• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEKANIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MEKANIKA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RESULTAN GAYA II RESULTAN GAYA II

1.

1. KOMPETENSIKOMPETENSI

Setelah melaksanakan praktek,

Setelah melaksanakan praktek, praktikan/mahasispraktikan/mahasiswa diharapkan:wa diharapkan: 

 Praktikan dapat membuktikan resultan gayaPraktikan dapat membuktikan resultan gaya

2.

2. SUB KOMPETENSISUB KOMPETENSI 

 Mampu menganalisis gaya pada sistem Koplaner.Mampu menganalisis gaya pada sistem Koplaner. 

 Mampu menganalisis gaya-gaya sejajar.Mampu menganalisis gaya-gaya sejajar. 

 Mengetahui hubungan gaya-gaya pada bidang ruang.Mengetahui hubungan gaya-gaya pada bidang ruang.

3.

3. DASAR TEORIDASAR TEORI

Gaya secara sederhana dapat di definisikan sebagai suatu besaran yang Gaya secara sederhana dapat di definisikan sebagai suatu besaran yang menyebabkan benda bergerak. Gaya sebagai besaran vector dapat menyebabkan menyebabkan benda bergerak. Gaya sebagai besaran vector dapat menyebabkan sebuah benda berubah bentuk, berubah posisi, berubah kecepatan, berubah panjang sebuah benda berubah bentuk, berubah posisi, berubah kecepatan, berubah panjang atau volume, dan juga berubah arah. Ketika seseorang mendorong mobil yang mogok, atau volume, dan juga berubah arah. Ketika seseorang mendorong mobil yang mogok, orang tersebut memberikan gaya pada mobil itu. Contoh lain pada olah raga bulu orang tersebut memberikan gaya pada mobil itu. Contoh lain pada olah raga bulu tangkis, sebuah gaya diberikan oleh atlet pada bola sehingga menyebabkan bola tangkis, sebuah gaya diberikan oleh atlet pada bola sehingga menyebabkan bola berubah arah gerak. Ketika sebuah mesin mengangkat lift, atau martil memukul paku, berubah arah gerak. Ketika sebuah mesin mengangkat lift, atau martil memukul paku, atau angin meniup daun-daun pada sebuah pohon, berarti sebuah gaya sedang atau angin meniup daun-daun pada sebuah pohon, berarti sebuah gaya sedang diberikan. Dikatakan bahwa sebuah benda jatuh karena gaya gravitasi. Jadi, gaya diberikan. Dikatakan bahwa sebuah benda jatuh karena gaya gravitasi. Jadi, gaya dapat menyebabkan perubahan pada benda, yaitu perubahan bentuk, sifat gerak dapat menyebabkan perubahan pada benda, yaitu perubahan bentuk, sifat gerak benda, kecepatan, dan arah gerak benda.

(2)

F3 Lx Ly F1 F2 X P Y F4

Di sisi lain, gaya tidak selalu menyebabkan gerak. Sebagai contoh, jika kalian mendorong tembok dengan sekuat tenaga, tetapi tembok tetap tidak bergerak.Sebuah gaya memiliki nilai dan arah, sehingga merupakan vektor yang mengikuti aturan-aturan penjumlahan vektor yang telah dibahas pada pada Bab 1. Untuk mengukur besar atau kekuatan gaya, dapat dilakukan dengan menggunakan neraca pegas / spring balance.

Menurut Hukum Newton III adalah bila gaya aksi dan reaksi antara bodi yang berinteraksi memiliki besar yang sama, berlawanan arah dan segaris.

Sumber lain menyebutkan bahwa bunyi Hukum Newton III : “Setiap gaya mekanik  selalu muncul berpasangan, yang satu disebut aksi dan yang lain disebut reaksi, sedemikian rupa sehingga aksi = - reaksi.” 

Jika kita cermati praktikum Resultan Gaya II merupakan pengembangan dari praktikum resultan gaya I. Jika pada resultan gaya I hanya terdapat satu buah batang yang menerima beban sedangkan pada resultan gaya II terdapat batang yang sama tetapi digabungkan menjadi sebuah bidang segi 4, dengan kata lain terdapat 4 reaksi gaya, yaitu penggabungan dari 4 buah resultan gaya I.

Jika kita urai satu per satu dari ke empat batang yang membetuk bidang segi 4, maka akan diperoleh gambar sebagai berikut.

(3)

F2

Lx

x F3

P

Jika ke empat batang di gabungkan maka gaya-gaya yang bekerja akan saling mempengaruhi dari satu batang ke batang lainnya. Pada rumus di bawah ini telah di jelaskan jika di tinjau dari titik F3 maka illustrasinya sebagai berikut:

X F4 F3 P Lx y F1 F3 P Ly X F2 F1 P Lx y F4 F2 P Ly F4 X F4 +F2 F3 P Lx

(4)

Untuk mencari harga X, maka dapat dirumuskan seperti di bawah ini:

1. P . X = ( F2+ F4) . Lx

X =      

Begitu pula yang terjadi jika di tinjau dari titik F4untuk mencari harga Y :

2. P . Y = ( F2+ F1) . Ly

Y =      

4. ALAT PERCOBAAN

 Satu set peralatan resultan gaya  Spring balance

 Beban 500 gram, 1000 gram, dan 1500 gram  Mistar baja

5. KESELAMATAN KERJA

 Bekerjalah dengan hati-hati  Hindari jatuhnya peralatan

 Letakkan peralatan di meja dengan baik

6. LANGKAH KERJA

 Siapkan alat-alat yang diperlukan.

 Chekspring balancepada keadaan nol dan baik.  Setel peralatan resultan gaya seperti gambar.  Tentukan dan ukur panjang X dan L.

 Beri dan catat beban secara bertahap.

 Catat reaksi dengan membaca 4 buah spring balancepada tabel.

7. DATA HASIL PENGAMATAN

No P (gram) F1 (N) F2 (N) F3 (N) F4 (N) X (m) Y (m) Lx (m) Ly (m) 1. (a). 500 4.6 4.2 4.4 4.1 0.145 0.145 0.29 0.29

(5)

(b). 1000 3.5 3.3 4.1 3.1 0.145 0.145 0.29 0.29 (c). 1500 2.2 2.0 2.1 1.8 0.145 0.145 0.29 0.29 2. (a). 500 4.4 4.2 4.1 4.0 0.15 0.25 0.32 0.5 (b). 1000 3.5 3.3 2.8 31 0.15 0.25 0.32 0.5 (c). 1500 2.3 1.9 1.8 1.8 0.15 0.25 0.32 0.5 3. (a). 500 5.2 4.6 4.1 4.5 0.06 0.07 0.15 0.15 (b). 1000 4.0 3.5 2.8 3.0 0.06 0.07 0.15 0.15 (c). 1500 2.8 3.2 1.7 1.9 0.06 0.07 0.15 0.15 4. (a). 500 9.0 5.4 8.0 2.0 0.05 0.07 0.20 0.52 (b). 1000 6.4 4.0 7.0 1.9 0.05 0.07 0.20 0.52 (c). 1500 3.9 2.4 5.0 1.2 0.05 0.07 0.20 0.52 8. BAHAN DISKUSI

 Menghitung gaya X secara teori dengan rumus yang telah ada.

 Membandingkan antara Xsecara teori dengan X secara praktikum , kemudian menentukan penyimpangannya.

 Menganalisis dan memberi kesimpulan dari data hasil praktik.

9. ANALISA DATA

Berdasarkan data-data yang diperoleh dari praktek secara langsung, dapat dicari harga X secara teori dengan persamaan rumus X . P = ( F2 + F4 ) . Lx. Kemudian

membandingkan antara X secara teori dan X secara praktikum.

No. X Teori (m) X Praktek (m) Selisih “±.Xt-Xp” (m)

1. X =   =     = 0.48 0.145 0.335 X =   =     = 0.185 0.145 0.04     

(6)

2. X =   =     = 0.52 0.15 0.37 X =   =     = 0.20 0.15 0.05 X =   =     = 0.08 0.15 0.07 3. X =   =     = 0.27 0.06 0.21 X =   =     = 0.10 0.06 0.04 X =   =     = 0.05 0.06 0.01 4. X =   =     = 0.30 0.05 0.25 X =   =     = 0.12 0.05 0.07 X =   =     = 0.05 0.05 0 1.2

Harga Y secara teori dapat dihitung dengan persamaan rumus Y . P = ( F2 + F1 ) . Ly.

Kemudian membandingkan antara Y secara teori dan Y secara praktikum.

No. Y Teori (m) Y Praktek (m) Selisih “±.Yt-Yp” (m)

1. Y =   =     = 0.51 0.145 0.37 Y =   =     = 0.2 0.145 0.05 Y =   =     = 0.08 0.145 -0.06 2. Y =   =     = 0.86 0.25 0.61 Y =   =     = 0.34 0.25 0.09

(7)

Y =   =     = 0.14 0.25 -0.11 3. Y =   =     = 0.29 0.07 0.22 Y =   =     = 0.11 0.07 0.04 Y =   =     = 0.06 0.07 -0.01 4. Y =   =     = 1.50 0.07 1.43 Y =   =     = 0.54 0.07 0.47 Y =   =     = 0.22 0.07 0.15 3.24

Dalam melakukan melakukan praktikum, dengan menentukan 4 kali harga X dan Y, dan setiap jarak X dan Y dibebani 3 gaya/beban yang berbeda yaitu 500 gram, 1.000 gram, dan 1.500 gram. Terdapat 1 penyimpangan yang cukup besar pada setiap praktikum dengan harga X dan Y yang sama, dan pada saat praktikum penyimpangan itu terdapat pada pembebanan pertama yaitu pada beban 500 gram.

Dan dari data reaksi gaya-gaya yang bekerja pada spring balance perubahan nilai- nilai pada F1, F2, F3, dan F4 tidak stabil atau teratur. Seharusnya pada titik beban

yang sama dengan hanya nilai beban yang berubah maka perubahan gaya harusnya meningkat stabil dan berbanding lurus dengan meningkatnya beban yang bekerja.

Dari data dan perhitungan keseluruan maka diperoleh rata-rata nilai X adalah 

  m = 100 mm dan rata-rata nilai Y adalah 

  m = 270 mm. Penyimpangan rata-rata X dan Y yang cukup besar menunjukkan banyak faktor yang mempengaruhui data praktikum baik dari alat maupun praktikan. Semakin banyak data maka taraf kesalahan juga akan semakin besar.

(8)

10. KESIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum resultan gaya II adalah jika bidang yang dibentuk dipisah-pisahkan per bagian, maka reaksi yang terjadi akan seperti yang di lakukan pada percobaan Resultan Gaya I. jika suatu beban di letakkan pada suatu bidang dengan panjang Lx dan lebar Ly yang pada ke 4 sudutnya di pasang sebuah spring balance

menunjukkan bahwa beban tersebut terbagi menjadi 4 bagian pada masing-masing

spring balance, ketika beban diletakkan pada persimpangan X dan Y tepat berada di tengah bidang maka gaya yang di tunjukkan oleh 4 spring balance akan sama besar. Sedangkan jika beban tidak berada di tengah bidang Lxdan Ly makaspring balance yang

terdekat dengan beban akan menunjukkan gaya yang lebih besar dari spring balance

yang lain.

Besar bidang yang dibatasi oleh Lx dan Ly juga berpengaruh pada percobaan

resultan gaya II, yaitu ketika Lx dan Ly kecil maka gaya yang di tunjukkan pada spring

balance akan besar, tetapi ketika Lx dan Ly di perbesar dengan beban yang sama maka

gaya yang di tunjukkan pada spring balance akan kecil. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa luas bidang berbanding terbalik dengan gaya yang bekerja pada bidang tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Modul Praktikum Pemrograman 1 – Bayu Rahayudi 22 Dimana input data adalah memasukkan data nilai (antara 0 sampai 100) ke dalam suatu array. Menampilkan data adalah menampilkan

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dan uji perbedaan dengan uji beda t paired test, maka disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bercerita dengan menggunakan

Wilayah NNG dibagi dalam tiga daerah administratif yaitu Nieuw Guinea Utara yang dikepalai seorang asisten residen yang berkedudukan di Manokwari, Nieuw Guinea Barat yang

Bagi membolehkan Malaysia mendapat terma kewangan yang terbaik ini, dalam rundingan G2G berkenaan, syarikat pembinaan terbesar milik Negara China iaitu China

derajat dismenore primer. Hasil data uji Chi-Square menyatakan terdapat hubungan antara tebal lipatan lemak bawah kulit dan dismenore primer pada siswi SMA Swasta

Pyometra, yang telah dilaporkan dalam satu kasus setelah jahitan Teknik Squaredimana teknik ini menghilangkan rongga uterus Jahitan kompresi uterus tepat untuk perdarahan

Tentang Retribusi Jasa Umum, yang selanjutnya disebut Retribusi, adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus