• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BONE RENCANA KERJA (RENJA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BONE RENCANA KERJA (RENJA)"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN

BONE

2018

RENCANA

KERJA

(RENJA)

T

A

H

U

N

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala hikmah yang tercurah di balik setiap kerja keras kita. Semoga semua sumber daya yang telah diberikan dapat senantiasa mendapat limpahan Rahmat dan Ridho-Nya.

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) merupakan dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang memuat tentang Kebijakan, Program dan Kegiatan. Rencana Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2018 selain berisi tentang tujuan, sasaran, program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan sumber dana / pembiayaan juga memuat tentang evaluasi kinerja tahun sebelumnya (Tahun 2016).

Total dana keseluruhan dari 14 (Empatbelas) Program dan 38 (Tiga Puluh Delapan) kegiatan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 yaitu Rp. 204.446.500.000,- (Dua Ratus Empat Milyar Empat Ratus Empat Puluh Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi, DAK dan APBN (Tugas Pembantuan dan Dekonsentrasi).

Akhirnya, setelah berencana dan menyandarkan harapan semoga

semua program berjalan dan sasaran dapat tercapai. Insya Allah. Watampone, 5 Juni 2017

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan

Kabupaten Bone

Ir. WAHIDA, M.Si.

NIP. 19681130 199403 2 007

(3)

i

DAFTAR ISI

HALAMAN KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii A. BAB I PENDAHULUAN ... 1

B. BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA SKPD ... 10

C. BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ... 18

A Tujuan ……… 18 B Sasaran ……….………. 19 C Strategi ……….………. 20 D Kebijakan ……….………. 21 E Program ..………. 22 F Kegiatan……….. 22 D. BAB IV PENUTUP ……….. 25 LAMPIRAN

(4)

1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang

berlangsungsecara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebasdari korupsi, kolusi dan nepotisme merupakan perwujudan dari Good Governance, dengan memerlukan pengembangan dan penerapan sistemperencanaan yang tepat, jelas, terukur dan legitimate.

Rencana Kerja (Renja) adalah aktivitas analisis dan pengambilan keputusan di depan untuk menetapkan tingkat kinerja yang diinginkan di masayang akan datang.

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone merupakan penjabaran tahunan dari Perubahan Rencana Strategi (RENSTRA) Dinas Kelautan dan Perikanan serta Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bone yang telah disusun.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone adalah salah satu satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) milik Pemerintah Kabupaten Bone yang beralamat di Jalan Kalimantan No. 48 Watampone, Dinas ini mempunyai Tugas untuk melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah dibidang Kelautan dan Perikanan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Program dan kegiatan yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan perlu direncanakan dengan cermat agar dapat bersinergi dengan program pembangunan lainnya secara berkesinambungan, berwawasan lingkungan, dan berbasis masyarakat. Dengan demikian, penyelenggaraan program kelautan dan perikanan harus dimantapkan secara berkelanjutan melalui integrasi dan koordinasi yang terus menerus.

Semangat untuk menghasilkan kemajuan di bidang kelautan dan perikanan didorong oleh motivasi yang kuat untuk menggali dan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Dinas Kelautan dan Perikanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya diberi wewenang untuk mengelola,

(5)

2

memanfaatkan, dan melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan demi kesejahteraan masyarakat Bone, khususnya masyarakat nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasaran ikan, serta untuk meningkatkan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bone, dimana Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan unsur pelaksana otonomi daerah, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 8 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati Bone Nomor 82 Tahun 2016 telah ditetapkan Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai berikut :

Dinas Kelautan dan Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas membantu Bupati dalam merencanakan,

melaksanakan, mengkoordinasikan, membina, mengawasi dan

mengendalikan penyelenggaraan kegiatan bidang Kelautan dan Perikanan

daerah sesuai peraturan perundang-undangan dalam rangka

penyelenggaraan pemerintah daerah.

Dinas Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan tugas

menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang Kelautan dan Perikanan

daerah;

b. pembinaan perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum di bidang Kelautan dan Perikanan daerah kepada masyarakat;

c. penyelenggaraan fasilitasi pengelolaan Kelautan dan Perikanan kepada Kabupaten/Kota dan mitra di bidang Kelautan dan Perikanan;

d. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); e. pelaksanaan urusan kesekretariatan;

f. penyampaian laporan hasil evaluasi saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Bupati; dan

g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati terkait tugas dan fungsinya.

(6)

3

Permasalahan yang teridentifikasi dalam pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone yaitu belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya kelautan (perikanan tangkap baru dimanfaatkan sebesar 60% dari potensi lestarinya, potensi budidaya rumput laut di pantai barat dan potensi lahan tambak baru dimanfaatkan 80%).

Permasalahan tersebut dapat terjadi karena berdasarkan beberapa perumusan permasalahan, yaitu :

1. Pertumbuhan ekonomi daerah belum menunjukkan tingkat

perkembangan yang signifikan, permasalahan ini terkait dengan belum optimalnya iklim investasi yang prospektif dan kondusif, belum berkembangnya jiwa kewirausahaan di daerah pedesaan serta belum optimalnya pemanfaatan dan pengembangan pertanian, pariwisata dan potensi sumberdaya alam.

2. Kualitas SDM masih rendah, permasalahan ini terkait dengan masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan kurang berdayanya masyarakat pedesaan.

3. Penataan ruang, dan kawasan / kewilayahan Kabupaten Bone untuk Pemanfaatan masih belum optimal, hal ini terkait Rencana Zonasi Wilayah pesisir di Kabupaten Bone Baru terbuat pada tahun 2015, dan untuk pemberlakuannya harus menunggu ditetapkannya Peraturan Daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan yang terintegrasi dan sinergis dengan pembangunan yang diprioritaskan sesuai dengan potensi sumberdaya alam dan lingkungan yang ada. Selain itu permasalahan tersebut terkait dengan belum optimalnya fungsi kawasan dan tata ruang wilayah.

4. Tata kelola dan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah masih lemah, permasalahan ini terkait dengan masih lemahnya kapasitas kelembagaan dan kualitas aparatur pemerintahan daerah.

1.2 Landasan Hukum

Dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja)Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 disusun berdasarkan Pancasila sebagai landasan idiil, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional, dan ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN

(7)

1999-4

2004 sebagai landasan operasional. Selain itu penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 berpedoman pada dasar hukum sebagai berikut :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata

Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang dan Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 155);

3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

4. Peraturan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2028;

5. Peraturan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 – 2029;

6. Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 07 Tahun 2008 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bone Tahun 2005-2025;

7. Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bone 2012 – 2032.

8. Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Nomor 8 Tahun 2013 tentang Rencana

(8)

5

Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bone Tahun 2013-2018 .

9. Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bone. 10. Peraturan Bupati Bone Nomor 82 Tahun 2016 tentang Kedudukan,

Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan.

1.3 Maksud dan Tujuan

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 ini merupakan salah satu dari serangkaian proses pekerjaan penyusunan program pembangunan daerah. Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2017 ini berisikan uraian mengenai evaluasi hasil pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan tahun lalu dan rencana kinerja tahun yang akan datang.

Berdasarkan hal diatas, maka Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 ini disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

1. Penjabaran tahunan dari Perubahan Rencana Strategi (RENSTRA) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone yang telah disusun. 2. Mengukur dan melakukan evaluasi kinerja SKPD Dinas Kelautan

dan Perikanan Kabupaten Bone.

3. Menjabarkan gambaran tentang kondisi umum Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone sekaligus memahami tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone.

4. Memudahkan seluruh jajaran Aparatur pemda untuk memahami dan menilai sasaran, kebijakan dan program serta kegiatan operasional Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone.

5. Sebagai pedoman dan acuan dalam melaksanakan kegiatan pada tahun 2018 agar dapat dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan.

1.4 Sistematika Penulisan

Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 disusun dengan sistematika penyajian sebagai berikut:

(9)

6

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan Renja SKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik

1.1 Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD, keterkaitan antara Renja SKPD dengan dokumen RKPD, Renstra RKPD, dengan Renja K/L dan Renja Provinsi /Kabupaten/Kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

1.2 Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD. 1.3 Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja SKPD.

1.4 Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja SKPD sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu, dan realisasi Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja

(10)

7

tahunan SKPD dan/atau realisasi APBD untuk SKPD yang bersangkutan.

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.

Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan.

Jika SKPD yang bersangkutan belum mempunyai tolok ukur dan indikator kinerja yang akan diuji, maka setiap SKPD perlu terlebih dahulu menjelaskan apa dan bagaimana cara menentukan tolok ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi, serta norma dan standar pelayanan SKPD yang bersangkutan.

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD Berisikan uraian mengenai:

1. Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD;

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD;

3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals);

4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD

5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD Berisikan uraian mengenai:

1. Proses yang dilakukanyaitumembandingkan antara rancangan awal RKPD denganhasilanalisiskebutuhan;

(11)

8

3. Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.

1.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Dalam bagian

ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan Provinsi, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari hasil Musrenbang Desa/Kelurahan, Musrenbang Kecamatan ataupun berdasarkan penelitian langsung yang dilakukan oleh SKPD bersangkutan.

Deskripsi yang perlu disajikan dalam subbab ini, antara lain:

1. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program/kegiatan usulan pemangku kepentingan tersebut diperoleh;

2. Penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaah terhadap Kebijakan Nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD

3.3 Program dan Kegiatan

Berisikan penjelasan mengenai:

a. Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.

Misal:

a. Pencapaian visi dan misi kepala daerah, b. Pencapaian MDGs,

(12)

9

d. Pendayagunaan potensi ekonomi daerah, e. Dsb.

b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, antara lain meliputi:

- Jumlah program dan jumlah kegiatan.

- Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan (apa saja yang tersebar ke berbagai kawasan dan apa saja yang terfokus pada kawasan atau kelompok masyarakat tertentu).

- Total kebutuhan dana/pagu indikatif yang dirinci menurut sumber pendanaannya.

BAB IV PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa:

a. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan.

b. Kaidah-kaidah pelaksanaan. c. Rencana tindak lanjut.

Pada bagian lembar terakhir dicantumkan tempat dan tanggal dokumen, nama SKPD dan nama dan tanda tangan kepala SKPD, serta cap SKPD yang bersangkutan.

LAMPIRAN RENJA

Pada bagian lampiran dapat dilihat pada tabel rumusan rencana program dan kegiatan SKPD

(13)

10

BAB II.

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA SKPD

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone.

Selama tahun 2016 pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada program-program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone umumnya sudah berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target kinerja, Hal tersebut dapat tercapai karena merupakan kerja keras dan kerja sama dari semua pihak yang terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut.

Penyelesaian kegiatan tahun 2016 mengoptimalkan sumber daya yang ada serta berkoordinasi dengan instansi yang relevan dalam hal penyesuaian Anggaran Kas, Sehingga diharapkan dapat terjadi peningkatan mutu layanan dan realisasi proyeksi capaian kinerja pelayanan dan anggaran akan tercapai. Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone dapat dilihat pada Tabel 1 pada BAB LAMPIRAN.

Program Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2016 bersumber dari Dana APBD (DAK dan DAU) terdiri dari 10 Program dan 29 Kegiatan dengan Total Anggaran sebesar Rp. 9.555.160.100,- dengan penyerapan anggaran Rp. 9.509.437.632,- atau 99,52% dengan realisasi fisik 100%. Target

Pendapatan (PAD) Tahun 2016 sebesar Rp. 270.000.000, dengan capaian

realisasi sebesar Rp. 271.125.000 atau 100,41%.

Adapun dana yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone yang bersumber dari APBN Tugas pembantuan Tahun Anggaran 2016 terdiri dari 2 (dua) satker yaitu :

1.Satker (190556) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI dengan

Jumlah anggaran sebesar Rp. 2.050.000.000,- dimana capaian Penyerapan anggaran Rp. 1.949.570.000 atau 95,10% dengan realisasi fisik 100%.

2.Satker (190564) Direktorat Jenderal Peningkatan Daya Saing Produk

(14)

11

Rp. 18.000.000.000,- dimana capaian Penyerapan anggaran Rp. 17.874.133.000,- atau 99,30% dengan realisasi fisik 100%.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2016 baik yang bersumber dari APBD maupun APBN dapat dilihat pada Tabel 2,3,4,5 dan 6 dalam BAB lampiran.

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Pada tahun 2016 terdapat beberapa kendala terkait teknis pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone yang diuraikan sebagai berikut : Permasalahan tersebut antara lain adalah :

1) Alokasi kebutuhan anggaran kegiatan pada Dinas Kelautan dan

Perikanan tidak mengakomodir semua kebutuhan sesuai yang

direncanakan sehingga mengakibatkan kurang optimalnya

pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi seperti pada Kegiatan Pembinaan Kelompok Nelayan Perikanan Tangkap yaitu Paket Pemberian Bantuan Sarana dan Prasarana Untuk Peningkatan Produksi Tangkapan Ikan masih kurang karena pagu anggaran yang disediakan kurang mencukupi untuk pelaksanaannya selain itu program PUMM yang berasal dari Anggaran Dekonsentrasi tidak dialokasikan di Kabupaten Bone untuk tahun 2016 sehingga target ada RPJMD dan Renstra tidak tercapai;

2) Target Produksi Perikanan Tangkap dalam RPJMD dan Renstra

terlalu tinggi karena andanya perbedaan penghitungan statistik akibatnya capaian produksi perikanan tangkap tahun 2016 sangat rendah dibandingkan target yang ada.

3) Keterbatasan jumlah aparatur antara lain pada tingkatan staf

pengelola kegiatan dan petugas teknis di lapangan;

4) Pengelolaan sumberdaya perikanan yang belum optimal

diakibatkan oleh skala usaha bersifat tradisional dan pemanfaatan teknologi pengelolaan perikanan tepat guna dan ramah lingkungan yang masih rendah;

5) Terdapat potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang belum

(15)

12

Rumput Laut Eucheuma cottonii dan Penerapan Teknologi Budidaya

Udang dan bandeng dengan Metode CBIB.

Tindak lanjut pemecahan masalah dalam rangka peningkatan kinerja Pelayanan SKPD Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone yang perlu dilakukan antara lain sebagai berikut :

- Melakukan perencanaan dengan memperhatikan prioritas

utama program dan kebutuhan pembangunan bidang perikanan dan kelautan.

- Mengusulkan penambahan aparatur untuk meningkatkan

kinerja organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan antara lain staf pengelola kegiatan dan petugas teknis lapangan. Selain itu perlu dilakukan penekanan tugas dan fungsi aparatur dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.

- Pembinaan, pelatihan dan sosialisasi tentang teknis dan

peningkatan usaha kelautan dan perikanan.

- Perlunya dilakukan penerapan hasil dari perencanaan zonasi

kelautan dan perikanan yang telah dibuat oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone guna memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang belum termanfaatkan.

- Pada tahun 2016 dan tahun selanjutnya akan dilakukan

penganggaran kembali sesuai dengan rencana kebutuhan berdasarkan skala prioritas.

Analisis Program menunjang keberhasilan/kegagalan

pencapaian pernyataan kinerja dan pelayanan kinerja SKPD tahun 2016 dapat digambarkan sebagai berikut: :

1. Program Pengembangan Perikanan Tangkap dan Pemberdayaan

Ekonomi Masyarakat Peisisr

Pelaksanaan Program tersebut dimaksudkan untuk mendukung dan menunjang indikator sasaran strategis yaitu Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap dan Jumlah Kelompok Masyarakat Kelautan dan dan Perikanan yang terberdayakan (KUB). Program tersebut terdiri atas pembinaan kelompok (KUB) melalui pendampingan berupa interfensi program PUMM, pemberian bantuan seperti alat penangkapan ikan, alat bantu penangkapan ikan dan sarana penangakan

(16)

13

ikan diatas kapal serta Sosialisasi dan pembinaan ke kelompok tentang cara penagkapan ikan dengan menggunakan peralatan yang modern sampai penanganan ikan diatas kapal sampai tiba di darat kembali. Hal ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi sehingga linear dengan pendapatan nelayan. Keberhasilan/kegagalan dari program ini sangat dipengaruhi oleh alokasi anggaran baik dari APBD Kabupaten, DAK, APBD Propinsi maupun dari APBN. Selain dari dukungan anggaran dari pemerintah peran Sumberdaya dari Dinas kelautan dan Perikanan kabupaten Bone dan kerjasama dengan kelompok sangat perlukan sebagai mitra dan pendamping untuk mencapai sasaran tersebut.

2. Program Pengembangan Budidaya Perikanan

Pelaksanaan program ini dimaksudkan untuk menunjang dan mendukung indikator sasaran srategis yaitu peningkatan

produksi perikanan budidaya dan Jumlah Kelompok

Pembudidaya yang mendapat Sarana dan Prasarana Produksi Budidaya (Pokdakan). Program tersebut terdiri atas pemberian bantuan sarana dan prasarana produksi budidaya, pembinan kelompok, sosialisasi tentang cara berbudidaya yang dengan menerapkan Cara budidaya Ikan yang baik (CBIB). Pemanfaatan lokasi untuk lahan budidaya serta peluang jenis budidaya sehingga peningkatan produksi budidaya semakin tinggi dan tingkat kesejahteraan pembudidaya juga meningkat. Keberhasilan/kegagalan dari program ini sangat dipengaruhi oleh alokasi anggaran baik dari APBD Kabupaten, DAK, APBD Propinsi maupun dari APBN. Selain dari dukungan anggaran dari pemerintah peran Sumberdaya dari Dinas kelautan dan Perikanan kabupaten Bone dan kerjasama dengan kelompok sangat perlukan sebagai mitra dan pendamping untuk mencapai sasaran tersebut.

3. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi

Perikanan

Program ini dilakukan untuk mendukung produksi ikan olahan. Beberapa hal yang menyebabkan berhasilnya

(17)

14

pencapaian sasaran adalah mulai meningkatnya usaha pengolahan ikan dan juga adanya diversifikasi produk olahan asal ikan. Secara keseluruhan tingkat capaian dari tahun 2013-2016 produk olahan mengalami peningkatan dalam volume dan keanekaragaman produk. Peningkatan keanekaragaman produk ini mengindikasikan minat masyarakat dalam mengembangkan olahan berbahan baku ikan dan respon konsumen terhadap referensi olahan ikan cukup baik .

Potensi produk olahan yang ada di wilayah Kabupaten Bone antara lain ikan pindang, abon ikan, ikan kering (Dempo), krupuk ikan dan produk-produk lain seperti bakso ikan, nugget ikan, dan ikan asap. Produk-produk ini berasal sebagian besar dari bahan baku ikan hasil tangkapan perikanan laut dan sebagian kecil dari ikan hasil tangkapan perairan umum dan budidaya.

Peran serta Dinas Kelautan dan Perikanan dalam rangka meningkatkan produksi ikan olahan didukung dengan pelaksanaan kegiatan melalui program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan melalui pembinaan dan sosialisasi, pemberian bantuan berupa sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran seperti peralatan pembuat abon ikan, pelatan pembuatan bakso ikan, peralatan pengasapan ikan, Cool Box, box gandeng ikan.

Keberhasilan/kegagalan dari program ini sangat

dipengaruhi oleh alokasi anggaran baik dari APBD Kabupaten, DAK, APBD Propinsi maupun dari APBN. Selain dari dukungan anggaran dari pemerintah peran Sumberdaya dari Dinas kelautan dan Perikanan kabupaten Bone dan kerjasama dengan kelompok sangat perlukan sebagai mitra dan pendamping untuk mencapai sasaran tersebut.

4. Program Pemberdayaan Masyarkat dalam Pengawasan dan

Pengendalian SD Kelautan

Pelaksanaan Program ini dimaksudkan untuk menunjang dan mendukung indikator sasaran strategis yaitu Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) aktif. Program ini

(18)

15

teridiri dari pembinaan dan pemberian bantuan kepada POKMASWAS sehingga kinerjanya semakin baik dan masih aktif dalam membantu aparatur dinas dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberhetian terhadap tindakan pelanggaran dalam bidang kelautan dan perikanan seperti pelarangan penggunaan alat tangkap trawl, bom dan bius serta semacamnya yang dapat merusak kelestarian ekosistem dan biota laut (ikan).

Keberhasilan/kegagalan dari program ini sangat

dipengaruhi oleh alokasi anggaran baik dari APBD Kabupaten, DAK, APBD Propinsi maupun dari APBN. Selain dari dukungan anggaran dari pemerintah peran Sumberdaya dari Dinas kelautan dan Perikanan kabupaten Bone dan kerjasama dengan kelompok sangat perlukan sebagai mitra dan pendamping untuk mencapai sasaran tersebut.

5. Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan

Penyediaan dan Pengembangan Sarana Prasarana Penyuluhan Kelautan dan Perikanan merupakan penunjang proses pengumpulan dan pengolahan data kelautan dan perikanan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Bone. Penyediaan sarana penyuluhan kelautan dan perikanan dimaksudkan untuk menggali potensi dan daya dukung lingkungan bidang kelautan dan perikanan melalui pendataan yang akurat. Pelaksanaan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana penyuluhan kelautan dan perikanan terdiri atas Pengadaan sarana operasional berupa kendaraan bermotor roda 2, bahan KIT penyuluhan, bahan pembuatan materi penyuluhan Laptop, dan printer.

Keberhasilan/kegagalan dari program ini sangat

dipengaruhi oleh alokasi anggaran baik dari APBD Kabupaten, DAK, APBD Propinsi maupun dari APBN. Selain dari dukungan anggaran dari pemerintah peran Sumberdaya dari Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Bone dan kerjasama dengan

(19)

16

kelompok sangat perlukan sebagai mitra dan pendamping untuk mencapai sasaran tersebut.

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

a. Masih tingginya penduduk miskin di wilayah pesisir.

b. Rendahnya pelaku kegiatan usaha kelautan dan perikanan

(KUKP) untuk mengakses permodalan (kredit program).

c. Masih banyaknya nelayan yang masih tergantung pada

tengkulak.

d. Nelayan belum memahami pentingnya berkelompok dalam

pengelolaan usahanya.

e. Terjadinya sengketa pemanfaatan ruang pengelolaan wilayah

pesisir.

f. Tingginya illegal fishing.

g. Masih rendanya peran masyarakat dalam pengendalian

sumberdaya kelautan.

h. Menurunan produksi rumput laut gracilaria disebabkan harga

yang menurun.

i. Menurunnya produksi udang windu disebabkan penyakit.

j. Menurunnya produksi kepiting bakau disebabkan peningkatan

kerusakan habitat mangrove.

k. Terbatasnya sarana produksi perikanan budidaya.

l. Kondisi tambak yang masih jauh dari standar cara budidaya

ikan yang baik (CBIB).

m.Penerapan teknologi pengolahan pasca panen masih rendah.

n. Produksi perikanan tangkap menurun dipengaruhi oleh

perubahan iklim, kerusakan habitat terumbu karang dan mangrove.

o. Penerapan teknologi pengolahan pasca panen pada perikanan

tangkap masih rendah.

p. Rendahnya kesadaran nelayan dalam memenuhi perijinan kapal

penangkapan ikan.

q. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memahami standar

(20)

17

r. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas

mutu ikan di PPI.

s. Rendahnya penggunaan sarana API dan ABPI yang ramah

lingkungan.

t. Rendahnya koordinasi antar lembaga BP4K dengan Dinas

Kelautan dan perikanan.

u. Masih terbatasanya sarana dan prasarana penunjang

penyuluhan perikanan.

v. Rendahnya laporan binaan kelompok dengan rasio penyuluh.

w. Masih rendahnya pengolahan hasil perikanan dari bahan baku

menjadi barang jadi (produk).

x. Jumlah kelompok pengolah dan pemasar ikan (Poklahsar) masih

kurang.

y. Masih rendahnya penerapan teknologi dalam mengolah hasil

perikanan.

z. Kurangnya pengolah ikan yang memiliki ijin depkes.

aa. Rendahnya penggunaan alat pemasaran yang higienis.

bb. Belum optimalnya pelayanan administrasi perkantoran.

cc. Masih terbatasnya sarana dan prasarana perkantoran

dd. Masih rendahnya kapasitas sumberdaya aparatur dalam

menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

ee. Belum optimalnya pelaporan capaian kinerja dan keuangan dan

statistik Dinas Kelautan dan Perikanan

2.4 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat baik berasal dari usulan musrenbang skala prioritas, daftar longlist maupun proposal yang diajukan oleh Kelompok akan menjadi acuan dalam menentukan kebijakan dalam perencanaan Tahun yang akan datang.

Usulan Program dan kegiatan masyarakat yang berasal dari usulan musrenbang dan usulan proposal kelompok dapat dilihat pada LAMPIRAN.

(21)

18

BAB III.

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Sesuai Visi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun

2013 – 2018 yakni “Terwujudnya Produksi Kelautan dan Perikanan yang Tinggi

dan Berdaya Saing untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.” maka

tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2016 adalah sebagai berikut:

A. TUJUAN

Tujuan merupakan penjabaran/implementasi dari pernyataan misi yang menunjukkan apa yang akan dihasilkan dalam kurun waktu periode perencanaan, dalam hal ini untuk jangka waktu lima tahun (2013 – 2018).

Misi 1. Mewujudkan peningkatan produksi dan mutu hasil perikanan tangkap serta pemberdayaan masyarakat pesisir Tujuan dari misi 1 tersebut adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan produksi perikanan tangkap, dengan sasaran:

- Meningkatnya produksi perikanan tangkap

2. Meningkatkan mutu hasil perikanan tangkap, dengan sasaran:

Meningkatnya mutu hasil perikanan tangkap

3. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat pesisir, dengan sasaran:

- Meningkatnya keberdayaan kelompok nelayan

Misi 2. Mewujudkan peningkatan produksi dan mutu hasil perikanan budidaya

1. Meningkatkan produksi perikanan budidaya, dengan sasaran:

- Meningkatnya produksi perikanan budidaya air laut, air payau

dan air tawar.

2. Meningkatkan mutu hasil perikanan budidaya, dengan sasaran: -

Mempertahankan kualitas penanganan pasca panen hasil perikanan

Misi 3. Mewujudkan peningkatan produk olahan ikan yang bermutu, aman dan bernilai jual.

1. Meningkatkan jumlah produksi produk olahan ikan, dengan

sasaran:

(22)

19

2. Meningkatkan mutu, keamanan dan nilai jual produk olahan ikan,

dengan sasaran:

- Meningkatnya mutu, dan nilai jual produk olahan ikan

- Meningkatnya keamanan produk olahan ikan

Misi 4. Meningkatkan pengawasan terhadap sumberdaya kelautan dan perikanan

1. Meningkatkan pengawasan terhadap praktek illegal fishing, dengan

sasaran:

- Berkurangnya luas wilayah perairan yang menjadi daerah illegal

fishing

Misi 5. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia aparatur, dan kualitas pelayanan SKPD.

1. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia aparatur, dengan

sasaran:

- Meningkatnya kapasitas sumberdaya aparatur sesuai dengan

tugas pokok dan fungsinya

2. Meningkatkan kualitas pelayanan OPD, dengan sasaran:

- Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran

- Meningkatnya sarana dan prasarana penunjang pelayanan OPD

- Meningkatkan ketersediaan data statistik kelautan dan perikanan

yang terbarukan.

- Meningkatnya ketersediaan data dan laporan kinerja OPD

B. SASARAN

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan yaitu sesuatu yang

akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulan atau bulanan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai. Berdasarkan Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2013 – 2018, sasaran yang ingin dicapai adalah :

a. Tercapainya peningkatan produksi perikanan.

b. Tercapainya peningkatan pendapatan nelayan/pembudidaya ikan

(23)

20

c. Tercapainya peningkatan konsumsi ikan.

d. Tercapainya peningkatan penyerapan tenaga kerja dan

kesempatan berusaha.

e. Tercapainya peningkatan sarana/prasarana Kelautan dan

Perikanan.

f. Tercapainya peningkatan kelembagaan ditingkat

nelayan/pembudidaya ikan. C. STRATEGI

Strategi pembangunan kelautan dan perikanan Kabupaten Bone dalam mencapai visi dan misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan produksi perikanan tangkap melalui peningkatan

sarana dan prasarana penangkapan ikan.

2. Meningkatkan peningkatan mutu melalui penanganan ikan diatas

kapal melalui penerapan sistem rantai dingin.

3. Meningkatkan peran masyarakat pesisir dalam pengembangan

usaha perikanan.

4. Meningkatkan produksi perikanan budidaya melalui ekstensifikasi

dan intensifikasi, pembinaan kelompok pembudidaya ikan, serta peningkatan sarana dan prasarana pembenihan.

5. Meningatkan mutu hasil perikanan melalui penerapan teknologi

penanganan pasca panen dan penerapan sistem rantai dingin.

6. Meningkatkan produksi hasil olahan ikan melalui pembentukan

dan pemberdayaan POKLAHSAR.

7. Meningkatkan mutu dan nilai jual produk perikanan melalui

penerapan teknologi produksi pengolahan dan pengemasan produk.

8. Meningkatkan keamanan produk melalui penerapan Cara

Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB).

9. Mengurangi illegal fishing melalui peningkatan patroli aparat

pengawas, dan pemberdayaan kelompok pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan.

10. Mengikutkan aparatur OPD pada kegiatan pelatihan dan

bimbingan teknis

11. Memberikan pelayanan administrasi perkantoran sesuai standar

(24)

21

12. Meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana aparatur

penunjang pelayanan OPD

13. Meningkatkan sarana dan memberdayakan petugas statistik dan

petugas pelaporan. D. KEBIJAKAN

Mengacu pada sasaran pembangunan pada sektor kelautan dan perikanan, maka dirumuskan kebijakan sektor kelautan dan perikanan sebagai berikut :

1. Peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan

2. Peningkatan sarana dan prasarana penanganan ikan diatas

kapal

3. Peningkatan sarana prasarana lingkungan pesisir*

4. Peningkatan sarana dan prasarana budidaya dalam rangka

mengembangan kawasan budidaya terpadu (minapolitan).

5. Peningkatan penerapan percontohan budidaya unggulan.

6. Penerapan cara budidaya ikan yang baik dan cara pembenihan

ikan yang baik.

7. Peningkatan pembinaan kelompok pengolahan dan pemasaran

hasil perikanan

8. Peningkatan fasilitasi sarana produksi dan pengemasan produk

olahan ikan.

9. Peningkatan fasilitasi perijinan kesehatan produk olahan

ikan.

10. Meningkatkan frekuensi operasi terhadap praktek illegal fishing.*

11. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

12. Peningkatan pelayanan administrasi perkantoran

13. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

14. Peningkatan sistem pelaporan capaian kinerja dan

keuangan

15. Pengembangan sistem penyuluhan perikanan

Catatan : Tanda * Tidak Menjadi Kewenangan Kabupaten E. PROGRAM

Program adalah instrumen kebijakan yang terdiri dari satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat

(25)

22

Daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan serta untuk memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Statistik. Program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone melalui dana DAU + DAK pada Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Peningkatan Sarana dan Prasarana

3. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

4. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

5. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja

dan Keuangan

6. Pengembangan Data/Informasi

7. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir

8. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha

Micro Kecil Menengah

9. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan Pengendalian

Sumberdaya Kelautan

10. Pengembangan Perikanan Budidaya

11. Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan

Air Tawar

12. Pengembangan Perikanan Tangkap

13. Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan

14. Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

F. KEGIATAN

Kegiatan adalah penjabaran dari program. Jumlah kegiatan

pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone melui dana DAK

+ DAU pada Tahun 2018 sebanyak 38 (Tiga Puluh Delapan) kegiatan

yaitu :

1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan Listrik

3. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor

4. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

5. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

(26)

23

7. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam dan Keluar

Daerah

8. Penyediaan Ongkos Kantor

9. Pelaksanaan Administrasi Perkantoran

10. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan

11. Pendidikan/Pelatihan Formal

12. Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional

13. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

14. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

15. Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor

16. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

17. Pengadaan Mebeuler

18. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas / Operasional

19. Pengadaan Mesin/Kartu Absensi

20. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi

Kinerja SKPD

21. Penyusunan dan Analisis Data Informasi Perencanaan

Pembangunan Ekonomi

22. Pengumpulan Updating dan Analisis Data Informasi Capaian

Target Kinerja Program dan Kegiatan

23. Pembinaan Kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir

24. Pengembangan Wilayah Pesisir

25. Pembentukan Kelompok Masyarakat Swakarsa Pengamanan

Sumberdaya Kelautan

26. Pengembangan Bibit Ikan Unggul

27. Pendampingan Pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan

28. Pembinaan dan Pengembangan Perikanan

29. Pengembangan UPTD, Pembinaan dan Mekanisme Pengelolaan

Perikanan Budidaya

30. Kajian Kawasan Budidaya Laut, Air Payau, dan Air Tawar

31. Pendampingan pada Kelompok Nelayan Perikanan Tangkap

32. Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan

33. Pemeliharaan Rutin/Berkala Tempat Pelelangan Ikan

(27)

24

35. Pengembangan UPTD, Pembinaan dan Mekanisme Pengelolaan

Perikanan Tangkap

36. Penyelenggaraan Promosi Produk Usaha Mikro Kecil Menengah

37. Peningkatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan

38. Kajian Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi

Perikanan

Adapun Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja Dan Pagu Indikatif Tahun 2018 Dan Prakiraan Maju Tahun 2019 dapat dilihat pada Lampiran.

(28)

25

BAB IV. PENUTUP

Rencana Kerja (Renja) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 merupakan salah satu indikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bone yang dituangkan dalam bentuk Program dan Kegiatan untuk dijadikan acuan dalam menyusun Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Tahun Anggaran 2018. Rencana Kerja ini disusun dan dibuat berdasarkan mekanisme yang ada yaitu atas masukan dan hasil penjaringan dari berbagai pihak yang terkait.

Untuk itu keikutsertaan Stake Holder (Pemerintah, Masyarakat dan Swasta) terhadap pelaksanaan Program dan Kegiatan sebagaimana tersebut di atas, sangat menentukan dalam pencapaian tujuan dan sasaran Pembangunan Daerah Kabupaten Bone khususnya pembangunan Kelautan dan Perikanan.

Hasil kinerja Renja SKPD Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Tahun 2018 ini akan menjadi dasar evaluasi tingkat pencapaian serta keberhasilan untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam menyusun Renja SKPD tahun berikutnya sehingga kinerja SKPD dapat terukur dan berkesinambungan. Keberhasilan Rencana Kerja ini sangat tergantung dengan penyediaan Dana baik yang bersumber dari APBD maupun APBN.

Watampone, 5 Juni 2017

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone

Ir. WAHIDA, M.Si

Pangkat : Pembina Tk. I NIP. 19681130 199403 2 007

(29)

(thn n-2) (thn n-1) (thn n) (thn n+1) (thn n-2) (thn n-1) (thn n) (thn n+1) (1) (2) (3) (4) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1 Produksi Perikanan Tangkap (Ton) 74.767,6 76.990,6 40.117,4 43.878,5 34.628,7 36.499,0 40.117,4 43.878,5 Jumlah kelompok

Perikanan Tangkap (KUB) 225,0 244,0 228,0 238,0 211,0 218,0 228,0 238,0

Jumlah Nelayan yang Mendapat Alokasi

Sertifikasi Tanah (Persil) 450,0 400,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Jumlah TPI/PPI yang akan dibangun 1,0 1,0 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Jumlah TPI/PPI yang akan direhabilitasi 1,0 1,0 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Jumlah Kelompok Nelayan yang

Mendapat Alat Tangkap dan Alat Bantu

Penangkapan 32,0 32,0 10,0 10,0 55,0 30,0 10,0 10,0 Jumlah Nelayan yang terlatih

(Peningkatan Kapasitas SDM Nelayan)

(Orang) - - 30,0 30,0 - - 30,0 30,0 Jumlah Penerbitan/Pencatatan tand kapal

nelayan (Unit) - - 100,0 100,0 - - 100,0 100,0 Optimalnya Operasional PPI (%) 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Jumlah Kelompok

Masyarakat Kelautan dan Perikanan Yang

Terberdayakan (KUB)

Jumlah Kelompok Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang terberdayakan

(KUB) dan POKDAKAN 21,0 22,0 23,0 24,0 55,0 30,0 23,0 24,0 Jumlah Nelayan yang mendapat Alokasi

sertifikat Tanah (Persil) 450,0 400,0 100,0 100,0 100,0 100,0 22,0 23,0 Jumlah Nelayan yang mendapat Alokasi

Asuransi Perlindungan - - 2.500,0 3.000,0 - - 2.500,0 3.000,0

No. Indikator

(30)

Jumlah Penerbitan Ijin Usaha Budidaya

Skala Besar (> 5 Ha) - - 3,0 5,0 - - 3,0 5,0 Jumlah Kelompok Masyarakat yang

didampingi (KUB) 21,0 22,0 23,0 24,0 23,0 24,0 Jumlah Sarana dan Prasarana yang akan

dibangun/diadakan (Paket) 6,0 6,0 - - 8,0 - - -Produksi Perikanan Budidaya (Ton) 137.455,0 141.695,0 310.316,0 355.663,0 242.980,0 280.478,0 310.316,0 355.663,0 Jumlah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) 343,0 350,0 522,0 532,0 96,0 512,0 522,0 532,0

Jumlah Kelompok Pembenihan Ikan yang

Mendapat Bantuan (Pokdakan) 1,0 1,0 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Jumlah Pembudidaya/Pokdakan yang

terlegalisasi tanahnya/bermitra (Persil

Tanah, Premi Asuransi) - - 100,0 100,0 - - 100,0 100,0 Jumlah Pembudidaya/Pokdakan yang

didampingi melalui penguatan

kelembagaan (Pokdakan) - - 5,0 5,0 - - 5,0 5,0 Jumlah Pembudiaya/Pokdakan terlatih

(Orang) - - 30,0 30,0 - - 30,0 30,0 Jumlah POKDAKAN yang mendapat

Bantuan Sarana dan Prasarana Produksi

(Pokdakan) 11,0 11,0 20,0 20,0 20,0 20,0 Jumlah Pembudidaya Pokdakan yang

terbina dan terdampingi melalui pemantauan Kesehatan Ikan dan

Lingkungan (Pokdakan) - - 5,0 5,0 - - 5,0 5,0 Jumlah Produksi Benih Ikan BBI (Ekor) 433.500,0 736.950,0 1.252.815,0 1.252.815,0 458.300,0 740.000,0 1.252.815,0 1.252.815,0

(31)

pengembangan Kawasan Budidaya (%) - - 50,0 60,0 - - 50,0 60,0 Jumlah Dokumen Perencanaan dan

Penataan Pengembangan Kawasan Budidaya Baik di air laut, payau maupun

air tawar (Dokumen) - - 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Jumlah Sarana dan Prasarana yang

dibangun/diadakan dikawasan

Pengembangan Budidaya (Paket) - - 4,0 5,0 - - 4,0 5,0 Jumlah Produksi Ikan

Olahan (Ton) 2.837,3 2.894,0 - - 3.037,3 3.128,4 -

-Jumlah Poklahsar yang

berkembang (Kelompok) 82,0 83,0 - - 86,0 86,0 - -Jumlah Poklahsar yang mendapat

Bantuan Parasana dan Sarana Pengolahan

dan Pemasaran (Kelompok) 15,0 17,0 - - 20,0 17,0 - -Fasilitasi Promosi Usaha Produk

Perikanan (Jenis) - - 2,0 2,0 - - 2,0 2,0 Jumlah Penyelenggaraan Promosi Produk

Perikanan (Jenis) - - 2,0 2,0 - - 2,0 2,0 Jumlah Kelompok

Masyarakat Pengawas

(Pokmaswas) 59,0 59,0 - - 59,0 59,0 -

-Jumlah Pokmaswas yang dibina

(32)

-Pelatihan/Bimtek (Orang) 4,0 4,0 4,0 4,0 3,0 - 4,0 4,0 Jumlah Pegawai yang diikutkan dalam

kegiatan Bimbingan Teknis/Pelatihan

(Orang) 4,0 4,0 4,0 4,0 3,0 - 4,0 4,0

Persentase Pelayanan Administrasi Perkantoran

(%) 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0

Terbayarnya Jasa Telepon, Air dan Listrik

(Jenis) 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 Prosentase Peralatan dan Perlengkapan

Kantor yang berfungsi (%) 69,0 73,0 77,0 77,0 69,0 73,0 77,0 77,0 Prosentase Pelaksanaan Administrasi

Pengelolaan Keuangan (%) 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Jumlah Aparatur Dinas (PNS/Non PNS

yang diberikan honor /jasa atas pelaksanaan Adminsitrasi Pengelolaan

Keuangan selama 1 Tahun (Orang) - - 90,0 90,0 - - 90,0 90,0 Ketersediaan Bahan Bacaan dan

Peraturan Perundang-Undangan (Jenis) 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 3,0 Prosentase Pelaksanaan Koordinasi dan

Konsultasi Keluar Daerah (%) 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Jumlah Aparatur Dinas (PNS/Non PNS)

yang diberi Tugas Dinas dalam Daerah dan Dinas Luar Daerah selama 1 Tahun

(Orang) - - 90,0 90,0 - - 90,0 90,0 Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Alat Tulis

(33)

(%) - - 100,0 100,0 - - 100,0 100,0 Jumlah Dokumen

Perencanaan, Laporan Kinerja dan Keuangan yang Tersusun sesuai aturan, tepat waktu dan

akuntabel (Jenis) 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0

Jumlah Dokumen Perencanaan, Laporan Kinerja dan Keuangan yang Tersusun sesuai aturan, tepat waktu dan akuntabel

(Jenis) 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 Updating Dokumen

Database tindak lanjut intervensi program dan

kegiatan (Dokumen) - - 5,0 5,0 - - 5,0 5,0 Updating Dokumen Database tindak

lanjut intervensi program dan kegiatan

(Dokumen) - - 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Prosentase Kebutuhan

Sarana dan Prasarana

Aparatur (%) 75,0 80,0 85,0 85,0 75,0 80,0 85,0 85,0

Jumlah Kendaraan Bermotor (Unit) 2,0 2,0 2,0 8,0 1,0 - 2,0 8,0 Prosentase Fungsi Gedung Kantor Dinas

(%) 85,0 90,0 95,0 95,0 85,0 90,0 95,0 95,0 Jumlah Gedung Kantor yang direhab

sedang/Berat (Unit) - - 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Berfungsinya Kendaraan Bermotor (%) 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Jumlah Perlengkapan Gedung Kantor

(34)

Jumlah Pegawai yang melakukan Disiplin Kerja

(orang) - - 5,0 5,0 - - 5,0 5,0

Jumlah Mesin/Kartu Absensi (Unit) - - 1,0 1,0 - - 1,0 1,0 Jumlah Sarana dan

Prasarana Penyuluhan

(Unit) 90,0 94,0 - - 26,0 17,0 -

-Jumlah Bahan/Kit Penyuluhan 2,0 2,0 - - 1,0 17,0 - -Jumlah Motor Penyuluh (Unit) 2,0 2,0 - - 5,0 8,0 -

-Watampone, 5 Juni 2017 Kepala Dinas

NIP. 19681130 199403 2 007

(35)

No Jumlah anggaran anggaran

Urut Anggaran yg terealisir yang telah

disetor 1 2 3 10(4+7) 11(5+8) 1 412 02 01- Retribusi Pemakaian 96.950.000 97.000.000 97.000.000 100,05 Kekayaan Daerah - Excavator 96.950.000 97.000.000 97.000.000 100,05 2 412 02 02- Retribusi T. Pelelangan 158.050.000 159.125.000 159.125.000 100,68

- Sewa Kios Nelayan 21.120.000 21.120.000 21.120.000 100,00

- Sewa Kantin Nelayan 6.930.000 6.930.000 6.930.000 100,00

- Sewa Tangki SPDN 12.000.000 12.000.000 12.000.000 100,00

- Jasa Tempat Pelelangan Ikan 91.000.000 92.075.000 92.075.000 101,18

- Tambat/ Labuh 7.000.000 7.000.000 7.000.000 100,00

- Pas Masuk 15.000.000 15.000.000 15.000.000 100,00

- Bagi Hasil Penjualan Air Bersih 5.000.000 5.000.000 5.000.000 100,00

3 412 02 03- Retribusi Izin U. Perik. 15.000.000 15.000.000 15.000.000 100,00

- Bibit Ikan Nila, Mas, Lele 15.000.000 15.000.000 15.000.000 100,00

Jumlah 270.000.000 271.125.000 271.125.000 100,42

Watampone, 5 Juni 2017 Kepala Dinas

Ir. WAHIDA, M.Si

NIP. 19681130 199403 2 007

(36)

KEU. (Rp) (%)

1 2 5 6 7 9 10 1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan Listrik 1 Terpenuhinya Pelayanan Jasa Telepon, Air dan Listrik (Jenis) Jenis 3 142.480.000 134.271.910 94,24 100 DAU 2 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor 2

Prosentase Peralatan dan Perlengkapan Kantor Yang Berfungsi

% 73 25.000.000 24.999.100 100,00 100 DAU 3 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 3

Prosentase Pelaksanaan Administrasi Pengelolaan Keuangan

% 100 207.690.000 201.990.000 97,26 100 DAU 4 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kator 4 Tersedianya Peralatan dan Perlengkapan Kantor % 100 67.948.000 67.843.000 99,85 100 DAU 5

Penyediaan Bahan bacaan dan Peraturan

Perundang-Undangan

5

Ketersediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan

Jenis 2 12.110.000 12.110.000 100,00 100 DAU 6

Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke dalam dan Keluar Daerah

6

Prosentase pelaksanaan Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah

% 100 232.961.000 232.960.313 100,00 100 DAU

7 Pelaksanaan Adminsitrasi Perkantoran 7

Tingkat Pemenuhan

Kenutuhan Alat Tulis, Barang Cetakan, Penggandaan dan Makanan serta Minuman selama 1 Tahun

% 100 108.289.100 108.200.000 99,92 100 DAU 8 Pengadaan Mebeleur 8 Jumlah Mebeleur Unit 3 30.000.000 30.000.000 100,00 100 DAU 9 Pemeliharaan Rutin/berkala Gedung Kantor 9 Prosentase Fungsi Gedung Kantor Dinas % 90 367.772.000 367.772.000 100,00 100 DAU 10 Pemeliharaan Rutin/berkala Kendaraan Dinas/Operasional 10 Berfungsinya Kendaraan Bermotor % 100 153.500.000 145.738.818 94,94 100 DAU

FISIK (%)

SUMBER DANA URAIAN INDIKATOR KINERJA

1

Pelayanan Administrasi Perkantoran

3 4 8

NO. PROGRAM UTAMA SASARAN SATUAN TARGET ANGGARAN (RP) REALISASI

2

Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur

(37)

4 Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 12

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

12

Jumlah Dokumen

Perencanaan, Laporan Kinerja dan Keuangan yang tersusun sesuai aturan, tepat waktu dan akuntabel Jenis 5 88.225.000 88.186.000 99,96 100 DAU 5 Pengembangan Data dan Informasi 13

Penyusnan dan Analisis Data Informasi Perencanaan Pembangunan

13 Tersedianya Data Base Kemiskinan Dokumen 1 56.200.000 56.195.000 99,99 100 DAU 14 Pembinaan Kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir 14

Jumlah Nelayan yang mendapat Alokasi Sertifikat Tanah dan bermitra dengan Bank

Persil 400 47.200.000 47.199.346 100,00 100 DAU 15 Pengembangan Wilayah Pesisir 15 Jumlah Sarana dan Prasarana yang dibangun/diadakan Paket 6 431.730.000 431.730.000 100,00 100 DAU 16 Pengelolaan Wilayah Pesisir 16 Tersedianya Dokumen Zonasi Wilayah Pesisir Dokumen 1 147.100.000 146.500.000 99,59 100 DAU

7 Pemberdayaan Masyarakat dalam pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan 17 Pembentukan Kelompok Masyarakat Swakarsa Pengamanan Sumberdaya Kelautan

17 Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas yang dibina Pokmaswas 4 203.000.000 202.099.700 99,56 100 DAU

18 Pendampingan Pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan 18

Jumlah Pembudidaya / Pokdakan yang terlegalitas

Tanahnya / bermitra Persil 100 46.000.000 46.000.000 100,00 100 DAU 19 Pembinaan dan Pengembangan Perikanan 19

Jumlah Pokdakan yang mendapat bantuan sarana dan Prasarana Produksi

Pokdakan 11 1.948.950.000 1.948.948.880 100,00 100 DAK,DAU 20

Pengembangan UPTD, Pembinaan dan Mekanisme Pengelolaan Budidaya Perikanan

20 Jumlah Produksi Benih Ikan BBI Ekor 736.950 686.588.000 686.552.588 99,99 100 DAK,DAU 6 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir 8 Pengembangan Budidaya Perikanan

(38)

22 Tempat Pelelangan Ikan 22 direhabilitasi Unit 1 1.736.342.000 1.736.282.000 100,00 100 DAK+DAU 23 Pembinaan Kelompok Nelayan Perikanan Tangkap 23

Jumlah Kelompok Nelayan yang mendapat Bantuan Alat Tangkap dan Alat Bantu Penangkapan

KUB 32 1.767.200.000 1.767.200.000 100,00 100 DAK,DAU

24

Pengembangan UPTD, Pembinaan dan Mekanisme Pengelolaan Perikanan Tangkap

24 Optimalnya Operasional UPTD PPI Lonrae % 100 29.500.000 29.459.822 99,86 100 DAU

10

Pengembangan Sistem Penyuluhan

Perikanan

25 Peningkatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan 25 Jumlah Sarana dan Prasarana Penyuluhan Unit 4 240.185.000 240.185.000 100,00 100 DAK,DAU

26

Kajian Optimalisasi

Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan (1)

26

Terselenggaranya Pembinaan Poklahsar dan Promosi Produk Hasil Perikanan

Jenis 5 519.265.000 519.219.700 99,99 100 DAU

27

Kajian Optimalisasi

Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan (02)

27

Jumlah Poklahsar yang mendapat Bantuan Sarana dan Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan

Poklahsar 17 200.000.000 200.000.000 100,00 100 DAK,DAU

9.555.160.100 9.509.437.632 99,52 100

Watampone, 5 Juni 2017 Kepala Dinas

Ir. WAHIDA, M.Si

NIP. 19681130 199403 2 007 9 Pengembangan Perikanan Tangkap 11 Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan TOTAL

(39)

Keuangan %Keuangan % Fisik Program Pengelolaan 2.050.000.000 1.949.570.000 95,10 100,00 Sumberdaya Perikanan Budidaya 2344 701.800.000 672.110.000 95,77 100,00 Pengelolaan Sistem Perbenihan Ikan 2344,010 701.800.000 672.110.000 95,77 100,00

Unit Pembenihan Skala Kecil Siap Disertifikasi

521211 Belanja Bahan 7.250.000 7.250.000 100,00 100,00 521213 Honor Output kegiatan 15.610.000 14.090.000 90,26 100,00 522141 Belanja Sewa 2.000.000 2.000.000 100,00 100,00 522151 Belanja Jasa Profesi 4.700.000 4.700.000 100,00 100,00 524111 Belanja Perjalanan Biasa 43.500.000 26.250.000 60,34 100,00 524114 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dlm Kota 13.740.000 13.740.000 100,00 100,00 524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 15.000.000 9.000.000 60,00 100,00 526311 Belanja Barang Lainnya untuk diserahkan 600.000.000 595.080.000 99,18 100,00

Kepada masyarakat/Pemda

- Paket Kebun Bibit Rumput Laut 600.000.000 595.080.000 99,18 100,00

2345 135.210.000 102.860.000 76,07 100,00

Pengelolaan Kawasan Perikanan Budidaya

2345,008 113.860.000 102.860.000 90,34 100,00

Kab/Kota yang memenuhi syarat sebagai minapolitan berbasis perikanan Budidaya

521211 Belanja Bahan 7.810.000 7.810.000 100,00 100,00

Realisasi

(40)

524114 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dlm Kota 6.750.000 6.750.000 100,00 100,00 524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 12.000.000 6.000.000 50,00 100,00

2345,009 21.350.000 0 -

-Stakeholder utama yang terlibat mendukung kawasan minapolitan

521211 Belanja Bahan 4.400.000 0 - -521213 Honor Output kegiatan 1.250.000 0 - -522141 Belanja Sewa 2.000.000 0 - -522151 Belanja Jasa Profesi 7.700.000 0 - -524114 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dlm Kota 6.000.000 0 -

-2346 1.028.750.000 1.003.060.000 97,50 100,00

Pengelolaan Produksi dan Usaha

Pembudi-dayaan Ikan 2346,004 380.550.000 369.100.000 96,99 100,00

Lokasi Percontohan Teknologi

521211 Belanja Bahan 9.800.000 9.800.000 100,00 100,00 521213 Honor Honor Output kegiatan 10.900.000 10.900.000 100,00 100,00 522141 Belanja Sewa 4.000.000 4.000.000 100,00 100,00 522151 Belanja Jasa Profesi 8.800.000 8.800.000 100,00 100,00 524111 Belanja Perjalanan Biasa 5.500.000 3.000.000 54,55 100,00 524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 24.750.000 18.500.000 74,75 100,00 524114 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dlm Kota 12.900.000 12.900.000 100,00 100,00 526311

Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan Kepada

Masyarakat/Pemda 303.900.000 301.200.000 99,11 100,00

(41)

dibidang perikanan budidaya

521211 Belanja Bahan 5.450.000 5.450.000 100,00 100,00 521213 Honor Output kegiatan 16.250.000 16.250.000 100,00 100,00 522141 Belanja Sewa 2.000.000 2.000.000 100,00 100,00 522151 Belanja Jasa Profesi 3.500.000 3.500.000 100,00 100,00 524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 22.500.000 19.500.000 86,67 100,00 524114 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dlm Kota 7.500.000 7.500.000 100,00 100,00 524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 6.000.000 6.000.000 100,00 100,00 526311

Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan Kepada

Masyarakat/Pemda 585.000.000 573.760.000 98,08 100,00

2348 184.240.000 171.540.000 93,11 100,00

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Tekmis Lainnya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

2348,008 59.800.000 47.800.000 79,93 100,00

Perencanaan,Kerjasama, Evaluasi Program dan Anggaran Berdasarkan Data Terkini dan Akuran

521211 Belanja Bahan 1.600.000 1.600.000 100,00 100,00 521213 Honor Output kegiatan 7.200.000 7.200.000 100,00 100,00 524111 Belanja Perjalanan Biasa 27.000.000 27.000.000 100,00 100,00 524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 24.000.000 12.000.000 50,00 100,00

2348,011 43.300.000 43.300.000 100,00 100,00

Pengembangan Administrasi Keuangan, Ketatausahaan, dan Kerumahtanggaan

(42)

524111 Belanja Perjalanan Biasa 13.100.000 13.100.000 100,00 100,00 524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 23.000.000 23.000.000 100,00 100,00

2348,994 68.800.000 68.100.000 98,98 100,00

Layanan perkantoran

521115 Belanja Honor Operasional Satuan Kerja 58.200.000 58.200.000 100,00 100,00 521811 Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi 9.600.000 9.600.000 100,00 100,00 522121 Belanja Jasa Pos dan Giro 1.000.000 300.000 30,00 100,00

2348,996 12.340.000 12.340.000 100 100

Perangkat Pengolah dan 526212 Belanja Barang Penunjang Tugas Pembantuan 12.340.000 12.340.000 100 100 Komunikasi untuk diserahkan kepada pemerintah Daerah

2.050.000.000 1.949.570.000 95,10 100,00

Watampone, 5 Juni 2017 Kepala Dinas

Ir. WAHIDA, M.Si

NIP. 19681130 199403 2 007

(43)

Keuangan %Keuangan % Fisik Penguatan Daya 18.000.000.000 17.874.133.000 99,30 100,00 Saing Produk Kelautan dan Perikanan 2359 18.000.000.000 17.874.133.000 99,30 100,00

Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Kelautan

2359,008 17.810.760.000 17.684.893.000 99,29 100,00

Fasilitasi Kebutuhan Sarana dan Prasarana Mutu dan

Diversifikasi Produk Kelautan 521211 Belanja Bahan 17.700.000 17.700.000 100,00 100,00 521213 Honor Output Kegiatan 40.120.000 40.120.000 100,00 100,00 521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya 252.455.000 126.800.000 50,23 100,00 522131 Belanja Jasa Konsultan 537.265.000 537.265.000 100,00 100,00 524111 Belanja Perjalanan Biasa 68.750.000 68.538.000 99,69 100,00 526115 Belanja barang lainnya utk diserahkan kepada 16.894.470.000 16.894.470.000 100,00 100,00

masyarakat / pemda

2359,011 189.240.000 189.240.000 100,00 100,00

Manajemen Ketatausahaan Direktorat Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Kelautan

521114 Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat 600.000 600.000 100,00 100,00

Anggaran

Referensi

Dokumen terkait

yang membidangi kelautan dan perikanan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat nelayan dengan alat tangkap yang modern di Kabupaten Probolinggo dengan

Selama tahun 2012 pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada program- program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang umumnya sudah berjalan dengan baik dan dapat memenuhi

peningkatan kinerja dalam penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan (TUP) melalui peningkatan sumber daya aparatur, sarana dan prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Jumlah bantuan sarana prasarana perikanan budidaya dan percontohan perikanan budidaya bidang produksi dan usaha (unit). 551

32 Capaian kinerja tahun 2020 didukung dengan Program Pengembangan Perikanan Tangkap Kegiatan Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pemberdayaan Usaha Skala Kecil

Bantuan Sarana Prasarana Budidaya Perikanan Tahun Anggaran 2021 yang selanjutnya disebut dengan Bansarpras Budidaya adalah bantuan pemerintah berupa sarana dan/atau

Dua belas kegiatan yang masuk dalam Program Pengelolaan Dana Spesifik Grand Bidang Kelautan dan Perikanan meliputi Rehabilitasi saluran tambak; Pembangunan

pengendalian budidaya ikan air tawar, laut, payau dan perairan umum  Pelaksanaan pembinaan dan pengaturan sarana dan prasarana budidaya  Pelaksanaan tugas lain yang