PROSIDING SEMINAR NASIONAL III TAHUN 2017
“Biologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Hidup Perspektif Interdisipliner”
Diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi-FKIP bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang, tanggal 29 April 2017
Kusuma et al., Permasalahan dalam Pembelajaran 133
available at http://research-report.umm.ac.id/index.php/
PERMASALAHAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA JURUSAN PERTANIAN SMK NEGERI 1 KADEMANGAN BLITAR
The Biology Learning Problem on Agriculture Department of Public Vocational School 1 Kademangan, Blitar
Risca Dwi Kusuma1, Fatchur Rohman2, Istamar Syamsuri3
1,2,3Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang
Jalan Semarang 5 Malang
e-mail korespondensi: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam pembelajaran biologi pada jurusan pertanian di SMK Negeri (SMKN) Kademangan, Blitar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dari 1 guru biologi dan 64 siswa kelas XII dengan menggunakan angket dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 75% siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi dalam pembelajaran biologi khususnya materi keanekaragaman hayati. Kemudian, guru dan siswa menyatakan bahwa kesulitan dalam memahami materi biologi disebabkan kurangnya buku teks dan media belajar yang sesuai untuk jurusan pertanian, serta pemanfaatan potensi lingkungan lokal yang belum optimal. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu media pembelajaran yang memanfaatkan potensi lingkungan lokal sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi biologi.
Kata Kunci: Permasalahan pembelajaran biologi, SMK jurusan pertanian ABSTRACT
This study aimed to desctibed the problem on biology learning in the agricultural department of public vocational school (SMKN) 1 Kademangan, Blitar. This research was conducted in January 2017. The type of this research is descriptive. Data collected from 1 biology teacher and 64 student on twelve-grader by quistionnaire and interview. Based on the result of studied, 75% student have difficulty to understanding the material in biology learning, especially on the bidiversity learning.
Then, the teacher and students confess that difficult to understanding the biology material causes by the lack of textbook and learning media that suitable for agriculture departement, and the utilization of local potential is still not optimal. So, needed the learning media that utilizes the potential of the local environment on biology learning to provide easiness understanding on biology learning.
Keywords: The Biology Learning Problem, Agriculture Department of Public Vocational
Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu satuan pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memiliki visi yaitu menyiapkan hasil lulusan peserta didik yang mumpuni untuk pemenuhan kebutuhan dunia kerja serta mengembangkan sikap professional. Dalam rangka menunjang visi Sekolah Menengah Kejuruan, maka pada Sekolah Menengah Kejuruan terdapat program-program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja (Kemendikbud, 2013).
Program keahlian yang dibuka pada setiap SMK di masing-masing daerah berbeda disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat di sekitar. Salah satu program pendidikan yang di minati di SMK adalah program atau jurusan pertanian mengingat Indonesia sendiri memiliki wilayah pertanian yang sangat luas.
Kurikulum di SMK berbeda dengan kurikulum di SMA. Kurikulum di SMK disusun sesuai kebutuhan dunia kerja, dengan begitu lulusan SMK memiliki keahlian yang mumpuni untuk bekal dalam bekerja (Kemendikbud, 2013). Ditegaskan pula dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran untuk menyiapkan siswa dengan kemampuan dan keterampilan bidang tertentu agar setelah lulus dapat
bekerja pada bidang tertentu untuk mengisi lowongan yang ada (Depdiknas, 2008).
Kelemahan pembelajaran di SMK ditemukan hal yang masih diperhatikan antara lain: 1) masih banyak sekolah yang kekurangan bahan ajar yang bersifat aplikatif dalam arti tidak hanya memaparkan konsep tetapi penerapan yang terkadan sedikit menyulitkan guru, 2) Kurikulum di SMK masih terlalu teoritis dalam arti hanya berisi wawasan pengetahuan, kurang praktis, kurag kontekstual, sehingga kurang memberikan makna proses dari hasil pembelajaran (Mulyana, 2013).
Biologi adalah salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di SMK jurusan pertanian. Biologi adalah mata pelajaran yang mempelajari tentang kehidupan, organisme hidup, persebaran, serta taksonominya (Campbell, 1999). Biologi diajarkan di SMK dengan frekuensi jam yang lebih sedikit di bandingkan di SMA.
Biologi merupakan matapelajaran yang bisa dipelajari secara nyata di alam. Proses pembelajaran Biologi di sekolah hendaknya melibatkan keaktifan berfikir siswa sehingga terjadi peningkatan kemapuan berfikir untuk mendapatkan dan mengkonstruk konsep yang mereka temukan dengan benar (Sudjana, 2005). kemampuan siswa dalam menemukan konsep dalam sebuah pembelajaran tergantung pada apa yang telah diketahui,
PROSIDING SEMINAR NASIONAL III TAHUN 2017
“Biologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Hidup Perspektif Interdisipliner”
Diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi-FKIP bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang, tanggal 29 April 2017
Kusuma et al., Permasalahan dalam Pembelajaran 134
available at http://research-report.umm.ac.id/index.php/
0 10 20 30 40 50 60 70 80
sulit tidak
% s is w a
Respon Terhadap Pembelajaran
subjek belajar, tujuan, dan motivasi yang mempengaruhi proses interaksi dengan bahan yang sedang dipelajari (Sadirman, 2008).
Kenyataannya, pelajaran biologi adalah salah satu pelajaran yang dinggap sulit, membosankan, dan terlalu banyak meteri yang harus dihafal sehingga menyulitkan siswa. Dalam mempelajari biologi siswa sering dihadapkan pada konsep-konsep yang bersifat abstrak, istilah-istilah asing, dan nama-nama ilmiah. Selain itu pada beberapa materi juga terdapat hitungan matematis.
Hal-hal tersebut membuat pelajaran biologi lebih sulit dipelajari oleh siswa, bahkan terkadang guru juga merasa kesulitan dalam menyampaikan materi tersebut (Nafisah, 2011). Guru masih sering menyampaikan materi pembelajaran menggunakan metode ceramah yang kurang mengoptimalkan kemampuan siswa (Haryadi, 2016).
Kurang optimalnya pengetahuan siswa bisa menjadi hambatan dalam pembelajaran. Hambatan atau maslah dalam pembelajaran akan membuat siswa kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.
Kesulitan tersebut akan berdampak pada penurunan antusias siswa dalam menerima pelajaran. Dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran biologi di SMK jurusan pertanian maka perlu di lakukan penelitian tentang permasalah pembelajaran biologi yang dialami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis permasalahan dalam pembelajaran biologi yang terjadi pada siswa SMK jurusan pertanian. Dengan mengetahui jenis kesulitan belajar yang dialami siswa dan faktor yang mempengaruhinya guru dapat memberikan solusi sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa.
METODE
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran Biologi pada jurusan pertanian di SMKN 1 Kademangan. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII jurusan pertanian yang berjumlah 64 siswa dan 1 guru pengampu mata pelajaran Biologi di SMKN 1 Kademangan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket kepada seluruh siswa kelas XII jurusan pertanian dan wawancara terhadap guru pengampu mata pelajaran Biologi. Data hasil angket akan dianalisis secara deskriptif kualitatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui 75%
dari 64 siswa menyatakan mengalami kesulitan dalam belajar biologi pada berbagai materi. 15% lainnya menyatakan tidak sulit atau biasa saja (Gambar 1).
Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru diketahui hasil belajar biologi pada materi-materi biologi memang sedikit rendah.
Kesulitan dalam pembelajaran biologi yang di alami setiap siswa berfariasi. 32% siswa menyatakan kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak yang
tidak terlihat langsung oleh mata seperti materi sistem syaraf dan metabolisme. Hal ini dikarenakan dalam materi-materi tersebut membeutuhkan taraf berfikir secara abstrak sebab konsep tersebut berhubungan dengan proses-proses di dalam tubuh yang tidak dapat teramati secara langsung (Inayah, 2008). Selain itu diketahui bahwa siswa memiliki masalah dalam memahami topik- topik biologi seperti internal organ, sistem organ dan proses yang terjadi pada tubuh mereka sendiri karena tidak semua proses dapat dirasakan langsung (Ozsevgec, 2007).
Sebanyak 43% menyatakan kesulitan dalam memahami konsep klasifikasi, penjabaran ciri morfologi hewan dan tumbuhan, dan penentuan nama ilmiah berdasarkan ciri selain itu penataan nama biologi juga menjadi salah satu kesulitan siswa. Siswa sering mengalami kesulitan dalam materi klasifikasi dikarenakan banyak nama – nama ilmiah yang sulit dihafal sehingga siswa kesulitan memahami konsep secara utuh, siswa juga kesulitan mendeskripsikan ciri atau karakteristik setiap makhluk hidup (Mahendra, 2008). Materi biologi memang memiliki banyak sekali istilah sulit, selain menggunakan nama ilmiah, materi biologi juga sering menggunakan istilah asing yang membuat siswa kebingungan sehingga tidak bisa menerima konsep secara utuh (Lisnaini, 2009).
Gambar 1 . Grafik Respon Siswa Terhadap pembelajaran biologi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL III TAHUN 2017
“Biologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Hidup Perspektif Interdisipliner”
Diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi-FKIP bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang, tanggal 29 April 2017
Kusuma et al., Permasalahan dalam Pembelajaran 135
available at http://research-report.umm.ac.id/index.php/
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Konsep abtrak
Klasifikasi dan tata
nama
Tidak mengalami
kesulitan
% siswa
Gambar 2. Grafik Materi yang Dirasa Sulit Oleh Siswa
Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru diketahui bahwa tidak ada buku teks yang relevan dan khusus untuk siswa jurusan pertanian. Pembelajaran yang dilakukan selama ini menggunakan LKS yang dikembangkan sendiri oleh guru secara sederhana, terkadang juga mengambil dari buku biologi untuk SMA pada materi-materi tertentu. Namun, buku biologi untuk SMA kurang cocok jika digunakan dalam pembelajaran di SMK.
Pemilihan dan penentuan bahan ajar yang baik adalah memenuhi kriteria bahwa bahan ajar harus menarik dan dapat membantu siswa untuk mencapai kompetensi. Sehingga bahan ajar yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan terahadap KD yang harus dicapai oleh siswa. Pembuatan bahan ajar bertujuan menyediakan sumber belajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa, membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku- buku teks yang terkadang sulit diperoleh dan memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran (Depdiknas, 2008). Bahan ajar yang digunakan untuk melengkapi bahan ajar yang mempunyai kekurangan dalam mencapai tujuan dalam proses pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, jenis materi pelajaran, kondisi lingkungan dan dapat memotivasi serta meningkatkan belajar siswa pada pelajaran biologi (Prastowo, 2012). Bahan ajar yang sesuai dan memadai akan memudahkan siswa untuk memahami dan menrima pembelajaran (Zunaidah, 2016).
Namun pada kenyataannya belum ada buku teks Biologi yang sesuai dan khusus SMK jurusan pertanian.
Hal tersebut menyebabkan siswa SMK belum bisa maksimal dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Buku teks Biologi untuk SMK jurusan pertanian diharapkan sesuai dengan kurikulum yang ada di SMK dengan menyesuaikan materi pembelajaran dan tujuan dalam kurikulum untuk memaksimalkan pembelajaran yang ada di SMK.
Penggunaan buku teks SMA sebagai alternatib bahan ajar untuk siswa SMK juga kurang sesuai. Buku teks Biologi untuk SMK kurang sesuai dengan kurikulum yang ada di SMK (Rahmayani dkk, 2015). Materi yang ada pada buku teks SMA kurang sesuai dengan KD yang diajarkan untuk SMK sehingga banyak siswa yang justru kebingungan dalam memahami materi yang diajarkan.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru juga di ketahui penggunaan LKS yang dikembangkan mandiri oleh gurupun dirasa belum mampu memenuhi sumber belajar yang dibutuhkan siswa, belum mampu mencakup seluruh materi dan tujuan pembelajaran yang harus dipenuhi di SMK, Pemanfaatan potensi lingkungan lokal di sekitar lingkungan sekolahpun belum optimal.
Penggunaan bahan ajar yang berbasis potensi lokal diharapkan dapat membuat peserta didik lebih memahami konsep dalam pembelajaran biologi secara nyata. Bahan ajar yang berbasis potensi lokal dinilai lebih kontekstual karena peserta didik tidak merasa asing dengan suber belajar, sehingga peserta didik akan lebih mudah mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan awal yang dimiliki (Situmorang, 2016). Pembelajaran yang kontekstual diharapkan mampu menarik perhatian siswa sehingga mau dan menyukai pembelajaran biologi.
Dengan demikian siswa akan memiliki pemahaman dan ketrampilan yang mumpuni untuk bekal bersaing di dunia kerja, serta kompetensi pembelajaran untuk SMK dapat tercapai dengan baik.
Berdasarkan permasalahan yang dialami siswa tersebut diketahui bahwa dibutuhkan suasana pemeblajaran yang baru dan tidak membosankan bagi siswa sehingga meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan menjalani proses pembelajaran biologi di sekolah. Selain itu, dibutuhkan sumber belajar berupa bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum SMK serta mencakup materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan visi misi SMK, Sumber belajar yang memanfaatkan potensi lingkungan lokal yang bersifat kontekstual sehingga siswa dapat lebih mudah memahami materi biologi yang diajarkan karena bersifat lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran biologi di SMKN 1 Kademangan jurusan pertanian. Masalah pertama adalah kurangnya minat siswa terhadap materi pada pembelajaran biologi karena
PROSIDING SEMINAR NASIONAL III TAHUN 2017
“Biologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Hidup Perspektif Interdisipliner”
Diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Biologi-FKIP bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang, tanggal 29 April 2017
Kusuma et al., Permasalahan dalam Pembelajaran 136
available at http://research-report.umm.ac.id/index.php/
dianggap terlalu banyak hafalan dan membosankan, yang kedua yaitu tidak adanya buku pelajaran yang sesuai dengan kompoetensi yang dibutuhkan siswa SMK selama ini pembelajaran masih mengandalkan LKS dan modul yang dikembangkan oleh guru, masalah yang ke tiga adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal di sekitar sekolah untuk mempermudah siswa memahami konsep dalam pembelajarn biologi. Untuk itu perlu dikembangkan sebuah bahan ajar yang relefan untuk siswa SMK jurusan pertanian, bahan ajar yang juga berbasis pada potensi-potensi lokal di sekitar sekolah.
Dengan pemanfaatan potensi sekitar sekolah maka siswa bisa lebih mudah memahami pembelajaran karena pembelajaran yang disampaikan bersifat nyata.
UCAPAN TERIMAKSIH
Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Universitas Negeri Malang (UM) yang telah membantu proses penelitian ini, Kepala SMKN 1 Kademangan yang telah memberikan izin penelitian ini, Kepada guru biologi selaku pengempu mata pelajaran biologi di SMKN 1 Kademangan, dan seluruh siswa kelas XII jurusan pertanian yang bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.
DAFTAR RUJUKAN
Campbell, N. A., Reeca, J. B., Urry, Lisa A., Cain, M.L., Wasserman, S. A., Minorsky, P.V., & Jackson, R.
B. 2008. Biologi. Terjemahan Wulandari, Damaring Tyas.2010. Jakarta: Erlangga.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 Tantang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliah Kejuruan. Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional.2008. Materi Soialisasi Kurikulum dan Pelatihan Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Hariyadi, D.,Ibrohim, & Rahayu, S. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Lingkungan Terhadap Ketrampilan Proses dan Penguasaan Konsep IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kopang Pada Materi Ekosistem. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan. 1 (8): 1567-1574.
Inayah. 2008. Penerapan Metode Role Playing VCD Pembelajaran Pada Konsep Sistem Peredaran
Darah Manusia Terhadap Prestasi Belajar Siswa MTsN Kendal . Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang
Lisnaini. 2009. Inovasi Pembelajaran. Online (http:blog.unila.ac.id/lisnaini/
category/inovasi pembelajarn). Diakses Tanggal 12 Mei 2017
Mahendra, D. W. 2008.Penggunaan Media Kartu Pembelajaran Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang
Mulyana, T. 2013. Efektifitas Pembelajarn Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Kompetensi Dasar Menggambar Sketsa Di SMKN 12 Bandung. Skripsi. Jakarta : Universitas Pendidikan Indonesia.
Nafisah, D. 2011. Identifikasi Kesulitan Belajar IPA Biologi Siswa Kelas IX SMP Negeri 5 Ungaran.
Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Ozsevgec, L. C. 2007. What Do Turkish Student At Different Ages Know Abaout Their Internal Body Parts Both Visually and Verbally. Journal Of Turkish Science Educational 4 (2):31-44
Prastowo, A.2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press
Rahmayani, F., Hindun, I., & Hudha, A.M. 2015.
Pengembangan Handout Berbasis Kontekstual Pada Pelajaran Biologi Materi Bioteknologi Untuk Siswa Kelas XII SMK Negeri 02 Batu. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 1 No 1 : 47-59 Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Sudjana, N. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Situmorang, R. P. 2016. Analisis Potensi Lokal Untuk Mengembangkan Bahan Ajar Biologi Di SMA Negeri 2 Wonosari. Jurnal Pendidikan Sains Volume 4 No. 1 Maret 201
Zunaidah, F. N.& Amin, M. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Bioteknologi Berdasarkan Kebutuhan Dan Karakter Mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia. 2 (1): 19-30.