LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DIMENSIA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DIMENSIA
1
1.. PPeennggeerrttiiaann D
Dememeennssia ia aaddaallah ah iissttililaah h uummuum m yyaanng g ddiigguunnakakaan n uunnttuuk k menggambarkan kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat menggambarkan kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif
progresif dan dan mempengaruhi mempengaruhi aktivitas aktivitas social social dan dan okupasi okupasi yang yang normalnormal juga
juga aktivitas aktivitas kehidupan kehidupan sehari-hari sehari-hari (AKS). (AKS). (ickey (ickey Stanley! Stanley! "##$)."##$). Sin
Sindrodrom m demdemensiensia a dapdapat at diddidefinefinisikisikan an sebasebagai gai detdeterioeriorasi rasi kapkapasitasitasas intelektual dapat diakibatkan oleh pnyakit di otak. Sindrom ini ditandai intelektual dapat diakibatkan oleh pnyakit di otak. Sindrom ini ditandai ola
olah h ganganggugguan an kogkognitnitif! if! emoemosiosionalnal! ! dan dan psikpsikomoomotortor. . (%u(%umbambantontobinbing!g! "##$).
"##$).
Demensia tipe al&himer adalah proses degenerative yang terjadi Demensia tipe al&himer adalah proses degenerative yang terjadi pertama-tama pada sel
pertama-tama pada sel yang terletak pada dasar otak depan yang yang terletak pada dasar otak depan yang mengirimmengirim inf
informormasi asi ke ke korkorteks teks sereserebrabral l dan dan hiphipokaokampmpus. us. Sel Sel yayang ng terpterpengengaruaruhh pertama
pertama kali kali kehilangan kehilangan kemampuannya kemampuannya untuk untuk mengeluarkan mengeluarkan asetilkolinasetilkolin lalu terjadi degenerasi. 'ika
lalu terjadi degenerasi. 'ika degendegenerasi ini erasi ini mulai berlangsmulai berlangsung! deasa iniung! deasa ini tidak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kembali tidak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kembali sel-se
sel l atatau au memengnggagantntikikanannynya.a.(Ku(Kushshariariyayadidi! ! "#"###). ). DeDememensnsia ia adadalaalahh penurunan
penurunan kemampuan kemampuan mental mental yang yang biasanya biasanya berkembang berkembang secarasecara perlahan!
perlahan! dimana dimana terjadi terjadi gangguan gangguan ingatan! ingatan! fikiran! fikiran! penilaian penilaian dandan kemampuan untuk memusatkan perhatian! dan bisa terjadi kemunduran kemampuan untuk memusatkan perhatian! dan bisa terjadi kemunduran kepribadian.
kepribadian. 2.
2. EEpipidedemimi!!gigi
%aporan Departemen Kesehatan tahun **+! populasi usia lanjut %aporan Departemen Kesehatan tahun **+! populasi usia lanjut diatas $# tahun adalah ,!" (populasi usia lanjut kurang lebih juta). diatas $# tahun adalah ,!" (populasi usia lanjut kurang lebih juta). /en
/eningingkatkatan an angangka ka kejakejadiadian n kaskasus us demdemensensia ia berberbanbandinding g lurlurus us dendengangan meningkatnya harapan hidup suatu populasi. Kira-kira usia lanjut meningkatnya harapan hidup suatu populasi. Kira-kira usia lanjut $ 0 $ 0 ,# tahun menderita demensia dan meningkat dua kali lipat setiap tahun ,# tahun menderita demensia dan meningkat dua kali lipat setiap tahun mencapai lebih 1 pada usia diatas + tahun. /ada negara industri kasus mencapai lebih 1 pada usia diatas + tahun. /ada negara industri kasus demensia #. 0.# dan di Amerika jumlah demensia pada usia lanjut # demensia #. 0.# dan di Amerika jumlah demensia pada usia lanjut # 0
Demensia Al&heimer dan Demensia 3askuler. Demensia Al&heimer merupakan kasus demensia terbanyak di negara maju Amerika dan 4ropa sekitar #-,#. Demensia vaskuler penyebab kedua sekitar -"# sisanya - 2 disebabkan demensia lainnya. Di 'epang dan 5ina demensia vaskuler # 0 $# dan 2# 0 1# demensia akibat penyakit Al&heimer.
". Eti!gi
Disebutkan dalam sebuah literatur baha penyakit yang dapat menyebabkan timbulnya gejala demensia ada sejumlah tujuh puluh lima. 6eberapa penyakit dapat disembuhkan sementara sebagian besar tidak dapat disembuhkan (ace! 7.%. 8 9abins! /.3. "##$). Sebagian besar peneliti dalam risetnya sepakat baha penyebab utama dari gejala
demensia adalah penyakit Al&heimer! penyakit vascular (pembuluh darah)! demensia %ey body! demensia frontotemporal dan sepuluh persen diantaranya disebabkan oleh penyakit lain.
:iap penyakit yang melibatkan otak dapat menyebabkan demensia! misalnya ; gangguan peredaran darah di otak! radang! neoplasma! gangguan metabolic! penyakit degenerative. Semua hal ini harus ditelusuri. <ejala atau kelainan yang menyertai demensia kita teliti. Sering diagnose 0 etiologi dapat ditegakkan melalui atau dengan bantuan kelainan yang menyertai! seperti ; hemiparese! gangguan sensibilitas! afasia! apraksia! rigiditas! tremor. (%umbantobing! "##$).
%ima puluh sampai enam puluh persen penyebab demensia adalah penyakit Al&heimer. Al&haimer adalah kondisi dimana sel syaraf pada otak
mati sehingga membuat signal dari otak tidak dapat di transmisikan sebagaimana mestinya (<rayson! 5. "##1). /enderita Al&heimer mengalami gangguan memori! kemampuan membuat keputusan dan juga penurunan proses berpikir.
#. K!a$i%i&a$i
a. Demensia :ipe Al&heimer
Dari semua pasien dengan demensia! # 0 $# memiliki demensia tipe ini. =rang yang pertama kali mendefinisikan penyakit ini adalah
Alois Al&heimer sekitar tahun *#. Demensia ini ditandai dengan gejala ;
- /enurunan fungsi kognitif dengan onset bertahap dan progresif! - Daya ingat terganggu! ditemukan adanya ; afasia! apraksia!
agnosia! gangguan fungsi eksekutif!
- :idak mampu mempelajari > mengingat informasi baru! - /erubahan kepribadian (depresi! obsesitive! kecurigaan)! - Kehilangan inisiatif.
Demensia pada penyakit Al&heimer belum diketahui secara pasti penyebabnya! alaupun pemeriksaan neuropatologi dan biokimiai post mortem telah ditemukan lose selective neuron kolinergik yang
strukturnya dan bentuk fungsinya juga terjadi perubahan. b. Demensia 3askuler
/enyakit ini disebabkan adanya defisit kognitif yang sama dengan Al&heimer tetapi terdapat gejala-gejala > tanda-tanda neurologis fokal seperti ;
- /eningkatan reflek tendon dalam - 9espontar eksensor
- /alsi pseudobulbar - Kelainan gaya berjalan - Kelemahan anggota gerak.
Demensia vaskuler merupakan demensia kedua yang paling sering pada lansia! sehingga perlu dibedakan dengan demensi Al&heimer.
/encegahan pada demensia ini dapat dilakukan dengan menurunkan faktor resiko misalnya ? hipertensi! D! merokok! aritmia. Demensia dapat ditegakkan juga dengan 9@ dan aliran darah sentral. /edoman diagnostik penyakit demensia vaskuler ;
- :erdapat gejala demensia
- endaya fungsi kognitif biasanya tidak merata
- =nset mendadak dengan adanya gejala neurologis fokal '. Tanda dan Ge(a!a
Secara umum tanda dan gejala demensia adalah sbb;
a. enurunnya daya ingat yang terus terjadi. /ada penderita demensia! BlupaC menjadi bagian keseharian yang tidak bisa lepas.
b. <angguan orientasi aktu dan tempat! misalnya; lupa hari! minggu! bulan! tahun! tempat penderita demensia berada.
c. /enurunan dan ketidakmampuan menyusun kata menjadi kalimat yang benar! menggunakan kata yang tidak tepat untuk sebuah kondisi!
mengulang kata atau cerita yang sama berkali-kali.
d. 4kspresi yang berlebihan! misalnya menangis berlebihan saat melihat sebuah drama televisi! marah besar pada kesalahan kecil yang dilakukan orang lain! rasa takut dan gugup yang tak beralasan. /enderita demensia kadang tidak mengerti mengapa perasaan-perasaan tersebut muncul.
e. Adanya perubahan perilaku! seperti ; acuh tak acuh! menarik diri dan gelisah.
). Pat%i$i!gi
/enyakit Al&heimer mengakibatkan sedikitnya dua per tiga kasus demensia. /enyebab spesifik penyakit Al&heimer belum diketahui! meskipun tampaknya genetika berperan dalam hal itu. :eori-teori lain yang pernah popular! tetapi saat ini kurang mendukung! antara lain adalah efek
toksik dari aluminium! virus yang berkembang perlahan sehingga menimbulkan respon atau imun! atau defisiensi biokimia. Dr. Alois Al&heimer pertama kali mendeskripsikan dua jenis struktur abnormal yang ditemukan pada otak mayat yang menderita penyakit Al&heimer;plak amiloid dan kekusutan neurofibril trdapat juga penurunan neurotransmitter tertentu! terutama asetilkolin. Area otak yang terkena penyakit Al&heimer terutama adalah korteks serebri dan hipokampus! keduanya merupakan bagian penting dalam fungsi kognitif dan memori.
Amiloid menyebabkan rusaknya jaringan otak. /lak amiloid berasal dari protei yang lebih besar! protein precursor amiloid (amyloid precursor proteinA//E). Keluarga-keluarga dngan aitan dini penyakit Al&heimer yang tampak sebagaisesuatu yang diturunkan telah menjalani penelitian! dan beberapa diantaranya mengalami mutasi pada gen A//-nya. utasi genA// lainnya yang berkaitan dengan aitan la mbat AD dan penyakit serebrovaskular juga telah diidentifikasi. :erdapat peningkatan
risiko aitan lambat penyakit Al&heimer dengan menurunnya alel apo 41 pada kromosom *. Simpul neurofibriler adalah sekumpulan serat-serat sel saraf yang saling berpilin!yang disebut pasangan filamen heliks. /eran spesifik dari simpul tersebut pada penyakit ini sedang diteliti. Asetilkolin dan neurotransmiter merupakan &at kimia yang diperlukan untuk mengirim pesan meleati system saraf. Deficit neurotransmiter menyebabkan pemecahan proses komunikasi yang kompleks di antara sel-sel pada
system saraf. :au dalah protein dalam cairan srebrospinal yang jumlahnya sudah meningkat sekalipun pada penyakit Al&heimer tahap aal. :emuan-temuan yang ada menunjukan baha penyakit Al&heimer dapat bermula di tingkat selular! dengan atau menjadi penanda molecular di sel-sel tersebut.
Demensia multi-infark adalah penyebab demensia kedua yang paling banyak terjadi. /asien-pasien yang menderita penyakit serebrovaskular yang seperti namanya! berkembang menjadi infark multiple di otak. 7amun! tidak semua orang yang menderita infark serebral multiple mengalami demensia. Dalam perbandingannya dengan penderita penyakit Al&heimer! orang-orang dengan demensia multi infark
mengalami aitan penyakit yang tiba-tiba! lebih dari sekedar deteriorasi linear pada kognisi dan fungsi! dan dapat menunjukan beberapa perbaikan di antara peristia-peristia serebrovaskular.
Sebagian besar pasien dengan penyakit /arkinson yang menderita perjalanan penyakiy yang lama dan parah akan mengalami demensia. /ada satu studi! pasien-pasien diamati selama sampai + tahun setelah memasuki program pengobatan levodopa! dan +# di antara nya menderita demensia sedang atau parah sebelum akhirnya meninggal dunia. (ickey Stanley! "##$).
*.
Degeneratif
/enurunan fungsi otak
elemahnya fungsi =rganik
:ermor
/erubahan cara berjalan
Kelemahan
9esiko terjatuh
Kematian sel neuron
Stroke /enurunan neurotrnsmiter K ; 9esiko 5edera Kemunduran @ntelektual Defisit Kognitif ultipel Disintegrasi kepribadian /erubahan perilaku Defisit neurotransmiter dan Acetilkolin /emecahan proses komunikasi antara sel <g. emori Sulit mengingat kembali! mengambil keputusan! bertindak lebih lamban K ; @ntoleransi Aktivitas 6erkurangn ya kemampua n fungsi sehari-hari. Depresi %ebih sensitif enarik diri @solasi Sosial K ; <angguan /ersepsi Sensori :idak dapat melakuka n aktivitas mandiri halusi nasi <g.Komun ikasi Disfungsi pada visual dan auditorius Disorientasi K ; <angguan /roses /ikir /enurunan daya nilai Demensia /enurunan daya ingat. :idak mampu berpikir abstrak Degenerasi progresif korteks cerebral Kekacauan mental kronis
K ; Defisit /eraatan Diri
Pat+,a- Demen$ia di&emang&an dari / 0pe! 2*34 T,$end 15563 4 ,,,.&mna$!an$ia.7.id 3
6. Diagn$i$
Diagnosis difokuskan pada hal-hal berikut ini; - /embedaan antara delirium dan demensia - 6agian otak yang terkena
- /enyebab yang potensial reversible
- /erlu pembedaan dan depresi (ini bisa diobati relatif mudah) - /emeriksaan untuk mengingat 2 benda yg disebut
- engelompokkan benda! hean dan alat dengan susah payah - /emeriksaan laboratonium! pemeriksaan 445
- /encitraan otak amat penting 5: atau 9@. 5. Penata!a&$anaan
6eberapa kasus demensia dianggap dapat diobati karena jaringan otak yang disfungsional dapat menahan kemampuan untuk pemulihan jika pengobatan dilakukan tepat pada aktunya. 9iayat medis yang lengkap!
pemeriksaan fisik! dan tes laboratorium! termasuk pencitraan otak yang tepat! harus dilakukan segera setelah diagnosis dicurigai. 'ika pasien menderita akibat suatu penyebab demensia yang dapat diobati! terapi diarahkan untuk mengobati gangguan dasar.
/endekatan pengobatan umum pada pasien demensia adalah untuk memberikan peraatan medis suportif! bantuan emosional untuk pasien dan keluarganya! dan pengobatan farmakologis untuk gejala spesifik! termasuk gejala perilaku yang mengganggu. /emeliharaan kesehatan fisik pasien! lingkungan yang mendukung! dan pengobatan farmakologis
simptomatik diindikasikan dalam pengobatan sebagian besar jenis demensia. /engobatan simptomatik termasuk pemeliharaan diet gi&i! latihan yang tepat! terapi rekreasi dan aktivitas! perhatian terhadap masalah visual dan audiotoris! dan pengobatan masalah medis yang menyertai! seperti infeksi saluran kemih! ulkus dekubitus! dan disfungsi kardiopulmonal. /erhatian khusus karena diberikan pada pengasuh atau anggota keluarga yang menghadapi frustasi! kesedihan! dan masalah psikologis saat mereka meraat pasien selama periode aktu yang lama.
'ika diagnosis demensia vaskular dibuat! faktor risiko yang berperan pada penyakit kardiovaskular harus diidentifikasi dan ditanggulangi secara terapetik. Faktor-faktor tersebut adalah hipertensi! hiperlipidemia! obesitas! penyakit jantung! diabetes dan ketergantungan alkohol. /asien dengan merokok harus diminta untuk berhenti! karena penghentian merokok disertai dengan perbaikan perfusi serebral dan
fungsi kognitif. =bat untuk demensia; • 5holinergic-enhancing agents
Gntuk terapi demensia jenis Al&heimer! telah banyak dilakukan penelitian. /emberian cholinergic-enhancing agents menunjukkan hasil
yang lumayan pada beberapa penderita? namun demikian secara keseluruhan tidak menunjukkan keberhasilan sama sekali. al ini disebabkan oleh kenyataan baha demensia al&heimerntidak semata-mata disebabkan oleh defisiensi kolinergik? demensia ini juga disebabkan oleh defisiensi neurotransmitter lainnya. Sementara itu! kombinasi kolinergik dan noradrenergic ternyata bersifat kompleks? pemberian obat kombinasi ini harus hati-hati karena dapat terjadi
interaksi yang mengganggu sistem kardiovaskular. • 5holinedan lecithin
Defisit asetilkolin di korteks dan hipokampus pada demensia Al&heimer dan hipotesis tentang sebab dan hubungannya dengan memori mendorong peneliti untuk mengarahkan perhatiannya pada neurotransmitter. /emberian prekursor! cholinedan lecithin merupakan
salah satu pilihan dan memberi hasil lumayan! namun demikian tidak memperlihatkan hal yang istimea. Dengancholine ada sedikit perbaikan terutama dalam fungsi verbal dan visual. Denganlecith in hasilnya cenderung negatif! alaupun dengan dosis yang berlebih sehingga kadar dalam serum mencapai "# persen dan dalam cairan serebrospinal naik sampai + persen.
• 7europeptide! vasopressin dan A5:
/emberian neuropetida! vasopressin dan A5: perlu memperoleh perhatian. 7europeptida dapat memperbaiki daya ingat semantik yang berkaitan dengan informasi dan kata-kata. /ada lansia tanpa gangguan psiko-organik! pemberian A5: dapat memperbaiki daya konsentrasi
dan memperbaiki keadaan umum. • 7ootropic agents
Dari golongan nootropic substances ada dua jenis obat yang sering digunakan dalam terapi demensia! ialahnicer goline dan co-dergocrine mesylate. Keduanya berpengaruh terhadap katekolamin. 5o-dergocrine mesylate memperbaiki perfusi serebral dengan cara mengurangi tahanan vaskular dan meningkatkan konsumsi oksigen otak. =bat ini memperbaiki perilaku! aktivitas! dan mengurangi bingung! serta memperbaiki kognisi. Disisi lain!nicergoline tampak bermanfaat untuk memperbaiki perasaan hati dan perilaku.
• Dihydropyridine
/ada lansia dengan perubahan mikrovaskular dan neuronal! %-type calcium channels menunjukkan pengaruh yang kuat. %ipophilic dihydropyridine bermanfaat untuk mengatasi kerusakan susunan saraf pusat pada lansia. 7imodipin bermanfaat untuk mengembalikan fungsi
kognitif yang menurun pada lansia dan demensia jenis Al&heimer. 7imodipin memelihara sel-sel endothelial>kondisi mikrovaskular tanpa dampak hipotensif? dengan demikian sangat dianjurkan sebagai terapi alternatif untuk lansia terutama yang mengidap hipertensi esensial. 1. Pen7ega+an dan Pera,atan
al yang dapat kita lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya demensia diantaranya adalah menjaga ketajaman daya ingat dan senantiasa mengoptimalkan fungsi otak! seperti ;
- encegah masuknya &at-&at yang dapat merusak sel-sel otak seperti alkohol dan &at adiktif yang berlebihan
- embaca buku yang merangsang otak untuk berpikir hendaknya dilakukan setiap hari.
- elakukan kegiatan yang dapat membuat mental kita sehat dan aktif - Kegiatan rohani 8 memperdalam ilmu agama.
- :etap berinteraksi dengan lingkungan! berkumpul dengan teman yang memiliki persamaan minat atau hobi
- engurangi stress dalam pekerjaan dan berusaha untuk tetap relaks dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat otak kita tetap sehat.
-8. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN 1. Peng&a(ian
:anda dan <ejala yang ditemukan pada saat melakukan pengkajian pada pasien dengan demensia adalah sebagai berikut ;
9 Kesukaran dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari 9 /elupa
9 Sering mengulang kata-kata
9 :idak mengenal dimensi aktu! misalnya tidur di ruang makan 9 5epat marah dan sulit di atur.
9 Kehilangan daya ingat
9 Kesulitan belajar dan mengingat informasi baru 9 Kurang konsentrasi
9 Kurang kebersihan diri
9 9entan terhadap kecelakaan; jatuh 9 :remor
9 Kurang koordinasi gerakan. 2. Diagn$a &epera,atan
a. /erubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologis (degenerasi neuron ireversibel) ditandai dengan hilang ingatan atau memori! hilang konsentrsi! tidak mampu menginterpretasikan stimulasi dan menilai realitas dengan akurat.
. transmisi atau integrasi sensori (penyakit neurologis! tidak mampu berkomunikasi! gangguan tidur! nyeri) ditandai dengan cemas! apatis!
gelisah! halusinasi.
7. Sindrom stress relokasi berhubungan dengan perubahan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari ditandai dengan kebingungan! keprihatinan! gelisah! tampak cemas! mudah tersinggung! tingkah laku defensive! kekacauan mental! tingkah laku curiga! dan tingkah laku agresif.
d. /erubahan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada sensori ditandai dengan keluhan verbal tentang kesulitan tidur! terus-menerus terjaga! tidak mampu menentukan kebutuhan> aktu tidur.
e. Kurang peraatan diri berhubungan dengan penurunan kognitif! frustasi atas kehilangan kemandiriannya ditandai dengan penurunan kemampuan melakukan peraatan diri.
%. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan pemecahan masalah tidak adekuat ditandai dengan cepat marah! curiga! mudah tersinggung.
7 = Diagn$a &epera,ata n T:(:an dan &riteria +a$i! Inter;en$i Ra$i /erubahan persepsi sensori berhubungan dengan perubahan persepsi! transmisi atau integrasi sensori (penyakit neurologis! tidak mampu berkomunika si! gangguan tidur! nyeri) ditandai dengan cemas! apatis! gelisah! halusinasi. Setelah diberikan tindakan keperaatan diharapkan perubahan persepsi sensori klien dapat berkurang atau terkontrol dengan K;-engalami penurunan halusinasi -engembangka n strategi psikososial untuk mengurangi stress atau mengatur prilaku. -endemonstrasi kan respon yang sesuai stimulasi - /eraat mampu mengidentifikasi factor eksternal yang berperan terhadap perubahan -kemampuan persepsi sensori kembangkan lingkungan yang suportif dan hubungan peraat 0klien terapeutik
6antu klien untuk memahami halusinasi beri informasi tentang
sifat halusinasi !hubungannya dengan stresor>pengalaman emosional yang traumatic!pengobatan dan cara mengatasi
kaji derajat sensori atau gangguan persepsi dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi klien termasuk penurunan penglihatan atau pendengaran
ajarkan strategi untuk mengurangi stress
anjurkan untuk menggunakan kaca mata atau alat bantu pendengaran sesuai keperluan eningkatkan kenyamanan dan menurunkan kecemasan pada klien eningkatkan koping dan menurunkan halusinasi
Gntuk membantu klien dalam memahami halusinasi Keterlibata memperlih yang bers menyebab kehilangan pada sala tubuh unilateral). dapat me lapar Gntuk kebutuaha halusinasi eningkat sensori!me >menurunk interpretasi
" /erubahan pola tidur berhubungan dengan perubahan lingkungan ditandai dengan keluhan verbal tentang kesulitan tidur! terus-menerus terjaga! tidak mampu menentukan kebutuhan> aktu tidur. Setelah dilakukan tindakan keperaatan diharapkan tidak terjadi gangguan pola tidur pada klien dengan K ;-emahami factor penyebab gangguan pola tidur - ampu menentukan penyebab tidur inadekuat - ampu memahami rencana khusus untuk menangani>meng oreksi penyebab tidur tidak adekuat - ampu menciptakan pola tidur yang
adekuat dengan penurunan terhadap pikiran yang melayang-layang (melamun) - :ampak atau melaporkan dapat beristirahat yang cukup 'angan menganjurkan klien tidur siang apabila berakibat efek negative terhadap tidur pada malam hari
4valuasi efek obat klien (steroid !diuretik) yang mengganggu tidur
:entukan kebiasaan dan rutinitas aktu tidur malam dengan kebiasaan klien (memberi susu hangat)
emberika lingkungan yang nyaman untuk meningkatkan tidur (mematikan lampu! ventilasi ruang adekuat! suhu yang sesuai! menghindari kebisingan) 6uat jadal intervensi untuk memungkinkan aktu tidur lebih lama(memeriksa tanda vital! mengubah posisi) 6erikan kesempatan untuk tidur sejenak! anjurkan latihan saat siang hari! turunkan aktivitas mental>fisik pada sore hari
indari penggunaan BpengikatanC secara terus menerus
4valuasi tingkat stress>orientasi sesuai perkembangan hari demi
hari
6uat jadal tidur secara teratur. Katakan pada klien baha saat ini adalah aktu untuk tidur
6erikan makanan kecil sore hari! susu hangat! mandi! dan masase punggung
:urunkan jumlah minuman sore. %akukan berkemih sebelum tidur
/utarkan musik yang lembut atau Bsuara yang jernihC
@rama sirkadian (siklus tidur-bangun)yang
tersinkronisasi
disebabkan oleh tidur siang yang singkat
Derangement psikis terjadi bila terdapat penggunaan
kortikosteroid! termasuk perubahan mood!
insomnia
engubah pola yang sudah terbiasa dari asupan makan klien pada malam hari terbukti mengganggu tidur
ambatan kortikal pada formasi reticular akan berkurang selama tidur! emningkatkan respons otomatik! karenanya respons kardiovaskular terhadap suara meningkat selama tidur <angguan tidur terjadi dengan seringnya tidur dan mengganggu pemulihan sehubungan dengan gangguan psikologis dan fisiologis! sehingga irama sirkadian terganggu
mental yang lama mengakibatkan kelelahan
yang dapat
meningkatkan
kebingungan! aktivitas yang terprogram tanpa stimulasi berlebihan meningkatkan aktu tidur
9isiko gangguan sensori! meningkatkan agitasi dan menghambat aktu istirahat
/eningkatan kebingungan!
disorientasi! tingkah laku tidak kooperatif (sindrom sundoer) dapat mengurangi tidur /enguatan baha saatnya tidur dan mempertahankan
kestabilan lingkungan. 5atatan ; penundaan aktu tidur diindikasikan agar klien membuang kelebihan energy dan memfasilitasi tidur
eningkatkan relaksasi dengan perasaan mengantuk
enurunkan kebutuhan akan bangun untuk berkemih selama malam
hari
enurunkan stimulasi sensori dengan menghambat suara lain dari lingkungan sekitar yang akan menghambat tidur
peraatan diri berhubungan dengan intoleransi aktivitas! menurunnya daya tahan dan kekuatan ditandai dengan penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. diberikan tindakan keperaatan diharapkan klien dapat meraat dirinya sesuai dengan kemampuannya dengan K ;-ampu melakukan aktivitas peraatan diri sesuai dengan tingkat kemampuan. - ampu mengidentifikasi dan menggunakan sumber pribadi> komunitas yang dapat memberikan bantuan. dalam berpakaian> peraatan diri! seperti; keterbatasan gerak fisik! apatis> depresi! penurunan kognitif
seperti apraksia.
@dentifikasi kebutuhan kebersihan diri dan berikan bantuan sesuai kebutuhan dengan peraatan rambut>kuku> kulit! bersihkan kaca mata! dan gosok gigi. /erhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yang fisiologis.
d. 6eri banyak aktu untuk melakukan tugas. 6antu mengenakan pakaian yang rapi dan
indah. yang m intervensi. dapat d dengan atau konsultasi lain.b.Seiri perkemban penyakit! kebersihan mungkin di c. Kehila dan penur bahasa klien me kebutuhan diri de nonverbal! terengah-e berkemih memegang /ekerjaan mudah menjadi karena motorik da kognitif. e. kepercayaa hidup. 1 . ambatan komunikasi verbal berhubungan dengan perubahan persepsi ditandai dengan disorientasi tempat! orang dan aktu. Setelah diberikan asuhan keperaatan! diharapkan klien tidak mengalami hambatan komunikasi verbal dengan kriteria hasil ;-embuat teknik>metode komunikasi yang dapat dimengerti sesuai kebutuhan dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Kaji kemampuan klien untuk berkomunikasi. enentukan cara-cara berkomunikasi seperti mempertahankan kontak mata! pertanyaan dengan jaaban ya atau tidak! menggunakan kertas dan pensil>bolpoint! gambar! atau papan tulis? bahasa isyarat! penjelas arti dari komunikasi yang disampaikan.
%etakkan bel>lampu panggilan di tempat mudah dijangkau dan berikan penjelasan cara
Gntuk klien dala peraat membutuh Kolaborasi emberik bicara pada
menggunakannya. 'aab panggilan tersebut dengan segera. /enuhi kebutuhan klien. Katakan kepada klien baha peraat siap membantu jika dibutuhkan.
Kolaborasi
Kolaborasi dengan ahli icara bahasa.
Gntuk menentukan tingkat kemampuan klien dalam berkomunikasi. Gntuk membantu proses berkomunikasi dengan klien! dan agar tidak terjadi miskomunikasi.
DA<TAR PUSTAKA
Kushariyadi."##. Askep pada Klien %anjut Gsia. 'akarta; Salemba edika
%umbantobing. "##$. Kecerdasan /ada Gsia %anjut dan Demensia. 'akarta; FKG@ 7ugroho!Hahjudi.***. Keperaatan <erontik.4disi".6uku Kedokteran. 'akarta;
4<5