• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENDAHULUAN Prolaps Uteri (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PENDAHULUAN Prolaps Uteri (1)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian

Tanggal Pengkajian : Selasa, 10 November 2015

Metode : Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumen

Sumber Informasi : Klien, keluarga klien, rekam medis klien Dilakukan oleh : Rina Zulistin, Rudini ,Rizky Putri Dermawanti

1. Identitas diri klien

Nama : Ny. A.Z

Tempat/ Tgl lahir : 09/05/1949

Usia : .66 tahun 6 bulan

Pekerjaan : Buruh Jenis Kelamin : Perempuan Pendidikan : SD

Status Perkawinan : Janda

Agama : Islam

Suku bangsa : Jawa

Alamat : Magelang

Tanggal masuk RS : 09/11/2015

Tanggal, Jam Pengkajian : 10/11/2015 pukul 11.00

Identitas Penanggung Jawab Nama Suami : Tn M H Hubungan dengan Pasien : Anak

2. Status kesehatan saat ini

a. Riwayat Masuk Rumah sakit :

(2)

b. Keluhan utama

Pasien mengatakan ada daging keluar dari genetalia sebesar telur bebek dan secara tiba – tiba dalam waktu yang tidak menentu.

c. Faktor pencetus :

Pasien mengatakan dahulu pekerjaannya angkat beban berat seperti memikul hasil pertanian, riwayat melahirkan 8x secara spontan

d. Lamanya keluhan : 1,5 bulan

e. Timbulnya keluhan : ( ) Bertahap ( V ) Mendadak f. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya :

Sendiri : Memasukkan kembali uteri dengan tangan Oleh orang lain: -

g. Diagnosa Medik : prolapse uteri total, sistokel Grade II , rectokel grade II

h. Riwayat kesehatan keluarga :

Pasien mengatakan kakak nomer pertama mempunyai riwayat penyakit hipertensi dan kakak nomer ketiga mempunyai riwayat penyakit diabetes mellitus, pasien menyatakan orang tua tidak ada yang memiliki riwayat penyakit turunan seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung dan asma. Pasien mengatakan keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang sama.

3. Riwayat kesehatan yang lalu

a. Penyakit yang pernah dialami

1) Kanak-kanak : Tidak ada

2) Kecelakaan : Tidak ada

3) Pernah dirawat : belum pernah

4) Operasi : belum pernah

b. Alergi : Tidak ada

c. Kebiasaan : merokok/ kopi/ obat/ alkohol/ lain-lain : Tidak ada

d. Obat-obatan : Obat Hipertensi (pasien lupa namanya)

(3)

5. Reproduksi

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji

Dukun Tidak ada Tidak terkaji (pasien lupa)

(4)

Riwayat menstruasi

Menarche : ±13 tahun Siklus : 28 hari Durasi : 5 hari

Dismenore : Pasien mengatakan tidak mengalami dismenore Menopause : 15 tahun yamg lalu

Riwayat Menikah : 1x selama 35 tahun Umur menikah : 28 tahun

Riwayat KB

Pasien mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi . 4. Pola Kebiasaan Klien

a. Aspek Fisik-Biologis 1) Pola Nutrisi

a) Sebelum sakit

Pasien mengatakan di rumah makan habis 5-6 sendok nasi setiap makan. Pasien mengatakan makan 2 – 3 kali dalam sehari yaitu dengan sayur dan lauk pauk.

b) Selama sakit

Pasien mengatakan diit dari rumah sakit jarang dihabiskan. Pasien mengatakan selama di rumah sakit pasien makan habis ±1/2 porsi diit yang diberikan, diit yang diberikan adalah diit TKTP.

2) Pola Cairan dan Elektrolit a) Sebelum sakit

Pasien mengatakan di rumah minum air putih dan teh tawar ±3 gelas dalam sehari. Pasien mengatakan tidak suka memakai gula dalam minumannya.

b) Selama sakit

Pasien mengatakan di rumah sakit minum air putih ±3 gelas dalam sehari

(5)

Pasien b.a.b teratur dan lancar 1 x sehari dengan WC jongkok. Warna feses kuning dan berbentuk padat lunak. Pasien tidak pernah memakai obat pencahar untuk melancarkan b.a.b. Klien b.a.k sebanyak 7-8 kali (700ml/hari) dengan warna urine kuning keruh dan berbau khas urin.

b) Selama sakit

Pasien selama di Rumah Sakit belum b.a.b. Pasien mengatakan belum merasakan ingin b.a.b.

Pasien mengatakan b.a.k 7 – 8 kali sehari ( 500ml/hari ) dengan warna urin kuning coklat dan berbau khas urin.

Tidak ada perubahan pola b.a.k pada pasien selama di RS 4) Pola Aktifitas, Tidur dan Istirahat

a) Sebelum sakit

Pasien mengatakan pasien biasanya melakukan aktifitas dasar seperti makan, minum, toileting, berpakaian dengan mandiri tidak menggunakan alat bantu. Pasien mengatakan tidur selama ± 8 jam sehari . Sebelum tidur pasien mengatakan berdoa dulu dan tidak pernah minum obat tidur.

b) Selama sakit

Pasien mengatakan semalam tidak bisa tidur karena lingkungannya berbeda dengan rumah. Pasien mengatakan sering terbangun sejak di rumah sakit

Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4

Makan/Minum v

Mandi v

Toileting v

Berpakaian v

Mobilisasi di tempat tidur v

Berpindah v

(6)

Keterangan : 0 : mandiri 1 : alat bantu

2 : dibantu orang lain

3 : dibantu orang lain dan alat 4 : tergantung total

5. Aspek Intelektual-Psikososial-Spiritual a. Aspek Mental

Pasien dan keluarga mengatakan berharap akan kesembuhan pasien. b. Aspek Intelektual

Pasien mengatakan tidak paham dengan penyakitnya. Pasien menganggap sakitnya adalah sakit ambeian. Pasien mengatakan tindakan yang dilakukan bila ambeian keluar adalah memasukkan kembali menggunakan tangan. Pasien tampak bertanya tentang penyakitnya Pasien tampak bingung ketika ditanya perawat tentang penyakitnya.

c. Aspek Sosial

Hubungan keluarga dengan pasien sangat baik itu terbukti pasien selama di rumah sakit selalu di tunggu oleh keluarganya.

d. Aspek Spiritual

Pasien dan keluarga menganut agama Islam, keluarga mengatakan selalu berdoa untuk kebaikan pasien.

6. Pemeriksaan Fisik

a. Kesadaran Umum

- KU : sedang

- Kesadaran : Composmentis - Status Gizi :

TB = 140 cm

BB = 37,5 kg

(7)

- Tanda- tanda vital : Suhu = 36,1 ºC Nadi = 80 x/ menit RR = 23 x/ menit TD = 120/70 mmHg

b. Pemeriksaan secara sistematik (Cepalo Caudal) 1) Kepala

Bentuk kepala mesocephal, rambut warna hitam dan beruban, mudah rontok, keadaan bersih, tidak ada lesi.

2) Mata

Bentuk mata simetris, sclera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, pasien mengatakan fungsi penglihatan menurun tetapi tidak menggunakan kacamata

3) Hidung

Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung.

4) Mulut

Bentuk simetris, tidak ada kelainan kongenital, membran mukosa lembab

5) Lidah

Bersih,tidak pucat, tidak ada stomatitis. 6) Dada

a) Respirasi

Inspeksi : Dada Simetris, tidak ada Retraksi, tidak ada lesi Auskultasi : Respirasi 23 x/menit

c) Abdomen

Inspeksi : Simetris, Asites (-) , Retraksi (-) , Tidak ada penonjolan

Auskultasi : Peristaltik usus 15 x/menit

Perkusi : Terdengar suara dull pada kuadran I,II dan tympani pada kuadran III, IV

(8)

7) Integumen

Turgor kulit tidak elastis, kulit pasien sudah keriput, Tidak ada kelainan

Kuku : Capilar Refill < 2detik 8) Ekstermitas

Atas : Anggota gerak lengkap tidak ada kelainan, warna kulit sawo matang.

Bawah : Anggota gerak lengkap, kaki terlihat simetris, warna kulit sawo matang.

Tonus otot

9) Genetalia

Tampak massa keluar dari intratus vagina, ukuran se telur bebek, dapat dimasukkan kembali. Pasien tidak terpasang kateter maupun pampers.

7. Terapi Post Operasi

Ceftriaxone 1gr / 12 jam ( IV ) Ketorolac 30 mg / 8 jam ( IV )

Infus RL 20 Tpm ( IV )

(9)

HASIL LABORATORIUM Tanggal 26 Oktober 2015

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

Faal Hati

SGOT / AST 22 u/L ≤ 32

SGPT / ALT 16 u/L ≤ 33

Faal Ginjal

BUN 10 mg/dl 7 – 20

Kreatinin 0.62 mg/dL Diabetes

Gula Darah Sewaktu 85 mg/dL Elektrolit

Natrium 143 mmol/L 136 – 145

Kalium 4.00 mmol/L

Klorida 115 mmol/ L 98 – 101

Hemostatis

PPT 13.8 detik 12.3 – 15.3

INR 1.00 0.90 – 1.10

Kontrol PPT 14.8

APTT 29 detik 27.4 – 37.0

Kontrol APPT 28.4

Gol darah A

Darah Lengkap

Hemoglobin 12.4 g/dl 12.0 – 16.0

Hematokrit 37.2 %

MCH 28.9 % 27.0 – 32.0

(10)

Hasil Thorax PA. Dewasa Tanggal 27 Oktober 2015

URAIAN HASIL PEMERIKSAAN

Foto Thorax PA View, posisi erect, asimetris, inspirasi dan kondisi cukup, hasil : - Tampak kedua apex pulmo bersih

- Tampak corakan bronchovaskular normal - Tampak kedua sinus costofrenicus lancip

- Tampak kedua diafragma licin dan tak mendatar

- Tampak penyempitan ICS 1-2, 2-3, 3-4, 4-5, 5-6 posterolateral dextra - Tampak penyempitan ICS 8-9, 9-10, 10-11, Posterolateral sinistra - Cor, CTR = 0.48

- Sistem tulang yang tervisualisasi intact, tampak columna V, Thoracalis meliuk kea rah Sinistra

KESAN

- Pulmo tak tampak kelainan - Besar cor normal

(11)

HASIL PEMERIKSAAN RAJAL RADIOLOGI / Bno Ivp 27 Oktober 2015

Keterangan Klinis : Prolaps uteri grade III

Uraian Hasil Pemeriksaan :

Melakukan pemeriksaan BNO-IVP pada pasien dengan hasil: 1. BNO AP view, persiapan dan kondisi cukup, hasil :

Preperitoneal fat line dextra et sinistra tegas, udara usus dan fecal material minimal. Renal out line dextra et sinistra samar. Psoas line dextra et sinistra tegas. Tak tampak bayangan opak di proyeksi traktus urinarius. Sistem tulang yang tervisualisasi intak.

2. IVP

Dilakukan dengan menyuntikkan bahan kontras non ionic (10 paniro – 300) sebanyak 50 cc secara IV, plain ks (-)

Hasil : menit ke-5 Nekrogram, kedua ren secara serentak, bentuk letak, ukuran dan densitas normal. Tampak kontras mengisi kedua SPC sampai ke vesika urinaria. Menit ke 15 dan 30 : tampak bahan kontras mengisi SPC, kedua ureter dan VU.

- Sistem calices : tampak calices dextra et sinistra berbentuk cuping normal. Tak tampak batu opaq/luscen yang terlumuri kontras

- Pelvis renalis : tampak pelvis renalis dextra et sinistra tak melebar. Tak tampak batu opaq/luscen yang terlumur kontras

- Ureter : Tampak bentuk dan caliber kedua ureter normal. Tak tampak batu opaq/luscent yang terlumuri kontras

KESAN

- Anatomi dan fungsi kedua ren dalam batas normal - Kedua ureter dalam batas normal

- VU dan fungsi volding dalam batas normal

- Tak tampak batu opaq/luscent di traktus urinarius bilateral - Sistem tulang yang tervisualisasi intak

(12)

B. Analisa Data ( Pre Operasi )

DATA Masalah Etiologi

DS :

- Pasien mengatakan tidak paham dengan penyakitnya.

- Pasien menganggap sakitnya adalah sakit ambeian.

- Pasien mengatakan tindakan yang dilakukan bila ambeian keluar adalah memasukkan kembali menggunakan tangan.

DO :

- Pasien tampak bertanya tentang penyakitnya

- Pasien tampak bingung ketika ditanya perawat tentang penyakitnya.

-Kurang pengetahuan

Defisit informasi

Ds :

- Pasien mengatakan saat di rumah tidur ± 8 jam dalam sehari

- Pasien menyatakan selama di rumah sakit tadi malam tidak bisa tidur karena lingkungan yang berbeda

- Pasien mengatakan sering terbangun sejak di rumah sakit

DO :

-Perubahan pola tidur

(13)

C. Diagnosa Keperawatan

1. Kurang Pengetahuan berhubungan dengan defisit informasi ditandai dengan Pasien mengatakan tidak paham dengan penyakitnya, Pasien menganggap sakitnya adalah sakit ambeian, Pasien mengatakan tindakan yang dilakukan bila ambeian keluar adalah memasukkan kembali menggunakan tangan, Pasien tampak bertanya tentang penyakitnya, Pasien tampak bingung ketika ditanya perawat tentang penyakitnya.

(14)

D. Perencanaan Keperawatan

NO Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional

1 Kurang Pengetahuan berhubungan dengan defisit informasi ditandai dengan Pasien mengatakan tidak paham dengan penyakitnya, Pasien menganggap sakitnya adalah sakit ambeian, Pasien mengatakan tindakan yang dilakukan bila ambeian keluar adalah memasukkan kembali menggunakan tangan, Pasien tampak bertanya tentang penyakitnya, Pasien tampak bingung ketika ditanya perawat tentang penyakitnya.

Selasa, 10 November 2015 07.00 WIB

Setelah dilakukan Asuhan keperawatan selama 2 x pertemuan tingkat pengetahuan pasien dan keluarga bertambah dengan kriteria hasil

- Pasien dan keluarga dapat mengetahui pengertian prolaps uteri - Pasien dan keluarga

dapat mengetahui faktor penyebab prolaps uteri - Pasien dapat mengetahui

cara perawatan sakitnya setelah pasien operasi

Selasa, 10 November 2015 07.00 WIB

1. Kaji tingkat pemahaman pasien dan keluarga

2. Jelaskan pengertian, factor penyebab dan cara perawatan pasien dengan prolaps uteri

3. Jelaskan pentingnya kebersihan

4. Anjurkan pasien untuk tidak mengangkat beban berat. 5. Ajarkan perawatan pada

pasien post op

( Rina )

Selasa, 10 November 2015 07.00 WIB

1. Untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan pasien tentang penyakitnya

2. Untuk mengetahu pengertian, factor penyebab dan cara perawatan pasien dengan prolaps uteri

3. Meminimalisasi masuknya mikroorganisme

4. Mencegah turunnya kembali uteri

5. Menambah pengetahuan pasien agar dapat melakukan perawatan di rumah secara mandiri

( Rina )

(15)

dengan Perubahan lingkungan ditandai dengan pasien mengatakan saat di rumah tidur ± 8 jam dalam sehari, Pasien menyatakan selama di rumah sakit tadi malam tidak bisa tidur karena lingkungan yang berbeda, Pasien mengatakan sering terbangun sejak di rumah sakit

07.00 WIB

Setelah dilakukan Asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam perubahan pola tidur dapat teratasi dengan kriteria hasil

a. Pasien tampak rileks b. Tidak ada lingkar hitam

dan kantong mata pada area mata pasien

c. Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak d. TTV dalam batas nomal

07.00 WIB

1. Kaji pola tidur klien dan kebiasaan sebelum tidur 2. Berikan latihan fisik ringan

sebelum tidur efek kenyamanan bagi klien 2. Meningkatkan relaksasi

dengan perasaan mengantuk.

3. Menurunkan stres dan peningkatan kerja jantung sehingga meningkatkan waktu tidur

(16)

E. Implementasi dan Evaluasi

Dx Kurang pengetahuan b.d Defist snformais

Implementasi Evaluasi

Selasa, 10 November 2015 10.00

- Mengkaji tingkat pemahaman pasien dan keluarga

Selasa, 10 November 2015 14.00

S :

- Pasien mengatakan sakitnya adalah sakit ambeian

- Pasien mengatakan tindakan yang dilakukan bila ambeian keluar adalah memasukkan kembali menggunakan tangan

- Pasien mengatakan besok mau dioperasi tetapi pasien mengatakan tidak tau prosedur operasinya.

O :

- Pasien tidak dapat menjawab ketika ditanya penyebab sakitnya dan pasien hanya terlihat tersenyum.

A : Kurang pengetahuan belum teratasi P : Lanjut intervensi

- Jelaskan pengertian, factor penyebab dan cara perawatan pasien dengan prolaps uteri

- Jelaskan pentingnya kebersihan - Menganjurkan pasien untuk tidak

mengangkat beban berat.

- Mengajarkan perawatan pada pasien post op

( Rina )

(17)

07.30

- Menjelaskan pentingnya kebersihan

- Menganjurkan pasien untuk tidak mengangkat beban berat

(Rizky)

08.00

S : Pasien mengatakan paham akan informasi perawat terkait dengan pentingnya menjaga kebersihan dan tidak boleh mengangkat beban berat

O : Pasien dapat mengulangi penjelasan perawat

A : Kurang pengetahuan teratasi P : Stop Intervensi.

(18)

Dx Perubahan pola tsdur berhubungan dengan perubahan lsngkungan

Implementasi Evaluasi

Selasa, 10 November 2015 10.00

- Mengkaji pola tidur klien dan kebiasaan sebelum tidur

Selasa, 10 November 2015 14.00

S :

- Pasien mengatakan selama di rumah sakit pada malam hari susah tidur karena lingkungannya beda dengan di rumah

- Pasien mengatakan sering bangun ketika tidur

- Pasien mengatakan tidak memiliki kebiasaan sebelum tidur

- Pasien mengatakan tidak bisa tidur bukan karena takut mau operasi

O :

- Pasien terlihat sering menguap A : Perubahan pola tidur belum teratasi P : Lanjut intervensi

- Berikan latihan fisik ringan sebelum tidur

- Beritahu dan libatkan keluarga untuk memberi lingkungan yang nyaman saat tidur

(19)

Rabu, 11 November 2015 07.30

- Mengkaji pola tidur pasien

- Menganjurkan keluarga pasien untuk memberikan lingkungan yang nyaman saat tidur (menjaga ketenangan)

(Rudini)

Rabu, 11 November 2015 08.00

S :

- Pasien mengatakan masih merasa tidak bisa tidur

- Pasien mengatakan tadi malam masih sering terbangun

- Pasien mengatakan alasan tidak bisa tidur bukan karena takut akan operasi - Pasien mengatakan tidak bisa tidur

karena belum terbiasa dengan suasana Rumah Sakit

O : Pasien terlihat menguap

A : Perubahan pola tidur belum teratasi P : Lanjutkan intervensi : Berikan latihan fisik ringan sebelum tidur

(20)

Kamis, 12 November 2015 08.00

- Mengobservasi tidur pasien tadi malam

- Menganjurkan pasien beraktivitas pada siang hari seperti miring kanan miring kiri agar pada malam hari dapat tidur

( Rina )

Kamis, 12 November 2015 14.00

S :

- Pasien menyatakan tadi malam tidurnnya sering terbangun karena masih merasa beda dengan rumah - Pasien menyatakan tidak merasa nyeri

setelah operasi dan menyatakan susah tidur bukan karena luka operasinya - Pasien menyatakan sejak tadi jam 6.00

sudah mencoba miring kanan dan kiri O :

- Tidak terlihat kantong hitam pada sekitar mata pasien

A : Perubahan pola tidur teratasi sebagian P : lanjut intervensi

- Beritahu dan libatkan keluarga untuk memberi lingkungan yang nyaman saat tidur

- Observasi tidur pasien

(21)

Pengkajian Post Operasi Pengkajian pada Tanggal 11/11/2015

DS :

- Pasien mengatakan setelah operasi muncul rasa mual dan ingin muntah tetapi tidak bisa muntah

- Pasien mengatakan belum bisa berjalan/turun dari tempat tidur - Pasien mengatakan belum berani miring kanan miring kiri DO :

- Skala Nyeri VAS : 3

- Pasien dengan diagnosa prolaps uteri dilakukan kolpokleisis dengan epidural anastesi

- Pasien terpasang infus asering di tangan kiri

- Pasien terpasang DC (produk urin sebanyak ±300 cc sampai pukul 14.00) - Pasien terpasang tampon vagina

- Terapi post operasi :

 lepas tampon 24 jam setelah operasi

 Injeksi Ceftriaxone 1gr/24 jam (IV)

 Injeksi Ketorolac 30 mg/8 jam - Pasien terlihat bed rest

- Kemampuan Perawatan Diri Post Operasi

Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4

Makan/Minum √

Mandi √

Toileting √

Berpakaian √

Mobilisasi di tempat tidur √

Berpindah √

Ambulasi ROM √

Keterangan :

0 : mandiri 4 : tergantung total

1 : alat bantu 3 : dibantu orang lain dan alat 2 : dibantu orang lain

ANALISA DATA POST OPERASI

(22)

DS : -DO :

- Skala Nyeri VAS : 3

Nyeri Akut Agen injuri fisik (post operasi)

DS : -DO :

- Pasien terpasang infus asering di tangan kiri

- Pasien terpasang DC (produk urin sebanyak ±300 cc sampai pukul 14.00) - Pasien terpasang

tampon vagina

Resiko Infeksi Tindakan Invasif (Post

Kolpokleisis)

DS :

- Pasien mengatakan

belum bisa

berjalan/turun dari tempat tidur

- Pasien mengatakan belum berani miring kanan miring kiri DO :

- Pasien terlihat bed rest

- Kemampuan

perawatan diri pasien : dibantu orang lain

Hambatan Mobilitas Fisik Post Operasi

DIAGNOSA POST OPERASI

1. Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan Invasif (post Kolpokleisis) 2. Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik post operasi yang ditandai

(23)
(24)

PERENCANAAN POST OPERASI

NO DIAGNOSA TUJUAN

PERENCANAAN

INTERVENSI RASIONAL

1. Kamis, 11 November 2015

Pukul 11.00 WIB

Resiko Infeksi berhubungan dengan Tindakan Invasif (post Kolpokleisis)

Kamis, 11 November 2015 Pukul 11.00 WIB

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan infeksi tidak terjadi dengan kriteria :

- Tidak terdapat

tanda-Kamis, 11 November 2015 Pukul 11.00 WIB

1. Observasi tanda-tanda vital dan luka post operasi. Perhatikan demam, menggigil, berkeringat, meningkatnya nyeri

2. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik

3. Edukasi pasien dan keluarga untuk cuci tangan bersih 4. Analisa hasil pemeriksaan

laboratorium (Hitung darah lengkap)

5. Kelola terapi obat ceftriaxone 1 gram / 12 jam ( IV )

Kamis, 11 November 2015 Pukul 11.00 WIB

1. Dugaan adanya infeksi atau terjadinya sepsis, abses

2. Teknik aseptik menurunkan pertumbuhan bakteri pathogen pada daerah luka

3. Cuci tangan dan tetap mempertahankan teknik aseptic menurunkan resiko infeksi sekunder

4. Mendeteksi adanya infeksi 5. Ceftriaxone merupakan obat

antibiotik mencegah timbulnya infeksi

(25)

Pukul 11.00 WIB

Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik post operasi yang ditandai dengan Skala Nyeri VAS : 3

Pukul 11.00 WIB

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri berkurang dan terkontrol dengan krieria :

- Pasien nampak rileks

- Pasien mampu

mengontrol nyeri

Pukul 11.00 WIB

1. Kaji ulang tingkat skala nyeri

2. Jelaskan sebab- sebab timbulnya nyeri

3. Anjurkan pasien untuk melakukan tenik relaksasi napas dalam

4. Kelola : pemberian ketorolac 3x30 mg via IV.

Pukul 11.00 WIB

1. Mengkaji nyeri secara komperhensif (lokasi, durasi, kualitas, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi) dapat mengetahui / menentukan tingkat keparahan.

2. Menambah pengetahuan pasien

3. Nafas dalam dapat memperlancar peredaran darah dan mengurangi nyeri secara non farmakologis

4. Ketorolac merupakan obat analgetik yang dapat mengurangi rasa nyeri

3 Kamis, 11 November 2015

Pukul 11.00 WIB

Kamis, 11 November 2015 Pukul 11.00 WIB

Kamis, 11 November 2015 Pukul 11.00 WIB

(26)

Hambatan Mobilitas Fisik berhubungan dengan post operasi yang ditandai dengan Pasien mengatakan belum bisa berjalan/turun dari tempat tidur,pasien mengatakan belum berani miring kanan miring kiri,pasien terlihat bed rest,kemampuan perawatan diri pasien : dibantu orang lain

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x pertemuan diharapkan hambatan mobilitas fisik pasien teratasi dengan kriteria:

- Pasien mengetahui tentang rentang gerak aktif-pasif

- Mempertahankan posisi fungsional

- Dapat beraktivitas secara bertahap

1. Kaji kemampuan gerak klien

2. Bantu latihan rentang gerak pasif aktif secara bertahap seperti miring kanan – miring kiri dan duduk.

3. Edukasi pada pasien pentingnya ambulasi

4. Bantu ADL pasien sesuai dengan keterbatasan pasien

1. Mengkaji kemampuan gerak dapat menentukan tindakan yang akan dilakukan.

2. Meningkatkan sirkulasi darah, mempertahankan tonus otot, mempertahakan gerak sendi, mencegah kontraktur/atrofi 3. Edukasi dapat meningkatkan

motivasi

(27)

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI DX Resiko Infeksi

Implementasi Evaluasi

Rabu 11 November 2015 11.30

- Mengobservasi tanda-tanda vital dan luka post operasi.

- Mengedukasi pasien dan keluarga untuk cuci tangan bersih

(Rizky)

Rabu 11 November 2015 14.00

- Terpasang tampon pada vagina

- Tidak ada tanda-tanda infeksi di sekitar lokasi tampon maupun DC dan infuse - TD : 130/ 80 mmHg

- SB : 36.8 °C

A : Resiko Infeksi belum teratasi P : Lanjutkan intervensi :

- Kaji tanda-tanda infeksi

- Aff Tampon 24 jam setelah operasi (Kamis 12 November 2015)

(Rizky) Kamis 12 November 2015

08.00

- Mengobservasi tanda – tanda infeksi

08.45

- Mengelola terapi injeksi ceftriaxone 1gram / 12jam ( IV ) 11.00

- Mengukur tanda – tanda vital pasien

Kamis 12 November 2015 14.00

S : -O :

- Pada vagina pasien masig terpasang tampon

(28)

( Rina )

kiri.

- Tidak ada perdarahan pada area operasi

- Terapi obat ceftriaxone 1 gram ( IV ) sudah masuk

A : Resiko infeksi teratasi sebagian P : Lanjut intervensi

- Kaji terdapat tanda-tanda infeksi (kalor, rubor, dolor, tumor, functio laesa) - Kelola terapi obat ceftriaxone 1 gram /

12 jam ( IV )

- Aff tampon diperpanjang 24 jam lagi besok tanggal 13 November 2015 jam 08.00 pagi

( Rina ) Kamis, 12 November 2015

20.45

- Mengelola terapi obat ceftriaxone 1 gram / 12 Jam ( IV )

( rudini )

Kamis, 12 November 2015 21.00

S : Pasien menyatakan sedikit sakit saat obat masuk

O : Terapi obat ceftriaxone 1 gram ( IV ) sudah masuk

A : Resiko infeksi teratasi sebagian P : Lanjut intervensi

- Kaji terdapat tanda-tanda infeksi (kalor, rubor, dolor, tumor, functio laesa) - Kelola terapi obat ceftriaxone 1 gram /

12 jam ( IV )

- Aff tampon diperpanjang 24 jam lagi besok tanggal 13 November 2015 jam 08.00 pagi

( rudini )

(29)

Implementasi Evaluasi Kamis, 12 November 2015

11.00

- Membantu latihan rentang gerak pasif – aktif secara bertahap seperti miring kanan – miring kiri.

- Membantu ADL pasien sesuai dengan keterbatasan pasien

( rina )

Kamis, 12 November 2015 14.00

S :

- Pasien menyatakan sudah bisa miring kanan dan kiri

- Pasien menyatakan saat miring kanan dan kiri tidak merasakan sakit

- Pasien menyatakan setelah operasi makan, minum dan membuang b.a.k dari urin bag dibantu oleh keluarga

O :

- Pasien terlihat dapat miring kanan dan kiri - ADL pasien seperti makan, minum dan

b.a.k dibantu keluarga dan perawat A : Hambatan mobilitas fisik teratasi sebagian P : Lanjut intervensi

- Anjurkan pasien untuk latihan duduk - Mandikan pasien nanti sore jam 15.00

( rina )

Kamis , 12 November 2015 15.00

- Membantu ADL pasien : memandikan pasien

( rizky )

Kamis , 12 November 2015 17.00

S : Pasien mengatakan lebih segar setelah dimandikan

O : Pasien sudah dimandikan

A : Hambatan mobilitas fisik teratasi sebagian P : Lanjut intervensi

- Membantu ADL pasien sesuai dengan keterbatasan pasien

( rizky )

(30)

Implementasi Evaluasi Rabu, 11 November 2015

11.30

- Mengkaji nyeri

(Rudini)

Rabu 11 November 2015 14.00

S : Pasien mengatakan tidak merasa nyeri O : Skala nyeri VAS : 3

A : Nyeri akut teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi : Kaji ulang skala nyeri, Kelola pemberian obat Ketorolac 30 mg/8 jam

(Rudini) Rabu , 11 November 2015

20.00

Mengobservasi nyeri pasien

Mengelola terapi obat ketorolac 30 mg/ 8jam ( IV )

( rina )

Rabu , 11 November 2015 21.00

S : Pasien menyatakan tidak merasa nyeri pada area operasi tetapi tidak nyaman saja. O :

- Wajah pasien terlihat rileks

- Terapi obat ketorolac 30 mg ( IV ) sudah masuk

A : Nyeri akut teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi : Kaji ulang skala nyeri, Kelola pemberian obat Ketorolac 30 mg/8 jam

( rina ) Kamis , 12 November 2015

11.45

Mengelola terapi obat ketorolac 30 mg/ 8jam ( IV )

( rina )

Kamis , 12 November 2015 12.00

S :

-O : Terapi obat ketorolac 30 mg ( IV ) sudah masuk

A : Nyeri akut teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi : Kaji ulang skala nyeri, Kelola pemberian obat Ketorolac 30 mg/8 jam

( rina )

(31)

Berdasarkan dokumentasi Asuhan Keperawatan pada Ny. A.Z dengan diagnosa medis Prolaps Uteri Grade III di Bangsal Bougenvile 2 RSUP DR. Sardjito dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pengkajian didapatkan diagnosa keperawatan yaitu:

Diagnosa Pre Operasi :

1. Kurang Pengetahuan berhubungan dengan defisit informasi 2. Perubahan pola tidur berhubungan dengan perubahan lingkungan Diagnosa Post Operasi :

1. Resiko Infeksi berhubungan dengan tindakan invasif (post Kolpokleisis)

2. Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri fisik post operasi 3. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan post operasi

Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan waktu yang sesuai di perencanaan hasilnya adalah :

1. Kurang Pengetahuan berhubungan dengan defisit informasi teratasi. 2. Perubahan pola tidur berhubungan dengan perubahan lingkungan

teratasi sebagian karena pasien masih belum bisa terbiasa dengan lingkungan rumah sakit dan masih ada keluhan sering terbangun.

3. Resiko Infeksi berhubungan dengan tindakan invasif (post Kolpokleisis) teratasi sebagian karena penggunaan tampon vagina masih dipertahankan sampai tanggal 13 November 2015 namun penggunaan obat-obatan antibiotik tetap diberikan sesuai jadwal.

4. Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri fisik post operasi teratasi sebagian karena pasien tidak mengungkapkan secara spesifik tentang nyeri yang dirasakan

Referensi

Dokumen terkait

Insomnia berhubungan dengan Halusinasi Pendengaran ditandai dengan klien mengatakan sering sulit tidur pada malam hari karena mendengar suara-suara yang menyuruhnya keluar dari

Di Rumah : klien mengatakan tidak ada gangguan istirahat tidur Di Rumah Sakit : klien mengatakan selama sakit sulit tidur karena meresakan sesak dan batuk,

Di Rumah Sakit: Pasien menagatakan saat dirumah sakit frekuensi makanya 3x sehari tidak dihabiskan, waktu makan pagi,siang dan malam, pasien tidak memiliki

Sebelum sakit klien mengatakan biasa tidur malam dari pukul 22.00 sampai pukul 06.00, klien jarang tidur siang klien tidak ada keluhan saat tidur dan tidak ada kebiasaan saat

tidur yang lama, yaitu sekitar 20 jam sehari.. c) Narkolepsi, merupan gangguan tidur yang gejala awalnya ditandai dengan rasa kantuk yang tidak tertahankan di siang.

Membuat dan melaksanakan  jadwal kegiatan sehari-hari yang telah disusun (dari  bangun tidur pagi sampai tidur malam) TUK 6: Klien dapat mengontrol halusinasi dengan

Di rumah sakit, beri nilai 3 bila pasien tidak menghabiskan waktu paling sedikit 3 jam sehari dalam melakukan kegiatan (tugas rumah sakit atau hobi) diluar tugas- tugas bangsal. 4

ditinggal sendirian di tempat tidur, pasien meninggal dengan luka di kepala setelah jatuh dari tempat tidur yang terjadi di salah satu rumah sakit di kota Tangerang,