• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUESIONER PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KUESIONER PENELITIAN "

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH BEAUTY VLOGGER DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI PRODUK KECANTIKAN

Studi pada viewers video YouTube Purbasari channel Tasya Farasya

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Oleh:

Ivana Theresia Kawatak NIM : 142214217

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2019

(2)
(3)
(4)

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“A journey of a thousand miles begins with a single step.”

– Lao Tzu –

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

– Filipi 4:13 –

“When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one that has opened

for us.”

– Alexander Graham Bell –

Skripsi ini ku persembahkan untuk:

Tuhan Yesus Kristus dan Keluargaku Universitas Sanata Dharma

(5)
(6)
(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

segala kasih dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Pengaruh Beauty Vlogger dalam meningkatkan Minat Beli produk Kecantikan”.

Skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat guna meraih gelar Sarjana Ekonomi pada program Studi Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dengan segala pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, penulis berusaha secara maksimal untuk dapat menyusun skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Namun penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan, saran, dukungan, dan doa kepada penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini, terutama kepada:

1. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma dan dosen pembimbing I, yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, pikiran, untuk memberikan perhatian, arahan dan membimbing penulis.

3. Bapak Drs. Gregorius Hendra Poerwanto, M.Si., selaku dosen pembimbing II, yang juga telah memberikan bimbingan, perhatian dan arahan sehingga penyusunan skripsi ini menjadi lebih baik.

4. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ilmu dan senantiasa membimbing penulis sampai di tahap ini.

5. Kedua orang tua saya, papa Arie Petrus Kawatak dan mama (Almh.) Josephine Maria Magdalena Kountul, terima kasih atas segala dukungan,

(8)
(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS... v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... vi

HALAMAN KATA PENGANTAR... vii

HALAMAN DAFTAR ISI... ix

HALAMAN DAFTAR TABEL... xii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR... xiii

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN... xiv

HALAMAN ABSTRAK... xv

HALAMAN ABSTRACT... xvi

(10)

x

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah... 5

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA... 6

A. Landasan Teori... 6

B. Penelitian Terdahulu... 18

C. Kerangka Pemikiran... 19

D. Hipotesis Ilmiah... 19

BAB III METODE PENELITIAN... 21

A. Jenis Penelitian... 21

B. Subjek Dan Objek Penelitian... 21

C. Tempat Dan Waktu Penelitian... 22

D. Variabel Penelitan... 22

E. Definisi Operasional... 25

F. Populasi dan Sampel... 26

G. Teknik Pengambilan Sampel... 27

H. Sumber Data... 28

I. Teknik Pengumpulan Data... 28

J. Teknik Pengujian Instrumen... 30

K. Teknik Analisis Data... 32

L. Analisis Regresi Linier Sederhana... 35

BAB IV GAMBARAN UMUM... 39

A. Profil Purbasari... 39

B. Visi Dan Misi Perusahaan... 40

(11)

xi

C. Nilai Perusahaan... 41

D. Sarana Pelayanan... 41

E. Kategori Produk Purbasari... 42

F. Beauty Vlogger Tasya Farasya... 45

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN... 48

A. Uji Instrumen... 49

B. Analisis Data... 51

C. Pembahasan... 60

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN... 63

A. Kesimpulan... 63

B. Saran... 63

C. Keterbatasan... 64

DAFTAR PUSTAKA... 65

LAMPIRAN... 68

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Halaman

V.1. Rangkuman Tes Validitas Beauty Vlogger... 49

V.2. Rangkuman Tes Validitas Minat Beli... 50

V.3. Hasil Reliabilitas Beauty Vlogger... 50

V.4. Hasil Reliabilitas Minat Beli... 51

V.5. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 51

V.6. Data Responden Berdasarkan Usia... 52

V.7. Data Responden Berdasarkan Uang Saku... 52

V.8. Data Responden Yang Pernah Menonton Beauty Vlog... 53

V.9. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Beauty Vlogger... 54

V.10. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Minat Beli... 56

V.11. Tabel Uji Normalitas... 57

V.12. Hasil Uji Linieritas... 58

V.13. Analisis Regresi Linier Sederhana... 59

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Halaman

II.1. Proses Pengambilan Keputusan... 17

II.2. Kerangka Pemikiran Peneliti... 19

IV.1. Logo Purbasari... 39

IV.2. Lulur Mandi Purbasari... 42

IV.3. Anti Acne Lotion... 43

IV.4. Sabun Bengkoang... 43

IV.5. Sabun Sirih... 44

IV.6. Lipstick Matte... 45

IV.7. Beauty Vlogger Tasya Farasya... 46

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul Halaman Lampiran 1 Kuesioner Penelitian... 68 Lampiran 2 Identitas Dan Data Variabel Responden... 73 Lampiran 3 Hasil Olah Data SPSS... 84

(15)

xv ABSTRAK

PENGARUH BEAUTY VLOGGER DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI PRODUK KECANTIKAN

Studi pada viewers video YouTube Purbasari channel Tasya Farasya

Ivana Theresia Kawatak Universitas Sanatha Dharma

Yogyakarta 2018

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beauty vlogger dalam meningkatkan minat beli konsumen produk kecantikan. Populasi dalam penelitian ini adalah penonton dari beauty vlogger channel YouTube Tasya Farasya. Dalam penelitian ini terdapat 100 responden dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan Aplikasi SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beauty vlogger berpengaruh dalam meningkatkan minat beli konsumen produk kecantikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa minat beli konsumen pada produk kecantikan Purbasari termasuk dalam kategori tinggi.

Kata kunci: Beauty vlogger, minat beli, produk kecantikan, konsumen.

(16)

xvi ABSTRACT

THE INFLUENCE OF BEAUTY VLOGGER TOWARDS BUYING INTEREST OF BEAUTY PRODUCTS

Study on YouTube Viewers of Tasya Farasya’s Purbasari Video Channel

Ivana Theresia Kawatak Sanatha Dharma University

Yogyakarta 2018

This research attempts to learn the influence of beauty vlogger towards consumer buying interest. The research was conducted from September 2018 until December 2018. Population used in this research are viewers from beauty vlogger Tasya Farasya’s YouTube channel. There are 100 respondents in this research chosen by purposive sampling technique. The data was analyzed using simple linear regression. This research used path analysis using SPSS Statistics 16 as the data analysis technique. The result of this research shows that beauty vlogger influenced the consumer buying interest. The result of this research also shows that the consumers buying interest in beauty products was in the high category.

Keywords: Beauty vlogger, buying interest, beauty products, consumer.

(17)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Media memiliki peranan penting dalam menyebarkan segala informasi.

Seiring berjalannya waktu, media berkembang menjadi banyak jenis. Salah satu media yang sangat berkembang cepat adalah media online. Dalam media online, terdapat banyak jenis media yang digunakan dalam menyebarkan informasi. Apalagi saat ini segala jenis media online sangat mudah diakses dan semua orang dapat menggunakannya.

Media online dapat menyentuh semua kalangan, sehingga hal ini membuat media online berkembang dengan sangat cepat. Kemudahan yang didapat dan kecepatan yang didapat dalam penyebaran informasi di media online membuat beberapa perusahaan mulai melirik media online dalam media promosinya. Media online memiliki banyak jenis; Facebook, Twitter, YouTube, Instagram, dan lain-lain.

Penyebaran informasi melalui media online pun juga beragam. Salah satunya adalah video blog atau sering disebut vlog. Vlog biasanya dapat ditemukan dalam media YouTube. Melalui YouTube, semua orang dapat memiliki akun mereka masing-masing. Kemudahan dalam mengunggah serta mengunduh video membuat banyak orang berkreasi menciptakan berbagai video. Kini dalam membuat sebuah karya berupa video tidak hanya bisa melalui televisi. Semua orang melirik youtube sebagai wadah baru dalam

(18)

menyalurkan kreativitas mereka, sehingga dalam perkembangannya, vlog memiliki banyak peminat dan juga berkembang menjadi berbagai jenis. Ada vlog berisi komedi, vlog mengenai kegiatan kehidupan sehari-hari, vlog mengenai trip dan vlog tentang kecantikan yang disebut beauty vlog.

Beauty vlog menurut penjelasan di atas berarti video blog yang membahas mengenai kecantikan. Orang-orang yang membuat beauty vlog ini disebut beauty vlogger. Beauty Vlogger membuat berbagai macam video yang membahas mengenai kecantikan, misalnya tutorial make-up, tutorial hijab, ulasan atau review suatu produk kecantikan, dan lain-lain. Ulasan atau review sebuah produk kecantikan adalah salah satu jenis video yang sering dibuat oleh para beauty vlogger. Apalagi beauty vlogger yang sudah memiliki banyak pengikut dan penonton, mereka akan lebih sering mengunggah video mereka. Dan platform sosial media yang paling sering mereka gunakan untuk mengunggah video mereka adalah YouTube dan Instagram.

Ada juga video yang sering mereka buat merupakan tutorial make-up dengan menunjukkan macam-macam produk yang mereka pakai sekaligus memberi ulasan dari produk yang dipakainya. Banyak lagi jenis video lain yang mereka buat namun tetap tidak terlepas dari tema yang mereka usung, yaitu tentang kecantikan. Terkadang mereka juga membuat video terlepas dari tema namun mereka mendapat sponsor sehingga mereka menonjolkan produk yang mereka pakai tersebut di video mereka.

(19)

Seiring berkembangnya zaman, para konsumen pun semakin pintar dalam memanfaatkan teknologi. Salah satunya adalah memanfaatkan konten beauty vlog dalam memperoleh ulasan produk yang ingin mereka beli. Para konsumen tidak perlu lagi merasa rugi atas produk yang mereka beli karena dengan melihat ulasan produk dari para beauty vlogger ini, konsumen akan lebih yakin dengan produk yang akan mereka beli. Mereka tidak lagi tenggelam dalam ketidaktahuan terhadap produk-produk yang akan dibelinya.

Ditambah lagi kita memang sudah memasuki era informational capitalism. “Informational capitalism is a category that is used for describing those parts of contemporary societies that are basing their operations predominantly on information, which is understood as processes of cognition, communication, and cooperation, and on information technologies (Fuchs, 2010:180).” Maksudnya, era ini merupakan era dimana masyarakat mendominasi di internet untuk mencari informasi apa saja, maka hal ini membuat terciptanya model berbisnis berlandaskan informasi. Salah satunya adalah mempromosikan produk melalui beauty vlog.

Dengan melihat ulasan suatu produk, seorang konsumen berarti memastikan produk yang ia beli sudah tentu adalah produk yang baik, sehingga produk yang dianggapnya sudah baik dan diputuskan untuk dibeli tidak akan membuatnya merasa rugi dan kecewa dikemudian hari.

Oleh karena itu, banyak produsen makeup yang mulai merambah memberikan informasi produknya melalui para beauty vlogger, salah satunya

(20)

adalah produsen makeup Purbasari. Purbasari merupakan merek makeup lokal yang sudah berdiri sejak tahun 1993 dan sampai kini masih giat bersaing dengan brand-brand lokal tanah air lainnya. Dengan menggaet Tasya Farasya, Purbasari percaya bahwa beauty vlogger tersebut dapat kembali menaikkan kepopuleran merek serta meningkatkan brand awareness Purbasari dimata para konsumen melalui video dalam channel YouTube-nya.

Hal ini dikarenakan Tasya Farasya seringkali mengunggah video mengenai tutorial dan ulasan suatu produk. Semakin lama, ia mendapat semakin banyak viewers dan subscriber di akun YouTubenya. Melihat hal tersebut, membuat Purbasari semakin yakin untuk mempercayakan Tasya Farasya untuk mengulas produk-produk kecantikan mereka. Pengaruh beauty vlogger terhadap minat beli konsumen adalah suatu hal yang menarik untuk diteliti, mengingat pengenalan produk dan evaluasi alternatif adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen (Schiffman dan Kanuk, 2004:25)

Kemudian peneliti menentukan akun Tasya Farasya sebagai subjek penelitian. Karena Tasya Farasya sebagai salah satu beauty vlogger telah memiliki banyak pengikut. Sampai saat ini jumlah subscribernya telah mencapai lebih dari 1.145.100 orang (pada 9 Desember 2018), dan rata-rata jumlah viewers videonya lebih dari 500.000 views. Jumlah yang tidak sedikit bagi seorang beauty vlogger. Hal ini membuat banyak produsen kecantikan melirik Tasya Farasya untuk membantu dalam mengulas produk-produk mereka. Oleh karena itu muncullah pertanyaan saya, seberapa besarkan pengaruh beauty vlogger dalam menarik minat beli produk kecantikan?

(21)

B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang yang peneliti paparkan di atas, ditarik rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu “Apakah beauty vlogger Tasya Farasya berpengaruh dalam meningkatkan minat beli produk kecantikan konsumen Purbasari?”

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran pengaruh dari beauty vlog seorang beauty vlogger “Tasya Farasya” dalam meningkatkan minat beli konsumen Purbasari.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Akademik

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengembangan media online salah satunya beauty vlog dalam bidang komersial.

b. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang keefektifan konten beauty vlog dalam meningkatkan minat beli konsumen Purbasari.

(22)

6 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

Dalam bab ini akan mengulas mengenai teori yang menjadi landasan perumusan teoritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penonton video blog dalam meresepsi ulasan pada beauty vlog dan sekaligus mendeskripsikan efektifitas pengaruh beauty vlog sebagai media pemasaran oleh berbagai pemasar.

1. Pemasaran (Marketing)

Menurut Kotler (2000:3), “Pemasaran (Marketing) merupakan hal yang sangat mendasar sehingga tidak dapat dilakukan sebagai fungsi yang terpisah.” Pemasaran sebenarnya lebih dari sekedar mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Proses pemasaran telah terjadi dan dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi. Pendapat lain mengatakan bahwa pasar merupakan sistem keseluruhan dari kegiatan yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 2002:

4&5). Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan bisnis harus berorientasi ke pasar atau konsumen.

Keinginan konsumen juga harus dipuaskan secara efektif. Agar pemasaran berhasil maka perusahaan harus memaksimalkann penjualan yang menghasilkan laba dalam jangka panjang. Dalam iklim ekonomi seperti

(23)

apapun, pertimbangan-pertimbangan pemasaran tetap merupakan faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan di sebuah perusahaan. Konsep pemasaran modern diakui peranannya sebagai penyumbang langsung untuk mendapatkan laba serta volume penjualan.

2. Konsep Manajemen Pemasaran

Philip Kotler (1997) dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mendefinisikan pemasaran secara lebih luas, yaitu; Pemasaran adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya. Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli atau konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.

Secara definitif dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).

Elemen penting dalam Konsep Pemasaran:

a. Market Oriented berorientasi pada keinginan Konsumen b. Penyusunan kegiatan pemasaran secara terpadu

c. Pencapaian tingkat kepuasan konsumen.

(24)

Konsep Pemasaran ini pada hakikatnya mencakup upaya dan strategi yang ditempuh manajemen dalam rangka untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen.

3. Beauty Vlogger

Ada perubahan mendasar di dunia hiburan dalam beberapa dekade terakhir. Kita tak lagi tinggal di zaman di mana kemampuan acting dan debut di layar lebar menjadi prasayarat lahirnya selebriti terkenal.

Sebaliknya, kita kini hidup di dunia di mana individu dapat mempromosikan dirinya sendiri di media sosial dan platform berbagi video YouTube. Bak badai menerjang, bintang YouTube laksana selebriti masa kini. Semua industri nampaknya mulai melirik bintang-bintang YouTube kenamaan atau kita sebut sebagai vlogger (video blogger).

Banyak brand kecantikan yang semakin percaya akan kekuatan yang dimiliki vlogger dalam “menghinoptis” para audiencenya. Perempuan kini mencari seseorang yang mampu berkata apa adanya, serta paham betul akan dunia kecantikan. Orang itu benar-benar yang dapat mereka ajak bicara. Semua karakter itu dapat ditemui pada sosok seorang beauty vlogger.Keyakinan brand kosmetik menggunakan para beauty vlogger bukan tanpa alasan. Pasalnya, 97% conversation mengenai dunia kecantikan di YouTube terjadi di channel resmi para beauty vloggers atau content creators itu. Mereka membuat video tutorial, memberikan tips- and-trick ber-makeup, hingga memberikan rekomendasi memilih makeup sesuai dengan tipe kulit konsumen atau viewers mereka. Para perusahaan

(25)

kosmetik kecantikan akhirnya berlomba-lomba agar dapat berkolaborasi dengan para beauty vlogger. Tidak hanya untuk menciptakan konten yang lebih otentik, melainkan juga video yang diunggah para beauty vlogger memberikan kesempatan kepada brand agar “iklan” mereka dilihat orang.

Para vlogger bagaimana pun mewakili suara yang didengar oleh jutaan konsumen, khususnya millennials. Vlogger sejatinya adalah kumpulan orang yang menggunakan platform digital untuk menyuarakan pendapat mereka tentang banyak hal, entah itu otomotif, traveling, hingga soal kecantikan. Para millennials memilih mereka untuk memperoleh opini yang tulus dan jujur, bukan ungkapan manis yang manipulatif. So, to make vlogging works for brands, the vlogger’s endorsement must be genuine.

4. Beauty Vlogger sebagai Celebrity Endorser

Selebriti merupakan tokoh yang dikenal karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukungnya (Shimp, 2003: 460). Selebriti pendukung (Celebrity Endorser) adalah individu yang dikenal oleh publik atas prestasinya selain daripada produk yang didukungnya. Selebriti diyakini lebih menarik dan mengunggah dari pada penggunaan orang biasa dalam mempengaruhi calon konsumen. Banyak faktor yang akan dipertimbangkan oleh perusahaan yang akan menggunakan selebriti di iklan produknya.

Penggunaan selebriti tersebut kadang kala mampu meningkatkan penjualan, tetapi adakalanya gagal dalam mempromosikan produk (Ishak, 2003).

(26)

Menurut Sumarwan (2004:258), pembelian produk dan jasa serta pemilihan merek, para selebriti bisa memiliki pengaruh kuat kepada konsumen. Seorang selebriti bisa menjadi alat pemasaran suatu produk yang sangat penting, daya tariknya yang luar biasa menjadi hal yang tidak dimiliki orang lain. Perhatian terhadap kredibilitas seorang endorser sangat penting karena yang disampaikan dalam iklan berpengaruh pada ketertarikan dan pengambilan keputusan konsumen. Sutisna (2001:272) mengatakan bahwa dalam menggunakan pembuat opini, akan sangat efektif dalam membangun perasaan kesamaan bagi konsumen. Manusia biasanya lebih cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih hebat dari dirinya. Sebagai pendukung sebuah iklan, endorser harus mampu mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan.

Menurut Sebayan dan Siahaan (2008:117), Celebrity Endorser meliputi Attractiveness(1) yaitu hal yang menarik dari endorser meliputi sejumlah karakteristik yang dapat dilihat khalayak dalam diri endorser, seperti daya tarik fisik, sifat-sifat kepribadian (personality), gaya hidup (lifestyle), kelas sosial (social class), dan sebagainya. Trustworthiness(2)

yaitu kepercayaan yang terdiri dari kejujuran, integritas diri, dan dapat dipercaya sebagai seorang sumber, serta meyakinkan orang lain untuk mengambil tindakan. Yang selanjutnya adalah Expertise(3), yaitu keahlian selebritis yang mengacu pada keahlian yang terdiri dari pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki.

(27)

Dalam hal ini, Beauty Vlogger sering kali digunakan para perusahaan kosmetik untuk mempromosikan produk kecantikan mereka sebagai pengganti para Celebrity Endorser. Beauty Vlogger yang membangun karir mereka melalui social media ini dipercaya lebih mampu meningkatkan tingkat penjualan produk perusahaan-perusahaan kosmetik tersebut karena dianggap lebih mengerti soal kecantikan dan lebih handal dalam menyampaikan keunggulan dari setiap produk kecantikan yang mereka akan promosikan.

Selain itu, para Beauty Vlogger juga sering dipilih perusahaan kosmetik untuk mempromosikan produk mereka karena dianggap bayarannya lebih “murah” atau lebih terjangkau dibandingkan para Celebrity Endorser yang notabenenya adalah seorang artis. Untuk menyewa seorang Celebrity, para perusahaan harus membayar lebih dikarenakan adanya unsur “ego” dari para selebriti-selebriti tersebut. Maka dari itu, para perusahaan menggunakan para Beauty Vlogger sebagai alternatif yang paling tepat dalam menyuarakan iklan produk mereka kepada masyarakat.

Para perusahaan kosmetik juga menilai bahwa masyarakat lebih cenderung mencari tahu soal produk makeup dari para Beauty Vlogger dibandingkan para Celebrity Endorser, karena memang itulah profesi pekerjaan mereka. Bahkan tak jarang juga beberapa perusahaan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan makeup atau kecantikan, menggunakan para Beauty Vlogger untuk mempromosikan produk mereka kepada para

(28)

followers dan subscribers dari Beauty Vlogger tersebut. Hal-hal tersebutlah yang membuat Beauty Vlogger sering digunakan sebagai Celebrity Endorser.

5. Minat Beli

Minat beli adalah sesuatu diperoleh dari proses belajar dan proses pemikiran yang membentuk suatu persepsi. Minat beli ini menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benaknya dan menjadi suatu keinginan yang sangat kuat, yang pada akhirnya ketika seorang konsumen harus memenuhi kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang ada didalam benaknya itu. Menurut Kamus Bahasa Indonesia SLTA juga dijelaskan bahwa; Minat adalah keinginan untuk memperhatikan atau melakukan sesuatu. Minat beli menurut Kinnear dan Taylor (1995) (Thamrin, 2003: 142) adalah bagian dari komponen perilaku konsumen dalam sikap mengkonsumsi, kecenderungan responden untuk bertindak

sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.

Super dan Crites (Lidyawati, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :

a. Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.

(29)

b. Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai sosial ekonomi rendah.

c. Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya.

d. Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan berbeda dengan minat pria, misalnya dalam pola belanja.

e. Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas, benda dan seseorang.

Kemudian, menurut Ferdinand (2002, p. 129) minat beli juga dapat diidentifikasi melalui indikator-indikator sebagai berikut:

a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.

b. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.

c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut.

Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya.

d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan

(30)

mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

6. Iklan (Advertising)

Periklanan atau advertisement pada dasarnya merupakan salah satu tahap dari pemasaran, yang tiap-tiap tahap itu bagaikan mata rantai yang saling berhubungan dan jaringannya akan terputus jika salah satu mata rantai itu lemah. Periklanan menjadi tahap yang penting yang sama pentingnya dengan tahap-tahap lain dalam proses pemasaran. Kotler (1997: 236) mengartikan periklanan sebagai berikut; Periklanan adalah segala bentuk penyajian non-personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembiayaan. Dalam membuat program periklanan, manajer pemasaran harus selalu mulai dengan mengidentifikasi pasar sasaran dan motif pembeli.

Tujuan periklanan menurut Kotler (1997: 236) sebagai berikut:

a. Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Informasi”. Biasanya dilakukan secara besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk, tujuannya untuk membentuk permintaan pertama.

b. Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Persuasif”. Penting dilakukan dalam tahap kompetitif. Tujuannya untuk membentuk permintaan selektif untuk suatu merk tertentu.

c. Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Pengingat”. Iklan pengingat sangat penting bagi produk yang sudah mapan.

(31)

Bentuk iklan yang berhubungan dengan iklan ini adalah iklan penguat (Inforcement advertising) yang bertujuan meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang benar.Ada pula pengertian iklan menurut Fandi Tjiptono (2008:225) menyatakan bahwa iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Selain itu, menurut Machfoedz (2010:139) bahwa iklan adalah segala bentuk penyajian informasi dan promosi secara tidak langsung yang dilakukan oleh sponsor untuk menawarkan ide, barang atau jasa. Pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa iklan merupakan suatu bentuk komunikasi baik lewat media massa, TV, radio, surat kabar, majalah dan sebagainya yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen untuk bertindak terhadap produk dan jasa yang di tawarkan.

Beauty vlogger dalam hal ini, seringkali digunakan para pemasar brand kosmetik sebagai strategi mengiklankan produk mereka. beauty vlogger yang digunakan untuk mendukung sebuah produk adalah individu yang dikenal publik atas prestasinya selain daripada produk yang didukungnya. Beauty vlogger yang bekerja untuk membuat video yang berisikan konten mengenai kecantikan ini menjadi sasaran empuk pada brand kosmetik untuk mengangkat nama serta meningkatkan penjualan

(32)

produk mereka. Penggunaan beauty vlogger dimaksudkan untuk memberi dorongan kepada pesan iklan agar lebih mudah diterima oleh konsumen dan mempermudah tumbuhnya keyakinan konsumen atas produk yang diiklankan. Dengan menggunakan para beauty vlogger sebagai strategi pemasaran mereka, para pemasar mengharapkan dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk-produk brand kosmetik yang diiklankan para beauty vlogger tersebut.

7. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Ketika memutuskan akan membeli suatu barang atau produk, konsumen selalu memikirkan terlebih dahulu barang yang akan dibeli. Mulai dari harga, kualitas, fungsi atau kegunaan barang tersebut, dan lain sebagainya. Kegiatan memikirkan, mempertimbangkan, dan mempertanyakan barang sebelum membeli merupakan atau termasuk ke dalam perilaku konsumen. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Menurut Kotler dan Keller (2009:166), perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Model perilaku konsumen yang

(33)

dikemukakan Kotler (1997 :10) menerangkan bahwa keputusan konsumen dalam pembelian selain di pengaruhi oleh karakteristik konsumen, dapat dipengaruhi oleh rangsangan perusahaan yang mencakup produk, harga, tempat dan promosi. Variabel-variabel diatas saling mempengaruhi proses keputusan pembelian sehingga menghasilkan keputusan pembelian yang didasarkan pada pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, dan jumlah pembelian.

Perilaku konsumen juga mempengaruhi minat beli konsumen. Minat beli menurut Mowen dan Minor (2002:55) didefinisikan sebagai penentu dari pembeli untuk melakukan suatu tindakan seperti membeli suatu produk atau jasa. Minat beli atau niat beli merupakan rencana atau kemungkinan bahwa konsumen akan melakukan pembelian produk tertentu. Kesediaan calon konsumen untuk membeli memiliki probabilitas yang lebih tinggi, meskipun calon konsumen tersebut belum tentu benar- benar membelinya. Menurut Kotler dan Armstrong (2014:177), proses terjadinya niat beli merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan.

Oleh karena itu memahami proses terjadinya niat beli perlu diamati terlebih dahulu bagaimana proses terjadinya pengambilan keputusan seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar II.1. Proses Pengambilan Keputusan (sumber: Kotler dan Armstrong 2014:177) Need

Recognition

Information Search

Post- purchase Behavior Purchase

Decision Evaluation

of Alternatives

(34)

B. Penelitian Terdahulu

Berikut ini merupakan hasil penelitian terdahulu atau penelitian sebelumnya yang menjadi referensi dalam penelitian kali ini:

1. Penelitian oleh Irma Kurniasari dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan judul “Pengaruh Country Image dan Beauty Vlogger Review terhadap Purchase Intention konsumen kosmetik Korea”(Studi kasus pada Althea.kr). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh country image dan beauty vloggerreview terhadap purchase intention kosmetik Korea, menganalisis apakah beauty vlogger berpengaruh pada purchase intention, serta menganalisis apakah country image dan beauty vlogger review berpengaruh pada purchase intention. Dengan hasil penelitian dari segi beauty vlogger review, terbukti signifikan berpengaruh terhadap purchase intention pada konsumen kosmetik Korea.

2. Penelitian kedua oleh Nina Yunita Sari dari Universitas Sanata Dharma Fakultas Ekonomi mengenai “Pengaruh Beauty Vlogger sebagai Celebrity Endorser terhadap niat beli dengan asosiasi merek sebagai intervening variable”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara langsung antara kredibilitas dan daya tarik dari seorang beauty vlogger terhadap niat beli, untuk mengetahui ada tidaknya daya tarik dari seorang beauty vlogger terhadap niat beli dengan asosiasi merek sebagai intervening variable, serta untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh asosiasi merek terhadap niat beli. Dan hasil dari penelitian

(35)

tersebut adalah terbukti bahwa kredibilitas dan daya tarik seorang beauty vlogger sebagai celebrity endorser berpengaruh terhadap niat beli konsumen dengan asosiasi merek.

C. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berjalannya sebuah pemikiran. Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan dari beberapa konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut (Polancik, 2009).

Kerangka pemikiran dalam penelitian ini digambarkan dalam konsep berikut:

Gambar II.2. Kerangka Pemikiran Peneliti

D. Hipotesis Ilmiah

Menurut Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007:137), Hipotesis adalah pernyataan atau tuduhan bahwa sementara masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus duji secara empiris. Dalam buku Statistika untuk Penelitian oleh Beauty Vlogger sebagai Celebrity Endorser

 Attractiveness

 Trustworthiness

 Expertise

Minat Beli Konsumen

(36)

Sugiyono (2013), dijelaskan bahwa hipotesis merupakan jawaban semestara dari rumusan masalah di dalam suatu penelitian. Berdasarkan paradigma diatas, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut:

Ha: Beauty vlogger Tasya Farasya berpengaruh dalam meningkatkan minat beli serta penjualan brand kosmetik Purbasari.

(37)

21 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa aspek seperti aspek beauty vlogger Tasya Farasya dengan minat beli konsumen Purbasari bagi para penonton vlog tersebut. Untuk mengukur seberapa efektif pengaruh beauty vlogger terhadap minat beli para viewers, tentu dibutuhkan data dari responden penelitian, Maka dari itu penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan cara pengumpulan data yaitu survey. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Responden yang didapat, diminta untuk memberikan jawaban singkat yang sudah tertulis di kuisioner untuk selanjutnya jawaban dan seluruh responden tersebut diolah menggunakan teknik analisis kuantitatif tertentu (Martono, 2010).

B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah orang-orang yang dimintai keterangan berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Subjek yang diteliti oleh peneliti adalah viewers dari channel YouTube beauty vlogger Tasya Farasya, serta juga mahasiswi Universitas Sanata Dharma yang menggunakan kosmetik dan yang pernah menonton beauty vlog di YouTube ataupun Instagram.

(38)

2. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah variabel-variabel yang menjadi perhatian pokok dalam penelitan. Objek dalam penelitan ini yaitu minat beli dari pengunjung video YouTube seorang beauty vlogger.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai dengan bulan Desember 2018

2. Penelitian ini dilaksanakan di Yogyakarta D. Variabel Penelitian

1. Identifikasi Variabel

a. Variabel Bebas (Independent Variabel)

Variabel Bebas (Independent Variable) adalah variabel yang keberadaannya memengaruhi maupun menjadi sebab terjadinya perubahan pada variabel terkait (Dependent Variable), baik secara positif maupun negatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Beauty Vlogger (X). Indikator dari seorang beauty vlogger yang perlu dilihat adalah:

1) Attractiveness, yang meliputi daya tarik fisik, sifat kepribadian (personality), dan gaya hidup (lifestyle).

2) Trustworthiness atau kepercayaan yang terdiri dari kejujuran, integritas diri, dan meyakinkan atau dapat dipercaya.

3) Expertise yaitu keahlian seorang beauty vlogger yang terdiri dari pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan (skill).

(39)

b. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel Terikat (Dependent Variable) adalah variabel yang dipengaruhi variabel lainnya atau menjadi akibat adanya variabel lainnya (variabel bebas). Variabel terikat (Dependent Variable) dalam penelitian ini adalah Minat Beli (Y). Indikator yang digunakan dalam variabel ini, yaitu:

1) Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.

2) Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.

3) Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut.

4) Minat eksploratif, yaitu menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi lebih dalam mengenai produk yang diminatinya.

2. Definisi Variabel a. Beauty Vlogger

Beauty vlogger merupakan seorang video blogger yang berfokus dalam bidang kecantikan. Beauty vlogger merupakan seseorang yang aktifdalam dunia internet dan menjadikan social media YouTube atau Instagram sebagai platform pekerjaan mereka. Secara tidak langsung, beauty vlogger adalah selebriti internet masa kini.

(40)

b. Minat Beli

Menurut Kotler dan Keller (2013:36), minat beli adalah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk yang ditawarkan.

3. Pengukuran Variabel

Variabel-variabel dalam penelitian ini akan diukur nailainya dengan instrumen penelitian. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat. Oleh karena itu, setiap instrumen harus memiliki skala (Sugiyono, 2012:135). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert. Skala Likert (Sugiyono, 2009:132) digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Data yang terkumpul melalui kuisioner, kemudian diolah kedalam bentuk kuantitatif, yaitu dengan cara menetapkan skor jawaban dari pertanyaan yang telat dijawab oleh responden.

Pemberian skor tersebut didasarkan pada ketentuan (Sugiyono, 2009:133), yaitu:

(SS) Sangat Setuju : 5

(S) Setuju : 4

(N) Netral : 3

(TS) Tidak Setuju : 2 (STS) Sangat Tidak Setuju : 1

(41)

E. Definisi Operasional

Definisi operasional variabel merupakan upaya menerjemahkan sebuah konsep variabel kedalam instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini. Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah:

1. Minat Beli, dapat diidentifikasikan melalui indikator sebagai berikut:

a. Minat Transaksional, yaitu kecenderungan membeli produk.

b. Minat Referensial, yaitu kecenderungan mereferansikan produk pada orang lain.

c. Minat Preferensial, yaitu seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut.

d. Minat Eksploratif, yaitu seseorang yang mencari informasi lebih dalam mengenai suatu produk yang diminatinya.

2. Beauty Vlogger memiliki indikator yang meliputi:

a. Attractiveness; seperti daya tarik fisik, gaya hidup, sifat kepribadian.

b. Trustworthiness; yaitu kejujuran, integritas diri, serta meyakinkan atau dapat dipercaya.

c. Expertise, seperti pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan (skill).

(42)

F. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu, ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono 2008:115). Populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti telusuri.

Populasi dalam penelitian ini adalah viewers Video Purbasari One Brand Makeup Tutorial – Tasya Farasya.

2. Sampel Penelitian

Sampel merupakan bagian populasi yang terwakili dan akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang terwakili (Wiyono 2011:76). Menurut Gay dan Diehl dalam Sanusi (2013:101), untuk penelitian dengan metode eksperimen, ukuran sampel yang diambil minimal 15 subjek pergroup atau kelompok. Sampel dalam penelitian ini adalah viewers yang pernah atau sering menonton beauty vlog dari berbagai sosial media seperti Instagram atau YouTube dan serta menggunakan kosmetik kecantikan.

Adapun kriteria-kriteria untuk memenuhi persyaratan sebagai sumber data yang diperlukan dalam penelitian:

a. Viewers video Purbasari One Brand Makeup Tutorial – Tasya Farasya.

b. Pernah menggunakan kosmetik kecantikan

(43)

c. Pernah menonton beauty vlog.

Dalam penentuan jumlah besaran sampel, peneliti mendapat data viewers video Purbasari One Brand Makeup Tutorial – Tasya Farasya dari akun YouTube Tasya Farasya. Adapun jumlah viewers video Purbasari One Brand Makeup Tutorial – Tasya Farasya berjumlah 421.473 penonton terhitung pada tanggal 27 November 2017.

G. Teknik Pengambilan Sampel

Pertanyaan yang seringkali diajukan dalam metode pengambilan sampel adalah; Berapakah jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian? Sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan peneliti tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya, sampel yang terlalu besar dapat mengakibatkan pemborosan biaya penelitian.

Setelah mempertimbangkan hal tersebut, peneliti menentukan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik non probability sampling, yang merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis non probability sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling.

Purposive Sampling adalah cara pengambilan sampel yang membatasi pada ciri-ciri khusus seseorang yang memberikan informasi yang diperoleh dapat lebih terfokus dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti. Kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 100 orang viewers dari channel YouTube beauty vlogger Tasya Farasya yang juga menggunakan kosmetik

(44)

kecantikan, serta pernah menonton beauty vlog dari berbagai media sosial seperti Instagram atau YouTube yang dinilai memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditulis diatas, akan dijadikan sebagai responden penelitian.

H. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh atau yang dikumpulkan langsung dari lapangan oleh peneliti sendiri melalui sumber pertama, dan data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari kuisioner yang diisi oleh responden. Sebelum mengisi kuisioner juga responden akan menerima penjelasan singkat mengenai penelitian. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia dan dikumpulkan oleh pihak lain. Data sekunder yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini merupakan dari hasil studi pustaka dan data yang diperoleh dari berita serta artikel yang membahas dan mengulas tentang beauty vlogger atau yang ada bersangkutan dengan beauty vlogger Tasya Farasya yang menjadi topik pembahasan di penelitian ini.

I. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam beberapa cara seperti eksperimen, survei, atau pengamatan lapangan. Dalam buku Metode Penelitian Survei oleh Morissan (2012), dijelaskan bahwa penelitian kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survei yang mencakup survei melalui telepon, survei surat, dan survei internet. Pada

(45)

metode ini, pertanyaan yang diajukan bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.

Dalam penelitian, peneliti akan menggunakan metode pengumpulan data survei, dan kemudian pengumpulan dara menggunakan kuisioner. Kuisioner adalah daftar pertanyaan yang dikirim dari peneliti kepada responden baik secara langsung maupun tidak langsung. Kuisioner atau angket secara umum dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai bentuk angket. Apabila angket tertutup cara menjawab cukup dengan menaruh tanda centang atau check list (√) pada kolom pertanyaan. Sedangkan jika angket tersebut bersifat terbuka, cara menjawabnya dengan menuliskan jawaban pada kolom yang tersedia. Isi pertanyaan dalam kuisioner merupakan pertanyaan terstruktur atau tersistematis. Adapun pengertian kuisioner menurut Bimo Walgito (1987), yaitu kuisioner merupakan daftar pertanyaan dalam penelitian yang diharuskan untuk dijawab oleh responden atau informan. Kelebihan dari metode kuisioner adalah; Dapat dibagikan secara bersama-sama kepada seluruh responden; Waktunya fleksibel, bergantung waktu senggang responden; Dapat dibuat anonim (tanpa nama) sehingga responden tidak malu ketika menjawab pertanyaan; serta Pertanyaan dapat distandarkan. Adapun terdapat kekurangan dari metode kuisioner ini, salah satunya adalah; terkadang ada pertanyaan yang terlewatkan responden ketika mereka kurang teliti membaca. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan cara penyebaran kuisioner melalui internet, karena kebanyakan responden penelitian berada jauh atau berasal dari internet, yaitu YouTube.

(46)

J. Teknik Pengujian Instrumen

Pengujian instrumen dilakukan untuk mengetahui ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsinya untuk memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tingkat valid dan reliabelnya, sehingga pada akhirnya mendapatkan kesimpulan yang tidak keliru dan sesuai dengan keadaan yang sebernarnya terjadi. Selain itu, pengujian instrumen dilakukan untuk menguji keakurasian pertanyaan/pernyataan pada kuisioner dan konsekuensi jawaban responden. Teknik pengujian instrumen dalam penelitan ini meliputi uji validitas dan uji reliabilitas.

1. Uji Validitas

Validitas mengacu pada seberapa jauh ukuran empiris cukup menggambarkan arti sebenarnya dari konsep yang tengah diteliti (Morissan, 2012:103). Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Manfaat dari uji validitas yaitu untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dari kuisioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti. Menentukan validitas pengukuran memerlukan suatu evaluasi terhadap kaitan antara definisi operasional variabel dengan definisi konseptuan. Ada lima tipe utama pengukuran validitas dan masing-masing memiliki teknik yang berhubungan untuk evaluasi metode pengukuran, yaitu: validitas muka, validitas prediktif, validitas konkuren, validitas konstruk, dan validitas isi. Dalam penelitian ini, jenis validitas yang akan digunakan adalah validitas konstruk.

(47)

Validitas konstruk merupakan upaya menghubungkan suatu instrumen pengukuran dengan keseluruhan kerangka kerja teoritis bersangkutan (Morissan, 2012: 107). Untuk menguji validitas, peneliti akan menggunakan aplikasi SPSS (Statistics Package Social Science).

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indikator tingkat keandalan atau kepercayaan terhadap suatu hasil pengukuran. Suatu pengukuran disebut reliable atau memiliki keandalan jika konsisten memberikan jawaban yang sama (Morissan, 2012:99). Manfaat dari melakukan uji reabilitas adalah untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan benar-benar handal dan mengukur apa yang ingin diketahui oleh peneliti. Suatu kuisioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang dari terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas bukanlah suatu konsep yang berdimenasi tunggal. Suatu reliabilitas memiliki tiga komponen didalamnya, yaitu stabilitas, konsistensi internal, dan ekuivalensi. Peneliti menggunakan konsistensi internal dalam menguji reliabilitas penelitian.

Koefisien reliabilitas yang umum digunakan adalah alpha atau alpha cronbach yang menggunakan pendekatan analisis varian untuk menilai konsistensi internal suatu ukuran. Rumus Alfa Cronbach sebagai berikut (Sugiyono, 2013: 365) :

𝑟𝑥𝑥= 𝑘

(𝑘−1)

{ 1 −

𝑠𝑠𝑥𝑥²

𝑡2

}

(48)

Dimana:

K = mean kuadrat antara subyek

∑ 𝑠𝑥𝑥² = mean kuadrat kesalahan

𝑠𝑡2 = varians total

Peneliti menggunakan aplikasi SPSS (Statistics Package Social Science) untuk menguji reliabilitas. Untuk Uji Realiabilitas perlu diperhatikan tabel Reliabilitas Statistics. Data Reliable apabila hasil Cronbach Alpha > 0,60.

K. Teknik Analisis Data

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan analisis yang dilakukan untuk menilai karakteristik dari sebuah data. Analisis ini berfungsi untuk mendeskripsikan gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat obyek yang diteliti melalui data dan sampel atau populasi sebagaimana adanya.

a. Deskriptif Responden

Deskriptif responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuisioner secara umum seperti jenis kelamin dan profesi.

(49)

Dalam penelitian ini mengambil 100 orang responden sampel dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1) Deskriptif responden berdasarkan pernah atau tidak menonton Beauty Vlog dari YouTube

2) Deskriptif responden berdasarkan viewers channel YouTube Tasya Farasya

3) Deskriptif responden berdasarkan tertarik atau tidak membeli dan menggunakan produk kecantikan Purbasari.

b. Deskriptif Variabel

Analisis variabel digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang variabel dilihat dari rata-rata (mean) masing-masing variable. Prosedur yang digunakan adalah sebagai berikut:

1) Menghitung setiap nilai mean untuk setiap variabel/obyek/item.

2) Membuat kategori nilai mean dengan pengkategorian skor yang telah dibuat. Dengan mengkategorikan masing-masing variabel, langkah yang digunakan adalah dengan menggunakan interval kelas sesuai rumus Sturges:

C1 =

𝑟𝑎𝑛𝑔𝑒 𝐾

Keterangan:

C1 = interval

Range = selisih antara batas atas dengan atas bawah K = banyaknya kelas

(50)

Maka interval kelasnya:

C1 = 5−1 5 = 0,8

Dengan interval sebesar 0,8 maka garis skala hidup dapat digambarkan sebagai berikut:

1) Apabila skor variabel 1,00 s/d 1,79 menunjukan karakteristik beauty vlogger sangat tidak menarik.

2) Apabila skor variabel 1,80 s/d 2,59 menunjukan karakteristik beauty vlogger tidak menarik.

3) Apabila skor variabel 2,60 s/d 3,39 menunjukan karakteristik beauty vlogger cukup menarik.

4) Apabila skor variabel 3,40 s/d 4,19 menunjukan karakteristik beauty vlogger menarik.

5) Apabila skor variabel 4,20 s/d 5,00 menunjukan karakteristik beauty vlogger sangat menarik.

Sementara itu dengan rentang skala yang sama sebesar 0,80 maka skor minat beli dikelompokkan sebagai berikut:

1) Apabila skor variabel 1,00 s/d 1,79 menunjukan kecenderungan minat beli sangat lemah / rendah.

2) Apabila skor variabel 1,80 s/d 2,59 menunjukan kecenderungan minat beli lemah / rendah.

3) Apabila skor variabel 2,60 s/d 3,39 menunjukan kecenderungan minat beli cukup kuat / tinggi.

(51)

4) Apabila skor variabel 3,40 s/d 4,19 menunjukan kecenderungan minat beli kuat / tinggi.

5) Apabila skor variabel 4,20 s/d 5,00 menunjukan kecenderungan minat beli sangat kuat / tinggi.

L. Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi linier sederhana dilakukan dengan prosedur atau langkah sebagai berikut:

1. Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi Klasik yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu Uji Normalitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak, karena model regresi linier yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Pengujian secara visual sering kali kurang valid karena penilaian pengamat yang satu dengan yang lain relatif berbeda (Basuki dan Prawoto, 2016:58), sehingga dalam penilitan ini dilakukan uji normalitas dilakukan dengan bantuan SPSS menggunakan metode Kolmogorov-smirnov.

Pengujian normalitas dilakukan dengan membandingkan nilai signifikan. Dalam hal ini untuk mengetahui apakah suatu data terdistribusi secara normal adalah jika nilai probabilitas lebih dari 0,05

(52)

(sign ≥ 0,05). Sebaliknya, jika nilai probabilitas < 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi tidak normal (Sudarmanto, 2005).

b. Uji Linieritas

Uji Linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dengan variabel terikat membentuk garis lurus atau tidak.

Kriteria pengujian adalah taraf signifikansi linieritas lebih besar dari 0,05 (p>0,05) maka terdapat hubungan linier antara variabel bebas dengan variabel terikat. (Sugiyono, 2009).

2. Membuat Persamaan Regresi Linier Sederhana

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana dikarenakan hanya terdapat satu variabel independen dan satu variabel dependen. Regresi linier merupakan sebuah prosedur hubungan matematis untuk mengukur ada tidaknya pengaruh dimensi-dimensi pada variabel independen terhadap variabel dependen. Perhitungannya dapat dilakukan dengan alat bantu software SPSS. Persamaan garis regresi linier sederhana ditentukan sebagai berikut:

Y = a + bX Keterangan:

Y = Variabel Dependen (Minat Beli) a = Konstanta

b = Koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel

(53)

independen. Bila b(+) maka naik, dan bila b(-) maka terjadi penurunan.

X = Variabel Independen (Beauty Vlogger)

Jika sudah didapatkan a dan b maka selanjutnya nilai tersebut dimasukkan kedalam persamaan regresi sederhana untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada variabel Y berdasarkan nilai variabel X yang diketahui. Regresi linier sederhana bermanfaat untuk meramalkan rata- rata variabel Y bila X diketahui dan meramalkan perubahan yang terjadi pada variabel Y jika variabel X terjadi perubahan.

3. Uji Hipotesis (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (X) benar- benar berpengaruh secara parsial (terpisah) terhadap variabel terikat (Y).

Pada penelitian ini digunakan uji satu pihak kanan dengan tingkat kepercayaan sebesar 0,05. Pengujian ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a. Merumuskan Hipotesis

H0 ; β = 0, Beauty Vlogger tidak berpengaruh terhadap minat beli Ha ; β ≠ 0, Beauty Vlogger berpengaruh terhadap minat beli b. Menentukan tingkat signifikansi (α)

Tingkat signifikansi atau level of significance (α) dalam penelitian ini adalah sebesar 5% atau 0,05. Dengan derajat bebas (df) = n-k dan n merupakan jumlah sampel penelitian, k merupakan jumlah variabel Independen.

(54)

c. Menentukan nilai Thitung dan Ttabel

Thitung diperoleh dari output SPSS dan Ttabel dicari pada tabel signifikansi 0,05.

d. Kriteria Pengujian

Thitung ≤ Ttabel = H0 diterima yang artinya Beauty Vlogger tidak berpengaruh terhadap minat beli.

Thitung> Ttabel = H0 ditolak yang artinya Beauty Vlogger berpengaruh terhadap minat beli.

e. Membuat Kesimpulan

Jika H0 ditolak dan Ha diterima, maka seorang beauty vlogger benar berpengaruh dalam meningkatkan minat beli konsumen dan penjualan produk kecantikan Purbasari.

Jika H0 diterima dan Ha ditolak, maka seorang beauty vlogger tidak berpengaruh dalam meningkatkan minat beli konsumen dan penjualan produk kecantikan Purbasari.

(55)

39 BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Profil Purbasari

Purbasari merupakan salah satu brand produk ternama dari PT Gloria Origita Cosmetics yang didirikan pada tahun 1993. Sejak berdiri, perusahaan ini telah menjadi salah satu perusahaan produk perawatan kulit dan kosmetik yang terkenal di Indonesia dan Asia Tenggara. PT Gloria Origita Cosmetics tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia yang mempunyai falsafah sebagai perusahaan yang menyediakan solusi kecantikkan dan perawatan kulit terunggul yang berkualitas dan terjangkau.

Sejak tahun 2008, Purbasari serta brand-brand lain yang berada dalam naungan PT Gloria Origita Cosmetics ini telah merambah ke pasar ke pasar ekspor di Asia Tenggara, Taiwan, Hong Kong dan Timur Tengah. Produk dari PT Gloria Origita Cosmetics juga telah menerima sertifikat GMP (Good

Gambar IV.1 Logo Purbasari

(56)

Manufacturing Practices) yang menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan, salah satunya adalah Purbasari Body Scrub (Lulur Mandi) yang pernah memenangkan penghargaan Top Award Brand 2010. Setiap produk yang dihasilkan telah melewati proses Quality Control yang ketat sehingga masyarakat Indonesia mempercayakan “Lulur Mandi Purbasari” menjadi Market Leader di Indonesia.

B. Visi dan Misi Perusahaan

Dengan keberhasilannya hingga saat ini, brand kosmetik Purbasari memiliki visi dan misi yang cukup sederhana tetapi mengandung arti yang cukup dalam bagi perusahaan maupun konsumen. Visi dan Misi perusahaan, yaitu:

1. VISI

Menjadikan PT. Gloria Origita Cosmetics sebagai perusahaan yang memproduksi Produk Kecantikan dan Perawatan Kulit, semakin terpercaya.

2. MISI

Tetap mempertahankan sebagai pemegang pangsa pasar merek produk dari PT. Gloria Origita Cosmetics, seperti: lulur mandi Purbasari, krim kaki Kana, krim wajah New Cell, spray cologne Amara, lulur mandi dan pemutih untuk remaja Softwhite, decorative series Freya, pembersih wajah Cleanface, yang telah dipasarkan di seluruh Indonesia. Serta juga meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan untuk produk-produk PT.

Gloria Origita Cosmetics lainnya.

(57)

C. Nilai (value) Perusahaan 1. Sense of Belongings

Memiliki rasa kebanggan dan kepedulian terhadap asset maupun kelangsungan perusahaan.

2. Service Oriented

Kepuasan kostumer Internal / Eksternal adalah nomor satu.

3. Street Smarts

Kreatif dan Inisiatif dalam memecahkan masalah di lapangan.

4. Satu Kata Satu Perbuatan

Jujur, menghargai komitmen dan memegang janji dengan teguh.

5. Semangat Keprimaan

Tidak pernah berhenti untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal, dengan prinsip continous improvement.

D. Sarana Pelayanan

Beberapa fasilitas yang disediakan Purbasari:

1. Layanan Call Center untuk melakukan order, layanan pelanggan, pengecekan ketersediaan stok, dan pengecekan produk baru.

2. Layanan Purbasari online, berupa fasilitas website untuk melakukan order, pembayaran online, pengecekan ketersediaan stok, dan pengecekan produk baru.

3. Layanan delivery seperti pengiriman ke luar kota.

(58)

E. Kategori Produk Purbasari

Produk-produk berkualitas tinggi yang diproduksi oleh Purbasari ini mempunyai berbagai macam jenis, mulai dari lulur, perawatan kulit, perawatan tubuh, pembersih kewanitaan, hingga kosmetik.

1. Lulur

Jenis Lulur Mandi yang diproduksi oleh perusahaan Purbasari terbagi juga dalam berbagai macam yaitu Lulur Wajah, Lulur Mandi Pengantin, dan Lulur Mandi Aromatherapy. Salah satu produk perusahaan yang paling terkenal dan telah dipercaya oleh masyarakat sebagai Market Leader di Indonesia adalah Purbasari Lulur Mandi. Produk Lulur Mandi ini mengandung minyak zaitun, ekstrak squalane untuk melembabkan dan menghaluskan kulit, serta juga diperkaya dengan vitamin E sebagai

Gambar IV.2 Lulur Mandi Purbasari

(59)

penangkal radikanl bebas penyebab penuaan dini. Rangkaian produk ini tersedia dalam kemasan 235g dan 125g.

2. Perawatan Kulit

Dalam kategori perawatan kulit Purbasari memiliki 3 jenis produk seperti Lotion Anti Jerawat, Lotion Putih, serta Lotion Zaitun. Kegunaan dari lotion-lotion ini adalah untuk merawat kulit wajah serta kulit tubuh yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing konsumen.

3. Perawatan Tubuh

Gambar IV.3 Anti Acne Lotion

Gambar IV.4 Sabun Bengkoang

(60)

Perawatan tubuh yang ditawarkan oleh Purbasari adalah Sabun Bengkoang dan Sabun Zaitun. Sabun-sabun ini mengandung ekstrak alami yang dipercaya mampu menjadikan kulit tampak lebih cerah dan sehat.

4. Pembersih Kewanitaan

Membersihkan area kewanitaan dengan hanya menggunakan air dan sabun biasa dipercaya tidak cukup bersih, karena pH-nya tidak sesuai.

Maka dari itu, Purbasari menawarkan pembersih khusus untuk area kewanitaan yang diproduksi mengandung ekstrak Sirih dan Tego Deo yang membantu mengatasi bau tak sedap, terutama saat sedang datang bulan. Produk pembersih ini memiliki 4 pilihan aroma yang lembut, dan juga tersedia dalam 2 ukuran yaitu 60ml dan 125ml yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Gambar IV.5 Sabun Sirih

(61)

5. Kosmetik

Purbasari memiliki banyak koleksi kosmetik yang dapat membantu konsumen merasa lebih percaya diri seperti: Lipstick Purbasari Color Matte, Purbasari Hi Matte Lip Cream, Purbasari Oil Control Matte Powder, dan Purbasari Daily Series. Adapula beberapa jenis produk yang terbagi dalam Purbasari Daily Series, yaitu: Eyebrow pencil, Eyeliner pencil, Eyeliner pen, Mascara, Blush On, Eye-shadow, Lipbalm, Lipgloss, Alas Bedak, Pelembab, Compact powder, Face powder, dan Lipstick Matte.

F. Beauty vlogger Tasya Farasya

Purbasari merupakan salah satu brand yang bekerjasama dengan beberapa beauty vlogger untuk mempromosikan produknya. Salah satu beauty vlogger yang dipilih Purbasari untuk mempromosikan produk-produk kosmetik

Gambar IV.6 Lipstick Matte

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan jawaban dari responden tentang keadaan sosial ekonomi setelah didirikan industri, untuk dimensi pendidikan diperoleh skor rata-rata 778 dengan katagori

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh endorsement beauty vlogger, country of origin, dan perceived quality terhadap minat beli produk kosmetik

Dan skor rata-rata dari variabel minat beli menunjukkan sebanyak 776,25 yang dalam analisis rentang skala, rata-rata tersebut masuk ke dalam kategori setuju, yang artinya

Untuk variabel kompensasi secara keseluruhan jawaban responden baik dengan nilai rata-rata nilai 70,7% dari skor maksimum variabel, hal ini menunjukkan bahwa

Hasil jawaban responden atau analisis deskriptif ditemukan bahwa skor untuk variabel Minat Kunjungan Ulang Resto Red Black Gorontalo yakni sebesar 5,691 atau dalam

sudah menunjukkan kinerja yang baik dalam bekerja. Rata-rata skor jawaban responden untuk variabel disiplin kerja adalah 4,27 dengan tingkat capaian responden

41 n = Jumlah responden X = Skor Variabel jawaban responden Y = Skor total dari variable untuk responden ke-n10 Dalam uji Validitas dengan menggunakan aplikasi IMB SPSS statistic

Serupa dengan minat beli yang menunjukan adanya perbedaan rata-rata skor pada pretest dan posttest ini, dimana persepsi responden mengenai kemasan botol plastik Coca- Cola menjadi