1 K E P U T U S A N
KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 95 /Dik/PEPE/Dik-2/4/2020
T E N T A N G
KURIKULUM PELATIHAN TEKNIK PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) BAGI MASYARAKAT PEDULI API (MPA)
KEPALA PUSAT,
Menimbang: a. bahwa dalam rangka pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah dibentuk Masyarakat Peduli Api (MPA);
b. bahwa untuk meningkatkan kemampuan anggota MPA, diperlukan pembekalan pengetahuan dan keterampilan serta pembinaan sikap dalam pencegahan Karhutla melalui Pelatihan;
c. bahwa untuk tercapainya tujuan pada huruf a dan b, perlu ditetapkan kurikulum pelatihan dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Mengingat : 1. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo.
UU RI No. 19 tahun 2004 tentang penetapan Perppu No. 1 tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 41 tahun 1999;
2. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
3. Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau Lahan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan;
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
P.32/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan;
7. Peraturan Menteri...
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
2 7. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyeleng- garaan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
8. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM No.P.11/P2SDM/SET/DIK.2/9/2017 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN TEKNIK PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) BAGI MASYARAKAT PEDULI API (MPA) ;
KESATU : Kurikulum Pelatihan Teknik Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;
KEDUA : Kurikulum sebagaimana diktum KESATU digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan Pelatihan Teknik Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Bogor
Pada tanggal : 8 April 2020 Plt. KEPALA PUSAT,
SUDAYATNA
NIP. 19600610 198703 1 001
3 Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 95/Dik/PEPE/Dik-2/4/2020
Tanggal : 8 April 2020
1. Nama Pelatihan : Teknik Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Bagi Masyarakat Peduli Api (MPA)
2. Jenjang Pelatihan : Dasar 3. Latar Belakang :
Api telah digunakan sebagai alat untuk mempersiapkan lahan yang paling murah dan sederhana, untuk keperluan perladangan, pertanian menetap, perkebunan maupun kehutanan. Pada umumnya, baik pembakaran yang disengaja maupun kebakaran liar (wildland fire) memiliki sifat-sifat dasar yang sama. Perbedaannya terletak pada faktor penyebab terjadinya api.
Pada kasus pembakaran disengaja, manusialah yang menjadi aktor utama terjadinya api. Sebaliknya, pada kasus kebakaran liar, api dapat berasal dari alam atau penjalaran dari kegiatan pembakaran yang disengaja (Suprayitno, dkk 2009).
Dalam implementasi kebijakan, terdapat beberapa undang-undang yang secara implicit memuat tentang Karhutla. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Pasal 6 (1) disebutkan bahwa “Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup”. Selain itu pada Pasal 7 (1) Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Undang-undang nomor 41 tahun 1999 Pasal 50 ayat (3) huruf d mengatur setiap orang dilarang membakar hutan. Selanjutnya pasal 69 ayat (1) Masyarakat berkewajiban untuk ikut serta memeliha-ra dan menjaga kawasan hutan dari gangguan dan perusakan.
Secara lebih rinci diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau Lahan; Pada Peraturan Pemerintah ini diatur beberapa aspek terkait dengan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup dalam Karhutla.
Teknis penyelenggaraan penangulangan Karhutla diatur dalam Peraturan Menteri P.32/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan. Karhutla disingkat Karhutla) didefinisikan sebagai suatu peristiwa terbakarnya hutan dan/atau lahan, baik secara alami maupun oleh perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan
4 kerusakan lingkungan yang menimbukan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik. Pencegahan Karhutla adalah semua usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan/atau lahan. Dampak dari adanya Karhutla dapat berpengaruh buruk pada berbaai lini, oleh karenanya pencegahannya perlu dilakukan dan terencana dengan baik oleh petugas atau masyarakat secara efektif dan efisien. Sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan di atas bahwa peran serta masyarakat didorong untuk dapat ikut berpartisipasi dalam penanggulangan Karhutla maka dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini masyarakat dapat mengambil bagian melalui wadah Masyarakat Peduli Api yang disingkat MPA. MPA adalah masyarakat yang secara sukarela peduli terhadap pengendalian Karhutla yang telah dilatih atau diberi pembekalan serta dapat diberdayakan untuk membantu pengendalian Karhutla.
Masyarakat Peduli Api dalam menjalankan perannya dapat didampingi oleh Tim Pendamping Desa disingkat TPD yaitu sekelompok masyarakat yang terdiri atas unsure-unsur penyuluh, Manggala Agni, MPA, aparat kantor desa dan pendamping desa lainnya yang tinggal, menetap atau sedang bertugas di wilayah desa dan telah dilatih untuk memfasilitasi masyarakat dalam menyusun rencana dan melaksanakan rencana pencegahan Karhutla di tingkat desa.
Agar anggota MPA dapat berpartisipasi aktif secara professional maka perlu dibekali dengan pengetahuan, sikap dan perilaku memadai sehingga tujuan pembentukan MPA dapat tercapai secara optimal. Penanggulangan Karhutla tidak mempunyai arti apabila terjadi kebakaran, untuk itu pencegahan sangat diperlukan. Pembekalan anggota MPA tentang pengetahuan pencegahan Karhutla menjadi sangat penting dilakukan agar seluruh anggota dapat berperan serta secara aktif mengkampanyekan seruan pentingnya pencegahan Karhutla ditengah masyarakat
4. Deskripsi Singkat Pelatihan
Pelatihan ini dilaksanakan untuk membekali anggota MPA dalam melakukan pencegahan terjadinya Karhutla dengan cara preventif melalui kampanye bahaya Karhutla kepada masyarakat luas. Diharapkan anggota MPA memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang bijaksana dalam melakukan penyadartahuan dan kampanye sehingga tujuan akhir pencegahan Karhutla dapat berhasilguna dan berdayaguna.
Ruang lingkup pelatihan ini meliputi teori, penugasan dan praktik. Materi yang diajarkan meliputi Penjelasan Program Pelatihan, Peran MPA dalam Pencegahan Karhutla, Dasar-dasar Karhutla, Teknik Pencegahan Karhutla dan Teknik kampanye Pencegahan Karhutla.
5 Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy dengan metode pelatihan full e-learning baik secara synchronous : (live chat, video conference) maupun asynchronous : (modul/ bahan ajar elektronik, pemutaran video tutorial, penugasan, forum diskusi).
Dalam sesi konsultasi jarak jauh melalui teleconference, peserta dapat dibagi dalam kelas kecil yang akan didampingi dan dibimbing oleh masing-masing seorang pengajar pada kelas kecil. Selain melalui teleconference, apabila terdapat hal-hal yang belum jelas, pertanyaan dan konsultasi dapat dilakukan secara online dari peserta kepada pengajar pendampingnya secara berkala.
Proses pembelajaran dilakukan secara partisipatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa, yang meliputi ceramah interaktif, diskusi, penugasan, simulasi dan praktik.
Dalam pelatihan ini evaluasi hasil belajar dilakukan melalui pre-test dan post-test serta unjuk kerja/kemampuan melalui praktik dan penugasan.
Teknologi digital melalui internet sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan pelatihan dikarenakan seluruh materi pelatihan dilakukan menggunakan metode pembelajaran e-learning.
5. Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang bijaksana dalam meningkatkan kesadartahuan dan kampanye pencegahan Karhutla kepada masyarakat luas. Materi dan bahan penyadartahuan dan kampanye yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan dapat menambah wawasan untuk bertindak dan berinisiatif dalam pencegahan Karhutla secara professional.
6. Sasaran Pelatihan
Setelah selesai mengikuti pelatihan ini para peserta dapat:
a. Menjelaskan program pelatihan;
b. Menjelaskan Peran MPA dalam Pencegahan Karhutla;
c. Menjelaskan Dasar-dasar Karhutla;
d. Menjelaskan Teknik Pencegahan Karhutla
e. Melakukan Teknik kampanye Pencegahan Karhutla 7. Kelompok Sasaran Pelatihan
a. Jumlah peserta: paling banyak 30 orang per kelas dengan representasi laki-laki dan perempuan secara proposional, dan jika dimungkinkan terdapat representasi minimal 30 % dari salah satu jenis kelamin
b. Asal peserta: Anggota MPA, anggota Tim Pendamping MPA
6 c. Persyaratan Peserta :
- Ditugaskan oleh pimpinan MPA bagi anggota MPA, atau ditugaskan oleh Kepala Desa/Lurah bagi Tim Pendamping Desa.
- Sehat Jasmani dan rohani.
- Melengkapi persyaratan administrasi.
- Memahami dan dapat menggunakan jaringan internet untuk mengunduh dan mengunggah materi pembelajaran.
8. Pengajar/Instruktur a. Persyaratan Pengajar:
- Menguasai materi yang akan diajarkan dan memiliki pengalaman dan wawasan yang luas dalam bidang mata pelatihan yang diajarkan;
- Menguasai dan mampu menerapkan metodologi belajar orang dewasa;
- Menguasai metode pembelajaran jarak jauh (e-Learning) dan penyiapan materinya.
- Mampu mengevaluasi dan memberikan rekomendasi terhadap hasil pembelajaran
- Memiliki sensivitas gender dalam kegiatan pelatihan b. Asal Pengajar
- Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
- Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan
- Nara sumber yang kompeten dari Pihak lain yang relevan dengan materi yang diajarkan.
9. Tempat Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan dengan sekretariat di Pusat Diklat SDM LHK, Balai Diklat Kehutanan atau tempat lain yang memenuhi persyaratan penyelenggaraan e-learning. Tempat pembelajaran peserta dilakukan ditempat domisili masing-masing peserta baik perorangan maupun berkelompok ditempat yang representatif. Materi pelatihan disiapkan oleh pengampu mata pelatihan dan disebarluaskan oleh Pusat Diklat SDM LHK, Balai Diklat LHK atau pihak lain yang memenuhi syarat dan ditunjuk oleh Pusat Diklat SDM LHK.
10. Waktu Pelatihan :
Pelatihan dilaksanakan selama 40 jam pelatihan (JP) @45 menit, yang terdiri dari 13 JP Teori dan 27 JP Praktik.
7 11. Peralatan dan Bahan Pelatihan
a. Kebutuhan Peserta Pelatihan : Perlengkapan alat tulis menulis; Materi ajar (PDF, Powerpoint dan Video); Panduan pelatihan dan panduan praktik (PDF); WIFI atau paket data (quota) internet; smart phone atau komputer (desktop atau laptop); peralatan dan bahan praktik mandiri.
b. Ruang Fasilitator/Tutor/Widyaiswara : Papan tulis dan spidol; Komputer dan LCD projector; Flipchart; Kertas plano, perangkat komunikasi digital audio dan visual jarak jauh.
c. Untuk Praktik mandiri : Komputer/laptop atau smartphone dengan aplikasi yang mendukung penyusunan desain bahan kampanye.
d. Penyelenggara : Sistem e-learning sesuai dengan metode pembelajaran
12. Daftar Mata Pelatihan
No. Mata Pelatihan Jam Pelatihan
Teori (T) Praktik (P) Jumlah
1. Penjelasan Program Pelatihan 1 1 2
2. Peran MPA dalam Pencegahan Karhutla
2 4 6
3. Dasar-dasar Karhutla 3 7 10
4. Teknik Pencegahan Karhutla 3 7 10
5. Teknik kampanye Pencegahan Karhutla
3 9 12
JUMLAH 12 28 40
8 13. Silabus Pelatihan Teknik Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Bagi Masyarakat Peduli Api (MPA)
No Mata
Pelatihan
JP Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan a. Metoda
b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML
1. Penjelasan Program Pelatihan
1 1 2 Setelah mengikuti mata pelatihan, peserta dapat : 1. MenjelaskanProgram
Pelatihan e-learning;
2. Menjelaskan tata cara pembelajaran e-learning.
1. Program Pelatihan e- learning
2. Tata cara pembelajaran e- learning
a. Pemutaran Video, Live Chat b. Video penjelasan program,
Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet dan sistem e-learning.
- Panduan
penyelenggaraan pelatihan
2. Peran MPA dalam Pencegahan Karhutla
2 4 6 Setelah mengikuti mata pelatihan, peserta dapat : 1. Menjelaskan organisasi MPA 2. Menjelaskan partisipasi MPA dalam pencegahan Karhutla.
1. Organisasi MPA 2. Partisipasi MPA
dalam pencegahan Karhutla.
a. Download bahan ajar, Belajar Mandiri, Konsultasi, Pemutaran Video Tutorial, Live Chat.
b. Bahan Ajar/Modul
Elektronik, Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, sistem e-learning.
- P.32/Menlhk/Setjen/K um.1/3/2016 Tentang Pengendalian
Kebakaran Hutan Dan Lahan.
3. Dasar-dasar
Karhutla 3 7 10 Setelah mengikuti mata pelatihan, peserta :
1. Dapat menjelaskan Segitiga api 2. Dapat menjelaskan Perilaku api 3. Menjelaskan Tipe Karhutla 4. Mampu membuat sketsa tipe-
tipe Karhutla.
1. Segitiga api 2. Perilaku api 3. Tipe kebakaran 4. Membuat sketsa
tipe-tipe Karhutla.
a. Download bahan ajar, Belajar Mandiri, Konsultasi, Pemutaran Video Tutorial, Live Chat, penugasan.
b. Bahan Ajar/Modul
Elektronik, Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, sistem e-learning.
- Pengendalian Kebakaran Hutan (Forest Fire Management)
- Suprayitno Lailan Syaufina, School of Environmental Conservation and Ecotourism
Management, Bogor 2009.
- Booklet Pengendalian Karhutla. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM LHK, Jakarta 2018.
9
No Mata
Pelatihan
JP Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan a. Metoda
b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML
4. Teknik Pencegahan Karhutla
3 7 10 Setelah mengikuti mata pelatihan, peserta:
1. Dapat menjelaskan Prinsip Pencegahan Karhutla
2. Dapat menjelaskan Pencegahan Karhutla dari Faktor Manusia 3. Dapat menjelaskan Pencegahan
Karhutla dari Faktor Bahan Bakar
4. Dapat menjelaskan Pencegahan Karhutla dari Faktor Sumber Panas
5. Mampu membuat ringkasan meteri prinsip pencegahan Karhutla
1. Prinsip Pencegahan Karhutla
2. Pencegahan Karhutla dari Faktor Manusia 3. Pencegahan
Karhutla dari Faktor Bahan Bakar 4. Pencegahan
Karhutla dari Faktor Sumber Panas 6. Membuat ringkasan
meteri prinsip pencegahan Karhutla
a. Download bahan ajar, Belajar Mandiri, Konsultasi, Pemutaran Video Tutorial, Live Chat, penugasan.
b. Bahan Ajar/Modul
Elektronik, Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, sistem e-learning.
-
Teknik kampanye Pencegahan Karhutla
3 9 12 Setelah mengikuti mata pelatihan, peserta:
1. Dapat menjelaskan Metode kampanye.
2. Dapat menjelaskan materi kampanye.
3. Dapat menjelaskan media kampanye
4. Mampu menyusun materi kampanye.
1. Metode kampanye.
2. Materi Kampanye 3. Media kampanye.
4. Menyusun materi kampanye.
a. Download bahan ajar, Belajar Mandiri, Konsultasi, Pemutaran Video Tutorial, Live Chat, praktik
b. Bahan Ajar/Modul
Elektronik, Video Tutorial, Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, sistem e-learning.
- Penyusunan Bahan Sosialisasi/Diseminasi.
Burhanudin JP dan Ani Marianah. Pusat Diklat SDM LHK, Bogor 2012
- Metoda, Materi, Dan Media Penyuluhan.
Burhanudin JP, Agus Wiyanto, Pusat Diklat SDM LHK, Bogor 2019
JUMLAH 12 28 40
Plt. KEPALA PUSAT
SUDAYATNA
NIP. 19600610 198703 1 001