• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelatihan PEKERTI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pelatihan PEKERTI."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KURIKULUM PERGURUAN TINGGI

Oleh

Oleh:: Anik

Anik

Ghufron

Ghufron

LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2015

Oleh

(2)

FOKUS KAJIAN

1. Pengertian kurikulum

2. Posisi kurikulum dalam konteks pendidikan

sebagai sistem

3. Hubungan antara pendidikan dengan

pembelajaran

4. Kaitan antara filsafat, teori pendidikan, desain

kurikulum, dan teori belajar

5. Berbagai desain kurikulum

6. Berbagai model pengembangan kurikulum

7. Pengembangan kurikulum perguruan tinggi di

Indonesia

1. Pengertian kurikulum

2. Posisi kurikulum dalam konteks pendidikan

sebagai sistem

3. Hubungan antara pendidikan dengan

pembelajaran

4. Kaitan antara filsafat, teori pendidikan, desain

kurikulum, dan teori belajar

5. Berbagai desain kurikulum

6. Berbagai model pengembangan kurikulum

(3)

DEFINISI KURIKULUM

(Beane, etc.,1991)

Konkrit Produk Sekolah

Program

Abstrak Peserta didik

Program

Tujuan yang terencana

(4)

DEFINISI KURIKULUM

John Dewey; ..education consists primarily in transmission through communication .. As societies become more complex in structure and resources, the need for formal or intentional teaching and learning increases

Hilda Taba; A curriculum is a plan for learning; therefore, what is known about the learning process and development of the

individual has bearing on the shaping of curriculum

Orlosky and Smith; Curriculum is the substance of the school program. It is the content pupils are expected to learn

Goodlad; A curriculum consists of all those learnings intended for student or group of students

Caswell and Campbell; ..all of the experiences children have under the guidance of teachers

PP 19 tahun 2005: seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

John Dewey; ..education consists primarily in transmission through communication .. As societies become more complex in structure and resources, the need for formal or intentional teaching and learning increases

Hilda Taba; A curriculum is a plan for learning; therefore, what is known about the learning process and development of the

individual has bearing on the shaping of curriculum

Orlosky and Smith; Curriculum is the substance of the school program. It is the content pupils are expected to learn

Goodlad; A curriculum consists of all those learnings intended for student or group of students

Caswell and Campbell; ..all of the experiences children have under the guidance of teachers

(5)

POSISI KURIKULUM DALAM KONTEKS PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM

Pendidik

Isi

Interaksi

Kurikulum

Lingkungan

Terdidik

Isi

Proses

Evaluasi

Pendidikan

Tujuan

(6)

KAI TAN KURI KULUM DENGAN PEMBELAJARAN

Kurikulum

Pembelajaran

Model dualistis (dualistic)

Kurikulum Pembelajaran Pembelajaran Kurikulum

B A

(7)

KAI TAN KURI KULUM DENGAN PEMBELAJARAN

Model Concentric

Kurikulum Pembelajaran

Kurikulum Pembelajaran

Kurikulum Pembelajaran

B A

(8)

KAITAN KURIKULUM DENGAN INSTRUKSIONAL

Pada umumnya, kurikulum menyoal tentang

what

, sedangkan instruksional menyoal

how

.

Kurikulum dan instruksional saling

berhubungan, tetapi keduanya berbeda.

Kurikulum dan instruksional saling

berkaitan dan bergantung.

Kurikulum dan instruksional dapat

dipelajari dan dikaji secara terpisah, akan tetapi tak dapat berfungsi secara sendiri-sendiri.

Pada umumnya, kurikulum menyoal tentang

what

, sedangkan instruksional menyoal

how

.

Kurikulum dan instruksional saling

berhubungan, tetapi keduanya berbeda.

Kurikulum dan instruksional saling

berkaitan dan bergantung.

Kurikulum dan instruksional dapat

(9)

KAITAN FILOSOFI, TEORI PENDIDIKAN, DESAIN KURIKULUM, DAN TEORI BELAJAR

Filosofi Teori

pendidikan Kurikulum Teori Belajar

Perenialisme Esensialisme

Pendidikan klasik Subject matter Teori belajar kogntif Perenialisme

Esensialisme

Progressivisme Pendidikan teknologik

Kompetensi Teori belajar behavioristik

Progressivisme Pendidikan personal

Humanistik Humanistik

Rekonstruksionisme Pendidikan interaksional

(10)

MODEL

MODEL DESAINDESAIN KURIKULUMKURIKULUM

SUBYEK AKADEMIK

SUBYEK AKADEMIK KOMPETENSIKOMPETENSI HUMANISTIKHUMANISTIK REKONSTRUKSIREKONSTRUKSI SOSIAL SOSIAL

1. Tujuan;

mengemukakan ide-ide

2. Materi; struktur disiplin ilmu 3. Proses;

pembelajaran ekspositorik dan inkuiri 4. Evaluasi;

bervariasi sesuai tujuan dan sifat mata pelajaran

1. Tujuan; mengubah perilaku sesuai

kebutuhan masyarakat 2. Materi;

kompetensi 3. Proses

pembelajaran individual 4. Evaluasi;

berbasis kinerja

1. Tujuan;

pengembangan kepribadian 2. Materi;

nilai-nilai moral 3. Proses

pembelajaran latihan inkuiri 4. Evaluasi;

tindakan

1. Tujuan; pemecahan masalah sosial 2. Materi; struktur

disiplin ilmu 3. Proses

pembelajaran; diskusi dan pengalaman 4. Evaluasi;

bervariasi sesuai tujuan dan sifat mata pelajaran 1. Tujuan;

mengemukakan ide-ide

2. Materi; struktur disiplin ilmu 3. Proses;

pembelajaran ekspositorik dan inkuiri 4. Evaluasi;

bervariasi sesuai tujuan dan sifat mata pelajaran

1. Tujuan; mengubah perilaku sesuai

kebutuhan masyarakat 2. Materi;

kompetensi 3. Proses

pembelajaran individual 4. Evaluasi;

berbasis kinerja

1. Tujuan;

pengembangan kepribadian 2. Materi;

nilai-nilai moral 3. Proses

pembelajaran latihan inkuiri 4. Evaluasi;

tindakan

1. Tujuan; pemecahan masalah sosial 2. Materi; struktur

disiplin ilmu 3. Proses

pembelajaran; diskusi dan pengalaman 4. Evaluasi;

(11)

JENIS MODEL PENGKUR

No. PENDAPAT AHLI PENDEKATAN

ILMIAH

MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN

1 TYLER ILMIAH SENTRALISASI/ADMINISTR ATIF/TOP DOWN

2 TABA NON ILMIAJ DEKONSENTRASI

3 NICOLAS DESENTRALISASI

3 NICOLAS DESENTRALISASI

4 WHEELER OTONOMI

(12)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

berhasil guna diperlukan suatu pengelolaan yang sebaik-baiknya. Khusus pada proses pendinginan atau sebaliknya agar pada proses perpindahan panas tidak banyak

Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami

kembali anjangsana ke Surakarta lagi. Tuan Minister Ingglar memberitahu kepada Tuan Gubemur Jenderal bahwa Yogya karta bersiap-siap untuk berperang. Para putra dan kerabat

3.2.2 Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Kabupaten Sukabumi, 2015/ Population

keberagamaan wanita sebagai pihak yang berkontribusi besar terhadap terwujudnya toleransi beragama di Indonesia. Melibatkan wanita secara aktif dalam usaha mewujudkan

Dalam buku Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang (2010) menyatakan bahwa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan

Uswatun Farida, 462008069, FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS TEGALREJO SALATIGA, Fakultas Ilmu Kesehatan,

Dokumen dapat memberikan bantuan informasi tentang isi dokumen kepada yang memerlukannya, menyiapkan alat bukti, data-data tentang suatu keterangan dokumen,