Kebutuhan Keamanan Dan Keselamatan

25 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Keamanan sangat dipengaruhi oleh tahap perkembangan seseorang dalam hidupnya. Kemampuan fisiologis dan psikologis sesorang dalam pemenuhan kebutuhan keamanan sangat tergantung pada kematangan perkembangannya. Hal-hal yang membahayakan keamanan sangat berbeda pada kelompok umur pada risiko dalam pembedaan injurinya. Intervensi keperawatan ditujukan dalam tingkatan umur yang berbeda dalam pemenuhan kebutuhan keselamatan. Perkembangan umur seseorangan dapat dibagi ke dalam bayi (newborn and infant), toddler and preschooler, school age child and adolecent, adult and older adult.

a) Newborn and Infant

Bayi karena belum matangnya semua system tubuh seperti system muskoloskeletal, persarafan, termoregulasi dan sebagainya sangat rentan terhadap bahaya kemanannya. Bayi biasanya hanya menagis dan banyak komunikasi non verbal yang tersampaikan sehingga peran perawat sangat besar dalam memberikan pemenuhan kebutuhan keamanan. Bahaya yang mengancam bayi seperti terbakar, jatuh, dan trauma injuri lainnya. Bayi pada umumnya sering memasukan sesuatu ke dalam mulutnya, dan ini merupakan hal yang membahayakan dan harus dilakukan pencegahan. Kondisi kemananan yang tidak terpenuhi pada bayi akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangannya.

Penyediaan lingkungan yang aman bagi bayi diantaranya adalah: temperature suhu yang nyaman, tidak mengikat atau mengekang, pakaian yang adekuat, kehangatan, air mandi hangat, udara yang bersih, mainan yang aman, pengaman tempat tidur pada kursi dan tangga, pencegahan terkunci, memberi bantalan pada sandaran tempat tidur dan mengubah meja, menutup pusat-pusat listrik, dan pengaturan ruangan mobil serta penggunaan sabuk pengaman. b) Toddler and Preschooler

Bahaya yang mengancam keamanan pada usia ini adalah jatuh, terbakar, bengkak, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan oleh belum sempurnanya system muskoloskeletal dan neurologinya. Perawat harus dapat meminimalkan adanya bahaya keamanan pada tahap perkembangan ini. Perkembangan pada masa ini sering diikuti dengan keinginan anak untuk tahu segalanya sehingga mencoba hal baru yang mereka terima, seiring dengan perkembangan organ

(2)

panca indera mereka.Mainan yang diberikan haruslah aman bagi anak. Seting peralatan rumah haruslah hati-hati disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak preschool dan toddler. c) School Age and Adolescent

Pada tahap perkembangan ini, factor fisiologis anak telah mengalami kematangan sehingga anak akan mengalami perluasan peran dan melakukan hal-hal yang baru bagi mereka sesuai dengan pengalaman hidup mereka. Anak mengalami banyak kegiatan aktivitas diluar rumah dengan kelompok sebaya mereka sehingga terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan latihan/aktivitas dengan istirahat/tidur mereka. Hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya bahaya fisik yang mengancam keamanan anak. Support dari keluarga sangat diperlukan bagi anak karena anak tidak banyak mau dikekang tetapi anak memerlukan perhatian dan pengertian dari dukungan baik fisik maupun psikologis dari keluarga, kelompok sebaya maupun perawat. d) Adult and Older Adult

Pada orang dewasa terlah terjadi kematangan baik fisik maupun psikologisnya. Bahaya kemanan dapat terjadi di rumah, tempat kerja, dan lain-lain. Kematian atau kondisi yang mengancam keamanan pada perkembangan ini adalah jatuh atau kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja dan sebagainya.

e) lansia

Pada orang lanjut usia bahaya yang mengancam adalah jatuh dan cedera yang diakibatkan oleh proses degenerasi pada sistem tubuh karena bertambah usia mereka sehinga daya persepsi dan kognisi mereka mengalami penurunan sehingga mengakibatkan terjadi potensial atau risiko untuk jatuh dan cedera.

Karakteristik dari keamanan

Karakteristik dari kemanan mencakup 3 hal yaitu pervasiveness (mempengaruhi/mengisi), perception (persepsi), dan management (managemen) (Craven, 2001):

1. Pervasiveness

Kemanan adalah pengisi, mempengaruhi segalanya. Scara khusus, individu sangat memperhatikan kemanan pada setiap atau semua aktivitasnya, termasuk makan, bernafas, tidur, bekerja, dan bermain. Secara umum, individu mengasumsikan atau bertanggung jawab terhadap kemanan dari mereka sendiri.

(3)

Persepsi seseorang terhadap bahaya mempengaruhi dalam penyusunan kemanan ke dalam aktivitas sehari-hari mereka. Pengukuran kemanan efektif hanya sejauh sebagai seseorang yang mengerti secara akurat dan menghindari bahaya. Manusia tidak mengerti faktor-faktor keamanan, tetapi mereka belajar secara sendiri melalui proses kehidupan mereka. Kematangan membawa dalam menyusun hal-hal yang mungkin membahayakan dan menyadari betapa pentingnya keamanan. Keluarga, guru, pekerja kesehatan dan hukum berkontribusi dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan kesadaran akan keamanan dan prinsip-prinsip pencegahan injuri.

3. Management

Seseorang mungkin pada suatu waktu menyadari bahaya dalam lingkungannya. Ia akan mengukur terhadap hal tersebut untuk mencegah bahaya dan mempraktekkan keamanan. Pencegahan adalah karakteristik utama dari keamanan. Perawatan diri termasuk dalam praktek keamanan, tetapi keamanan bagi yang lainnya harus memberikan hal yang lebihbaik.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Menegetahui bagaimana keamanan dan keselamatan anak 2. Tujuan Khusus

Menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan : a. Keamanan dan keselamatan pada anak b. Penyebab dan pencegahan pada anak

c. Promosi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan C. MANFAAT

a. Mengetahui Keamanan dan keselamatan pada anak b. Mengetahui Penyebab dan pencegahan pada anak

c. Mengetahui Promosi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan D. SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang informasi umum latar belakang keamanan dan keselamatan,perumusan masalah,tjuan,dan manfaat

BAB II: TINJAUAN TEORITIS

Bab ini berisikan teori yang diambil dari kutipan buku dan sumber online, yang berupa pengertian keamanan dan keselamatan, penyebab dan pencegahan kecelakaan pada anak, promosi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan

BAB III: PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan analisa dan teori yang didapat yang telah diuaraikan pada bab-bab sebelumnya.

(4)

BAB II

TINJAUAN TEORITIS A. Pengertian Keamanan dan Keselamatan

Konsep dasar keamanan dan keselamatan terkait dengan kemampuan seseorang dalam menghindari bahaya, yang ditentukan oleh pengetahuan dan kesadaran serta motivasi orang tersebut untuk melakukan tindakan pencegahan. Ada tiga factor penting yang terkait dengan keamanan dan keselamatan yaitu: tingkat pengetahuan dan kesadaran individu, kemempuan fisik dan mental dalam mempraktikan upaya pencegahan, serta lingkungan fisik yang membahayakan atau berpotensi menimbulkan bahaya (Nancy Roper, 2002). Pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan bertujuan melindungi tubuh agar terbebas dari bahaya kecelakaan, baik pada klien, petugas kesehatan, atau individu yang terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut (Taylor dkk, 1996).

(5)

Prinsip pencegahan injuri termasuk pendidikan mengenai hal-hal yang membahayakan keamanan dan strategi pencegahan; pengontrolan lingkungan dan mesin-mesin (kemanan aktif atau pasif dikemudian hari yang mungkin mencegah injuri dari produk atau alat yang digunakan), dan penguatan pada pengaturan diantara peralatan, pengaman, tenaga kerja dan sebainya.

Keamanan aktif termasuk pemberian pengaturan pada tingkah laku seseorang yang dapat menguntungkannya. Keamanan pasif atau automatic termasuk pengaturan yang menggunakan mesin dan peralatan dan tidak membutuhkan tingkah laku seseorang yang spesifik untuk menjadi aktif. Kantung udara, pengaman tempat tidur adalah contoh dari keamanan pasif. Keamanan pasif adalah lebih menguntungkan dari pada keamanan aktif dalam pengerjaannya, karena tidak membutuhkan penjelasan tahu pendidikan kepada klien atau individu tersebut.

Keamanan dan keselamatan merupakan kebutuhan dasar manusia, yang merupakan kebutuhan prioritas kedua setelah kebutuhan fisiologis pada Hirarki kebutuhan Maslow. Keamanan tidak hanya pencegahan kecelakaan dan injuri tetapi juga mengijinkan seseorang untuk merasakan bebas dalam beraktivitas tanpa bahaya

Keamanan mengurangi stress, meningkatkan satus kesehatan umum. Keamanan memungkinkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti dicintai dan mencintai dan harga diri dan memungkinkan seseorang mencapai kebutuhannya. Dampak positif dalam kehidupannya adalah menghasilkan status kesehatan mental yang lebih baik dan fungsi individu lebih efektif (Craven, 2001)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keselamatan & Keamanan

Kemampuan seseorang untuk melindungi dirinya di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: genetik, status kesehatan, lingkungan, status psikososial, penggunaan alkohol dan obat-obatan tertentu.

A. Usia

Ini erat kaitannya dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki individu. Anak-anak biasanya belum mengetahui tingkat kebahayaan dari suatu lingkungan yang dapat menyebabkan

(6)

cedera pada mereka. Sedangkan lansia umumnya akan mengalami penurunan sejumlah fungsi organ yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk melindungi diri, salah satunya adalah kemampuan persepsi-sensorik.

1. Gangguan persepsi sensori

Persepsi-sensorik yang akurat terhadap stimulus lingkungan merupakan hal yang vital bagi keselamatan individu. Individu yang mengalami gangguan persepsi-sensorik (pendengaran, penglihatan, penciuman, sentuhan) beresiko tinggi mengalami cedera

2. Tingkat kesadaran

Segala bentuk gangguan kesadaran (misal: pengaruh narkotik, obat penenang, alkohol; disorientasi; tidak sadar; kurang tidur, halusinasi) dapat memebahayakan keselamatan dan keamanan seseorang.

3. Status mobilisasi dan Kesehatan

Klien dengan gangguan ekstrimitas (misal: paralisis, lemah otot, gangguan keseimbangan tubuh, inkoordinasi) berisisko tinggi mengalami cedera. Sedangkan klien yang lemah karena penyakit atau prosedur pembedahan tidak selalu waspada dengan kondisi mereka.

4. Keadaan Emosi

Emosi yang tidak stabil akan mengubah kemampuan seseorang dalam mempersepsikan bahaya lingkungan. Situasi yang penuh tekanan dapat menurunkan tingkat konsentrasi, mengganggu penilaian, dan menurunkan kewaspadaan terhadap stimulus eksternal.

5. Kemampuan Berkomunikasi

Klien dengan gangguan bicara atau afasia, individu dengan hambatan bahasa dan mereka yang tudak dapat membaca atau buta huruf beresiko mengalami cedera.

6. Tingkat pengetahuan tentang keamanan

Informasi tentang keamanan sangat penting guna menurunkan tingkat kebahayaan lingkungan. Dalam hal ini perawat bertanggung jawab memberikan informasi yang akurat kepada klien yang berada di rumah sakit.

7. Gaya Hidup

Gaya Hidup yang menyebabkan individu beresiko tinggi antara lain lingkungan kerja yang tidak aman, lingkungan perumahan di daerah rawan (misal: sungai, lereng gunung, jalan raya), tingkat sosial ekonomi yang rendah, akses yang mudah untuk mendapatkan obat-obatan dan lai-lain.

(7)

8. Lingkungan

Kondisis lingkungan yang tidak aman dapat mengancam keselamatan dan keamanan individu. Stimulus lingkungan seperti bunyi yang sangat keras dapat menyebabkan gangguan pada fungsi pendengaran. Bahan-bahan berbahaya seperti racun, zat kimia, emisi, logam berat (merkuri), racun bakteri (tetanus, difteri, botulisme) dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan saraf. Lebih lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi normal tubuh, baik yang sifatnya sementara atau menetap.

B. Penyebab dan pencegahan kecelakaan pada anak Macam-macam Bahaya / Kecelakaan

1. Macam-macam Bahaya / Kecelakaan Berdasarkan Tempatnya: a. Di Rumah

Tersedak, Jatuh, Tertekan alat-alat rumah tangga, Tersiram air panas, Jatuh dari jendela / tangga, Terpotong, Luka tusuk / gores, Luka bakar, Tenggelam, Terkena pecahan kaca, Terkunci dalam kamar, Jatuh dari sepeda, Keracunan

b. Di Rumah Sakit

Mikroorganisme, Cahaya, Kebisingan, Temperatur, Kelembapan, Cedera / jatuh, Kesalahan prosedur, Peralatan medic, Radiasi, Keracunan inhalasi, Elektrik syok, Asfiksia dan kebakaran

2. Macam-macam Bahaya / Kecelakaan Berdasarkan Kelompok Usia a. Bayi dan Anak prasekolah

Kecelakaan dalam rumah tangga yang dapat mengancam jiwa (misal: tenggelam di kolam renang)

b. Usia sekolah

- Lingkungan sekolah, sarana transportasi, teman, aktivitas setelah sokolah dapat menjadi ancaman bagi keselamatan anak

- Cedera seperti jatuh, terimpa benda, menyeberang

- Orang asing merupakan resiko ancaman tertinggi bagi anak. Ajarkan untuk tidak menerima ajakan dari orang asing.

(8)

- Tenggelam. Kejadian ini meningkat pada usia 15-24 tahun karena penggunaan alkohol dan ketergantungan obat.

c. Remaja

- Kecelakaan lalu lintas: sebanyak 85% tidak menggunakan sabuk pengaman, mabuk, pengaruh obat.

- Praktik seksual. Remaja berisiko tinggi terkena PMS (penyakit menular seksual), karenanya mereka memerlukan konseling tentang praktik seksual yang ama dan KB. d. Dewasa

- Gaya hidup. Mengkonsumsi alkohol berlebihan, kecelakaan sepeda motor, merokok.

- Stress e. Lansia

- Penyakit yang sering muncul antara lain sakit kepala, infeksi dan lain-lain. - Jatuh menjadi penyebab kematian pada 70% lansia di atas usia 65 tahun.

- Perubahan fisik dan gangguan sensorik pada lansia menyebabkan insidensi kecelakaan mobil dan kebakaran.

Langka-langkah untuk menjamin keselamatan individu di semua kelompok usia berfokus pada: - Observasi dan perkiraan kemungkinan bahaya sehingga bahaya dapa t di hindari

- pendidikan klien guna meningkatkan kemampuan klien dalam melindungi keluarganya dari cedera

Tahap/usia Kemampuan perkembangan Resiko cidera

Bayi lahir sampai 1 tahun (Infant)

Bertambahnya mobilitas Meningkatnya koordinasi

mata-tangan dan reflex menggenggam volunter Aspirasi Tenggelam Jatuh Keracunan Luka bakar Kecelakaan

(9)

Berguling

Bermain mulut sangat terlihat jelas Merangkak Menarik benda-benda kendaraan bermotor Kerusakan tubuh

Masa usia bermain 1-3

tahun (Toddler) Belajar jalan, berlari, memanjat

Mampu membuka pintu dan

gerbang

Menjelajah segala sesuatu dengan

mulut

Memiliki rasa keinginantahuan

yang besar

Naik turun tangga

Tidak mewaspadai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh

orang asing atau orang lain

Tersedak Tenggelam Luka bakar Jatuh Keracunan Kecelakaan kendaraan bermotor Kerusakan tubu Masa kanak-kanak awal 3-5 tahun (Preschool)

Tertarik dengan kecepatan dan

gerakan

Semakin terlibat dalam

aktivitas-aktivitas yang jauh dari rumah Dapat bekerja keras untuk

Kecelakaan kendaraan bermotor Tenggelam Luka bakar Keracunan cedera tubuh

(10)

meyempurnakan suatu keterampilan

Mempunyai aktivitas motorik

kasar yang bersifat waspada,

tetapi bukan takut

Menikmati mencoba hal-hal baru

Mobilitas menjurus ke peningkatan kemandirian

Upaya Mencegah Kecelakaan Pada Anak 1. Tersedak

Pada usia tertentu, anak-nak selalu memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Hati-hati bisa tersedak. Inilah beberapa hal yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah kejadian tersedak :

a. Selalu tunggui setiap kali anak makan. Jangan memberikan makan sembari ia bermain, merangkak atau belajar berjalan.

b. Minum air sebelum makan

c. Hindari potongan daging yang besar dan bulat.

d. Jika sudah selesai makan maka dudukkan anak 10 menit , untuk mengeluarkan udara dalam lambung. Jadi setelah selesai makan anaknya jangan dibiarkan tidur.

e. Jika memakan buah yang ada bijinya, hilangkan biji buah terlebih dahulu. 2. Tenggelam

(11)

Sering terjadi anak tenggelam di kolam renang. Ini karena minimnya pengawasan saat si kecil bermain di dekat kolam renang. Agar anak terhindar dari bahaya tenggelam, inilah yang perlu dilakukan orang tua :

a. Gunakan ember dan air yang ukurannya disesuai dengan usia anak. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian sedetikpun di dekat bak mandi.

b. Selalu buang air dalam “ bath up “ setiap kali usai menggunakannya. Bila sedang mengisi bath up, tutuplah pintu kamar mandi. Bila perlu kuncilah untuk mencegah si kecil merangkak masuk.

c. Sekeliling kolam renang harus diberi pagar pengaman yang rapat dan pintu pagar menuju kolam renang harus selalu dikunci.

d. Selalu awasi si kecil bila ia berada di dekat air, meski di kolam yang khusus untuknya sekalipun.

e. Jangan terlalu berambisi mengajari anak berenang sejak dini di kolam renang umum. Usia yang paling disarankan adalah 3 tahun karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat menghadapi parasit dan bakteri yang mungkin ada di kolam renang umum. 3. Kesetrum

Yang sering terjadi, anak kesetrum karena memasukkan benda logam ke dalam stop kontak. Bahaya kesetrum bisa dihindari dengan cara-cara berikut :

a. Kita harus rajin men-cek setiap kabel-kabel listrik dan stop kontak yang ada di rumah. Bila ada kabel yang mengelupas, segera ganti dengan kabel yang baru. Gantilah stop kontak dengan model yang tertutup atau berpengaman, misal : harus diputar dulu bila hendak digunakan.

b. Tutup stop kontak dengan barang-barang furnitur yang tak mudah digeser. c. Hindari peralatan listrik seperti mixar atau setrika dengan kabel menjuntai dari

(12)

jangkauan anak-anak. 4. Terbakar

Anak memiliki kulit yang lebih tipis jika dibandingkan dengan orang dewasa. Kulit mereka lebih rentan terhadap luka bila terkena api atau tersiram sesuatu yang panas. Yang sering terjadi, ibu membuat susu dengan tetap menggendong si kecil. Bahayanya bila si kecil meronta, maka botol susu yang sudah berisi air hangat akan terguncang hingga airnya bisa menyiram si kecil. Apa yang buat kita tidak terasa panas, buat si kecil bisa menyebabkan kulit jadi merah seperti halnya tersiram air panas. Supaya resiko terbakar atau terkena air dan benda panas dapat dihindari, lakuka hal berikut :

a. Selalu mengetes terlebih dahulu panasnya air yang akan digunakan untuk menyeduh susu atau untuk mandi.

b. Jika anda sedang menikmati kopi atau teh, hindari sambil memegang anak. c. Jangan sambil menggendong si kecil bila sedang memasak. Sikecil bisa menarik gagang panci atau meronta-ronta yang membuat konsentrasi anda terpecah.

d. Arahkan mulut teko ke dalam, untuk menghindari tertumpah ke bawah bila tersenggol.

e. Jangan sambil menggendong si kecil bila sedang menyetrika. f. Simpan korek api dan pemantik api jauh dari jangkauan anak. 5. Jatuh

Sering terjadi, anak jatuh dari tempat tidurnya sendiri atau orang tuanya. Agar si kecil tidak terjatuh, orang tua seharusnya :

a. Tidak membiarkan si kecil sendirian sedetikpun bila ia berada di tempat tidur, sofa atau kursi.

(13)

b. Pasang pagar pengaman di tangga menuju ruang atas.

c. Pasang tali pengaman di kursi makan dan peralatan lain yang dilengkapi tali

pengaman. Meski hanya ditinggal membuat susu atau menerima telepon, tatap pasangkan tali pengaman ini.

d. Lepaskan bumper ( bantal pengaman ) dari tempat tidurnya karena akan dipakainya untuk memanjat.

e. Untuk mengantisipasi si kecil jatuh dari tempat tidur, sejak awal belilah tempat

tidur yang bisa diatur ketinggiannya. Semakin besar si kecil, seharusnya semakin rendah alas ranjangnya sehingga ia tidak meloncati pagar pengaman tempat tidur karena menjadi lebih tinggi. Kuncilah selalu pagar pengaman ini.

f. Jangan meletakkan bayi dan kursinya di tempat tinggi, misal di meja, di tempat yang tidak rata, atau di bangku yang tinggi. Jangan biarkan si kecil sendirian duduk dikursinya.

6. Keracunan

Bahaya keracunan yang sering terjadi pada anak adalah menelan obat Berlebihan (overdosis) karena orang tua meletakkan obat sembarangan. Potensi

keracunan lainnya Menela n cairan kosmetik ibunya, cairan pembersih untuk rumah dan cairan Pembasmi serangga dan bahan beracun lainnya. Untuk menghindarinya, berikut yang harus dilakukan :

a. Letakkan semua barang-barang yang menimbulkan potensi keracunan seperti bahan-bahan pembersih, pewangi pakaian, pupuk dan lainnya di tempat tinggi dan tak mudah dijangkau. Bila perlu, kunci lemari khusus tersebut. Simpanlah tetap bersama pembungkusnya. Biasanya disitu tertera cara menanggulangi bila terhirup atau tertelan.

(14)

b. Hal yang sama juga berlaku dalam penyimpanan kosmetik, parfum, pencuci mulut, pembersih muka dan peralatan kosmetik lainnya.

c. Letakkan bumbu dapur, kecap, sirup dan minyak goreng ditempat yang terkunci pula.

d. Demikian juga dengan vitamin, obat-obat bebas dan lainnya di tempat yang aman dari jangkauan anak. Seharusnya kemasan bahan yang beracun “toxic product” didesain sedemikian rupa agar tak bisa dibuka oleh anak.

7. Cedra tubuh

Perkembangan anak yang belum sempurna, masih kaku pada banyak ketrampilan, mudah didistraksi dari tugas – tugas, tidak sadar tentang bahaya potensial dari orang asing atau

orang lain. Cara mencegah

a. Hindari memberikan objek tajam atau lancip

b. Jangan membiarkan lolypop berada di mulut ketika berjalan atau berlari c. Ajarkan kewaspadaan, keamanan

d. Simpan semua alat yang berbahaya atau alat perkebunan dan pemadam api di dalam lemari terkunci

e. Waspada adanya binatang, termasuik binatang peliharaan

f. Gunakan kasadan detal pada area kaca yang besar, seperti pintu kaca g. Ajarkan tentang keamanan pribadi

h. Hindari pakaian pribadi di tempat umum

i. Ajarkan anak untuk tidak pergi dengan orang asing

j. Ajarkan anak untuk memberi tahu ortunya bila merasa keamanannya terganggu 8. Kendaraan bermotor

(15)

Cara pencegahan :

a. Gunakan restrain mobil yang disetujui,bila restrain tidak ada gunakan sabuk pengaman b. Awasi anak ketika bermain diluar

c. Jangan membiarkan anak bermain dipinggir jalan atau dibelakang mobil yang diparkir d. Jangan megijinkan ank ditupukan daun,salju,atau kardus besar diarea lalu lintas e. Awasi penggunaan sepeda roda tiga

f. Kunci kran dan pintu jika anak tidak diawasi secara langsung.

Kecelakaan dapat dicegah jika orangtua mengerti hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari anak dari kecelakaan. Menurut Widjaja (2002), pencegahan kecelakaan dapatdilakukan dengan memberikan pengamanan di sekitar balita yaitu sebagai berikut: 1. Pengamanan secara umum

a. Tidak meletakkan pisau atau benda tajam sembarangan.

b. Menjauhkan atau menyimpan zat-zat berbahaya sehingga jauh dari jangkaun anak-anak.

c. Tidak meninggalkan anak sendirian tanpa pengamanan, terutama bayi. Jangan menidurkan bayi di tempat yang tinggi, karena dapat terguling dan jatuh. d. Mengganti popok bayi di lantai atau di atas kasur berselimut tebal, sehingga kemungkinan bayi jatuh tidak ada.

e. Anak yang agak besar harus dijauhkan dari obat-obatan, pembersih lantai, insektisida, dan peralatan mandi. Barang-barang tersebut harus diletakkan ditempat yang jauh dari jangkauan anak-anak. Sebab, anak-anak sangat menyukai benda-benda yang mencolok dan dapat dijadikan mainan.

(16)

f. Tidak membiarkan anak bermain sendiri di dalam air, di kolam, atau di ember.

Anak-anak memang mempunyai sifat suka bermain air dan selalu ingin tahu dengan hal-hal baru.

g. Jika rumah dekat dengan jalan raya, pintu rumah dan pintu pagar diberi pembatas yang tidak dapat dilangkahi anak-anak.

h. Jika di rumah terdapat tangga, sebaiknya diberi pintu agar anak tidak dapat naik-turun sendiri.

i. Kabel-kabel listrik dan peralatan elektrolik tidak ada yang terbuka, lecet, atau putus yang dapat menyebabkan anak terkena strum.

2. Pengamanan di dalam rumah

a. Jika anak sudah mulai berjalan, pastikan dia tidak terjatuh akibat lantai yang terlalu licin atau terlalu kotor.

b. Di dalam ruangan tidak ada perabot yang tersudut runcing. Di samping itu harus diusahakan tidak meletakkan benda-benda berbahaya, seperti pot bunga atau lampu di tempat-tempat yang mudah dijangkau anak.

c. Jangan ada benda-benda beracun di sekitar ruangan

d. Usahakan bayi tidur di boks, bukan di tempat tidur. Pastikan bahwa boks tempat tidur aman, berpagar kuat, catnya tidak beracun atau nontoxic, jeruji pagarnya tidak terlalu renggang agar bayi tidak dapat memasukkan kepalanya ke sela-sela jeruji. Anak yang agak besar usahakan tidak tidur di tempat tidur bertingkat atas.

e. Tidak meninggalkan anak di kamar mandi sendirian, sebab dia akan main air dan dapat tenggelam atau tersedak air.

(17)

keringkan bayi secepatnya.

g. Jauhkan peralatan dapur yang berisi air panas atau minyak panas dari jangkaun anak-anak.

h. Simpan benda-benda yang tajam dan berbahaya di tempat yang aman. Periksa peralatan masak agar tetap berfungsi baik: kompor tidak bocor, tabung gas memiliki pengaman, selang atau pipa gas tidak rusak, termos terletak di tempat aman.

i. Jika memiliki anak kecil, hindari penggunaan taplak meja karena anak senang atau mudah menariknya, dan benda-benda yang ada di atas meja akan berhamburan menimpa anak.

j. Letakkan obat-obat dan benda beracun di tempat yang aman, seperti kotak obat yang diletakkan aman dari jangkauan anak.

3. Pengamanan di luar rumah

a. Sebaiknya tidak membiarkan anak bermain sendiri di luar rumah.

b. Jika anak bermain di luar, pastikan bahwa tempat main dan jenis permainannya aman atau tidak berbahaya.

c. Sebaiknya anak dilarang bermain di jalan raya atau bermain panjat-panjatan tanpapengawasan .

d. Alas tempat bermain harus empuk, hindari tempat bermain yang memiliki permukaan kasar, seperti lantai yang kasar atau yang keras.

e. Jika anak mendapat kecelakaan, segera lakukan penanggulangan. Orangtua harus mengetahui pengetahuan dasar yang menyangkut cara-cara menangani kecelakaan pada anak

(18)

Berikut adalah tindakan pencegahan terhadap bahaya cedera: 1. Bayi

Upaya melindungi keselamatan bayi antara lain dengan menyediakan alat permainan yang besar, lunak, tidak beujung tajam; tidak meninggalkan botol bayi yang masih penuh saat bayi masih menyusu; menjauhkan benda-benda kecil, tajam, beracun dari jangkauan bayi; menutup stop kontak dan kabel dengan penbungkus khusus.

2. Anak-anak

Upaya perlindungingan bagi anak antara lain: dengan menggunakan pengaman pada sisi tempat tidur , tidak meninggalkan anak sendiri saat duduk, berjalan, mandi dan lain-lain; memasang pengaman pintu yang kokoh dan aman; mengajari anak berenang sedini mungkin tetapi tetap dalam pengawasan.

3. Prasekolah

Ajarkan anak untuk tidak berbicara atau menerima apapun dari orang asing. Ajarkan anak selalu berjalan di pinggir dan meminta bantuan bila hendak menyeberang. Tegaskan anak untuk tidak memakan makanan yang tergeketak di piggir jalan. Gunakan pengaman pada kompor. 4. Usia sekolah

Ajarkan anak cara menggunakan alat bermain/beraktivitas. Ajarkan anak cara bersepeda yang aman dan ingatkan mereka untuk selalu menggunakan helm dan pelindung sendi kaki atau tangan. Jauhkan ala-alat elektrik dari jangkauan anak. Tekankan rasa bertanggung jawab pada anak selama bermain atau berpergian.

5. Remaja

Ajarkan remaja cara mengendarai mobil/ sepeda motor secara terstruktur serta cara mengatasi masalah mesin. Ingatkan remaja untuk mengendarai mobil dalam batas kecepatan, selalu menggunakan sabuk keselamatan, dan tidak mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Tekankan bahaya penggunaan obat-obatan dan alkohol. Kenali setiap perubahan pada perilaku dan kebiasaan dan dengarkan argumen mereka.

(19)

C. Promosi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan 1. Car safety : keamanan anak di dalam mobil

Cara pencegahan yang dilakukan oleh orang tua yaitu :

- Aktifkan kunci pengaman anak: Saat anak telah duduk dengan benar di dalam mobil, aktifkan kunci keselamatan anak (child safety lock) untuk mencegah anak-anak membuka pintu mobil dari dalam.

- Simpan benda-benda berserakan: Simpan jauh-jauh benda-benda seperti mainan plastik atau peralatan rumah tangga dari jangkauan anak-anak karena dapat berpotensi menyebabkan cedera atau luka saat terjadi kecelakaan. Simpanlah di kompartemen dan tempat-tempat penyimpanan di dalam mobil.

- Mobil bukan arena bermain anak: Simpanlah kunci dan remote jauh dari jangkauan anak-anak agar tidak menarik perhatian. Jangan tinggalkan mereka sendirian di dalam mobil sedetik pun, dan periksa dua kali kursi belakang saat parkir untuk memastikan anak-anak tidak tertinggal.jenis kecelakaan yang terjadi sering kali berhubungan langsung dengan usia anak dan tingkat perkembangannya

2. anticipatory

Pada masa ini petunjuk bimbingan tetap diperlukan walaupun kesulitannya jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, pencegahan kecelakaan dipusatkan pada pengamatan lingkungan terdekat, dan kurang menekankan pada alas an-alasannya. Sekarang proteksi pagar, penutup stop kontak disertai dengan penjelasan secara verbal dengan alas an yang tepat dan dapat dimengerti.

Masuk sekolah adalah bentuk perpisahan dari rumah baik bagi orang tua maupun anak. Oleh karena itu, orang tua memerlukan bantuan dalam melakukan penyesuaian terhadap perubahan ini, terutama bagi Ibu yang tinggal di rumah/tidak bekerja. Ketika anak mulai masuk taman kanak-kanak, maka ibu mulai memerlukan kegiatan-kegiatan di luar keluarga, seperti keterlibatannya dalam masyarakat atau mengembangkan karier. Bimbingan terhadap orang tua pada masa ini dapat dilakukan pada anak umur 3, 4, 5 tahun

Cara Pencegahan :

a. Pemahaman tingkat perkembangan dan tingkahlaku anak. b. Kualitas asuhan meningkat.

(20)

3. Fire safety & burn safety

Anak memiliki kulit yang lebih tipis jika dibandingkan dengan orang dewasa. Kulit mereka lebih rentan terhadap luka bila terkena api atau tersiram sesuatu yang panas. Yang sering terjadi, ibu membuat susu dengan tetap menggendong si kecil. Bahayanya bila si kecil meronta, maka botol susu yang sudah berisi air hangat akan terguncang hingga airnya bisa menyiram si kecil. Apa yang buat kita tidak terasa panas, buat si kecil bisa menyebabkan kulit jadi merah seperti halnya tersiram air panas. Supaya resiko terbakar atau terkena air dan benda panas dapat dihindari, lakuka hal berikut :

a. Selalu mengetes terlebih dahulu panasnya air yang akan digunakan untuk menyeduh susu atau untuk mandi.

b. Jika anda sedang menikmati kopi atau teh, hindari sambil memegang anak. c. Jangan sambil menggendong si kecil bila sedang memasak. Sikecil bisa menarik gagang panci atau meronta-ronta yang membuat konsentrasi anda terpecah.

d. Arahkan mulut teko ke dalam, untuk menghindari tertumpah ke bawah bila tersenggol.

e. Jangan sambil menggendong si kecil bila sedang menyetrika. f. Simpan korek api dan pemantik api jauh dari jangkauan anak. 4. Playground safety

Dapat dilakukan dengan memberikan pengamanan di sekitar anak yaitu sebagai berikut: a. Pengamanan secara umum

-Tidak meletakkan pisau atau benda tajam sembarangan.

(21)

anak-anak.

c. Tidak meninggalkan anak sendirian tanpa pengamanan, terutama bayi. Jangan menidurkan bayi di tempat yang tinggi, karena dapat terguling dan jatuh. 5. Water safety

Sering terjadi anak tenggelam di kolam renang. Ini karena minimnya pengawasan saat si kecil bermain di dekat kolam renang. Agar anak terhindar dari bahaya tenggelam, inilah yang perlu dilakukan orang tua :

a. Gunakan ember dan air yang ukurannya disesuai dengan usia anak. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian sedetikpun di dekat bak mandi.

b. Selalu buang air dalam “ bath up “ setiap kali usai menggunakannya. Bila sedang mengisi bath up, tutuplah pintu kamar mandi. Bila perlu kuncilah untuk mencegah si kecil merangkak masuk.

c. Sekeliling kolam renang harus diberi pagar pengaman yang rapat dan pintu pagar menuju kolam renang harus selalu dikunci.

d. Selalu awasi si kecil bila ia berada di dekat air, meski di kolam yang khusus untuknya sekalipun.

e. Jangan terlalu berambisi mengajari anak berenang sejak dini di kolam renang umum. Usia yang paling disarankan adalah 3 tahun karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat menghadapi parasit dan bakteri yang mungkin ada di kolam renang umum

6. animal safety

Hewan dapat menjadi sumber persahabatan yang baik bagi seorang anak. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, biarkan anak Anda terlibat secara aktif dalam perawatannya. Bahkan

(22)

anak-anak dapat belajar bertanggung jawab dan bagaimana memperlakukan hewan dengan baik. Hampir semua anak-anak senang menangani dan bermain dengan anjing atau kucing. Namun, tampaknya kadang-kadang anak-anak tidak bisa membedakan antara anjing yang Anda miliki di rumah, dengan anjing liar yang masuk ke halaman atau taman bermain. Ini bisa menjadi masalah.

Gigitan anjing adalah cedera umum untuk anak-anak, bahkan kebanyakan adalah berasal dari gigitan Hewan peliharaan mereka sendiri. Anda harus mengawasi anak-anak Anda setiap kali mereka berada di sekitar anjing.

Berikut adalah beberapa informasi yang harus Anda ajarkan terhadap anak-anak Anda :

Jangan mendekati anjing atau kucing dengan gerakan yang cepat, Anda dapat mengejutkan mereka dan mereka bisa saja pergi berlari, atau lebih buruk lagi , justru menyerang Anda.

- Jika anjing mulai menggeram atau menunjukkan tanda-tanda yang agresif, mundur . Jangan lari, atau Anda dapat memicu naluri mengejar alami anjing tersebut. Lakukan hal yang sama jika kucing mulai menggeram, mendesis, dan melengkungkan punggungnya.

7. Violence

Pengamanan di dalam rumah

a. Jika anak sudah mulai berjalan, pastikan dia tidak terjatuh akibat lantai yang terlalu licin atau terlalu kotor.

b. Di dalam ruangan tidak ada perabot yang tersudut runcing. Di samping itu harus diusahakan tidak meletakkan benda-benda berbahaya, seperti pot bunga atau lampu di tempat-tempat yang mudah dijangkau anak.

c. Jangan ada benda-benda beracun di sekitar ruangan

d. Usahakan bayi tidur di boks, bukan di tempat tidur. Pastikan bahwa boks tempat tidur aman, berpagar kuat, catnya tidak beracun atau nontoxic, jeruji pagarnya tidak

(23)

yang agak besar usahakan tidak tidur di tempat tidur bertingkat atas.

e. Tidak meninggalkan anak di kamar mandi sendirian, sebab dia akan main air dan dapat tenggelam atau tersedak air.

8. Peer group (gangsters)

Banyak orangtua yang akan merasa senang jika anaknya memiliki banyak teman bermain , kita merasa bahwa anak kita mudah bergaul dengan teman-teman sebayanya. Tetapi tidak sedikit orangtua yang merasa resah jika anaknya terlalu gampang bergaul, khawatir jika anaknya akan bergaul dengan teman-teman yang akan membawa dampak negatif.

Dalam bermain di luar rumah, perlu juga diajarkan kepada anak beberapa aturan-aturan dan disiplin-disiplin sehingga mudah bagi anak untuk membedakan mana yang boleh dan tidak. Ia perlu mengenal dan mengikuti norma dan nilai-nilai yang berlaku bukan hanya dalam keluarganya tetapi juga dalam masyarakat di lingkunganya. Misalnya anak tidak sengaja menabrak bemper mobil tetangga ketika naik sepeda, dia harus melapor kepada Mom dan meminta maaf kepada yang punya mobil. Selesai bermain, ajak anak ngobrol tentang kegiatan bermainnya sehingga anak pun melihat Mom antusias dan mendukung kegiatan bermainnya.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

(24)

Keamanan dan keselamatan merupakan kebutuhan dasar manusia, yang merupakan kebutuhan prioritas kedua setelah kebutuhan fisiologis pada Hirarki kebutuhan Maslow. Keamanan tidak hanya pencegahan kecelakaan dan injuri tetapi juga mengijinkan seseorang untuk merasakan bebas dalam beraktivitas tanpa bahaya

B. Saran

Dengan adanya makalah ini, diharapkan kita dapat memahami keamanan dan keselamatan pada anak, dan melakukan upaya pencegahan kecelakaan pada anak untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan.

Daftar Pustaka http://documents.tips/documents/kecelakaan https://hidayat2.wordpress.com/2009/03/21/konsep-keamanan-keselamatan/ http://eprints.ums.ac.id/16048/2/3_BAB_1.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24751/4/Chapter%20II.pdf anak.htmlhttp://www.safetyposter.co.id/news/40waspadai-resiko-bahaya-hewan-peliharaan

(25)

Figur

Memperbarui...

Related subjects :