• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA ILMIAH TERAPAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KARYA ILMIAH TERAPAN"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH TERAPAN

ANALISIS BERKURANGNYA KUALITAS KEBERSIHAN MINYAK PELUMAS PADA PENGGUNAAN LUBRICATING OIL (LO) PURIFIER DI ATAS KAPAL MV. SAMUDERAMAS

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Pelayaran

IVAN MUHAMMAD BACHERI NIT : 05.17.013.1.42/T AHLI TEKNIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2021

(2)

ANALISIS BERKURANGNYA KUALITAS KEBERSIHAN MINYAK PELUMAS PADA PENGGUNAAN LUBRICATING OIL (LO) PURIFIER DI ATAS KAPAL MV. SAMUDERAMAS

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Pelayaran

IVAN MUHAMMAD BACHERI NIT : 05.17.013.1.42/T AHLI TEKNIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2021

(3)
(4)
(5)

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Ivan Muhammad Bacheri

Nomor Induk Taruna : 05.17.013.1.42/T Program Diklat : Ahli Teknika Tingkat III

Menyatakan bahwa Karya Ilmiah Terapan yang saya tulis dengan judul:

ANALISIS BERKURANGNYA KUALITAS KEBERSIHAN MINYAK PELUMAS PADA PENGGUNAAN LUBRICATING OIL (LO) PURIFIER DI ATAS KAPAL MV. SAMUDERA MAS

merupakan karya asli. Seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.

Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

Surabaya, 2021

IVAN MUHAMMAD BACHERI NIT : 05.17.013.1.42/T

iv

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini dengan tepat waktu.

Terselesainya Karya Tulis Ilmiah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah mendukung dan memfasilitasi dalam proses penyelesaian proposal Karya Ilmiah Terapan (KIT) ini.

2. Para dosen pembimbing yang dengan penuh ketekunan dan kesabaran membimbing saya dalam penulisan Karya Ilmiah Terapan (KIT) ini.

3. Bapak / Ibu dosen Politeknik Pelayaran Surabaya, khususnya lingkungan progam studi Teknika Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah memberikan bekal ilmu sehingga saya dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Terapan (KIT) ini.

Rekan – rekan taruna yang telah memberikan dorongan dan semangat penulisan Karya Ilmiah Terapan (KIT) ini dapat terselesaikan.

Saya sadar bahwa dalam penulisan Karyah Ilmiah Terapan (KIT) ini masih terdapat banyak kekurangan. Kekurangan tersebut tentunya dapat dijadikan peluang untuk peningkatan penulisan selanjutnya.

Semoga Karya ilmiah Terapan (KIT) ini dapat bermanfaat bagi para pembaca saya terkhusunya.

Surabaya, 2021

IVAN MUHAMMAD BACHERI NIT. 05.17.013.1.42/T

v

(7)

ABSTRAK

IVAN MUHAMMAD BACHERI 2020 , Analisis Berkurangnya Kualitas Kebersihan Minyak Pelumas Pada Penggunaan Lubricating Oil (LO) Purifier MV Samudera Mas. Dibimbing oleh : Ferry Budi Cahyono, ST, MM dan Dr. Agus Dwi Santoso, ST, MT, M.Pd

Di dalam kamar mesin kapal terdapat salah satu bagian komponen yaitu LO Purifier. Pada LO Purifier sering mengalami penurunan kinerja yang mengalirkan lubricating oil ke sistim pelumasan sehingga menyebabkan kurang efektifnya kinerja mesin induk itu dalam pelumasan yang di inginkan. Purifier adalah sebuah alat yang digunakan untuk memisahkan minyak lumas dari kotoran ataupun lumpur dan air. Viskositas adalah sifat yang paling penting yang menunjukkan fluida relatif dari minyak tertentu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab menurunnya kualitas kebersihan minyak lumas yang di hasilkan pada purifier dikapal. Melalui karya ilmiah terapan ini dapat menemukan penyebab menurunnya kualitas kebersihan lubricating oil pada purifier dikapal dan hasilnya akan dapat dipergunakan sebagai referensi rekan – rekan masinis agar purifier di kapal dapat beroperasi secara maksimal.

Kata kunci : purifier,vicositas,lubricating

vi

(8)

ABSTRACT

IVAN MUHAMMAD BACHERI 2019, Analysis of Impaired Hygiene of Lubrication Oil On Auxilliary engine of LO Purifier. Guided by : Ferry Budi Cahyono, ST, MM and Dr. Agus Dwi Santoso, ST, MT, M.Pd.

Inside the ship’s engine room there is one component part of LO Purifier.

In LO Purifier often experience a decrease in performance that drain lubricating oil to the lubrication system, causing less effective performance of the machine in the desired lubrication. Purifier is tool used to separate lubricating oil from dirt or mud and water. Viscosity is the most important trait that shows the relayive fluidity of certain oils. This research was conducted with the aim to find out the cause of the decrease in quality of lubricant oil produced in purifier on board.

Through this applied scientific work can find the cause of the decline in the quality of lubricating oil on the ship’s purifier and the result will be used as reference or reference of the engineer colleagues so that the purifier on the ship can operate optimally.

Keywords : Purifier, Viscosity, Lubricating Oil

vi

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL...……… . i

PERNYATAAN KEASLIAN………... ii

PERSETUJUAN SEMINAR……….. iii

HALAMAN PENGESAHAN……… . iv

KATA PENGANTAR………... v

ABSTRAK………... vi

DAFTAR ISI………... vii

DAFTAR TABEL………... x

DAFTAR GAMBAR……… xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………... 1

1.2 Rumusan Masalah…...………... 3

1.3 Batasan Masalah………...….. 3

1.4 Tujuan Penelitian………... 3

1.5 Manfaat Penelitian………... 4

1.5.1 Secara Teoritis... 4

1.5.2 Secara Praktis... 4

BAB II 2.1 TINJAUAN PUSTAKA Review Penelitian Sebelumnya...………..…...… 5

2.2 Landasan Teori...………...……. 8

2.2.1 Pengertian Dan Definisi Analisis... 8 vii

(10)

2.2.2 Fungsi Analisis Dalam Suatu Penelitian ... 9

2.2.3 Pengertian Minyak Pelumas. ... 11

2.2.4 Prinsip Minyak Lumas. ... 12

2.2.5 Sifat-Sifat Minyak Lumas. ... 13

2.2.6 Pengertian Dari Lubricating Oil Purifier ... 16

2.2.7 Prinsip Kerja Purifier ... 17

2.2.8 Gambar Dan Bagian Komponen L.O Purifier ... 18

2.2.9 Komponen Dalam L.O Purifier... …... 20

2.2.10 Gambar Sistem Pelumasan L.O Purifier ... 22

2.3 Kerangka Penelitian. ... 23

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian...………... 24

3.2 Lokasi Penelitian...………... 25

3.2.1 Waktu Penelitian………...……... 25

3.2.2 Tempat Penelitian...……….……….…. 25

3.3 Jenis Dan Sumber Data………... 26

3.3.1 Sumber Data ………... 26

3.3.2 Jenis Data..………...………... .. 26

1. Data Primer………...……… 26

2. Data Sekunder………... 27

3.4 Pemilihan Informan……… 27

3.5 Metode Pengumpulan Data... 28

3.5.1 Wawancara... 28 viii

(11)

3.5.2 Observasi... 28

3.5.3 Studi Pustaka………... 29

3.6 Metode Analisis Data……… … 29

3.6.1 Reduksi Data……….……… 29

3.6.2 Penyajian Data………...……… 30

3.6.3 Penarikan Kesimpulan………..……… 30

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 31

4.2 Hasil Penelitian ...………... 31

4.2.1 Penyajian Data ...……… ... 35

4.2.2 Analisis data ... ……… ... 38

4.3 Pembahasan .……… ... 39

4.4 Tujuan Penelitian... 48

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... ……… 50

5.2 Saran ...……… ... 51

DAFTAR PUSTAKA... 52

LAMPIRAN ... 54

ix

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

2.1 Review Penelitian Sebelumnya ... 5

4.1 Ship Particular MV. SAMUDERA MAS ... 32

4.2 Data L.O Purifier MV. SAMUDERA MAS ... 35

4.3 Penilaian Perawatan yang dilakukan terhadap L.O Purifier... 37

x

(13)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.1 Komponen Bagian Luar Purifier ... 18

2.2 Komponen Bagian bawah Purifier... 19

2.3 Komponen Bagian Dalam... 19

2.4 Komponen Bagian dalam... 20

2.5 Sistim Minyak Lumas LO Purifier... 22

2.6 Kerangka Penelitian ... 23

4.1 Filter Lubricating Oil... 34

4.2 L.O Purifier... 34

4.3 Gravity Disc... 41

4.4 Sistem Pelumasan Pada Main Engine... 44

4.5 Mannual book L.O Purifier function... 46

4.6 Mannual book sirkulasi L.O Purifier... 47

4.8 Hasil Check and Test Laboratory L.O Main Engine ... 49

xi

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Purifier merupakan suatu alat bantu yang digunakan untuk pemisahan dua cairan yang berbeda berat jenisnya ( Jackson dan Morton, 1977 ).

Lubricating Oil ( LO ) purifier kapal berfungsi untuk membersihkan minyak pelumas mesin dari kotoran cair maupun padat (lumpur) yang tercampur, sehingga kerusakan pada mesin akibat penggunaan minyak pelumas yang tidak bersih .Untuk menghindari terjadinya suatu masalah pada mesin utama dan mesin bantu, terdapat suatu sistem pembersihan minyak pelumas. Pembersihan dimulai sejak minyak pelumas berada dalam sump tank. Pada purifier, pembersihan dilakukan dengan sistem gerak putar (sentrifugal), jika tenaga sentrifugal diputar beberapa ribu kali putaran dalam waktu tertentu maka tenaganya akan lebih dari gaya gravitasi dan statis. Sehingga kotoran yang mempunyai massa jenis lebih besar akan terlempar ke bagian luar. Semakin lama maka kotoran akan menumpuk dan semakin berat. Dengan banyaknya kotoran tersebut harus dibuang dengan cara di blow. Untuk proses pembuangan kotoran tersebut maka valve untuk opening water dibuka sehingga kotoran keluar menuju tangki kotoran. Dalam pengoperasiannya, purifier tidak selalu bekerja dengan baik. Purifier mengalami beberapa gangguan yang dapat mengganggu proses pemurnian, bahkan dapat menggagalkan proses pemurnian

(15)

2

sehingga hasil purifikasi tidak optimal. Apabila purifier gagal beroperasi bisa dipastikan mesin kapal mengalami gangguan karena minyak pelumas untuk mesin mengandung campuran yang tidak seharusnya. Sehingga kualitas minyak pelumas menurun untuk pelumasan pada mesin induk yang dihasilkan L.O purifier. Sistem pemeriksaan yang rutin juga membuat purifier menjadi lebih awet. Dalam kegiatan praktek berlayar ini direncanakan dan dilakukan studi kasus tentang operasional purifier yang meliputi sistem cara kerja dan proses pemurnian minyak. Dengan memaksimalkan sistem safety alarm dan menjalankan prosedur pengoperasionalan secara benar akan membuat purifier bekerja dengan optimal, tahan lama sehingga kualitas minyak lumas yang di hasilkan L.O purifier tetap optimal.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul “ANALISIS BERKURANGNYA KUALITAS KEBERSIHAN MINYAK PELUMAS PADA PENGGUNAAN LUBRICATING OIL (LO) PURIFIER DI ATAS KAPAL MV. SAMUDERA MAS”.

(16)

3

1.2 Rumusan Masalah

Dalam hal ini penulis merumuskan masalah yang akan di uraikan dalam hal selanjutnya yaitu :

1. Apa penyebab menurunnya kualitas kebersihan minyak pelumas pada penggunaan pesawat bantu L.O purifier di atas kapal ?

2. Apa tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi penurunan kualitas kebersihan minyak pelumas pada penggunaan pesawat bantu L.O purifier di atas kapal ?

1.3 Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan, penulis menganggap perlunya mengambil batasan-batasan dengan maksud agar tidak terjadi penyimpangan dalam pembahasan.

Dari sekian faktor yang mengakibatkan menurunnya kualitas minyak pelumas khususnya alat mekanis dan media pada sistem pelumasan, maka penulis hanya menganalisa pada L.O Purifier.

1.4 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya kualitas kebersihan minyak pelumas pada L.O purifier di atas kapal.

(17)

4

1.5 Manfaat Penelitian

Sebagai gambaran kepada pembaca utamanya bagi rekan-rekan taruna tentang penyebab menurunnya kualitas minyak pelumas pada L.O Purifier diatas kapal antara lain :

1.5.1 Secara teoritis

Sebagai gambaran kepada pembaca utamanya bagi rekan-rekan taruna tentang penyebab menurunnya kualitas kebersihan minyak pelumas pada L.O Purifier diatas kapal.

1.5.2 Secara Praktis

Sebagai bahan acuan dan pertimbangan bagi calon ahli mesin atau seorang engineer dalam melakukan perawatan permesinan bantu yang nantinya akan bekerja di atas kapal.

(18)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Review Penelitian Sebelumnya

Tabel 2.1 Review Penelitian Sebelumnya

No Nama Topik Metode Hasil Penelitian

1. Fadhil Burhannudin Muhammad

Analisis perbandingan tipe pelumas bedasarkan wujud pada studi kasus pelumasan pada gearbox sepeda motor.

Jurnal Rekayasa Mesin Vol.6, No.2 Tahun 2015: 137-146

Dalam penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research).

Metode ini digunakan dalam mendapatkan data dengan cara observasi

dengan literatur yang digunakan.

Berdasarkan hasil analisis akhir, pelumas terbaik yang sesuai untuk studi kasus ini adalah pelumas cair.

(19)

6

2. Kawuwung Piet Hein &

Marinus S.

Tappy

Purifier bahan bakar dalam menunjang kelancaran operasional permesinan.

Jurnal Pojok Ilmiah Buletin Matric Vol. 13 No. 1 Juni 2016

pemisahan sentrifugal

dengan cara sedimentasi di bidang sentrifugal dengan gaya sentrifugal yang bekerja dengan rotasi 1500-1900 per menit, sehingga

pemisahan dan pembersihan yang dihasilkan jauh lebih besar daripada

pengendapan gravitasi.

lumpur dapat dipisahkan dengan mudah dan dihilangkan dengan cara diledakkan, gerakan

pembuangan

lumpur dilakukan dalam waktu singkat dengan pembersihan tinggi, proses pembersihan jauh lebih efisien dan ekonomis daripada metode gravitasi

3. Rini Siskayanti

Perbandingan kinerja pelumas motor skutik mineral dan

Penelitian ini dilakukan dengan uji jalan

(road test)

Dari hasil road test menunjukkan penurunan

viscositas dan nilai

(20)

7

sintetik pada uji jalan sampai 6000 km.

jurnal.ftumj.ac.i d/index.php/sem nastek. TK - 024 ISSN : 2407 – 1846 e-ISSN : 2460 – 8416 , 17 November 2015

terhadap dua sepeda motor skutik

baru dengan type dan merek yang sama.

bahan dasar (base oil) yang berbeda yaitu

Mineral (group 1) dan Sintetik (group III).

TBN yang cukup stabil. Kandungan wear metal sangat baik, tidak ada kerusakan

komponen dan konsumsi pelumas sedikit.

(21)

8

Jika dalam penelitian sebelumnya hanya membahas tentang Analisis perbandingan tipe pelumas bedasarkan wujud pada studi kasus pelumasan pada gearbox sepeda motor, Purifier Bahan Bakar Dalam Menunjang Kelancaran Operasional Permesinan dan Perbandingan kinerja pelumas motor skutik mineral dan sintetik pada uji jalan sampai 6000 km. Namun kali ini saya meneliti dan membahas tentang Analisis Berkurangnya Kualitas Kebersihan Minyak Pelumas Pada Penggunaan Lubricating Oil (LO) Purifier Di Atas Kapal MV Samudera Mas.

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Pengertian dan Definisi dari Analisis

Menurut Luhukay .J (2013;14) menyebutkan pengertian analis sebagai sebuah proses menguraikan sebuah pokok masalah atas berbagai bagaiannya. Penelahan juga di lakukan pada bagian tersebut dan hubungan antar bagian guna mendapatkan pemahaman yang benar serta pemahaman masalah secara menyeluruh.

Menurut Wiradi, arti analisis adalah aktivitas yang memuat kegiatan memilah mengurai, membedakan sesuatu yang kemudian digolongkan dan dikelompokkan menurut kriteria tertentu lalu dicari makna dan kaitannya masing-masing.

(22)

9

Menurut Rifka Julianty, pengertian analisis adalah aktivitas penguraian pada pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antara bagian untuk mendapatkan pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

Pengertian analisis juga dimaknai sebagai sebuah tindakan penilaian mengenai kondisi dari yang memiliki alasan tertentu sehingga memunculkan kemungkinan mengenai beberapa perbedaan yang muncul.

Definisi ini di kemukakan oleh Syahrul dan Mohammad Afdi Nizar.

Pengertian ini hampir serupa dengan pengertian analisis yang di sebutkan dalam kamus akutansi Indonesia.

Menurut Komaruddin, analisis merupakan sebuah aktivitas berpikir untuk menguraikan sebuah masalah yang menyeluruh menjadi beberapa bagian. Dengan demikian dapat diketahui ciri-ciri dari setiap komponen tersebut, serta bagaimana hubungan yang ada pada masing – masing komponen beserta fungsinya sehingga bisa membentuk sebuah kesatuan yang memiliki makna baru.

2.2.2 Fungsi Analisis Dalam Suatu Penelitian

Dalam sebuah proses penelitian, antara kegiatan analisa memiliki keterkaitan erat dengan proses pengolahan data menggunakan metode statistik. Hal ini terkait dengan fungsi statistik yang akan

(23)

10

menyajikan sebuah data yang di dapat dari proses penelitian untuk kemudian diolah menjadi kesimpulan penelitian tersebut.

Dalam proses penelitian, analisa merupakan tahap akhir sebelum penarikan kesimpulan dilakukan proses pencarian serta pembatasan masalah. Selanjutnya, dilakukanlah proses penarikan hipotesa awal hipotesa berfungsi sebagai praduga awal sebelum proses penelitian dilakukan.

Dengan demikian, pada nantinya penelitian tersebut akan membuktikan apakah hasil praduga yang tertuang dalam hipotesa tersebut sesuai atau tidak. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah hasil penelitian menyebabkan hipotesa ditolak atau sebaliknya, hasil penelitian sesuai dengan hipotesa yang sudah di buat pada awal penelitian.

Setelah proses pembuatan hipotesa ini selesai, barulah membahas mengenai landasan teori dalam penelitian tersebut. Hal ini di maksudkan agar pada nantinya, penelitian yang dilakukan memiliki landasan ilmiah yang cukup kuat sehingga bisa di pertanggung jawabkan.

Selain itu, dengan adanya landasan teori dari para ahli yang sudah ada sebelumnya menjadi pedoman agar penelitian yang dilakukan tetap pada batasan yang diinginkan dan tidak melebar jauh dari topik bahasan.

(24)

11

2.2.3 Pengertian Minyak Lumas

Minyak lumas adalah zat cair atau benda cair yang digunakan sebagai pelumasan dalam suatu mesin untuk mengurangi keausan akibat gesekan dan sebagai pendingin serta peredam suara.

Menurut Maleev (1991), Pelumasan adalah pemberian minyak lumas antara dua permukaan bantalan yaitu permukaan yang bersinggungan dengan tekanan dan saling bergerak satu terhadap yang lain.

bantalan pena engkol mesin horizontal kecil dan mesin dua langkah pembilasan karter menggunakan peminyak sentrifugal atau peminyak banyo. Lubang minyak yang mengarah kepermukaan pena engkol seringkali digurdi pada sudut sekitar 30 derajat mendahului titik mati, sehingga cangkang atas menerima minyak sebelum langkah penyalaan dan pada titik yang tekanannya relatif rendah.

Menurut Maanen (1983), Pelumasan dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Pelumasan hidrodinamis.

Pada bentuk pelumasan ini, maka antara poros dan bantalan selalu terdapat suatu lapisan pelumas. Lapisan pelumas tersebut mencegah hubungan langsung antara material, poros dan material bantalan.

(25)

12

b. Pelumasan hidrostatis.

Pelumasan hidrostatis hanya akan tercapai, bila kedua permukaan gesekan memiliki kecepatan yang cukup tinggi satu terhadap yang lainnya. Pada waktu start jalan dan setelah berjalan dari poros dalam bantalan, maka akan terjadi suatu periode pelumasan batas dalam setiap hal.

c. Pelumasan batas.

Pelumasan batas dalam mana terjadi hubungan langsung antara material poros dan bantalan. Akan membawa keausan dengan cepat dari material bantalan akan tetapi juga sering material poros.

2.2.4 Prinsip Minyak Pelumas

Menurut Maleev (1991), Mengemukakan bahwa bagaimanapun juga harusnya dan tepatnya persatuan logam dapat dilihat atau dirasakan, tetapi sebenarnya tidak rata melainkan terdiri atas titik yang tinggi dan rendah, kalau satu permukaan meluncur diatas permukaan yang lain dan suatu gaya menekannya terhadap permukaan yang lain tersebut, maka titik yang tinggi pada kedua permukaan akan saling mengunci dan menghambat gerak relatif. Dalam meluncur dan mengatasi hambatan ini, maka permukaan yang keras akan melepaskan sebagian dari titik yang tinggi dan permukaan yang lunak tetapi pada saat yang sama dapat kehilangan sebagian dari titik tingginya sendiri. Hambatan untuk meluncur ini disebut gesekan (friction), pelepasan titik yang tinggi (wear).

(26)

13

Menurut Suharto(1991), Pemilihan serta perlakuan pelumas didalam kaitannya dengan operasi mesin tentunya bukan sekedar asal melumuri saja, akan tetapi mempunyai makna dan tujuannya yang banyak dan komplek serta itu semua disesuaikan dengan objek yang dilumasi, bagaimana lingkungannya, bagaimana tinggi rendahnya temperatur operasinya, sifat–sifat bahan pelumas terhadap objek, kecepatan putar ataupun kecepatan linier dari objek yang dilumasi.

Menurut Maanen (1983), Poros dibebani dengan sebuah gaya dengan arah tegak lurus kebawah, sehingga lapisan pelumas antara poros dan bantalan terdesak keluar. Akibatnya terjadi hubungan antara poros dan material bantalan. Bila poros diputar, maka akibat adhesi minyak pelumas antara poros dan bantalan akan ditarik. Pada kecepatan sudut yang cukup besar tekanan dalam lapisan pelumas sedemikian besar sehingga terjadi keseimbangan dengan beban poros sehingga poros akan terangkat oleh lapisan pelumas dan memutuskan hubungan metal dengan poros.

2.2.5 Sifat – sifat Minyak Lumas

Menurut Maleev (1991), Menjelaskan bahwa sifat minyak lumas baik fisik maupun kimia, ditentukan dengan penyajian yang sama dengan yang digunakan untuk menguji bahan bakar. Pembahasannya akan diurutkan menurut pentingnya :

(27)

14

a.) Viskositas

adalah sifat yang paling penting yang menunjukkan kefluidaan relatif dari minyak tertentu. Jadi merupakan ukuran dari gesekan fluida, atau tahanannya, yang akan diberikan oleh molekul atau partikel minyak satu sama lain kalau badan utama dari minyak sedang bergerak, misalnya dalam sistem peredaran makin berat atau makin malas gerakannya, berarti viskositas lebih tinggi.

Titik tuang adalah suhu pada saat minyak tidak mau mengalir ketika tabung diuji diletakkan 45 derajat dari horizontal.Titik tuang yang relatif tinggi mempengaruhi kemampuan untuk memompa minyak melalui sistem pelumasan mesin dengan sejumlah tabung dan orifis yang berukuran kecil.

b.) Residu karbon

adalah jumlah karbon yang tertinggal setelah zat yang dapat menguap telah diuapkan dan terbakar dengan pemanasan minyak. Ini akan menunjukkan jumlah karbon yang dapat diendapkan dalam mesin yang akan mengganggu operasi.

c.) Titik nyala

adalah suhu pada saat uap minyak diatas minyak akan menyala kalau dikenai api kecil. Titik nyala dari minyak lumas di tentukan dengan metode yang sama seperti yang digunakan untuk minyak bahan bakar. Titik nyala dari berbagai minyak lumas diesel bervariasi dari 340 sampai 430 F.

(28)

15

d.) Air endapan

adalah minyak diuji dengan pemusingan dan harus bebas dari air dan endapan. Tentu saja tidak boleh ada kotoran dalam penyediaan minyak lumas. Sebagian besar dari wadah minyak terbuka pada instalasi diesel yang ada, tetap dalam keadaan terbuka. Kotoran akan terikat dan masuk ke dalam minyak kemudian tinggal didalam saluran minyak.

e.) Keasaman

adalah minyak lumas harus menunjukkan reaksi netral kalau diuji dengan kertas litmus. Minyak yang asam cenderung mengkorosi atau melubangi bagian mesin dan membentuk emulsi dengan air serta membentuk lumpur dengan karbon.

f.) Emulsi

adalah campuran minyak dengan air yang tidak terpisah menjadi komponennya, yaitu minyak dan air disebut disuatu emulsi. Minyak lumas tidak boleh membentuk emulsi dengan air. Kalau dikocok dengan air harus segera terpisah darinya. Kemampuan untuk memisah ini terutama penting setelah minyak digunakan untuk beberapa waktu.

g.) Oksidasi

adalah minyak tidak boleh memiliki kecenderungan yang kuat untuk teroksidasi, karena oksidasi menyebabkan pembentukan lumpur. Oksidasi dan pembentukan lumpur dalam carter atau dimana saja dalam sistem pelumasan mesin diesel tidak dikehendaki, karena kemungkinannya untuk

(29)

16

mengganggu aliran minyak dan melemahkan pelumasan dalam bagian yang penumpukan lumpur.

h.) Abu (ASH)

dalam minyak adalah ukuran benda yang dapat menyebabkan pengikisan atau kemacetan dari bagian bergerak yang bersinggungan.

i.) Belerang

adalah belerang bebas atau campuran korosi dari belerang tidak diperbolehkan dalam minyak lumas karena mereka mempunyai kecenderungan untuk membentuk asam dengan uap air. Campuran bukan korosi dari belerang diperbolehkan sampai batas tertentu.

j.) Warna minyak lumas

Warna minyak lumas tidak ada hubungannya dengan mutu pelumasannya.

k.) Gravitasi

adalah pada umumnya minyak yang viskositasnya tinggi maka gravitasinya tinggi, tetapi tidak ada hubungannya antara kedua karakteristik minyak ini.

2.2.6 Pengertian Dari Lubricating Oil Purifier

Lubricating Oil Purifier adalah suatu peesawat yang dipergunakan untuk membesihkan / memisahkan minyak, baik bahan bakar atau minyak lumas dari kotoran baik yang berupa cairan ataupun kotoran- kotoran padat dengan jalan memberikan gaya sentrifugal kepada campuran yang berbeda-beda berat jenisnya. Bahan bakar juga minyak lumas sebelum masuk ke motor diesel terlebih dahulu dibersihkan terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran, agar tidak mengganggu jalanya motor.

(30)

17

Purifier yang menggambarkan pemisahan minyak bersih selain dari lumpur,kotoran juga air jenis ini disebut dengan sparator.

2.2.7 Prinsip Kerja Purifier

Menurut Maanen (1983), prinsip kerja purifier adalah memisahkan minyak dari air, lumpur dan kotoran lainnya dengan gaya sentrifugal berdasarkan berat jenisnya sehingga partikel yang mempunyai berat jenis yang lebih besar akan berada jauh meninggalkan porosnya, sedangkan partikel yang mempunyai berat jenis lebih kecil akan selalu berada mendekati porosnya :

a) Lumpur-lumpur dapat dipisahkan dengan mudah dan dibuang dengan cara di Blow-Up.

b.) Gerakan pembuangan lumpur dilakukan dalam suatu waktu yang singkat dengan pembersihan yang tinggi.

c.) Proses pembersihan jauh lebih efisien dan ekonomis

(31)

18

2.2.8 Gambar dan Bagian Komponen L.O Purifier

Bagian Purifier terdapat 2 yaitu : a) Bagian Luar Purifier :

Gambar 2.1 Komponen Luar Purifier

(32)

19

Gambar 2.2 Komponen bagian bawah Purifier b.) Bagian dalam Purifier :

Gambar 2.3 Komponen bagian dalam

(33)

20

Gambar 2.4 Komponen bagian dalam

2.2.9 Komponen Dalam L.O Purifier

1. Disc adalah komponen dalam Purifier yang berfungsi untuk menahan aliran minyak yang akan dibersihkan secara perlahan-lahan hingga akhirnya minyak keluar menuju ke tangki harian.

2. Bowl Nut berfungsi untuk mengunci atau menahan bowl hood agar tidak terlepas dari dudukannya.

(34)

21

3. Bowl Hood berfungsi sebagai tempat diletaknya disc-disc yang merupakan tempat terjadinya proses permbersihan minyak.

4. Main Seal Ring berfungsi sebagai pelapis atau penyekat antara main cylinder dan bowl hood agar minyak tidak terbuang ke sludge tank pada saat purifier sedang beroperasi.

5. Distributor berfungsi sebagai tempat saluran masuk bahan bakar kotor yang akan diberskan dan berfungsi membagi minyak ke tiap-tiap bagian bowl disc melalui lubang distributor.

6. Main Cylinder berfungsi sebagai komponen dalam purifier yang berfungsi sebagai tempat saluran masuk bahan bakar kotor yang dibersihkan.

7. Pilot Valve berfungsi untuk membuka katup saluran air pembuangan menuju sludge tank.

8. Bowl body berfungsi sebagai tempat dudukan bowl hood purifier.

9. Drain Valve Tank berfungsi sebagai pembuka dan penutup drain chanel.

10. Drain chanel berfungsi sebagai saluran pembuangan pada closing water.

11. Sludge space adalah ruang diaman kotoran-kotoran terkumpul.

(35)

22

2.2.10 Gambar Sistem Pelumasan L.O Purifier

Gambar 2.5 Sistem minyak lumas LO Purifier

(36)

23

Penyebab menurunnya kualitas kebersihan minyak pelumas pada L.O purifier

Penyaringan minyak pelumas mengalami penyumbatan

Penyaringan dari Tangki minyak pelumas tidak maksimal pada L.O Purifier dengan keadaan optimal

Terjadi terkontaminasi pada minyak pelumas dari tangki yang di karenakan

minyak lumas bercampur air dan kotoran yang masuk pada tangki

Lubricating Oil

Penyaringan Lubricating Oil kembali normal dan L.O Purifier dapat bekerja dengan

optimal

Dilakukan penyaringan dan perbaikan pada L.O Purifier

2.3 Kerangka Penelitian

Gambar 2.6 Kerangka Penelitian

Penyaringan minyak lumas menuju L.O Purifier (Tidak

normal) Penyaringan minyak lumas dari

Tangki menuju L.O Purifier

(37)

24

BAB III

METODE PENELITIAN

Dalam suatu penyusunan karya ilmiah terapan dibutuhkan pengamatan-pengamatan sehingga mampu mendapatkan suatu data yang akurat agar tujuan penulisan dapat tercapai. Pemecahan untuk pengamatan selama penulis melaksanakan praktek laut dikapal, yang kemudian disusun dalam bentuk karya ilmiah terapan yang berdasarkan pula suatu masalah. Karena tanpa masalah tidak akan timbul suatu penelitian.

3.1 Jenis Penelitian

Dalam penyususnan KIT ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif.

Menurut Suryabrata (2006), Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain- lain.

Penelitan kualitatif menyampaikan masalah secara deskriptif untuk menjelaskan dan menguraikan objek yang diteliti dan fakta yang ada di lapangan dan menyimpulkan secara induktif dan deduktif, hal ini sesuai teori yang menyatakan penelitian kualitatif pertama–tama memiliki gambaran umum, selanjutnya menitik beratkan pada problem atau fakta spesifik. Dalam penelitian kualitatif “masalah” dan “judul” yang dibawa oleh peneliti masih bersifat

(38)

25

sementara dan bersifat holistic (menyeluruh), sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan permasalahan penelitiannya hanya berdasarkan variable penelitian, tetapi keseluruhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi (place), pelaku (actor), aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergi.

Penelitian deskriptif kualitatif adalah yang mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat – kalimat penjelasan secara kualitatif.

3.2 Lokasi Penelitian

3.2.1 Waktu Penelitian

Pelaksanaan pengamatan dilaksanakan pada saat melaksanakan praktek laut sebagai cadet mesin selama kurang lebih 12 bulan, sedangkan pengambilan data sekunder bersamaan dengan waktu pelaksanaan praktek di kapal MV. Samudera Mas.

3.3.2 Tempat Penelitian

Adapun tempat dilaksanakannya penelitian ini adalah pada saat penulis melaksanakan praktek di laut di atas kapal MV. Samudera Mas.

(39)

26

3.3 Jenis Dan Sumber Data

3.3.1 Sumber Data

Data penulisan dengan judul Analis Berkurangnya Kualitas Kebersihan Minyak Pelumas Pada Penggunaan Lubricating Oil (LO) Purifier Di Atas Kapal MV. Samudera Mas ini, penulis menggunakan sumber data dari subyek penelitian berupa Lubricating Oil Purifier dengan spesifikasinya yang akan di bahas pada bab selanjutnya. Dan variabel penelitian berupa perawatan mempengaruhi operasional kapal.

3.3.2 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penulisan karyah tulis ilmiah sebagai berikut :

1. Data Primer

Data primer adalah data yang di peroleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data dapat berupa wawancara, observasi, maupun penggunaan instrumen pengukuran yang khusus di rancang sesuai dengan tujuannya. Penulis memperoleh data dari hasil wawancara atau berdiskusi dengan masinis yang bertanggung jawab didalam kamar mesin.

(40)

27

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.

Data diperoleh dengn cara membaca buku atau media masa yang lain seperti majalah, internet, koran, dokumen yang membahas tentang perawatan mesin berkaitan dengan Lubricating Oil Purifier di kapal, dan sumber – sumber lainya. Data skunder meliputi data yang di peroleh secara tidak langsung yang dapat berupa catatan dan laporan tertulis tentang Lubricating Oil Purifier, separator, dan sebagainya.

3.4 Pemilihan Informan

Teknik pemilihan informan yang digunakan dalan penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang di anggap paling mengerti tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek dan situasi sosial yang di teliti (Sugiono 2008: 50). Dengan demikian pemilihan informan tidak berdasarkan kuantitas, tetapi kualitas informan terhadap masalah yang akan di teliti. Dalam pelaksanaan di lapangan guna pengumpulan data, pemilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti di dalam memperoleh data.

(41)

28

Jadi yang menjadi kepedulian bagi peneliti kualitatif adalah tuntasanya perolehan informasi dengan keragaman variasi yang ada.

3.5 Metode Pengumpulan Data

3.5.1 Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mengadakan komunikasi atau tanya jawab terhadap pihak- pihak yang lebih mengerti tentang permasalahan yang penulis angkat.

Dalam wawancara peneliti menyampaikan masalah kemudian di bicarakan untuk mencari jalan keluarnya. Peneliti tidak menyediakan jawaban agar responden bebas, luas, dan terbuka dalam menjawab sesuai pendapat, pandangan , dan pengetahuan. Isi wawancara dapat berupa suatu kejadian, kondisi maupun beberapa data – data yang tidak normal yang kemudian disusun secara sistematika.

3.5.2 Observasi

Dalam hal ini penulis melakukan pengamatan langsung dikapal saat akan melakukan prala, tentang Analisis Menurunnya Kualitas Minyak Pelumas Pada L.O Purifier. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya sangat banyak sehingga perlu adanya perawatan terhadap L.O purifier sehingga data yang didapatkan benar-benar berasal dari narasumbernya langsung.

(42)

29

3.5.3 Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan kegiatan mengkaji data yang berkaitan dengan teori, yang berkaitan dengan topik penelitian dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, sumber kepustakaan dapat diperoleh dari buku, jurnal, majalah, hasil penelitian (tesis dan disertasi), dan sumber lainya yang sesuai (internet, koran, dan sebagainya) Studi pustaka penting dilakukan untuk referensi dalam penulisan penelitian kita.

3.6 Metode Analisis Data

Menurut Miles dan Huberman (1992) , terdapat tiga teknik analisisi data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Proses ini berlangsung terus-menerus selama penelitian berlangsung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul.

3.6.1 Reduksi Data

Reduksi data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Reduksi tidak perlu diartikan sebagai kuantifikasi data.

(43)

30

3.6.2 Penyajian Data

Penyajian data merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratif (berbentuk catatan lapangan), matriks, grafik, jaringan dan bagan.

3.6.3 Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan salah satu dari teknik analisis data kualitatif. Penarikan kesimpulan adalah hasil analisis yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan.

Dalam penulisan proposal penelitian ini penulis memakai cara penarikan kesimpulan secara induktif yaitu dari hal yang khusus menjadi hal yang lebih umum. Untuk megetahui menurunnya kualitas minyak pelumas pada L.O purifier sebaiknya disesuaikan dengan Manual Book (Buku Petunjuk) dan jam kerja yang rutin, agar perawatan yang berkala akan menghasilkan kinerja L.O Purifier yang maksimal dan juga mengurangi tingkat kerusakan yang terjadi.

(44)

31

DAFTAR PUSTAKA

A. Qomar ( 2015:7). Minyak lumas Belum Sesuai Suhu Ideal Penggunaan Gravity Disc yang tidak tepat Penggunaan suku cadang bukan Asli Kurangnya ketelitian pada perawatan

Fadhil Burhannudin Muhammad. (2015). Analisis perbandingan tipe pelumas bedasarkan wujud pada studi kasus pelumasan pada gearbox sepeda motor.(online).

(https://rekayasamesin.ub.ac.id/index.php/rm/article/view/372/292 Diakses pada tanggal 02 juli 2019).

Huberman & Miles (1992). Pengertian Analisis data (online)

(http://sangit26.blogspot.com/2011/07/analisis-data-penelitian- kualitatif.html

Diakses pada tanggal 11 Juni 2019).

J. Luhukay (2013;14). Pengertian analisis.(online)

Kawuwung Piet Hein & Marinus S. Tappy. (2016). Purifier bahan bakar dalam menunjang kelancaran operasional permesinan (online). Bitung.

(http://www.poltekkp-bitung.ac.id/batampung/file/22-28-purifier-bahan- bakar.pdf

Diakses pada tanggal 02 Juli 2019).

Maanen(1983). Prinsip Minyak Lumas dan kerja purifier (online) Maleev (1991). Pelumasan (online )

https://fendiadiwibowo.blogspot.com/2017/01/contoh-karya-tulis- pelumasan.html

Diakses pada tanggal 13 Mei 2019.

Maleev (1991). Sifat-sifat Minyak Lumas (online) Morton & Jackson .(1977). Purifier (online).

https://eboy71.wordpress.com/2010/02/15/pengertian-purifier/

Diakses pada tanggal 14 Mei 2019.

Siskayanti. Rini. (2015). Perbandingan kinerja pelumas motor skutik mineral dan sintetik pada uji jalan sampai 6000 km. (online).

(https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/view/454/420 Diakses pada tanggal 02 Juli 2019).

(45)

32

Sugiono (2008;50). Pengertian Purposive Sampling (online) Suharto (1991). Prinsip Minyak Lumas

Suryabrata (2006 ). Pengertian Penelitian Kualitatif (online) Technoart staff. (2011). Bagian-bagian Purifier (online).

(http:// artikel-teknologi.com/bagian-bagian-l.osprarator/.

Diakses pada tanggal 12 juni tahun 2019).

Referensi

Dokumen terkait

Tinea kapitis adalah infeksi jamur yang menyerang kulit kepala dan paling sering pada anak-anak usia prapubertas antara 3 dan 7 tahun.. Infeksi memiliki beberapa presentasi

Teknik pembiusan dengan penyuntikkan obat yang dapat menyebabkan pasien mengantuk, tetapi masih memiliki respon normal terhadap rangsangan verbal dan tetap dapat mempertahankan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanolik daun sendok (Plantago lanceolata L.) topikal terhadap re–epitelisasi penyembuhan ulkus traumatik mulut

Memuat tentang semua sumber kepustakaan yang dipergunakan untuk keperluan penelitian. Pada halaman ini perlu dituliskan sumber tersebut dengan maksud aga para pembaca dapat

Retail banks are highly pressured to create, develop and maintain a high quality relationship with their customers to ensure they remain in the competition. Relationship quality is

Dalam penelitian, observasi dikelompokkan sebagai penelitian ilmiah apabila observasi tersebut secara khusus dirancang untuk menjawab sebuah

1 Siti Marfiatun B.211.12.1055 Cucian Motor Dari tiga pesaing ternyata jasa cuci motor tidak menyediakan bisnis pendamping seperti scotlate dan stiker motor.Harga yang

Pondok Pesantren Al Mursyid dalam memberikan kontribusi pembinaan pendidikan agama kepada masyarakat, tentu banyak kegiatan- kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh