BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1 LATA
1.1 LATAR BELAR BELAKANGKANG
Anak
Anak merupakan merupakan hal hal yang yang paling paling penting penting artinya artinya bagi bagi sebuah sebuah keluarga. keluarga. Selain Selain sebagaisebagai penerus keturunan , anak pada akhirny
penerus keturunan , anak pada akhirnya juga sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karenaa juga sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, tidak satupun orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit, lebih-lebih bila anaknya itu, tidak satupun orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit, lebih-lebih bila anaknya mengalami bronchopneumonia.
mengalami bronchopneumonia.
Insiden penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-anak di baah umur 3 Insiden penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-anak di baah umur 3 tahun dengan resiko kematian yang tinggi pada bayi yang berusia kurang dari ! bulan,
tahun dengan resiko kematian yang tinggi pada bayi yang berusia kurang dari ! bulan, sedangkan di Amerika pneumonia menunjukkan angka "3% dari seluruh penyakit in#eksi sedangkan di Amerika pneumonia menunjukkan angka "3% dari seluruh penyakit in#eksi pada anak di baah umur ! tahun
pada anak di baah umur ! tahun $".In#eksi saluran napas baah masih tetap merupakan$".In#eksi saluran napas baah masih tetap merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan, baik di negara yang sedang berkembang maupun masalah utama dalam bidang kesehatan, baik di negara yang sedang berkembang maupun yang sudah maju. &ari data S'A(I) *ealth Statistic !00" in#luen+a dan pneumonia yang sudah maju. &ari data S'A(I) *ealth Statistic !00" in#luen+a dan pneumonia merupakan penyebab kematian nomor di
merupakan penyebab kematian nomor di Indonesia, nomor di runei, nomor / Indonesia, nomor di runei, nomor / didi (alaysia, nomor 3 di
(alaysia, nomor 3 di Singapura, nomor di hailand dan nomor 3 di 1ietnam. 2aporanSingapura, nomor di hailand dan nomor 3 di 1ietnam. 2aporan *O " menyebutkan baha penyebab kematian tertinggi akibat
*O " menyebutkan baha penyebab kematian tertinggi akibat penyakit in#eksi dipenyakit in#eksi di dunia adalah in#eksi saluran napas akut termasuk pneumonia dan in#luen+a. *asil Sur4ei dunia adalah in#eksi saluran napas akut termasuk pneumonia dan in#luen+a. *asil Sur4ei 5esehatan 6umah a
5esehatan 6umah angga &epkes tahun !00", penyakit in#eksi sngga &epkes tahun !00", penyakit in#eksi saluran napas baahaluran napas baah menempati urutan ke-! sebagai penyebab kematian di Indonesia. 7enggunaan antibiotik, menempati urutan ke-! sebagai penyebab kematian di Indonesia. 7enggunaan antibiotik, membuat penyakit ini bisa
membuat penyakit ini bisa dikontrol beberapa tahun kemudian. 8amun tahun !000,dikontrol beberapa tahun kemudian. 8amun tahun !000, kombinasi bronchopneumonia dan in#luen+a kembali merajalela dan menjadi penyebab kombinasi bronchopneumonia dan in#luen+a kembali merajalela dan menjadi penyebab kematian ketujuh di negara itu.
kematian ketujuh di negara itu. ronchopneumonia
ronchopneumonia adalah adalah in#eksi in#eksi yang yang menyebabkan menyebabkan paru-paru paru-paru meradang.meradang.
5antung-kantung udara dalam paru yang disebut al4eoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga 5antung-kantung udara dalam paru yang disebut al4eoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. 5ekurangan oksigen membuat
kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. 5ekurangan oksigen membuat sel-sel tubuhsel-sel tubuh tidak bisa bekerja. 9ara- gara inilah, selain penyebaran in#eksi ke seluruh tubuh, penderita tidak bisa bekerja. 9ara- gara inilah, selain penyebaran in#eksi ke seluruh tubuh, penderita bronchopneumonia bisa menin
bronchopneumonia bisa meninggal. Sebenarnya bronchopneumoggal. Sebenarnya bronchopneumonia bukanlah penyakitnia bukanlah penyakit tunggal. 7enyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber in#eksi, dengan tunggal. 7enyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber in#eksi, dengan sumber utama bakteri, 4irus, mikroplasma, jamur, berbagai senyaa kimia maupun partikel. sumber utama bakteri, 4irus, mikroplasma, jamur, berbagai senyaa kimia maupun partikel.
1.2TUJUAN 1.2TUJUAN
:
: ujuan ujuan umum umum ;;
". (ahasisa dapat
". (ahasisa dapat menambah aasan baru mengenai menambah aasan baru mengenai penyakit bronkopneumonipenyakit bronkopneumoni
:
: ujuan ujuan khusus khusus ;;
".
". makalah makalah ini ini mampu mampu menjelaskan menjelaskan tentang tentang de#inisi, de#inisi, etiologi, etiologi, anatomi anatomi #isiologi,#isiologi, 7atho#isiologi, tanda dan gejala, klasi#ikasi, mani#estasi klinis, pemeriksaan penunjang, 7atho#isiologi, tanda dan gejala, klasi#ikasi, mani#estasi klinis, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan medik, penatalaksanaan keperaatan, pencegahan dan komplikasi penatalaksanaan medik, penatalaksanaan keperaatan, pencegahan dan komplikasi bronkopneumoni
bronkopneumoni
!.
!. makalah makalah ini ini dapat dapat menambah menambah aasan aasan baru baru mengenai mengenai angka angka kejadian kejadian penyakitpenyakit bronkopneumoni
BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DEFINISI 2.1 DEFINISI ronchopneumonia
ronchopneumonia adalah adalah radang radang pada pada paru-paru paru-paru yang yang mempunyai mempunyai penyebaranpenyebaran berbercak, teratur dalam satu area atau lebih yang berlokasi di dalam bronki dan meluas ke berbercak, teratur dalam satu area atau lebih yang berlokasi di dalam bronki dan meluas ke parenkim paru $runner dan Suddarth, !
parenkim paru $runner dan Suddarth, !00".00". ronchopneumonia
ronchopneumonia adalah adalah radang radang paru-paru paru-paru yang yang mengenai mengenai satu satu atau atau beberapa beberapa lobuslobus paru-paru yang ditandai dengan adany
paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak In#iltrat $halley and oa bercak-bercak In#iltrat $halley and ong, ".ng, ". ronchopneumina adalah #rekensi komplikasi pulmonary, batuk produkti# yang lama, tanda ronchopneumina adalah #rekensi komplikasi pulmonary, batuk produkti# yang lama, tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat $Su+anne 9. dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan meningkat $Su+anne 9. are, "3.
are, "3.
ronchopneumonia
ronchopneumonia disebut disebut juga juga pneumoni pneumoni lobularis, lobularis, yaitu yaitu radang radang paru-paru paru-paru yangyang disebabkan oleh bakteri, 4irus,
disebabkan oleh bakteri, 4irus, jamur dan benda-benda asing $Syl4ia Anderson, "<. &arijamur dan benda-benda asing $Syl4ia Anderson, "<. &ari beberapa penngertian tersebut dapat disimpulkan,ronko
beberapa penngertian tersebut dapat disimpulkan,ronkopneumonia adalah radang paru-parupneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak- bercak in#iltrat yang disebabkan oleh bakteri,4irus dan jamur dan bend
bercak in#iltrat yang disebabkan oleh bakteri,4irus dan jamur dan benda asinga asing 2.2 ETIOLOGI
2.2 ETIOLOGI 7ada
7ada umumnyumumnya a tubuh tubuh terserang terserang ronchopneumonronchopneumonia ia karena karena disebabkan disebabkan oleholeh penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap 4iru
penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap 4irulensi organisme patogen.7enylensi organisme patogen.7enyebabebab ronchopneumonia yang biasa ditemukan adalah;
ronchopneumonia yang biasa ditemukan adalah; ". akteri ;
". akteri ; &iplococus 7neumonia, 7neumococcus, Stretococcus *emoliticus Aureus,&iplococus 7neumonia, 7neumococcus, Stretococcus *emoliticus Aureus, *aemophilus In#luen+a, asilus =riendlander $5lebsial 7neumoni, (ycobacterium *aemophilus In#luen+a, asilus =riendlander $5lebsial 7neumoni, (ycobacterium uberculosis.
uberculosis. !. 1i
!. 1irus ; 6espiratorrus ; 6espiratory syntical 4irus, 4irus y syntical 4irus, 4irus in#luen+a, 4irus sitomegalik.in#luen+a, 4irus sitomegalik.
3. >amur ; )itoplasma )apsulatum, )riptococcus 8epromas, lastomices &ermatides, 3. >amur ; )itoplasma )apsulatum, )riptococcus 8epromas, lastomices &ermatides, Aspergillus Sp, )andinda Albicans, (ycoplasma 7neumonia. Aspirasi benda as
Aspergillus Sp, )andinda Albicans, (ycoplasma 7neumonia. Aspirasi benda as ing.ing. <. =aktor lain
<. =aktor lain yang mempengaruhi timbulnya ronchopnemonia adalahyang mempengaruhi timbulnya ronchopnemonia adalah a =aktor predisposisi
a =aktor predisposisi -usia ?umur -usia ?umur -genetik -genetik b =aktor pencetus b =aktor pencetus
-gi+i buruk?kurang -gi+i buruk?kurang
-berat badan lahir rendah $26 -berat badan lahir rendah $26
-tidak mendapatkan ASI yang memadai -tidak mendapatkan ASI yang memadai -imunisasi yang tidak lengkap
-imunisasi yang tidak lengkap -polusi udara
-polusi udara
-kepadatan tempat tinggal -kepadatan tempat tinggal
2.3 EPIDEMIOLOGI 2.3 EPIDEMIOLOGI
erdasarkan
erdasarkan Sur4ei Sur4ei 5esehatan 5esehatan 6umah 6umah aangga ngga $S56$S56 sejak sejak "@ "@ sampai sampai era era !000 !000 anan hampir @0 sampai 0 pers
hampir @0 sampai 0 persen kematian balita en kematian balita akibat serangan IS7A akibat serangan IS7A dan pnemonia.dan pnemonia.<< Angka Angka kejadian tertinggi ditemukan pada usia kurang dari < tahun dan mengurang dengan
kejadian tertinggi ditemukan pada usia kurang dari < tahun dan mengurang dengan meningkatnya
meningkatnya umur.umur.
7neumonia lobaris hampir selalu disebabkan oleh 7neumococcus, ditemukan pada 7neumonia lobaris hampir selalu disebabkan oleh 7neumococcus, ditemukan pada orang deasa dan anak bes
orang deasa dan anak besar, sedangkan ronkopneumar, sedangkan ronkopneumonia lebih sering onia lebih sering dijumpai pada anakdijumpai pada anak kecil dan bayi. 7neumonia merupakan penyakit yang sering terjadi dan setiap tahunnya kecil dan bayi. 7neumonia merupakan penyakit yang sering terjadi dan setiap tahunnya menyerang sekitar "% penduduk amerika. (eskipun telah ada kemajuan dalam bidang menyerang sekitar "% penduduk amerika. (eskipun telah ada kemajuan dalam bidang antibiotik, pneumonia tetap sebagai penyebab te
antibiotik, pneumonia tetap sebagai penyebab terbanyak dari kematian di Amerika.rbanyak dari kematian di Amerika.
2.4 ANATOMI FISIOLOGI 2.4 ANATOMI FISIOLOGI
a. Anatomi a. Anatomi
Sistem pernapasan terdiri atas ; Sistem pernapasan terdiri atas ;
*idung*idung
(erupakan saluran udara yang pertama, ber#ungsi mengalirkan udara ke dan dari paru-paru. (erupakan saluran udara yang pertama, ber#ungsi mengalirkan udara ke dan dari paru-paru. >alan napas ini ber#ungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan >alan napas ini ber#ungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirupkan ke dalam paru-paru.
udara yang dihirupkan ke dalam paru-paru.
=aring =aring atau atau tenggorokantenggorokan
Struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke la
Struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke la ring.#aring dibagiring.#aring dibagi menjadi tiga region ; naso#aring, oro#aring, dan laringo#aring.
menjadi tiga region ; naso#aring, oro#aring, dan laringo#aring.
2aring 2aring atau atau pangkal pangkal tenggorokantenggorokan
Struktur epitel kartilago yang menghubungkan #aring dan trakea. =ungsi utama laring adalah Struktur epitel kartilago yang menghubungkan #aring dan trakea. =ungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya 4okalisasi,melindungi jalan napas baah dari obstruksi untuk memungkinkan terjadinya 4okalisasi,melindungi jalan napas baah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk
benda asing dan memudahkan batuk. 2aring sering juga disebut sebagai kotak suara. &an. 2aring sering juga disebut sebagai kotak suara. &an terdiri atas ; epiglotis , glotis, kartilago tiroid, kartilago krikoid,kartilaago aritenoid dan pita terdiri atas ; epiglotis , glotis, kartilago tiroid, kartilago krikoid,kartilaago aritenoid dan pita suara.
rakea rakea atau atau batang batang tenggorokantenggorokan
(erupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh "-!0 cincin yang dari tulang-tulang (erupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh "-!0 cincin yang dari tulang-tulang raan.
raan.
ronkus ronkus atau atau cabang cabang tenggorokantenggorokan
(erupakan lanjutan dari trakea terdiri dari bronkus kiri dan kanan. (erupakan lanjutan dari trakea terdiri dari bronkus kiri dan kanan.
7aru-paru7aru-paru
(erupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung al4eoli. 7aru-paru (erupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung al4eoli. 7aru-paru dibagi menjadi ! bagian yaitu ; paru-paru kanan dan kiri, dimana paru-paru kanan terdiri dari dibagi menjadi ! bagian yaitu ; paru-paru kanan dan kiri, dimana paru-paru kanan terdiri dari 3 lobus dan paru-paru kiri terdiri dari ! lobus.
3 lobus dan paru-paru kiri terdiri dari ! lobus. b. =isiologi
b. =isiologi 7roses
7roses pernapasan pernapasan paru paru merupakan merupakan pertukaran pertukaran oksigen oksigen dan dan karbondioksida karbondioksida yangyang terjadi pada paru-paru. 7roses ini terdiri dari 3 tahap yaitu ;
terjadi pada paru-paru. 7roses ini terdiri dari 3 tahap yaitu ; a. 1entilasi
a. 1entilasi 1e
1entilasi ntilasi merupakan merupakan proses proses keluar keluar dan dan masuknya masuknya oksigen oksigen dari dari atmos#er atmos#er ke ke dalamdalam al4eoli atau dari al4eoli ke atmos#er. Ada dua gerakan pernapasan yang terjadi seaktu al4eoli atau dari al4eoli ke atmos#er. Ada dua gerakan pernapasan yang terjadi seaktu pernapasan, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi atau menarik napas adalah proses akti# pernapasan, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi atau menarik napas adalah proses akti#
yang diselenggarakan oleh kerja otot. 5ontraksi dia#ragma meluaskan rongga dada dari atas yang diselenggarakan oleh kerja otot. 5ontraksi dia#ragma meluaskan rongga dada dari atas sampai ke baah, yaitu 4ertikal. 7enaikan iga-iga dan sternum meluaskan rongga dada ke sampai ke baah, yaitu 4ertikal. 7enaikan iga-iga dan sternum meluaskan rongga dada ke kedua sisi dan dari depan ke belakang. 7ada ekspirasi, udara dipaksa keluar oleh pengendoran kedua sisi dan dari depan ke belakang. 7ada ekspirasi, udara dipaksa keluar oleh pengendoran otot dan karena paru-paru kempis kembali, disebabkan si#at elastik paru-paru itu. otot dan karena paru-paru kempis kembali, disebabkan si#at elastik paru-paru itu. 9erakan-gerakan ini adalah proses pasi#. 7roses 4entilasi dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu adanya gerakan ini adalah proses pasi#. 7roses 4entilasi dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu adanya perbedaan tekanan antara atmos#er dengan paru, adanya kemampuan tho
perbedaan tekanan antara atmos#er dengan paru, adanya kemampuan thoraks dan paru padaraks dan paru pada al4eoli dalam melaksanakan ekspansi, re#leks batuk dan muntah.
al4eoli dalam melaksanakan ekspansi, re#leks batuk dan muntah. b. &i#usi gas
b. &i#usi gas
&i#usi gas merupakan pertukaran antara oksigen di al4eoli dengan kapiler paru dan &i#usi gas merupakan pertukaran antara oksigen di al4eoli dengan kapiler paru dan )O! di kapiler dengan al4eoli. 7roses pertukaran dipengaruhi oleh beberapa #aktor, yaitu )O! di kapiler dengan al4eoli. 7roses pertukaran dipengaruhi oleh beberapa #aktor, yaitu luasnya permukaan paru, tebal membran respirasi, dan perbedaan tekanan dan konsentrasi luasnya permukaan paru, tebal membran respirasi, dan perbedaan tekanan dan konsentrasi O!.
O!.
c. ransportasi gas c. ransportasi gas
ransportasi gas merupakan proses pendistribusian O! kapiler ke jaringan tubuh dan ransportasi gas merupakan proses pendistribusian O! kapiler ke jaringan tubuh dan )O! jaringan tubuh ke kapiler. ransportasi gas dipengaruhi oleh beberapa #aktor, yaitu curah )O! jaringan tubuh ke kapiler. ransportasi gas dipengaruhi oleh beberapa #aktor, yaitu curah jantung $kardiak output, kondisi p
Secara anatomis, system respirasi dibagi menjadi dua yaitu saluran perna#asan dan parenkim Secara anatomis, system respirasi dibagi menjadi dua yaitu saluran perna#asan dan parenkim paru. Saluran perna#asan dimulai dari organ hidu
paru. Saluran perna#asan dimulai dari organ hidung, mulut, trakea, bronkus, dan ng, mulut, trakea, bronkus, dan bronkiolus.bronkiolus. &idalam rongga toraks bronkus bercabang menjadi dua yaitu ; kanan dan kiri. ronkus &idalam rongga toraks bronkus bercabang menjadi dua yaitu ; kanan dan kiri. ronkus kemudian bercabang menjadi bronkiolus, bagi parenkim paru
kemudian bercabang menjadi bronkiolus, bagi parenkim paru berupa kantong-kantong yangberupa kantong-kantong yang menempel diujung bronkiolus yang disebut al4eoli $ bila banyak .
menempel diujung bronkiolus yang disebut al4eoli $ bila banyak . 2.5 PATOFISIOLOGI
2.5 PATOFISIOLOGI
ronkopneumonia merupakan in#eksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh ronkopneumonia merupakan in#eksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh 4irus4irus penyebab ronchopneum
penyebab ronchopneumonia yang masuk ke saluran perna#asan sehingga terjadi peradanganonia yang masuk ke saluran perna#asan sehingga terjadi peradangan broncus dan al4eolus dan jaringan sekitarnya. . In#lamasi pada bronku
broncus dan al4eolus dan jaringan sekitarnya. . In#lamasi pada bronkus ditandai adanyas ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk p
penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produkti#, ronchi positi# dan mual.rodukti#, ronchi positi# dan mual.
Setelah itu mikroorganisme tiba di al4eoli membentuk suatu proses peradangan yang meliputi Setelah itu mikroorganisme tiba di al4eoli membentuk suatu proses peradangan yang meliputi empat stadium, yaitu ;
empat stadium, yaitu ; A. Stadium I $< C "! jam
A. Stadium I $< C "! jam pertama?kongestipertama?kongesti
&isebut hiperemia, mengacu pada respon peradangan permulaan yang berlangsung pada &isebut hiperemia, mengacu pada respon peradangan permulaan yang berlangsung pada daerah baru yang terin#eksi. *al ini ditandai dengan peningkatan aliran darah dan
daerah baru yang terin#eksi. *al ini ditandai dengan peningkatan aliran darah dan
permeabilitas kapiler di tempat in#eksi. *iperemia ini terjadi akibat pelepasan permeabilitas kapiler di tempat in#eksi. *iperemia ini terjadi akibat pelepasan mediator-mediator peradangan dari sel-sel mast setelah pengakti#an sel imun dan cedera jaringan. mediator peradangan dari sel-sel mast setelah pengakti#an sel imun dan cedera jaringan. (ediator-mediator tersebut mencakup histamin dan prostaglandin. &egranulasi sel mast juga (ediator-mediator tersebut mencakup histamin dan prostaglandin. &egranulasi sel mast juga mengakti#kan jalur komplemen. 5omplemen bekerja sama dengan histamin dan
mengakti#kan jalur komplemen. 5omplemen bekerja sama dengan histamin dan prostaglandin untuk melemaskan otot polo
prostaglandin untuk melemaskan otot polos 4askuler paru dan peningkatan permeabilitass 4askuler paru dan peningkatan permeabilitas kapiler paru. *al ini mengakibatkan perpindahan eksudat plasma ke dalam ruang interstisium kapiler paru. *al ini mengakibatkan perpindahan eksudat plasma ke dalam ruang interstisium sehingga terjadi pembengkakan dan edema antar kapiler dan al4eolus. 7enimbunan cairan di sehingga terjadi pembengkakan dan edema antar kapiler dan al4eolus. 7enimbunan cairan di antara kapiler dan al4eolus meningkatkan jarak yang harus ditempuh oleh oksigen dan
antara kapiler dan al4eolus meningkatkan jarak yang harus ditempuh oleh oksigen dan karbondioksida maka perpindahan gas ini dalam darah paling berpengaruh dan sering karbondioksida maka perpindahan gas ini dalam darah paling berpengaruh dan sering mengakibatkan penurunan saturasi oksigen hemoglobin.
mengakibatkan penurunan saturasi oksigen hemoglobin. . Stadium II?hepatisasi $<@ jam berikutnya
. Stadium II?hepatisasi $<@ jam berikutnya
&isebut hepatisasi merah, terjadi seaktu al4eolus terisi oleh sel darah merah, eksudat dan &isebut hepatisasi merah, terjadi seaktu al4eolus terisi oleh sel darah merah, eksudat dan #ibrin yang dihasilkan oleh penjamu $ host sebagai bagian dari reaksi peradangan. 2obus #ibrin yang dihasilkan oleh penjamu $ host sebagai bagian dari reaksi peradangan. 2obus yang terkena menjadi padat oleh karena adanya penumpukan leukosit, eritrosit dan cairan, yang terkena menjadi padat oleh karena adanya penumpukan leukosit, eritrosit dan cairan, sehingga arna paru menjadi merah dan pada perabaan seperti hepar, pada stadium ini udara sehingga arna paru menjadi merah dan pada perabaan seperti hepar, pada stadium ini udara al4eoli tidak ada atau sangat minimal sehingga anak akan bertambah sesak, stadium ini
al4eoli tidak ada atau sangat minimal sehingga anak akan bertambah sesak, stadium ini berlangsung sangat singkat, yaitu selama <@ jam.
berlangsung sangat singkat, yaitu selama <@ jam. ). Stadium III?hepatisasi kelabu $3 C @ hari ). Stadium III?hepatisasi kelabu $3 C @ hari
&isebut hepatisasi kelabu yang terjadi seaktu sel-sel darah putih mengkolonisasi daerah &isebut hepatisasi kelabu yang terjadi seaktu sel-sel darah putih mengkolonisasi daerah paru yang terin#eksi. 7ada saat ini endapan #ibrin terakumulasi di seluruh daerah y
paru yang terin#eksi. 7ada saat ini endapan #ibrin terakumulasi di seluruh daerah yang cederaang cedera dan terjadi #agositosis sisa-sisa sel.7ada stadium ini eritrosit di al4eoli mulai diresorbsi, lobus dan terjadi #agositosis sisa-sisa sel.7ada stadium ini eritrosit di al4eoli mulai diresorbsi, lobus masih tetap padat karena berisi #ibrin dan leukosit, arna merah menjadi pucat kelabu dan masih tetap padat karena berisi #ibrin dan leukosit, arna merah menjadi pucat kelabu dan kapiler darah tidak lagi mengalami kongesti.
kapiler darah tidak lagi mengalami kongesti. &. Stadium I1?resolusi $/
&. Stadium I1?resolusi $/ C "" hariC "" hari
&isebut juga stadium resolusi yang terjadi seaktu respon imun dan peradangan mereda, &isebut juga stadium resolusi yang terjadi seaktu respon imun dan peradangan mereda, sisa-sisa sel #ibrin dan eksudat lisis dan diabsorsi oleh makro#ag sehingga jaringan kembali sisa-sisa sel #ibrin dan eksudat lisis dan diabsorsi oleh makro#ag sehingga jaringan kembali ke strukturnya semula. In#lamasi pada bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga ke strukturnya semula. In#lamasi pada bronkus ditandai adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produkti#, ronchi positi# dan mual.
terjadi demam, batuk produkti#, ronchi positi# dan mual.
ila penyebaran kuman sudah mencapai al4eolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps ila penyebaran kuman sudah mencapai al4eolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps al4eoli, #ibrosis, em#isema dan atelektasis.5olaps al4eoli akan mengakibatkan penyempitan al4eoli, #ibrosis, em#isema dan atelektasis.5olaps al4eoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. =ibrosis bisa menyebabkan p
jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi. =ibrosis bisa menyebabkan penurunan #ungsi paruenurunan #ungsi paru dan penurunan produksi sur#aktan sebagai pelumas
dan penurunan produksi sur#aktan sebagai pelumas yang ber#ungsi untuk melembabkanyang ber#ungsi untuk melembabkan rongga #leura. 'm#isema $ tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru adalah tindak rongga #leura. 'm#isema $ tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru adalah tindak lanjut dari pembedahan. Atelektasis mengakibatkan peningkatan #rekuensi napas,
lanjut dari pembedahan. Atelektasis mengakibatkan peningkatan #rekuensi napas,
hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas.
mengakibatkan terjadinya gagal napas. 2.6 MENISFESTASI KLINIK
2.6 MENISFESTASI KLINIK
iasanya didahului in#eksi traktus respiratoris atas iasanya didahului in#eksi traktus respiratoris atas
&emam $30 C <00) kadang-kadang disertai kejang karena demam yang tinggi &emam $30 C <00) kadang-kadang disertai kejang karena demam yang tinggi Anak sangat gelisah,dan adanya nyeri dada yang tera
Anak sangat gelisah,dan adanya nyeri dada yang tera sa ditusuk-tusuk, yang dicetuskan olehsa ditusuk-tusuk, yang dicetuskan oleh bernapas dan batuk
bernapas dan batuk
7ernapasan cepat dan dangkal disertai pernapasan cuping hidung dan sianosis sekitar 7ernapasan cepat dan dangkal disertai pernapasan cuping hidung dan sianosis sekitar hidung dan mulut.
hidung dan mulut.
5adang-kadang disertai muntah dan diare 5adang-kadang disertai muntah dan diare Adany
Adanya bunyi tambahan a bunyi tambahan pernapasan seperti ronchi, he+ing.pernapasan seperti ronchi, he+ing.
6asa lelah akibat reaksi peradangan dan hipoksia apabila in#eksinya serius. 6asa lelah akibat reaksi peradangan dan hipoksia apabila in#eksinya serius. 1e
1entilasi mungkin berkurang ntilasi mungkin berkurang akibat penimbunan mokus yang akibat penimbunan mokus yang menyebabkan atelektasismenyebabkan atelektasis absorbsi.
absorbsi.
2.7 KLASIFIKASI 2.7 KLASIFIKASI
(enurut buku 7neumonia 5omuniti, 7edoman &iagnosis dan 7enatalaksanaan di
(enurut buku 7neumonia 5omuniti, 7edoman &iagnosis dan 7enatalaksanaan di IndonesiaIndonesia yang dikeluarkan 7erhimpunan &okter 7aru Indonesia, !003 menyebutkan tiga
yang dikeluarkan 7erhimpunan &okter 7aru Indonesia, !003 menyebutkan tiga klasi#ikasiklasi#ikasi pneumonia.
pneumonia. ".
". ererdasdasarkarkan klan kliniinis dan es dan epidpidemiemioloologis;gis; ".
". 7n7neueumomoninia ka komomununiti iti $$community-acquired pneumoniacommunity-acquired pneumonia.. !.
!. 7n7neueumomoninia noa nosoksokomomialial, $, $hospital-acquired pneumonia/nosocomialhospital-acquired pneumonia/nosocomial pneumonia
pneumonia.. 3.
3. 7n7neueummononia aspia aspirirasasi.i. <.
<. 7n7neueumomoninia pada pada pena pendederiritataimmunocompromised immunocompromised .. !.
!. ererdasdasarkarkan an bakbakteri teri penpenyeyebabbab;; ".
". 7neum7neumonia bakonia bakteri?titeri?tipikal. &pikal. &apat terapat terjadi padjadi pada semua ua semua usia. ebesia. eberapa bakrapa bakteriteri mempunyai tendensi menyerang seseorang yang peka, misalnya klebsiella mempunyai tendensi menyerang seseorang yang peka, misalnya klebsiella pada penderita alkoholik, staphyllococcus pada pend
pada penderita alkoholik, staphyllococcus pada penderita pasca in#eksierita pasca in#eksi in#luen+a. 7neumonia Atipikal disebabkan mycoplasma, legionella, dan in#luen+a. 7neumonia Atipikal disebabkan mycoplasma, legionella, dan chalamydia.
chalamydia. !.
!. 7n7neueummononia ia 4i4irurus.s. 3.
3. 7neum7neumonia jamuonia jamur, serr, sering meruing merupakan inpakan in#eksi seku#eksi sekundernder. 7red. 7redileksi terileksi terutamautama pada penderita dengan daya tahan lemah $
pada penderita dengan daya tahan lemah $immunocompromised immunocompromised .. 3.
3. ererdasdasarkarkan an prepredildilekseksi i in#in#ekseksi;i; ".
". 7neum7neumonia lobonia lobaris, pnaris, pneumoeumonia yania yang terjadng terjadi pada satu li pada satu lobus $pobus $percabanercabangangan besar dari pohon bronkus baik k
besar dari pohon bronkus baik kanan maupun kiri.anan maupun kiri. !.
!. 7neum7neumonia brononia bronkopnkopneumoeumonia, pneunia, pneumonia ymonia yang ditanang ditandai bercakdai bercak-bercak in-bercak in#eksi#eksi pada berbagai tempat di paru. isa kanan maupu
pada berbagai tempat di paru. isa kanan maupun kiri yang disebabkan 4irusn kiri yang disebabkan 4irus atau bakteri dan sering terjadi pada bayi atau orang tua.
atau bakteri dan sering terjadi pada bayi atau orang tua. 3.
3. 7n7neueumomoninia ina inteterstrstisiisial.al. 2.8 GAMBARAN KLINIS
2.8 GAMBARAN KLINIS ronkopneumonia
ronkopneumonia biasanya biasanya didahului didahului oleh oleh in#eksi in#eksi saluran saluran na#as na#as bagian bagian atas atas selamaselama beberapa hari. Suhu dapat naik secara mendadak sampai 3C<0D)
beberapa hari. Suhu dapat naik secara mendadak sampai 3C<0D) dan mungkin disertaidan mungkin disertai kejang karena demam yag tinggi. Anak sangat gelisah,
disertai perna#asan cuping hidung dan sianosis di sekitar hidung dan mulut. atuk biasanya disertai perna#asan cuping hidung dan sianosis di sekitar hidung dan mulut. atuk biasanya tidak dijumpai di aal penyakit, anak akan mendapat batuk setelah beberapa hari, dimana tidak dijumpai di aal penyakit, anak akan mendapat batuk setelah beberapa hari, dimana pada aalnya berupa batuk kering kemu
pada aalnya berupa batuk kering kemudian menjadi produkti#.dian menjadi produkti#.
7ada bronko
7ada bronkopneumonia, pneumonia, hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan #isik #isik tergantung tergantung pada pada luasnya luasnya daerah daerah yangyang terkena. 7ada perkusi toraks sering tidak dijumpai adanya kelainan. 7ada auskultasi mungkin terkena. 7ada perkusi toraks sering tidak dijumpai adanya kelainan. 7ada auskultasi mungkin hanya terdengar ronki basah gelembung halus sampai sedang. ila sarang bronkopneumonia hanya terdengar ronki basah gelembung halus sampai sedang. ila sarang bronkopneumonia menjadi satu $kon#luens mungkin pada perkusi terdengar suara yang meredup dan suara menjadi satu $kon#luens mungkin pada perkusi terdengar suara yang meredup dan suara perna#asan pada auskultasi terdengar mengeras. 7ada stadium resolusi ronki dapat terdengar perna#asan pada auskultasi terdengar mengeras. 7ada stadium resolusi ronki dapat terdengar
lagi. a
lagi. anpa pengobatan biasanya proses penyembuhan dapat ternpa pengobatan biasanya proses penyembuhan dapat ter jadi antara !-3 jadi antara !-3 minggu.minggu.
2.9 TANDA DAN GEJALA 2.9 TANDA DAN GEJALA
".
". 5esulitan 5esulitan dan dan sakit sakit pada pada saat saat perna#asanperna#asan
a.
a. 8yeri 8yeri pleuritik pleuritik
b.
b. 8a#as dangkal dan mendengkur 8a#as dangkal dan mendengkur
c. akipnea c. akipnea
!.
!. unyi unyi na#as na#as di di atas atas area area yang yang menglami menglami konsolidasikonsolidasi
a.
a. (engecil, (engecil, kemudian kemudian menjadi menjadi hilanghilang
b.
b. 5rekels, ronki,5rekels, ronki,
3.
3. 9erakan 9erakan dada dada tidak tidak simetrissimetris
<.
<. (enggigil (enggigil dan dan demam demam 3@,@ 3@,@ D D ) ) sampai sampai <","D), <","D), deliriumdelirium
E. &ia#oesis E. &ia#oesis . Anoreksia . Anoreksia /. (alaise /. (alaise @.
@. atuk atuk kental, kental, produkti# produkti# Sputum Sputum kuning kuning kehijauan kehijauan kemudian kemudian berubah berubah menjadimenjadi kemerahan atau berkarat
kemerahan atau berkarat
. 9elisah . 9elisah
"0.
"0. Sianosis Sianosis Area Area sirkumoral, sirkumoral, dasar dasar kuku kuku kebiruankebiruan
"".
2.10 PEMERIKSAAN DIAGNOSIS 2.10 PEMERIKSAAN DIAGNOSIS
7emeriksaan 7enunjang yang dilakukan pada bronkopneumonia untuk menegakkan diagnosis 7emeriksaan 7enunjang yang dilakukan pada bronkopneumonia untuk menegakkan diagnosis diantaranya yaitu ;
diantaranya yaitu ; ".
". 6ont6ontgen &ada ; *al ingen &ada ; *al ini dilakui dilakukan untkan untuk menguk mengidentiidenti#ikasi dist#ikasi distribusi strribusi struktuukturalF dapatralF dapat juga menyatakan abses luas?in#iltrat, empiema$stapilococcusF in#iltrasi menyebar atau juga menyatakan abses luas?in#iltrat, empiema$stapilococcusF in#iltrasi menyebar atau terlokalisasi $bakterialF atau penyebaran ?perluasan in#iltrat nodul $4irus. 7neumonia terlokalisasi $bakterialF atau penyebaran ?perluasan in#iltrat nodul $4irus. 7neumonia mikoplasma sinar B dada
mikoplasma sinar B dada mungkin bersih. =oto thoraB bronkopeumoni terdapatmungkin bersih. =oto thoraB bronkopeumoni terdapat bercak-bercak in#iltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris bercak-bercak in#iltrat pada satu atau beberapa lobus, jika pada pneumonia lobaris
terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus. terlihat adanya konsolidasi pada satu atau beberapa lobus. !.
!. 7enga7engambilambilan sekret secara brn sekret secara broncosoncoscopy dacopy dan #ungsi pn #ungsi paru untuaru untuk prepark preparasi langsuasi langsung,ng, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini
tidak rutin dilakukan karena
tidak rutin dilakukan karena sukar.sukar. 3.
3. 7emeri7emeriksaan #uksaan #ungsi pangsi paru. 7adru. 7ada pemeria pemeriksaan inksaan ini akan dii akan didapatkdapatkan 4oluman 4olume parue paru mungkin menurun $kongesti dan kolaps al4eolarF tekanan jalan na#as mungkin mungkin menurun $kongesti dan kolaps al4eolarF tekanan jalan na#as mungkin meningkat dan komplain paru menurun, terjadi
meningkat dan komplain paru menurun, terjadi hipoksemia.hipoksemia. <.
<. AnaliAnalisa 9as &arahsa 9as &arah. 7ada pe. 7ada pemerikmeriksaan darah saan darah ini biaini biasanya aksanya akan didapan didapatkan hatkan hasil yaasil yangng tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.
paru yang ada. E.
E. 7emeri7emeriksaan radksaan radiologiologi yaitu pada #oi yaitu pada #oto thorto thoraks, konaks, konsolidsolidasi satu atau beasi satu atau beberapa loberapa lobusbus yang berbercak-bercak in#iltrate
yang berbercak-bercak in#iltrate .
. 7emeri7emeriksaan labksaan laboratooratorium didrium didapati lekoapati lekositosisitosit antara "E0t antara "E000 samp00 sampai <0000 ?ai <0000 ?mm3.mm3. /.
/. *itun*itung sel darag sel darah putih putih biasanyh biasanya meninga meningkat kecukat kecuali apabiali apabila pasien la pasien mengmengalamialami imunode#iensi.
imunode#iensi. @.
@. 7emeri7emeriksaan Aksaan A9& $anal9& $analisa gas darahisa gas darah, untu, untuk mengek mengetahui stattahui status kardious kardiopulmpulmoner yaoner yangng berhubungan dengan o
berhubungan dengan oksigen.ksigen. .
. 7emeri7emeriksaan grksaan gram?kuam?kultur sputltur sputum dan dum dan darah ; diarah ; diambil deambil dengan bngan biopsi jaiopsi jarum, unrum, untuktuk mengetahui mikroorganisme penyebab dan obat
mengetahui mikroorganisme penyebab dan obat yang cocok untuk menanganinya.yang cocok untuk menanganinya. 2.11 DIAGNOSIS
2.11 DIAGNOSIS &iagnosis
&iagnosis ditegakkan ditegakkan berdasarkan berdasarkan riayat riayat penyakit penyakit dan dan pemeriksaan pemeriksaan #isik #isik yang yang sesuaisesuai dengan gejala dan tanda yang diuraikan sebelumnya disertai pemeriksaan penunjang. 7ada dengan gejala dan tanda yang diuraikan sebelumnya disertai pemeriksaan penunjang. 7ada
bronkopneumonia, bercak-bercak in#iltrat didapati pada satu atau beberapa lobus. =o bronkopneumonia, bercak-bercak in#iltrat didapati pada satu atau beberapa lobus. =ototo
rontgen dapat juga menunjukkan adanya komplikasi seperti pleuritis, atelektasis, abses paru, rontgen dapat juga menunjukkan adanya komplikasi seperti pleuritis, atelektasis, abses paru, pneumotoraks atau perikarditis. 9ambaran ke arah sel polimor#onuklear juga dapat dijum pneumotoraks atau perikarditis. 9ambaran ke arah sel polimor#onuklear juga dapat dijumpai.pai.
&iagnosis
&iagnosis etiologi etiologi dibuat dibuat berdasarkan berdasarkan pemeriksaan pemeriksaan mikrobiologi mikrobiologi serologi, serologi, karenakarena pemeriksaan mikrobiologi tidak mudah dilakuk
pemeriksaan mikrobiologi tidak mudah dilakukan dan bila dapat dilakukan kuman penyan dan bila dapat dilakukan kuman penyebabebab tidak selalu dapat ditemukan. Oleh karena itu *O mengajukan pedoman diagnosa dan tata tidak selalu dapat ditemukan. Oleh karena itu *O mengajukan pedoman diagnosa dan tata laksana yang lebih sederhana. erdasarkan pedoman tersebut pneumonia dibedakan
laksana yang lebih sederhana. erdasarkan pedoman tersebut pneumonia dibedakan berdasarkan ;
berdasarkan ;
•• 7neumonia sangat berat ;7neumonia sangat berat ;
G bila terjadi sianosis sentral dan anak tidak sanggup minum, maka anak harus diraat di G bila terjadi sianosis sentral dan anak tidak sanggup minum, maka anak harus diraat di rumah sakit dan diberi antibiotika.
rumah sakit dan diberi antibiotika. •• 7neumonia berat ;7neumonia berat ;
G bila dijumpai adanya retraksi, tanpa sianosis dan masih sanggup minum, maka anak harus G bila dijumpai adanya retraksi, tanpa sianosis dan masih sanggup minum, maka anak harus diraat di rumah sakit dan diberi antibiotika.
diraat di rumah sakit dan diberi antibiotika. •• 7neumonia ;7neumonia ;
G bila tidak ada retraksi tetapi dijumpai perna#asan yang cepat ; G bila tidak ada retraksi tetapi dijumpai perna#asan yang cepat ; -
- H H 0 0 B?menit B?menit pada pada anak anak usia usia ! ! bulanbulan -
- H H E0 E0 B?menit B?menit pada pada anak anak usia usia ! ! bulan bulan C C " " tahuntahun -
- H H <0 <0 B?menit B?menit pada pada anak anak usia usia " " C C E E tahuntahun •• ukan 7neumonia ;ukan 7neumonia ;
G hanya batuk tanpa adanya tanda dan gejala seperti diatas, tidak perlu diraat dan tidak G hanya batuk tanpa adanya tanda dan gejala seperti diatas, tidak perlu diraat dan tidak perlu diberi antibiotika.
perlu diberi antibiotika.
2.12 PEMERIKSAAN LABORATORIUM 2.12 PEMERIKSAAN LABORATORIUM
".
". 9amb9ambaran darah aran darah menumenunjukknjukkan leukan leukositosositosis, biasais, biasanya "Enya "E.000 C .000 C <0.00<0.000 ? mm0 ? mm33 dengan dengan pergeseran ke kiri. >umlah leukosit yang tidak m
pergeseran ke kiri. >umlah leukosit yang tidak meningkat berhubungan dengan in#eksieningkat berhubungan dengan in#eksi 4irus atau mycoplasma.
4irus atau mycoplasma. !.
!. 8il8ilai *b biaai *b biasansanya tetaya tetap normp normal atau seal atau sedikdikit menit menuruurun.n. 3.
<.
<. 5ultu5ultur r dahak dahak dapat pdapat positi# positi# pada !0 ada !0 C E0 % C E0 % pendependerita yrita yang tidang tidak dioak diobati. Sbati. Selain kelain kulturultur dahak, biakan juga dapat diambil dengan cara hapusan tenggorok $throat sab.
dahak, biakan juga dapat diambil dengan cara hapusan tenggorok $throat sab.
E.
E. AnaliAnalisa gas darah $A9sa gas darah $A9&A menu&A menunjukknjukkan hipoan hipoksemia daksemia dan hiperkn hiperkarbia. 7aarbia. 7ada stadiuda stadiumm lanjut dapat terjadi asidosis meyabolik.
lanjut dapat terjadi asidosis meyabolik.
2.13
2.13 PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN RONTGENRONTGEN 7emeriksaan
7emeriksaan ini ini dapat dapat menunjukan menunjukan kelainan kelainan sebelum sebelum hal hal ini ini dapat dapat ditemukan ditemukan secarasecara pemeriksaan #isik. 7ada bronkopneumoni bercak-bercak in#iltrat didapatkan pada satu atau pemeriksaan #isik. 7ada bronkopneumoni bercak-bercak in#iltrat didapatkan pada satu atau beberapa lobus. =oto rongent dapat jug
beberapa lobus. =oto rongent dapat juga menunjukkan adanya koma menunjukkan adanya komplikasi seperti pleuritis,plikasi seperti pleuritis, abses paru, perikarditis dll
abses paru, perikarditis dll
2.14
2.14 PENATPENATALAKSANAANALAKSANAAN Sebaiknya
Sebaiknya pengobatan pengobatan diberikan diberikan berdasarkan berdasarkan etiologi etiologi dan dan uji uji resistensi resistensi tetapi tetapi hal hal iniini tidak dapat selalu dilakukan dan memakan aktu yang cukup lama, maka dalam praktek tidak dapat selalu dilakukan dan memakan aktu yang cukup lama, maka dalam praktek diberikan pengobatan poli#ragmasi seperti penisilin diambah dengan kloram#enikol atau diberikan pengobatan poli#ragmasi seperti penisilin diambah dengan kloram#enikol atau diberi antibiotik yang mempunyai spektrum luas seperti ampicillin. 7engobatan diteruskan diberi antibiotik yang mempunyai spektrum luas seperti ampicillin. 7engobatan diteruskan sampai anak bebas demam selama < C E hari.
sampai anak bebas demam selama < C E hari.
7engobatan dan penatalaksaannya meliputi 7engobatan dan penatalaksaannya meliputi
•• ed rested rest
•• Anak dengan sesak na#as memerlukan cairan inta 4ena dan oksigen $" C ! l?mnt.Anak dengan sesak na#as memerlukan cairan inta 4ena dan oksigen $" C ! l?mnt. >enis cairan yang digunakan adalah campuran 9lukosa E% dan 8a)l 0,% ditambah >enis cairan yang digunakan adalah campuran 9lukosa E% dan 8a)l 0,% ditambah larutan 5)l "0 m'J?E00 ml botol
larutan 5)l "0 m'J?E00 ml botol in#us.in#us.
•• >umlah cairan disesuaikan dengan berat badan dan kenaikan suhu.>umlah cairan disesuaikan dengan berat badan dan kenaikan suhu.
•• 5oreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit5oreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit
•• 7emberian antibiotik sesuai biakan atau berikan ;7emberian antibiotik sesuai biakan atau berikan ;
•• Kntuk kasus pneumonia community base ;Kntuk kasus pneumonia community base ;
-
- Ampisilin Ampisilin "00 "00 mg?kg?hari mg?kg?hari dalam dalam < < kali kali pemberianpemberian
-
- 5loram#enikol 5loram#enikol /E /E mg?kg?hari mg?kg?hari dalam dalam < < kali kali pemberianpemberian
•• Kntuk kasus pneumonia hospital base ;Kntuk kasus pneumonia hospital base ;
-
-
- Amikasin Amikasin "0-"E "0-"E mg?kg?hari mg?kg?hari dalam dalam ! ! kali kali pemberianpemberian •• Antipiretik ; paracetamol "0-"E mg?kg?B beriAntipiretik ; paracetamol "0-"E mg?kg?B beri
•• (ukolitik ; AmbroBol ",!-", mg?kg?! dosis?oral(ukolitik ; AmbroBol ",!-", mg?kg?! dosis?oral
•• >ika sesak tidak terlalu hebat, dapat dimulai makanan enteral bertahap melalui selang>ika sesak tidak terlalu hebat, dapat dimulai makanan enteral bertahap melalui selang nasogastrik dengan #eeding drip. >ika sesaknya berat maka pasien harus dipuasakan. nasogastrik dengan #eeding drip. >ika sesaknya berat maka pasien harus dipuasakan. A. =armakologi
A. =armakologi
ϖ
ϖ
7emberian antibiotik misalnya penisilin 9, streptomisin, ampicillin, gentamisin. 7emberian antibiotik misalnya penisilin 9, streptomisin, ampicillin, gentamisin.ϖ
ϖ
7emilihan jenis antibiotik didasarkan atas umur, keadaan umum penderita, dan dugaan 7emilihan jenis antibiotik didasarkan atas umur, keadaan umum penderita, dan dugaan kuman penyebab;kuman penyebab;
". Kmur 3 bulan-E tahun,bila toksis
". Kmur 3 bulan-E tahun,bila toksis disebabkan oleh streptokokus pneumonia, *emo#ilusdisebabkan oleh streptokokus pneumonia, *emo#ilus in#luen+a atau sta#ilokokus.7ada umumnya tidak diketahui penyebabnya, maka secara in#luen+a atau sta#ilokokus.7ada umumnya tidak diketahui penyebabnya, maka secara praktis dipakai ;
praktis dipakai ;
5ombinasi ; penisilin prokain E0.000-"00.000 5I?kg?!< jam I(, "-! kali sehari dan 5ombinasi ; penisilin prokain E0.000-"00.000 5I?kg?!< jam I(, "-! kali sehari dan 5loram#enikol E0-"00 mg?kg?!< jam I1?oral, <
5loram#enikol E0-"00 mg?kg?!< jam I1?oral, < kali sehari. Atau kombinasi Amkali sehari. Atau kombinasi Ampisilin E0-pisilin E0-"00 mg?kg?!< jam I(?I
"00 mg?kg?!< jam I(?I11, < kali sehari , < kali sehari dan 5loksasilin E0 dan 5loksasilin E0 mg?kg?!< jam I(?I1, mg?kg?!< jam I(?I1, < kali< kali sehari atau kombinasi 'ritromisin E0 mg?kg?!< jam, oral < kali sehari dan 5loram#enikol sehari atau kombinasi 'ritromisin E0 mg?kg?!< jam, oral < kali sehari dan 5loram#enikol $dosis sama dengan diatas.
$dosis sama dengan diatas.
!. Anak Canak E tahun, yang non toksis, biasanya
!. Anak Canak E tahun, yang non toksis, biasanya disebabkan oleh ; Streptokokusdisebabkan oleh ; Streptokokus pneumonia; o 7enisilin prokain I( atau o =eno
pneumonia; o 7enisilin prokain I( atau o =enoksimetilpenisilin !E.000-E0.000 5I?!< ksimetilpenisilin !E.000-E0.000 5I?!< jamjam oral, < kali sehari o 'ritromisin atau o 5otrimoksa+ol ?30 mg?kg?!< jam, oral ! kali
oral, < kali sehari o 'ritromisin atau o 5otrimoksa+ol ?30 mg?kg?!< jam, oral ! kali sehari. o Oksigen "-! 2?menit.
sehari. o Oksigen "-! 2?menit.
ϖ
ϖ
I1=& dekstrose E % L 8a)l 0,!!E% 3E0cc ? !< jam I1=& dekstrose E % L 8a)l 0,!!E% 3E0cc ? !< jamϖ
ϖ
ASI?7AASI?7ASI @ B SI @ B !0cc per s!0cc per sondeonde . 8on #armakologi
. 8on #armakologi
". Istirahat, umumnya penderita tidak perlu diraat, cukup istirahat dirumah. ". Istirahat, umumnya penderita tidak perlu diraat, cukup istirahat dirumah. !. Simptomatik terhadap batuk.
!. Simptomatik terhadap batuk.
3. atuk yang produkti# jangan ditekan dengan antitusi# 3. atuk yang produkti# jangan ditekan dengan antitusi#
<. ila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada #ebris, diberikan broncodilator. <. ila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada #ebris, diberikan broncodilator. E. 7emberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali
E. 7emberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus berat. Antibiotik yanguntuk kasus berat. Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan peny
) . &IS)*A69' 72A88I89 ) . &IS)*A69' 72A88I89
*al-hal yang perlu disampaikan kepada keluarga dan pasien sebelum pulang adalah ; *al-hal yang perlu disampaikan kepada keluarga dan pasien sebelum pulang adalah ;
(emberitahukan kepada pasien (emberitahukan kepada pasien dan keluarga untuk melanjutkan pengobatan di rumahdan keluarga untuk melanjutkan pengobatan di rumah sesuai dosis dan instruksi doktersesuai dosis dan instruksi dokter
(emberitahukan jadal kontrol di dokter kepada pasien dan keluarga (emberitahukan jadal kontrol di dokter kepada pasien dan keluarga
(engajarkan kepada keluarga seperti ; (engajarkan kepada keluarga seperti ;-minum air hangat -minum air hangat -istirahat secukupnya -istirahat secukupnya
-mencuci tangan dengan sering -mencuci tangan dengan sering -membersihkan mulut dengan sering -membersihkan mulut dengan sering
(emberitahukan keluarga pasien tentang (emberitahukan keluarga pasien tentang pentingnya memberi ASI eksklusi# dan nutrisipentingnya memberi ASI eksklusi# dan nutrisi pada anak untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuhpada anak untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat prosesdan mempercepat proses penyembuhanny
penyembuhannya.a.
(emberitahukan pada keluarga pasien (emberitahukan pada keluarga pasien tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungantentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal ,hindari merokok,polusi udara,lingkungan berdebu karena dapattempat tinggal ,hindari merokok,polusi udara,lingkungan berdebu karena dapat menurunkanmenurunkan kesehatan dan melemahkan kondisi saluran napas anak.
kesehatan dan melemahkan kondisi saluran napas anak.
(emberitahukan pentingnya pemberian imunisasi pada anak, karena dengan imunisasi (emberitahukan pentingnya pemberian imunisasi pada anak, karena dengan imunisasi kekebalan tubuh semakin kuat dankekebalan tubuh semakin kuat dan mikroorganisme sulit masuk dalam tubuh.mikroorganisme sulit masuk dalam tubuh.
(engajarkan tindakkan sederhana yang dapat dilakukan bila anak sakit misalnya ; (engajarkan tindakkan sederhana yang dapat dilakukan bila anak sakit misalnya ; memberikan kompres hangat untuk menurunkan demam, memberikan minuman yang c memberikan kompres hangat untuk menurunkan demam, memberikan minuman yang c ukupukup untuk mencegah dehidrasi, memberikan minuman hangatuntuk mencegah dehidrasi, memberikan minuman hangat untuk membantu mengencerkanuntuk membantu mengencerkan sekret yang kental.
sekret yang kental. 2.17 PENEGAHAN 2.17 PENEGAHAN
7enyakit bronkopneumonia dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan penderita atau 7enyakit bronkopneumonia dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan penderita atau mengobati secara dini penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya
mengobati secara dini penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya bronkopneumonia ini.
bronkopneumonia ini.
Selain itu hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh kaita Selain itu hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh kaita terhadap berbagai penyakit saluran na#as seperti ; cara hidup sehat, makan makanan bergi+i terhadap berbagai penyakit saluran na#as seperti ; cara hidup sehat, makan makanan bergi+i dan teratur ,menjaga kebersihan ,beristirahat yang cukup, rajin berolahraga, dll.
dan teratur ,menjaga kebersihan ,beristirahat yang cukup, rajin berolahraga, dll.
(elakukan 4aksinasi juga diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terin#eksi antara lain; (elakukan 4aksinasi juga diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terin#eksi antara lain; 1aksinasi 7neumokokus
1aksinasi 7neumokokus 1aksinasi *. in#luen+a 1aksinasi *. in#luen+a
1a
1aksinasi 1aksinasi 1arisela yang risela yang dianjurkan pada anak dianjurkan pada anak dengan daya tahan dengan daya tahan tubuh rendahtubuh rendah 1a
1aksin in#luen+a yang diberikan pada ksin in#luen+a yang diberikan pada anak sebelum anak saanak sebelum anak sakit.kit. 2.18 KOMPLIKASI
2.18 KOMPLIKASI
7enyakit bronkopneumonia ini selain terjadi pada deasa, seringkali juga terjadi 7enyakit bronkopneumonia ini selain terjadi pada deasa, seringkali juga terjadi !"#$%#&$'()#$*+ &+,+ +$+%
!"#$%#&$'()#$*+ &+,+ +$+% . erikut beberapa komplikasi dari. erikut beberapa komplikasi dari penyakit penyakit
bronkopneumonia
bronkopneumonia yaitu ;yaitu ; 1.
1. Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paruAtelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau re#leks batuk hilang.
merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau re#leks batuk hilang. 2.
2. Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang. 3.
3. 'mpisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura'mpisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.
terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura. 4.
4. 'ndokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.'ndokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial. 5.
5. (eningitis yaitu in#eksi yang menyerang selaput otak.(eningitis yaitu in#eksi yang menyerang selaput otak. .
BAB III BAB III maka
maka berdasarkan berdasarkan uraian uraian di di atas atas penulis penulis dapat dapat menarik menarik kesimpulan kesimpulan serta serta memberikanmemberikan saran sebagai berikut ;
saran sebagai berikut ; 3.1 KESIMPULAN 3.1 KESIMPULAN
ronchopneumonia
ronchopneumonia adalah adalah in#eksi in#eksi yang yang menyebabkan menyebabkan paru-paru paru-paru meradang.meradang.
5antung-kantung udara dalam paru yang disebut al4eoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga 5antung-kantung udara dalam paru yang disebut al4eoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. 5ekurangan oksigen membuat
kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. 5ekurangan oksigen membuat sel-sel tubuhsel-sel tubuh tidak bisa bekerja. 9ara- gara inilah, selain penyebaran in#eksi ke seluruh tubuh, penderita tidak bisa bekerja. 9ara- gara inilah, selain penyebaran in#eksi ke seluruh tubuh, penderita bronchopneumonia bisa menin
bronchopneumonia bisa meninggal. Sebenarnya bronchopneumoggal. Sebenarnya bronchopneumonia bukanlah penyakitnia bukanlah penyakit tunggal. 7enyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber in#eksi, dengan tunggal. 7enyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber in#eksi, dengan sumber utama bakteri, 4irus, mikroplasma, jamur, berbagai senyaa kimia maupun partikel. sumber utama bakteri, 4irus, mikroplasma, jamur, berbagai senyaa kimia maupun partikel. 3.2 SARAN
3.2 SARAN 7erlu
7erlu penyuluhan penyuluhan yang yang intensi# intensi# tentang tentang penyakit, penyakit, proses proses penyakit penyakit dandan pengobatannya pada penderita ronchopn
pengobatannya pada penderita ronchopneumonia. (engin#ormasikan tentang pencegahan-eumonia. (engin#ormasikan tentang pencegahan- pencegahan terjadinya ronchopneumon
pencegahan terjadinya ronchopneumonia dengan cara ;ia dengan cara ; ".
". erhenti erhenti merokok merokok !.
!. 5onsumsi 5onsumsi obat obat secara secara teratur teratur 3.
3. 7erhatikan 7erhatikan berat berat badanbadan <.
<. *indari *indari +at +at polusipolusi E.
E. >aga >aga stamina stamina tubuhtubuh .
. Istirahat Istirahat cukupcukup /.
/. 6utin 6utin mengikuti mengikuti rehabilitasi rehabilitasi paru-paruparu-paru @.
@. 2akukan 2akukan latihan latihan bernapasbernapas .
. eetap tap berakti4itasberakti4itas "0.
"".
"". 5onsumsi 5onsumsi makanan sehmakanan sehatat
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
*idayat, A. !00E.
*idayat, A. !00E. Pengantar Ilmu Keperawatan Pengantar Ilmu Keperawatan Anak I.Anak I. >akarta; Salemba (edika. >akarta; Salemba (edika.
8anda, !00".
8anda, !00". Diagnosis Keperawatan NAND Diagnosis Keperawatan NANDA: Klasiikasi dan Deinisi !""#-!""!. A: Klasiikasi dan Deinisi !""#-!""!. AlihAlih
$ahasa: Ani %a
$ahasa: Ani %aryani& dkk ryani& dkk , >akarta; 7SI5O-OM K9(., >akarta; 7SI5O-OM K9(. 8gastiyah. "/.
8gastiyah. "/. Perawatan Ana Perawatan Anak 'akit k 'akit . >akarta; '9).. >akarta; '9).
7rince, S.A. N
7rince, S.A. N iilson 2.(. "00E.lson 2.(. "00E. Patoisiologi: Konsep Klinis Pro Patoisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit (disises-proses Penyakit (disi
I) I) ..
ong, O.2. !00<.
ong, O.2. !00<. Pedoman Klinis Keperawatan Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik Pediatrik . >akarta; '9). >akarta; '9)
(cgro *ill $"E, 7erinatal? 8eonatal, KSA (cgro *ill $"E, 7erinatal? 8eonatal, KSA 8gastiyah $"/, 7eraatan A
8gastiyah $"/, 7eraatan Anak Sakit, 'disi III '9) ,>akarta. Sta# 7engajar I5A$"@E,nak Sakit, 'disi III '9) ,>akarta. Sta# 7engajar I5A$"@E,
Ilmu 5esehatan Anak KI , >akarta Ilmu 5esehatan Anak KI , >akarta