• Tidak ada hasil yang ditemukan

K E P U T U S A N KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor : SK. 155/Dik/PEPE/Dik-2/6/2021 T E N T A N G

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "K E P U T U S A N KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor : SK. 155/Dik/PEPE/Dik-2/6/2021 T E N T A N G"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

K E P U T U S A N

KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor : SK. 155/Dik/PEPE/Dik-2/6/2021

T E N T A N G

KURIKULUM PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH MADU KELULUT (TRIGONA SPP).

KEPALA PUSAT,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, perlu dilakukan pengelolaan hasil hutan bukan kayu yaitu budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp);;

b. bahwa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat yang responsif gender tentang budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp) sebagaimana huruf a dapat dilakukan melalui Pelatihan Budidaya Lebah madu kelulut (Trigona spp);

c. bahwa untuk tercapainya tujuan pada diktum a dan b, perlu ditetapkan kurikulum pelatihan dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengingat: 1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya;

2. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo. UU RI No. 19 tahun 2004 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU Nomor 41 tahun 1999;

3. Undang–Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);;

4. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4696) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Tahun 2008 Nomor 16 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4814);

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan;

6. Peraturan Presiden...

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

(2)

6. Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

7. Peraturan Menteri Kehutanan No.P.37/Menhut-II/2004 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu;

8. Peraturan Menteri Kehutanan No. P.19/Menhut-II/2009 tentang Strategi Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 49);

9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

10. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.66/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2016 tentang Tata Cara Pemberian dan Perpanjangan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dari Hutan Alam atau dari Hutan Tanaman pada Hutan Produksi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1187);

11. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.31/Menlhk/Setjen/Set.1/5/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

12. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.44/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.85/Menhut- II/2014 tentang Tata Cara Kerjasama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam;

13. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyeleng- garaan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

14. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Nomor P.11/P2SDM/SET/DIK.2/9/2017 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH MADU KELULUT (TRIGONA SPP)

KESATU :...

(3)

KESATU : Kurikulum Pelatihan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp) sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

KEDUA : Kurikulum sebagaimana diktum KESATU digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp) di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan/atau Lembaga Diklat Pemerintah Lainnya.

KETIGA : Dengan ditetapkannya Keputusan ini maka Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.99/Dik/PEPE/Dik-2/4/2012 tanggal 8 April 2020 tentang kurikulum Pelatihan Budidaya Lebah Madu Trigona sp. dinyatakan tidak berlaku.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bogor

Pada tanggal : 21 Juni 2021 Plt. KEPALA PUSAT,

MARIANA LUBIS

NIP. 19621112 199101 2001

(4)

Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 155/Dik/PEPE/Dik-2/6/2021

Tanggal : 21 Juni 2021

1. Nama Pelatihan : Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp) 2. Jenjang Pelatihan : Dasar

3. Latar Belakang :

Pengembangan sektor kehutanan di Indonesia selain ditekankan pada pengelolaan hasil hutan berupa kayu, juga diarahkan pada pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK). HHBK adalah bahan-bahan atau komoditas yang diperoleh dari hutan tanpa harus menebang pohon atau kayu. Komoditas tersebut diantaranya adalah jamur tiram, rotan, madu, rempah-rempah, ginseng, getah dan masih banyak yang lainnya.

HHBK dimanfaatkan oleh manusia di seluruh dunia, tidak dibatasi oleh suku, tingkat usia, dan tingkat kemapanan. Penggunaan hasil hutan bukan kayu oleh penduduk setempat dapat bernilai ekonomi, historis, prestis, dan religius. HHBK merupakan bahan baku industri, mulai dari industri tanaman hias, industri farmasi, industri pangan, dan sebagainya. HHBK juga dihargai tinggi oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dan seringkali merupakan sumber mata pencaharian mereka, banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan budidaya lebah madu di Indonesia umumnya sangat potensial dilakukan untuk menggali kekayaan alam yang belum termanfaatkan secara optimal. Budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp) selain dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan/kesejahteraan masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan, juga meningkatkan mutu lingkungan hidup dan peningkatan produk pertanian. Di samping itu produk madu atau hasil sampingan yang lainnya dapat meningkatkan gizi keluarga yang masih diperlukan dalam jumlah banyak baik untuk keperluan dalam negeri maupun luar negeri.

Areal hutan yang cukup luas serta kaya berbagai macam jenis tumbuhan berbunga, dapat dijadikan sebagai sumber pakan dalam budidaya lebah madu. Memperhatikan kondisi di lapangan bahwa budidaya lebah madu yang dilakukan oleh masyarakat masih belum mendapat penanganan secara optimal sehingga berdampak pada produktivitas dan kualitas madu yang masih rendah. Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka masyarakat sebagai penentu keberhasilan dalam budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp) ini diperlukan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai melalui Pelatihan Budidaya Lebah Madu Trigona spp.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini dapat melakukan cara budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp) dengan baik.

(5)

4. Deskripsi Singkat Pelatihan :

Pelatihan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp) dimaksudkan untuk memberikan pembekalan bagi petugas lapangan, masyarakat dan kelompok tani atau kelompok tani hutan (KTH) dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap cara membudidayakan lebah madu kelulut (Trigona spp). Sedangkan tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap cara kerja membudidayakan lebah madu kelulut (Trigona spp) sehingga berdampak pada kesejateraan masyarakat dan perbaikan ekosistem lingkungan.

Materi Pelatihan yang diberikan antara lain : Pengenalan Lebah Madu Kelulut (Trigona spp), Peralatan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp), Pengelolaan Koloni Lebah Madu Kelulut (Trigona spp), Pemanenan dan Pengemasan Madu Lebah Kelulut (Trigona spp).

Materi pelatihan ini dilakukan dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 32 JP terdiri dari 14 JP Teori (Online) dan 18 JP Praktik (Tatap Muka) dengan per JP @ 45 menit. (jika metode klasikal maka keseluruhan tatap muka)

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy dengan metode pelatihan dapat secara klasikal, blended learning maupun pure e-Learning. Penyampaian materi pelatihan secara synchronous : (webinar, live chat,) maupun asynchronous : (modul/bahan ajar elektronik, pemutaran video tutorial, penugasan, forum diskusi) dan tatap muka untuk kegiatan praktik, (keseluruhan tatap muka untuk metode klasikal).

Pembelajaran ini dilakukan/dipandu oleh tim pengajar (Team Teaching).

Evaluasi akademis dilakukan dengan cara pre test, post test atau tes komprehensif dan penilaian selama praktik, sedangkan aspek sikap berdasarkan partisifasi selama pelatihan.

5. Tujuan Pelatihan :

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu membudidayakan lebah madu kelulut (Trigona spp) sampai dengan produksi, sehingga diharapan dapat memperbaiki ekosistem lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

6. Sasaran Pelatihan :

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta dapat : a. Mengenal lebah madu kelulut (Trigona spp).

b. Menggunakan peralatan budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp).

c. Melakukan pengelolaan koloni lebah madu kelulut (Trigona spp).

d. Melakukan pemanenan dan pengemasan madu lebah kelulut (Trigona spp).

7. Kelompok Sasaran Pelatihan :

a. Jumlah peserta maksimal 40 orang setiap angkatan dengan representasi laki-laki dan perempuan secara proposional, dan jika dimungkinkan terdapat representasi minimal 30 % dari salah satu jenis kelamin

(6)

b. Asal peserta :

- Petugas lapangan pada UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Dinas Provinsi yang menangani bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan instansi/

lembaga yang terkait.

- Masyarakat dan Kelompok Tani atau KTH c. Persyaratan Peserta :

- Pendidikan minimal Sekolah Dasar;

- Usia 17 sd 58 tahun;

- Mampu menggunakan perangkat pendukung metode pembelajaran jarak jauh (e-learning);

- Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis.

- Ditugaskan oleh pimpinan yang bersangkutan

8. Pengajar :

a. Persyaratan Pengajar :

- Menguasai materi dan berpengalaman di bidang yang akan diajarkan;

- Menguasai dan mampu menerapkan metode pembelajaran jarak jauh dan tatap muka (blended learning) atau keseluruhan klasikal (tatap muka);

- Mengetahui teknik evaluasi hasil pelatihan.

- Memiliki sensivitas gender dalam kegiatan pelatihan b. Asal Pengajar :

- Widyaiswara Pusat Diklat SDM LHK dan/atau Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan

- Instansi lain yang terkait.

- Tenaga Profesional terkait budidaya lebah madu kelulut (Trigona spp).

9. Tempat Pelatihan :

Pelatihan dilaksanakan di Pusdiklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan/atau Balai Diklat LHK serta tempat lain yang memenuhi persyaratan pembelajaran.

10. Waktu Pelatihan :

Pelatihan dilaksanakan selama 4 (empat) hari setara dengan 32 Jam Pelatihan (JP), @ 45 menit, yang terdiri dari 14 JP Teori dan 18 JP Praktik.

11. Peralatan dan Bahan Pelatihan :

a. ATK dan lain-lain untuk keperluan sekretariat kepanitiaan, (termasuk untuk keperluan klasikal).

b. Untuk pembelajaran mandiri peserta yaitu perlengkapan alat tulis, modul dan bahan pelengkap modul.

(7)

c. Untuk pembelajaran online/daring yaitu Komputer, paket data/fasilitas jaringan internet, dan alat bantu lainnya.

d. Untuk pembelajaran tatap muka (praktik) yaitu alat pertukangan dan bahan untuk membuat stup/kotak lebah, koloni kelulut (trigona spp) untuk bahan praktik, alat pemanenan, dan lain-lain sesuai kebutuhan 12. Daftar Mata Pelatihan

No. Mata Pelatihan Jam Pelatihan

Teori Praktik Jumlah 1. Orientasi Program Pelatihan (untuk e-

learning)

Bina Suasana Pelatihan (untuk klasikal).

2 -- 2

2. Pengenalan Lebah Madu Kelulut (Trigona spp).

3 3 6

3. Peralatan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp).

3 5 8

4. Pengelolaan Koloni Lebah Madu Kelulut (Trigona spp)

3 7 10

5. Pemanenan dan Pengemasan Madu Lebah Kelulut (Trigona spp)

3 3 6

JUMLAH 14 18 32

(8)

13. Silabus Pelatihan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp).

No Mata

Pelatihan

JP Indikator Hasil Belajar Pokok

Bahasan/Keterampilan

a. Metode

b. Alat Peraga & Bahan Sumber Pustaka T P JML

1 Orientasi Program Alur Pelatihan (untuk e-learning) Bina Suasana Pelatihan (untuk klasikal)

2 -- 2 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan Program Pelatihan elearning;

2. Menjelaskan Alur Pelatihan elearning: dan

3. Menjelaskan Penugasan dalam Pelatihan

Klasilak :

1. Saling mengenal satu sama lain dan mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar (peserta, pelatih dan panitia).

2. Peserta memiliki semangat, berpartisipasi aktif untuk berlatih dan bekerjasama.

1. Program Pelatihan e- learning

2. Alur Pelatihan e- learning

3. Penugasan dalam Pelatihan

Klasilak :

1. Perkenalan, ice breaking.

2. Peningkatan semangat dan motivasi,

partisipasi berlatih dan bekerjasama.

Blended Learning :

a. Webinar (Teleconference/ video

conference (paparan dan tanya jawab), live chat,

b. Video Tutorial, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet.

Klasilak :

a. Dinamika kelompok, Permainan, Curah Pendapat, Diskusi.

b. LCD, white board, laptop, ATK, Kertas plano.

- Pedoman Pelatihan yang akan dilaksanakan.

- Twyla Dell, 1991. Motivasi Kerja yang Berhasil.

Motivasi Pegawai untuk melakukan yang terbaik,

Bina Rupa Aksara, Jakarta

- Kahono, S. 2017. Materi Pelatihan Beternak Lebah Madu Trigona, LIPI, Bogor.

- Marhiyanto, B, 1999.

Peluang Bisnis beternak Lebah,Gitamedia Press, Surabaya.

- Hendri B. 2016. Studi Perkembangan Koloni dan Produksi Lebah Trigona Sp. Dari Posisi Stup Yang Berbeda.Fakultas

Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo.

- Paimin P.2015. Budidaya Lebah Trigona sp. Dalam Rangka Pelatihan

Budidaya Lebah Trigona sp. Balai Penelitian dan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) Samboja.

- DR.Achyani dan Dimas Wicandra, 2019. Kiat Praktis Budidaya Lebah Trigona (Heterotrigona Itama).

2. Pengenalan Lebah Madu Kelulut (Trigona spp)

3 3 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan morfologi dan jenis lebah madu kelulut,

2. Menjelaskan siklus hidup lebah madu kelulut.

3. Melakukan pengamatan strata dan pembagian tugas dalam koloni lebah madu kelulut.

4. Melakukan identidikasi jenis lebah madu kelulut,

1. Morfologi dan jenis lebah madu kelulut, 2. Siklus hidup lebah

madu kelulut.

3. Strata dan pembagian tugas dalam koloni lebah madu kelulut.

4. Identidikasi jenis lebah madu kelulut,

Blended Learning :

a. Webinar (teleconference), Live chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan tatap muka saat praktik.

b. Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Modul, Fasilitas Jaringan Internet, alat/bahan praktik.

Klasilak :

a. Ceramah, Tanya-jawab, Curah Pendapat Diskusi,

b. LCD, white board, laptop, ATK, foto- foto lebah.

3. Peralatan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona spp)

3 5 8 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan jenis dan fungsi peralatan;

2. Melakukan penggunaan dan pemeliharaan peralatan.

3. Melakukan pembuatan stup budidaya lebah madu kelulut.

1. Jenis dan fungsi peralatan;

2. Penggunaan dan

pemeliharaan peralatan.

3. Pembuatan stup budidaya lebah madu kelulut.

Blended Learning :

a. Webinar (teleconference), Live chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan tatap muka dalam praktik lapang.

b. Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Modul, Fasilitas Jaringan Internet, alat/bahan praktik.

Klasilak :

a. Ceramah, Tanya-jawab, Curah Pendapat Diskusi,

b. LCD, white board, laptop, alat pertukangan dan pemanenan,

(9)

No Mata Pelatihan

JP Indikator Hasil Belajar Pokok

Bahasan/Keterampilan

a. Metode

b. Alat Peraga & Bahan Sumber Pustaka T P JML

4. Pengelolaan Koloni Lebah Madu Kelulut (Trigona spp)

3 7 10 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan jenis pakan lebah madu kelulut.

2. Melakukan pemilihan lokasi budidaya lebah madu kelulut.

3. Melakukan penanganan koloni lebah madu kelulut.

4. Menjelaskan pengendalian hama dan penyakit lebah madu

kelulut.

1. Jenis pakan lebah madu kelulut.

2. Pemilihan lokasi budidaya lebah madu kelulut.

3. Penanganan koloni lebah madu kelulut.

4. Pengendalian hama dan penyakit lebah madu kelulut.

Blended Learning :

a. Webinar (teleconference), Live chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan tatap muka saat praktik.

b. Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Modul, Fasilitas Jaringan Internet, alat/bahan praktik.

Klasilak :

a. Ceramah, Tanya-jawab, Curah Pendapat Diskusi,

b..LCD, white board, laptop, alat/bahan pemasangan toping dan pecah koloni.,

5. Pemanenan &

Pengemasan Madu Lebah Kelulut (Trigona spp)

3 3 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:

1. Melakukan pemanenan madu lebah kelulut,

2. Melakukan pengolahan dan pengemasan madu lebah kelulut,

3. Menjelaskan pemasaran madu lebah kelulut.

1. Pemanenan madu lebah kelulut,

2. Pengolahan dan pengemasan madu lebah kelulut,

3. Pemasaran madu lebah kelulut.

Blended Learning :

a. Webinar (teleconference), Live chat, pemutaran film/video tutorial, belajar mandiri dan tatap muka saat praktik.

b. Video Tutorial, Komputer/

Laptop/HP, Modul, Fasilitas Jaringan Internet, alat/bahan praktik.

Klasilak :

a. Ceramah, Tanya-jawab, Curah Pendapat Diskusi,

b. LCD, white board, laptop, alat pemanenen, kemasan dan stup kelulut yang siap panen.

Jumlah 14 18 32

Plt. KEPALA PUSAT,

MARIANA LUBIS

NIP. 19621112 199101 2 001

Referensi

Dokumen terkait

Seorang wanita, usia 50 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan kaki tidak dapat berjalan sejak 3 minggu yang lalu. Riwayat sebelumnya pasien sering keputihan berbau

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS PONSEL;.. KESATU :

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Pada Mata Kuliah Blok 10 Lbm

Serapan pada panjang gelombang 222 nm dari Gambar 2 menunjukkan adanya gugus ketolakton yang berasal dari ikatan rangkap C=C, C=O, serta ikatan tunggal C-O, yang juga

bahwa dalam rangka Implementasi Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2009 jo Permenhut P.68/Menhut-II/2011 tentang Standard dan Pedoman Penilaian Kinerja

Berdasarkan hasil observasi t e r h a d a p p e n e l i t i a n p e n d a h u l u a n tidak ditemukan internalisasi nilai budaya minangkabau dalam wilayah

Penukar panas atau dalam industri kimia populer dengan istilah bahasa Inggrisnya, heat exchanger (HE), adalah suatu alat yang memungkinkan perpindahan panas dan

Masih mengambil inspirasi dari benda pusaka Keraton Yogyakarta, tanduk rusa nan anggun diterjemahkan ke dalam desain kalung premium.. Dikerjakan 100% dengan tangan, detail