K E P U T U S A N
KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor : SK. 88/ Dik/ PEPE/ Dik-2/4/2020
T E N T A N G
KURIKULUM PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS PONSEL KEPALA PUSAT,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan-kegiatan pembangunan kehutanan perlu partisipasi masyarakat dan teknologi yang mutakhir seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis ponsel;
b. bahwa untuk meningkatkan partisipasi dan keterampilan aparatur dan masyarakat yang responsif gender sebagaimana huruf a diperlukan pembekalan pengetahuan dan keterampilan serta pembinaan sikap melalui Pelatihan Sistem Informasi Geografis Berbasis Ponsel;
c. bahwa dalam rangka mendukung perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, dan daya saing bagi angkatan kerja, serta untuk pengembangan kompetensi angkatan kerja melalui Program Kartu Prakerja perlu dilakukan penyesuaian dalam pelaksanaan pelatihan;
d. bahwa untuk tercapainya tujuan pada huruf a, b, dan c perlu ditetapkan kurikulum pelatihan dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Mengingat : 1. Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya;
2. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo.
UU RI No. 19 tahun 2004 tentang penetapan Perpu No. 1 tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 41 tahun 1999;
3. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
4. Peraturan Presiden (Perpres) No. 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja;
5. Peraturan Menteri...
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
P.18/MenLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
P.31/Menlhk/Setjen/Set.1/5/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
7. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyeleng- garaan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan
8. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM No. P.11/P2SDM/SET/DIK.2/9/2017 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS PONSEL;
KESATU : Kurikulum Pelatihan Sistem Informasi Geografis Berbasis Ponsel sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;
KEDUA : Kurikulum Pelatihan sebagaimana diktum KESATU digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan Pelatihan Sistem Informasi Geografis Berbasis Ponsel di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
KETIGA : Dengan ditetapkannya keputusan ini maka keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup Kehutanan Nomor SK.74/Dik/PEPE/Dik-2/3/2017 tanggal 13 Maret 2017 tentang Kurikulum dan Silabus Diklat Sistem Informasi Geografis Berbasis Ponsel dinyatakan tidak berlaku lagi;
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Bogor
Pada tanggal : 8 April 2020 Plt. KEPALA PUSAT,
SUDAYATNA
NIP. 19600610.198703.1.001
Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 88 /Dik/PEPE/Dik-2/4/2020
Tanggal : 8 April 2020
1. Nama Pelatihan : Sistem Informasi Geografis Berbasis Ponsel 2. Jenjang Pelatihan : Lanjutan
3. Latar Belakang
Penentuan posisi relatif titik-titik di permukaan bumi merupakan maksud utama dari kegiatan pengukuran dan pemetaan. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi maka kegiatan teknis yang berhubungan dengan kewilayahan selalu berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemetaan. Dengan pemetaan orang akan mudah merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan lapangan.
Seiring perkembangan teknologi satelit orang dapat dengan mudah menentukan atau mendapatkan informasi tentang posisi relatif titik-titik di permukaan bumi dengan cepat.
Receiver GPS yang merupakan alat untuk menentukan posisi di permukaan bumi ini sudah semakin berkembang. Selain receiver GPS yang biasa, juga hampir semua telepon selular atau yang biasa disebut dengan ponsel dilengkapi dengan alat ini. Penggunaan fasilitas GPS pada ponsel ini tidak menggunakan pulsa telepon dan tidak tergantung pada signal GSM, jadi persis sama dengan receiver GPS biasa. Keunggulan Receiver GPS yang ada pada ponsel dapat memilih program-program GPS sesuai dengan yang diinginkan penggunanya (banyak yang gratis dan ada juga yang berbayar) dan fasilitasnya juga lebih banyak.
Penggunaan GPS saat ini menjadi salah satu standar kompetensi kerja yang harus dimiliki Sumber Daya Manusia (SDM) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Hal ini terdapat dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Kehutanan (SKKNI) Bidang Perencanaan, Pemanfaatan Hasil Hutan, Rehabilitasi Hutan, Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, serta Administrasi Kehutanan untuk Sumberdaya Manusia pada Organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 68 Tahun 2013. Dengan memanfaatkan fasilitas receiver GPS yang ada pada ponsel, Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan diharapkan dapat memetakan wilayahnya dengan lebih baik dalam rangka mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan secara berkelanjutan.
Selain aparatur pemerintah kompetensi tersebut dapat juga perlu dimiliki oleh anggota masyarakat yang berkaitan dengan pemetaan lahan.
Kompetensi yang dimiliki oleh anggota masyarakat tersebut dapat digunakan untuk memetakan wilayahnya maupun prasyarat untuk dapat direkrut oleh penyedia pekerjaan.
4. Deskripsi Singkat Pelatihan
Pelatihan ini ditujukan untuk membekali SDM lingkungan hidup dan kehutanan dan/atau Instansi lain yang membutuhkan, baik aparatur maupun non aparatur serta masyarakat yang terpilih agar dapat melakukan pengukuran wilayahnya dengan menggunakan receiver GPS tipe navigasi pada ponsel dan memetakannya secara sederhana dengan perangkat lunak SIG bebas dan terbuka. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara team teaching. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy.
Terdapat tiga skema yang dapat dipilih untuk pelaksanaan pelatihan ini, yaitu : 1) full klasikal; 2)full e-learning; dan 3) blended-learning. Skema klasikal dilakukan dengan tatap muka di kelas maupun lapangan, yang terdiri dari pelajaran teori dan praktik. Skema full e-learning dilakukan dengan teknik pembelajaran synchronous (melalui video conference, live chat) dan asynchronous (melalui modul/bahan ajar elektronik, forum diskusi, penugasan/quiz). Sedangkan skema blended-learning dilakukan dalam dua fase, yaitu Non Tatap Muka (NTM) dan Tatap Muka (TM). Peserta yang mengikuti fase TM adalah yang berhasil lulus pada fase NTM.
Jumlah JP untuk TM dan NTM pada pembelajaran Blended Learning dan Full E-learning diatur dalam skenario dan jadwal pelatihan.
Di akhir pembelajaran pelatihan, akan di dilakukan evaluasi/ujian bagi peserta pelatihan (metode dapat berupa quiz dan/atau ujian komprehensif).
5. Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat menggunakan receiver GPS pada ponsel dan membuat peta dengan aplikasi SIG bebas dan terbuka.
6. Sasaran Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat :
a. Melakukan instalasi aplikasi SIG bebas dan terbuka beserta plugin-nya pada komputer;
b. Melakukan pengukuran dengan receiver GPS pada ponsel;
c. Melakukan pengolahan data vektor;
d. Melakukan pengolahan data raster; dan e. Membuat peta hasil sederhana.
7. Kelompok Sasaran Pelatihan
a. Jumlah peserta : paling banyak 30 orang per kelas dengan representasi laki-laki dan perempuan secara proposional, dan jika dimungkinkan terdapat representasi minimal 30 % dari salah satu jenis kelamin
b. Asal Peserta : Aparatur/non-aparatur, serta masyarakat
c. Persyaratan Peserta :
- Dapat mengoperasikan komputer;
- Belum pernah mengikuti pelatihan sejenis;
- Ditugaskan oleh pimpinan intansinya atau kepala desa (khusus bagi aparatur dan yang mewakili lembaga); dan
- Memiliki ponsel/smart phone yang dilengkapi receiver GPS.
8. Pengajar
a. Persyaratan pengajar :
- Menguasai materi dan berpengalaman di bidang yang akan diajarkan;
- Menguasai dan mampu menerapkan metode pembelajaran orang dewasa;
- Menguasai dan mampu menerapkan metode pembelajaran klasikal maupun jarak jauh (e-learning); dan
- Mampu menilai hasil belajar peserta.
- Memiliki sensivitas gender dalam kegiatan pelatihan b. Asal Pengajar :
- Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan
- Instansi/Lembaga lainnya yang relevan.
9. Tempat dan Penyelenggara Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan di Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan/atau Balai Diklat LHK serta lembaga/instansi lain yang memenuhi persyaratan. Namun pada metode penyelenggaraan secara e-learning, tempat pembelajaran peserta dilakukan di tempat domisili masing-masing peserta baik perorangan maupun berkelompok di tempat yang representatif. Penyelenggara pelatihan adalah Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan/atau Balai Diklat LHK.
10. Waktu Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan selama 35 jam pelajaran (JP) @ 45 menit, baik dilakukan secara full klasikal, full e-learning maupun blended-learning.
11. Bahan dan Peralatan Pelatihan a. Bahan :
- Full Klasikal : materi ajar, panduan pelatihan dan praktik, kartu tanda pengenal, ATK.
- Full e-learning dan blended-learning : materi ajar elektronik (modul/bahan ajar/video), WIFI atau paket data (quota) internet, ATK.
b. Peralatan:
- Full Klasikal : Ruang kelas, komputer, LCD projector, whiteboard, spidol, printer, kertas A3, perangkat pengeras suara, komputer/
laptop, ponsel/smartphone, jaringan internet, software SIG, software receiver GPS.
- Full e-learning dan blended-learning : komputer/laptop, ponsel/smartphone, jaringan internet, software SIG, software receiver GPS, perangkat komunikasi digital audio dan visual jarak jauh.
12. Daftar Mata Pelatihan
No. Mata Pelatihan Jam Pelatihan (JP)
Teori (T) Praktik (P) Jumlah
1. Orientasi Program Pelatihan 1 - 1
2. Dasar-Dasar SIG 1 1 2
3. Aplikasi GIS Open Source 1 3 4
4. Pengukuran Areal Dengan Ponsel Ber-GPS
2 7 9
5. Pengolahan Data Vektor 2 4 6
6. Pengolahan Data Raster 1 5 6
7. Pemetaan 2 5 7
JUMLAH 10 25 35
13. Silabus Pelatihan Sistem Informasi Geografis Berbasis Ponsel
No Mata
Pelatihan JP
Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan a. Metoda
b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML
1. Orientasi Program
Pelatihan 1 - 1 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:
1. Menjelaskan program pelatihan
2. Menjelaskan alur pelatihan
3. Menjelaskan penugasan dalam pelatihan
1. Program pelatihan 2. Alur pelatihan 3. Penugasan dalam
pelatihan
Klasikal :
a. Ceramah, permainan
b. LCD/laptop, alat/bahan permainan E-learning :
a. Pemutaran video, belajar mandiri b. Komputer/Laptop/ Ponsel, Jaringan
Internet, video paparan
- Panduan Pelatihan Pusat Diklat SDM LHK
2. Dasar-Dasar SIG 1 1 2 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:
1. Menjelaskan konsep SIG 2. Menjelaskan sistem
proyeksi dan sistem koordinat
1. Konsep SIG
2. Sistem proyeksi dan sistem koordinat
Klasikal :
a. Ceramah, tanya jawab, diskusi
c. LCD/Laptop, White board/papan tulis, flipchart, spidol
E-Learning :
a. Modul/bahan ajar elektronik, video
conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz b. Komputer/Laptop/Ponsel, Jaringan
Internet
- Undang-Undang No 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospsial.
- Prahasta, E. 2001.
Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis.
Bandung.
3. Aplikasi GIS Open Source
1 3 4 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta:
1. Mampu melakukan Instalasi Software SIG Bebas dan Terbuka 2. Dapat menjelaskan
penggunaan Software SIG Bebas dan Terbuka
1. Instalasi software GIS bebas dan terbuka 2. Penggunaan software
GIS bebas dan terbuka
Klasikal :
a. Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik b. LCD/Laptop, White board/papan tulis,
flipchart, spidol, software SIG E-Learning :
a. belajar mandiri , pemutaran video tutorial, video conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz, penugasan
b. Komputer/Laptop/Ponsel, software SIG, Jaringan Internet, Modul/bahan ajar elektronik,
- Anonim. 2017. QGIS User Guide. Diunduh dari
http://docs.qgis.org/
- Oswald, P dan Astrini, R.
2012. Tutorial Quantum GIS Tingkat Dasar. GIZ.
Mataram.
4. Pengukuran Areal Dengan Ponsel Ber-GPS
2 7 9 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu:
1. Melakukan instalasi GPS berbasis ponsel
2. Melakukan Setting GPS 3. Melakukan pengukuran
dan pengumpulan data
1. Instalasi GPS berbasis ponsel
2. Setting GPS 3. Pengukuran dan
pengumpulan data
Klasikal :
a. Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik b. LCD/Laptop, White board/papan tulis,
flipchart, spidol, software SIG, software receiver GPS
E-Learning :
a. belajar mandiri , pemutaran video tutorial, video conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz, penugasan, video conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz, penugasan b. Modul/bahan ajar elektronik Komputer/
Laptop/Ponsel, software SIG, Jaringan Internet, software receiver GPS.
No Mata
Pelatihan JP Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan a. Metoda
b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML
5. Pengolahan Data
Vektor 2 4 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta:
1. Dapat menjelaskan konsep Data vektor 2. Mampu melakukan
Geoprocessing 3. Mampu menghitung
Luas Poligon 4. Mampu melakukan
Pelabelan
1. Data Vektor 2. Geoprocessing 3. Perhitungan Luas 4. Label
Klasikal :
a. Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik b. LCD/Laptop, White board/papan tulis,
flipchart, spidol, software SIG.
E-Learning :
a. belajar mandiri , pemutaran video tutorial,, video conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz, penugasan
b. Modul/bahan ajar elektronik
Komputer/Laptop/Ponsel, software SIG, Jaringan Internet
- Anonim. 2017. QGIS User Guide. Diunduh dari http://docs. qgis.org/
- Oswald, P dan Astrini, R.
2012. Tutorial Quantum GIS Tingkat Dasar. GIZ.
Mataram.
6. Pengolahan Data
Raster 1 5 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta:
1. Dapat menjelaskan konsep data raster 2. Mampu membuat vektor
Grid
3. Mampu mengcapture citra penginderaan jauh
1. Data raster 2. Grid
3. Citra Penginderaan Jauh
Klasikal :
a. Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik b. LCD/Laptop, White board/ papan tulis,
flipchart, spidol, software SIG E-Learning :
a. belajar mandiri , pemutaran video tutorial,, video conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz, penugasan
b. Modul/bahan ajar elektronik Komputer/
Laptop/Ponsel, software SIG, Jaringan Internet
- Anonim. 2017. QGIS User Guide. Diunduh dari http://docs.qgis.org - Oswald, P dan Astrini, R.
2012. Tutorial Quantum GIS Tingkat Dasar. GIZ.
Mataram.
7. Pemetaan 2 5 7 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu:
1. Melakukan unduh Data 2. Membuat display Data 3. Membuat layout peta
1. Unduh Data 2. Display Data 3. Layout Peta
Klasikal :
a. Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik b. LCD/Laptop, White board/ papan tulis,
flipchart, spidol, software SIG E-Learning :
a. belajar mandiri , pemutaran video tutorial,, video conference, Live Chat, Forum Diskusi, quiz, penugasan
b. Modul/bahan ajar elektronik Komputer/
Laptop/Ponsel, software SIG, Jaringan Internet
- Anonim. 2017. QGIS User Guide. Diunduh dari http://docs.qgis.org/
JUMLAH 10 25 35
Plt. KEPALA PUSAT
SUDAYATNA
NIP. 19600610.198703.1.001