MET
TODE PEN
NELITIAN
Desain, Teempat dan WWaktu Pennelitian De Desain cr waktu ter Pertanian Penelitian hingga Ju esain yang ross section rtentu dan Bogor ya n dilaksanak li 2011. digunakan nal study a tidak berke ang berloka kan selama dalam pene dalah salah elanjutan. P asi di Keca a empat bu elitian ini ad h satu cara Penelitian amatan Dr lan, terhitun dalah cross a pengumpu ini dilaksan ramaga Ka ng mulai bu s sectional s ulan data d nakan di In abupaten B ulan Maret study. dalam nstitut Bogor. 2011 C
Contoh dan Teknik PPenarikan CContoh Po sedang m dengan p perkemba dan relati untuk dija jumlah se Berdasark mengaktif populasi penelitian Gambar 4 opulasi pada mengaktifka pertimbanga angan remaj if mudah t adikan targe erta identita kan hasil fkan nada s tersebut, . Tahapan 4. a penelitian n nada sam an bahwa m ja akhir yan erpengaruh et pasar. S as mahasi survey, d sambung sa sebanyak proses pe n ini adalah mbung. Su mahasiswa ng masih m h, sehingga Survey pend swa TPB diketahui b aat dilakuka 36 orang engambilan mahasiswa bjek peneli tingkat per elakukan p a kondisi in dahuluan d yang men bahwa 78 an survey. S contoh b contoh pe a TPB IPB t tian dipilih rtama bera roses peca ni dimanfaa ilakukan un gonsumsi orang m Setelah dip bisa diikuts enelitian dip tahun 2010 secara pu ada dalam t rian identita aftkan prod ntuk menge nada samb mahasiswa peroleh kera sertakan d perlihatkan yang rposif tahap as diri dusen etahui bung. TPB angka dalam pada
Gambar 44 Tahapan pproses peng Sebanya survey Seba menyatak Seban gambilan co ak 2433 mah y pengguna anyak 78 ora kan sedang m sambung sa nyak 36 mah respon ontoh penel hasiswa ikut
nada sambuungserta
ng mahasisw mengaktifkanwan nada aat survey asiswa menjjadi nden litian
Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan pengisian kuesioner berupa karakteristik contoh (usia, jenis kelamin dan uang saku), karakteristik keluarga (jumlah anggota keluarga, pekerjaan kepala keluarga, dan pendapatan keluarga), kelompok acuan contoh, pola penggunaan nada sambung, pengetahuan, persepsi tentang nada sambung, serta perilaku contoh dalam pembelian nada sambung. Data sekunder berupa jumlah total mahasiswa TPB IPB serta usia mahasiswa TPB IPB diperoleh dari Direktorat TPB IPB. Variabel penelitian, skala data, kategori data serta cara perolehan data disajikan dalam Tabel 1.
Tabel 1 Variabel penelitian, skala data, kategori data serta cara penarikan data penelitian
No. PenelitianVariabel
Skala Data Dalam Kuesioner Kategori Data Cara Perolehan Data 1. Usia contoh Data rasio
Menurut Cobb (2001) Remaja akhir (16-19 tahun) Pengisian Kuesioner 2. Jenis kelamin contoh Data nominal 0: Laki-laki 1: Perempuan Pengisian Kuesioner 3. Uang saku contoh per bulan
Data rasio - Pengisian
Kuesioner 4. Kelompok Acuan Contoh Data nominal 1: Orang tua 2: Rekan sekolah/bekerja 3: Pacar 4: Tokoh idola 5: Teman bermain 6: Guru/pakar 7: Rekan di internet 8: Lain-lain Pengisian Kuesioner
5. Jumlah anggota keluarga Data rasio
Berdasarkan kategori BKKBN Kecil: ≤ 4 orang Sedang: 5-6 orang Besar: ≥7 orang Pengisian Kuesioner 6. Pekerjaan kepala keluarga Data nominal 1: PNS 2: Pegawai Swasta 3: TNI/Polri 4: Wiraswasta
5: Ibu Rumah Tangga (IRT)
6: Lain-lain
Pengisian Kuesioner
Tabel 1 (Lanjutan) No. Variabel Penelitian Skala Data Dalam Kuesioner Kategori Data Cara Perolehan Data 8. Pengetahuan contoh tentang nada sambung Data ordinal
1: Rendah (skor antara 0-33,3)
2: Sedang
(skor antara 33,4-66,6) 3: Tinggi (skor antara
66,7-100) Pengisian Kuesioner 9. Persepsi contoh terhadap nada sambung Data ordinal
1: Sangat tidak setuju (skor antara 16-28,8) 2: Tidak setuju (skor antara 28,9-41,6) 3: Kurang setuju (skor antara 41,7-54,4) 4: Setuju (skor antara 54,5-67,2) 5: Sangat setuju (skor antara 67,3-80) Pengisian Kuesioner 10. Perilaku pembelian nada sambung Data ordinal 1: Tidak pernah (skor antara 17-34) 2: Jarang (skor antara 35-51) 3: Sering (skor antara 52-68) 4:Selalu (skor antara 69-85) Pengisian Kuesioner Analisis Data
Analisis yang dilakukan terhadap data yang diperoleh adalah uji deskriptif dan uji regresi linier berganda. Analisis data yang digunakan untuk menjawab masing-masing tujuan adalah sebagai berikut:
1. Karakteristik contoh (usia, jenis kelamin dan uang saku) dan karakteristik keluarganya (jumlah anggota keluarga, pekerjaan kepala keluarga, dan pendapatan keluarga) dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif untuk memberikan makna terhadap data yang diperoleh.
2. Kelompok acuan yang mempengaruhi contoh untuk mengonsumsi nada sambung dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif. 3. Pola penggunaan nada sambung konsumen dianalisis dengan
menggunakan analisis statistika deskriptif untuk memberikan makna terhadap data yang diperoleh.
4. Aspek pengetahuan konsumen dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif. Aspek ini diukur dengan pertanyaan yang
menghasilkan data nominal dengan pilihan jawaban benar dan salah. Jawaban benar diberi bobot satu, sedangkan jawaban salah diberi poin nol. Setelah itu contoh digolongkan berdasarkan tiga kategori berdasarkan perolehan skor pengetahuan. Pembagian tiga kategori itu diperoleh dengan menggunakan rumus berikut (Umar 2003):
Berdasarkan rumus diatas, diperoleh rentang interval untuk kategori rendah (0-33,3), sedang (33,4-66,6) dan tinggi (66,7-100).
5. Persepsi contoh terhadap nada sambung dianalisis dengan analisis statistika deskriptif. Pengukuran persepsi contoh ini dilakukan dengan pertanyaan yang menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima peringkat. Jawaban “sangat tidak setuju” diberi bobot satu, “tidak setuju” diberi bobot dua, “kurang setuju” diberi bobot tiga, “setuju” diberi nilai empat dan “sangat setuju” memiliki poin lima. Persepsi contoh terhadap nada sambung kemudian dibagi menjadi lima kategori, yaitu “sangat tidak setuju”, “tidak setuju”, “kurang setuju”, “setuju”, dan “sangat setuju”. Penentuan kelas interval persepsi contoh dilakukan dengan rumus berikut (Umar 2003):
Berdasarkan rumus diatas dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 16, diperoleh interval skor untuk kategori “sangat tidak setuju” sebesar 16-28,8, “tidak setuju” sebesar 28,9-41,6, “kurang setuju” sebesar 41,7-54,4, “setuju” sebesar 54,5-67,2 dan “sangat setuju” sebesar 67,3-80.
6. Persepsi contoh terhadap tiap butir pernyataan yang mengukur tingkat persepsi contoh dilakukan dengan pertanyaan yang menggunakan skala Likert dengan lima peringkat. Jawaban “sangat tidak setuju” diberi bobot satu, “tidak setuju” diberi bobot dua, “kurang setuju” diberi bobot tiga, “setuju” diberi nilai empat dan “sangat setuju” memiliki poin lima. Persepsi contoh terhadap tiap poin pernyataan dinyatakan dalam lima kategori, yaitu “sangat tidak setuju”, “tidak setuju”, “kurang setuju”, “setuju”, dan “sangat setuju”. Penentuan kelas interval persepsi contoh dilakukan dengan rumus berikut (Umar 2003):
Berdasarkan rumus diatas dengan nilai tertinggi 5 dan nilai terendah 1, diperoleh rataan untuk kategori “sangat tidak setuju” sebesar 0-1,8, “tidak setuju” sebesar 1,9-2,6, “kurang setuju” sebesar 2,7-3,4, “setuju” sebesar 3,5-4,2 dan “sangat setuju” sebesar 4,3-5.
7. Variabel perilaku konsumsi nada sambung diukur dengan menggunakan pertanyaan berskala Likert yang memiliki empat peringkat. Jawaban “tidak pernah” diberi bobot satu, “jarang” bernilai dua, “sering” berbobot tiga, sedangkan “selalu” diberi nilai empat. Perilaku konsumsi nada sambung kemudian dibagi menjadi empat kategori, yaitu “tidak pernah”, “jarang”, “sering”, dan “selalu”. Pembagian kategori itu diperoleh dengan menggunakan rumus erikut (Umar 2003): b
Berdasarkan rumus diatas dengan nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 17, diperoleh interval skor untuk kategori “tidak pernah” sebesar 17-34, “jarang” sebesar 35-51, “sering” sebesar 52-68, dan “selalu” sebesar 69-85.
8. Tiap poin pernyataan tentang perilaku konsumsi nada sambung diukur dengan menggunakan pertanyaan berskala Likert yang memiliki empat peringkat. Jawaban “tidak pernah” diberi bobot satu, “jarang” bernilai dua, “sering” berbobot tiga, sedangkan “selalu” diberi nilai empat. Perilaku konsumsi nada sambung kemudian dibagi menjadi empat kategori, yaitu “tidak pernah”, “jarang”, “sering”, dan “selalu”. Pembagian kategori itu diperoleh dengan menggunakan rumus berikut (Umar 2003):
Berdasarkan rumus diatas dengan nilai tertinggi 4 dan nilai terendah 1, diperoleh interval skor untuk kategori “tidak pernah” sebesar 1-1,75, “jarang” sebesar 1,76-2,5, “sering” sebesar 2,6-3,25, “selalu” sebesar 3,26-4.
9. Pengaruh usia, uang saku, jenis kelamin, kelompok acuan, pengetahuan dan persepsi konsumen terhadap perilaku pembelian nada sambung dianalisis dengan uji regresi. Persamaan regresi yang digunakan adalah:
Keterangan:
Y = Perilaku pembelian nada sambung α = Konstanta regresi β = Koefisien regresi x1 = Pengetahuan konsumen x2 = Persepsi konsumen x3 = Usia x4 = Uang saku x5 = Jenis kelamin x6 = Kelompok acuan e = Kesalahan Definisi Operasional
Karakteristik individu adalah ciri-ciri individu yang meliputi usia, jenis kelamin, dan uang saku. Ciri-ciri individu tersebut dijabarkan di bawah ini:
• Usia adalah umurcontoh yang dinyatakan dalam tahun
• Jenis kelamin adalah perbedaan contoh berdasarkan ciri biologis
dengan kategori laki-laki dan perempuan
• Uang saku adalah nilai uang yang dinyatakan dalam rupiah dan
menggambarkan pengeluaran dan perolehan uang berupa pemberian orang tua/saudara, upah kerja dan/atau beasiswa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai mahasiswa selama satu bulan.
Kelompok acuanadalah orang-orang yang berpengaruh terhadap pengambilan
keputusan contoh.
Karakteristik keluarga adalah keadaan keluarga contoh yang meliputi jumlah
anggota keluarga, pekerjaan orang tua dan pendapatan keluarga.
• Jumlah anggota keluarga adalah jumlah anggota keluarga inti contoh
yang dinyatakan dalam jumlah orang. Jumlah anggota keluarga dikelompokkan menjadi keluarga kecil (anggota keluarga ≤ 4 orang), keluarga sedang (anggota keluarga 5-6 orang), dan keluarga besar (anggota keluarga ≥ 7 orang).
• Pekerjaan orang tua adalah jenis pekerjaan yang dilakukan orang tua
untuk mendapatkan nafkah dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Kode satu untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), kode dua untuk pegawai
lima untuk tidak bekerja/ibu rumah tangga, dan kode enam untuk jenis pekerjaan lain.
• Pendapatan keluarga adalah total seluruh pendapatan anggota
keluarga yang bekerja.
Nada sambung adalah rekaman suara yang dibeli seorang konsumen operator
seluler sehingga orang yang menghubunginya akan mendengarkan rekaman itu saat melakukan panggilan telepon.
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki contoh tentang
produk nada sambung dan disimpan dalam memori jangka panjang.
Persepsi konsumen adalah penilaian seorang konsumen terhadap nada
sambung berdasarkan stimulus yang diterima dan pengetahuan yang telah didapatnya di masa lalu.
Perilaku pembelian adalah tahap akhir dari proses pengambilan keputusan
konsumen yang ditunjukkan dalam tingkat frekuensi pembelian nada sambung.