• Tidak ada hasil yang ditemukan

K E P U T U S A N KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 180 /Dik/PEPE/Dik-2/8/2020 T E N T A N G

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "K E P U T U S A N KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 180 /Dik/PEPE/Dik-2/8/2020 T E N T A N G"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

K E P U T U S A N

KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 180 /Dik/PEPE/Dik-2/8/2020

T E N T A N G KURIKULUM PELATIHAN AUDITOR LINGKUNGAN HIDUP

KEPALA PUSAT

Menimbang: a. Bahwa dalam rangka peningkatan kompetensi Auditor Lingkungan Hidup dapat dilakukan melalui Pelatihan Auditor Lingkungan Hidup;

b. bahwa dalam rangka menstandarisasi pelaksanaan pelatihan Auditor Lingkungan Hidup, perlu ditetapkan kurikulum yang menjadi acuan pelatihan Auditor Lingkungan Hidup;

c. bahwa untuk tercapainya tujuan pada huruf a dan b, perlu ditetapkan kurikulum pelatihan Auditor Lingkungan Hidup dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 140), Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

2. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2013 tentang Audit Lingkungan Hidup (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 373);

3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/MenLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 713);

4.Permen LHK P.53/2015 Tentang Tata Cara Memperoleh Akreditasi Lembaga Pelaksana Pendidikan Dan Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup Dan Kehutanan

5. Peraturan Menteri...

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

(2)

5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

6. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM No. P11/P2SDM/SET/DIK.2/2017, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

7. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM No. P.3/P2SDM/SET/OTL-0/4/2020 tentang Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan HIdup dan Kehutanan dengan Metode Jarak Jauh Secara Elektronik

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN AUDITOR LINGKUNGAN HIDUP

KESATU : Kurikulum Pelatihan Auditor Lingkungan Hidup sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;

KEDUA : Kurikulum sebagaimana diktum KESATU digunakan sebagai acuan dalam penyampaian materi Pelatihan Auditor Lingkungan Hidup;

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bogor

Pada tanggal : 19 Agustus 2020 Plt. KEPALA PUSAT,

MARIANA LUBIS

NIP. 19621112 199101 2 001

(3)

Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 180 /Dik/PEPE/Dik-2/8/2020

Tanggal : 19 Agustus 2020

1. Nama Pelatihan : Auditor Lingkungan Hidup 2. Jenjang Pelatihan: Dasar

3. Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan audit lingkungan hidup sebagai salah satu alat pengelolaan lingkungan hidup, khususnya terkait dengan audit terhadap status penaatan penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundangan lingkungan hidup.

Di sisi lain, audit lingkungan hidup merupakan salah satu upaya proaktif perusahaan untuk perlindungan lingkungan yang akan membantu meningkatkan kinerja operasional perusahaan terhadap lingkungan, dan pada akhimya dapat meningkatkan citra positif perusahaan. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan yang melatar belakangi audit lingkungan hidup sebagai dasar evaluasi. Agar evaluasi dapat berjalan dengan efektif, kebutuhan auditor lingkungan hidup juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dimana seorang auditor lingkungan hidup berkewajiban mempunyai sertifikasi kompetensi.

Amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri LH Nomor 03 Tahun 2013 tentang Audit Lingkungan Hidup bertujuan memberikan pedoman pelaksanaan sertifikasi kompetensi auditor lingkungan hidup dan audit lingkungan hidup. Disamping itu, peraturan ini juga mengatur mengenai kompetensi auditor lingkungan hidup, tata laksana audit lingkungan hidup serta pembinaan dan pengawasan.

Auditor lingkungan hidup meliputi auditor lingkungan hidup perorangan atau auditor lingkungan hidup yang tergabung dalam lembaga penyedia jasa audit lingkungan hidup. Auditor lingkungan hidup dikelompokkan menjadi auditor utama dan auditor, masing-masing wajib memiliki sertifikat kompetensi auditor lingkungan hidup.

4. Deskripsi Singkat Pelatihan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengatahuan keterampilan dan sikap dalam peserta mempersiapkan dan merencanakan audit Lingkungan Hidup, mengorganisasikan pertemuan, melaksanakan dan melaporkan Audit Lingkungan Hidup.

Proses pembelajaran pada pelatihan ini dilaksanakan secara partisipatif

dengan prinsip pembelajaran orang dewasa, dengan menggunakan metode

klasikal, blended learning, atau pure e-learning. Penyampaian materi

pembelajaran dilaksanakan secara synchronous (live chat, video

(4)

conference, ceramah, dinamika kelompok, curah pendapat, studi kasus, presentasi dan praktik lapangan) maupun asynchronous (pemutaran video tutorial, modul/bahan ajar elektronik, penugasan, forum diskusi).

Materi pelatihan terdiri dari 60 Jam Pelatihan (JP) yang terdiri dari 32 JP pengetahuan dan 28 JP keterampilan (yang terdiri dari praktik kelas dan praktik lapangan).

Untuk mengetahui hasil belajar dilakukan evaluasi terhadap mata pelatihan teori melalui ujian komprehensif. Untuk materi praktik evaluaisi dilakukan dengan pengamatan dan unjuk kerja.

5. Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat melakukan evaluasi untuk menilai ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

6. Sasaran Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan peserta dapat:

a. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) b. Mempersiapkan Audit Lingkungan Hidup

c. Merencanakan Audit Lingkungan Hidup d. Mengorganisasikan Pertemuan

e. Melaksanakan Audit Lingkungan Hidup Lapangan f. Melaporkan Audit Lingkungan Hidup

7. Kelompok Sasaran Pelatihan

a. Jumlah peserta: paling banyak 40 orang per kelas;

b. Persyaratan Peserta:

1) Latar belakang pendidikan minimal S1 seluruh disiplin ilmu; dan

2) Memiliki pengalaman kerja di bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup minimal 2 (dua) tahun; dan

3) Telah mengikuti minimum 2 (dua) jenis diklat teknis Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada bidang air dan air limbah; udara dan emisi; B3; limbah B3; penyusun analisis mengenai dampak lingkungan; konservasi sumber daya alam; pengendalian kerusakan hutan dan lahan; manajemen lingkungan; dan/atau teknis lainnya, dalam 5 (lima) tahun terakhir yang dibuktikan dengan Sertifikat Pelatihan Lingkungan. (Sesuaikan dg draf revisi Permen 03)

8. Tempat Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan di Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Balai Diklat LHK dan/atau Lembaga yang telah terakreditasi atau tempat lain yang representatif:

9. Pengajar

a. Persyaratan Pengajar:

1) Widyaiswara yang memiliki sertifikat TOT Audit Lingkungan Hidup;

dosen atau praktisi yang memiliki pengalaman mengajar di bidang

audit LH minimal 5 (lima) tahun

(5)

2) Memiliki pengalaman kerja di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan minimal 5 (lima) tahun, dan

3) Untuk metodologi dan teknik audit lingkungan hidup harus bersertifikat kompetensi dengan kualifikasi auditor utama dan/atau berpengalaman paling sedikit 3 kali melakukan audit lingkungan hidup.

b. Asal Pengajar:

- Widyaiswara Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan - Instansi/lembaga lain yang terkait

10. Waktu Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan selama 60 JP @ 45 menit, dengan perbandingan Pengetahuan (P) 32 JP dan Keterampilan (K) 28 JP.

11. Peralatan dan Bahan Pelatihan:

a. Untuk kebutuhan peserta: Alat tulis menulis, bahan ajar, hand out, slide presentasi, papan nama.

b. Untuk ruang kelas: Papan tulis/whiteboard, spidol, komputer/laptop, printer, LCD, layar LCD, kertas flipchart, sound system.

c. Untuk praktik: Seperangkat komputer/laptop, alat perekam gambar/suara, ATK, media penyimpan data, buku catatan, APD.

12. Daftar Mata Pelatihan

NO UNIT KOMPETENSI KODE UNIT

PERKIRAAN WAKTU PELATIHAN (JP)

Pengetahuan Keterampilan Jumlah A KELOMPOK UNIT

KOMPETENSI

1. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)

M.712020.001.01

1.5 0.5 2

2. Mempersiapkan Audit Lingkungan Hidup

M.749090.002.01

3.5 1.5 5

3. Merencanakan Audit Lingkungan Hidup

M.749090.003.01

5.5 2.5 8

4.

Mengorganisasikan

Pertemuan M.749090.004.01

1.5 0.5 2

5.

Melaksanakan Audit Lingkungan Hidup Lapangan

M.749090.005.01

5.5 2.5 8

6.

Melaporkan Audit Lingkungan Hidup

M.749090.006.01

4 1.5 5.5

Jumlah I 21.5 9 30.5

B. On the Job Training

1. Praktek melakukan audit - 18 18

Jumlah II 18 18

(6)

NO UNIT KOMPETENSI KODE UNIT

PERKIRAAN WAKTU PELATIHAN (JP)

Pengetahuan Keterampilan Jumlah C KELOMPOK NON-UNIT

KOMPETENSI

1. 1.Bina Suasana Pelatihan dan Internalisasi Nilai- Nilai Revolusi Mental

- 1 - 1

2. 2.Kebijakan Audit

Lingkungan Hidup - 3 - 3

3. Norma dan Standar Audit dan Auditor Lingkungan

Hidup - 1 - 1

4. Prinsip Manajemen Risiko SNI ISO 31000 dan Teknik Penilaian Risiko SNI ISO 31010

- 2 - 2

5. Prinsip Penerapan Standar SML SNI ISO14001, SMK3 SNI ISO 45001, dan

Process Safety

Management (OHSA-3132)

- 2 - 2

6. Teknik Komunikasi Lisan - 0.5 0.5 1

7. Teknik & Keterampilan

Menulis - 1 0.5 1.5

Jumlah III 10.5 1.0 11.5

Jumlah I s/d III 32 28 60

(7)

10. Silabus Pelatihan Auditor Lingkungan Hidup

A. Kelompok Unit Kompetensi

A.1. Unit Kompetensi : Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) Kode Unit : M.712020.001.01

Durasi Pembelajaran : 2 Jp @45 menit (1.5 Jp P; 0.5 Jp K)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA UNJUK

KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM

PELATIHAN Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1. Mengidentifikas

i potensi bahaya dan kondisi darurat

1.1 Pelaksanaan prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) termasuk potensi bahaya risiko dan kondisi darurat yang mungkin terjadi

diidentifikasi.

 Dapat menjelaskan jenis-jenis bahaya, tingkat risiko, dan kondisi

kedaruratan terkait K3L yang

potensial dan umum terjadi di tapak kegiatan usaha dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi)

 Dapat menjelaskan cara

mengidentifikasi jenis-jenis bahaya, risiko, tingkat resiko, dan kondisi kedaruratan terkait K3L yang

potensial dan umum terjadi di tapak kegiatan usaha dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi) atau melalui pengisian JSA (job safety analysis)

 Mampu mengidentifikasi jenis-jenis bahaya, risiko, tingkat resiko, dan kondisi kedaruratan terkait K3 yang potensial dan umum terjadi di tapak kegiatan usaha dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi) atau melalui pengisian JSA (job safety analysis)

 Harus teliti dan cermat dalam mengidentifikasi sumber bahaya, potensi, dan risiko di tempat lingkungan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

 Bahaya, Risiko dan Kedaruratan K3L saat melaksanakan audit lingkungan di tapak kegiatan usaha auditi

 Cara mengidentifikasi jenis-jenis bahaya, risiko, tingkat resiko, dan kondisi

kedaruratan terkait K3L yang potensial dan umum terjadi di tapak kegiatan usaha dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi) atau melalui pengisian JSA (job safety analysis)

 Prinsip ISO45001 OHSMS/SMK3

Mengidentifikasi jenis-jenis bahaya, risiko, tingkat resiko, dan kondisi kedaruratan terkait K3L yang potensial dan umum terjadi di tapak kegiatan usaha dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi) atau melalui pengisian JSA (job safety analysis).

Teliti dan cermat dalam

mengidentifikasi sumber bahaya, potensi, dan risiko di tempat lingkungan kerja sesuai ketentuan yang berlaku

20

menit -

1.2 Alat Pelindung Diri (APD) disiapkan.

 Dapat menjelaskan beragam jenis dan fungsi dari alat pelindung diri (APD) sesuai jenis dan tingkatan bahaya dan risiko K3L di tapak kegiatan usaha

Ragam jenis dan fungsi APD serta cara penggunaannya sesuai jenis dan

Menyiapkan dan menggunakan beragam jenis dan fungsi APD sesuai

Teliti, cermat, dan disiplin dalam menentukan

(8)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA UNJUK

KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM

PELATIHAN Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K dilakukannya audit lingkungan hidup

(auditi)

 Dapat menjelaskan cara penggunaan yang benar dari beragam alat

pelindung diri (APD) sesuai dengan ketentuan.

 Mampu mengidentifikasi jenis alat pelindung diri (APD) yang tepat dan sesuai jenis dan tingkatan bahaya dan risiko K3L, serta mampu

menggunakannya dengan benar sesuai dengan ketentuan.

 Harus teliti, cermat, dan disiplin dalam menentukan alat pelindung diri yang tepat sesuai dengan jenis dan tingkatan bahaya dan risiko K3L di tapak kegiatan usaha dilakukan-nya audit lingkungan hidup.

tingkatan bahaya dan risiko K3L di tapak kegiatan usaha dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi)

jenis dan

tingkatan bahaya dan risiko K3L di tapak kegiatan usaha

dilakukannya audit lingkungan hidup (auditi)

alat pelindung diri yang tepat sesuai dengan jenis dan tingkatan bahaya dan risiko K3 di tapak kegiatan usaha

dilakukannya audit

lingkungan hidup.

15

menit 15 menit

2. Melaksanakan

prosedur K3L. 2.1 Prosedur K3L dilakukan mempertimbang kan jenis pekerjaan dan kondisi tempat kerja.

 Dapat menjelaskan prosedur umum K3L yang terkait bahaya dan risiko K3L dari pekerjaan audit lapangan pada beragam proses dan kegiatan di tapak kegiatan usaha auditi.

 Mampu menerapkan prosedur umum K3L dengan benar dalam

melaksanakan pekerjaan audit lapangan di tapak kegiatan usaha auditi.

 Harus disiplin dan konsisten dalam menerapkan prosedur K3L dalam melaksanakan pekerjaan audit lapangan di tapak kegiatan usaha auditi sesuai ketentuan yang berlaku.

Prosedur umum K3L yang terkait bahaya dan risiko K3L dari pekerjaan audit lapangan pada beragam proses dan kegiatan di tapak kegiatan usaha auditi.

Menerapkan prosedur umum K3L yang terkait bahaya dan risiko K3L dari

pekerjaan audit lapangan di tapak kegiatan usaha auditi.

 Disiplin dan konsisten dalam menerapkan prosedur K3L dalam

melaksanaka n pekerjaan audit lapangan di tapak kegiatan usaha auditi sesuai ketentuan yang berlaku.

15

menit -

(9)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA UNJUK

KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM

PELATIHAN Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 2.2 Penanganan

terhadap kondisi darurat yang terjadi dilakukan sesuai dengan prosedur

 Dapat menjelaskan prinsip umum pengendalian keadaan darurat K3L, dan peran serta tindakan yang harus dilakukan sesuai kapasitas dan prosedur berlaku dalam beragam jenis kondisi kedaruratan K3L yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

 Mampu melaksanakan peran dan tindakan yang harus dilakukan sesuai kapasitas dan prosedur berlaku dalam beragam jenis kondisi kedaruratan K3L yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

 Harus disiplin dan konsisten dalam melaksanakan peran dan tindakan sesuai kapasitas dan prosedur berlaku dalam beragam jenis kondisi

kedaruratan K3L yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi sesuai ketentuan yang berlaku.

 Prinsip umum pengendalian keadaan darurat K3L.

 Peran dan tindakan yang harus dilakukan sesuai kapasitas dan prosedur berlaku dalam beragam jenis kondisi

kedaruratan K3L yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

 Melaksanakan peran dan tindakan sesuai kapasitas dan prosedur berlaku dalam beragam jenis kondisi kedaruratan K3L yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

Disiplin dan konsisten dalam

melaksanakan peran dan tindakan sesuai

kapasitas dan prosedur berlaku dalam beragam jenis kondisi kedaruratan K3L yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

15 menit -

2.3 Setiap kejadian yang

membahayakan K3

didokumentasik an sebagai bahan evaluasi.

 Dapat menjelaskan cara

mendokumentasikan kejadian yang membahayakan keamanan dan keselamatan Tim Audit, yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

 Mampu mendokumentasikan kejadian yang membahayakan keamanan dan keselamatan Tim Audit, yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha Auditi.

 Harus cermat dalam mendokumen- tasikan kejadian yang membahaya- kan keamanan dan keselamatan Tim Audit, yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi sesuai

ketentuan yang berlaku.

Cara

mendokumentasika n kejadian yang membahayakan keamanan dan keselamatan Tim Audit, yang

potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

Mendokumentasik an kejadian yang membahayakan keamanan dan keselamatan Tim Audit, yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi.

Cermat dalam mendokumenta sikan kejadian yang

membahayaka n keamanan dan

keselamatan Tim Audit, yang potensial terjadi di tapak kegiatan usaha auditi sesuai ketentuan yang berlaku.

10

menit 15 menit

(10)

A.2. Unit Kompetensi : Mempersiapkan Audit Lingkungan Hidup Kode Unit : M.749090.002.01

Durasi Pembelajaran : 5 Jp @45 menit (3.5 Jp P; 1.5 Jp K) ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K

1. Mengidentifi kasi informasi awal

1.1 Masalah pokok audit lingkungan diidentifikasi

 Dapat menjelaskan ragam dan jenis umum proses bisnis dari kegiatan/usaha

 Dapat menjelaskan jenis bahaya, risiko, sumber risiko, dan risiko tinggi lingkungan dari kegiatan/

usaha

 Dapat menjelaskan prinsip dan proses umum pelaksanaan audit lingkunganhidup

 Dapat menjelaskan rumusan masalah pokok yang melatar belakangi dilaksanakannya audit lingkungan

 Mampu mengidentifikasi, menyaring, menganalisa, dan mengevaluasi masalah pokok audit lingkungan.

 Harus mengidentifikasi dan menganalisa masalah pokok audit lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Ragam dan jenis umum proses bisnis kegiatan/usaha

 Jenis bahaya, risiko, sumber risiko, dan risiko tinggi

lingkungan dari kegiatan/usaha

 Prinsip dan proses umum pelaksanaan audit lingkungan hidup

Mengidentifikasi, menyaring, menganalisa, dan mengevaluasi masalah pokok audit lingkungan

Mengidentifika si masalah pokok audit lingkungan sesuai

ketentuan yang berlaku.

45

menit 15 menit

1.2 Keluasan lingkup audit diidentifikasi.

 Dapat menjelaskan cara mengidentifikasi keluasan lingkup audit lingkungan (tapak kegiatan, organisasi,

proses/fasilitas, rentang waktu kajian, fokus audit, objek/ para- meter lingkungan yang akan diaudit)

 Mampu mengidentifikasi keluasan lingkup audit lingkungan (misal: melalui evaluasi dokumen hasil

penilaian risiko lingkungan oleh auditi melalui dokumen)

Cara mengidentifikasi keluasan lingkup audit lingkungan hidup

Mengidentifikasi keluasan lingkup audit lingkungan hidup

Cermat dan teliti dalam mengidentifika si keluasan lingkup audit lingkungan sesuai

ketentuan yang berlaku.

15 menit

- menit

(11)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K

 Harus cermat dan teliti dalam mengidentifikasi keluasan lingkup audit lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

1.3 Ketersediaan informasi audit diidentifikasi

 Dapat menjelaskan ragam jenis dan ketersediaan data dan informasi, termasuk lokasinya, yang relevan dengan pokok masalah dan keluasan lingkup audit lingkungan

 Mampu mengidentifikasi ragam jenis dan ketersediaan data dan informasi, termasuk lokasinya, yang relevan dengan pokok masalah dan keluasan lingkup audit lingkungan

 Harus cermat dan teliti dalam mengidentifikasi ragam jenis dan ketersediaan data dan informasi yang relevan dengan pokok masalah dan keluasan lingkup audit lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Ragam jenis data dan informasi, termasuk lokasinya, yang relevan dengan pokok masalah dan

keluasan lingkup audit lingkungan

 Aspek teknis pengelolaan pencemaran

lingkungan (overview) sesuai pokok masalah audit.

Mengidentifikasi ragam jenis dan ketersediaan data dan informasi audit yang relevan.

Cermat dan teliti dalam mengidentifika si ragam jenis dan

ketersediaan data dan informasi sesuai

ketentuan yang berlaku.

15

menit 15 menit

2. Melakukan konfirmasi kecukupan informasi

2.1 Komunikasi awal dengan auditi tentang kecukupan informasi dilakukan.

 Dapat menjelaskan ragam jenis dan penggunaan media komuni- kasi yang umum digunakan Auditi

 Dapat menjelaskan teknik berkomunikasi yang efektif dengan Auditi.

 Dapat menjelaskan cara menilai tingkat kecukupan informasi yang dibutuhkan dalam audit lingkungan

 Mampu melakukan komunikasi secara efektif tentang kecukupan informasi yang dibutuhkan dalam audit lingkungan.

 Harus melakukan komunikasi

 Ragam jenis media komunikasi

 Teknik komunikasi efektif.

Melakukan

komunikasi secara efektif sesuai dengan langkah dan urutan yang benar.

Melakukan komunikasi dengan efektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

10 menit

- menit

(12)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K dengan efektif sesuai dengan

ketentuan yang berlaku.

2.2 Kunjungan pendahuluan dilaksanakan sesuai tingkat kompleksitas usaha dan/atau kegiatan.

 Dapat menjelaskan tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan saat kunjungan pendahuluan

 Dapat menjelaskan cara melakukan kunjungan pendahuluan sesuai dengan kompleksitas kegiatan/usaha Auditi dan tingkat risiko dan dampak lingkungan.

 Mampu melakukan kunjungan pendahuluan sesuai dengan tingkat kompleksitas kegiatan/

usaha Auditi dan tingkat risiko dan dampak lingkungan.

 Harus melakukan kunjungan pendahuluan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Tujuan dan kegiatan kunjungan

pendahuluan.

 Cara melakukan kunjungan

pendahuluan sesuai kompleksitas

kegiatan/usaha Auditi dan tingkat risiko dan dampak lingkungan.

Melaksanakan kunjungan pendahuluan sesuai

kompleksitas kegiatan/usaha Auditi dan tingkat risiko dan dampak lingkungan.

Melakukan kunjungan pendahuluan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

15

menit 10 menit

2.3 Informasi awal objek audit dikonfirmasi kepada Auditi

 Dapat menjelaskan ragam jenis informasi awal objek audit yang perlu dikonfirmasi kepada Auditi (misal: metode dan hasil

penilaian risiko, proses yang menjadi sumber risiko tinggi lingkungan, histori kejadian abnormal dan kedaruratan, dll)

 Dapat menjelaskan cara

mengkonfirmasi informasi awal objek audit kepada Auditi

 Mampu melakukan konfirmasi informasi awal objek audit kepada Auditi

 Harus melakukan konfirmasi informasi awal objek audit sesuai ketentuan yang berlaku.

 Ragam jenis

informasi awal objek audit yang perlu dikonfirmasi kepada Auditi

 Cara mengkonfirmasi informasi awal objek audit kepada Auditi

Melakukan konfirmasi informasi awal objek audit kepada Auditi

Melakukan konfirmasi informasi awal objek audit kepada Auditi sesuai

ketentuan yang berlaku.

20

menit - menit

(13)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 3. Menetapkan

kelayakan

pelaksanaan audit lingkungan hidup

3.1 Informasi awal objek audit ditelaah.

 Dapat menjelaskan cara menelaah informasi awal objek audit.

 Mampu menelaah informasi awal objek audit, termasuk

karakteristik dan tingkat risiko data dan informasi Auditi (jumlah, derajat kepercayaan, cut-off, kelengkapan, dll).

 Harus cermat dan teliti dalam menelaah informasi awal objek audit sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara menelaah informasi awal objek audit.

Menelaah informasi awal objek audit.

Cermat dan teliti dalam menelaah informasi awal objek audit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

20 menit

15 menit

3.2 Kelayakan pelaksanaan audit

ditetapkan.

 Dapat menjelaskan kriteria dan cara menetapkan kelayakan pelaksanaan audit (ketersediaan data dan informasi, kecukupan waktu, kerjasama yang baik dengan auditi)

 Mampu menetapkan kelayakan pelaksanaan audit.

 Harus menetapkan kelayakan pelaksanaan audit sesuai ketentuan yang berlaku.

Kriteria kelayakan pelaksanaan audit (ketersediaan informasi teknis, kecukupan waktu, kerjasama yang baik dengan auditi)

Menetapkan kelayakan

pelaksanaan audit.

Menetapkan kelayakan pelaksanaan audit sesuai ketentuan yang berlaku.

10

menit 10 menit

(14)

A.3. Unit Kompetensi : Merencanakan Audit Lingkungan Hidup Kode Unit : M.749090.003.01

Durasi Pembelajaran : 8 Jp @45 menit (5.5 Jp P; 2.5 Jp K)

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1. Menginven-

tarisasi kebutuhan perencanaan audit

lingkungan hidup

1.1 Tujuan dan lingkup audit lingkungan hidup ditetapkan sesuai pokok

permasalahan audit.

 Dapat menjelaskan cara merumuskan dan menetapkan tujuan dan lingkup audit sesuai jenis audit, karakteristik audit, dan pokok permasalahan audit lingkungan

 Dapat menjelaskan cara merumuskan dan menetapkan risiko tinggi lingkungan yang menjadi lingkup dan fokus audit untuk audit lingkungan berkala risiko tinggi.

 Mampu merumuskan dan menetapkan tujuan dan lingkup audit lingkungan hidup sesuai jenis audit, karakteristik audit, dan pokok permasalahan audit lingkungan.

 Mampu merumuskan dan menetapkan risiko tinggi

lingkungan yang menjadi lingkup dan fokus audit untuk audit berkala risiko tinggi.

 Harus merumuskan dan

menetapkan tujuan, lingkup, dan risiko tinggi audit lingkungan hidup sesuai jenis audit, karakteristik audit, dan pokok permasalahan audit lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Cara merumuskan dan menetapkan tujuan audit berdasarkan jenis audit, karaketeristik audit, dan pokok permasalahan audit

 Cara merumuskan dan menetapkan lingkup audit (organisasi, tapak, pihak yang

berkepentingan, terlibat, proses, horizon waktu, topik/isu/komponen lingkungan, klasifikasi temuan dan prioritas, rekomendasi)

 Cara merumuskan dan menetapkan risiko tinggi lingkungan yang menjadi lingkup dan fokus audit untuk audit lingkungan berkala risiko tinggi.

(catatan: untuk audit risiko tinggi, ada

perbedaan tujuan audit sebelum dan setelah memiliki manajemen risiko)

Merumuskan dan menetapkan tujuan, lingkup, dan risiko tinggi audit lingkungan hidup sesuai jenis audit,

karakteristik audit, dan pokok permasalahan audit.

Merumuskan dan

menetapkan tujuan, lingkup, dan risiko tinggi audit lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

60 menit

30 menit

(15)

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1.2 Kriteria audit

lingkungan hidup dirumuskan.

 Dapat menjelaskan cara mengidentifikasi dan memilih kriteria audit lingkungan yang relevan dengan pokok

permasalahan audit dan risiko lingkungan (peraturan, standar, best environmental practices, dan SOP internal).

 Dapat menjelaskan cara

menganalisis, merumuskan, dan menetapkan persyaratan yang relevan dari kriteria audit lingkungan yang dipilih.

 Mampu mengidentifikasi, memilih, menganalisis, merumuskan, dan menetapkan kriteria audit berikut persyaratan yang relevan sesuai pokok permasalahan audit dan risiko lingkungan

 Harus mengidentifikasi, memilih, menganalisis, merumuskan, dan menetapkan kriteria audit lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

 Peraturan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan risiko K3 dan lingkungan, dan pengelolaan

kedaruratan/ bencana K3 dan lingkungan yang sesuai dengan jenis audit dan pokok permasalahan audit.

 Standar Manajemen Risiko (ISO31000), Standar Teknik Penilaian Risiko (ISO31010), SML (ISO140001), OHSMS /SMK3 (ISO45001), Standar Process Safety Management (PSM)

Best environmental practices dan sistem kendali operasi (SOP) perusahaan yang terkait dengan penge- lolaan risiko lingkung- an dan pengelolaan kedaruratan/ bencana K3 dan lingkungan, sesuai dengan pokok permasalahan audit.

Mengidentifikasi, memilih,

menganalisis, merumuskan, dan menetapkan kriteria audit berikut

persyaratan yang relevan sesuai pokok

permasalahan audit dan risiko lingkungan

Mengidentifika si, memilih, menganalisis, merumuskan, dan

menetapkan kriteria audit lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

30

menit 15 menit

1.3 Tim audit lingkungan hidup ditetap-kan peran dan tanggung jawabnya sesuai bidang

keahliannya.

 Dapat menjelaskan cara meng- identifikasi dan menganalisis bidang keahlian teknis dan tingkat kompetensi Auditor yang dibutuhkan untuk pelaksanaan audit lingkungan sesuai tujuan, lingkup, dan pokok permasalahan dari sektor kegiatan/usaha yang diaudit.

 Cara mengidentifikasi dan menganalisis bidang keahlian teknis dan tingkat

kompetensi Auditor yang dibutuhkan untuk pelaksanaan audit lingkungan

 Memilih personel tim audit lingku- ngan yang kompe- ten sesuai tujuan, lingkup dan pokok permasalah an dari sektor kegiatan/usaha yang diaudit.

Menetapkan personel tim audit berikut peran dan tanggung

jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku

(16)

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K

 Dapat menjelaskan cara memilih dan menetapkan personel tim audit lingkungan dan melakukan pembagian peran dan

tanggungjawab sesuai bidang keahlian teknis dan tingkat kompetensinya.

 Mampu memilih personel tim audit lingkungan yang kompeten sesuai tujuan, lingkup dan pokok permasalahan dari sektor

kegiatan/usaha yang diaudit

 Mampu menetapkan pembagian peran dan tanggungjawab tim audit sesuai bidang keahlian teknis dan tingkat kompetensi.

 Harus menetapkan tim audit berikut peran dan tanggung jawab nya sesuai ketentuan yang

berlaku.

sesuai tujuan, lingkup, dan pokok

permasalahan dari sektor kegiatan/usaha yang diaudit.

 Cara memilih dan menetapkan personel tim audit lingkungan dan melakukan pembagian peran dan tanggungjawab sesuai bidang keahlian teknis dan tingkat

kompetensinya.

 Menetapkan pembagian peran dan

tanggungjawab tim audit sesuai bidang keahlian teknis dan tingkat kompetensi.

20 menit

10 menit

1.4 Informasi audit lingkungan hidup ditelaah sesuai kriteria yang dirumuskan

 Dapat menjelaskan cara menapis dan memilih data dan informasi yang akan diaudit, serta

menentukan tingkat kepentingan (signifikansi) data dan informasi yang akan ditelaah berdasarkan lingkup dan kriteria audit yang telah dirumuskan, mencakup objek fisik yang akan

diperiksa/diamati, personel (internal dan eksternal) yang akan diwawancarai/dimintai keterang- an, dan informasi terdokumentasi yang akan diperiksa/diuji/

dievaluasi.

 Dapat menjelaskan metodologi dan teknik audit yang digunakan untuk mengumpulkan,

menelusuri, dan melakukan

 Cara menapis dan memilih data dan informasi yang akan diaudit, serta

menentukan tingkat kepentingan

(signifikansi) data dan informasi yang akan ditelaah, mencakup objek fisik yang akan diperiksa/diamati, personel (internal dan eksternal) yang akan diwawancarai/

dimintai keterangan, dan informasi

terdokumentasi yang akan diperiksa/diuji/

dievaluasi.

 Menapis dan memilih data dan informasi yang akan diaudit, serta menentukan tingkat kepentingan (signifikansi) data dan informasi yang akan ditelaah.

 Mengidentifikasi dan menetapkan penggunaan metode dan teknik

pengumpulan, penelusuran,

Menelaah data dan informasi audit

lingkungan yang telah dirumuskan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

60 menit

30 menit

(17)

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K pemeriksaan/pengujian/verifikasi

data dan informasi audit sesuai lingkup dan kriteria audit yang telah dirumuskan.

 Dapat menjelaskan ragam jenis teknik penilaian risiko dan cara menganalisa hasil penilaian risiko dari kegiatan/usaha yang diaudit

 Dapat menjelaskan cara menentukan besaran cuplikan yang mewakili dan metode pencuplikan data dan informasi audit serta menyusun kerangka pencuplikan (sampling frame)

 Mampu menapis dan memilih data dan informasi yang akan diaudit, serta menentukan tingkat kepentingan (signifikansi) data dan informasi yang perlu ditelaah berdasarkan lingkup dan kriteria audit lingkungan.

 Mampu mengidentifikasi dan me- netapkan penggunaan metode dan teknik pengumpulan, penelusur- an, dan pemeriksaan/ pengujian/

verifikasi data dan informasi audit.

 Mampu menganalisa teknik penilaian risiko yang digunakan auditi berikut hasil penilaian risikonya.

 Mampu menentukan besaran cuplikan yang mewakili dan

metode pencuplikan data dan infor masi, serta menyusun kerangka pencuplikan (sampling frame).

 Harus menelaah data dan

informasi audit lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 Metodologi dan teknik audit yang digunakan untuk

mengumpulkan, menelusuri, dan melakukan

pemeriksaan/pengujia n/verifikasi data dan informasi audit.

 Ragam jenis teknik penilaian risiko dan cara menganalisa hasil penilaian risiko dari kegiatan/usaha yang diaudit

 Cara menentukan besaran cuplikan yang mewakili dan metode pencuplikan data dan informasi audit serta cara menyusun kerangka pencuplikan (sampling frame)

dan

pemeriksaan/pe ngujian/verifikas i data dan informasi audit.

 Menganalisa teknik penilaian risiko yang digunakan auditi berikut hasil penilaian risiko

 Menentukan besaran cuplikan yang mewakili dan metode pencuplikan data dan

informasi audit, serta menyusun kerangka

pencuplikan (sampling frame).

(18)

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1.5 Dokumen

kerja audit

lingkungan hidup disiapkan

 Dapat menjelaskan ragam jenis dokumen kerja audit lingkungan (protokol audit).

 Dapat menjelaskan cara menyusun dan menggunakan dokumen kerja audit (protokol) sesuai kriteria audit yang telah dirumuskan.

 Mampu menyusun dan menggunakan dokumen kerja audit lingkungan (protokol audit) sesuai kriteria audit yang telah dirumuskan.

 Harus menyusun dokumen kerja audit lingkungan (protokol audit) sesuai ketentuan yang berlaku.

 Ragam jenis dokumen kerja audit lingkungan (protokol audit)

 Cara menyusun dan menggunakan dokumen kerja audit (protokol) sesuai kriteria audit yang telah dirumuskan.

Menyusun dan menggunakan dokumen kerja audit lingkungan (protokol audit) sesuai kriteria audit yang telah dirumuskan.

Menyusun dokumen kerja audit

lingkungan (protokol audit) sesuai

ketentuan yang berlaku.

30 menit

15 menit

1.6 Jadwal

pelaksanaan audit ditetapkan sesuai tujuan dan lingkup audit yang telah ditetapkan.

 Dapat menjelaskan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan jumlah harikerja audit lapangan.

 Dapat menjelaskan cara menyusun jadwal pelaksanaan audit lapangan yang proporsional (berdasarkan tujuan, lingkup, kompleksitas dan tingkat penting persoalan).

 Mampu menetapkan jumlah harikerja audit dan menyusun jadwal waktu pelaksanaan audit lapangan yang proporsional

 Harus menetapkan jumlah harikerja audit dan menyusun jadwal pelaksanaan audit lapangan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Pertimbangan dalam menetapkan jumlah harikerja audit lapangan.

 Menyusun jadwal pelaksanaan audit lapangan yang propor- sional (berdasarkan tujuan, lingkup, kompleksitas dan tingkat penting persoalan).

Menetapkan jumlah harikerja audit lapangan dan menyusun jadwal waktu pelaksanaan audit lapangan yang proporsional

Menetapkan jumlah

harikerja audit lapangan dan menyusun jadwal waktu pelaksanaan audit lapangan yang

proporsional sesuai

ketentuan yang berlaku.

20

menit 10 menit

2. Menyusun dokumen rencana audit lingkungan hidup.

2.1 Dokumen rencana audit lingkungan hidup disusun

berdasarkan hasil inventarisasi

 Dapat menjelaskan sistematika umum dokumen rencana audit lingkungan hidup sesuai pedoman tata laksana audit lingkungan hidup

 Dapat menjelaskan konten/isi dan

 Sistematika umum dokumen rencana audit lingkungan hidup sesuai pedoman tata laksana audit lingkungan hidup

Menyusun

dokumen rencana audit lingkungan hidup

berdasarkan hasil

Menyusun dokumen rencana audit lingkungan hidup yang baik dan benar

20 menit

15 menit

(19)

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K kebutuhan

perencanaan audit lingkungan hidup.

kelengkapan materi dari setiap bab dalam dokumen rencana audit lingkungan hidup berdasarkan hasil inventarisasi kebutuhan perencanaan audit lingkungan hidup.

 Dapat menjelaskan cara menulis- kan dokumen rencana audit lingkungan yang baik dan benar

 Mampu menyusun dokumen rencana audit lingkungan hidup berdasarkan hasil inventarisasi kebutuhan perencanaan audit lingkungan hidup dan sesuai pedoman tata laksana audit lingkungan hidup.

 Harus menyusun dokumen rencana audit lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

 Konten/isi dan kelengkapan materi dari setiap bab dalam dokumen rencana audit lingkungan hidup (mencakup: latar belakang, deskripsi kegiatan, tujuan, lingkup, kriteria, risiko tinggi lingkungan, proses dan metodologi serta teknik audit, protokol audit,

lampiran pendukung)

 Teknik menuliskan dokumen rencana audit lingkungan hidup yang baik dan benar

inventarisasi kebutuhan perencanaan audit lingkungan hidup dan sesuai pedoman tata laksana audit lingkungan hidup.

sesuai

ketentuan yang berlaku.

2.2 Dokumen rencana audit dikomunikasi-kan kepada klien dan auditi.

 Dapat menjelaskan cara meng - komunikasikan dokumen rencana audit lingkungan kepada klien dan auditi.

 Mampu mengomunikasikan (presentasi) dokumen rencana audit lingkungan kepada klien dan auditi.

 Harus mengomunikasikan dokumen rencana audit

lingkungan hidup kepada klien dan auditi sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara mengomunikasi- kan dokumen rencana audit lingkungan hidup kepada auditi dan klien.

Mengomunikasi- kan dokumen rencana audit lingkungan hidup kepada klien dan auditi.

Mengomunika sikan dokumen rencana audit lingkungan hidup kepada klien dan auditi sesuai ketentuan yang berlaku.

5 menit

- menit

(20)

A.4. Unit Kompetensi : Mengorganisasikan Pertemuan Kode Unit : M.749090.004.01

Durasi Pembelajaran : 2 Jp @45 menit (1.5 Jp P; 0.5 Jp K) ELEMEN

KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1. Melakukan

persiapan pertemuan

1.1 Pokok- pokok objek pertemuan disiapkan sesuai ketentuan

 Dapat menjelaskan tata laksana dan agenda pertemuan pembuka (opening meeting) dan pertemuan penutup (closing meeting) dengan auditi.

 Dapat menjelaskan tata laksana evaluasi dokumen rencana audit lingkungan dengan klien dan pihak berkepentingan.

 Dapat menjelaskan cara menyusun objek (agenda dan materi) pertemuan pembuka dan pertemuan penutup dengan auditi.

 Dapat menjelaskan cara menyusun materi presentasi rencana audit untuk pertemuan evaluasi dokumen rencana audit lingkungan dengan klien dan pihak berkepentingan.

 Mampu menyusun objek (agenda dan materi) pertemuan pembuka (opening meeting) dan pertemuan penutup (closing meeting) dengan auditi.

 Mampu menyusun materi presentasi rencana audit untuk pertemuan evaluasi dengan klien dan pihak berkepentingan.

 Harus menyusun objek (agenda dan materi) petemuan pembuka, pertemuan penutup, dan evaluasi dokumen rencana audit

lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Tata laksana dan agenda pertemuan pembuka (opening meeting) dan

pertemuan penutup (closing meeting) dengan auditi.

 Tata laksana evaluasi dokumen rencana audit lingkungan dengan klien dan pihak

berkepentingan.

 Cara menyusun objek (agenda dan materi) pertemuan pembuka dan pertemuan penutup dengan auditi.

 Cara menyusun materi presentasi rencana audit untuk pertemuan evaluasi dokumen rencana audit lingkungan dengan klien dan pihak

berkepentingan.

 Menyusun objek (agenda dan materi) pertemuan pembuka (opening meeting) dan pertemuan penutup (closing meeting) dengan auditi.

 Menyusun materi presentasi

rencana audit untuk pertemuan evaluasi dokumen rencana audit lingkungan dengan klien dan pihak

berkepentingan.

Menyusun objek (agenda dan materi) petemuan pembuka (opening meeting), pertemuan penutup (closing meeting), dan evaluasi dokumen rencana audit lingkungan sesuai

ketentuan yang berlaku.

15 menit

- menit

(21)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1.2 Strategi

menanggapi konfirmasi dan/atau klarifikasi auditi disiapkan sesuai keperluan.

 Dapat menjelaskan cara menyiapkan strategi untuk menanggapi (lisan dan tulisan) atas pertanyaan/klarifikasi/

konfirmasi/saran masukan dari auditi, klien, dan pihak

berkepentingan terhadap dokumen rencana audit lingkungan hidup.

 Mampu melaksanakan strategi yang telah disiapkan untuk memberikan tanggapan (lisan dan tulisan) atas

pertanyaan/klarifikasi/

konfirmasi/saran masukan dari klien dan auditi terhadap dokumen rencana audit lingkungan hidup.

 Harus melaksanakan strategi untuk menanggapi (lisan dan tulisan) atas

pertanyaan/klarifikasi/

konfirmasi/saran masukan dari klien dan auditi terhadap dokumen rencana audit lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara menyiapkan strategi untuk

menanggapi (lisan dan tulisan) atas

pertanyaan/klarifikasi / konfirmasi/saran masukan dari auditi, klien, dan pihak berkepentingan terhadap dokumen rencana audit lingkungan hidup.

Melaksanakan strategi untuk memberikan tanggapan (lisan dan tulisan) atas pertanyaan/klarifi kasi/konfirmasi/sa ran masukan dari auditi, klien, dan pihak

berkepentingan terhadap dokumen rencana audit lingkungan hidup

Melaksanakan strategi untuk menanggapi (lisan dan tulisan) atas pertanyaan/kla rifikasi/

konfirmasi/sar an masukan dari klien dan auditi terhadap dokumen rencana audit lingkungan hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

10 menit

- menit

2. Melakukan pertemuan

2.1 Objek pertemuan dipresentasika n kepada auditi.

 Dapat menjelaskan cara melaksanakan pertemuan pembuka (opening) dan

pertemuan penutup (closing) audit lingkungan di lapangan kepada auditi.

 Dapat menjelaskan cara melaksanakan

presentasi/paparan dokumen rencana audit lingkungan kepada klien dan pihak berkepentingan.

 Dapat menjelaskan cara

 Cara melaksanakan pertemuan pembuka (opening) dan

pertemuan penutup (closing) audit lingkungan di lapangan kepada auditi.

 Cara melaksanakan presentasi/paparan dokumen rencana audit lingkungan

 Melaksanakan dan memimpin pertemuan

pembuka (opening) dan pertemuan penutup (closing) audit lingkungan di lapangan di hadapan auditi.

 Melaksanakan dan memimpin presentasi/papara

 Sopan, tegas dan percaya diri dalam melakukan presentasi pada pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan

15 menit

15 menit

(22)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K memimpin dan mengkoordinir tim

audit dalam memberikan tanggapan (secara lisan) atas pertanyaan/klarifikasi/konfirmasi /saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan.

 Dapat menjelaskan cara menghadapi dan mengatasi situasi ketidaksepakatan saat pertemuan penutup (closing) dengan auditi dan saat evaluasi dokumen rencana audit dengan klien dan pihak berkepentingan.

 Mampu melaksanakan dan memimpin pertemuan pembuka (opening) dan pertemuan penutup (closing) audit lingkungan di lapangan di hadapan auditi.

 Mampu melaksanakan dan memimpin presentasi/paparan dokumen rencana audit

lingkungan di hadapan klien dan pihak berkepentingan.

 Mampu memimpin dan

mengkoordinir tim audit dalam memberikan tanggapan (secara lisan) atas

pertanyaan/klarifikasi/konfirmasi /saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan.

 Mampu mengatasi situasi

ketidaksepakatan saat pertemuan penutup (closing) dengan auditi dan saat evaluasi dokumen rencana audit dengan klien dan pihak berkepentingan.

 Harus sopan, tegas dan percaya diri dalam melakukan presentasi pada pertemuan pembuka

kepada klien dan pihak

berkepentingan.

 Cara memimpin dan mengkoordinir tim audit dalam memberikan tanggapan (secara lisan) atas

pertanyaan/klarifika si/konfirmasi/saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan.

 Cara menghadapi dan mengatasi situasi

ketidaksepakatan saat pertemuan penutup (closing) dengan auditi dan saat evaluasi dokumen rencana audit lingkungan dengan klien dan pihak

berkepentingan.

n dokumen rencana audit lingkungan di hadapan klien dan pihak

berkepentingan.

 Memimpin dan mengkoordinir tim audit dalam memberikan tanggapan (secara lisan) atas

pertanyaan/klarifi kasi/konfirmasi/

saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan.

 Menghadapi dan mengatasi situasi ketidaksepakatan saat pertemuan penutup (closing) dengan auditi dan saat evaluasi dokumen rencana audit dengan klien dan pihak

berkepentingan.

rencana audit lingkungan kepada Auditi, Klien, dan pihak

berkepentinga n sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Sopan, tegas, percaya diri, dan

berpengendali an diri dalam memberikan tanggapan atas

pertanyaan/kl arifikasi/konfi rmasi/saran masukan dari auditi, klien, dan pihak berkepentinga n sesuai dengan ketentuan yang berlaku (ethical codes and conduct of professional auditor)...

(23)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K (opening), pertemuan penutup

(closing), dan rencana audit lingkungan kepada auditi, klien, dan pihak berkepentingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku .

 Harus sopan, tegas, percaya diri, dan berpengendalian diri dalam memberikan tanggapan atas pertanyaan/klarifikasi/konfirmasi /saran masukan dari auditi, klien, dan pihak berkepentingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (ethical codes and conduct of professional auditor).

2.2 Hasil pertemuan dirangkum.

 Dapat menjelaskan cara merangkum hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Dapat menjelaskan cara

memberikan tanggapan (secara tertulis) atas

pertanyaan/klarifikasi/konfirmasi /saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan

terhadap hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Mampu merangkum hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Mampu memberikan tanggapan (secara tertulis) atas

pertanyaan/klarifikasi/konfirmasi /saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan

terhadap hasil evaluasi dokumen

 Cara merangkum hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Cara memberikan tanggapan (secara tertulis) atas

pertanyaan/klarifikas i/konfirmasi/saran masukan dari auditi, klien dan pihak berkepentingan terhadap hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Merangkum hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan

penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Mampu memberikan tanggapan (secara tertulis) atas pertanyaan/klarifi kasi/konfirmasi/sa ran masukan dari auditi, klien dan pihak

berkepentingan terhadap hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

Cermat dalam merangkum hasil

pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan sesuai

ketentuan yang berlaku.

10 menit

10 menit

(24)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K rencana audit lingkungan.

 Harus cermat dalam merangkum dan memberikan tanggapan (secara tertulis) atas hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan sesuai

ketentuan yang berlaku.

2.3 Hasil pertemuan didokumentasi kan sesuai ketentuan.

 Dapat menjelaskan cara mendokumentasikan hasil pertemuan pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Mampu mendokumentasikan hasil pertemuan pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

 Harus cermat, lengkap, dan akurat dalam

mendokumentasikan hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi rencana audit lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara

mendokumentasikan hasil pertemuan pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi

dokumen rencana audit lingkungan.

Mendokumentasi- kan hasil

pertemuan pertemuan

pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan.

Cermat, lengkap, dan akurat dalam mendokumenta sikan hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi rencana audit lingkungan sesuai

ketentuan yang berlaku.

10 menit

- menit

2.4 Hasil pertemuan disampaikan kepada auditi.

 Dapat menjelaskan cara

menyampaikan hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan kepada auditi dan klien.

 Mampu menyampaikan hasil pertemuan pembuka (opening),

Cara menyampaikan hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan kepada

Menyampaikan hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan kepada

Cermat, lengkap, dan akurat dalam menyampaikan hasil

pertemuan pembuka (opening), pertemuan

5 menit

- menit

(25)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K pertemuan penutup (closing), dan

hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan kepada auditi dan klien.

 Harus cermat, lengkap, dan akurat dalam menyampaikan hasil pertemuan pembuka (opening), pertemuan penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana audit lingkungan kepada auditi dan klien sesuai ketentuan yang berlaku.

auditi dan klien. auditi dan klien. penutup (closing), dan hasil evaluasi dokumen rencana ngkungan audit likepada auditi dan klien sesuai ketentuan yang berlaku.

(26)

A.5. Unit Kompetensi : Melaksanakan Audit Lingkungan Hidup Lapangan Kode Unit : M.749090.005.01

Durasi Pembelajaran : 8 Jp @45 menit (5.5 Jp P; 2.5 Jp K) ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K 1. Mengumpulkan

informasi audit lingkungan hidup

1.1 Informasi audit

lingkungan hidup

diidentifikasi

 Dapat menjelaskan jenis dan sumber (lokasi) data dan informasi audit yang akan ditelaah sesuai lingkup dan kriteria audit.

 Dapat menjelaskan cara

melaksanakan pencuplikan data dan informasi audit dengan besaran cuplikan yang mewakili dan menggunakan metode pencuplikan yang sesuai dengan karakteristik data dan informasi

 Mampu mengidentifikasi jenis dan sumber (lokasi) data dan informasi audit yang akan ditelaah sesuai lingkup dan kriteria audit

 Mampu melaksanakan

pencuplikan data dan informasi audit dengan besaran cuplikan yang mewakili dan menggunakan metode pencuplikan yang sesuai dengan karakteristik data dan informasi

 Harus cermat dalam mengidentifi- kasi data dan informasi audit sesuai ketentuan yang berlaku

 Jenis dan sumber (lokasi) data dan informasi audit yang akan ditelaah sesuai lingkup dan kriteria audit.

 Cara melaksanakan pencuplikan data dan informasi audit dengan besaran cuplikan yang mewakili dan menggunakan metode pencuplikan yang sesuai dengan karakteristik data dan informasi

 Mengidentifikasi jenis dan sumber (lokasi) data dan informasi audit yang akan ditelaah sesuai lingkup dan kriteria audit.

 Melaksanakan pencuplikan data dan informasi audit dengan besaran cuplikan yang mewakili dan menggunakan metode

pencuplikan yang sesuai dengan karakteristik data dan informasi

Harus cermat dalam

mengidentifika si jenis dan sumber (lokasi) data dan informasi audit sesuai

ketentuan yang berlaku.

30

menit 15 menit

1.2 Informasi audit

lingkungan hidup ditelaah sesuai dengan jenis

informasinya.

 Dapat menjelaskan cara me- meriksa/mengevaluasi/ menguji informasi terdokumentasi audit sesuai dengan jenis dan

karakteristiknya.

 Mampu memeriksa/ mengevalua- si/menguji informasi terdokumen- tasi audit sesuai dengan jenis dan karakteristiknya.

Teknik/metode memeriksa/ meng- evaluasi/menguji infomasi terdokumen- tasi audit sesuai jenis dan karakteristiknya.

Memeriksa/meng evaluasi/menguji informasi

terdokumentasi audit sesuai dengan jenis dan karakteristiknya.

Cermat dalam memeriksa/

mengevaluasi/

menguji informasi terdokumentas i audit

berdasarkan jenis dan

30 menit

15 menit

(27)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K

 Harus cermat dalam memeriksa/

mengevaluasi/ menguji informasi terdokumentasi audit berdasar- kan jenis dan karakteristiknya sesuai ketentuan yang berlaku.

karakteristikny a sesuai

ketentuan yang berlaku.

1.3 Observasi/

pengamatan lapangan dilakukan.

 Dapat menjelaskan cara

melakukan observasi/pengamatan lapangan berdasarkan masalah pokok dan tingkat risiko

lingkungan dari objek yang diaudit (termasuk penelusuran pada sumber penyebab/faktor risiko).

 Dapat menjelaskan cara menilai efektivitas sistem dan peralatan deteksi, pencegahan, dan mitigasi risiko tinggi lingkungan pada kondisi operasi abnormal dan darurat.

 Mampu melakukan observasi/

pengamatan lapangan berdasar- kan masalah pokok dan tingkat risiko objek yang diaudit.

 Harus cermat dan jeli dalam melakukan observasi/pengamatan lapangan berdasarkan masalah pokok dan tingkat risiko

lingkungan dari objek yang diaudit sesuai ketentuan yang berlaku.

 Teknik/metode observasi/pengamata n lapangan

berdasarkan masalah pokok dan tingkat risiko lingkungan dari objek yang diaudit (termasuk penelusuran pada sumber penyebab/

faktor risiko).

 Cara menilai

efektivitas sistem dan peralatan deteksi, pencegahan, dan mitigasi risiko tinggi lingkungan pada kondisi operasi abnormal dan darurat.

 Melakukan observasi/

pengamatan lapangan berdasarkan masalah pokok dan tingkat risiko lingkungan dari objek yang diaudit.

 Menilai efektivitas sistem dan

peralatan deteksi, pencegahan, dan mitigasi risiko tinggi lingkungan pada kondisi operasi abnormal dan darurat.

Cermat dan jeli dalam

melakukan observasi /pengamatan lapangan berdasarkan masalah pokok dan tingkat risiko lingkungan dari objek yang diaudit sesuai ketentuan yang berlaku.

30 menit

15 menit

1.4 Wawancara terhadap auditi dan para pihak dilakukan.

 Dapat menjelaskan cara melak- sanakan wawancara yang sistematis dan efektif sesuai rencana audit dan rencana pencuplikan kepada target personel auditi/para pihak berkepentingan dengan karakter dan status sosial yang berbeda- beda sesuai dengan tujuan dan lingkup audit lingkungan.

Teknik/metode melaksanakan wawancara yang sistematis dan efektif sesuai rencana audit dan rencana

pencuplikan kepada target personel auditi/para pihak berkepentingan

Melakukan wawancara yang sistematis dan efektif sesuai rencana audit dan rencana

pencuplikan kepada target personel

auditi/para pihak

Sopan, percaya diri dan cermat dalam

melakukan wawancara terhadap target personel auditi /para pihak berkepentingan sesuai

30

menit 15 menit

(28)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K

 Mampu melakukan wawancara yang sistematis dan efektif sesuai rencana audit dan rencana pen- cuplikan kepada target personel auditi/para pihak yang berkepen- tingan dengan karakter dan status sosial yang berbeda-beda.

 Harus sopan, percaya diri dan cermat dalam melakukan wawan- cara terhadap target personel auditi/para pihak berkepentingan sesuai ketentuan yang berlaku.

dengan karakter dan status sosial yang berbeda-beda.

berkepentingan dengan karakter dan status sosial yang berbeda-beda.

ketentuan yang berlaku.

1.5 Informasi audit

lingkungan hidup diverifikasi.

.

 Dapat menjelaskan cara melaku- kan verifikasi data dan infomasi audit serta bukti audit lingkungan

 Mampu melakukan verifikasi data dan informasi, serta bukti audit lingkungan.

 Harus cermat dan akurat dalam melakukan verifikasi informasi audit sesuai ketentuan yang berlaku.

 Teknik/metode verifikasi data dan infomasi audit serta bukti audit

lingkungan (penelusuran dan pemeriksaan silang bukti audit)

 Melakukan

verifikasi data dan informasi audit serta bukti audit lingkungan.

 Cermat dan akurat dalam melakukan verifikasi data dan informasi audit sesuai ketentuan yang berlaku.

15

menit 15 menit

2. Menyusun bukti audit

lingkungan hidup.

2.1 Bukti audit dievaluasi terhadap kriteria audit.

 Dapat menjelaskan ragam jenis bukti audit, dan cara menetapkan bukti audit yang cukup dalam hal jumlah bukti (sufficiency) dan mutu bukti (appropriateness).

 Dapat menjelaskan cara meng- evaluasi bukti audit terhadap kriteria audit.

 Mampu menjelaskan ragam jenis bukti audit, dan menetapkan bukti audit yang cukup dalam hal jumlah bukti (sufficiency) dan mutu bukti (appropriateness).

 Mampu mengevaluasi bukti audit terhadap kriteria audit.

 Harus cermat dalam mengevaluasi dan menetapkan kecukupan bukti

 Ragam jenis bukti audit dan cara menetapkan bukti audit yang cukup dalam hal jumlah bukti (sufficiency) dan mutu bukti (appropriateness)

 Teknik/metode evaluasi bukti audit terhadap kriteria audit.

 Menetapkan bukti audit yang cukup dalam hal jumlah bukti (sufficiency) dan mutu bukti (appropriateness)

 Mengevaluasi bukti audit terhadap kriteria audit.

Mengevaluasi bukti audit terhadap kriteria audit sesuai

ketentuan yang berlaku.

20

menit 10 menit

(29)

ELEMEN

KOMPETENSI KRITERIA

UNJUK KERJA INDIKATOR UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN JAM PELATIHAN

Pengetahuan (P) Keterampilan (K) Sikap Kerja P K (sufficient dan appropriate).

 Harus mengevaluasi bukti audit terhadap kriteria audit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2.2 Daftar sementara bukti audit disusun.

 Dapat menjelaskan cara

pendokumentasian bukti audit.

 Dapat menjelaskan cara

menyusun daftar sementara bukti audit.

 Mampu mendokumentasikan dan menyusun daftar sementara bukti audit.

 Harus cermat dan akurat dalam mendokumentasikan dan

menyusun daftar sementara bukti audit sesuai ketentuan yang berlaku.

 Cara

pendokumentasian bukti audit.

 Cara menyusun daftar sementara bukti audit.

Mendokumentasi- kan dan menyusun daftar sementara bukti audit.

Cermat dan akurat dalam mendokumenta sikan dan menyusun daftar sementara bukti audit sesuai

ketentuan yang berlaku.

10 menit

- menit

2.3 Informasi tambahan yang masih

diperlukan diidentifikasi.

 Dapat menjelaskan cara menguji dan memastikan seluruh lingkup audit sudah teraudit dan

didukung oleh bukti audit yang cukup dan memadai (sufficent and appropriate)

 Dapat menjelaskan cara

mengidentifikasi informasi audit tambahan yang masih diperlukan.

 Mampu menguji dan memastikan seluruh lingkup audit sudah teraudit dan didukung oleh bukti audit yang cukup dan memadai (sufficent and appropriate).

 Mampu mengidentifikasi informasi audit tambahan yang masih diperlukan.

 Harus cermat dalam menguji dan memastikan dan mengidentifikasi informasi audit tambahan yang masih diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

 Cara menguji dan memastikan seluruh lingkup audit sudah teraudit dan

didukung oleh bukti audit yang cukup dan memadai (sufficent and appropriate)

 Cara

mengidentifikasi informasi audit tambahan yang masih diperlukan.

 Menguji dan memastikan seluruh lingkup audit sudah teraudit dan didukung oleh bukti audit yang cukup dan memadai.

 Mengidentifikasi informasi audit tambahan yang masih diperlukan.

Cermat dalam mengidentifika si informasi tambahan yang masih

diperlukan sesuai

ketentuan yang berlaku.

15 menit

- menit

Referensi

Dokumen terkait

Mata diklat teori terdiri dari mata diklat Bina Suasana Pelatihan, Peningkatan motivasi widyaiswara, pembelajaran efektif serta substansi teknis MTK IV Pengelolaan DAS yang meliputi

Materi yang diajarkan pada diklat ini meliputi: Pengantar PHPL dan sertifikasi pengelolaan hutan, Kerangka kerja PHPL, Kebijakan pemerintah terkait PHPL,

Oleh sebab itu, perlu adanya seminar dan pelatihan mengenai audit berbasis ISA bagi para KAP maupun praktisi audit lainnya, calon auditor, dosen, dan mahasiswa untuk menyamakan

Di dalam pembelajaran pelatihan ini para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal : Penerapan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan

Diklat ini dimaksudkan untuk membekali Widyaiswara yang akan memfasilitasi proses pembelajaran pada Diklat MTAK IV Kesekretariatan Kehutanan. Materi yang akan

Dalam perkembangan pembangunan kelembagaan KPH, pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2010 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja

bahwa dalam rangka Implementasi Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2009 jo Permenhut P.68/Menhut-II/2011 tentang Standard dan Pedoman Penilaian Kinerja

Pada diklat ini peserta akan mendapatkan mata diklat Kebijakan Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat, Pembiayaan Pembangunan Hutan Rakyat, Membangun dan Penguatan