Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, yaitu sebuah motode penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena atau gejala sosial secara kuantitatif atau menganalisis bagaimana fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat saling berhubungan satu sama lain. (Sudaryono, 2019) 3.1.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian assosiatif kausal. Penelitian assosiatof kausal yaitu penelitian yang sifatnya menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat sebab akibat. Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat, jadi disini terdapat variabel independen (variabel yang mempengaruhi ) dan variabel dependen ( variabel yang dipengaruhi ). (Sugiyono, 2017).
3.2 Paradigma Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, yang dilandasi pada suati asumsi bahwa suatu gejala dapat diklasifikasikan, dan hubungan gejala bersifat kausal ( sebab akibat ), maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel. pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. (Sugiyono, 2017)
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma sederhana yang terdiri dari satu variabel independen dan satu variabel dependen.
3.3 Sumber Data
Untuk mengidentifikasi masalah dan menjelaskan tujuan penelitian, yaitu untuk mempelajari tentang pengaruh efektifitas komunikasi interpersonal terhadap
39
produktivitas kerja karyawan KSPPS Nurinsani Area Jabar 4, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3.3.1 Data Primer
Menurut (Sugiyono, 2017) sumber data primer adalah sumber data yang lansung memberikan pengumpulan data kepada pengumpul data. adapun data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari karyawan KSPPS Nurinsani dengan metode yang digunakan melalui pengisian kuesioner yang telah disiapkan dan juga wawancara untuk menghasilkan data mendalam.
3.3.2 Data Sekunder
Menurut (Sugiyono, 2017) sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data kepada pengumpul data.
Data yang diperoleh dari pihak kedua, misalnya melalui orang lain atau lewat dokumen. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah data – data berupa laporan yang diberikan oleh pihak KSPPS Nurinsani Area Jabar 4.
3.4 Populasi
Populasi ialah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas serta karakteristik tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi dapat diartikan populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi juga meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.
(Sugiyono, 2017) Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu 24 karyawan Marketing (Account Officer )KSPPS Nurinsani Area Jabar 4.
3.4.1 Sampel Jenuh (Sampel Sensus)
Pengertian Sampel menurut (Sugiyono, 2017) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, sampel yang diambil dari
populasi harus betul – betul representative ( mewakili). Ukuran sampel merupakakan banyaknya sampel yang diambil dari suatu populasi
Menurut Arikunto ( 2012 : 104 ) jika jumlah populasi nya kurang dari 100, maka jumlah sampel nya diambil secara keseluruhan, tetapi jika populasi nya lebih dari 100, maka diambil 10 – 15 % atau 20 – 25% dari jumlah populasinya.
(Maiti & Bidinger, 2016)
Menurut ( Effendi & Tukiran, 2012 ) ada dua alasan dilakukannya sensus yaitu (1) suatu penelitian sensus akan layak dilakukan jika populasinya relatif sedikit dan (2) suatu penelitian sensus hanya diperlukan jika unit elemen populasi sangat bervariasi (heterogen). (Sudaryono, 2019)
berdasarkan jumlah populasi dari penelitian ini tidak lebih besar dari 100 responden dan jumlah nya relatif kecil, maka penulis mengambil 100% jumlah populasi yang ada pada karyawan marketing KSPPS Nurinsani Area Jabar 4 yaitu sebanyak 24 orang responden. Dengan demikian penggunaan dari seluruh populasi tanpa harus menarik sampel penelitian disebut sebagai teknik sensus.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Metode atau cara untuk melakukan pengumpulan data dalam penelitian ini melalui adalah :
1. Kuesioner ( Angket)
Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data dengan memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden.
2. Observasi
Observasi berarti memperhatikan serta mengamati. Sutrisno Hadi ( 1986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu prooses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. (Sugiyono, 2017)
3. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus
diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal – hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah responedennya sedikiit/kecil. (Sugiyono, 2017)
3.6 Instrumen Data
Instrumen penelitian kuantitatif ini akan bersifat penghitungan guna mendapatkan hasil data kuantitatif yang akurat, sehingga pada penelitian ini peneliti harus mengumpulkan data terlebih dahulu dan kemudian instrumen penelitian ini digunakan sebagai pengukur nilai variabel yang diteliti. “ instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti.” (sugiyono, 2013 : 92) (Diki, 2020) dan pada instrumen penelitian ini akan digunakan skala pengukuran guna mendapatkan data yang benar.
3.6.1 Skala Pengukuran
Pada penelitian ini, pengambilan data akan dilakukan dengan pemberian skala kepada sampel penelitian. Skala tersebut kemudian diberi skor berdasarkan model skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, serta persepsi seseorang ataupun sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradiasi dari sangat positif sampai sangat negatif. (Sugiyono, 2017) yang dapat berupa pernyataan antara lain sebagai berikut :
Tabel 3. 1
Kategori Respons dan Skor Tiap Instrumen
Kategori Respon Skor / Angka Positif Negatif
Sangat Tidak
Setuju 1 5
Tidak Setuju 2 4
Ragu – ragu 3 3
Setuju 4 2
Sangat Setuju 5 1
(Sumber : Sugiyono, 2017 ) 3.7 Variabel Penelitian
Variabel Penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. (Sugiyono, 2017)
Untuk menguji hipotesis yang diajukan maka variabel dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi variabel independen dan variabel dependen.
3.7.1 Variabel Independen
Variabel ini sering disebut sebagai variabel bebas. Variabeel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya varibel dependen. (Sugiyono, 2017). Variabel independen dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal (X).
3.7.2 Variabel Dependen
Variabel ini sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
(Sugiyono, 2017). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah produktivitas kerja (Y).
3.8 Operasional Konsep
Berikut merupakan operasional konsep yang digunakan untuk mengumpulkan data variabel X dan Y.
Tabel 3. 2 Operasional Konsep
Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala
Komunikasi Interpersonal
(X)
Komunikasi yang efektif
menurut Devito adalah
komunikasi yang mampu menghasilkan
perubahan sikap (attitude
change) pada orang yang
terlibat komunikasi.
komunikasi interpersonal
yang efektif memiliki lima
indikator.
(Dr. Suciati, S.Sos, 2015)
Keterbukaan
Bereaksi secara jujur terhadap rekan kerja.
Bersikap terbuka kepada rekan kerja.
Menilai pesan atau argumentasi yang disampaikan rekan kerja dengan objektif.
Bersifat provosional, bersedia meninjau kembali pendapat, dan berprinsip bahwa manusia tempat kesalahan.
(Dr. Suciati, S.Sos, 2015)
Likert
Sikap Positif
Memiliki perasaan positif atau
berprasangka baik dengan lawan bicara.
Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan
merefleksikannya kepada lawan bicara.
Menghargai keberadaan dan pentingnya lawan bicara.
(Dr. Suciati, S.Sos, 2015)
Likert
Sikap Suportif
Memiliki komitmen untuk mendukung rekan kerja dengan tulus tanpa ada motif lain.
Pemaparan gagasan bersifat deskriptif dan bukan bersifat evaluatif.(Dr.
Likert
Suciati, S.Sos, 2015)
Kesetaraan
Memahami
perbedaan pendapat yang ada bukan sebagai konflik.
Tidak menggurui lawan bicara melainkan berbincang pada tingkat yang sama.
Menghargai pendapat lawan bicara.(Dr. Suciati, S.Sos, 2015)
Likert
Empati
Merasakan apa yang orang lain rasakan dan diwujudkan dengan tindakan nyata.
Tidak menempatkan diri pada posisi orang lain melainkan ikut serta secara emosional dan intelektual dalam pengalaman orang lain.(Dr. Suciati, S.Sos, 2015)
Likert
Produktivitas Kerja (Y)
produktivitas kerja adalah kemampuan seseorang
dalam menjalankan tugas nya untuk
menghasilkan sesuatu.(Prof.
DR. Hj.
Sedarmayanti, M.Pd., 2018)
Sikap Kerja
Kesediaan untuk bekerja secara bergiliran.
dapat menerima tambahan tugas.
siap bekerja dalam suatu tim.(Prof. DR.
Hj. Sedarmayanti, M.Pd., 2018)
Likert
Hubungan kerja karyawan
Hubungan antar rekan kerja.
Hubungan dengan atasan.
Usaha bersama antara pimpinan dan bawahan untuk
Likert
meningkatkan produktivitas.(Prof.
DR. Hj.
Sedarmayanti, M.Pd., 2018)
Manajemen Produktivitas
Menyediakan sumber daya manusia yang sedang dibutuhkan.
Penawaran dan permintaan sumber daya manusia.
Rencana untuk menambah tenaga kerja yang bermutu.
Penambahan dan pembagian tugas sesuai dengan kebutuhan tim.
Malakukan prosedur pengawasan kerja.
Evaluasi kerja untuk memberikan umpan kepada sistem.(Prof.
DR. Hj.
Sedarmayanti, M.Pd., 2018)
Likert
3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 3.9.1 Uji Validitas
Validitas atau kesahihan berasal dari kata validity yang artinya sejauh smana ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dengan kata lain, validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur.(Sudaryono, 2019)
Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan pengujian validitas item tes yaitu item – item yang ingin diketahui validitas nya atau valid atau tidaknya, dapat menggunakan teknik korelasi sebagai teknik analisisnya. Sebutir item dapat dinyatakan valid apabila skor yang bersangkutan terbukti mempunyai korelasi
yang positif dan signifikan dengan skor totalnya.(Sudaryono, 2019). Syarat yang harus dipenuhi menurut Purnomo (Arrahmansyah, 2020) yaitu:
1. Jika ≥ 0,05, maka item dari kuesioner dinyatakan tidak valid.
2. Jika ≤ 0,05, maka item dari kuesioner dinyataan valid 3.9.2 Uji Reliabilitas
Reabilitas atau Reliability yang artinya sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran hanya dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama, diperoleh hasil pengukuran yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah.(Sudaryono, 2019)
Untuk melihat reliabilitas masing-masing instrumen yang digunakan, penulis menggunakan koefisien cronbach’ alpha (α) dengan menggunakan SPSS. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai cronbach’ alpha (α) lebih besar dari 0,60.
(Arrahmansyah, 2020)
3.10 Uji Asumsi Klasik 3.10.1 Uji Normalitas
Dalam model regresi linier, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai error (ε) yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. (Arrahmansyah, 2020). Pengujian normalitas data menggunakan Test of Normality Kolmogorov-Smirnov dalam program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan software IBM 22,0.
3.10.2 Uji Linearitas
Uji linearitas dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan secara linear antara variabel dependen terhadap setiap variabel independen yang hendak diuji. Korelasi yang baik harus terdapat hubungan yang linear antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Uji linearitas ini menggunakan
program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan software IBM 22,0.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan cara berikut ini :
Membandingkan nilai signifikansi dengan 0,05
Jika nilai Deviation From Linearity Sig. > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Jika nilai Deviation From Linearity Sig. < 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen.
3.11 Teknik Analisis Data
Analisis data yaitu kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber yang lainnya sudah didapatkan. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.
Berdasarkan dari pengertian nya statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2017) Statistik Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Penelitian yang dilakukan pada populasi ( tanpa diambil sampel) jelas akan menggunakan statistik deskriptif dalam analisisnya. Statistik ini dilakukan untuk mencari kuatnya hubungan antar variabel melalui analisis korelasi, dan melakukan prediksi dengan analisis regresi.
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan ialah sebagai berikut:
3.11.1 Analisis Regresi Sederhana
Analisis Regresi adalah analisis mengenai seberapa berpengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Besar kecilnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat ditunjukan oleh koofesien regresi, disimbolkan dengan (b). Semakin besar koefisien regresi akan menunjukan semakin besar pengaruhnya terhadap perubahan proporsional variabel terikat. Analisis Regresi Linier Sederhana merupakan analisis yang hanya terdapat satu (X) dan satu (Y). Analisis Linier mempunyai bentuk persamaan :
Y= a+bX
Keterangan :
Y = Produktivitas Kerja a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
X = Komunikasi Interpersonal (Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian 2017) 3.11.2 Koefisien Determinasi (KD)
Koefisien Determinasi merupakan suatu nilai yang menunjukan besar pengaruh variabel x terhadap variabel y, yang menggunakan rumus sebagai berikut : KD = r2 x 100 %
3.11.3 Korelasi Pearson Prooduct Moment
Koefisien Korelasi Pearson difungsikan untuk mengetahui kuat atau tidak nya hubungan antara Komunikasi Interpersonal (X) dengan Produktivitas Kerja (Y). Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan
sebagai berikut
:
rxy=√ (∑ x∑2) (
xy∑ y2)
Tabel 3. 3
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
(Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian 2017)
Rumus uji signifikansi korelasi product moment ditunjukan dengan rumus thitung menurut (Sugiyono, 2017) sebagai berikut :
t=r
√
n−2√
1−r2Keterangan :
r = Korelasi Pearson r2 = Koefisien Determinasi
kriteria yang digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian ini adalah :
Ho diterima dan Ha ditolak apabila thitung < ttabel. Artinya variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat .
Ho ditolak dan Ha diterima apabila thitung > ttabel. Artinya variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
3.12 Jadwal Penelitian
No Kegiatan November Desember Januari
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Usulan penelitian
Revisi usulan penelitian 2 Bimbingan & Pengecekan
Penulisan 3 Penyebaran Angket dan
Pengolahan Data
4 Sidang Skripsi