• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

K E P U T U S A N

KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor : SK. 99 /Dik/PEPE/Dik-2/4/2020

T E N T A N G

KURIKULUM PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH TRIGONA SP KEPALA PUSAT,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, perlu dilakukan pengelolaan hasil hutan bukan kayu yaitu budidaya lebah madu;

b. bahwa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat yang responsif gender tentang budidaya lebah Trigona sp sebagaimana huruf a dapat dilakukan melalui Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp ;

c. bahwa untuk tercapainya tujuan pada huruf a dan b, perlu ditetapkan kurikulum Pelatihan dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengingat : 1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya.

2. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo.

UU RI No. 19 tahun 2004 tentang penetapan Perppu No. 1 tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 41 tahun 1999;

3. Undang–Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

4. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4696) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Tahun 2008 Nomor 16 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4814);

5. Peraturan Menteri...

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

(2)

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan;

6. Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

7. Peraturan Menteri Kehutanan No.P.37/Menhut-II/2004 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu;

8. Peraturan Menteri Kehutanan No. P.19/Menhut-II/2009 tentang Strategi Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 49);

9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.66/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2016 tentang Tata Cara Pemberian dan Perpanjangan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dari Hutan Alam atau dari Hutan Tanaman pada Hutan Produksi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1187);

11. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.31/Menlhk/Setjen/Set.1/5/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan

12. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.44/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.85/Menhut- II/2014 tentang Tata Cara Kerjasama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam;

13. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyelengga- raan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

14. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Nomor P.11/P2SDM/SET/DIK.2/9/2017 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

MEMUTUSKAN...

(3)

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH TRIGONA SP;

KESATU : Kurikulum Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;

KEDUA : Kurikulum sebagaimana diktum KESATU digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan Kurikulum Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bogor

Pada tanggal : 8 April 2020 Plt. KEPALA PUSAT,

SUDAYATNA

NIP. 19600610 198703 1 001

(4)

Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 99/Dik/PEPE/Dik-2/4/2020

Tanggal : 8 April 2020

1. Nama Pelatihan : Budidaya Lebah Trigona sp 2. Jenjang Pelatihan : Dasar

3. LatarBelakang :

Pengembangan sektor kehutanan di Indonesia selain ditekankan pada pengelolaan hasil hutan berupa kayu, juga diarahkan pada pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK). HHBK adalah bahan-bahan atau komoditas yang diperoleh dari hutan tanpa harus menebang pohon atau kayu. Komoditas tersebut diantaranya adalah jamur tiram, rotan, madu, rempah-rempah, ginseng, getah dan masih banyak yang lainnya.

HHBK dimanfaatkan oleh manusia di seluruh dunia, tidak dibatasi oleh suku, tingkat usia, dan tingkat kemapanan. Penggunaan hasil hutan bukan kayu oleh penduduk setempat dapat bernilai ekonomi, historis, prestis, dan religius. HHBK merupakan bahan baku industri, mulai dari industri tanaman hias, industri farmasi, industri pangan, dan sebagainya. HHBK juga dihargai tinggi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dan seringkali merupakan sumber mata pencaharian mereka, banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan budidaya lebah madu di Indonesia umumnya sangat potensial dilakukan untuk menggali kekayaan alam yang belum termanfaatkan secara optimal. Budidaya lebah Trigona sp selain dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan/kesejahteraan masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan, juga meningkatkan mutu lingkungan hidup dan peningkatan produk pertanian. Di samping itu produk madu atau hasil sampingan yang lainnya dapat meningkatkan gizi keluarga yang masih diperlukan dalam jumlah banyak baik untuk keperluan dalam negeri maupun luar negeri.

Areal hutan yang cukup luas serta kaya berbagai macam jenis tumbuhan berbunga, dapat dijadikan sebagai sumber pakan dalam budidaya lebah madu. Memperhatikan kondisi di lapangan bahwa budidaya lebah madu yang dilakukan oleh masyarakat masih belum mendapat penanganan secara optimal sehingga berdampak pada produktivitasdan kualitas madu yang masih rendah. Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka masyarakat sebagai penentu keberhasilan dalam budidaya lebah trigona ini diperlukan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai melalui Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini dapat memahami cara budidaya lebah Trigona sp dengan baik. Dengan demikian, maka perlu menetapkan Kurikulum Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp dengan menggunakan metode e-learning.

(5)

4. Deskripsi Singkat Pelatihan

Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja masyarakat di sekitar kawasan hutan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi petugas lapang, masyarakat dan kelompok tani dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap cara membudidaya-kan lebah Trigona sp.

Materi Pelatihan yang diberikan terdiri dari : Biologi dan perilaku Lebah Trigona sp, Peralatan budidaya lebah Trigona sp, Pengelolaan koloni, Pemanenan lebah Trigona sp. Materi pelatihan ini dilakukan dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 30 JP terdiri dari 12 JP Teori (Online) dan 18 JP Praktik (Mandiri) dengan per JP @ 45 menit. Untuk kegiatan belajar mandiri peserta diberi penugasan dalam bentuk melakukan kegiatan (video) dan laporan kegiatan sesuai tugas yang diberikan.

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy dengan metode pelatihan full e-learning baik secara synchronous : (live chat, webinar) maupun asynchronous : (modul/bahan ajar elektronik, pemutaran video tutorial, penugasan, forum diskusi). Pembelajaran dilakukan selama 3 jam pelatihan per hari. Urutan penyajian setiap mata pelatihan adalah sebagai berikut : Penayangan Video Tutorial; Live Chat/Forum Diskusi;

Penugasan dan Evaluasi dalam bentuk pre-test dan post-test atau tes komprehensif.

5. Tujuan Pelatihan

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta mampu membudidayakan lebah Trigona sp sampai dengan memproduksi, sehingga dapat menigkatkan kesejahteraan masyarakat.

6. Sasaran Pelatihan

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, peserta mampu:

a. Menjelaskan biologi dan perilaku lebah Trigona sp;

b. Membuat peralatan budidaya lebah Trigona sp;

c. Mengelola koloni;

d. Melakukan pemanenan lebah Trigona sp.

7. Peserta Pelatihan

a. Jumlah peserta : 30 orang setiap angkatan dengan representasi laki- laki dan perempuan secara proposional, dan jika dimungkinkan terdapat representasi minimal 30 % dari salah satu jenis kelamin.

b. Asal peserta :

- Petugas lapangan pada UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Dinas Provinsi yang menangani bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan instansi/

lembaga yang terkait;

- Masyarakat dan Kelompok Tani/Masyarakat.

c. Persyaratan Peserta :

- Pendidikan minimal Sekolah Dasar;

- Usia maksimal 55 tahun;

- Mampu menggunakan perangkat pendukung metode pembelajaran

(6)

jarak jauh (e-learning);

- Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis - Ditugaskan oleh pimpinan yang bersangkutan 8. Pengajar

a. Persyaratan pengajar :

- Menguasai materi dan berpengalaman di bidang yang akan diajarkan;

- Menguasai dan mampu menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (e- learning); dan

- Mengetahui teknik evaluasi hasil pelatihan.

- Memiliki sensivitas gender dalam kegiatan pelatihan b. Asal Pengajar :

- Widyaiswara Pusdiklat SDM LHK/Balai Diklat LHK; dan - Instansi/Lembaga lainnya yang terkait.

9. Tempat Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan di Pusdiklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan/atau Balai Diklat LHK serta tempat lain yang memenuhi persyaratan pembelajaran.

10. Waktu Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan selama 30 Jam Pelatihan (JP), @ 45 menit, yang terdiri dari 12 JP Teori dan 18 JP Praktik.

11. Peralatan dan Bahan Pelatihan

a. Untuk pembelajaran mandiri peserta : perlengkapan alat tulis, modul dan bahan pelengkap modul.

b. Untuk e-learning peserta: Komputer, paket data/fasilitas jaringan internet, dan alat bantu lainnya.

c. Untuk penugasan peserta: kamera/HP android/sejenismya, masker pelindung kepala dan topi, alat pemanenan, peralatan untuk membuat stup/kotak lebah, bahan-bahan untuk pembuatan kotak lebah.

12. Daftar Mata Pelatihan

No. Mata Pelatihan Jam Pelajaran

Teori (T) Praktik (P) Jumlah 1. Overview Alur Pelatihan E-

Learning 2 - 2

2. Biologi dan Perilaku Lebah

Trigona sp 2 3 5

3. Peralatan Budidaya Lebah Trigona sp

2 3 5

4. Pengelolaan koloni 3 6 9

5. Pemanenan lebah Trigona sp 3 6 9

JUMLAH 12 18 30

(7)

13. Silabus Pelatihan Budidaya Lebah Trigona sp No Mata

Pelatihan

JP

Indikator Hasil Belajar Materi Pokok Bahasan/

Keterampilan

a. Metode

b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML

1. Overview Alur

Pelatihan e- learning

2 - 2 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan overview alur pelatihan e-learning;

2. Menjelaskan penugasan dalam pelatihan

1. Overview AlurPelatihan e- learning;

2. Penugasan dalam pelatihan

a. Webinar (Teleconference/

video conference (paparan dan tanya jawab), live chat b. Video Tutorial, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

2. Biologi dan Perilaku Lebah Trigona sp

2 3 5 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan morfologi dan jenis lebah madu Trigona sp;

2. Menjelaskan siklus hidup;

3. Menjelaskan pemabagian tugas koloni lebah madu Trigona sp;

1. Morfologi dan jenis lebah madu Trigona sp;

2. Siklus hidup lebah madu Trigona sp.;

3. Pembagian tugas koloni lebah madu Trigona sp.

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

- Marhiyanto, B, 1999. Peluang Bisnis

beternak Lebah, Gitamedia Press, Surabaya.

- Sihombing, 2015. Ilmu Ternak Lebah Madu,

UGM Press, Yogyakarta.

- Kahono, S.

2017. Materi Pelatihan Beternak Lebah Madu Trigona, LIPI, Bogor.

3. Peralatan Budidaya Lebah Trigona sp

2 3 5 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan jenis dan fungsi peralatan;

2. Menjelaskan penggunaan dan pemeliharaan peralatan

1. Jenis dan fungsi peralatan;

2. Penggunaan dan pemeliharaan peralatan.

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

4. Pengelolaan

koloni 3 6 9 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan penentuan lokasi;

2. Menjelaskan jenis pakan;

3. Menjelaskan pengendalian hama dan penyakit;

4. Melakukan pengelolaan koloni.

1. Penentuan lokasi;

2. Jenis pakan lebah Trigona sp;

3. Pengendalian hama dan penyakit;

4. Pengelolaan koloni.

a. Webinar (teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan penugasan b. Video Tutorial, Bahan

Ajar/Modul Elektronik, Lembar Tugas, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

(8)

No Mata Pelatihan

JP

Indikator Hasil Belajar Materi Pokok Bahasan/

Keterampilan

a. Metode

b. Alat Bantu Pembelajaran

Sumber Kepustakaan T P JML

5. Pemanenan lebah Trigona sp

3 6 9 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan proses pemanenan;

2. Melakukan pengolahan dan pengemasan;

3. Menjelaskan pemasaran produk;

1. Proses Pemanenan;

2. Pengolahan dan pengemasan;

3. Pemasaran produk

a. teleconference (tutorial), live chat, forum diskusi/ chat, pemutaran film/video

tutorial, belajar mandiri dan penugasan

b. Video Tutorial, Bahan Ajar/

Modul Elektronik, Lembar Tugas, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

JUMLAH 12 18 30

Plt. KEPALA PUSAT,

SUDAYATNA

NIP. 19600610 198703 1 001

Referensi

Dokumen terkait

“ POLITIK HUKUM PERUNDANG – UNDANGAN KEHUTANAN DALAM PEMBERIAN IZIN KEGIATAN PERTAMBANGAN DI KAWASAN HUTAN DITINJAU DARI STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP YANG

KEHUTANAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN DAN KESEJAHTERAAN. SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA

bahwa dalam rangka pengelolaan hutan yang tepat dan sesuai dengan kondisi hutan tropika dengan keragaman tanaman hutan dan budaya masyarakat desa hutan dan

1) Tercapainya visi, misi, tujuan dan sasaran dan pembangunan daerah khususnya di bidang urusan lingkungan hidup dan kehutanan di DIY. 2) Terakomodirnya penyesuaian

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta mampu menjalankan tugasnya sebagai Pemandu Wisata Alam di Kawasan Pelestarian Alam, Kawasan Suaka Alam, Tahura dan

pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pembatasan Luasan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2018 TENTANG KRITERIA TEKNIS STATUS KESIAGAAN DAN DARURAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus yang selanjutnya disingkat KHDPK adalah areal yang tidak dilimpahkan pengelolaannya kepada badan usaha milik negara bidang Kehutanan pada