• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh suplementasi asam folat pada pasien maternal selama kehamilan terhadap berat bayi lahir rendah di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh suplementasi asam folat pada pasien maternal selama kehamilan terhadap berat bayi lahir rendah di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta."

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH SUPLEMENTASI ASAM FOLAT PADA PASIEN MATERNAL SELAMA KEHAMILAN TERHADAP BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI

RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

Zita Dhirani Pramono

Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia

Abstract : Low Birth Weight (LBW) is one of the factors of mortality and morbidity in infants. The prevalence of LBW in Indonesia in 2010 was quite high at 11.1%. World Health Assembly Resolution said to reduce the prevalence of LBW needed nutrients during antenatal care, one of which is folic acid supplements for ≥400mcg during pregnancy. Age, Antenatal Care, history of abortion, and parity level also affects LBW. This study aimed to determine the characteristics of patients and the relationship of maternal age, ANC, history of abortion, parity and folic acid supplementation to LBW. This research was an analytic observational study with cross sectional design. Total sample of this study was 342 medical records. Data were analyzed with the independent t- test and Chi Square or Fisher test. Patients taking appropriate folic acid supplementation (66.37%), low birth weight (90.35%),

aged ≤30 years (59.90%), Housewife (39.77%), Undergraduate (61.11 %), history of abortion <1 (86.84%), Antenatal Care ≥4 times (96.49%). Chi Square test results that show the factors of age (p = 0.916); ANC (p = 1); history of abortion (p = 0.932) parity (p = 1) and folic acid supplementation (p = 0.187) had no effect on LBW. There was no relationship between the age, the ANC, history of abortion and the parity level as well as folic acid supplementation to LBW.

Keywords : Folic Acid, Maternal Patient, LBW

Abstrak : Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor mortalitas dan morbiditas pada bayi. Prevalensi BBLR di Indonesia tahun 2010 cukup tinggi yakni 11,1%. World

Health Assembly Resolution menyebutkan untuk mengurangi prevalensi terjadinya BBLR

diperlukan nutrisi selama perawatan antenatal, salah satunya suplemen asam folat sebesar

≥400mcg/selama kehamilan. Faktor umur, Antenatal Care, riwayat abortus, dan tingkat paritas juga mempengaruhi BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan hubungan umur, ANC, riwayat abortus, paritas dan suplementasi asam folat terhadap BBLR. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan

cross sectional. Total sampel penelitian ini sebanyak 342 rekam medis. Data dianalisis

dengan uji t-test tidak berpasangan dan Uji Chi Square atau Fisher. Pasien yang mengkonsumsi suplementasi asam folat sesuai (66,37%), BBLR (90,35%), umur ≤30 tahun (59,90%), Ibu Rumah Tangga (39,77%), Strata 1 (61,11%), riwayat abortus <1 (86,84%),

Antenatal Care ≥4 kali (96,49%). Hasil uji Chi Square yang menunjukkan faktor umur (p=0,916); ANC (p=1); riwayat abortus (p=0,932) paritas (p=1) dan suplementasi asam folat (p=0,187) tidak berpengaruh terhadap BBLR. Tidak ada hubungan faktor umur, ANC, riwayat abortus dan tingkat paritas serta suplementasi asam folat terhadap BBLR.

Kata Kunci : Asam Folat, Pasien Maternal, BBLR

(2)

i

PENGARUH SUPLEMENTASI ASAM FOLAT PADA PASIEN MATERNAL SELAMA KEHAMILAN TERHADAP BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI

RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi ( S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Zita Dhirani Pramono NIM : 138114173

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2016

(3)

ii

PENGARUH SUPLEMENTASI ASAM FOLAT PADA PASIEN MATERNAL SELAMA KEHAMILAN TERHADAP BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI

RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi ( S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh :

Zita Dhirani Pramono NIM : 138114173

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2016

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

(7)

vi

(8)

vii

Learn from yesterday,

live for today,

hope for tomorrow.

The important thing is not to stop questioning.

-Albert Einsteins-

Persembahan

Karya ini kupersembahkan untuk :

Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang menguatkanku

Papa, Mama, Kakak, dan Mbak Laras yang memahamiku

Luluk Noorratri yang setia mendukungku

Maternity Squad yang mendampingiku

dan sahabat tercinta

(9)

viii PRAKATA

Puji dan syukur penulis haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

bimbingan, rahmat, dan cinta kasih-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

PENGARUH SUPLEMENTASI ASAM FOLAT PADA PASIEN MATERNAL SELAMA KEHAMILAN TERHADAP BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA” sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Keberhasilan penulis

dalam menyelesaikan penulisan sripsi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan

penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Pembimbing utama dan satu-satunya Ibu Dita Maria Virginia, M.Sc., Apt terimaksih

saya ucapkan yang sebesar-besarnya karena telah memperkenankan saya menjadi

anak pertama bimbingan Ibu Dita, dan Ibu Dita telah memberikan motivasi,

semangat, dukungan dan perhatian, tak lupa kritik dan saran dalam pembuatan

proposal hingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini.

3. Ibu Dr. Rita Suhadi, M.Si.,Apt dan Ibu dr Fenty, M.Kes., Sp.PK selaku dosen penguji

yang telah memberikan kritik, saran, dan arahan dalam penyelesaian penelitian ini.

4. Kedua orang tua, Papa Vicentius Wasisto Pramono , Mama Caecilia Isti Sumiwi ,

Kakak Ignatius Pradipta Bayu Pramono beserta kaka ipar Ayu Suci Larasati yang

setia mendukung, mendoakan penulis dan mendampingi serta memberikan saran

dalam penyelesaian skripsi ini.

5. Calon Orang Sukses (Maternity Squad) yaitu Wendy Felix, Albertus Ivan Brilian dan

Francisca Triana yang setia bekerjasama selama 2 tahun terakhir, mendukung satu

sama lain dan saling membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

6. Sahabat penulis yaitu Luluk Noorratri yang setia mendampingi selama ini dan

mendukung dalam penyelesaian skripsi ini.

7. Rafaella Daramika Dwi Esti dan Yosephine Charisma Agrillia S. yang bersedia

mendampingi penulis pertama kali di Universitas Sanata Dharma hingga saat ini.

8. Teman-teman penulis Eugenia Clarissa, Dini Papulung, Sefrida Puti, Utari Febrina,

Willy Sine, Galih Permadi, Kelas FSM D, dan FKK C 2013 yang telah memberikan

semangat saat penyusunan skripsi ini.

(10)

ix

9. Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan

penelitian.

Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna, maka penulis terbuka

terhadap kritik dan saran untuk membangun agar hasil karya yang lebih baik dan

bermafaat bagi khalayak yang membutuhkan, terutama dalam bidang kefarmasian.

Terimakasih.

Yogyakarta, 30 November 2016

Penulis

(11)

x

DAFTAR ISI

Halaman Cover ... i

Halaman Judul ... ii

Halaman Persetujuan Pembimbing ... iii

Halaman Pengesahan ... iv

Pernyataan Keaslian Karya ... v

Lembar Persetujuan Publikasi ... vi

Prakata ... vii

Daftar Isi ... x

Daftar Tabel ... xi

Daftar Gambar ... xii

Daftar Lampiran ... xiii

Abstrak ... 1

PENDAHULUAN ... 2

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian ... 3

Lokasi dan Sampel Penelitian ... 3

Analisis Data ... 4

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 5

KESIMPULAN ... 11

Daftar Pustaka ... 12

LAMPIRAN ... 13

BIOGRAFI PENULIS ... 31

(12)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel I. Profil Pasien Maternal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode

Juni 2015-Juni 2016 ... 5

Tabel II. Perbedaan Faktor Umur, ANC, Riwayat Abortus, dan Paritas terhadap

Berat Bayi Lahir ... 6

Tabel III. Pengaruh Faktor Umur, ANC, Riwayat Abortus, dan Paritas terhadap

BBLR ... 7

Tabel IV. Perbedaan Faktor Suplementasi Asam Folat terhadap Berat Bayi

Lahir ... 8

Tabel V. Perbedaan Suplementasi Asam Folat Tiap Trimester terhadap Berat Bayi

Lahir ... 9

Tabel VI. Pengaruh Suplementasi Asam Folat terhadap BBLR ... 9

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagan Sampel Penelitian Pasien Maternal Periode Juni 2015-

Juni 2016 ... 4

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian ... 13

Lampiran 2. Ethical Clearance ... 14

Lampiran 3. Sertifikat Ce-Bu ... 15

Lampiran 4. Case Report Form ... 16

Lampiran 5. Definisi Operasional ... 18

Lampiran 6. Perhitungan Sampel Penelitian ... 19

Lampiran 7. Uji Normalitas Berat Bayi Lahir ... 20

Lampiran 8. Uji Statistik Faktor Umur terhadap BBLR ... 21

Lampiran 9. Uji Statistik Faktor Antenatal Care terhadap BBLR ... 23

Lampiran 10. Uji Statistik Faktor Riwayat Abortus terhadap BBLR ... 25

Lampiran 11. Uji Statistik Faktor Paritas terhadap BBLR ... 27

Lampiran 12. Uji Statistik Suplementasi Asam Folat terhadap BBLR ... 29

(15)

1

PENGARUH SUPLEMENTASI ASAM FOLAT PADA PASIEN MATERNAL SELAMA KEHAMILAN TERHADAP BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI

RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

Zita Dhirani Pramono

Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia

Abstract : Low Birth Weight (LBW) is one of the factors of mortality and morbidity in infants. The prevalence of LBW in Indonesia in 2010 was quite high at 11.1%. World Health Assembly Resolution said to reduce the prevalence of LBW needed nutrients during antenatal care, one of which is folic acid supplements for ≥400mcg during pregnancy. Age, Antenatal Care, history of abortion, and parity level also affects LBW. This study aimed to determine the characteristics of patients and the relationship of maternal age, ANC, history of abortion, parity and folic acid supplementation to LBW. This research was an analytic observational study with cross sectional design. Total sample of this study was 342 medical records. Data were analyzed with the independent t- test and Chi Square or Fisher test. Patients taking appropriate folic acid supplementation (66.37%), low birth weight (90.35%), aged ≤30 years (59.90%), Housewife (39.77%), Undergraduate (61.11 %), history of abortion <1 (86.84%), Antenatal Care ≥4 times (96.49%). Chi Square test results that show the factors of age (p = 0.916); ANC (p = 1); history of abortion (p = 0.932) parity (p = 1) and folic acid supplementation (p = 0.187) had no effect on LBW. There was no relationship between the age, the ANC, history of abortion and the parity level as well as folic acid supplementation to LBW.

Keywords : Folic Acid, Maternal Patient, LBW

Abstrak : Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor mortalitas dan morbiditas pada bayi. Prevalensi BBLR di Indonesia tahun 2010 cukup tinggi yakni 11,1%. World

Health Assembly Resolution menyebutkan untuk mengurangi prevalensi terjadinya BBLR

diperlukan nutrisi selama perawatan antenatal, salah satunya suplemen asam folat sebesar

≥400mcg/selama kehamilan. Faktor umur, Antenatal Care, riwayat abortus, dan tingkat paritas juga mempengaruhi BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan hubungan umur, ANC, riwayat abortus, paritas dan suplementasi asam folat terhadap BBLR. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Total sampel penelitian ini sebanyak 342 rekam medis. Data dianalisis dengan uji t-test tidak berpasangan dan Uji Chi Square atau Fisher. Pasien yang mengkonsumsi suplementasi asam folat sesuai (66,37%), BBLR (90,35%), umur ≤30 tahun (59,90%), Ibu Rumah Tangga (39,77%), Strata 1 (61,11%), riwayat abortus <1 (86,84%), Antenatal Care ≥4 kali (96,49%). Hasil uji Chi Square yang menunjukkan faktor umur (p=0,916); ANC (p=1); riwayat abortus (p=0,932) paritas (p=1) dan suplementasi asam folat (p=0,187) tidak berpengaruh terhadap BBLR. Tidak ada hubungan faktor umur, ANC, riwayat abortus dan tingkat paritas serta suplementasi asam folat terhadap BBLR.

Kata Kunci : Asam Folat, Pasien Maternal, BBLR

(16)

2

PENDAHULUAN

World Health Organization (WHO) mendefinisikan Berat Badan Lahir Rendah

(BBLR) sebagai berat badan bayi pada saat lahir kurang dari 2500 gram. Berat badan bayi

lahir menjadi salah satu masalah kesehatan di masyarakat secara luas dan memiliki dampak

jangka pendek maupun panjang bagi masyarakat. Sebesar 15%-20% dari seluruh kelahiran

di dunia mengalami BBLR dari 20 juta kelahiran setiap tahunnya (WHO,2014).

Sepertiga bayi lahir dalam kondisi BBLR di kawasan Asia Tenggara. Data terakhir

pada tahun 2010, angka kejadian BBLR di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar

11,1% (OECD, 2012). Hasil Riskesdas menambahkan bahwa prevalensi BBLR di

Indonesia menunjukkan adanya penurunan yaitu dari 11,1 % pada tahun 2010 menjadi

10,2% pada tahun 2013 (Kementerian Kesehatan RI, 2013).

World Health Organization (WHO) memiliki salah satu program pada tahun 2012

yaitu World Health Assembly Resolution yang menyebutkan bahwa untuk mengurangi

prevalensi terjadinya BBLR diperlukan adanya nutrisi selama perawatan antenatal. Nutrisi

yang direkomendasikan antara lain asam folat (WHO, 2014). Penelitian Balarajan et. al.

(2012) membuktikan bahwa penggunaan asam folat selama kehamilan secara signifikan

dapat menurunkan risiko BBLR.

Karakteristik pasien maternal diantaranya umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan

dan kesesuaian suplementasi asam folat juga berpengaruh terhadap kelahiran bayi

khususnya risiko BBLR (Chaman et al., 2013; Ehrenstein et. al., 2013). Penelitian

Laopaiboon et. al. (2014); Klemetti et. al. (2012); dan Kumar et. al. (2010) menyatakan

bahwa ibu hamil yang berumur ≥35 tahun dan atau memiliki riwayat abortus ≥ 1x memiliki

risiko lebih besar untuk mengalami BBLR.

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa D.I. Yogyakarta merupakan

provinsi dengan cakupan tertinggi dalam pelayanan antenatal dengan persentase pasien

yang melakukan kontrol sebanyak empat kali selama kehamilan sebesar 85,5%.

(Kementerian Kesehatan RI, 2013). Agrawal et. al. (2011), menambahkan bahwa

prevalensi BBLR dapat dikurangi dengan pemeriksaan perawatan antenatal secara teratur.

Selain itu, faktor paritas pada pasien maternal juga mempengaruhi BBLR (Chaman et. al.,

2013; Shah,2010).

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Yogyakarta. Alasan

memilih lokasi penelitian di rumah sakit ini karena adanya studi pendahuluan mengenai

pasien yang melakukan kontrol di rumah sakit ini juga melahirkan di rumah sakit yang

(17)

3

sama dan hasilnya return rate yang cukup tinggi, sehingga dapat mendukung efektivitas

pengambilan data.

Berat badan bayi lahir merupakan indikator penting bagi kelangsungan hidup bayi.

Namun masih belum banyak penelitian di Indonesia mengenai hubungan karakteristik

pasien maternal dan suplementasi asam folat terhadap berat badan bayi lahir sehingga

kurang memberikan pengetahuan kepada maternal. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui karakteristik pasien maternal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan

adanya hubungan umur, ANC, riwayat abortus, dan paritas pada maternal selama

kehamilan serta suplementasi asam folat terhadap BBLR.

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan analitik observasional

dengan rancangan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospective.

Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional adalah penelitian

dengan melakukan pengamatan pada subjek yang tidak diberi perlakuan dan korelasi faktor

risiko yakni umur, ANC, riwayat abortus, paritas, suplementasi asam folat dan efek yakni

BBLR dengan melakukan pendekatan, observasi dan pengumpulan data pada suatu waktu.

Variabel bebas penelitian ini adalah suplementasi asam folat, variabel tergantung

penelitian ini yakni berat badan bayi lahir. Variabel pengacau terkendali diantaranya usia

ibu hamil, merokok, alkoholik dan variabel pengacau tak terkendali diantaranya kondisi

patologis ibu hamil, suplementasi asam folat selain peresepan dokter, suplementasi zat

besi.

Lokasi dan Sampel Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2016 di Rumah Sakit Panti Rapih

Yogyakarta. Sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rekam medis

pasien maternal dalam rentang waktu Juni 2015-Juni 2016 di Rumah Sakit Panti Rapih

Yogyakarta. Kriteria inklusi penelitian adalah rekam medis pasien maternal yang

melahirkan bayi berasal dari kehamilan tunggal, berusia 20-35 tahun, mengkonsumsi

suplemen asam folat. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah rekam medis pasien maternal

yang merokok dan atau alkoholik, memiliki penyakit asma, memiliki penyakit tertentu

seperti hipertensi kronis, diabetes, preeklampsia dan kelainan fetus serta mengalami

abortus/keguguran.

(18)

4

Perhitungan besar sampel pada penelitian ini secara kualitatif dengan yakni nilai

standar normal variabel (tipe eror 5% (p<0,05) sebesar 1,96), p yaitu proporsi populasi

berdasarkan penelitian sebelumnya sebesar 0,102, dan d yaitu presisi sebesar 0,05 (Charan

dan Biswas, 2013). Total sampel penelitian ini sejumlah 342 rekam medis.

Gambar 1. Bagan Sampel Penelitian Pasien Maternal Periode Juni 2015-Juni 2016

Analisis Data

Pengumpulan data berupa pengambilan data suplementasi asam folat melalui rekam

medis pasien maternal. Pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan teknik

consecutive sampling. Consecutive sampling adalah pemilihan sampel berdasarkan kriteria

yang sudah ditentukan.

Penelitian ini menggunakan metode analitik untuk mengetahui normalitas data.

Analisis uji normalitas yang digunakan berdasarkan jumlah sampel >50 yakni

Kolmogorov-Smirnov, namun data tidak terdistribusi normal sehingga peneliti melihat

hasil q-q plot sebaran data terdistribusi normal, selain itu berdasarkan teorema limit pusat

(Central Limit Theorm) apabila jumlah sampel yang diperoleh relatif besar (>30) atau lebih

akan mendaptakan distribusi yang mendekati normal dengan kurva distribusi sampling

akan berpusat pada nilai parameter populasi dan akan memiliki sifat distribusi normal

(Gujarati, 2006).

Penelitian ini menggunakan uji hipotesis komparatif, uji yang digunakan yakni uji

hipotesis komparatif numerik dan uji hipotesis komparatif kategorik. Analisis untuk

menguji hipotesis perbedaan antara kesesuaian suplementasi asam folat, ANC, umur,

riwayat abortus dan paritas terhadap berat bayi lahir pasien maternal adalah uji t-test tidak

1.316 rekam medis pasien maternal periode

Juni 2015-Juni 2016

 180 tidak melakukan ANC trimester 1-3  1 riwayat hipertensi  4 riwayat diabetes melitus  18 ibu mengalami abortus kriteria inklusi = 568

rekam medis

(19)

5

berpasangan karena distribusi data normal. Analisis untuk melihat hubungan suplementasi

asam folat ANC, umur, riwayat abortus dan paritas terhadap kejadian BBLR dan kelahiran

prematur adalah Chi Square dan Fisher. Hubungan suplementasi asam folat ANC, umur,

riwayat abortus dan paritas terhadap berat badan bayi lahir menggunakan nilai OR (Odds

Ratio) yang diketahui melalui uji Chi Square.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pasien maternal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta memiliki karateristik yang

bervariasi. Profil karateristik pasien maternal yang ada di Rumah Sakit Panti Rapih

Yogyakarta akan tersaji dalam Tabel I.

Tabel I. Profil Pasien Maternal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bulan Juni 2015-Juni 2016

Karakteristik Jumlah (n)

n= 342 Persentase (%)

Rentang Umur

≤ 30 tahun 205 59,90

> 30 tahun 137 40,05

Berat Badan Bayi Lahir

BB Normal ( ≥2500 mg) 309 90,35

BBLR (<2500 mg) 33 9,65

Konsumsi Suplemen Asam Folat

Sesuai (≥400mcg/selama trimester 1-3) 227 66,37

Tidak sesuai (<400mcg/selama trimester 1-3) 115 33,63

Pekerjaan

(20)

6

Pasien maternal yang ada di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta terbanyak berusia

30 tahun yakni sebanyak 205 pasien (59,90%). Penelitian Laopaiboon et. al. (2014) dan Chaman et. al. (2013) menyatakan bahwa semakin bertambahnya umur (≥35 tahun) ibu

akan meningkatkan risiko mengalami BBLR. WHO (2012) menyatakan berat bayi lahir

normal adalah ≥2500 mg. Anjuran World Health Organization (2012) mengatakan bahwa

suplementasi asam folat pada ibu hamil yang sesuai yakni 400 mcg/ hari selama kehamilan.

Profil pasien maternal yang mengkonsumsi asam folat yang sesuai cukup tinggi yakni

sebanyak 227 pasien (66,37%), hasil ini sesuai dengan penelitian Balarajan et. al. (2016);

Malhotra et. al. (2014) menyatakan bahwa suplementasi asam folat secara rutin pada

maternal dapat menurunkan risiko terjadinya BBLR.

Pasien maternal di rumah sakit ini rata-rata berprofesi sebagai ibu rumah tangga

sejumlah 136 orang (39,97%). Penelitian Agrawal et. al. (2011) menyebutkan bahwa faktor

yang dapat meningkatkan risiko berat badan bayi lahir rendah adalah pekerjaan fisik atau

pekerjaan ibu hamil. Berdasarkan faktor tingkat pendidikan, sebanyak 209 pasien maternal

di rumah sakit ini (61,11%) merupakan lulusan Strata 1. Voss et. al. (2012) menyatakan

bahwa ibu hamil yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah (tidak menempuh

pendidikan atau lulusan Sekolah Dasar) meningkatkan risiko terjadinya BBLR. Pasien

maternal yang melakukan antenatal care ≥4 kali dapat menurunkan risiko terjadinya

BBLR (Agrawal et. al., 2011). Selain itu, Chaman et. al. (2013) menyatakan bahwa pasien

maternal yang memiliki riwayat abortus (≥1 kali) dapat meningkatkan risiko BBLR.

Tabel II. Perbedaan Faktor Umur, ANC, Riwayat Abortus, dan Paritas terhadap Berat Bayi Lahir

Variabel Berat Badan

(gram) Nilai p

(21)

7

Data pada Tabel II dan Tabel III menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dan tidak

ada pengaruh secara statistik pada variabel umur terhadap berat bayi lahir. Hal ini sesuai

dengan hasil penelitian Elhassan et. al. (2010) yang menunjukkan tidak ada hubungan

antara umur pasien maternal terhadap BBLR. Kriteria inklusi penelitian ini 20-35 tahun

sehingga sesuai dengan penelitian Chaman et. al. (2013) dan Laopaiboon et. al. (2014)

yang menyatakan terdapat hubungan antara umur pasien maternal terhadap BBLR,

sehingga pasien maternal berusia lebih dari 35 tahun memiliki risiko mengalami BBLR.

Tabel III. Pengaruh Faktor Umur, ANC, Riwayat Abortus, dan Paritas terhadap BBLR

Berat Bayi Lahir Rendah

Nilai p

Hasil analisis pada Tabel II dan Tabel III menunjukkan nilai p>0,05, sehingga dapat

diketahui bahwa secara statistik tidak ada perbedaan bermakna dan pengaruh pada faktor

antenatal care terhadap berat bayi lahir. Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian

Pinzón-Rondón et. al. (2015) ; Kadapatti dan Vijayalaxmi (2012) yang menunjukkan

kualitas, jumlah, dan kunjungan pertama antenatal care berpengaruh terhadap BBLR.

Kriteria inklusi penelitian adalah jumlah antenatal care sebanyak 4 kali selama kehamilan,

hal ini sesuai dengan penelitian Agrawal et. al., (2011) yang menunjukkan bahwa antenatal

care rutin (≥4 kali) dapat menurunkan risiko terjadinya BBLR. Hasil ini berbeda dengan penelitian Qader et. al. (2012) yang menunjukkan tidak ada hubungan jumlah kunjungan

antenatal care terhadap BBLR. Faktor antenatal care sangat berpengaruh terhadap

kelahiran bayi khususnya BBLR, karena selama antenatal care pasien maternal

(22)

8

mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pemberian suplementasi untuk pertumbuan janin

(Kanjanasigh et. al., 2013).

Hasil pada Tabel II dan Tabel III khususnya pada variabel riwayat abortus

menunjukkan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna dan tidak ada

pengaruh riwayat abortus pasien maternal terhadap BBLR (p>0,05). Hasil ini sesuai

dengan penelitian Kumar et. al., (2010) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan

signifikan antara riwayat abortus pasien maternal terhadap BBLR. Penelitian Klemetti et.

al., (2012); Sushen et. al., (2011) dan Chaman et al., (2013) menyatakan bahwa semakin

banyaknya riwayat abortus pada pasien maka semakin tinggi risiko mengalami BBLR, hal

ini dapat dilihat dari perbandingan riwayat abortus 0 dAN 1 memiliki nilai OR (Odds Ratio)

sebesar 1,04 (95% CI: 0,98-1,10), sedangkan perbandingan antara riwayat abortus 0 dan 3

memiliki nilai OR (Odds Ratio) sebesar 1,83 (95% CI: 1,43-2,34). Riwayat abortus akan

mengakibatkan BBLR melalui hambatan pertumbuhan dalam kandungan. Keguguran

menyebabkan kelainan genetik, imunologi, infeksi atau rahim. Hal ini bisa berdampak

buruk bagi usia kehamilan dan pertumbuhan intrauterin (Adera, 2015).

Hasil uji pada variabel paritas yang terdapat pada Tabel II dan Tabel III menunjukkan

nilai p>0,05 sehingga secara statistik tidak ada perbedaan bermakna dan tidak ada

pengaruh antara variabel paritas terhadap berat lahir. Hasil penelitian ini sesuai dengan

penelitian Awoleke et. al., (2012) yang menyatakan tidak ada hubungan paritas terhadap

BBLR. Penelitian Elhassan et al. (2010) dan Shah (2010) menyatakan pasien maternal

yang belum pernah dan baru melahirkan anak pertama memiliki risiko untuk mengalami

BBLR dan akan meningkat setelah melahirkan anak keempat dan seterusnya. Pasien

maternal yang multiparitas berisiko mengalami komplikasi hipertensi kronis, atrofi

endometrium pada plasenta previa, hilangnya elastisitas dan pecahnya pembuluh darah

rahim, atonia uteri untuk perdarahan postpartum, hyperlordosis dan plasenta previa.

Penurunan aliran darah uterus terkait dengan meningkatnya paritas menyebabkan

penurunan berat badan bayi (Shah, 2010).

Tabel IV. Perbedaan Faktor Suplementasi Asam Folat terhadap Berat Bayi Lahir

Asam Folat Berat Badan

(gram) Nilai p

Sesuai 2951,56 ± 490,78

0,13

Tidak Sesuai 3030,18 ± 434,88

* p < 0,05 menunjukkan berbeda bermakna

(23)

9

Data hasil analisis pada Tabel IV dan Tabel V menyajikan perbedaan rerata

pemberian suplemetasi asam folat pada pasien maternal selama kehamilan.

Tabel V. Pengaruh Suplementasi Asam Folat terhadap BBLR

Asam Folat

Berat Bayi Lahir Rendah

Nilai p

bermakna penggunaan suplemen asam folat selama kehamilan terhadap berat bayi lahir,

perbedaan rerata tertinggi pada penggunaan suplementasi asam folat pada trimester I-III

dan terendah pada trimester II. Kanamori et. al. (2010) menyimpulkan bahwa pasien

maternal yang tidak mengkonsumsi suplemen asam folat selama trimester I akan

menyebabkan pembatasan pertumbuhan janin salah satunya BBLR dengan nilai OR 2,42

(95% CI:1,41-4,16).

Folat (vitamin B9) merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk replikasi DNA,

peningkatan sistem imun, dan sebagai substrat untuk berbagai reaksi sintesis asam amino

dan metabolisme vitamin. Folat dalam berbagai reaksi transfer karbon, termasuk purin dan

biosintesis timidilat, metabolisme asam amino, dan oksidasi format. Purin dan timidilat

biosintesis adalah syarat yang mendasari pembentukan DNA dan sintesis RNA. Oleh

karena itu, sangat jelas bahwa folat ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan

janin. (Barua et. al., 2014; Greenberg et. al., 2013)

Defisiensi folat dapat menyebabkan kurangnya enzim pemetabolisme asam folat

(DHFR) dalam membran sel sehingga 5-methyl tertrahydrofolate (katalisator yang

mengubah homosistein menjadi metionin) menurun sehingga terjadi hyperhomocysteine.

Terjadinya hyperhomocysteine pada maternal akan berisiko terganggunya proses

pembelahan sel dan sintesis protein. Defisiensi folat dikaitkan dengan kelainan pada ibu

(Anemia, neuropati perifer) dan janin (kelainan kongenital), konsumsi asam folat

membantu dalam proses pembelahan sel dan metilasi DNA sehingga dapat mencegah

terjadinya kelainan pada janin khususnya BBLR. (Duggan et. al., 2016; Tamura and

Picciano, 2006).

Pada penelitian ini didapatkan hasil yakni tidak ada hubungan antara faktor risiko

diantaranya umur, ANC, riwayat abortus, tingkat paritas, dan suplementasi asam folat

pasien maternal terhadap BBLR. Hasil penelitian ini juga menyatakan tidak ada perbedaan

(24)

10

pemberian suplementasi asam folat pada trimester tertentu terhadap BBLR. Hal ini tidak

sesuai dengan penelitian Malhotra et. al. (2014) dan Balarajan et. al. (2016) yang

menyatakan bahwa suplementasi asam folat selama kehamilan dapat menurunkan risiko

terjadinya BBLR, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor

risiko lain di luar penelitian yang mempengaruhi terjadinya BBLR, diantaranya penelitian

Muthayya (2009), menyatakan bahwa status sosial ekonomi maternal berkaitan dengan

tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan maternal akan berpengaruh terhadap BBLR, Singer

et. al. (2010) juga menambahkan faktor stress pada maternal juga mempengaruhi BBLR.

Selain itu, suplementasi selain asam folat seperti suplemen zat besi juga dapat berpengaruh

terhadap BBLR (Balarajan et. al., 2016). Bagaimanapun, WHO menyarankan untuk

mengkonsumsi suplementasi asam folat selama kehamilan untuk mencegah pembatasan

pertumbuhan pada bayi khususnya BBLR. Keterbatasan penelitian ini adalah peneliti tidak

melakukan pengambilan data secara primer (kuisioner) sehingga peneliti tidak mengetahui

jumlah asupan asam folat di luar peresepan dokter diantaranya sayur, buah, susu dan

kacang-kacangan.

KESIMPULAN

1. Karakteristik pasien maternal terbanyak di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

menunjukkan pasien maternal yang berumur ≤30 tahun sebanyak 59,90%, pasien

maternal yang mengkonsumsi suplementasi asam folat sesuai (400mcg/hari selama

kehamilan) sebanyak 66,37%, pasien maternal yang tidak bekerja atau ibu rumah

tangga sebanyak 39,77%, dan pasien maternal terbanyak memiliki pendidikan

tertinggi Strata 1 sebanyak 61,11%.

2. Faktor umur, ANC, riwayat abortus, dan paritas tidak berpengaruh terhadap BBLR.

DAFTAR PUSTAKA

Adera, T., Brown, J. S., Masho, S. W., 2015. Previous Abortion and The Risk of Low Birth Weight and Preterm Births. Journal Epidemiol Community Health, 62 (1), 16-22. Agrawal, K., Agarwal, A., Agrawal, V. K., Agrawal, P., Chaudhary, V., 2011. Prevalence

and Determinants of “Low Birth Weight” among Institutional Deliveries. Annals of Nigerian Medicine, 5 (2), 48-52.

Awoleke, J. O., 2012. Maternal Risk Factors for Low Birth Weight Babies in Lagos, Nigeria. Arch Gynecol Obstet, 285, 1-6.

Balarajan, Y., Subramanian, S. V., Fawzi, W. W., 2013. Maternal Iron and Folic Acid Supplementation is Associated with Lower Risk of Low Birth Weight in India.

American Society for Nutrition, 1309-1315.

(25)

11

Barua, S., Kuizon, S., Junaid, M. A., 2014. Folic Acid Suplplementation in Pregnany and Implication in Health and Disease. BMC Research Notes, 21 (77), 1-9.

Chaman, R., Amiri, M., Raei, M., Ajami, M. E., Sadeghian, A., Khosravi, A., 2013. Low Birth Weight and Its Related Risk Factors in Northeast Iran. Iran J Pediatric, 23 (6), 701-704.

Charan, J., Biswas, T., 2013. How to Calculate Sample Size for Different Study Designs in Medical Research. Indian Journal of Psychological Medicine, 35(2), 121- 126. Czeizel, A. E., Puh, E. H., Langmar, Z., Acs, N., Banhidy, F., 2010. Possible Association

of Folic Acid Supplemetation During Pregnancy with Reduction of Preterm Birth : a Population Based Study. Elsevier Ireland, 148, 135-140.

Duggan, C., Watkins, J. B., Koletzko, B., Walker, W. A., 2016. Nutrition in Pediatric , 5th

Edition. Hamilton : BC Decker Inc.

Ehrenstein, O. S., Wilhelm, M., Ritz, B., 2013. Maternal Occupation and Term Low Birth Weight in A Predominantly Latina Population in Los Angeles. California, J Occup

Environ Med, 55 (9), 1046-1051.

Elhassan, E. M., Abbaker, A. O., Haggaz, A. D., Abubaker, M. S., Adam, I., 2010. Anaema and Low Birth Weight in Medani, Hospital Sudan. BMC Research Notes, 181 (3), 1-5.

Greenberg, J. A., Bell, S. J., Guan, Y., Yu, Y., 2011. Folic acid Supplementation and Pregnancy: More Than Just Neural Tube Defect Prevention. Med Reviews, 4 (2), 52-59.

Gujarati, D. N., 2006. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta, 76-77.

Kadapatti, M. G., Vijayalaxmi, A. H. M., 2012. Antenatal Care the Essence of New Born Weight and Infant Development. Internatinal Journal of Scientific and Research

Publications, 2 (10), 1-4.

Kanamori, D. O. M., Steegers, E. A., Eilers, P. H., Raat, H., Hofma, A., Jaddo, V. W. V., 2010. Risk Factors and Outcomes Associated With Forst- Trimester Fetal Growth Restriction. American Medical Association, 3010 (6), 527-534.

Kanjanasigh, T., Smanchat, B., Prommas, S., 2013. The Association between Antenatal Care and Low Birth Weight Newborn at Bhumibol Aduladeh Hospital, Thailand.

Royal Thai Air Force Medical Centre, 2 (59), 9-13.

Kementerian Kesehatan RI, 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 170,182-183.

Klemetti, R., Gissler, M., Niinimaki, M., Hemminki, E., 2012. Birth Outcomes After Induced Abortion: A Nationwide Register-Based Study of First Births in Finland.

Oxford University Press, 11 (27), 3315-3320.

Kumar, S. G., Kumar, H. N. H., Jayaram, S., Kotian, M. S., 2010. Determinants of Low Birth Weight: A Case Control Study in a District Hospitalin Karnataka,. Indian

Journal of Pediatrics, 77, 87-89.

Laopaiboon, M., Lumbiganon, P., Intarut, N., Mori, R., Ganchimeg, T., Vogel, J.P., et. al., 2014. Advanced Maternal Age and Pregnancy Outcomes: A Multicountry Asessment. International Journal of Obstetrics and Gynaecology, 121 (1), 49-56. Malhotra, N., Upadhayay R. P., Bhilwar M., Choy, N., Green T., 2014. The Role of

(26)

12

Maternal Diet and Iron-folic Acid Supplements in Influencing Birth Weight:

Evidence from India’s National Family Health Survey. Journal of Tropical

Pediatrics, 60 (6), 454-460.

Muthayya, S., 2009. Maternal Nutrition & Low Birth Weight- What is Really Important?,

Indian Journal Med Res, 130, 600-608.

Organization for Economic Co-operation and Development, 2012, Low Birth Weight, in Society at a Glance: Asia/Pacific,OECD (Online), http://dx.doi.org/10.1787/soc_aag-2014-24-en, accessed 5 March 2016.

Pinzón-Rondón, Á.M., Gutiérrez-Pinzon, V., Madriñan-Navia, H., Amin, J., Aguilera-Otalvaro, P., and Hoyos-Martínez, A., 2015. Low Birth Weight And Prenatal Care In Colombia: A Cross-Sectional Study. BMC Pregnancy and Childbirth, 15, 118. Qader, M. A., BAdilla, I., Amin, R. M., Ghazi, H. F., 2012. Influence of Antenatal Care

on Birth Weight: a Cross Sectional Study in Baghdad City, BMC Public Health, 12 (2), 1471-2458.

Shah, P. S., 2010. Parity and Low Birth Weight and Preterm Birth: A Systematic Review and Meta-Analyses, Acta Obstetricia at Gynecologica Scandinavica, 89 (7), 862-875. Singer, L. T., Fulton, S., Kirchner, H. L., Eisengart, S., Lewis, B., Short, E., et. al., 2010.

Longitudinal Predictors of Maternal Stress and Coping After Very Low Birth Weight Birth. Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, 164 (6), 518-524.

Tamura, T., Picciano, M. F., 2006. Folate and Human Reproduction. The American

Journal of Clinical Nutrition, 83, 993-1016.

Voss, W., Jungmann, T., Wachtendorf, M., and Neubauer, A.P., 2012. Long Term Cognitive Outcomes of Extremely Low Birth Weight Infants : The Influence of The Maternal Educational Background. Acta Pediatrica, 101(6), 569-573.

World Health Organization, 2014. WHA Global Nutrition Targets 2025 : Low Birth Weight Policy Brief, Department of Nutrition for Health and Development, 3. World Health Organization, 2012. Guideline : Daily Iron and Folic Acid Supplementation

in Pregnant Women. WHO Press, Switzerland, 5.

(27)

13

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

(28)

14

Lampiran 2. Ethical Clearance

(29)

15

Lampiran 3. Sertifikat CE-BU

(30)

16

Lampiran 4. Case Report Form

(31)

17

(32)

18

Lampiran 5. Definisi Operasional Penelitian

Variabel Definisi Operasional Cara Pengukuran

Skala Penilaian

Suplementasi asam folat

Ukuran banyaknya suplemen yang diperoleh melalui peresepan dokter dan dilihat dalam rekam medis. Suplementasi asam folat yang sesuai yaitu 400 mcg/hari selama kehamilan (WHO,2012).

Rasio yang dalam kriteria BBLR apabila berat bayi < 2500 gram (WHO,

Antenatal care Jumlah antenatal care yang dilakukan pasien maternal selama kehamilan, diperoleh dari rekam medis pasien maternal. Kontrol pada maternal dilakukan pada trimester I sebanyak satu kali, trimester II sebanak satu kali dan minimal dua kali pada trimester

Umur maternal Umur maternal saat pengambilan data, diperoleh dari rekam medis pasien maternal. Umur maternal yang optimal adalah 20-35 tahun (Laopaiboon et. al., 2010)

Rasio yang

Jumlah riwayat abortus sebelum pengambilan data, diperoleh dari rekam medis pasien maternal

Rasio yang Paritas Jumlah kelahiran hidup sebelum

pengambilan data, diperoleh dari rekam medis pasien maternal. Paritas yang aman untuk kelahiran yakni paritas dengan

jumlah 1 & ≥4 anak (Chaman et.

(33)

19

Lampiran 6. Perhitungan Sampel Penelitian

( Z1-α/2 )2 P( 1 – P)

Qualitative Sample Size =

d2

= 1,962 x 0,102 (1 - 0,102) 0,052

= 3,8416 x 0,091596 0,0025

= 140,75 ≈ 140

Keterangan :

Z1-α/2 = nilai standar normal variabel ( derajat kepercayaan 5%

(p<0,05) sebesar 1,96

P = Proporsi populasi berdasarkan penelitian sebelumnya

d = Presisi

(Charan dan Biswas, 2013)

(34)

20

Lampiran 7. Uji Normalitas Berat Bayi Lahir

Case Processing Summary

Statistic Std. Error BeratBadan Mean 3003,74 24,617

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 2955,32

Upper Bound 3052,16

5% Trimmed Mean 3012,19

Median 3099,00

Variance 207249,060

Std. Deviation 455,246

Minimum 675

Maximum 4165

Range 3490

Interquartile Range 608

Skewness -,744 ,132

(35)

21

Lampiran 8. Uji Statistik Faktor Umur terhadap BBLR

t-test tidak berpasangan

Group Statistics

KodingUmur N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

BeratBadan 0 137 3008,61 485,842 41,508

1 205 3000,49 434,790 30,367

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t df

BeratBadan Equal variances assumed 1,482 ,224 ,161 340

Equal variances not

assumed ,158 269,141

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

BeratBadan Equal variances assumed ,872 8,113 50,309

Equal variances not assumed ,875 8,113 51,431

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

BeratBadan Equal variances assumed -90,842 107,069

Equal variances not assumed -93,144 109,370

Uji Chi Square

(36)

22

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square ,085a 1 ,770

Continuity Correctionb

,011 1 ,916 Likelihood Ratio ,085 1 ,771

Fisher's Exact Test ,852 ,454

Linear-by-Linear Association ,085 1 ,771

N of Valid Cases 342

Risk Estimate

Value

95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for KodingUmur (0

/ 1) ,897 ,434 1,857

For cohort BBLR = 0 ,907 ,471 1,747 For cohort BBLR = 1 1,011 ,941 1,085 N of Valid Cases 342

(37)

23

Lampiran 9. Uji Statistik Faktor Antenatal Care terhadap BBLR

t-test tidak berpasangan

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t df

BeratBadan Equal variances assumed ,869 ,352 -,878 340

Equal variances not

assumed -,549 11,292

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

BeratBadan Equal variances assumed ,381 -117,447 133,831

Equal variances not assumed ,594 -117,447 213,870

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

BeratBadan Equal variances assumed -380,689 145,795

Equal variances not assumed -586,692 351,798

Uji Chi Square

(38)

24

Linear-by-Linear Association ,025 1 ,875

N of Valid Cases 342

a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,16. b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value

95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for KodingANC (0

/ 1) ,847 ,106 6,772

For cohort BBLR = 0 ,859 ,128 5,776 For cohort BBLR = 1 1,015 ,853 1,208 N of Valid Cases 342

(39)

25

Lampiran 10. Uji Statistik Riwayat Abortus terhadap BBLR

t-test tidak berpasangan

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t df

BeratBadan Equal variances assumed ,981 ,323 -1,026 340

Equal variances not

assumed -,934 54,826

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

BeratBadan Equal variances assumed ,306 -74,706 72,818

Equal variances not assumed ,354 -74,706 79,997

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

BeratBadan Equal variances assumed -217,937 68,526

Equal variances not assumed -235,035 85,623

Uji Chi Square

(40)

26

Linear-by-Linear Association ,127 1 ,722

N of Valid Cases 342

a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 4,34. b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value

95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for KodingR.Ab (0

/ 1) ,833 ,304 2,281

For cohort BBLR = 0 ,848 ,346 2,084 For cohort BBLR = 1 1,019 ,913 1,137 N of Valid Cases 342

(41)

27

Lampiran 11. Uji Statistik Faktor Paritas terhadap BBLR t-test tidak berpasangan

Group Statistics

KodingParitas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

BeratBadan 0 195 2996,17 427,910 30,643

1 147 3013,78 490,479 40,454

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t df

BeratBadan Equal variances assumed 1,989 ,159 -,354 340

Equal variances not

assumed -,347 289,807

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

BeratBadan Equal variances assumed ,724 -17,608 49,790

Equal variances not assumed ,729 -17,608 50,750

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

BeratBadan Equal variances assumed -115,543 80,327

Equal variances not assumed -117,493 82,277

Uji Chi Square

(42)

28

Linear-by-Linear Association ,005 1 ,946 N of Valid Cases 342

a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 14,18. b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value

95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for KodingParitas

(0 / 1) 1,026 ,496 2,120 For cohort BBLR = 0 1,023 ,531 1,972 For cohort BBLR = 1 ,998 ,930 1,070 N of Valid Cases 342

(43)

29

Lampiran 12. Uji Statistik Suplementasi Asam Folat terhadap BBLR

t-test tidak berpasangan

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t df

BeratBadan Equal variances assumed ,423 ,516 -1,512 340

Equal variances not

assumed -1,453 206,268

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

BeratBadan Equal variances assumed ,132 -78,624 52,009

Equal variances not assumed ,148 -78,624 54,107

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

BeratBadan Equal variances assumed -180,924 23,676

Equal variances not assumed -185,298 28,050

Uji Chi Square

(44)

30

Linear-by-Linear Association 2,283 1 ,131

N of Valid Cases 342

a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 11,10. b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value

95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for AsamFolat (0 /

1) 1,742 ,843 3,598

For cohort BBLR = 0 1,645 ,861 3,143 For cohort BBLR = 1 ,944 ,871 1,024 N of Valid Cases 342

(45)

31

BIOGRAFI PENULIS

Zita Dhirani Pramono, lahir di Semarang pada tanggal 20 Agustus 1995, anak kedua dari 2 bersaudara. Anak Pasangan Vincentius Wasisto Pramono dan Caecilia Isti Sumiwi. Penulis menempuh pendidikan TK Marsudirini Martinus di Semarang pada tahun 1999-2001, SD Pangudi Luhur Santo Yusuf pada tahun 2001-2007, SMP Pangudi Luhur Domenico Savio pada tahun 2007-2010, SMA Taruna Nusantara pada tahun 2010-2013. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di Program S1 Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma pada tahun 2013-2017. Selama menempuh pendidikan S1, penulis aktif mengikuti beberapa kepanitiaan seperti keikutsertaan sebagai panitia Pharmacy Road to School dan

Pharmacy Performance pada tahun 2014 dan 2015, korrdinator sie humas Kampanye

Informasi Obat “Love your Body, Stay Healthy” pada tahun 2014, sie dampok INSADHA 2015,dan mengikuti Seminar Nasional Kefarmasian : Revolusi Mental Farmasi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016 dan Seminar Nasional Kefarmasian

Pharmacious” Universitas Gadjah Mada pada tahun 2014 dan 2015.

Gambar

Tabel I.   Profil Pasien Maternal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode
Gambar 1. Bagan Sampel Penelitian Pasien Maternal Periode Juni 2015-
Gambar 1. Bagan Sampel Penelitian Pasien Maternal Periode Juni 2015-Juni 2016
Tabel I. Profil Pasien Maternal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta bulan Juni 2015-Juni 2016
+4

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan oleh Defina dkk, mendapatkan kadar asam folat serum wanita hamil dengan preeklampsia berat lebih rendah (10,63 ng/ml) dibandingkan dengan kadar asam

Bayi berat badan lahir rendah ( BBLR ) adalah : bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram.. Dahulu neonatus dengan berat badan lahir

Rumusan masalah penelitian adalah “apakah terdapat hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD dr..

Dari penelitian ini, diharapkan rumah sakit, tenaga kesehatan dan masyarakat dapat menambah informasi mengenai pentingnya mencegah kejadian bayi berat lahir rendah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 responden (73,2%), yang terpapar asap rokok selama kehamilan, sebanyak 23 orang melahirkan bayi dengan berat badan

kemudian dari data antopometri bayi yaitu berat badan bayi 1700 gram sesuai dengan kriteria BBLR yaitu berat bayi lahir kurang dari 2500 gram dan jika berat badan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bayi lahir khususnya bayi dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), ada hubungannya dengan karakteristik sosial ekonomi

24 Ayurveda Medistra Avalaible online at http://ojs.stikesmedistra-indonesia.ac.id/ HUBUNGAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI RS GRAHA JUANDA