• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI KETERAMPILAN MENGAJAR DI KELAS. Dr. Nini Ibrahim, M.Pd.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IMPLEMENTASI KETERAMPILAN MENGAJAR DI KELAS. Dr. Nini Ibrahim, M.Pd."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Dr. Nini Ibrahim, M.Pd.

IMPLEMENTASI KETERAMPILAN

MENGAJAR DI KELAS

(2)

Pengertian Implementasi dan Keterampilan mengajar

Konsep Keterampilan Mengajar

01

Komponen-komponen Keterampilan Mengajar Guru

Keterampilan-Keterampilan Mengajar

02

Subpokok

Materi

(3)

Konsep

Keterampilan Mengajar

01

(4)

Konsep

Implementasi

Keterampilan mengajar

Hakikat Keterampilan Mengajar Lestari (2012)

Keterampilan mengajar guru adalah

“Seperangkat kemampuan kecakapan guru dalam melatih/membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan”.

Pentingnya Keterampilan Mengajar

Kegiatan belajar mengajar akan dapat berlangsung dengan baik dan sukses, jika seorang pendidik mengajarkan suatu mata pelajaran sudah memiliki dan menguasai betul berbagai keterampilan guru dalam mengajar yakni dapat membuka pembelajaran dengan baik dan dapat menggunakan media pembelajaran, dapat merespon dengan positif tingkah laku peserta didik, dan dapat memberikan stimulus, serta mampu memberikan penjelasan dalam rangkan meningkatkan kualitas penalaran peserta didik.

Hakikat Implementasi Kunandar, (2011:233)

Implementasi adalah “Suatu proses penerapan

ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu

tindakan praktis sehingga memberi dampak, baik

berupa perubahan pengetahuan, keterampilan

maupun nilai, dan sikap”.

(5)

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

Yaitu keterampilan yang bersifat mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkannya.

Guru dapat melaksanakan perannya dalam pengelolaan proses

penbelajaran

Pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan

efisien

(6)

1

Guru/Dosen Instruktur

Kurikulum

4 Kegiatan Pembelajaran

7a Dampak Pembelajaran

7b Dampak Pengiring

7 Hasil Belajar REKAYASA

PEMBELAJARAN

Perkembangan Peserta didik

(baca: diadaptasi dari Winkel (1991 : 200-246), Biggs & Tefler (1987 :13-62), Monks, Knoers and Siti Rahayu Haditono (1989 :5-40) dalam Dimyati dan Mudjiono (1994 : 3)

3 Desain Pembelajaran

6

Tindak Belajar

2 Peserta

didik

5

Tindak Mengajar

(7)

Guru/Dosen/

Instruktur dan

3 Pertanyaan ttg

Pengorganisasian diri

untuk tugas mengajar

(8)

Keterampilan-Keterampilan Mengajar

02

(9)

Keterampilan-Keterampilan Mengajar

01 Keterampilan Membuka Pelajaran

03 Keterampilan

Bertanya 05 Keterampilan

Variasi 07 Keterampilan Mengelola Kelas

09 Keterampilan Menutup

Pelajaran

06 Keterampilan Penguatan

02 Keterampilan Menjelaskan

08 Keterampilan Mengajar

Kelompok kecil atau

Perorangan

04 Keterampilan

membimbing diskusi

kelompok kecil dan individu

Hasibuan dan Moejiono (2010:58)

(10)

01 Keterampilan

Membuka Pembelajaran

Menciptakan kondisi siap mental untuk belajar bagi peserta didik

Menciptakan kondisi siap mental Menarik perhatian

Membangkitkan motivasi

Memberikan acuan ttg kegiatan

pembelajaran

(11)

Keterampilan Membuka Pelajaran

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang di sajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan.

Secara khusus tujuan membuka pelajaran adalah untuk : 1. Menarik perhatian siswa

2. Menumbuhkan motivasi belajar siswa Kegiatan dalam membuka pelajaran:

1.

Dengan berbagai cara, guru berupaya menarik perhatian semua siswa

2.

Menimbulkan motivasi belajar anak, misalnya dengan memancing rasa ingin tahu anak

3.

Memberi acuan tentang hal-hal yang terkait dengan kegiatan

pembelajaran, misal penyampaian tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, balikan dari siswa

4.

Mengungkap sepintas materi yang akan dibahas sebelimnya, sebagai

apersepsi materi yang akan dibahas

(12)

02 Keterampilan Menjelaskan

“Untuk meningkatkan pemahaman dan fungsio nalitas yang menunjukkan hubungan sebab akibat dari sesuatu yang diketahui dan yang belum diketahui”

Merencanakan isi pesan

Merencanakan cara penyampaian isi pesan

Merencanakan penerima pesan

Memberikan ilustrasi sesuai dgn latar belakang pengal;aman

Memberikan contoh untuk memberi penguatan pengalaman

(13)

1. Waktu memberikan penjelasan, guru harus menggunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan efisien, berbicara lancar, sistematik, dan menarik, serta memperhatikan bagaimana siswa merespon penjelasan guru.

2. Memberikan contoh atau ilustrasi yang relevan dengan apa yang dijelaskan dan sesuai dengan karakteristik siswa

3. Memberikan intonasi yang kuat pada hal-hal yang penting

4. Menghindari munculnya kebosanan dengan variasi-variasi yang tidak membawa penyimpangan dari pokok

pembicaraan

5. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang materi

Yang perlu diperhatikan:

(14)

03 Keterampilan Bertanya

“Untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, seperti : mengembangkan kemampuan berpikir, meningkatkan partisipasi, memusat kan perhatian, dan membanghkitkan rasa ingin tahu”

Bertanya dengan penuh antusian dan kehangatan

Mengatur pola lalu lintas pertanyaan (sebaran)

Hindari pertanyaan bermakna ganda atau mem- bingungkan

Bertanya secara berjenjang

Bertanya untuk menggali

Berikan waktu (secukupnya) untuk menjawab

(15)

MENGAPA

KETERAMPILAN BERTANYA PENTING?

BERTANYA MERUPAKAN INDIKATOR PROSES BERPIKIR

KETERAMPILAN BERTANYA TERKAIT DENGAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI

BERTANYA MERUPAKAN FAKTOR DALAM INQUIRY SAINS

1

2

3

Keterampilan Bertanya

(16)

TEKNIK BERTANYA

TEKNIK BERTANYA

BERTANYA DASAR

DITUJUKAN AGAR PESERTA DIDIK DAPAT MENGINGAT KEMBALI

BERTANYA LANJUT

DITUJUKAN AGAR PESERTA DIDIK DAPAT

MENGEMBANGAKAN KETERAM PILAN BERPIKIRNYA

(17)

04 Keterampilan Memimpin Diskusi

Kelompok Kecil

“Untuk memberi ruang dan peluang bagi peserta didik untuk belajar secara aktif, partisipatif dalam menguasai dan memecahkan masalah dan mengembangkan pola pikir positif dalam berinteraksi”

Memberi ruang dan peluang untuk belajar aktif

Memberi ruang dan peluang untuk belajar menguasai adan memecahkan masalah

Mengembangkan pola pikir interaktif dan positif

(18)

Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok

 Keterampilan ini diperlukan jika dalam pembelajaran, guru

menggunakan metode diskusi.

 Diskusi dapat dilakukan dengan:

1. format besar, yaitu anak seluruh kelas membahas satu topik atau

2. format kelompok kecil, yaitu anak dalam kelas dibagi menjadi

beberapa kelompok kecil.

(19)

05 Mengadakan Variasi

“Memelihara suasana pembelajaran untuk selalu menarik/menyenangkan, tidak mem bosankan; dan agar peserta didik tetap antusias, gairah, penuh perhatian dan berperan serta aktif dalam pembelajaran”

Variasi interaksi (suara, silence, kontak pandang, gerakan badan, pemusatan perhatian, posisi

guru/dosen/instruktur di kelas

Variasi penggunaan media pembelajaran

Variasi penggunaan metode pembelajaran

(20)

3. Keterampilan Mengadakan Variasi

Adalah keterampilan guru untuk menjaga agar pembelajaran

tetap kondusif,tidak

membosankan sehingga siswa menunjukkan sikap antusias dan ketekunan, serta berpartisipasi

aktif dalam kegiatan

penbelajaran.

(21)

Jenis Variasi

Variasi dalam pola interaksi Variasi dalam menggunakan media

Variasi dalam penampilan guru

Variasi dalam organisasi kelas Variasi dalam penggunaan metode belajar

a. Variasi suara b. Variasi posisi

c. Variasi jeda bicara

Variasi interaksi (misal interaksi satu arah atau dua arah, multi arah)

a. Kadang menggunakan kadang tidak

b. Variasi jenis media

(22)

06 Keterampilan Penguatan

Untuk memberikan respons dan atau umpan balik baik berupa dorongan, ganjaran atau koreksi atas perbuatan atau responnya

Memberikan penguatan verbal (dengan ungkapan lisan seperti : baik, bagus, tepat, dsb)

Memberikan penguatan nonverbal

(isyarat) seperti: Anggukan kepala,

acungan ibu jari, jabat tangan, dsb)

(23)

Keterampilan Memberi Penguatan

01 Penguatan

Verbal

02 Penguatan

Nonverbal Teknik Pemberian Penguatan

Melalui keterampilan penguatan (reinforcement) yang diberikan guru, maka siswa akan terdorong selamanya untuk memberikan respons setiap kali muncul stimulus dari guru.

Ketrampilan penguatan adalah segala

bentuk respons yang merupakan

bentuk dari modifikasi tingkah laku

guru terhadap tingkah laku siswa.

(24)

Yang harus diperhatikan dalam memberikan penguatan agar dapat meningkatkan motivasi pembelajaran.

1. Kehangatan dan Keantusiasan

2. Kebermaknaan

3. Gunakan Penguatan yang bervariasi

4. Berikan Penguatan dengan segera

5. Lebih banyak menggunakan penguatan yang bukan benda daripada benda agar siswa berusaha berbuat baik, bukan sekedar mengejar hadiah

Yang perlu diperhatikan:

(25)

07 Keterampilan Mengelola

Kelas

“Untuk menciptakan dan memelihara atmosfir pembelajaran lebih baik dan optimal, dan menjaga situasi pembelajaran terhindar dari perilaku yang menyimpang”

Keterampilan yang berhubungan dengan menciptakan kondisi belajar yang optimal :

1. Menunjukkan sikap tanggap 2. Membagi perhatian

3. Memusatkan perhatian kelompok 4. Memberi petunjuk

5. Menegur

Keterampilan yang berhubungan dengan mengembalikan kondisi belajar yang optimal :

1. Memodifikasi tingkah laku 2. Pengelolaan kelompok

3. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah

(26)

Keterampilan Mengelola Kelas

Pengertian

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu

suasana pembelajaran.

Jenis perilaku

Terdapat beberapa jenis perilaku yang dapat mengganggu iklim belajar

mengajar seperti yang diuraikan di bawah ini :

1. Tidak adanya perhatian 2. Perilaku menggangu 3. Memusatkan perhatian

4. Memberikan petunjuk dan tujuan yang jelas

Contents

Here

(27)

 Hangat dan antusias

 Menantang peserta didik berpikir 1. Adanya variasi

2. Keluwesan

3. Penekanan hal-hal positif

4. Penanaman disiplin diri sendiri

1. Campur tangan berlebihan

2. Kesenyapan kegiatan/pembicaraan karena ketidaksiapan guru

3. Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri pelajaran

4. Penyimpangan 5. Bertele-tele

6. Pengulangan tak perlu

PRINSIP PENGGUNAAN

Isthifa Kemal, M.Pd

HAL YANG PERLU DIHINDARI

Keterampilan Mengelola Kelas

(28)

08 Mengajar

Kelompok Kecil

dan Perorangan

(29)

Keterampilan Membimbing Kelompok Kecil dan Perorangan

1. Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah.

2. Dalam hal tertentu, pembelajaran dapat dilakukan dengan diskusi

kelompok kecil atau bahkan mungkin juga harus dilaksanakan secara

perorangan.

3. Dalam hal ini, guru tidak lagi terlalu

dominan.

(30)

Guru diharapkan memiliki keterampilan :

1. Mengamati dan menentukan siswa yang sekiranya menghadapi kesulitan atau memerlukan layanan khusus

2. Mengindentifikasi kesulitan atau kebutuhan apa yang dihadapi oleh anak

3. Memilih pendekatan dan metode yang sesuai dengan karakteristik anak dan karakteristik permasalahannya

4. Menciptakan kondisi saling mempercayai antara guru dan siswa

5. Membantu anak agar berupaya dapat memcahkan masalahnya sendiri

Yang perlu diperhatikan:

(31)

09 Keterampilan Menutup

Pembelajaran

Untuk memberi gambaran menyeluruh tentang pengalaman dan hasil belajar

Melaklukan validasi/merangkum

Mengonsolidasi hal-hal pokok

Mengevaluasi

Memberikan tindak lanjut

(32)

Ketrampilan Menutup Pembelajaran

Mengevaluasi tingkat capaian anak, misal dengan cara:

Memberikan soal tertulis 03

Memberi tindak lanjut, misal

pemberian pekerjaan rumah, dan sebagainya.

04 Meninjau kembali penguasaan materi

pelajaran siswa dengan cara guru merangkum inti daripada pelajaran itu sendiri dan membuat suatu ringkasan

01

Memberikan dorongan Psikologis/Sosial. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pujian kepada para siswa

02

kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri suatu pelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran.

. Pengertian

(33)

INTEGRASI NILAI AIKA

“….Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguh-nya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”.

(QS. Luqman [31]:17-19)

"... Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara”

(QS. Ar-Rahman [55]: 3-2).

Penguraian teknis implementasi

keterampilan mengajar dengan memperhatikan

akhlak dan aqidah

yang baik.

(34)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.

TERIMA KASIH!

Implementasi Keterampilan Mengajar

dalam Pembelajaran di Kelas

Referensi

Dokumen terkait

Dari sana, terlahirlah korvet yang dilengkapi dengan radar, juga persenjataan anti kapal yang lebih canggih selam berupa mortar (pada Castle Class , beroperasi dari Perang Dunia

Main form Form pelanggan Proses Tampilkan Fom () Menu () click form pelanggan () update data () Admin Koneksi database () Koneksi database () delete data () Close form ().

Ini dikarenakan Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki cukup banyak suku bangsa, serta kondisi ekonomi, pendidikan dan budaya yang lebih baik.. Itu

Hasil penelitian yang selanjutnya dinamakan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Dalam pelaksanaan penelitian ini yang akan ditinjau dari tujuan penelitian adalah mengetahui potensi Kopi Jahe jika dijadikan sebagai oleh-oleh lokal khas Betawi

Hasil penelitian ditemukan bahwa interpretasi konsep budaya lokal oleh pramuwisata kota Makassar termasuk ke dalam kategori baik, berdasarkan indikator-indikator ketepatan

Tujuan dari kegiatan field work ini adalah untuk mengamati kehidupan masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tana Beru

Keunikan Suling sebagai alat tradisional untuk membantu menentukan lokasi keberadaan ikan dan proses penangkapan ikan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi