MAKALAH HEMATOLOGI
Dosen Pengampu : Aziz Ansori Wahid, S. T., M.T.
Disusun oleh : Kelompok 4
FAKULTAS KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK INSTITUT KESEHATAN RAJAWALI BANDUNG
2024
Erwan Maulana E123051
Nabila Lathifah Khairunnisa E123086
Nurhikmawati E123076
Putri Ramanda E123065
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan nikmat serta karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Pemeriksaan Hitung Jumlah Sel Leukosit” ini dengan sebaik-baiknya.
Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Hematologi. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Pemeriksaan Hitung Jumlah Sel Leukosit.
Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pengampu Bapak Aziz Ansori Wahid, S. T., M.T.yang telah memberikan tugas kepada saya. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna dan masih terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya. Maka dari itu, kritik serta saran saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Bandung Barat, 18 Maret 2024
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
a. Latar Belakang ... 1
b. Rumusan Masalah ... 2
c. Tujuan ... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
a. Teknik Dasar Penggunaan Alat Hitung Sel ... 3
b. Jenis- jenis alat perhitungan sel darah ... 3
c. Teknik perhitungan sel darah... 5
d. Pengenceran dan perhitungan ... 6
e. Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit ... 7
BAB III PENUTUP ... 9
A. Kesimpulan ... 9
B. Saran ... 9
DAFTAR PUSTAKA ... 10
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemeriksaan hematologi secara umum dibagi menjadi pemeriksaan hematologi rutin yang meliputi pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, hitung jumlah sel leukosit, hitung jumlah sel eritrosit, hitung jumlah trombosit dan indeks eritrosit. Sedangkan pemeriksaan hematologi lengkap meliputi semua pemeriksaan hematologi rutin ditambah dengan pemeriksaan hitung jenis leukosit dan pemeriksaan morfologi sel, gambaran darah tepi, morfologi darah tepi yaitu ukuran , kandungan hemoglobin, anisositosis, poikilositosis dan polikromasi.
Pemeriksaan hitung jenis leukosit merupakan salah satu pemeriksaan darah rutin.
Leukosit atau sel darah putih memiliki ciri khas sel yang berbeda-beda,ukurannya lebih besar dari eritrosit, tidak berwarna dan dapat melakukan pergerakan dengan bantuan kaki semu (pseudopodia) dengan masa hidup 13-20 hari (Nugraha, 2015). Terdapat lima jenis leukosit yang masing-masing memiliki fungsi yang khusus. Sel-sel itu adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil.
Leukosit adalah bagian penting dari sistem pertahanan tubuh, terhadap benda asing, mikroorganisme atau jaringan asing. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang
Pemeriksaan hitung jumlah leukosit ada dua, yaitu cara manual dan cara elektronik atau otomotik. Hitung jumlah leukosit secara manual adalah pemeriksaan dalam menentukan jumlah sel leukosit yang terdapat dalam 1µL darah untuk membantu melihat adanya peningkatan atau penurunan jumlah leukosit sebagai reaksi dari adanya infeksi atau melihat proses perjalanan penyakit serta pengaruh pengobatan.
2
B. Rumusan Masalah
1. Apa Teknik Dasar Penggunan Alat Hitung Sel?
2. Sebutkan Jenis-Jenis Alat Perhitungan Sel Darah?
3. Bagaimana teknis perhitungan sel darah?
4. Jelaskan pengenceran dan perhitungan?
5. Apa saja pemeriksaan hitung jumlah leukosit?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui teknik dasar penggunaan alat hitung sel 2. Untuk mengetahui jenis- jenis alat penghitung sel darah 3. Untuk mengetahui teknis perhitungan sel darah
4. Untuk mengetahui pengenceran dan perhitungan 5. Untuk mengetahui pemeriksaan hitung jumlah leukosit
3
BAB II PEMBAHASAN
A. Teknik Dasar Penggunaan Alat Hitung Sel
Penggunaan alat hitung sel ada dua yaitu cara manual dan cara elektronik atau otomotik.
1. Cara manual
Cara manual dilakukan dengan menghitung leukosit secara visual dengan mikroskop. Darah diencerkan dengan asam lemah, sel- sel leukosit akan dilisis kan dan darah menjadi encer sehingga leukosit lebih mudah di hitung. Jumlah leukosit permikroliter darah di tentukan dengan menghitung sel- sel dibawah mikroskop dan perhitungan dilakukan menggunakan bilik hitung (counting chamber) kemudian mengalikan dengan menggunakan faktor pengali tertentu. Pengenceran leukosit diencerkan sebanyak 20 kali.
2. Cara elektronik
Cara elektronik ini dilakukan dengan menggunakan sebuah mesin penghitung sel darah (Hematologi analyzer), impedansi (resistensi elektrik) dan pembauran cahaya (light scattering/optical scatter) didasarkan pada deteksi dan penguburan perubahan hambatan listrik yang dihasilkan oleh sel- sel darah saat mereka melintasi sebuah flow cell yang dilalui cahaya. Hasil hitung leukosit dengan analyzer ditampilkan pada lembar hasil sebagai WBC (White blood cell).
B. Jenis- jenis alat perhitungan sel darah 1. Hemositometer
Hemositometer adalah alat hitung sel darah manual yang digunakan untuk menghitung jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Alat ini terdiri dari ruang hitung yang terbuat dari dua lembar kaca tebal yang dipisahkan oleh ruang yang sangat kecil. Sampel darah dicampur dengan larutan pengencer dan diteteskan ke ruang hitung. Sel darah dihitung di bawah mikroskop dan jumlahnya dihitung untuk menentukan jumlah sel per mililiter darah.
2. Blood Cell Counter (BCC)
Blood Cell Counter (BCC) adalah alat hitung sel darah otomatis yang
digunakan untuk menghitung jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
4 Alat ini bekerja dengan mencampurkan sampel darah dengan larutan pengencer dan kemudian melewatkannya melalui lubang kecil. Sel darah dihitung berdasarkan ukuran dan bentuknya menggunakan teknologi cahaya atau impedansi listrik. BCC lebih cepat dan lebih akurat daripada hemositometer, dan dapat digunakan untuk menganalisis sampel darah dalam jumlah besar.
3. Diferensial Blood Cell Counter (DCC)
Diferensial Blood Cell Counter (DCC) adalah alat hitung sel darah otomatis yang digunakan untuk menghitung jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, serta untuk mengklasifikasikan sel darah putih menjadi jenis yang berbeda.
DCC bekerja dengan cara yang sama seperti BCC, tetapi memiliki fitur tambahan yang memungkinkannya untuk mengidentifikasi jenis sel darah putih yang berbeda berdasarkan ukuran, bentuk, dan karakteristik lainnya. DCC digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis, termasuk infeksi, kelainan darah, dan kanker.
4. Automated Platelet Counter (APC)
Automated Platelet Counter (APC) adalah alat hitung sel darah otomatis yang digunakan untuk menghitung jumlah trombosit. APC bekerja dengan cara yang sama seperti BCC, tetapi dirancang khusus untuk menghitung trombosit. APC digunakan untuk memantau pasien dengan kelainan perdarahan dan untuk memastikan bahwa mereka memiliki jumlah trombosit yang cukup sebelum operasi atau prosedur medis lainnya.
5. Flow Cytometer
Flow cytometer adalah alat yang digunakan untuk menghitung sel dan mengukur karakteristiknya, seperti ukuran, bentuk, dan kandungan protein. Flow cytometer bekerja dengan melewatkan aliran sel tunggal melalui sinar laser. Cahaya yang dihamburkan oleh sel diukur dan digunakan untuk menghitung ukuran dan bentuknya. Pewarna fluoresen kemudian ditambahkan ke sel dan jumlah fluoresensi yang diukur digunakan untuk mengidentifikasi jenis sel dan mengukur kandungan proteinnya. Flow cytometer digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis, termasuk kanker, kelainan darah, dan infeksi.
5 6. Pipet Thoma Leukosit
Pipet Thoma Leukosit adalah alat yang digunakan untuk menghitung jumlah sel leukosit yang diperiksa dalam sel/ Mikroliter darah dan untuk mengencerkan darah dalam pemeriksaan jumlah leukosit dan eosinofil.
C. Teknik perhitungan sel darah
Teknis Penghitungan Sel Darah ada dua metode utama untuk menghitung sel darah:
1. Perhitungan Manual Langkah-langkah:
a. Siapkan sampel darah.
b. Cuci tangan dan bersihkan area kerja.
c. Ambil sampel darah dari pasien menggunakan jarum suntik steril.
d. Encerkan darah. Campurkan sampel darah dengan larutan pengencer sesuai dengan rasio yang ditentukan.
e. Muat sampel ke hemocytometer.
f. Tempatkan sampel darah yang telah diencerkan di ruang hitung hemocytometer dan tutup dengan kaca penutup.
g. Hitung sel darah di bawah mikroskop.
h. Atur mikroskop pada perbesaran yang sesuai (biasanya 400x).
i. Hitung jumlah sel darah dalam kotak hitung di beberapa area hemocytometer.
j. Hitung jumlah sel darah per liter darah. Gunakan rumus berikut:
k. Jumlah sel darah/L = (Jumlah sel yang dihitung x Faktor pengenceran x Faktor konversi)
l. Faktor pengenceran: Rasio antara volume larutan pengencer dan volume sampel darah.
m. Faktor konversi: Faktor untuk mengonversi dari mm^3 ke L.
2. Penghitungan Otomatis/ Hemocytometer otomatis Langkah-langkah:
a. Siapkan sampel darah.
b. Cuci tangan dan bersihkan area kerja.
c. Ambil sampel darah dari pasien menggunakan jarum suntik steril.
6 d. Masukkan sampel darah ke hemocytometer otomatis. Ikuti instruksi pada alat.
e. Tunggu hasil. Hemocytometer otomatis akan menghitung jumlah sel darah dan menampilkan hasilnya.
D. Pengenceran dan perhitungan
1. Metode Pengenceran ada dua metode utama untuk mengencerkan darah dalam penghitungan leukosit:
a. Metode Tabung :
Darah dicampur dengan larutan pengencer (misalnya larutan Turk) dalam tabung serologi. Campuran dikocok dengan baik untuk memastikan sel darah terdistribusi secara merata. Sampel campuran dimasukkan ke dalam kamar hitung.
b. Metode Pipet :
Darah dicampur dengan larutan pengencer langsung di dalam pipet khusus
(misalnya pipet Thoma). Campuran dikocok dengan baik dan sampel dimasukkan ke dalam kamar hitung.
2. Perhitungan Leukosit
Setelah sampel darah diencerkan dan dimasukkan ke dalam kamar hitung, jumlah leukosit dihitung di bawah mikroskop. Berikut langkah-langkahnya:
a. Hitung jumlah leukosit di kotak hitung :
• Pilih 4 kotak besar di kamar hitung.
• Hitung jumlah leukosit yang terlihat di setiap kotak.
• Jumlahkan leukosit yang dihitung di semua kotak.
b. Hitung jumlah leukosit per mm3, gunakan rumus berikut :
• Jumlah Leukosit/mm3 = (Jumlah Leukosit yang dihitung x Faktor Pengenceran) / (Volume Kotak Hitung x Faktor Koreksi Volume)
• Faktor Pengenceran : - Metode Tabung : 20 - Metode Pipet : 40
- Volume Kotak Hitung : 0,1 mm3 - Faktor Koreksi Volume : 2,5
7 3. Contoh kasus:
Misalnya, Anda menghitung 50 leukosit di 4 kotak besar kamar hitung pada sampel darah yang diencerkan dengan metode tabung.
Jumlah Leukosit/mm3 = (50 leukosit x 20) / (0,1 mm3 x 2,5) = 4000 leukosit/mm3
• Interpretasi Hasil
Jumlah leukosit normal pada orang dewasa berkisar antara 4.000 - 10.000 leukosit/mm3.
• Nilai leukosit yang rendah (leukopenia) dapat disebabkan oleh - Infeksi virus
- Kelainan darah - Autoimun - Kanker
• Nilai leukosit yang tinggi (leukositosis) dapat disebabkan oleh - Infeksi bakteri
- Peradangan - Alergi - Leukemia
E. Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit
Leukosit, atau sel darah putih, adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi dan penyakit. Pemeriksaan hitung jumlah leukosit adalah tes darah yang mengukur jumlah leukosit dalam darah Anda.
a. Tujuan Pemeriksaan
• Pemeriksaan hitung jumlah leukosit dapat dilakukan untuk :
Memantau kesehatan sistem kekebalan tubuh: Jumlah leukosit yang abnormal dapat mengindikasikan adanya infeksi, peradangan, atau kondisi medis lainnya.
• Mendiagnosis infeksi :
Infeksi bakteri biasanya meningkatkan jumlah leukosit, sedangkan infeksi virus dapat menyebabkan penurunan jumlah leukosit.
• Memantau perjalanan penyakit :
Jumlah leukosit dapat dipantau untuk melihat bagaimana tubuh Anda merespon pengobatan terhadap penyakit kronis.
8
• Mendeteksi kanker :
Beberapa jenis kanker dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit.
b. Metode Pemeriksaan
Ada dua metode utama untuk melakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit :
• Hitung Sel Darah Lengkap (CBC) :
Tes ini mengukur jumlah leukosit, sel darah merah, dan trombosit dalam darah Anda. Sampel darah diambil dari vena di lengan Anda. Hasil tes biasanya tersedia dalam beberapa hari.
• Diferensial Leukosit :
Tes ini dilakukan setelah tes CBC untuk menghitung jumlah dan jenis leukosit yang berbeda dalam darah Anda. Sampel darah yang sama dari tes CBC dapat digunakan. Hasil tes biasanya tersedia dalam beberapa hari.
c. Persiapan Pemeriksaan
Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan untuk pemeriksaan hitung jumlah leukosit. Namun, informasikan kepada dokter Anda jika :
• Mengonsumsi obat apa pun yang dapat memengaruhi jumlah leukosit, seperti steroid atau kemoterapi.
• Memiliki alergi terhadap antikoagulan (obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah).
d. Risiko Pemeriksaan
Risiko komplikasi dari pemeriksaan hitung jumlah leukosit sangat kecil. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi :
• Rasa sakit atau memar di tempat pengambilan sampel darah
• Infeksi di tempat pengambilan sampel darah
• Pingsan (jarang terjadi)
9
BAB III PENUTUP
A. KesimpulanDari penulisan diatas dapat disimpulkan bahwa:
Leukosit adalah sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Pemeriksaan hitung jumlah leukosit bertujuan untuk mengetahui jumlah leukosit dalam darah yang terdiri dari teknis perhitungan sel darah, pengenceran dan perhitungan serta pemeriksaan hitung jumlah leukosit. Untuk pemeriksaan hitung sel darah terdapat beberapa jenis jenis alat seperti hemositometer, BCC, DCC, APC dan flow cytometer.
Pemeriksaan untuk menghitung sel darah salah satu nya leukosit yaitu menggunakan cara manual dengan kamar hitung serta cara auto matic menggunakan alat perhitungan jumlah leukosit secara manual memerlukan reagen Turk dan selanjutnya diamati dibawah mikroskop.
Reagen tersebut berperan untuk melisiskan sel selain leukosit dan mewarnai sel yang tidak di lisiskan.
B. Saran
Penulis berharap akan adanya kritik dan saran dari para pembaca untuk menambah wawasan atau informasi dari sumber yang lain yang dimaksudkan agar pengetahuan dan informasi-informasi dalam Hematologi semakin lengkap
10
DAFTAR PUSTAKA
Ariakiki. (2017). Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit. Diakses pada tanggal 18 maret 2024.
Available from: https://www.infolabmed.com
Nursasmita Ramli, Cindy. (2019). Hitung Jumlah Leukosit. Diakses pada tanggal 18 maret 2024.
Available from: https://online.anyflip.com
Salman Yuliana, dkk. (2021). Perbedaan Hasil Hitung Leukosit. Diakses pada tanggal 18 maret 2024.
Available from: https://journal.stikeshb.ac.id
Siska Afriona. (2020). Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Leukosit Antara Metode Manual Dengan Metode Automatic Hematologi. Diakses pada tanggal 18 maret 2024. Available from:
http://repo.upertis.ac.id
Wahyu Aziz, dkk. (2015). Pemeriksaan Jenis Hitung Leukosit. Diakses pada tanggal 18 maret 2024.
Available from: http://repo.poltekkesbandung.ac.id