• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Perilaku Konsumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Teori Perilaku Konsumen"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

Teori Perilaku

Konsumen

(2)

Teori Perilaku Konsumen

Adalah analisis yang menerangkan :

1. Alasan para pembeli/konsumen untuk membeli lebih banyak barang atau jasa pada harga yang lebih rendah dan menguranginya pada saat harga tinggi.

2. Bagaimana seorang konsumen menentukan jumlah dan komposisi dari barang yang akan dibeli dari pendapatan yang diperolehnya.

2

(3)

Pendekatan Teori Perilaku Konsumen

1.

Pendekatan Cardinal / Marginal Utility

2.

Pendekataan Ordinal / Analisis Kurva Indiference

3

(4)

Utilitas (Utility)...

Menunjukkan kepuasan relatif yang diperoleh seorang konsumen dari penggunaan berbagai komoditas.

Kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan barang/jasa (Sukirno, 2005)

Kepuasan yang muncul dari konsumsi, ini merupakan kemampuan memuaskan keinginan atas barang/jasa dari suatu

aktivitas.

4

(5)

PENDEKATAN CARDINAL

Asumsi yang berlaku :

Manfaat/kenikmatan yang diperoleh konsumen dpt dinyatakan secara kuantitatif artinya kepuasan konsumsi dpt diukur dengan satuan.

Kalau kepuasaan itu semakin tinggi maka makin tinggilah utilitinya/nilai gunanya.

Konsumen bersifat rasional sehingga perilakunya dapat dipahami secara logis.

Konsumen bertujuan untuk memaksimumkan utilitasnya.

5

(6)

Utilitas Marjinal (Marginal Utility)

Menunjukkan utilitas tambahan yang diperoleh dari suatu unit tambahan konsumsi dari suatu komoditas.

Berarti penambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dan penambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu (Sukirno, 2005).

Total Utility merupakan jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu.

6

(7)

Law of Diminishing Utility

Ketika jumlah suatu barang yang dikonsumsi meningkat, utilitas marjinal dari barang tersebut cenderung semakin berkurang.

Marginal Utilility money constant dan Marginal Utility barang konsumsi menurun, hal ini menganut Hukum Gossen I (Law of Diminishing Utility) yaitu semakin banyak satuan barang yang dikonsumsi maka semakin kecil tambahan/marginal kepuasan yang diperoleh konsumen atau bahkan nol/negatif.

7

(8)

Total Utility

TUX

C

A

B D

2 5 8 11

TUX X

Kurva nilai guna total bermula dari titik 0, yang menunjukkan tidak ada konsumsi barang x, selanjutnya akan naik seiring dengan bertambahnya jumlah konsumsi, dan pada akhirnya akan turun apabila konsumsi melebihi 8.

0 90 7883 80

(9)

0 1 8 30

Kurva nilai guna marginal turun dari kiri atas ke kanan bawah.

Yang mencerminkan hukum nilai guna yang semakin menurun.

Kurva nilai guna marginal memotong sumbu datar sesudah jumlah 8.

Yang menunjukkan nilai guna adalah negatif

MUX MUY MUZ PX PY PZ

MU = Marginal Utility P = Harga barang

x,y,z = Macam barang konsumsi

= = Kurva nilai guna marginal

(10)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

Utilitas Total dan Utilitas Marginal

Utilitas Total

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas total

10

(11)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

Utilitas Total

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas total

11

Utilitas Total dan Utilitas Marginal

(12)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

Utilitas Total

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas total

12

Utilitas Total dan Utilitas Marginal

(13)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

Utilitas Total

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Uti;itas total

Utilitas Marjinal

-505 10 15

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas marjinal

10

13

Utilitas Total dan Utilitas Marginal

(14)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

Utilitas Total

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas total

Utilitas Marjinal

-505 10 15

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas marjinal

10 8

14

Utilitas Total dan Utilitas Margin al

(15)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

10 8 6 4 2 0 -2

Utilitas Total

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitasy

Utilitas total

Utilitas Marjinal

-505 10 15

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas marjinal

. 15

Utilitas Total dan Utilitas Marginal

(16)

Kuantitas Barang Dikonsumsi

Utilitas

Total Utilitas Marjinal

∆TU

0 1 2 3 4 5 6 7

0 10 18 24 28 30 30 28

10 8 6 4 2 0 -2

Total Utility

0 10 20 30 40

0 1 2 3 4 5 6 7 8

quantity

total utility

Utilitas Marjinal

-505 10 15

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Kuantitas

Utilitas marjinal

Bukti

Utilitas Marjinal Yang Semakin

Menurun

16

Utilitas Total dan Utilitas Marginal

(17)

Syarat Pemaksimuman Utilitas

Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan utilitas marjinal yang sama besarnya.

17

(18)

by L2A164 18

PENDAHULUAN

Teori Permintaan pada dasarnya membahas Teori Perilaku Konsumen dalam mengkonsumsi barang.

D x = f (Px, I, Py)) Hukum Permintaan .

Salah satu aspek dari Hukum atau Teori Permintaan adalah “hubungan antara Dx dan Px bersifat negatif.”

P↓ X ↑ P↑ → X ↓

Hubungan semacam ini akan kita buktikan dengan beberapa pendekatan.

P

X

(19)

by L2A164 19

Utilitas (TU)

- Utilitas (utility = Dayaguna atau kepuasan yang diperoleh konsumen dari penggunaan barang / jasa (misalnya X).

- Asumsi : utilitas dapat diukur secara kardinal atau bahkan dapat dinilai dengan uang - X ↑ → TU ↑, dengan ∆TU ↓ sehingga TU max

Kalau konsumen terus menambah konsumsi X, → TU ↓ PENDEKATAN UTILITAS KARDINAL

Marginal Utilitas (MU) - ∆X → ∆TU

- Pertanyaan : Berapakah ∆TU jika ∆X hanya satu unit saja ?

∆TU dikarenakan ∆X satu unit inilah yang disebut sebagai

“Marginal Utilitas”

(20)

by L2A164 20

Gambaran pengukuran TU dan MU dapat dicontohkan sebagai berikut :

X = 2 → TU = 10 X = 5 → TU = 25

ΔX = 3 unit ΔTU = 15 util

ΔX = 3 unit ΔTU = 15

ΔX = 1 unit ΔTU = 15 / 3 = 5

(21)

21

X TU MU =ΔTU / ΔX MU = dTU/dX 0 2

4 6 10 8

28 0 48 60 64 60

16 12 8 4 - 4 0

TU = f(X)

TU = 16X – X2 MU = f(X)

MU = dTU/dX = 16 – 2X

- Yang dimaksud permintaan adalah sejumlah brg yg akan dibeli kosumen sehingga kepuasannya maksimum → Maximize

kepuasan (TU) sebagai tujuan.

- Agar tujuan tsb tercapai harus memenuhi syarat / kondisi keseimbangan :

MU = 0 → 16 –2X = 0 → X = 8 (permintaan brg. X)

14 10 6 2 - 2

(22)

by L2A164 22

Contoh

Kepuasan seorang konsumen atas suatu produk yang dikonsumsi adalah TU = 100 + 150Q2 – 2Q3

a) Tentukan ekspresi dari marginal utility b) Gambarkan fungsi TU dan MU

c) Berapakah besarnya TU dan MU jika Q = 5 unit ? d) Berapa Q harus dikonsumsi sehingga TU max e) Berapa konsumsi Q pada MU mulai menurun.

(23)

by L2A164 23

Jawaban

(24)

by L2A164 24

- Realitanya seorang konsumen dalam membeli barang (X) akan berhadapan dengan harganya (Px) →

Analisis hubungan antara harga dan permintaan barang.

- Untuk memperoleh sejumlah barang diperlukan

pengeluaran atau biaya (Z), yang dapat dihitung : - Z = Px . X → ( Z = f(X) )

- Dengan demikian, sekarang tujuan konsumen tidak semata-mata memaksisimumkan TU saja, tetapi harus memperhitungkan biayanya, yang berarti konsumen harus memaksimumkan selisih (S) antara TU dan Z

(S = TU – Z), yaitu :

MENURUNKAN FUNGSI / KURVA PERMINTAAN (Dx = f(Px)

(25)

by L2A164 25

Maximize : S = TU - Z

= f (X) - Px . X Agar S maksimum , maka :

Jika Px = 6, maka : X = 8 – 0,5Px

X = 8 - 0,5(6) = 5

TU = 16(5) – 5

2

= 55 Z = 6(X) = 30

S = TU – Z = 25 Dari contoh di atas, maka hukum permintaan terbukti : MUx = Px → 16 – 2X = Px

X = 8 – 0,5 Px → Px ↓→ X↑

Px ↑→ X↓

(26)

by L2A164

KONDISI KESEIMBANGAN KONSUMEN

DENGAN KONSUMSI LEBIH DARI SATU BARANG

- Untuk kondisi yang lebih nyata lagi, perilaku konsumen menghadapi berbagai pilihan barang dan terbatasnya dana yang dimiliki, disamping menghadapi harganya

TU = f (X1, X2, . . . . Xn)

C = Px1X1 + Px2X2 . . . .+ PxnXn

L = f (X1, X2, . . . . Xn) + ג (C – Px1X1 – Px2X2 . . . . – PxnXn )

(Kondisi keseimbangan konsumen)

(27)

by L2A164 27

Contoh :

Seorang konsumen diperkirakan mempunyai fungsi

utilitas atas barang X dan Y seperti : TU = 10X + 24 Y – 0,5X

2

– 0,5Y

2

. Harga X (

Px) = $2 dan harga Y (Py) = $6.

Sedangkan dana yang dimilki sebesr $44.

Pertanyaan : Berapa banyak barang X dan Y harus dibeli konsumen agar kepuasannya maksimum ?

(28)

by L2A164 28

Penyelesaian :

Maksimumkan : TU = 10X + 24 Y – 0,5X

2

– 0,5Y

2

Kendala : 44 = 2X + 6Y

44 = 2X + 6Y

44 = 2X + 6(3X - 6) 44 = 20X – 36

X = 4

Y = 3(4) – 6 = 6

(29)

by L2A164 29

Jadi pembelian barang X = 4 unit dan Y = 6 unit, dan total kepuasannya sebanyak 158 utils.

ג = 3 mengartikan pengaruh perubahan per $ terhadap fungsi TU (kepuasan), sebesar + 3 kali. Jadi kalau

dana ditambah $10, maka TU akan bertambah sebesar +30 utils (3x10). Coba buktikan !

TU = 10(4) + 24(6) – 0,5(4

2

) – 0,5(6

2

) = 158

ג = (10 – 4)/2 = (24 – 6)/6 = 3

(30)

by L2A164 30

Latihan :

Tentukan kombinasi konsumsi barang X dan Y, sehingga kepuasan maksimum, jika :

(a) TU = 12 X Y

Px = $3, Py = $6 dan Dana = $60 (b) TU = 17X + 20Y – 2X

2

– Y

2

Px = $3, Py = $6 dan Dana = $60

(c) TU = 18X – X

2

dan harga barang = Rp 8,- .

Maka hitunglah : permintaan barang.

(31)

Produk A p=$1 Produk B p=$2 Unit Utilitas

Marjinal MUa/pa MU MUb/pb

1 10 24

2 8 20

3 7 18

4 6 16

5 5 12

6 4 6

7 3 4

10 8

7 6 5 4 3

12 10 9 8 6 3 2

31

(32)

32

MU/p,

Produk A MU/p, Produk B

1 10 1 12

2 8 2 10

3 7 3 9

4 6 4 8

5 5 5 6

6 4 6 3

7 3 7 2

Pengeluaran Produk

A Produk B

$2 1

$3 1 1

$2 1

$3 1 1

$10 2 4

Proses Pembuatan Keputusan

Apa yg Konsumen Beli Pertama?

Dan Berikutnya?

(33)

Kepuasan Maksimum

MU produk A Harga A

MU produk B Harga B

=

33

(34)

Produk A p=$1 Product B p=$1 Unit Utilitas

Marjinal MU/p MU MU/p

1 10 24

2 8 20

3 7 18

4 6 16

5 5 12

6 4 6

7 3 4

10 8

7 6 5 4 3

24 20 18 16 12 6 4

34

(35)

. 35

MU/p,

Produk A MU/p, Produk B

1 10 1 24

2 8 2 20

3 7 3 18

4 6 4 16

5 5 5 12

6 4 6 6

7 3 7 4

Pengeluaran Produk A Produk B

Proses Pembuatan Keputusan

$1 1

$1 1

$1 1

$1 1

$1 1

$1 1

$1 1

$1 1

$10 4 6

$1 1 1

(36)

Ketika pProduk B=$2

Kuantitas yg diminta adalah 4

Ketika pProduk B=$1

Kuantitas yg diminta 6

Utilitas Maksimum & Kurva Permintaan

36

(37)

Produk B

Harga Kuantitas diminta

$1

$2

6 4

4

$1

$2

D

6 Harga

Kuantitas diminta

Utilitas Maksimum & Kurva Permintaan

37

(38)

Efek Substitusi

Ketika harga yang lebih tinggi menyebabkan substitusi barang-barang lain untuk memenuhi kepuasan.

Efek Pendapatan

Peningkatan harga menurunkan pendapatan riil dan mengurangi konsumsi terhadap komoditas yang diinginkan.

Utilitas Maksimum & Kurva Permintaan

38

(39)

Surplus Konsumen

 Kesediaan membayar adalah jumlah maksimum yang mau dibayar oleh konsumen untuk memperoleh suatu barang.

39

(40)

Surplus Konsumen

SURPLUS KONSUMEN ADALAH KESEDIAAN

KONSUMEN MEMBAYAR DIKURANGI JUMLAH YANG SEBENARNYA DIBAYARKAN

KONSUMEN.

40

(41)

Empat Kesediaan Membayar Dari Para Calon Pembeli...

Calon Pembeli Kesediaan Membayar

A $100

B 80

C 70

D 50

41

(42)

Empat Kesediaan Membayar Dari Para Calon Pembeli...

Harga Pembeli Kuantitas Permintaan

Lebih Dari $100 Tidak Ada 0

$80 - $100 A 1

$70 - $80 A & B 2

$50 - $70 A, B, & C 3

Kurang dari $50 A, B, C, & D 4

42

(43)

Mengukur Surplus Konsumen Dengan Kurva Permintaan...

Harga

50 70 80

0

$100

1 2 3 4 Kuantitas

Kesediaan Membayar A

Kesediaan Membayar B

Kesediaan Membayar C

Kesediaan Membayar D

Demand

43

(44)

Mengukur Surplus Konsumen Dengan Kurva Permintaan...

Harga

50 70 80

0

$100

1 2 3 4 Kuantitas

Demand

Surplus Konsumen untuk A ($20) Harga = $80

44

(45)

Mengukur Surplus Konsumen Dengan Kurva Permintaan...

Harga

50 70 80

0

$100

1 2 3 4 Kuantitas

Demand

Surplus Konsumen untuk A ($30)

Surplus Konsumen Total ($40)

Harga = $70

Surplus Konsumen untuk B ($10)

45

(46)

Mengukur Surplus Konsumen Dengan Kurva Permintaan...

BIDANG YANG TERLETAK DI BAWAH KURVA PERMINTAAN DAN DI ATAS GARIS HARGA

MENGUKUR SURPLUS

KONSUMEN DI SUATU PASAR.

46

(47)

Q2 P2

Pengaruh Harga Terhadap Surplus Konsumen...

Kuantitas Harga

0

Demand

Surplus Konsumen Awal

Tambahan surplus konsumen utk para konsumen lama

Surplus konsumen untuk

konsumen baru

Q1 P1

D E F

B C

A

47

(48)

PENDEKATAN ORDINAL / Analisis Kurva Indeference

Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama.

Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinal yang menunjukkan tingkat kepuasaan mengkonsumsi barang dalam model kurva kepuasaan sama (indifference curve).

48

(49)

PENDEKATAN ORDINAL / Analisis Kurva Indeference

Asumsi dasar :

1. Konsumen rasional, memaksimalkan utility dengan pendapatan pada harga pasar tertentu. Dan konsumen dianggap mempunyai pengetahuan sempurna mengenai informasi pasar.

2. Utility bersifat ordinal artinya konsumen cukup memberikan rangking /peringkat kombinasi mana saja yang ia sukai .

3. Konsumen lbh menyukai yg lebih banyak dibandingkan lbh sedikit, artinya semakin banyak barang yg dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasaan yg dimilikinya.

49

(50)

PENDEKATAN ORDINAL / Analisis Kurva Indeference

1. Menganut hukum Diminishing Marginal Rate of Substitution artinya bila konsumen menaikkan konsumsi barang yg satu akan menyebabkan penurunan konsumsi barang yg lain.

2. Total Utility yg diperoleh konsumen tergantung dari jumlah barang yg dikonsumsikan.

3. Bersifat consistency dan trasivity of choice artinya bila, A>B, B>C maka barang A lebih disukai dari B dan barang B lebih disukai dari C kesimpulannya bahwa A>B>C maka A>C.

50

(51)

PENDEKATAN ORDINAL / Analisis Kurva Indeference

Indeference Curve adalah kurva yg menghubungkan titik-titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yg sama.

Ciri2 Indeference Curve :

1. Berlereng/slope negatif. Hal ini menunjukkan apabila dia ingin mengkonsumsi barang X lebih banyak maka harus mengorbankan konsumsi terhadap barang Y.

2. Cembung ke titik origin (Convex)

derajat penggantian antar barang konsumsi semakin menurun.

Hal ini masih berkaitan dgn hukum Gossen, dimana apabila pada titik tertentu semakin banyak mengkonsumsi barang X akan mengakibatkan kehilangan atas barang Y tidak begitu berarti dan sebaliknya atas barang Y.

51

(52)

PENDEKATAN ORDINAL / Analisis Kurva Indeference

3. Tidak saling berpotongan

Kurva Indiference menggambarkan kombinasi dua macam input untuk menghasilkan output yg sama (yaitu kepuasan).

4. Turun dari kiri atas ke kanan bawah untuk kombinasi antara barang X dan Y artinya semakin ke kanan atas (menjauhi titik origin ) semakin tinggi tingkat kepuasannya.

52

(53)

Bentuk Kurva Indiferens

Qy

Qx 0

IC A

B Y1

Y2

X1 X2

Kurva Indiferens biasa juga disebut Kurva kepuasan sama

(54)

Asumsi-asumsi model kurva indiferens

Model utilitas secara ordinal (kepuasan konsumen tidak dapat diukur dalam satuan apapun)

Utilitas Konsumen = f (barang X, Y, Z, …)

Keseimbangan kepuasan konsumen

Maksimisasi Kepuasan konsumen dibatasi garis anggaran (budget line)

y xy x

MU MU X

MRS Y =

=

(55)

GARIS ANGGARAN ( Budget Line)

Adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan/anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu.

Konsumen hanya mampu membeli sejumlah barang yg terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran (Budget Line).

55

(56)

Garis Anggaran (Budget Line)

Merupakan batasan

(constrain) kemampuan konsumen, secara umum satuan uang (M)

Px(Qx) + Py(Qy) ≤ M

jika konsumen ingin

menggunakan semua anggaran yang tersedia

Px(Qx) + Py(Qy) = M

Y

X M/Px

M/Py 0

(57)

Kurva Anggaran dan Perubahan Anggaran

Y

X

Y

0 A1 A2 0 A1 A2 X

Pergeseran garis anggaran (A1 ke A2), naiknya jumlah Y dan Jumlah X, disebabkan oleh Naiknya Anggaran

Konsumen

Pergeseran garis anggaran (A1 ke A2), naiknya jumlah X, Y tetap, disebabkan oleh

Turunnya harga barang X

(58)

Menentukan Jumlah Kepuasan Konsumen

Y

0 X

IC3 IC2 IC1 Y*

X*

E

B D

A

IC1 dengan titik A dan B menunjukkan kepuasan Konsumen belum optimal,

IC2 dengan titik E konsumen mencapai titik optimum

IC3 dengan titik D anggaran konsumen tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan barang X dan Y.

(59)

Latihan

Q MU makanan MU pakaian

1 25 26

2 23 25

3 22 21

4 18 20

5 16 19

6 15 18

7 14 17

8 13 16

9 12 15

10 11 13

(60)

Seorang konsumen memiliki penghasilan $40 per bulan.

Seluruhnya dibelanjakan pakaian dan makanan, harga pakaian $4 per unit dan harga makanan $2 per unit. Adapun selera konsumen terhadap pakaian dan makanan dapat digambarkan dalam tabel.

Pertanyaan:

a. Tentukan kombinasi pakaian dan makanan yang dapat dibeli agar tercapai keseimbangan konsumen

b. Apabila harga makanan naik menjadi $4, tentukan kombinasi makanan dan pakaian yang dibeli agar tercapai keseimbangan konsumen

c. Gambarkan kurva kepuasan sama konsumen tersebut

(61)

Seorang konsumen membeli pakaian dan parfum, dan nilai guna total dari pakaian dan parfum tersebut adalah seperti yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini:

a) Tentukan nilai guna marjinal dari membeli parfum.

b) Misalkan harga parfum dan pakaian masing-masing adalah Rp.500, berapakah jumlah parfum dan pakaian yang akan dibelinya apabila uang yang dibelanjakannya adalah sebanyak Rp. 3.500?

c) Apabila harga parfum turun menjadi Rp. 250, harga pakaian naik menjadi 750 dan uang yang dibelanjakan naik dua kalinya , berapa jumlah parfum dan pakaian yang dapat dibeli?

Jumlah Parfum UT Parfum Jumlah Pakaian UT Pakaian

1 250 1 370

2 460 2 650

3 630 3 850

4 760 4 980

5 850 5 1050

6 900 6 1070

Referensi

Dokumen terkait

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak

Comprehension adalah pemahaman konsumen terhadap suatu produk, contoh: konsumen ingin membeli sebuah laptop dan karena konsumen sangat paham tentang produk apple, maka

Sehingga dapat diperoleh kombinasi yang paling memuaskan yaitu jika konsumen membeli barang A sebanyak 3 unit dan barang B sebanyak 6 unit yang sesuai dengan uang yang

Istilah perilaku Konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang

Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat

Perilaku Konsumen merupakan studi tentang cara konsumen mencari, membeli, mengevaluasi, menggunakan, dan membelanjakan produk dan jasa untuk memenuhi

Konsep dasar perilaku konsumen, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi ekspektasi konsumen sebelum, saat, dan sesudah membeli