005. Calcium: Good for More than Just Bones.

http://www.healthnotes.info/http/qr/healthnotes.cfm?org=vhu&page=../newsw ire/newswire_2005_03_17_2.cfm, 28 Desember 2006.

Busch F. 2000. Minerals. In: The New Nutrition from Antioxidants to Zucchini.

New York : John Wiley and Sons. Inc. p. 124 – 125.

Cunningham F. G., Gant N. F., Leveno K. J., Gilstrap L. C., Hauth J. C., Wenstrom K. D. 2006a. Pertumbuhan dan perkembangan janin. Dalam: Profitasari, Huriawati Hartanto, Y. Joko Suyono, Daulika Yusna, Ayleen Alicia Kosasih, John Prawira, Rini Cendika, eds. Obstetri Williams, vol 1 edisi 21. Jakarta: EGC. p. 139 - 144, 149 - 153.

_______. 2006b. Gangguan hipertensi dalam kehamilan. Dalam: Profitasari, Huriawati Hartanto, Y. Joko Suyono, Daulika Yusna, Ayleen Alicia Kosasih, John Prawira, Rini Cendika, eds. Obstetri Williams, vol 1 edisi 21. Jakarta: EGC. h. 625 - 627.

Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 2005. Teri. http://www.pipp.dkp.go.id/pipp2/species.html?idkat=2&idsp=39, 28 Oktober 2006.

Direktorat Jenderal Perikanan Departemen Pertanian. 1979. Buku Pedoman

Pengenalan Sumber Perikanan Laut. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan

Departemen Pertanian. h. 22.

Doctors’ Brand. (tt). Nutrient ~ Mineral : Calcium. http://www.doctorsbrand.com /calcium/monograph.html.htm, 20 Agustus 2006.

(17)

56

Universitas Kristen Maranatha

Gillman M. W., Rifas - Shiman S. L., Kleinman K. P., Rich - Edwards J. W., Lipshultz S. E. 2004. Maternal Calcium Intake and Offspring Blood Pressure. http://circ.ahajournals.org/cgi/content/full/110/14/1990, 6 Mei 2006.

Glaxo Smith Kline. 2004. Food Source – Best sources of Calcium. http://www.calciuminfo.com/about/foodsources.aspx.htm, 29 Oktober 2006.

Healthnotes. 2002a. Pregnancy and Postpartum Support. http://www.costo.com/ pharmacy/frameset.asp?trg=HCFrame.asp&hcban=Banner.asp&hctar=index.a sp&contentID=2473007&article=natural%20pharmacy&log=0.htm, 6 Mei 2006.

_______. 2002b. Gestational Hypertension. http://www.costco.com/pharmacy/ healthnotes.asp?indexContentID=2420007&log=&ContentID=1020003.htm, 6 Mei 2006.

Hendra Budiman. 2003. Kalsium, vitamin D, dan osteoporosis. Majalah

Kedokteran Atma Jaya, 2 : 214 - 216.

Hill M., 2006a. Carnegie Stage Table. http://embryology.med.unsw.edu.au/ wwwhuman/Stages/CStages.htm, 26 Agustus 2006.

_______. 2006b. Human Fetal Resources. http://embryology.med.unsw.edu.au/ wwwhuman/fetus.htm, 26 Agustus 2006.

Institute of Medicine, 1997. Calcium. http://fermat.nap.edu/books/0309063507/ html/121.html, 25 Oktober 2006.

Jorde R. and Bonaa K. H. 2000. Calcium From Dairy Products, Vitamin D Intake,

and Blood Pressure: The Tromso Study. http://www.ajcn.org/cgi/content/full/

71/6/1530, 22 Desember 2006.

Jurak Corporation World Wide. 2004. Calcium. http://www.jctonic.com/include/ minerals/calcium.htm, 28 Desember 2006.

Kendall P. 2001. Nutrients of Special Importance During Pregnancy.

http://www.ext.colostate.edu/PUBS/COLUMNNN/nn010417.html, 22

Oktober 2006.

Kovacs C. S. and Kronenberg H. M. 1997. Maternal – Fetal Calcium and Bone

Metabolism During Pregnancy, Puerperium and Lactation.

http://edrv.endojournals.org/cgi/content/full/18/6/832, 22 Oktober 2006.

(18)

57

Universitas Kristen Maranatha

Nelson W. E., Behrman R. E., Kliegman R., Arvin A. M. 2000a. Pertumbuhan dan perkembangan janin. Dalam: A. Samik Wahab, ed. Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15 vol 1. Jakarta: EGC. h. 42.

_______. 2000b. Kebutuhan nutrisi. Dalam: A. Samik Wahab, ed. Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15 vol 1. Jakarta: EGC. h. 183.

_______. 2000c. Kalsium. Dalam: A. Samik Wahab, ed. Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15 vol 1. Jakarta: EGC. h. 246.

NYSOPEP. 2004. Tips For Healthy Bones During Pregnancy and Lactation. http://www.nysopep.org/page.cfm/129.htm, 22 Oktober 2006.

PDRhealth. (tt). Calcium. http://www.pdrhealth.com/drug_info/nmdrugprofiles /nutsupdrugs/cal_0052.shtml, 28 Oktober 2006.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Perikanan. 2006. Laporan Tahunan Dinas

Perikanan Provinsi Jawa Barat Tahun 2005. Bandung: Pemerintah Provinsi

Jawa Barat Dinas Perikanan. h. 93.

Pernoll M.L. 2001. Diagnosis of pregnancy. In: Benson and Pernoll’s Handbook of Obstetrics and Gynecology, 10th ed. Boston: Mc Graw-Hill. p. 122 - 127, 136 - 139.

Pressman A. H and Buff S. 2000. Minerals : The elements of good health. In: The

Complete Idiot’s Guide to Vitamin and Minerals, 2nd ed. USA: Alpha Books.

h. 171 – 188.

Saddler T.W. 2000. Ovulasi hingga implantasi. In: Devi H. Ronardy, ed.

Embriologi Kedokteran Langman, edisi 7. Jakarta: EGC. h. 23 - 39.

Siswono. 2004. Ikan Teri Cegah Osteoporosis. http://www.gizi.net/cgi-bin/ berita/fullnews.cgi/news/id/1076388924,5402,.htm, 5 Mei 2006.

_______. 2005. Siapkan Tumbuh Kembang Anak Sejak di Kandungan.

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi/news/id/1110357750,1172. html, 10 Mei 2006.

Solihin Pudjiadi. 2001a. Makanan bayi. Dalam: Ilmu Gizi Klinis pada Anak, edisi 4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. h. 9 - 11.

_______. 2001b. Elemen. Dalam: Ilmu Gizi Klinis pada Anak, edisi 4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. h. 196 .

Sunita Almatsier. 2003. Cairan tubuh dan mineral makro. Dalam: Prinsip Dasar

(19)

58

Universitas Kristen Maranatha

Vitamin and Herb University. 2006. Calcium. http://www.vitaminherbuniversity. com/topic.asp?categoryid=2&topicid=1017.htm, 22 Desember 2006.

WHO. 2001. Healthy Eating during Pregnancy and Breastfeeding.

http://www.euro.who.int/document/e73182.pdf, 24 September 2006.

_______. 2004. Calcium. http://whqlibdoc.who.int/publications/2004/

9241546123_chap4.pdf, 23 Juli 2006.

Wikipedia. 2006. Anchovy. http://en.wikipedia.org/wiki/Anchovy.htm, 16 Mei 2006.

Williams M. 2004. Lower Your Colon Cancer Risk with Calcium.

http://www.healthnotes.info/http/qr/healthnotes.cfm?org=vhu&page=../newsw ire/newswire_2004_10_07_3.cfm, 28 Desember 2006.

http://www.andromeda.rutgrs.edu/biosci/RutgersHumanEcology?N=D

http:// www.midwivesonline.com/parents/parents.php?id=197.htm

http://www.nearbycape.com/foodandtravel/anchovies/links.html

Referensi

Dokumen terkait

Korelasi antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Kebutuhan Nutrien Selama Masa Kehamilan dengan Berat Badan Bayi Lahir, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas

Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang penggunaan obat- obatan analgetik selama masa kehamilan trimester pertama

Sehingga dibutuhkan informasi dan saran yang tepat untuk mempermudah ibu hamil menambah pengetahuan melalui aplikasi informasi kesehatan selama masa kehamilan

Kehamilan adalah masa dengan banyak perubahan bagi sepasang suami istri, tak terkecuali dengan hubungan seksual.Pada masa ini Ibu hamil dan pasangan mungkin

Menurut Surasih, kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan gizi selama hamil dapat menyebabkan kurangnya asupan makanan yang bergizi yang berpengaruh juga

Penelitian deskriptif, dimulai pada bulan Juni 2015 sampai April 2016 dilakukan untuk melihat tingkat kepatuhan ibu hamil terhadap konsumsi tablet zat besi selama

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS TUBUH YANG TERJADI SELAMA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA.. PUSKESMAS REJOSARI PEKANBARU

Nilai organoleptik ikan teri nasi kering selama penyimpanan dingin menunjukkan bahwa sampai dengan hari penyimpanan dingin ke- 28 ikan teri nasi kering masih dapat