STRATEGI PENCEGAHAN KORUPSI
DI PERGURUAN TINGGI
Oleh
PROF.DR. JAMAL WIWOHO,S.H.,M.Hum.
Rektor Universitas Sebelas Mare
tDisampaikan pada:
Kuliah perdana mahasiswa Pascasarjana Universitas Pakuan
23 September 2022
•Nama : Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum
•Tempat/Tgl. Lahir : Magelang, 8 November 1962
•Tempat Tinggal : Jl. Manunggal 1/43, Solo, Jawa Tengah
•Pendidikan : S1 FH UNS, S2 Hukum Ekm & Tek Undip, S3 PDIH Undip
•Status : Berkeluarga, 1 Istri , 3 Anak
•Hp. : 08122601681
•E-mail : [email protected] atau [email protected]
•website : jamalwiwoho.com
•Pekerjaan: 1.Rektor Universitas Sebelas Maret
• 2. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI)
•Pengalaman : 1. Inspektur Jenderal Kemenristek Dikti
• 2. Plh. Rektor Universitas Negeri Manado
• 3. Wakil Rektor II UNS Surakarta
• 4. Ketua forum PR II / WR II Se – Indonesia
• 5. Sekretaris Prodi S3 Ilmu Hukum FH UNS
• 6. Ketua Dewan Pengawas UNDIP
• 7. Ketua Dewan Pengawas UNS
• Lain-lain :
Reviewer Nasional DP2M Dikti, Tim PAK Dikti, Instruktur Brevet, Konsultan DPRD Ngawi- Jatim, DPRD Karanganyar-Jateng, DPRD Surakarta, DPRD Balikpapan, Konsultan IAPI, Konsultan Pemda Ngawi, Pemda Magetan Jatim, Pemkot Gorontalo, Saksi Ahli di beberapa Pengadilan, dll.
guru S2/S3 tidak tetap di Univ Diponegoro, Univ Trisakti Jkt, Univ Taruma Negara Jkt, Univ Djuanda Bogor, Univ Swadaya Gunung Jati Cirebon, Univ Slamet Riyadi dan UNSA Solo, Univ Brawijaya Malang (disertasi) dll.
Tahun 2016. Local Institutional Development and Cost of Financial Intermediation. International Journal of Business.”
Tahun 2016. The Existence of Corporate Social Responsibility (CSR) for Improving of The Welfare of Society. Business, Economics, and Social Science & Humanities.
Tahun 2017. Reinforcement of Cooperative Regulation in Dealing with Global Business Penetration. International Journal of Economic Research, Volume No. 14, Issue No. 5. Page 111-123.
Tahun 2017. The Effectiveness of CustomerComplaint Resolution Facilitation Program by Financial Service Authority. International Journal of Economic Research, Volume No. 14, Issue No. 5. Page 71-86.
Tahun 2018 (dalam proses). Micro Stress Testing for Indonesian Banking. International. Journal of Business and Society.
CURICULUM VITAE
Jamal wiwoho @jamalwiwoho1
• Korup = busuk, palsu, suap (kamus besar bahasa indonesia, 1991)
• Korup = suka menerima uang sogok, menyelewengkan uang/barang milik perusahaan atau negara, menerima uang dengan menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi (kamus hukum, 2002)
• Korup = kebejatan, ketidakjujuran, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian (the lexicon webster dictionary, 1978)
Beberapa terminologi korupsi
3 tingkatan KORUPSI
Material benefit
(Mendapatkan keuntungan material yang bukan haknya melalui kekuasaan)
Abuse of power
(Penyalahgunaan kekuasaan)
Betrayal of trust
(Pengkhianatan kepercayaan)
Pengkhianatan terhadap kepercayaan (betrayal of trust)
• penghianatan merupakan bentuk korupsi paling sederhana
• Semua orang yang berkhianat atau
mengkhianati kepercayaan atauamanat yang diterimanya adalah koruptor.
• Amanat dapat berupa apapun, baik materi maupun non materi (ex:
pesan, aspirasi rakyat)
• Anggota DPR yang tidak menyampaikan aspirasi
rakyat/menggunakan aspirasi
untuk kepentingan pribadi
merupakan bentuk korupsi
Penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)
• Abuse of power merupakan korupsi tingkat menengah
• Merupakan Segala bentuk
penyimpangan yang dilakukan melalui struktur kekuasaan, baik pada tingkat negara maupun lembaga-lembaga
struktural lainnya, termasuk lembaga pendidikan, tanpa mendapatkan
keuntungan materi.
Penyalahgunaan kekuasan untuk mendapatkan keuntungan material (material benefit)
• Penyimpangan kekuasaan untuk
mendapatkan keuntungan material baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
• Korupsi pada level ini merupakan tingkat paling membahayakan karena
melibatkan kekuasaan dan keuntungan material.
• Ini merupakan bentuk korupsi yang
paling banyak terjadi di indonesia
Berdasarkan data KPK dari tahun 2004-2021, fenomena korupsi terjadi dalam lintas usia, lintas parpol dan lintas daerah. Perilaku korupsi tersebut dapat dikelompokkan dalam 7
(tujuh) kategori tindak pidana korupsi,yaitu: (1) kerugian keuangan negara; (2) suap menyuap; (3) gratifikasi; (4) pemerasan; (5) perbuatan curang; (6) penggelapan jabatan;
dan (7) benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.
Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia
tahun 2020 berada di skor 37. Turun sebanyak 3 (tiga) poin dari tahun sebelumnya.
Indonesia berada di peringkat 102 dari 180 negara yang dilibatkan.
Di level ASEAN, Indonesia berada di peringkat lima, berada di bawah Singapura yang memperoleh skor IPK 85, Brunei Darussalam (60), Malaysia (51) dan Timor Leste (40).
INDEKS PERSEPSI KORUPSI
INDONESIA 2020
Sektor-sektor yang masih rawan dan prevalensi korupsi tinggi adalah
SEKTOR PENEGAKAN HUKUMdan
SEKTOR LAPANGAN USAHA, a.l. yakni:pertambangan dan migas. Tak terkecuali adalah
SEKTOR PENDIDIKAN, yang turut menghadirkan potensi perilakukoruptif penyelenggara pendidikan
. Terdapat 240 korupsi pendidikan yang ditindak APH sepanjang Januari 2016 hingga September 2021. Kasus tersebut terjadi dalam rentang waktu 2007 hingga 2021, yang melibatkan
621 orang tersangkadan menimbulkan kerugian negara sebesar
Rp 1,6 triliun.SEKTOR PENDIDIKAN TERDAMPAK KASUS KORUPSI..
Menko Polhukam Prof. Mahfud M.D. dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyebutkan sebanyak 86 persen koruptor yang ditangkap lembaga antirasuah itu berasal dari alumni perguruan tinggi, bahkan bergelar di atas S-1;
Pada akhir 2021, ICW (Indonesia Corruption Watch) mencatat, negara rugi Rp 1,6 triliun dari korupsi pendidikan 6 tahun terakhir. Ini membuktikan ada
something wrongdalam dunia pendidikan kita. Apalagi pendidikan adalah kawah candradimuka penggemblengan karakter anti korupsi pada anak-anak.
86% KORUPTOR
ALUMNI PERGURUAN TINGGI..
Setidaknya tercatat terdapat 12 Pola Korupsi di Perguruan Tinggi:
a. Plagiasi Karya Ilmiah;
b. Pengadaan barang dan jasa;
c. Suap penerimaan mahasiswa baru;
d. Penyimpangan keuangan negara/SPJ fiktif;
e. Jual beli nilai;
f. Pemalsuan data/dokumen (Nilai; Ijazah dll) g. Korupsi dana Hibah atau CSR;
h. Suap akreditasi;
i. Suap pemilihan pejabat;
j. Korupsi dana penelitian/pengabdian masyarakat;
k. Kecurangan mahasiswa dalam ujian;
l. Korupsi dana beasiswa mahasiswa.
12 POLA KORUPSI
DI PERGURUAN TINGGI
Perguruan tinggi sebagai satuan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi memiliki kedudukan penting dalam proses perubahan sosial karena perguruan tinggi mengemban fungsi sebagai agent of social change dalam melakukan transformasi kultural kearah kondisi masyarakat yang lebih maju.
Dalam konteks ini, fungsi perguruan tinggi, yaitu; a) Sebagai penghasil tenaga kerja yang bermutu, b), sebagai lembaga pelatihan bagi karir peneliti, dan c), sebagai organisasi pengelola yang efisien.
Keberadaan Perguruan Tinggi memiliki peranan yang sangat penting dalam memberantas praktek korupsi.
Peran dan fungsi Perguruan Tinggi ini sebagai implementasi dari tri darma yang menjadi kewajibannya, dapat diwujudkan dalam bentuk membangun gerakan pembelajaran masyarakat untuk mendorong terciptanya transformasi sosial dan terjaganya nilai-nilai budaya bangsa yang anti korupsi.
KAMPUS SEBAGAI AGENT OF SOCIAL CHANGE
Korupsi telah mewabah hampir pada seluruh sendi kehidupan bangsa Indonesia. Kejahatan luar biasa (extra
ordinary crime) ini memerlukan upaya yang luar bisa puladalam memberantasnya.
Dalam upaya untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang bersih, diperlukan sebuah sistem pendidikan anti korupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi, cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi.
Ada dua tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan anti korupsi ini, yaitu: (1), Untuk menanamkan semangat anti korupsi pada setiap anak bangsa; dan 2) untuk membangun nilai-nilai dan mengembangkan kapasitas yang diperlukan untuk melawan korupsi.
PENDIDIKAN ANTI
KORUPSI
DI PERGURUAN
TINGGI..
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan aplikasi
JAGA Kampus
untuk mencegah potensi risiko korupsi di lingkungan perguruan tinggi.JAGA Kampus
ini adalah sebuah platform/aplikasi pencegahan korupsi yang mendorong terjadinya transparansi penyelenggaraan pelayanan publik dan pengelolaan aset negara di Kampus.JAGA
juga melibatkan masyarakat guna memantau, mengusulkan perbaikan dan melaporkan penyimpangan, termasuk mendorong dan melibatkan pemerintah/Kampus untuk merespon feedback dari masyarakat.PENERAPAN REFORMASI BIROKRASI BIDANG PENGAWASAN
Penandatanganan dokumen Pakta Integritas oleh seluruh Pejabat dan Pegawai
Pemenuhan kewajiban LHKPN dan LHKASN
Pemenuhan Akuntabilitas Kinerja
Pemenuhan kewajiban Pelaporan Keuangan
Penerapan Disiplin PNS
Penerapan Kode Etik Khusus
Penerapan Kebijakan Pelayanan Publik
1 2
3 4
5 6 7
Penerapan Whistle Blowing System
Pengendalian Gratifikasi
Penanganan Benturan Kepentingan
Kegiatan Pendidikan/Pembinaan dan Promosi Anti Korupsi
Pelaksanaan Saran Perbaikan yang diberikan oleh BPK/KPK/APIP
Penerapan Kebijakan Pembinaan Purna Tugas
Penerapan Kebijakan Pelaporan Transaksi Keuangan yang tidak sesuai dengan profil oleh PPATK
8 9
10 11 12 13 14
Rekrutmen Secara Terbuka
Promosi Jabatan Secara Terbuka
Mekanisme Pengaduan Masyarakat
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (e-Procurement)
Pengukuran Kinerja Individu Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan
Keterbukaan Informasi Publik
15
16
17
18
19
20
1. Menyelenggarakan pendidikan anti korupsi.
menyisipkan pendidikan antikorupsi pada beberapa mata kuliah.
Materi yang diajarkan kami fokuskan untuk menekankan nilai-nilai anti korupsi yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan
keadilan.
2. Melakukan reformasi birokrasi.
menciptakan birokrasi yang responsibel, akuntabel, transparan, efektif, efisien, bersih, dan berkualitas serta menjunjung nilai-nilai keadilan tanpa diskriminasi dan nilai-nilai profesionalitas.
3. Mengoptimalkan peran dan tugas Satuan Pengawas Internal (SPI).
Memberikan pendampingan, pembinaan, pengawasan, pemeriksanaan, serta pengendalian program, kegiatan dan anggaran.
Prof. Jamal Wiwoho (UNS):
“6 (enam) langkah untuk menangkal
korupsi di perguruan tinggi”
4 Mendirikan Pusat Kajian Anti Korupsi Fak. Hukum UNS.
sebagai salah satu “kekuatan gerakan moral” dalam upaya memerangi tindak pidana korupsi;
5. Mengoptmalkan kinerja Pusat Studi Transparansi dan Anti Korupsi (Pustakapo) pada LPPM.
sebagai media dalam meningkatkan peran di bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian
masyarakat tentang pentingnya transparansi publik untuk mewujudkan pemerintahan yang bebas dari korupsi;
6. Mengefektifkan kepatuhan pengiriman LHKPN dan LHKASN.
Sebagai bentuk komitmen dan kepatuhan para pejabat dan
ASN UNS untuk melaporkan harta kekayaanya secara rutin.
Ada 9 (Sembilan) nilai anti korupsi yang terbagi ke dalam 3 (tiga) bagian utama, yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan berkeluarga, bekerja, Kuliah maupun bersosialisasi dalam masyarakat, yakni:
1. inti (jujur, disiplin, dan tanggung jawab), yang dapat
2. menumbuhkan sikap (adil, berani, dan peduli), sehingga 3. mampu menciptakan etos kerja (kerja keras, mandiri,
sederhana).
9(Sembilan) Nilai Anti Korupsi
MAHASISWA MEMPUNYAI ANDIL
DALAM MENCEGAH KORUPSI
3 EX OFFICIO
* MENTERI
* REKTOR
* KETUA SENAT AKADEMI
1 Orang Wakil Tenaga Kependidikan 7 Anggota
Senat Akademik
4 Unsur Masyarakat
1 orang Wakil Alumni 1 orang
wakil Mahasiswa
usulan : ketua IKA UNS
usulan : presiden BEM
usulan : Tendik Prestasi Nasional
usulan : Dipilih internal Senat
Akademi
TERIMA KASIH
24