• Tidak ada hasil yang ditemukan

K E P U T U S A N KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 96/Dik/PEPE/Dik-2/4/2020 T E N T A N G

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "K E P U T U S A N KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 96/Dik/PEPE/Dik-2/4/2020 T E N T A N G"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 K E P U T U S A N

KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Nomor: SK. 96/Dik/PEPE/Dik-2/4/2020

T E N T A N G

KURIKULUM PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK UNTUK BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF)

KEPALA PUSAT,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengoptimalisasikan pengelolaan sampah organik, maka perlu peran semua pihak yang memahami tata kelola pengelolaan sampah organik sekaligus dapat memberikan nilai ekonomi;

b. bahwa untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap SDM yang responsif gender sebagaimana huruf a, perlu dilakukan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF);

c. bahwa untuk tercapainya tujuan pada huruf a dan b perlu ditetapkan kurikulum pelatihan dengan Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengingat : 1. Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4851);

2. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan;

4. Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 188Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5347);

5. Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

6. Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;

7. Peraturan Menteri...

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM

PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

(2)

2 7. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.

13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah (Berita Negara Republik Indonesia tahun 2012 Nomor 804);

8. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.

P.9/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penyeleng- garaan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

10. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM No. P.11/P2SDM/SET/DIK.2/9/2017 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSAT DIKLAT SDM LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG KURIKULUM PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK UNTUK BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF);

KESATU : Kurikulum Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagaimana terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini;

KEDUA : Kurikulum sebagaimana diktum KESATU digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bogor

Pada tanggal : 8 April 2020 Plt. KEPALA PUSAT,

SUDAYATNA

NIP. 19600610.198703.1.001

(3)

3 Lampiran Keputusan Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 96 /Dik/PEPE/Dik-2/4/2020

Tanggal : 8 April 2020

1. Nama Pelatihan : Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

2. Jenjang Pelatihan : Dasar 3. LatarBelakang :

Pengelolaan Sampah adalah kegiatan sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan meliputi pengurangan dan penanganan sampah (UU No 18 tahun 2008). Kondisi pengelolaan sampah di sumbernya yang menyangkut perilaku masyarakat dengan kebiasaan “kumpul – angkut – buang” atau bahkan perilaku “membuang sampah sembarangan” serta penanganan sampah yang belum optimal akan mengakibatkan permasalahan sampah semakin kompleks. Oleh karena itu, Indonesia berdasarkan Undang-undang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah (PP No 81/2012), telah menyusun Kebijakan dan Staregi Pengelolaan Sampah melalui Perpres Nomor 97 Tahun 2017. Kebijakan tersebut memberi arah dan strategi dalam pengurangan dan penanganan sampah menuju Indonesia bersih sampah 2025. Arah dan strategi tersebut yaitu pengelolaan sampah 100% dengan pengurangan 30% dan penanganan 70%.

Terkait hal tersebut di atas, yang banyak berkaitan dengan masyarakat adalah pelaksanaan pengurangan sampah dari sumbernya. Pengurangan sampah dari sumber meliputi pembatasan timbulan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sampah. Untuk itu, agar pengurangan sampah dari sumber dapat berjalan efektif, maka perlu diberikan pemahaman dan dorongan agar tercipta paradigma “kurangi - pilah – olah (manfaatkan kembali/daur ulang)” atau sering dikenal dengan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduce – reuse – recycle).

Berdasarkan data KLHK tahun 2018, pengelolaan sampah di Indonesia sebagian besar (55,56%) masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem open dumping (Paparan Dir PS pada Rakernis Adipura 23 Juli 2019). Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pengelolaan sampah masih banyak bertumpu pada TPA. Sementara komposisi sampah di Indonesia sebanyak: 57,68 % merupakan sampah organik, 15,71%

sampah plastik, 10,58% sampah kertas, 3,06% sampah logam dan 12,97%

jenis sampah lainnya (data KLHK tahun 2018). Berdasarkan data komposisi sampah tersebut timbulan sampah organik paling banyak jika dibandingkan dengan jenis sampah lainnya. Seharusnya penyelesaian pengelolaan sampah organik bisa dilakukan melalui pengomposan, biogas, pakan maggot BSF untuk sumber pakan ternak, pakan cacing untuk obat-

(4)

4 obatan dan pakan ikan, atau sebagai bahan pembuatan pelet untuk pakan ternak, dan lain-lain. Upaya-upaya pengelolaan sampah organik tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam menangani sampah sebelum sampah masuk TPA.

Sejalan dengan indikator sasaran strategis KLHK ke-4 yaitu

“terselenggaranya tata kelola dan inovasi pembangunan LHK yang adaptif”, serta arah pembangunan LHK 2020 butir ke 5 yaitu “penguatan pendidikan vokasional untuk menghasilkan SDM yang siap kerja”, maka pengembangan diklat vokasi BP2SDM ke depan diarahkan kepada:

1) entitas bisnis yaitu kebutuhan tenaga teknis (Ganis) yang sesuai dengan permintaan dunia usaha dan dunia industry (DUDI), serta 2) kelompok masyarakat profesional yang “kreatif” sehingga mampu berwirausaha. Salah satu program jangka menengah yang terkait dengan entitas bisnis dan kelompok masyarakat profesional adalah pelatihan terkait dengan pengelolaan sampah.

Terkait hal tersebut di atas, maka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupaya untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan pelatihan dalam melakukan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi. Terkait implementasi kebijakan tersebut, Pusdiklat SDM LHK bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF).

4. Deskripsi Singkat Pelatihan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pemangku kepentingan termasuk masyarakat dalam upaya mengolah sampah organik sebagai sumber pakan maggot BSF, sekaligus dapat melakukan budidaya maggot BSF. Harapannya dengan pengolahan sampah ini, timbulan sampah organik dapat diolah dan dikurangi, sekaligus menghasilkan budidaya maggot BSF untuk pakan ternak, maupun ikan sehingga dapat menambah penghasilan. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi: Pengolahan Sampah Organik untuk Pakan Maggot BSF; Budidaya Maggot BSF dengan Pakan Sampah Organik; Pasca Budidaya Maggot BSF; dengan jumlah jam pelatihan sebanyak 34 JP @ 45 menit.

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran andragogy dengan metode pelatihan full e-learning baik secara synchronous : (live chat, video conference) maupun asynchronous : (modul/ bahan ajar elektronik, pemutaran video tutorial, penugasan, forum diskusi). Adapun Evaluasi Pembelajaran dilakukan melalui penilaian PreTest dan Post Test secara On Line, serta penilaian tugas mandiri pada Mata-Mata Pelatihan tertentu dan praktik.

(5)

5 5. Tujuan Pelatihan

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu melakukan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF), dalam rangka menciptakan kelompok masyarakat professional yang kreatif sehingga mampu berwirausaha hijau. Selain mendapatkan manfaat secara ekonomi, juga turut melakukan upaya pengelolaan sampah, khususnya sampah organik.

6. Sasaran Pelatihan

Setelah selesai mengikuti pelatihan ini para peserta dapat:

a. melakukan pengolahan sampah organik untuk pakan maggot Black Soldier Fly (BSF);

b. mempraktekkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan pakan sampah organik

c. menjelaskan kegiatan pasca budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) 7. Kelompok Sasaran Pelatihan

a. Jumlah peserta : paling banyak 40 orang per kelas dengan representasi laki-laki dan perempuan secara proposional, dan jika dimungkinkan terdapat representasi minimal 30 % dari salah satu jenis kelamin

b. Asal peserta : Masyarakat yang tergabung dalam komunitas lingkungan dan kehutanan atau pengelolaan sampah, pemegang kartu Prakerja c. Persyaratan Peserta :

- Usia minimal 17 tahun

- Dapat membaca dan menulis bahasa Indonesia - Sehat jasmani dan rohani

- Belum pernah mengikuti pelatihan yang sama

- Mempunyai minat untuk melaksanakan pengelolaan sampah

- Diutamakan peserta sebagai Ketua/pengurus dari kelembagaan atau komunitas masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah - Mendapatkan rekomendasi/surat tugas dari lembaganya atau instansi

yang menangani LHK setempat.

8. Pengajar/Instruktur a. Persyaratan Pengajar :

- Menguasai materi dan berpengalaman di bidang yang akan diajarkan;

- Menguasai dan mampu menerapkan metode pembelajaran jarak jauh ( e-learning ); dan

- Mampu menilai hasil belajar peserta.

- Memiliki sensivitas gender dalam kegiatan pelatihan b. Asal Pengajar :

- Pusdiklat SDM LHK dan atau Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

- Instansi lain yang terkait.

(6)

6 9. Tempat Pelatihan

Pelatihan ini dapat dilaksanakan oleh Pusat Diklat SDM LHK, dan/atau Balai Diklat LHK, Pusat Pelatihan Masyarakat LHK, serta Lembaga/

Instansi lain yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pusat Diklat SDM LHK.

10. Waktu Pelatihan :

Pelatihan ini dilaksanakan selama 34 Jam pelatihan (JP), @ 45 menit, yang terdiri dari 10 JP Teori dan 24 JP Praktik.

11. Peralatan dan Bahan Pelatihan

a. Untuk Peserta: panduan pelatihan, modul elektronik, video tutorial dan/atau bahan tayang, materi pelatihan, kompter/laptop/handphone berbasis Android, jaringan internet, ATK, dll;

b. Untuk Ruang Kelas : kompter/laptop/handphone berbasis Android, jaringan internet, ATK, dll.

12. Daftar Mata Pelatihan

No. Mata Pelatihan Jam Pelatihan (JP)

Teori (T) Praktik (P) Jumlah 1. Penjelasan Program dan Alur

Pelatihan e-learning - 2 2

2. Pengolahan Sampah Organik untuk Pakan Maggot Black Soldier Fly (BSF)

2 4 6

3. Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Dengan Pakan

Sampah Organik

6 14 20

4. Pasca Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

2 4 6

JUMLAH 10 24 34

(7)

7 13. Silabus Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

No

Mata Pelatihan

JP Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan

a. Metoda

b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML

1. Penjelasan Program dan Alur Pelatihan e-learning

- 2 2 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:

1. Menjelaskan Program Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF);

2. Menjelaskan Alur

Pelatihan e-learning; dan 3. Menjelaskan Penugasan

dalam Pelatihan.

1. Program Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) 2. Alur Pelatihan e-learning 3. Penugasan dalam Pelatihan

Pengolahan Sampah Organik untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

a. Teleconference/video conference (paparan dan tanya jawab)

b.Bahan Tayang, Video Tutorial, Komputer/

Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet,dll.

2. Pengolahan Sampah Organik untuk Pakan Maggot Black Soldier Fly (BSF)

2 4 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta:

1. dapat menjelaskan jenis sampah organik dan maggot BSF

2. mampu melakukan Pengolahan Sampah Organik Untuk Pakan Maggot BSF

1. Pengenalan Jenis Sampah Organik dan Maggot BSF a. Siklus/Daur Hidup Maggot

BSF (termasuk penjelasan fase dimana mampu mereduksi sampah organik)

b. Jenis Sampah Organik Untuk Pakan Maggot BSF

2. Pengolahan Sampah Organik Untuk Pakan Maggot BSF a. Pemilahan Sampah Organik

untuk Pakan Maggot BSF b. Pencacahan Sampah Organik

a. belajar mandiri, chat/

forum diskusi, pemutar-an film/video tutorial /

teleconference (paparan dan tanya jawab), live chat penugasan/ praktik.

b. Bahan Ajar/Modul

Elektronik/Bahan Tayang, Video Tutorial,

Komputer/Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, dll.

- Darmawan, M., Sarto

& Prasetya, A., 2017.

BUDIDAYA LARVA BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) DENGAN PAKAN LIMBAH DAPUR (DAUN SINGKONG).

Yogyakarta, UMS.

- Ranncak, G. T., Alawiyah, T. &

Taufikul, H., 2017.

KAJIAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DENGAN BSF (Black Soldier Fly) di TPA Kebon Kongok. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan , pp. 1-6.

- Sipayung, P. Y. E., 2015. PEMANFAATAN LARVA BLACK

SOLDIER FLY

(HERMETIA ILLUCENS) SEBAGAI SALAH SATU TEKNOLOGI REDUKSI

(8)

8

No

Mata Pelatihan

JP Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan

a. Metoda

b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML

SAMPAH DI DAERAH PERKOTAAN,

Surabaya: JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

3. Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Dengan Pakan Sampah Organik

6 14 20 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu:

1. mempraktekkan cara mendapatkan bibit BSF dari alam

2. melakukan Penetasan Telur

3. melakukan

Pembesaran Maggot BSF

4. melakukan

pemeliharaan Fase Lalat BSF

5. melakukan Pemanenan Hasil Budidaya

1. Mendapatkan bibit BSF dari alam

a. Pembuatan Media Pemancing (Atraktan)

b. Pembuatan tempat Bertelur Lalat (indikator keberhasilan budidaya lalat)

2. Penetasan Telur

a. Pembuatan Media Penetasan Telur BSF

b. Penetasan Telur BSF 3. Pembesaran Maggot BSF

a. Pembuatan Biopond untuk Maggot BSF

b. Pembesaran Maggot BSF dan Pemberian Pakan untuk Maggot

c. Pengurangan Media

sisa/bekas maggot (kasgot) 4. Pemeliharaan Fase Lalat BSF

a. Penyiapan Kandang lalat BSF untuk Bertelur

b. Pemeliharaan Fase Lalat 5. Proses Pemanenan Hasil

Budidaya

a. Pemanenan telur dari kandang lalat

b. Cara Panen Maggot Muda c. Cara Panen Prepupa

d. Pemanfaatan kasgot sebagai pupuk

a. Belajar Mandiri, konsultasi Live Chat, praktek, Peer sharing, pembuatan video praktek b.Bahan Ajar/Modul

Elektronik/Bahan Tayang, Video Tutorial, telur BSF, media penetasan telur, bahan dan peralatan pembuatan biopond dan kendang lalat BSF, Komputer/ Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, dll.

- Jayanthi, S. et al., 2017. Teknik Budidaya Black Soldiers Fly (Hermetia Illucens).

Jurnal Jeumpa, pp. 58- 66.

- Salman, Ukhrowi, L.

M. & Azim, M., 2020.

Budidaya Maggot Lalat Black Soldier Flies (BSF) sebagai Pakan Ternak. Jurnal Gema Ngabdi, Volume 1, pp.

7-11.

(9)

9

No

Mata Pelatihan

JP Indikator Hasil Belajar Pokok Bahasan

a. Metoda

b. Alat Bantu Pembelajaran Sumber Kepustakaan T P JML

4. Pasca Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

2 4 6 Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta dapat:

1. menjelaskan pengolahan produk hasil budidaya Maggot BSF

2. menjelaskan Pemasaran Hasil Budidaya Maggot BSF

1. Pengolahan produk hasil budidaya Maggot BSF a. Pengeringan Maggot BSF b. Pembuatan Pelet Maggot c. Pengemasan Telur dan Maggot,

serta pupa BSF (termasuk pelabelan)

2. Pemasaran Hasil Budidaya Maggot BSF

a. Peluang Pasar b. Jejaring Kemitraan

a. Belajar Mandiri, Konsultasi, Pemutaran Video Tutorial, Live Chat.

b. Bahan Ajar/Modul

Elektronik/Bahan Tayang, Video Tutorial,

Komputer/Laptop/HP, Fasilitas Jaringan Internet, dll.

- Wardhana , A. H., 2016. Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak.

WARTAZOA, 26(DOI:

http://dx.doi.org/10.1 4334/wartazoa.v26i2.1 218 ), pp. 069-078.

JUMLAH 10 24 34

Plt. KEPALA PUSAT

SUDAYATNA

NIP. 19600610.198703.1.001

Referensi

Dokumen terkait

Mata diklat teori terdiri dari mata diklat Bina Suasana Pelatihan, Peningkatan motivasi widyaiswara, pembelajaran efektif serta substansi teknis MTK IV Pengelolaan DAS yang meliputi

Materi yang diajarkan pada diklat ini meliputi: Pengantar PHPL dan sertifikasi pengelolaan hutan, Kerangka kerja PHPL, Kebijakan pemerintah terkait PHPL,

Di dalam pembelajaran pelatihan ini para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal : Penerapan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan

Diklat ini dimaksudkan untuk membekali Widyaiswara yang akan memfasilitasi proses pembelajaran pada Diklat MTAK IV Kesekretariatan Kehutanan. Materi yang akan

Dalam perkembangan pembangunan kelembagaan KPH, pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2010 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja

bahwa dalam rangka Implementasi Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2009 jo Permenhut P.68/Menhut-II/2011 tentang Standard dan Pedoman Penilaian Kinerja

Pada diklat ini peserta akan mendapatkan mata diklat Kebijakan Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat, Pembiayaan Pembangunan Hutan Rakyat, Membangun dan Penguatan

Diklat calon KKPH ini disamping dilaksanakan berdasarkan Peraturan yang tersebut diatas, secara khusus mengacu pada penjabaran Peraturan Menteri Kehutanan Nomor