• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prediksi Erosi dan Perencanaan Pertanian Konservasi pada Sub-Das Wuryantoro Daerah Tangkapan Waduk Gajah Mungkur Jawa Tengah.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prediksi Erosi dan Perencanaan Pertanian Konservasi pada Sub-Das Wuryantoro Daerah Tangkapan Waduk Gajah Mungkur Jawa Tengah."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

yaitu sekitar 24,3 % dari wilayah penelitian sehingga perlu perubahan penggunaan lahan atau perbaikan teknik konservasi.. Jenis perubahan penggunaan lahan dan teknik konservasi

Berdasarkan hasil perhitungan didapat nilai paramater-parameter prediksi erosi yang meliputi erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), kemiringan lahan (LS),

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bahaya erosi permukaan (ton/ha/tahun) di Sub DAS Lau Padung Kecamatan Namorambe (2) Erosi terbolehkan pada lahan pertanian di Sub DAS

Usahatani lahan kering yang tidak menggunakan teknik konservasi tanah dan air yang memadai yaitu hanya disertai dengan agroteknologi tradisional menunjukkan bahwa nilai prediksi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Husnah (2015), nilai prediksi erosi pada lahan semak belukar juga tinggi yaitu 480.43 ton/ha/thn disebabkan karena

Erosi ini terutama disebabkan oleh konversi lahan hutan ke bukan hutan, pengelolalaan lahan pertanian kurang atau tidak memperhatikan kaidah konservasi tanah dan air, dan

Erosi tanah merupakan kejadian alam yang pasti terjadi dipermukaan daratan bumi. Besarnya erosi sangat tergantung dari faktor-faktor alam ditempat terjadinya erosi tersebut, akan tetapi saat ini manusia juga berperan penting atas terjadinya erosi. Adapun faktor-faktor alam yang mempengaruhi erosi adalah erodibilitas tanah, karakteristik landskap dan iklim. Akibat dari adanya pengaruh manusia dalam proses peningkatan laju erosi seperti pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan/atau pengelolaan lahan yang tidak didasari tindakan konservasi tanah dan air menyebakan perlunya dilakukan suatu prediksi laju erosi tanah sehingga bisa dilakukan suatu manajemen lahan. Manajeman lahan berfungsi untuk memaksimalkan produktivitas lahan dengan tidak mengabaikan keberlanjutan dari sumberdaya lahan.

Oleh karena itu, analisis pengendalian erosi dan sedimen dengan arahan konservasi lahan di DAS Genting Kabupaten Ponorogo sangat diperlukan untuk mengetahui besaran erosi dan sedimen