DAFTAR ISI
Hal
I. PENDAHULUAN ... 1
1. Gambaran Umum ... 1
2. Tujuan ... 2
3. Pengguna Petunjuk Operasional ... 2
II. KETENTUAN UMUM PEMBAYARAN ... 4
1. Jenis Pembayaran ... 4
2. Jenis Tagihan ... 4
3. Pembayaran Pihak Ketiga Atas Biaya-Biaya Di Dalam Kontrak ... 5
4. Pembayaran Atas Biaya-Biaya Kegiatan Swakelola ... 8
5. Penagihan... 9
III. JENIS KEGIATAN ... 11
IV. KOMPONEN BIAYA ... 12
V. PERTANGGUNGJAWABAN DAN PELAPORAN ... 15
1. Pertanggungjawaban ... 15
2. Pelaporan ... 24
VI. VERIFIKASI TAGIHAN ... 26
LAMPIRAN
Lampiran 1. Format Buku Kas Fas, Regional, Propinsi, Kabupaten/Kota ... 29Lampiran 2. Rekapitulasi Bukti Transfer ... 30
Lampiran 3. Rekapitulasi Bukti Perjalanan Dinas ... 31
Lampiran 4. Surat Pernyataan Sewa Kantor ... 32
Lampiran 5. Surat Pernyataan Sewa Kendaraan... 33
Lampiran 6. Rekapitulasi Pemeriksaan Fisik (Physical Count Checklist) ... 34
Lampiran 7. Rekapitulasi Hasil Konfirmasi Kepada Pihak Ketiga ... 35
I.
PENDAHULUAN
1.
GAMBARAN UMUM
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat
Program Pamsimas bertujuan untuk untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat
kurang terlayani di wilayah perdesaan dan peri-urban yang dapat mengakses
pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, didalam pelaksanaannya Pamsimas memerlukan dukungan, selain Pengelola Program itu sendiri. Agar pendukung Pamsimas mempunyai kapasitas dan dapat menyelaraskan dengan tujuan program, maka diadakan peningkatan kemampuan (capacity building). Peningkatan kemampuan pendukung ini dibangun melalui pelatihan, lokakarya, maupun sosialisasi. Kegiatan lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah rapat/pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka koordinasi dan penyelesaian pekerjaan yang diperlukan secara intensif.
Penyelenggara pelaksanaan dukungan manajemen proyek maupun peningkatan kapasitas tenaga pendukung dapat dilakukan melalui kegiatan Konsultan maupun Bukan (Non) Konsultan. Baik kegiatan konsultan maupun non konsultan, didalam pelaksanaannya dituntut akuntabilitas dan batas waktu pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berkaitan dengan pertanggungjawaban kegiatan, perlu dilakukan proses verifikasi dokumen pertanggungjawaban oleh penyelenggara kegiatan.
Pamsimas merupakan program lintas sektoral, dan setiap sektor atau pelaksana (PIU) mempunyai tenaga pendukung dan kegiatan capacity building atau kegiatan sejenis. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur masing-masing, oleh karena itu diperlukan suatu panduan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara akurat.
Secara garis besar pelaksanaan verifikasi antara lain harus berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
a. Kecukupan, validitas dan akurasi sistem pengelolaan keuangan proyek, yang didalamnya telah termasuk pengendalian internal.
b. Ketaatan terhadap ketentuan kesepakatan pendanaan (Loan Agreement dan Grant Agreement), khususnya yang terkait dengan relevansi pelaksanaan akuntansi / keuangan yang mencakup bahwa:
1) Semua dana eksternal telah digunakan sesuai dengan persyaratan dengan memperhatikan prinsip ekonomi dan efisiensi dan sesuai dengan tujuan pendanaan;
2) Semua pengeluaran yang dibebankan kepada proyek merupakan pengeluaran yang layak dan telah dikelompokkan dengan benar;
3) Seluruh Barang dan Jasa yang didanai dan diadakan (pengadaan) sesuai dengan kesepakatan pendanaan;
4) Semua bukti-bukti dokumen pendukung dan seluruh catatan pengeluaran telah disimpan sesuai dengan kegiatan proyek.
Panduan ini juga dimaksudkan sebagai panduan untuk kegiatan swakelola. Swakelola menurut Perpres nomor 4 tahun 2015 tanggal 16 Januari 2015 tentang Perubahan Keempat Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, merupakan kegiatan pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/diawasi sendiri oleh Kementerian/Lembaga /Departemen/Instansi (K/L/D/I) sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain, dan /atau kelompok masyarakat. Contoh kegiatan swakelola adalah penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar, lokakarya,dan penyuluhan.
Pedoman ini berlaku untuk Pamsimas III, dengan sumber dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dari Bank Dunia.
2.
TUJUAN
Panduan ini bertujuan untuk memberikan petunjuk minimal yang harus ada didalam pertanggungjawaban pekerjaan kontraktual baik itu konsultan, non-konsultan, maupun kegiatan swakelola sehingga memudahkan bagi semua pihak, baik itu pihak ketiga, penyelenggara kegiatan (panitia pelaksana) dan atau verifikator.
3.
PENGGUNA PETUNJUK OPERASIONAL
a. Penanggungjawab KegiatanPenanggungjawab kegiatan pada masing-masing Project Implementation Unit (PIU) sebagai berikut :
PIU Kementrian PU (kontraktual, swakelola)
PIU Kementrian Kesehatan (kontraktual, swakelola) PIU Kementerian Dalam Negeri (kontraktual, swakelola)
b. Tim verifikasi
Tim Verifikator adalah tim yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi dokumen pertanggungjawaban kegiatan untuk masing-masing PIU. Verifikator melakukan verifikasi dokumen invoice sesuai dengan Panduan ini. Hasil verfikasi dituangkan didalam Berita Acara.
Penunjukkan verifikator dilakukan berdasarkan surat keputusan Kepala Satker (mengikuti aturan PIU masing-masing).
II.
KETENTUAN UMUM PEMBAYARAN
1.
JENIS PEMBAYARAN
Jenis pembayaran yang dilakukan oleh pihak proyek kepada pihak penyedia jasa adalah pembayaran uang muka dan pembayaran atas hasil pelaksanaan pekerjaan.
1.1 Pembayaran Uang Muka
a. Pekerjaan kontraktual (Konsultan dan Non Konsultan)
Pekerjaan kontraktual yang ada dalam Pamsimas III adalah NMC, ROMS, TDS, BIES, FAS, EO; Konsultan Individu.
Pembayaran uang muka kepada penyedia jasa digunakan sebagai modal kerja yang besarannya telah ditentukan dalam dokumen kontrak. Uang muka ini merupakan hak penyedia jasa dengan masa pengembalian maksimum 12 bulan atau ketentuan lain yang diatur dalam dokumen kontrak. Pembayaran uang muka dilakukan pada saat pekerjaan akan dilaksanakan, atau setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani dengan mewajibkan penyedia jasa untuk menyerahkan jaminan uang muka yang diterbitkan oleh bank umum/lembaga keuangan dengan nilai nominal sekurang-kurangnya sama dengan uang muka yang dibayarkan kepada penyedia barang atau jasa. b. Swakelola
Kegiatan swakelola yang diselenggarakan oleh Satker, pembayaran uang muka oleh satker melalui bendaharawan mengikuti ketentuan dari Kementerian Keuangan.
Kegiatan swakelola yang diselenggarakan oleh manajemen NMC, ROMS, TDS, BIES, pembayaran uang dari manajemen kepada pejabat yang ditugasi sebagai penanggung jawab kegiatan sesuai dengan kebijakan manajemen.
1.2 Pembayaran Hasil Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan kontraktual (Konsultan dan Non Konsultan)
Pembayaran hasil pelaksanaan pekerjaan kegiatan kontraktual (NMC,ROMS, TDS, BIES, FAS, EO; Individual Consultant) kepada penyedia jasa dilakukan setelah adanya surat tagihan yang disebut invoice. Invoice dapat dibayarkan, berdasarkan pembuktian yang akuntabilitasnya dapat dipertangungjawabkan. b. Swakelola
Pembayaran kegiatan swakelola dilakukan mengikuti ketentuan dari Kementerian Keuangan.
2.
JENIS TAGIHAN
Untuk tagihan hasil pelaksanaan pekerjaan terdiri dari dua jenis, yaitu tagihan uang muka dan tagihan untuk pembayaran hasil pelaksanaan pekerjaan, tagihan pembayaran hasil pelaksanaan pekerjaan terdiri dari; tagihan langsung personil (remuneration) dan tagihan non personil yang terdiri dari duty travel, mobilization and demobilization, rental expenses, utilities expenses, office equipment, communication cost, reporting, dan training and socialization. Jenis tagihan langsung personil dan non personil sesuai dengan jenis pembiayaan didalam kontrak.
1.2 Swakelola
Pertanggungjawaban pembayaran perjalanan dinas, akomodasi (penginapan dan penyelenggaran), serta pembayaran perlengkapan kegiatan lainnya.
3.
PEMBAYARAN PIHAK KETIGA ATAS BIAYA-BIAYA DI DALAM KONTRAK
Manajemen melakukan pembayaran atas biaya-biaya yang terdapat didalam kontrak melalui mekanisme transfer baik transfer langsung ataupun transfer tidak langsung Transfer langsung adalah transfer dari manajemen langsung kepada rekening yang dituju yang didasari oleh ikatan perjanjian, contoh : transfer pembayaran gaji tenaga ahli, transfer biaya sewa kendaraan roda empat, transfer biaya sewa bangunan kantor. Manajemen wajib membukukan setiap transfer tersebut sebagai dasar pengajuan invoice.Transfer tidak langsung adalah transfer dari manajemen kepada orang yang ditunjuk oleh manajemen sebagai perantara pembayaran.nama orang tersebut harus tercantum didalam dokumen kontrak dalam hal ini office manager, project manager, provincial coordinator, district coordinator. Transfer tidak langsung dilakukan karena jenis biaya yang akan dibayarkan relatif kecil sehingga digabung dengan pembayaran lainnya (contoh: transfer untuk biaya office running cost digabung dengan transfer utilities expenses digabung dengan biaya komunikasi). Manajemen wajib membukukan setiap transfer tersebut sebagai dasar pengajuan invoice, dan penerima transfer wajib membukukan setiap transfer yang diterimanya seperti pada Lampiran 1, 2, 3 dan bukti-bukti pembelanjaan harus diadministrasikan dengan baik dan disimpan di kantor masing-masing dengan tertib dan aman. Bukti-bukti asli akan diperiksa pada saat ada kunjungan lapangan dan harus tersedia apabila dibutuhkan baik dalam rangka konfirmasi maupun pemeriksaan oleh pihak yang berkepentingan.
Berikut adalah mekanisme transfer dan pengajuan penagihan :
Catatan:
*) diperuntukkan pembayaran remunerasi dan BOP untuk personal yang ditunjuk **) BOP dan pembayaran lain melalui personal yang ditunjuk
FAS
Penagihan oleh FAS didahului dengan pelaporan yang disusun baik oleh Fasilitator Masyarakat maupun Senior Fasilitator. Mekanisme pelaporan Fasilitator Masyarakat maupun Senior Masyarakat:
Bagan Arus Mekanisme Penagihan FAS
#dilakukan menggunakan aplikasi
4.
PEMBAYARAN ATAS BIAYA-BIAYA KEGIATAN SWAKELOLA
Pembayaran atas biaya-biaya kegiatan swakelola melalui mekanisme:4.1 Transfer (langsung melalui KPPN-SP2D LS) untuk pembayaran kontrak yang terkait langsung dengan kegiatan yang diselenggarakan (misal: hotel, material kit, dan lain-lain), serta perjalanan dinas.
4.2 Pertanggungjawaban kegiatan (misal: biaya perjalanan dinas peserta, operasional atas penyelenggaraan kegiatan).
Mekanisme pembayaran melalui transfer dan pertanggungjawaban biaya mengikuti aturan dari Kementerian Keuangan.
5.
PENAGIHAN
5.1 Pekerjaan kontraktual (Konsultan dan Non Konsultan)
Proyek akan melakukan pembayaran tagihan pelaksanaan setelah pihak proyek menerima hasil pelaksanaan pekerjaan berupa laporan-laporan (Laporan Awal Penugasan, Laporan Bulanan, Tiga Bulanan, Tahunan, dan Laporan Akhir Penugasan).
5.2 Swakelola
Untuk pekerjaan yang dikerjakan sendiri (swakelola), proyek akan mempertanggungjawabkan penggunaan dana dan mengajukan permintaan dana ke KPPN.
Pembayaran atau pertanggungjawaban kegiatan dapat diajukan kepada proyek dengan melampirkan dokumen pendukung berupa:
Nomor
Urut Jenis dokumen pendukung Kontraktual Swakelola
Event Organizer (EO)
1 Kwitansi dalam rangkap lima (5) bermaterai cukup, bernomor, tanggal, dan ditandatangani oleh Direktur/Pimpinan Perusahaan
2 Laporan Kegiatan (Laporan Awal Penugasan, Bulanan, Tiga bulanan, Tahunan, dan Laporan Akhir
Penugasan).
Laporan suatu kegiatan
pelatihan/workshop/sosialisasi, rapat koordinasi.*
3 Berita Acara Serah Terima Pekerjaan, dibuat rangkap lima (5) dan telah ditandatangani oleh panitia penerima pekerjaan.
4 Rekapitulasi Tagihan (Invoice) beserta bukti- bukti pengeluaran dibuat rangkap 2 (dua) dan
menyertakan bukti transfer untuk pengeluaran yang mensyaratkan bukti transfer (1 asli dan 1 foto copy)
*Sesuai dengan kegiatan didalam kontrak
1. Jika salah satu persyaratan didalam tabel diatas tidak terpenuhi maka, pihak proyek/verifikator menolak dan mengembalikan permohonan pembayaran invoice/tagihan tersebut.
2. Jika seluruh bukti pengeluaran tidak disusun sesuai dengan urutan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), maka tim verifikasi berhak menolak permohonan Pembayaran invoice/tagihan tersebut.
3. Bukti-bukti pengeluaran yang dinyatakan tidak valid oleh tim verifikasi (seperti: bukti pengeluaran dalam bentuk tidak asli/scan/fotocopy, bukti pengeluaran yang tidak wajar, dan sejenisnya) akan dikembalikan ke pihak penyedia jasa pada kegiatan kontraktual. Ketidaksesuaian akan dikomunikasikan (dalam waktu dua hari) kepada penyedia jasa dan penyedia jasa diberi kesempatan menjelaskan/memperbaiki.
Verifikasi akan dilakukan 10 hari kerja dari diterimanya dokumen penagihan. Klarifikasi atas hasil verifikasi dilakukan segera atau paling lambat dalam kurun waktu 10 hari kerja setelah proses verifikasi selesai, dimana pihak ketiga diberikan waktu selama tiga (3) hari kerja untuk memberikan penjelasan maupun melakukan perbaikan atas klarifikasi tersebut.
Sedangkan apabila kegiatan swakelola, terhadap bukti yang tidak valid, tidak dapat diajukan pertanggungjawaban dan atau pengajuan pembayaran ke KPPN. Terhadap bukti yang belum lengkap dapat dilengkapi sepanjang tidak merubah bukti utama dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (paling lambat dalam kurun sepuluh (10) hari kerja tersebut).
Harap merujuk pada diagram alur di Lampiran 8 mengenai mekanisme verifikasi tagihan pihak ketiga dan swakelola.
4. Bukti tagihan yang bersifat pembelian / pengadaan (purchase) dinyatakan valid apabila pembelian tersebut dilakukan paling lambat 2 (dua) bulan setelah tandatangan kontrak, kecuali pembelian dengan spesifikasi khusus (indent) dan harus mendapat persetujuan dari pemberi pekerjaan.
5. Personil yang ada/ditugaskan harus sesuai dengan nama, posisi / jabatan yang tertera dalam kontrak atau surat mobilisasi, sesuai dengan periode dimulainya kontrak yang bersangkutan. Bilamana terjadi ketidak sesuaian maka tidak dapat ditagihkan.
6. Kelengkapan bukti pendukung harus merujuk pada: Persyaratan kontrak (untuk pekerjaan kontraktual) yaitu:
- Biaya dengan plafon (ceiling cost) yaitu merupakan penagihan atas pengeluaran dari jenis biaya dengan pagu atas; wajib disertai bukti pendukung asli yang menunjukkan jumlah biaya aktual, dilengkapi dengan rekapitulasi sesuai RAB yang disiapkan oleh office manager (manajemen). Wajib pula disertai bukti transfer asli dari office manager (manajemen) ke rekening personal/ pihak ketiga/ project manager/ koordinator propinsi/ koordinator kabupaten-Kota;
- Biaya yang bersifat tetap (fixed cost) yaitu merupakan biaya yang bersifat tetap sesuai dengan unit cost didalam kontrak. Penagihan jenis biaya dengan fixed cost ini wajib disertai bukti transfer asli dari Office Manager (manajemen) ke rekening penerima masing-masing personal/pihak ketiga / petugas administrasi / Koordinator Propinsi / Koordinator Kabupaten-Kota / Fasilitator disertai dengan rekapitulasi bukti transfer yang disiapkan oleh Office Manager (Manajemen).
RAB (untuk kegiatan baik yang dilakukan sendiri/swakelola) yaitu biaya –biaya yang dapat ditagihkan oleh pihak penyelenggara kegiatan atau dipertanggungjawabkan adalah komponen biaya didalam RAB yang telah disepakati atau telah mendapat persetujuan dari donor/lender.
III.
JENIS KEGIATAN
Bagan Kegiatan PamsimasPenjelasan:
(1) Kegiatan adalah aktivitas yang dilaksanakan didalam program Pamsimas.
(2) Kegiatan kontraktual adalah kegiatan yang dilakukan oleh pihak ketiga melalui suatu proses pengadaan. (3) Swakelola menurut Perpres nomor 4 tahun 2015 tanggal 16 Januari 2015 tentang Perubahan Keempat
Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, merupakan kegiatan pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/diawasi sendiri oleh Kementerian/ Lembaga / Departemen/ Instansi (K/L/D/I) sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain, dan/atau kelompok masyarakat. Contoh kegiatan swakelola adalah penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar, lokakarya, dan penyuluhan.
(4) Jasa Konsultasi menurut Perpres nomor 4 tahun 2015 tanggal 16 Januari 2015 tentang Perubahan Keempat Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Sedangkan Penyedia Barang/Jasa adalah badan atau orang perseorangan yang menyediakan barang/konstruksi/jasa konsultan/jasa lainnya.
(5) Non konsulting services1 adalah layanan dimana aspek-aspek dari suatu kegiatan yang utama/dominan. Kegiatan yang utama tersebut yang dilelang dan dikontrak berdasarkan kinerja dari output fisik yang terukur, dan dimana standar kinerja dapat dengan jelas diidentifikasi dan secara konsisten dijalankan.
1Guidelines Procurement of Goods, Works, and Non-Consulting Services Under IBRD Loans and IDA Credits & Grants byWorld Bank
Borrowers NMC/ Individual Konsultan (4) Kontraktual (2) KEGIATAN (1) Swakelola (3)
ROMS, TDS: Kemen PU; EO: Kemen PU,
Kesehatan; Dalam Negeri; Kemendes
FAS: PSPAM Provinsi Kemen PU; Kesehatan;
Dalam Negeri; Kemendes
Non Konsultan (5) ROMS, TDS, EO, Mgmn STBM, FAS NMC: Kemen PU; Individual: Kemen PU, Kesehatan; Dalam Negeri; Kemendes
IV.
KOMPONEN BIAYA
Komponen biaya yang ada dalam kontrak masing-masing mempunyai unit cost dengan sifat yang berbeda, perbedaan itu terletak pada keharusan menyertakan bukti-bukti pendukung untuk pengajuan pembayaran (invoice).
Tabel di bawah ini harus dijadikan acuan bagi penyedia jasa didalam melakukan pembayaran kepada pelaksana.
Kelengkapan bukti pendukung harus merujuk kepada: 1. Sifat Unit Cost (ceiling / fixed)
Untuk item biaya dengan sifat unit cost ceiling (biaya dengan plafon): pengajuan pembayaran (invoice) wajib disertai bukti pendukung belanja asli dan rekapitulasinya yang sesuai dengan struktur yang ada dalam RAB kontrak, bukti transfer asli dari manajemen ke Office Manager atau dari Office Manager ke Provincial Coordinator dan Dictrict Coordinator lengkap dengan rekapitulasi bukti transfer.
Untuk item biaya dengan sifat unit cost fixed (biaya yang bersifat tetap): pengajuan pembayaran (invoice) wajib disertai bukti transfer asli dari manajemen ke Office Manager atau dari Office Manager ke Provincial Coordinator dan District Coordinator lengkap dengan rekapitulasi bukti transfer.
Biaya Personal (THP): manajemen transfer langsung kepada masing-masing personal.
Biaya perjalanan Dinas: Manajemen transfer kepada Office Manager.
Biaya kantor: manajemen transfer ke Office manager, Korprov, Korkab/kot
Biaya sewa: manajemen transfer kepada pihak ketiga
2. RAB yang disetujui oleh donor/lender (swakelola) (ceiling cost/fixed cost)
Untuk pembayaran kegiatan swakelola, pembayaran biaya dengan persyaratan ceiling cost maupun fixed cost wajib disertai bukti asli dan rekapitulasi sesuai dengan RAB.
Tabel A Komponen Biaya dan Sifat Unit Cost
No. Komponen Biaya NMC Individu ROMS TDS EO ****) FAS Swakelola A Biaya Personil (Remuneration) Fixed*) Fixed***) Fixed**) Fixed***) Fixed*****)
B Biaya Yang Dapat Digantikan (Reimbusable Cost)
1 Perjalanan Dinas (Duty Travel) Ceiling Ceiling Ceiling Ceiling
2 Biaya Transpotasi (transportation allowance) Fixed
2
Biaya penempatan tenaga dan pengembalian ke tempat asal
(Mobilisation dan Demobilisation) NA Ceiling/NA Ceiling NA NA
3 Sewa Kantor (Office Space -Rental) Ceiling NA Fixed Ceiling NA 4 Biaya Rumah tangga (Expense) Utilities Ceiling Fixed Fixed Ceiling
No. Komponen Biaya NMC Individu ROMS TDS EO ****) FAS Swakelola
5 Peralatan Kantor (Office Equipment) Ceiling NA Fixed Ceiling Fixed
6 Sewa Kendaraan (Vehicle Rental) Ceiling Fixed Fixed Ceiling NA 7 Biaya Komunikasi (Cost) Communication Ceiling Ceiling Ceiling Ceiling Fixed
8 Pelatihan/pertemuan (Training/meeting) Ceiling NA Ceiling/ Fixed Ceiling NA 9 Pembuatan laporan (Report) Reproduction of Fixed Fixed Fixed Fixed Fixed C Paket Kegiatan
1 Honor Narasumber NA Fixed Fixed Fixed
2 Per diem peserta/OSA Fixed Fixed Fixed
3 Tiket pesawat/kapal laut/kereta/ bus/travel Ceiling Ceiling Ceiling Ceiling/ Fixed Ceiling
4 Paket Fullboard/Fullday/Halfday Ceiling Fixed Ceiling Ceiling/ Fixed Ceiling
5 Bahan Pelatihan (material training & Kit) Ceiling Ceiling Fixed Ceiling
6 ATK Fixed Fixed Ceiling/ Fixed Fixed
7 Perlengkapan: - Sewa kamera video
- Sewa kendaraan
- Sewa printer
NA Ceiling Ceiling/
Fixed Ceiling
8 Percetakan: spanduk, poster, leaflet Fixed Ceiling Ceiling/
Fixed Ceiling
Catatan:
Tabel mengenai sifat unit cost ceiling dan fixed di atas biasanya tercantum dalam kolom
“keterangan/remarks” masing-masing kontrak pekerjaan kontraktual, sedangkan untuk kegiatan swakelola harus mengikuti ketentuan RAB yang disetujui dan pertanggungjawaban DIPA (per MAK dan Kegiatan). Apabila terdapat perbedaan sifat unit cost dengan yang ada pada kolom “keterangan/remarks” kontrak, maka keterangan di kontrak yang diberlakukan. Apabila dalam kontrak tidak terdapat keterangan yang menyebutkan sifat masing-masing unit cost, maka tabel di atas dipakai. Untuk kontrak-kontrak baru tabel di atas harus dijadikan acuan dalam menyusun kontrak.
*) Untuk konsultan harga satuan billing rate adalah fixed, termasuk didalamnya biaya overhead, keuntungan perusahaan, dan lain lain. Perusahaan diharuskan menyiapkan bukti penugasan personil yang ditagihkan dengan timesheet.
**) Untuk ROMS biaya satuan personal adalah fixed, termasuk di dalamnya keuntungan perusahaan dan lain lain. Selain bukti penugasan perusahaan harus dapat membuktikan (bila diperlukan) bahwa sejumlah pembayaran kepada personal yang bersangkutan tidak kurang dari angka minimum yang disyaratkan dalam dokumen kontrak dengan didukung oleh bukti transfer.
***) Pada konsultan individu, termasuk yang dibayarkan melalui TDS, maka biaya satuan personal konsultan individu adalah fixed rate dan merupakan pembayaran yang diterima oleh personal yang bersangkutan. Untuk pembayaran konsultan individu dalam TDS maka pihak ketiga mendapatkan fee sebesar yang tercantum dalam kontrak.
****) Sesuai dengan kontrak
*****) Untuk FAS biaya satuan personal adalah fixed. FAS tidak diperbolehkan memperoleh keuntungan atas biaya personal. Pemotongan yang diperbolehkan adalah PPh 21, asuransi kesehatan (kesepakatan dengan personal).
Di dalam Kontrak Pamsimas terdapat kegiatan yang dititipkan kedalam pemegang kontrak lain yang sedang berjalan. Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi. Misal: Kegiatan pelatihan STBM dititipkan ke dalam kontrak TDS. Untuk kegiatan yang bersifat titipan seperti ini, unit rate (ceiling/fixed/ fixed – ceiling) mengikuti ketentuan didalam kontrak yang dititipkan untuk item yang sama. Untuk item yang tidak ada di dalam kontrak yang dititipkan, maka unit rate ditentukan berdasarkan negosiasi dengan disertai dokumen pendukung. Untuk item yang unit ratenya ditentukan oleh Pemilik Pekerjaan, maka penyedia jasa berhak untuk management fee.
V.
PERTANGGUNGJAWABAN DAN PELAPORAN
1.
PERTANGGUNGJAWABAN
Semua pembayaran dilakukan dengan transfer. Pembayaran akan dilakukan untuk pengeluaran yang ada bukti transfernya, baik untuk komponen biaya remuneration cost maupun reimbusables cost. Rekap bukti transfer harus dilampirkan (lampiran 2) termasuk detail pembayaran duty travel kepada penerima (lampiran 3) pada saat pengajuan penagihan (invoicing). Rincian penggunaan reimbusables cost akan menjadi obyek verifikasi pada saat kunjungan lapangan oleh tim verifikasi atau audit oleh BPKP, atau review oleh Bank Dunia. Bukti-bukti yang dianggap valid (akurat) dan dapat dipertanggungjawabkan akan diproses lebih lanjut. Sedangkan bukti yang dianggap tidak valid (tidak akurat) tidak dapat di proses. Bukti-bukti yang tidak valid antara lain bukti pengeluaran dalam bentuk scan/fotocopy, bukti pengeluaran yang pola penulisan huruf atau angkanya sama pada nota yang berbeda serta besaran volume bukti pengeluaran yang tidak wajar (yaitu pengeluaran dengan harga melebihi harga pasar setempat). Terhadap bukti-bukti yang dinyatakan tidak valid atau tidak wajar (dalam hal berkaitan dengan volume maupun biaya) dan telah dinyatakan dalam berita acara antara penyedia jasa dengan tim verifikator, tidak dapat di tagihkan kembali pada periode berikutnya.
Apabila terdapat dokumen yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, maka pihak penyelenggara wajib memberikan penjelasan mengenai pengeluaran yang dipertanyakan tersebut. Apabila tidak dapat dijelaskan, pembayaran tersebut tidak dapat dibayar. Apabila setelah pembayaran dilakukan oleh KPPN transaksi tersebut dinyatakan sebagai ineligible expenditure oleh donor/lender, maka atas pembayaran tersebut pihak penyelenggara harus mengembalikan ke Rekening Khusus (mengikuti mekanisme dari Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan).
Kelengkapan bukti pendukung harus merujuk kepada sifat masing-masing unit cost (ceiling cost / fixed costs), dokumen yang diperlukan pada saat pertanggungjawaban kontraktual dan non kontraktual adalah seperti terlihat didalam tabel dibawah ini.
1.1 Pengajuan Tagihan Pembayaran Kontraktual.
Tabel dibawah ini menjelaskan dokumen yang harus diserahkan ke tim verifikasi saat pengajuan tagihan (invoice).
Tabel B. Dokumen Pendukung Pengajuan Tagihan Pembayaran Kontraktual
Item Data yang dibutuhkan NMC Individual ROMS TDS Biaya Personil (Remuneration)
Biaya Personil
(Remuneration) a. Bukti transfer atas pembayaran remunerasi baik secara perorangan atau payroll (daftar penggajian, dimana transfer dilakukan sekaligus dari satu rekening ke rekening masing-masing penerima yang terdapat didalam daftar),
b. Melampirkan bukti setor pajak baik yang disetor secara perorangan maupun kolektif oleh perusahaan, berikut copy NPWP Tenaga Ahli (copy NPWP
dilampirkan hanya pada tagihan pertama). Lampiran Bukti setoran pajak adalah setoran bulan sebelumnya, atau wajib memberikan pada saat konfirmasi/pemeriksaan (bulanan maupun tahunan)
c. Melampirkan kwitansi penerima dengan
menyebutkan jabatan bukan nama (masing-masing jabatan 1 kwitansi)yang ditandatangani Manajemen (direktur perusahaan) sebesar “take home pay (THP)” dengan
mencamtunkan rinciannya.
NA
d. Daftar hadir/ absensi (Time sheet)yang ditandatangani seluruh personel atau finger print Time sheet harus disetujui oleh Team Leader dan diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Time sheet harus disetujui pengendali teknis dan diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Time sheet harus disetujui oleh Project Manager/ Provincial Coordiant or/ District coordinato r dan diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Time sheet harus disetujui oleh Team Leader dan diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Reimbursable Cost
Item Data yang dibutuhkan NMC Individual ROMS TDS
Perjalanan Dinas (duty travel)
Tiket adalah tiket yang digunakan oleh personil baik yang dipesan dari kantor pusat atau dibeli di lapangan (dalam kasus tertentu), baik dalam bentuk elektronik tiketing maupun reguler tiket. a. Tiket pesawat-boarding
pass/kapal laut/ bis / tiket kereta / sewa mobil / kwitansi/ bukti transfer atas penyerahan uang jalan
b. Surat Perintah Tugas
c. Laporan perjalanan Dinas
d. OSA (per diem) harus didukung dengan bukti transfer dan dibuatkan rekapitulasi bukti perjalanan dinas sesuai dengan lampiran 3
Mobilisasi/
demobilisasi Tiket pesawat-boarding pass/kapal laut/ bis / tiket kereta / sewa mobil / kuitansi atas penyerahan uang jalan
Ruang Kantor (Office Space)
Copy surat perjanjian sewa kantor &Surat pernyataan dari penyedia jasa yang diketahui oleh pihak pemilik rumah/ bangunan atau yang dikuasakan atau pihak yang berhak atas tanah dan bangunan tersebut. Surat pernyataan yang harus sesuai dengan spesifikasi dalam lampiran 4 dan harus dilengkapi dengan dokumen:
NA
a. Surat/tanda bukti lainya yang mendukung keabsahan dari kepemilikan bangunan kantor/rumah, misal: Foto Rumah, PBB atau tagihan rekening listrik.
b. No telp & KTP Pemilik
bangunan kantor;
c. Bukti transfer dan kwitansi pembayaran sewa
bangunan kantor
Item Data yang dibutuhkan NMC Individual ROMS TDS tangga (utility expenses) dan office running cost pembelian perlengkapan kebutuhan rumah tangga kantor (misalnya lampu, air mineral, perlengkapan sanitasi, dan pembelian snack untuk rapat, yang didukung dengan undangan, absensi dan notulensi); kebutuhan computer, kebutuhan fotocopy. b. Bukti transfer ke penerima
dana
Peralatan kantor (Office
Equipment)
a. Bukti-bukti pembayaran atas pembelian peralatan kantor. Bukti –bukti tersebut (invoice) mencantumkan nama supplier, tanggal, tanda tangan penjual, jenis barang yang dibeli, jumlah barang, nilai rupiah per unit, jumlah nilai uang
-
b. Untuk peralatan yang disewa
a.Perjanjian/kesepakatan sewa
b.Bukti pembayaran/ transfer sesuai dengan kesepakatan pembayaran didalam perjanjian.
- -
c. Rekapitulasi Pengecekan fisik (Physical count checklist) dilakukan minimal setahun 2 (dua) kali.
Sewa Kendaraan
(Vehicle rental) a. Surat perjanjian sewa &Surat pernyataan dari penyedia jasa yang diketahui oleh pihak pemilik kendaraan (boleh pribadi atau perusahaan) atau yang dikuasakan atau pihak yang berhak atas
kendaraan tersebut. Surat pernyataan (lampiran 5) harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan harus dilengkapi dengan dokumen (STNK, Asuransi Kendaraan – jika ada, serta surat lainya yang
mendukung keabsahan dari kepemilikan kendaraan);
b. Rekapitulasi pengecekan
Item Data yang dibutuhkan NMC Individual ROMS TDS checklist) c. Fotocopy KTP, Pemilik kendaraan/yang dikuasakan;
d. No telp dan alamat pemilik
kendaraan
e. Surat Pernyataan
Menyewakan Kendaraan
f. Bukti pembayaran/ transfer sesuai dengan kesepakatan pembayaran didalam perjanjian Komunikasi dan Pengiriman Dokumen
a. Kwitansi yang diterima pihak ketiga, bukti transfer (penerima sama dengan tagihan)
b. Bukti tagihan dari provider, bukti voucher (untuk pulsa prabayar), nota/slip ATM untuk pembayaran isi pulsa elektronik.
Training/ workshop/ pelatihan
a. Bukti kegiatan berupa SPK dari Wisma / Hotel / balai tempat diselenggarakan dan kwitansi tanda terima pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak manajemen Wisma / Hotel / Balai dan bukti transfer untuk pembayaran ke hotel/tempat
diselenggarakannya kegiatan
NA
b. Bon / kwitansi pembelian training kits (kelengkapan penunjang seperti tas, ATK, dll)
c. Kwitansi tanda terima honorarium dari narasumber (jika menggunakan tenaga outsourcing)
d. TOR Kegiatan
e. Laporan Kegiatan
- Undangan peserta dan
narasumber
- Agenda Kegiatan - Absensi peserta (daftar
hadir asli)
- Dokumentasi - Notulensi
Pelaporan a. Bukti pendistribusian/
Item Data yang dibutuhkan NMC Individual ROMS TDS
terima report kepada pihak-pihak terkait
b. Kwitansi dan nota pembayaran dari pihak percetakan/toko yang mencantumkan nama pembeli, uraian rincian yang jelas, tandatangan penjual dan nama jelas serta dibubuhi cap toko, alamat toko dan no telp toko, tandatangan dan nama jelas penerima
Tabel C. Dokumen Pendukung Pengajuan Tagihan Pembayaran Kontraktual FAS
Item Data yang dibutuhkan
Biaya Personil
(Remuneration) a. Bukti transfer atas pembayaran personil baik secara perorangan atau payroll (daftar penggajian, dimana transfer dilakukan sekaligus dari satu rekening ke rekening masing-masing penerima yang terdapat didalam daftar)
b. Melampirkan bukti setor pajak baik yang disetor secara perorangan maupun kolektif oleh perusahaan, berikut copy NPWP Tenaga Ahli (copy NPWP dilampirkan hanya pada tagihan pertama). Lampiran Bukti setoran pajak adalah setoran bulan sebelumnya, atau wajib memberikan pada saat konfirmasi/pemeriksanaan (bulanan maupun tahunan)
c. Melampirkan kwitansi penerima dengan menyebutkan jabatan bukan nama (masing-masing jabatan 1 kwitansi) yang ditandatangani Manajemen (direktur perusahaan) sebesar nilai didalam Kontrak dengan mencamtunkan rinciannya
d. Daftar hadir / absensi (Time sheet) yang ditandatangani seluruh personel Time sheet harus disetujui oleh District Coordinator (DC) dan diketahui oleh District Project Management Unit (DPMU).
e. Laporan Kemajuan kegiatan KKM (progress) yang ditandatangani DC dan DPMU, dan telah diinput didalam SIM Pamsimas.
f. Laporan kegiatan harian; g. Rekapitulasi transfer;
Office Manager (nama sesuai dengan TOR FAS)
a. Bukti transfer atas pembayaran personil baik secara perorangan atau payroll (daftar penggajian, dimana transfer dilakukan sekaligus dari satu rekening ke rekening masing-masing penerima yang terdapat didalam daftar)
b. Melampirkan bukti setor pajak baik yang disetor secara perorangan maupun kolektif oleh perusahaan, berikut copy NPWP Office Manager (copy NPWP dilampirkan hanya pada tagihan pertama). Lampiran Bukti setoran pajak adalah setoran bulan sebelumnya, atau wajib memberikan pada saat konfirmasi/pemeriksanaan (bulanan maupun tahunan)
c. Melampirkan kwitansi penerima dengan menyebutkan jabatan bukan nama (masing-masing jabatan 1 kwitansi) yang ditandatangani Manajemen (direktur perusahaan) sebesar nilai didalam Kontrak dengan
Item Data yang dibutuhkan
mencamtunkan rinciannya
d. Daftar hadir / absensi (Time sheet) yang ditandatangani Office Manager FAS. Time sheet harus disetujui oleh Provincial Coordinator (PC) dan diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Satker PAMS province.
Alat Tulis Kantor a. Kwitansi yang diterima pihak ketiga, bukti transfer (penerima sama dengan tagihan)
b. Bukti tagihan dari penyedia barang Peralatan kantor Peralatan yang disewa
a. Perjanjian/kesepakatan sewa
b. Bukti pembayaran/ transfer sesuai dengan kesepakatan pembayaran didalam perjanjian.
c. Rekapitulasi Pengecekan fisik (Physical count checklist) dilakukan minimal setahun 3 (tiga) kali.
Komunikasi dan
Pengiriman Dokumen a. Kwitansi yang diterima pihak ketiga, bukti transfer (penerima sama dengan tagihan) b. Bukti tagihan dari provider, bukti voucher (untuk pulsa prabayar), nota/slip
ATM untuk pembayaran isi pulsa elektronik. Biaya Transportasi a. Laporan kegiatan harian;
b. Bukti Transfer
Pelaporan a. Bukti pendistribusian/ pengiriman dan atau tanda terima report kepada pihak-pihak terkait ;
b. Kwintansi dan nota pembayaran dari pihak percetakan/toko yang mencantumkan nama pembeli, uraian rincian yang jelas, tandatangan penjual dan nama jelas serta dibubuhi cap toko, alamat toko dan no telp toko, tandatangan dan nama jelas penerima
c. Bukti transfer pembauaran ke pihak ketiga
a. Pengajuan Tagihan Paket Kegiatan
Tabel biaya di bawah ini menjelaskan dokumen yang harus diserahkan untuk pembayaran paket kegiatan yang akan dilaksanakan (misal: penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar, lokakarya atau penyuluhan) oleh penyelenggara (swakelola atau pihak ketiga).
Tabel D. Dokumen Pendukung Pengajuan Tagihan Paket Kegiatan
Item Data yang dibutuhkan Organizer (EO) Event Swakelola ROMS TDS
Honor Narasumber a. Bukti pembayaran sesuai dengan nama di dalam
surat undangan
b. Surat tugas dari instansi
terkait
c. Undangan
Catatan: Narasumber yang dibayar adalah bukan dari
Item Data yang dibutuhkan Organizer (EO) Event Swakelola ROMS TDS
personil NMC, TDS, Individual, ROMS dan pihak lain sesuai dengan ketentuan penggunaan Pinjaman/Hibah
Per diem peserta/OSA a. Bukti pembayaran sesuai dengan nama didalam surat tugas dan ketentuan pembiayaan b. Surat Tugas c. Tiket Pesawat-boarding pass/Kapal Laut/Kereta/Bus/Travel
Catatan: Biaya perjalanan hanya untuk peserta (ROMS, NMC, TDS, Individual: tidak termasuk)
Paket
Fullboard/Fullday/ Half day
a. Bukti kegiatan berupa SPK dari Wisma / Hotel / balai tempat diselenggarakan dan kwitansi tanda terima pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak manajemen Wisma / Hotel / Balai dan bukti transfer untuk pembayaran ke hotel/tempat
diselenggarakannya kegiatan
b. Berita Acara Penerimaan
Pekerjaan
c. Kuitansi pembayaran atas
kegiatan paket full board.
d. Undangan / agenda
meeting
c. Daftar hadir lengkap (selama waktu pelaksanaan), lengkap dengan tanda tangan asli dari peserta
d. Laporan singkat hasil
training/workshop
e. Kwitansi lainnya untuk keperluan kegiatan (contoh: photocopy, dll)
ditandatangani oleh staff yang bertanggung jawab atas acara yang diselenggarakan.
Item Data yang dibutuhkan Organizer (EO) Event Swakelola ROMS TDS
f. Apabila ada tambahan rental peralatan workshop (contoh: proyektor, sound system, dll) harus disertai dengan jadwal acara meeting dan kuitansi dari penyedia jasa
g. Bukti transfer untuk pembayaran ke hotel/tempat diselenggarakannya kegiatan untuk pembayaran diatas
Rp. 2.000.000,-
Bahan Pelatihan
(material training & Kit) a. SPK dengan penyedia supplier
b. Berita Acara Terima Barang
c. Tagihan (invoice) dari pihak
ketiga
d. Kwitansi pembayaran
ATK Bukti pembayaran dari
toko/pemasok
Perlengkapan:
- Sewa kamera video - Sewa kendaraan - Sewa printer
a. Perjanjian kerja (SPK)
b. Tagihan (invoice)
c. Kwitansi pembayaran dari
pihak ketiga
Percetakan: spanduk,
poster, leaflet a. Jumlah unit buku/spanduk/ laporan/mediayang dicetak harus sesuai dengan kontrak
b. Laporan/berita acara serah terima media yang telah dicetak
c. Kwitansi dari perusahaan percetakan / fotocopy yang menjelaskan mengenai tipe printing yang dilakukan, jumlah, dan biaya total
d. Bukti penerimaan barang (goods receipts atau delivery order)sesuai spesifikasi
e. Untuk percetakan yang tidak dapat dilampirkan (contoh: spanduk, banner), harus dilam-pirkan dengan fotonya.
Item Data yang dibutuhkan Organizer (EO) Event Swakelola ROMS TDS
f. Untuk pembuatan data elektronik (CD), cover CD harus dilampirkan. g. Bukti transfer untuk
pembayaran ke hotel/tempat diselenggarakannya kegiatan untuk pembayaran diatas
Rp. 2.000.000,-
2.
PELAPORAN
a. NMC, ROMS, TDS, BIES, Individual Consultant
Penyedia jasa akan mengajukan permohonan pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak, sedangkan penyelenggara kegiatan yang dilakukan sendiri akan mengajukan permohonan pembayaran/pertanggungjawaban setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Surat permohonan pembayaran (invoice) dilampiri dengan dokumen pendukung antara lain kwitansi, dokumen pelaporan kegiatan, berita acara serah terima pekerjaan, bukti-bukti pengeluaran, dan RAB invoice. Penyedia jasa mengajukan berkas kelengkapan tagihan/invoice kepada verifikator paling lama dua bulan sekali (untuk pembayaran biaya personal), sedangkan untuk biaya perjalanan dinas, office running cost (biaya yang bersifat operasional) dapat diajukan 3 bulan sekali, dengan dilampiri Berita Acara Serah Terima (BAST) pekerjaan.
Apabila ada item kegiatan bulan berjalan yang tidak ditagihkan setelah dua bulan (biaya personil) tiga bulan untuk biaya perjalanan dinas dan biaya operasional maka tagihan tersebut tidak dapat ditagihkan lagi. Pengajuan tagihan atas pembayaran selambat-lambatnya dalam waktu dua bulan setelah akhir periode tagihan. Contoh: tagihan/invoice bulan Januari 2016, hanya bisa ditagihkan paling lambat 31 Maret 2016. Setelah tanggal tersebut tagihan bulan Januari 2016 tidak dapat ditagihkan. Biaya perjalanan dinas dan biaya operasional, selambat-lambatnya tiga bulan setelah periode tagihan. Contoh: tagihan/invoice bulan Januari 2016, hanya dapat ditagihkan paling lambat 31 April 2016. Dan setelah tanggal tersebut tagihan bulan Januari tidak dapat ditagihkan.
FAS
Penyedia jasa akan mengajukan permohonan pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. Surat permohonan pembayaran (invoice) dilampiri dengan dokumen pendukung antara lain kwitansi, dokumen pelaporan kegiatan, berita acara serah terima pekerjaan, bukti-bukti pengeluaran, dan RAB invoice.
Penyedia jasa mengajukan berkas kelengkapan tagihan/invoice kepada verifikator setiap bulan.
Jenis pelaporan dan waktu penyampaian pelaporan sesuai dengan kontrak. Pihak ketiga dapat menagihkan pembayaran kepada Satker setiap bulan setelah menyerahkan laporan.
b. Penyelenggara Kegiatan
Penyelenggara wajib membuat laporan kegiatan sebagai satu kesatuan dari proses pertanggungjawaban penyelenggaraan kegiatan. Kewajiban dari penyelenggara acara untuk memastikan kelengkapan dokumen dan menyiapkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) paling lambat 2 (dua) minggu setelah acara selesai.
VI.
VERIFIKASI TAGIHAN
Untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan keuangan berjalan dengan baik, maka setiap pengeluaran harus diperiksa secara cermat dan teliti, sehingga sesuai dengan kesepakatan yang tercantum di dalam dokumen kontrak dan memenuhi ketentuan dan aturan yang berlaku.
Verifikasi dilakukan terhadap data-data pendukung tagihan dan berpedoman pada kontrak. Verifikasi terhadap seluruh dokumen/bukti pendukung harus mengacu pada prinsip kehati-hatian, kejujuran dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga dapat mencegah terjadinya pembayaran yang ineligible dan terhindar dari terjadinya pinjaman yang tidak dapat direplenish (tidak dapat dibiayai oleh donor).
Untuk penyelenggaraan kegiatan yang menggunakan jasa pihak ketiga, maka pemberi kerja dapat menugaskan stafnya untuk memfasilitasi dan memonitor jalannya acara, memastikan OSA / per diem dan penggantian transport dibayarkan kepada peserta dan narasumber yang bersangkutan dengan jumlah yang sesuai dengan tanda terima (bukti). Apabila dibutuhkan, staff verifikasi akan melakukan konfirmasi kepada peserta dan atau narasumber secara langsung.
Tugas verifikasi dilakukan oleh tim resmi yang dibentuk oleh Kepala Satker (Kasatker). Tugas utama tim ini adalah memverifikasi keabsahan dokumen dan kelengkapan bukti-bukti pendukung. Proses verifikasi harus diselesaikan dalam 10 hari kerja setelah dokumen diterima oleh tim verifikasi. Selama 10 hari kerja tersebut, hasil dan temuan dari tim verifikasi akan dikomunikasikan dan diselesaikan dengan pihak ketiga (firms dan panitia kegiatan-swakelola). Apabila diperlukan pihak ketiga akan memberikan jawaban atau perbaikan dalam kurun waktu 10 hari tersebut.
Hasil pemeriksaan wajib dituangkan kedalam sebuah berita acara resmi yang disepakati oleh kedua belah pihak.
ROMS
Tim verifikasi juga diharuskan untuk melakukan pengamatan dan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan kelengkapan dokumen bukti pembayaran ke Kantor Regional, Propinsi, maupun Kabupaten/kota (ROMS) yang mencakup:
Verifikasi sewa, maupun pembelian dan pembayaran lainnya yang diajukan sebagai pendukung invoice penagihan. Penagihan atas sewa harus dilengkapi dengan surat pernyataan sewa yang menyatakan spesifikasi ketentuan didalam kontrak (lampiran 4, lampiran 5)
Melakukan pengamatan dan pemeriksaan fisik langsung ke Kantor Regional, Propinsi, dan Kabupaten/Kota secara acak sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun (setiap ROMS) (lampiran 6)
Memeriksa administrasi dan pembukuan di Kantor Regional, Propinsi, dan Kabupaten/Kota.
Melakukan tugas-tugas khusus lain yang diperintahkan oleh Kasatker terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keabsahan alat-alat bukti secara langsung di lapangan.
Konfirmasi kepada pihak ketiga secara acak dan dituangkan didalam rekapitulasi hasil konfirmasi (lampiran 7)
FAS
Tim verifikasi diharuskan untuk melakukan pengamatan dan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan kelengkapan dokumen bukti pembayaran, serta konfirmasi secara acak yang mencakup:
Memeriksa Kelengkapan dokumen pembayaran kepada fasilitator, termasuk bukti transfer, dan konfirmasi langsung kepada fasilitator, sewa yang dilakukan oleh FAS (Lampiran 7).
Melakukan pengamatan dan pemeriksaan fisik langsung atas sewa. Memeriksa administrasi dan pembukuan sekretariat FAS.
Melakukan tugas-tugas khusus lain yang diperintahkan oleh Kasatker terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keabsahan alat-alat bukti secara langsung di lapangan.
Untuk penyelenggaraan kegiatan (swakelola) verifikasi mencakup:
Verifikasi pembayaran yang dilakukan dalam penyelenggaraan suatu kegiatan.
Verifikasi peserta dan narasumber yang hadir. Apabila dibutuhkan staff verifikasi akan melakukan konfirmasi positif (yaitu konfirmasi yang mengharuskan jawaban) kepada peserta dan atau narasumber secara langsung.
LAMPIRAN 1.
FORMAT BUKU KAS FAS, REGIONAL, PROPINSI, KABUPATEN/KOTA
Fas/ROMS/Provinsi/Kabupaten : ...#BUKU KAS
Bulan: ... 20...
Tanggal Uraian No. Bukti Transaksi Saldo
Debet Kredit
1 2 3 4 5 6
# diisi sesuai dengan lokasi, coret yang tidak perlu
Cara Pengisian
1. Diisi tanggal transaksi secara urut
2. Diisi dengan uraian sesuai dengan transaksi yang dilakukan
3. Diisi dengan nomor bukti sesuai dengan ketentuan/aturan manajemen 4. Diisi dengan transaksi debet (yang menambah) kas/uang di tangan 5. Diisi dengan transaksi yang berakibat mengurangi uang di tangan
6.
Diisi dengan penambahan pada sisi debet dikurangi dengan sisi kredit pada tanggal yang samaLAMPIRAN 2.
REKAPITULASI BUKTI TRANSFER
No.
Bukti Transfer
No. Bukti Tanggal Nama Penerima Jabatan Penerima Bank Penerima No. Rek. Jumlah (Rp.) Keterangan# Item di dalam Kontrak Periode
Jumlah
# diisi sesuai dengan komponen biaya sesuai kontrak
LAMPIRAN 3.
REKAPITULASI BUKTI PERJALANAN DINAS
PT. XXXXNMC/ROMS... Rekapitulasi Bukti Perjalanan Dinas Periode... (invoice XX)
Regional/Provinsi/Kabupaten/Kota ...
No. No. Bukti Transfer Nama Penerima
Rekapitulasi Bukti Perjalanan Dinas
Posisi Jumlah (Rp) Keterangan No. Item di Dalam Kontrak
Jumlah
LAMPIRAN 4.
SURAT PERNYATAAN SEWA KANTOR
SURAT PERNYATAAN
Bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Aaaaaa Bbbbbbbb
Jabatan : Office Manager PT XYZ
Alamat Kantor : Jl. Pasadena Blok C4 nomor 5 RT 003 – RW 23 Berlian Indah Tangerang Selatan - Banten
Menyatakan bahwa benar PT XYZ (ROMS aa) telah menyewa 1 (satu) unit kantor secara bulanan dengan penyewa sebagai berikut:
Nama Pemilik : Ccccccc
Nomor Telepon : 021-5996666, 0821223013854
Alamat : Jl. Rumah Kaca 10 nomor 3 RT 001 – RW 014 Kelurahan
Kalisat, Kec. Pangkalan Kulon Kota Tangerang – Banten
Luas Tanah : 400 m2
Luas Bangunan : 600 m2 (2 Lantai)
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Banten, 1 Juni 2016 Mengetahui Ccccccc Pemilik Kantor Yang Menyatakan Aaaaaa Bbbbbbbb Penyewa
LAMPIRAN 5.
SURAT PERNYATAAN SEWA KENDARAAN
SURAT PERNYATAAN
Bertanda tangan dibawah ini:
Nama : ... Jabatan : ...
Bertindak atas nama : ... Alamat Kantor/Rumah : ...
Menyatakan bahwa benar telah menyewakan kendaraan kepada PT ...(ROMS.... untuk propinsi/kabupaten/Kota)secara bulanan/tahunan dengan spesifikasi sebagai berikut:
No Jenis Tahun (Nama, STNK Nomor)
Model/
Type/CC Warna Asuransi
Perbaikan, Perawatan Pengemudi Jml bi.sewa/ bulan/tahun (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..., ...20.... Mengetahui ... Penyewa Yang Menyatakan ... Pemilik Kendaraan dibuat oleh pihak ketiga
LAMPIRAN 6.
REKAPITULASI PEMERIKSAAN FISIK (PHYSICAL COUNT CHECKLIST)
Pemeriksaan Dilakukan oleh : ...Nama/Jabatan : ...
Tanggal Pemeriksaan : ...
No. Obyek Pemeriksaan Nomor dan Tanggal Kontrak Spesifikasi di Dalam Kontrak Spesifikasi Sesuai Pemeriksaan Sesuai/Tidak Sesuai# Lokasi
#: apabila tidak sesuai diberi keterangan Dibuat oleh
(yang melakukan cek fisik
Mengetahui PT. ... (Managemen) Kesimpulan: ... ... (...) (...)
dibuat staf yang ditugaskan melakukan pemeriksaan fisik
LAMPIRAN 7.
REKAPITULASI HASIL KONFIRMASI KEPADA PIHAK KETIGA
Pemeriksaan Dilakukan oleh : ...Nama/Jabatan : ...
Tanggal Pemeriksaan : ...
No. Obyek Pemeriksaan Nama yang Dikonfirmasi Alamat Nilai Hasil Konfirmasi Sesuai/Tidak Sesuai#
Jumlah
% Nilai yang konfirmasi : Total biaya yang diajukan
#: apabila tidak sesuai diberi keterangan Dibuat oleh
(yang melakukan konfirmasi)
Mengetahui PT. ... (Managemen) Kesimpulan: ... ... (...) (...)
dibuat oleh Verifikator/staf yang dtugaskan untuk melakukan konfirmasi
LAMPIRAN 8.
MEKANISME VERIFIKASI TAGIHAN PIHAK KETIGA DAN SWAKELOLA
Keterangan:
1. Pihak Ketiga, Panitia Penyelenggara menyiapkan Tagihan (invoice) beserta bukti-bukti pendukung dan laporan yang disyaratkan.
7. Kelengkapan pembayaran dan dokumen tagihan diajukan ke Bendaharawan Satker
2. Dokumen tersebut diajukan kepada Tim verifikasi Tagihan. 8. Bendaharan melakukan uji: dengan hasil diterbitkan SPM 3. Berdasarkan dokumen yang diajukan pada no. 2 diatas, tim melakukan verifikasi
selama maksimum 10 hari kerja
9. Bendahara mengajukan SPM ke KPPN 4. Hasil verifikasi:
1. Tidak OK (masih ada kekurangan dan atau ketidakjelasan a. Pihak Ketiga
Untuk memberikan tanggapan dan bukti pendukung, apabila hasil tanggagapn tidak memenuhi persyaratan pembayaran, maka tim verifikasi akan memberikan rekomendasi item pembayaran yang tidak bisa ditagihkan.
b. Panitia Penyelenggara Swakelola
Melengkapi dokumen sepanjang tidak merubah subtansi. 2. OK
10. KPPN akan menerbitkan SP2D berdasarkan SPM dari bendahara 11. SP2D akan dikirim/diterima bendahara (baik SP2D pihak ketiga maupun
SP2D an. Bendahara untuk swakelola) 12. Bendahara menerima transfer (swakelola)
Pihak ketiga menerima transfer atas tagihan yang diajukan.
5. Tanggapan dan bukti pendukung disiapkan maksimum 3 hari. Dokumen tanggapan beserta bukti pendukung diajukan kembali tim verfikasi. 6. Atas dokumen tagihan yang sudah OK, tim verifikasi akan menyiapkan