• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seri Manajemen. DR. K.H. DIDIH HAFIDHUDDIH, M.Sc. HENDRI TANJUNG, S.Si. r M.M. MANAJEMEN SYARIAH. dalam Praktik. Bahan dengan hak cipta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Seri Manajemen. DR. K.H. DIDIH HAFIDHUDDIH, M.Sc. HENDRI TANJUNG, S.Si. r M.M. MANAJEMEN SYARIAH. dalam Praktik. Bahan dengan hak cipta"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

DR. K.H. DIDIH HAFIDHUDDIH, M.Sc.

HENDRI TANJUNG,

S.Si.

r

M.M.

SeriManajemen

MANAJEMEN

SYARIAH

dalam Praktik

Bahan dengan hakcipta

(2)

Ferpustakaan Nasional;KatalogDalamTerbiru<KDT|

HAFIDHUDDIN,Didin. HendnTanjung

Manajemensjwiah dalam praktik/penulis, Didin Hafidhuddm dan Hendri Tanjung;penyunting;ArifAnggoro-CeL 1--JakamrCernaln_saniPress*2[XI

3

x\y,218Hlm,;21cm ISBN979-561-814-8

1rManajemen. 1.Judul II.Anggoro,Arif

2

(1) l-LakLij-’icjmerupakanhak efaklutifbagipcncipfaatauptiwgangHakCipt* u^itukmengumumkan ilAumemperbanyakdptwwyt,yangtimbulsecaractoftuHiMrtrlahwiatucirpfaiandilahirkantanpa mengurangi pembatasan menurusperaturanperundang-undar^ganyangberlaku.

Pwl72

(1) Hicii'igs.iapadengfiriwrbgapdantanpah,ikm^lakukdhp^rbuatpin.^Uig^invma dimakiud dalampasal 2ayat(1)atau pasal 49 ayat(i)danayat(2)dipidanadengan pidanapenjaramasing-m^LrigpaJarig singkat1(saru?bulandan/ataudenda palingsedikitRp l.OOO.DOOjOO Isatu juta rupiah),ataupidana penjarapalinglama 7(tujuh)tahundan./ataudenda palingbanyakRp5,000.000.000.00(lima miliar rupiah).

(2) Rarang&iapadengan wngjjarfttmyiarkjcvmi'riuiiifrkrin,.mengedarkan,, atauicti'iijp.iikepadaumym

suatu ciplaan alaubaranghasilpelanggaranHakCjpta atauHakTerkaitsebagaimana dimaksud pada ayat|1)dipidanadenganpidana penjara palinglama54Lima)tahundan/alaudendapatingbanyakRp 500 000,000.^30(lima ratu» jutarupiah),

UUNo.19Tahun2tM>2

MANAJEMEN

SYARIAH

DALAM

PRAKT1K

Penulis

DR. K.H. DidinHafidhuddinM.Sc.

HendnTanjung Penyunting ArifAnggtiTfi, 5,S.

Perwajahan Isi

Muchlis Penataletak

Murali

Ilustrasi4;DesainSampul Edo AbdulLah

Penerbit

GEMA INSANI

Depok;Jl. Ir,H. JuandaDepok 16418

Telp. (021)7708891H77D8892,7708893 Fax. (021)7708894 http://www.gonatnsaiti.cojdf*-tnait:gipnet^indio^at-Tift-id penerbilan@gemainsani,co.ld

LayananSMS:0815 «6 86 86 86

jakarli:JL. Kalibata Utara IINo. 84 Jakarta12740 Telp. (021}798439U7984392,7988593 Fax. (021)7984388 AnggotaIKAPI

Cetakan Pertama,Sya'fran 1424 H/Ofctafjfr 2003

M

Cetakan Pertama,RnbFuiAkhir 1429

H

/AprU2008

M

Bahan dengan hak cipta

(3)

2.

Manajemen Zaman Nabi Nuh

21

3.

Manajemen Zaman Nabi

Yusuf 22

4.

Manajemen Zaman Nabi

Ibrahim

dan Nabi

Ismail 24

5.

Manajemen Zaman

Rasulullahsaw. 25

BAB KEDUA: ORGANISASI

27

Pengertian Oi^anisasi 27

-

Apakah

Organisasi

Memerlukan

Disiplin?, 27

-

Hambatan Penegakan

Disiplin

dalam

Organisasi 29

- Kiat

Mendptakan

Organisasi

yang

Islami 30 Organisasi

Tanpa

Nilai-Nilai

yang Sama

32

- KaitanAntara Organisasi Islamserta

Manajemen dan

Nilai

yang

Dianutnya 32

-

Tanggung Jawab Pemimpin dalam

Organisasi .... 3.3 -

Makna

Jabatan

dalam

Organisasi 34

Cara Agar

JabatanMenjadi Sarana Ibadah 36

Hemat dalam Sebuah

Organisasi 37

- PerbedaanStrukturPerbankan Konvensional

dan

Syariah 39

-

Mengubah

Organisasike

Arah yang

Lebih Baik.. 39 Etos Kerja

Muslim dalam

Organisasi 40

BAB KETIGA: GLOBALISASI

43

- Pernyataan Globalisasi

dalam Al-Qur an

43

-

Menyikapi

Globalisasi , 44

-

Daya

Saing

yang

Diperlukan

dalam

Globalisasi 44

- Piranti Manajer

Agar

Memiliki

Daya

Saing 45

Bawahan dalam Menciptakan Paya

Saing 46

-

Pelatihan

dalam

Perusahaan 4Z

; Cara Rasulullah

Membina

Sahabat

48

Globalisasi Bisnis

dan Agama

49

Z Globalisasi

dan

PebisnisLslam r - 1 1

ir -ir -nrinir iir - iii -

Hubungan

Antara Kepribadian

dan

Kesuksesan Bisnis Rasulullahsaw. 51

(4)

- Prinsip-prinsipBisnis Rasulullah saw.

yang

Universal 54

- Strategi Bisnis Rasulullah saw.

dan

Saat

Sekarang 57

BAB KEEMPAT: BUDAYA

55

-

Makna

Budaya,..,,».... 59

- Pencipta

Budaya

60

Hubungan Budaya dan

Profesionalisme 63

-

Budaya

Kerjabagi

Umat

Islam 64

- SistemKerja Barat

dalam Pandangan

Islam 66

-

Penyebab

Bekerja 'Tidak Produktif. 68

-

Apakah Budaya

Barat SelakiBaik? 68

- Barat

dan Manajemen

Syariah 70

-

Konsep

Islam MengatasiKrisis 71

-

Budaya

Kerjadi InstitusiSyariah 72

BAB KELIMA: PERENCANAAN

ZZ

Z

Makna

Perencanaan - ZZ

-

Perencanaan

dan

Snnnahillah Z8

z Kendala

dalam

Perencanaan Z3

-

Masalah dan Snnna

inilah 82

- Mengatasi

Masalah dengan

Perencanaan 82

- Kelayakan

yang Harus

Diperhatikan 83

-

Tahapan

Perencanaan 85

- EvaluasiPerencanaan 86

-

Pengaruh Lingkungan dan

Perencanaan 87

z

Hambatan dalam

Perencanaan 89.

- Kiat-KiatPerencanaan

yang

Baik .... 90

- Kesabaran

dalam

Berbisnis 91

- Visi

dan

Misi

dalam

Perencanaan 92

- Bisnis

dan

Misi MenyejahterakanMasyarakat 33

- Visi

Umum

Perusahaan

dalam Pandangan

Islam 94

-

Hak dan

Kewajiban Produsen ... 95

(5)

-

Kecurangan dalam Pandangan

Islam 96

-

Contoh

Bisnis

Zaman

Rasulullah saw, 98

BAB KEENAM: PENGORGANISASIAN

100

-

Makna

Organisasi 300

-

Kekuasaan dalam Pandangan

Islam 203

i M.ikna

Amanah

202

-

Melaksanakan Wewenang

206

Islam

dan

Pendelegasian

Wewenang

207

- PendelegasianSetengah IIat i 205

-

Pandangan

IslamAtas

Perubahan

230

- Kiat Praktis

Manajemen Perubahan

232

BAB KETUTUH: PEMIMPIN

DAN KEPEMIMPINAN

L1R

Pengertian

Pemimpin

119

- Kriteria

Pemimpin

Sukses 12Q

Pemimpin dan

PerbaikanPerusahaan ... 125

Proses

dalam Pandangan

Islam 128

- Syarat

Kepemimpinan

232

WanitaSebagai

Pemimpin

23

Unsur yang Harus

DimotivasiSeorang

Pemimpin

133

-

Hubungan

Antara Motivasi

dan

Misi

yang

Berbeda 135

Penghargaan dan Hukuman dalam Pandangan

Islam

LM

-

Menerapkan H ukuman

Secara Konsisten 23

- Peran

Pemimpin untuk Tim yang Tangguh

138

- Karakteristik

Tim yang

Solid 23S

- Meminimalisasi Kecurigaan 144

-

Pemimpin yang Amanah

148

- Kiat BerpikirJernih. 152

- Kiat

Pemimpin

agarDihormatioleh

Bawahan

253

-

Pemimpin yang Sombong

254

Bahan dengan hakcipta

(6)

BAB KEDELAPAN: PENGAWASAN

156

-

Pengawasan dalam Pandangan

Islam.... , 356

-

Pengawasan yang

Baik ...» 158

-

Pengawasan pada Zaman

Rasulullah saw. 359

-

Landasan

Koreksi

dalam

Islam . 160

- Kepercayaan

dan Pengawasan

... * .. 362

-

Mekanisme

Kontrol 363

-

Pengawasan Langsung

di

Bank

Syariah 363

- Kesulitan

Pengawasan Nasabah

365

- Ketika

Bank Menempatkan Pengawas

diSuatu

Perusahaan 366

-

Pengawasan

terhadap

Orang yang

Tidak

Seagama

+i++I I i 4+«I++I §ri+*I I »+C R B+P *+#P4+M4+uiAiiiiiiiiiii aumm*167

-

Pengawasan dalam

Konteks Pemerintahan 368

-

Pengaw

rasanoleh

Bawahan

... 169

-

Maraknya Lembaga Pengawasan

. 170

-

Mekanisme Pembuktian

Korupsi

pada Zaman

Rasulullah saw. 172

-

Pengaw

rasanAtasTindakan

yang

TidakPatut 373

- (DuaCara

Pengawasan

.. 176

-

Kunci Pengawasan

177

BAB KESEMBILAN: KONFLIK

178

- DefinisiKonflik 178

-

Sumber-Sumber

Konflik 179

- AntisipasiKonflik

dalam

Islam... 183

- MengatasiKonflik 188

-

Apakah

Konflik

Hanya

Terjadi Antara Atasan

dan Bawahan?

188

- EfektivitasSerikatPekerja 189

- Kepentingan

Pengusaha dan Buruh dalam

Islam 190

- Jika

Buruh dan Pemimpin

TelanjurBertentangan 191

- Urgensi

Lembaga

Arbitrase

dalam

Organisasi... 392

-

Keberadaan Lembaga

Arbitrase... 393

- Praktik Konflik

pada Zaman

Rasulullah saw. 393

(7)

-

Pemimpin yang

Tidak

Mau

Ishlah 194

- Persaingany

ang

Positif 195

-

Yang Menang

JadiArang,

Yang

KalahJadi

Abu

... 196

-

Mempcrsiap

kan

Kon

flik 196

- Sejarah

A

isyah

Melakukan Peperangan

200

-

Mengalah

Sebagai

Pemecahan Masalah

201

BAB KESEPULUH: PARADIGMA BARU

MANAJEMEN

204

DAFTAR PUSTAKA

211

INDEKS

1L}

BIODATA PENULIS

216

Bahan dengan hakcipta

(8)

INTRODUKSI MANAJEMEN

APAKAH MANAJEMEN MERUPAKAN BAGIAN DARI

SYARIAT

ISLAM?

Dalam pandangan

ajaran Islam, segalasesuatuharusdilaku-

kan

secararapi,benar,tertib,

dan

teratur.Proses-prosesnya harus diikuti

dengan

baik.Sesuatu tidakbolehdilakukan secaraasal- asalan.

Hal

ini

merupakan

prinsip

utama dalam

ajaran Islam, Rasulullah saw.bersabda

dalam sebuah

hadits

yang

diriwayat-

kan Imam

Thabrani,1

"SesungguhnyaAllahsangatmencintaiorangyangjika melaku- kansesuatupekerjaan,dilakukansecara ltqan(tepat,terarahJelas

dan

tuntas). "

(HR

Thabrani)

Arah

pekerjaan

yang

jelas,landasan

yang

mantap,

dan

cara- cara

mendapatkannya yang

transparan

merupakan amal

perbuatan

yang

dicintai Allah swt.. Sebenarnya,

manajemen dalam

arti

mengatur

segalasesuatuagardilakukan

dengan

baik, tepat,

dan

tuntas

merupakan

hal

yang

disyariatkan

dalam

ajaran Islam.

^ Maihum Sayyid Ahniad af-Hasyimi, Ahaadits awat-tiukmu o/- Muhntnmatiiyyiih,Surabaya:Daaran'Nasyral-Misiiyyah, hlm.34,

ManajemenSyariahdalamPraktfk [] I

Bahan dengan hak

(9)

2

0 MafKtfemert SyariahdalamPraktik

13emikiaripula

dalam

haditsriwayat

Imam Muslim

dariAbi Ya'la,2

Rasulullah saw, bersabda,

oljj u-ilT 4jjl Jl^t

"Allah swt. mewajibkan kepadakitauntukberlakuihsandalam segalasesuatu,

(H R Muslim)

Kataihsan

bermakna

'melaku-

kan

sesuatusecara

maksimal dan optimal/ Tidak

boleh

seorang muslim melakukan

sesuatutanpa perencanaan,tanpa

adanya

pemi-

kiran,

dan

tanpa

adanya

peneliti- an, kecuali sesuatu

yang

sifatnya emergeney.

Akan

tetapi,

pada

umumnya

dari hal

yang

kecil hingga hal

yang

besar, harus di-

lakukansecara ihsan, secara opti- mal,secarabaik,benar,

dan

tuntas.

Demikian

pula ketika kita

melakukan

sesuatu itu

dengan

benar,baik,terencana,

dan

terorganisasi

dengan

rapi,

maka

kita

akan

terhindar darikeragu-raguan

dalam memutuskan

sesuatu atau

dalam mengerjakan

sesuatu. Kita tidakboleh

melakukan

sesuatu

yang

didasarkan

pada

keragu-raguan. Sesuatu

yang

didasarkan

pada

keragu-raguanbiasanyaakan melahirkanhasil

yang

tidak optimal

dan mungkin

akhirnya tidak

bermanfaat Oleh

karena itu,

dalam

hadits riwayat

Imam

Tiimidzi

dan

Nasa'i/5 Rasulullah saw. bersabda,

oljj y. Vt»

Ji j

L*

"Tinggalkanolehengkauperbuatan

yang

meragukan, menuju perbuatan

yang

tidakmeragukan.

(HR

'Tiimidzi

dan

Nasa'i)

Manajemen dalam

arti

mengatur

sesuatu

agar

dilakukan

dengan

baik, tepat,

dan

terarah

merupakan

sesuatu

yang

disyariatkan ajaran islam

iande ngan hak cip - Yahya ibn Syariiuddinan-Nawavri,Haditsarbo'mntwnor17.

3 Ibid11.

(10)

BahPertama:introduksiManajemen Q

3

Proses-proses

manajemen pada

dasarnyaadalah perencana-

an

segala sesuatusecara

mantap untuk

melahirkan keyakinan

yang berdampak pada melakukan

sesuatusesuai

dengan

aturan serta memiliki manfaat.

Dalam

hadits riwayat

Imam

Tirmidzi

dari

Abi

Hurairah4 Rasulullahsaw, bersabda.

’Viantara baiknya, indahnyakeislaman seseorang

adalahyang

sela/umeninggalkan

perbuatanyang

tidak

ada

manfaatnya."

<HR

Tirmidzi)

1

Perbuatan

yang

tidak

ada manfaatnya

adalah

sama dengan

perbuatan

yang

tidak

pemah

direncanakan.Jikaperbuatanitu tidak

pemah

direncanakan,

maka

tidaktermasuk

dalam

kategori

manajemen yang

baik.

, jr mt? 9

f * / J ' •''Ij .

J

* t * \

#

* U*

O j

f. ij ijj*

W

jT j' ^ b' *

APAKAH ORGANISASI MEMBUTUHKAN MANAJEMEN?

Allah sangatmencintaiperbuatan-perbuatan

yang

te

miana

j

dengan

baik,

sebagaimana

dijelaskan

dalam

Al-Qur'an surah ash-Shaff:4,

jib 4

"Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang

yang

berjuang dijalan-Nya

dalam

barisan

yang

teraturseakan-akan merekasepertisuatubangunanyartgtersusunkukuh."(ash-Shaff:

4)

Kukuh

di sini

bermakna adanya

sinergi

yang

rapi antara bagian

yang

satu

dan

bagian

yang

lain.Jikahalini terjadi,

maka akan

menghasilkansesuatu

yang

maksimal.

Dalam Al-Qur an

surahat-Taubah;71,

AUah

swt.berfirman.

4YahyaibnSyarifuddm an-Nawawi,Haditsttrba'innomor12.

Bahan dengan hak c

(11)

4

Q ManajemenSyariahdalamPraktik

"Dan orang-orang

y mg

beriman, laki-laki

dan

perempuan, se-

bagianmereka(adalah)menjadipenolongbagisebagian

yang

lain.

Mereka

menyuruh

(mengerjakan)

yang

makruf,mencegah dariyang mungkar, mendirikanshalat,

menunaikan

zakat, dan merekataat kepada

AUah

dan Rasul-Mya, Merekaitu

akan

diberi

rahmat

oleh Allah;sesungguhnyaAllahMahaperkasalagiMahabijaksana."(at-

Taubahr71)

Pendekatan manajemen merupakan

suatu keniscayaan, apalagi jika dilakukan

dalam

suatu organisasi atau lembaga.

Dengan

organisasi

yang

rapi,

akan

dicapaihasil

yang

lebihbaik daripada

yang

dilakukan secara individual.

Kelembagaan

ituakanberjalan

dengan

baik jika dikelola

dengan

baik. Organisasi

apa

pun, senan-

tiasa

membutuhkan manajemen yang

baik.

Ali bin

Abi

rhalib r.a.

meng- gambarkan

betapakebatilan

yang

diorganisasi

dengan

rapi

akan Kelembagaan akan

berjalan

dengan

baik, jika dikelola

(manage) dengan

baik. Organisasi

apa pun,

senantiasa

membutuhkan manajemen

mengalahkan

kebaikan

yang

tidakdiorganisasi

dengan

baik.

jua

iii;

r

ik %

fV ^ / jf J' ^ '

"Kebenaran

yang

tidak terorganisasi

dengan

rapi,

dapat

dikalahkan olehkebatilan

yang

diorganisasidenganbaik”.

Intinya,AliBin

Abi

Thalibr.a.

ingjn

mendorong kaum muslimin

agarjika

melakukan

sesuatu

yang

hak,

hendaknya

ditata

dan

disu- Ali bin

Abi

Thalib r.a.

menegaskan tentang perlunya

organisasi

Bahan denga i_ -ipta

(12)

BabPertama;introduksiManajemen 0

5

sun dengan

rapi agar tidak terkalahkan oleh kebatilan

yang disusun

secara rapi-

Dominasi kemungkaran

sering terjadi,

bukan

karenakuatnya

kemungkaran

itu,

akan

tetapikarenatidak rapinyakekuatan"hak".

APA YANG DIBAHAS DALAM MANAJEMEN SYARIAH?

Pembahasan

pertama

dalam manajemen Syanah

adalahperi- laku

yang

terkait

dengan

nilai-nilai

keimanan dan

ketauhidan.

Jika setiapperilaku o.artg

yang

terlibat

dalam

sebuahkegiatan dilandasi

dengan

nilai tauhid,

maka

diharapkan perilakunya

akan

terkendali

dan

tidakterjadiperilaku

KKN

(korupsi,kolusi,

dan

nepotisme) karena

menyadari adanya pengawasan

dari

yang Maha

tinggi, yaitu Allah swt.

yang akan

mencatat setiap

amal

perbuatan

yang

baik

maupun yang

buruk.

Firman

Allah

dalam

Al-Qur'an surahaz-Zalzalah: 7-8,

"Barangsiapayang mengerjakankebaikanseberatdzarrah

prn

,

niscayadia

akan

melihat (baiasan)nya.

Dan

barangsiapayang me- ngerjakan kejahatanseberatdzarrah

pun

,niscayadiaakanmelihat (balasan)nyapula. (az-Zalzalah; 7-8)

Hal

iniberbeda

dengan

perilaku

dalam manajemen

konven-

sional

yang sama

sekali tidakterkait

bahkan

terlepas darinilai-

nilai tauhid.

Orang-orang yang menerapkan manajemen

kon- vensionaltidakmerasa

adanya pengawasan

melekat,kecualise-

mata-mata pengawasan

dari

pemimpin

atauatasan. Setiap ke- giatan

dalam manajemen

syariah,

diupayakan

menjadi

amal

saleh

yang

bernilaiabadi.

Istilah

amal

saleh tidak se-

mata-mata

diartikan 'perbuatan baik' seperti

yang dipahami

Manajemen

syariah

membahas

perilaku

yang diupayakan menjadi amal

saleh

yang

bernilai

abadi

Bahan dengan hak cipta

(13)

6Q

ManajemenSyariat]dalam Praktik

selamaini,tetapi

merupakan amal

perbuatan baik

yang

dilandasi iman,

dengan

beberapapersyaratan sebagaiberikut.

1 Niat

yang

ikhlaskarenaAllah. Suatuperbuatan,

walaupun

terkesanbaik, tetapi jika tidakdilandasikeikhlasan karena Allah,

maka

perbuatan itu tidak dikatakan sebagai

amal

saleh.Niat

yang

ikhlas

hanya akan

dimilikiolehorang-orang

yang

beriman. Perhatikan firman Allah

dalam

surah al-

Bayyinah: 5berikut,

"Padahalmerekatidakdisuruhkecualisupaya

menyembah

Allahdengan

memurnikan

ketaatankepada-Nyadalam(men- jalankan)

agama

denganlurus;

dan

supaya merekamendirikan shalatdan

menunaikan

zakat;

danyang

demikianitulah

agama yang

lurus;" (al-Bayyinah:5)

2. Tata cara pelaksanaannyasesuai

dengan

syariatSuatu per- buatan

yang

baiktetapi tidak sesuai

dengan

ketentuansya-

riat,

maka

tidakdikatakan sebagai

amal

saleh»Sebagai con- toh, seseorang

yang melakukan

shalat ba'diyah ashar. Ke- lihatannyaperbuatanitubaik,tetapitidaksesuai

dengan

ke- tentuan syariat,

maka

ibadahitu

bukan amal

saleh

bahkan

dikatakan bid ah.

3. Dilakukan

dengan penuh

kesungguhan. Perbuatan

yang

dilakukan asal-asalan tidak

termasuk amal

saleh.

Sudah

menjadi

anggapan umum bahwa

karena ikhlas (sering di-

sebut

dengan

istilahlillahi ta'aki),

maka

suatu pekerjaandilak-

sanakan dengan

asal-asalan, tanpa

kesungguhan.

Justru sebaliknya,

amal

perbuatan

yang

ikhlasadalah

amal yang

dilakukan

dengan penuh

kesungguhan. Keikhlasan sese- orang dapatdilihatdari

kesungguhannya dalam melakukan

perbuatannya. Jadi, bukti keikhlasanituadalah

dengan

ke- sungguhan,

dengan

mujafmdah.

Ikhlas juga sering diartikansebagai suatu pekerjaan tanpa upah, akibatnya

muncul pandangan bahwa

orang

yang

Bahan dengan hak ci

(14)

BabPertama:IntroduksiManajemen Q

7

menerima

gajidaripekerjaannya (misalnya mengajar),

maka

dikatakan tidak ikhlas

dalam

mengajar. Hal iniperlu dilu- ruskan.Keikhlasanseseorang

dalam

beramal tidak bisa di-

ukur

dengan

materi atau

upah yang

ia terima. Bisa sajase-

seorangbekerja

dengan menerima

gaji

yang

tinggi tetapiia

ikhlas

dalam

pekerjaannya.Sebaliknya,adapulaorang

yang

bekerja

dengan upah

sedikit tapi tidakikhlas,atau menjadi tidak ikhlas

dalam

pekerjaannya karena

upah yang

kecil.

Ikhlas

Sesuai syariat

Sungguh-sungguh

Gambar 1.1 Syaratamalsaleh

Iman dan amal

saleh adalah

dua

hal

yang

tidakdapat dipi- sahkan.

Ada

sebuahdialog

yang

menarikantaraRasulullah saw.

dengan

seorang sahabat,

sebagaimana

terdapat

dalam

sebuah hadits dari

Abu

Hurairah,5 seorangsahabatbertanya,"Ya Rasu-

lullah,

amal

perbuatan apa

yang

paling

utama?"

Rasulullah

kemudian

mengatakan, "Berimankepada Aliahdan Rasul"

Berdasarkan hal ini dapatdilihat

bahwa

sahabat bertanya

mengenai

amal,

dan jawaban

Rasulullah adalahiman. Jadi

amal yang

paling

utama

adalah

iman

kepada Allah

dan

Rasul-Nya.

Hal

ini

untuk menegaskan bahwa

antara

amal

saleh

dan iman

adalah

dua

hal

yang

tidakdapatdipisahkan.

Kemudian

sahabat bertanya lagi,

"Kemudian

setelah saya

beriman kepada

Allah

dan

Rasul,apa lagi?"

®SayyidSabiq,Fitfh Sunrtith

,

Juz5.

Bahan dengan hak cipta

(15)

8

U ManajemenSyariahdalamPraktik

Rasulullahmengatakan,

"Kamu

berjihaddijalanAliah."

Jadi, perjuangan

dalam menegakkan agama

Allah sesuai

dengan

keahlian

masing-masing merupakan bagian

dari

keimanan dan

bagian dari

amal

saleh.Tingkatan

kedua

setelah

beriman

adalahjihad,berjuangdijalan Allah,jihad tidaksemata-

mata

diartikan

hanya

sebatasqitai(perang), tetapijuga sebagai usaha

sungguh-sungguh yang

dilakukan

dalam menegakkan agama

Allah.Pengertianjihadituluas,jihad

dengan

ilmu,jihad

dengan

hartabenda, ataujihad

dengan

jabatan bagi

pemimpin

atau manajer. Setiap

amal

perbuatan

yang

dilakukan

dengan kesungguhan untuk menegakkan agama

Allah, itulah jihad.

Kemudian

sahabat tadibertanya lagi,

"Kemudian

apa lagi ya Rasulullah?"

Rasul

menjawab,

"Hajiyang mabrur."

Inilahsalah satu

kelompok amal yang

disebutkan Rasulullah sebagai

amal yang utama

.

Berbicara

mengenai manajemen

sebenarnyatidakdapatdi-

lepaskan

dengan

perilaku.

Untuk masa yang akan

datang,

mana- jemen

syariah

akan

diarahkan

kepada manajemen

perilaku.

Arahnya

adalah

memperbaiki

perilaku.

Hal

ini

akan membawa

seseorang

untuk menyadari bagaimana

ia berperilaku secara benar

dan

konsisten, merasa diawasi oleh Allahketika melak-

sanakan

suatupekerjaan,sehingga

tanggung jawabnya bukan hanya kepada pemimpin,

tetapi

kepada

Allah swt.

Dalam manajemen

syariah, aspek tauhid sangatlah kuat, sehingga seseorangakan benar

dan

jujurketikadiawasi oleh

manusia

serta

akan

tetapbenar

dan

jujur ketikatidakdiawasi olehmanusia.

Hal kedua

yang

dibahas

dalam manajemen

syariahadalah struktur organisasiStrukturorganisasisangatlah perlu.

Adanya

struktur

dan

stratifikasi

dalam

Islamdijelaskan

dalam

surahal-

An'aam;

165,

Bahan dengan hak cipta

(16)

BabPertama;/rrtrodLrtorManajemen Q

9

"

Dan

Dialah

yang

menjadikan

kamu

penguasa-penguasa di

bumi dan

Dia meninggikan sebagian

kamu

atas sebagian {yang

lain)beberapaderajat, untuk

mengujimu

tentang

apa yang

diberi-

kan-Nya kepadamu.

Sesungguhnya Tuhanmu amat

cepat siksaan-

Nya dan sesungguhnya

Dia

Maha Pengampun

lagi

Maha

Pe- nyayang."(al-An'aam: 165)

Dalam

ayatdi atas dikatakan, "Aliah meninggikan seseorang di atas orang tain beberapa derajat.

"

Hai

ini menjelaskan

bahwa dalam mengatur kehidupan

dunia,peranan

manusia

tidak

akan

sama. Kepintaran

dan

jabatan seseorang tidak akan sama. Se-

sungguhnya

strukturitu

merupakan

sunnatullah.

Ayat

ini

me-

ngatakan

bahwa

kelebihan

yang

diberikan itu (struktur

yang

berbeda-beda)

merupakan

ujian

dari

AUah dan bukan digunakan untuk kepentingan

sendiri.

Manajer yang

baik,

yang mem-

punyai

posisi penting,

yang

strukturnya paling tinggi,

akan

berusaha agar ketinggian struk- turnya itu

menyebabkan kemu- dahan

bagi orang lain

dan mem-

berikan kesejehteraan bagi orang

lain.

Hal

ketiga

yang

dibahas

dalam manajemen

syariah adalah

sistem.Sistemsyariah

yang

disusunharus

menjadikan

perilaku pelakunyaberjalan

dengan

baik. Keberhasilansistem inidapat

dilihat

pada

saat

Umar

bin

Abdul Aziz

sebagai khalifah.

Sistem pemerintahan Umar

bin

Abdul Aziz

dapat dijadikan salah satu contohsistem

yang

baik.Telahada sistem

penggajian yang

rapi

(namanya cW

t ).

Pada zaman Umar

bin

Abdul Aziz

juga telah

ada

sistem

pengawasan,

sehingga di

zaman

beliau eleargoverrumce

Manajemen

syariah

membahas

sistem,

dimana

sistem

yang

dibuat

harus

menyebabkan

perilaku

pelakunya

berjalan

dengan

baik

Manajemen

syariah

membahas

struktur,

yang merupakan

sunnatullah

dan

struktur

yang berbeda-beda

itu

merupakan

ujian dari Allah

Bahan dengan hak cipta

(17)

703 ManajemenSyartahdalamPrakttk

dan

sistem

yang

berorientasi

kepada

rakyat

dan

masyarakat benar-benartercipta,

hanya

sajasaatitu

belum dibakukan dalam

bentuk aturan-aturan.

DETAIL

SISTEM DALAM ISLAM

Pembahasan

detail sistem diawali dari

pembahasan untuk

apa

manusia

diciptakan,

”Danakutidakmenciptakanjindanmanusiamelainkansupaya mereka menyemhah-Ku.

"

(adz-Dzaariyaat561

Untuk menunaikan

tugasitu, Allah

memberi manusia dua

anugerahnikmat

utama

yaitu,rrnnhajal-funjah (sistem)

dan

wasi- lahal-hayah (sarana).

Sistemadalahseluruh aturan

kehidupan manusia yang

ber-

sumber

dari

Al-Qur an dan Sunnah

Rasul.Aturantersebut ber- bentuk keharusan

dan

larangan

melakukan

sesuatu.

Aturan

ter-

sebutdikenalsebagai

hukum

lima,yaitu,wajib,

sunnah

(tmrnduh),

mubah, makruh, dan

haram.

Aturan-aturanitu

dimaksudkan untuk menjamin

keselamat-

an manusia sepanjang hidup

mereka, baik

yang menyangkut

keselamatanagama,diri

Qiwa dan

raga), akal, harta benda, serta ke- selamatan nasab keturunan. Se-

mua

halitu

merupakan

kebutuh-

an pokok

atau primer [al-haajatal dimruriyyah).

Pelaksanaansistemkehidupansecarakonsisten

dalam semua

kegiatanakan melahirkan sebuahtatanan

kehidupan yang

baik

yang

disebut

dengan

hayatantlwyyibah.

Dalam

ilmu

manajemen,

pelaksanaansistem

yang

konsisten

akan

melahirkan sebuahtatananyangrapi,

sebuah

tatanan

yang

disebut sebagai

manajemen yang

rapi.

Sistem

adalah

seluruh aturan

kehidupan

manusia yang bersumber

dari

Al-Qurian dan Sunnah

Rasul

Bahan dengan hak cipta

(18)

BabPertama;introduksiManajemen Q J 7

''Barangsiapa

yang

mengerjakan

amal

saleh,baiklaki-laki

mau- pun

perempuandalam keadaanberiman,

maka

sesungguhnya

akan Kami

berikankepadanya kehidupan

yang

baikdan sesungguhnya

akan Kami

beribalasan kepada merekadengan pahala

yang

lebih baikdari

apa yang

telah merekakerjakan."(an-Nahl: 97)

Sebaliknya,

menolak

aturan atau

sama

sekalitidakmemiliki keinginan mengaplikasikan aturan

dalam

kehidupan,

akan

melahirkan

kekacauan dalam kehidupan

sekarang, ma'isyatan dluinkanatau

kehidupan yang

sempitsertakecelakaandiakhirat nanti.

“Dan barangsiapa

yang

berpaling dariperingatan-Ku,

maka

sesungguhnyabaginyapenghidupan

yang

sempit, dan

Kami akan menghimpunnya pada

harikiamatdalam keadaanbuta.Berkatalah

ia, ’YaTuhanku,

mengapa Engkau menghimpun

aku dalam keadaan butapadahal

aku

dahulunyaadalahseorang

yang

melihat.'Allah

berfirman, 'Demikianlah, telah datang

kepadamu

ayat-ayat

Kami maka kamu

melupakannya

dan

begitu (pula)

pada

hariini

kamu pun

dilupakan." (Thaahaa: 124-1261

KAITAN ANTARA MANAJEMEN DENGAN

EFISIENSI

DAN

EFEKTIVITAS

Apalah

artinyasebuah

manajemen dalam

sebuahorganisasi jika tidak

menjadikan

organisasi itu efisien

dan

efektif

dalam melaksanakan

tugasnya.Jika

pemimpin

telah

memberikan

dele-

Bahan denga nak cipta

(19)

12] ManajemenSyariahdalamPraktik

gasi

kepada bawahannya untuk melaksanakan sebuah

tugas tetapi

bawahan

ituselalu

melapor

setiapwaktu,halini

menan- dakan

tidak berjalannya

manajemen

karena salah satu fungsi

manajemen

adalah

memberikan

delegasi

dan wewenang kepada bawahan.

Tipe

pemimpin

turut

menentukan

efisiensi

dan

efektivitas

;

1

suatu organisasi.

Pemimpin yang Apalah

artinya l baik

akan mempu

mendelegasi-

sebuah manajemen kan

tugas

dan wewenang

kepada

jika tidak

bawahannya,

sehingga seorang

menimbulkan bawahan mampu melakukan

se- efisiensi

dan

suatu secara kreatif tanpa harus efektivitas terus-menerus

melapor

kepada-

1 nya.

SEJAUH MANA DIBUTUHKAN

SENI

DALAM MANAJEMEN?

Manajemen bukan hanya mengatur

tempat melainkanlebih dari itu adalah

mengatur

orang per orang.

Dalam mengatur

orang,diperlukanseni

dengan

sebaik-baiknyasehingga manajer- manajer

yang

baik adalah manajer

yang mampu menjadikan

setiap pekerja

menikmati

pekerjaan mereka. Jika setiap orang

yang

bekerja

dapat menikmati

pekerjaan

mereka,

hal itu

menandakan

keberhasilanseorang manajer. Seorang

karyawan

tidak

menganggap

pekerjaannya sebagaisebuah kewajiban se-

mata,

melainkan

sebagai sebuah kebutuhan.

Ada kepuasan

batin

yang

harus selalu

ditumbuhkan.

Dalam masalah upah

bekerja, jikapara

pegawai

tidak

memkma

ti

pekerjaannya,

maka akan

cende-

rung menuntut kenaikan

gaji.

Sebaliknyajikapara

pegawai me-

rasa

mendapatkan lingkungan yang

kondusif

dalam

mengekspresikan

kemampuannya, maka

tuntutankenaikangaji

akan

dapatdiminimalisasi.

Manajemen

itu

bukan hanya mengatur tempat,

tapi lebih dari itu

mengatur

orang,

sehingga

diperlukan

seni

Bahan dengan hak cipta

(20)

BabPertama:introduksiManajemen 0 73

MANAJER YANG

BAIK

ATAU BAWAHAN YANG

BAIK?

Antara seorang manajer

yang

baik

dan karyawan yang

baik, siapa

yang

lebihpenting

dalam menentukan

efektivitas

dan

efi- siensi?

Jawabannya

adalahkedua-duanya.Baikmanajer

maupun bawahan sama-sama

sangat penting,

dan

kebaikanituharusdi-

mulaidarimanajer.Biasanyajikamanajerbaik,

maka akan mam-

pu memberikan

arahan

yang

baik

kepada bawahannya.

Sebalik- nya,manajer

yang

tidak baik,

akan memberikan pengaruh yang buruk kepada bawahannya.

Manajer yang

jujur

dan yang

tegas, biasanya

akan menyebab- kan bawahan

itujujur.

Akan

tetapi,

bawahan yang

jujur

belum

tentu

menjadikan manajer

jujur pula, sehingga faktor

kepemimpinan

sangat

menentukan. Oleh

karena

itu,keteladanan

merupakan

aspek

yang

sangatpenting

yang

harusdimilikiolehseorang manajer.

TIPE

MANAJER YANG DIPERLUKAN DALAM MANAJEMEN

ISLAMI

Tipe-tipe

yang digambarkan dalam manajemen

konvensi- onal selalu

memisahkan

secara tegas antara satu tipe

dan

tipe lainnya. Seolah-olahjikamanajer

yang

otokratis tidak

demok-

ratis, demikianjuga sebaliknya,jika manajer

yang

demokratis tidakotokratis.

Dalam manajemen

syariah, setiaporang memiliki

sisi-sisi

yang kadang

kala

menyatu

didalamnya.

Oleh

karenaitu,

ada

beberapatipemanajer

yang

baik,yaitu sebagaiberikut,

1. Ketegasan,Jikaseorangmanajer

mengatakan

sesuatuitu

A

dengan argumentasi yang

jelas,

maka

harus disepakati

bahwa

ituadalah A,

Manajer yang

sangat

dibutuhkan

saat iniadalahmanajer

yang mem-

punyai

ketegasan

dalam me- nentukan

sikap.

Setiap

orang

selalu

ada

sisi

demokratis-

nya,

ada

sisi

otokratisnya

dan ada

sisi-sisi

yang

lain

Kedua-duanya,

baik

manajer maupun bawahan, penting dalam menentukan

efektivitas

dan

efisien organisasi

Bahan dengan hak cipta

(21)

740 ManajemenSyariattdalamPraktik

2.

Musyawarah.

Manajer

yang

baikadalahmanajer

yang

selalu

bermusyawarah yang

esensinya adalah saling tukar pen-

dapat Manajer yang

baik adalah manajer

yang merespons pendapat-pendapat bawahan dan mendengar

keluhan- keluhan mereka. Di

samping

terdapat ketegasan, terdapat pula kebiasaan

bermusyawarah,

3. Keterbukaan. Seperti

yang

dicontohkan oleh

Umar

ibnui Khaththab. Beliau

merupakan

seorang manajer sekaligus

pemimpin yang

baik. Sejarah telah mencatat, ketika

Umar mengumpulkan

wanita-wanitakarena

pada

saatitu

banyak

laki-laki bujangan

yang sudah

tua

dan belum

beristri. Ter- nyata sebabnya adalah

pada

saatitu

mahar untuk

menikahi seorang wanita terlalu

mahal Umar

mengatakan,

"Wahai

para wanita, kalian jangan

membuat mahar yang

mahal- mahal.

"Mendengar

ini, seorang wanita langsung protes sambil

membacakan

surah an-nisaa':20. Wanitaitu

menga-

takan

bukankah

Allah telahberfirman,

-«i

"... sedang

kamu

telah memberikan kepada seseorang di

antaramerekaharta

yang

banyak....{an-Nisaa': 201

"Saya tidak setuju

kepada

kebijakan

Anda".

Langsung Umar

mengatakan,

"Umar

salah

dan

wanita itu

yang

benar."

Kisahitu

menunjukkan bahwa

manajer

yang

baikituadalah manajer

yang

transparan

dan

terbuka

dalam

segalahal,

me- nyangkut

pekerjaan

dan

kebijakan,

bahkan

juga

menyangkut keuangan dan

gizisertapenghasilanlainnya.

4 Pemahaman yang mendalam

terhadap tujuan organisasi.

Visi

dan

misidari organisasiharus

dipahami

benarolehse-

orangmanajer, sehinggaorganisasiitudapatberjalan

dengan

baik.

Bahan dengan hak cip

(22)

BabPtrtama:IntroduksiManajemen ] 75

Gambar 1.2 Empattipe manajer islami

APAKAH ISLAM MEMBEDAKAN ANTARA MANAJER DAN

LEADER?

Hal

yang

terbaikadalahIeader

dan

manajersekaligus

menun-

jukkansatukesatuan karena

kedua-duanya merupakan pemim-

pin,sebagaimana dinyatakanRasulullah saw.

dalam

hadits,6

A ip

j j

j** O*

"Setiap kalian adalah

pemimpin dan

sedap

pemimpin

harus bertanggungjawabataskepemimpinannya.

"

{Mutafaqun

'Alaih dari

Ibnu

Urnar)

Hadits di atas

bermakna

bah-

wa

seorang manajer tidak boleh

hanya

menjadiorang

yang

seperti mesin,

hanya mengatur

tanpa

ada hubungan dan komunikasi yang

baik

dengan bawahan. Seorang

Ieader, misalnya seorang kepala

biro, tentu sangat perlumemiliki aspek-aspekmanajerial.

Islam tidak

membedakan

antara Ieader

dan manajer.

Leader harus

manajer,

manajer

itu

harus

Ieader

6 Mafhum SayyidAhmad al-Hasyimi, MukbtarulAhaadits wa al-Hukmuai- Muhomrtutdiyyfift,Surabaya:Daar an-Nasyral-Misriyyah,hlm. 112.

Bahandengan hak cip

(23)

16\) ManajemenSyariahdalamProklik

Seorang

pemimpin mungkin

dapat dibedakan

dalam

halrin- cian-rinciantugas

yang

dimilikinya,

akan

tetapihakikatnyatidak harus terpisah secara nyata.

Manajer

harus

menyatu dengan

ieader.Kepalasekolah misalnya,

apakah

iaseorangmanajeratau

ieader?

Pada

praktiknya,

akan

sulit

membedakannya.

Jikaseorang kepala sekolah sebagaimanajer

dalam

artiadministratifsaja,

ma-

ka tidak ada interaksi

yang

baik antaradirinya

dan guru

serta

murid. Satu hal penting baginya adalah

melaksanakan

tugas.

Apakah bawahannya

itu mengerti atau tidak,jelas atau tidak,

bukanlah

masalah,

yang

penting dilaksanakan. Jika demikian, tentukepala sekolah tersebut

bukan

seorangmanajer

yang

baik.

Begitu

pun

seorang

pemimpin.

Jika ia

hanya

sekadar

me- mimpin dan

tidak mengelola atau

memanajnya dengan

baik,

maka akan mengakibatkan

efek negatif

pada

suatu organisasi. Ia

hanya akan mengarahkan anak buahnya pada

tujuannya,

bukan

tujuan bersama. Sebenarnya

me-

mang agak

sulit

untuk membeda- kan

antaraleader

dan

manajer. Kalau

pun

ingindibedakan, hal itu dapat terjadi

pada pembagian

tugassaja.

Pada

hakikatnya, ieader

dan

manajer

merupakan

suatukesatuan

yang

tidakdapat dipisahkan.

KEMAMPUAN YANG HARUS

DIMILIKI

OLEH MANAJER YANG

ISLAMI?

Palingtidakada

empat kemampuan yang

harusdimilikioleh manajer

yang

Islami,yaitusebagaiberikut-

1.

Mampu menggerakkan

motivasipara

bawahan.

2.

Mampu memberikan

tugas

kepada bawahan

sesuai

dengan

keahlian

masing-masing

atau

mampu menempatkan

orang- orang

pada

tempat

yang

benar.

Manajer

harus

mampu me- nempatkan

seseorang

pada

bidangnya, jangan

sampai

salah tempat. Jika seseorang

mengerjakan

sesuatu

pada

bidang- nya,

maka

ia akanmelihat pekerjaanitu

bukan

semata-mata sebagai kewajiban, tetapi sebagaisebuah kenikmatan.Jika seseorangditugaskandi suatutempat,

kemudian

ia sendiri

Dalam

praktiknya

sulit

membedakan

apakah seseorang manajer atau

ieader

Bahan dengan hak cipta

(24)

BabPertama;IntroduksiManajemen 0 77

tidak senang,

maka

ia

hanya akan

sekadar

melakukan

kewajiban,tetapi tidakmenikmatinya.

3.

Mampu memberikan

reward. Jika seseorang

melaksanakan

tugasnya

dengan

baik,seorang manajer harus

memberikan

reward.

Reward

tersebut tidak mesti terbentuk

benda

atau materi, bisasaja

dalam

bentukpujian atauapasaja

yang

da- pat

meningkatkan semangat dan

motivasi

bawahan. Demi-

kian pula

kepada

orang

yang

tidak

melaksanakan

tugas,

maka

seorangmanajer harus

mampu memberikan

punish- mentatausanksi, misalnya

dalam

bentukteguran.

4.

Mampu memberikan

contoh

yang

baik.Jikaseorang

memin-

ta

pegawainya untuk

tepatwaktu,

maka

ia

pun

harusmelak- sanakannya.

Udak akan

efektifjikaseorangmanajer

menyu- ruh

sesuatu,

namun

iasendiritidak

mau

melaksanakannya.

Hal

itu

bahkan

itu

diancam dalam

Al-Qur"an

pada

surahal-

Baqarah: 44,

"Mengapa

kamu

suruhoranglain (mengerjakan)kebajikan,

sedang

kamu

melupakan diri (kewqjiban)mu sendiripadahal

kamu membaca

AbKicab (Taurat)?

Maka

tidakkah

kamu

ber- pikir?”

(al-Batjarah: 44)

Ketentuaninitentusaja

bukan hanya dalam

bidang

dakwah,

melainkanjuga

dalam

bidangorganisasi. Jikaseorang atasan

menyuruh bawahannya, maka

harus dimulai dari dirinya sendiri. Tidak

mungkin

kita

menyumh bawahan

bersikap sederhana,sementarakitasendiritidakbersikap sederhana.

Itulah faktor

yang

sangatpenting bagi seorang manajer.

Keempat kemampuan

manajer di atas adalah faktor

yang sangat penting bahkan akan menentukan gerak sebuah

organisasi.Organisasiitu akanberjalan

dengan

cepat,dinamis, efisien,

dan

efektif

dalam melaksanakan

tugas-tugas

yang diembannya

jika

pemimpinnya memang pemimpin yang mencerminkan

organisasiitu.

Bahan dengan hak cipl

(25)

180 ManajemenSyoriohdalam Praktik

Mampu

memberi teladan

Mampu

memberi

reward

Mampu

memotivasi

bawahan

Mampu

menempatkan

orang pada tempatnya

Gambar 1.3 Empat

kemampuan

dasar manajer islami

Unsur

keteladanan

memegang

peranan

yang

sangatpenting;

Sebagai contoh,

untuk mengubah

kebiasaan rapat

yang

tidak tepat waktu.

Dalam

Islam, persoalan

waktu

adalah persoalan serius. Berhasil tidaknya seseorang sangat

bergantung pada bagaimana

caranya

memanfaatkan

waktu.

Penerapan

hal-hal

yang

lain

pun

begitu.Jikaseorangatasan

mengajak bawahannya untuk

berinfak darisebagianpendapatan

yang

diterima,

maka

halitu

pun

harusdimulai dariatasan ter-

lebihdahulu.Jikaseorangmanajer

memberikan

contohberinfak,

maka yang

lainnya

pun akan

ikut berinfak, Jadi, faktorketeladanan

ini

merupakan

faktor

yang

sangat penting, Suatu oiganisasi,walau-

pun

tidak ditata secara

modem, namun

jikaanasir-anasir

kemanu-

siaan itu dibangun,

maka

unsur- unsur

penunjangnya akan

datang

dengan

sendirinya, tergantung

pada

sarana

dan

prasarana

yang

dipersiapkan.

Walaupun

sarana

dan

prasarana telah ada,

namun

jika

unsur-unsur kemanusiaan

tidak ditata

dengan

sistem

yang

baik,

maka

biasanyahasilnya tidak baik.

Suatu

organisasi

walaupun

tidak ditata secara

modern,

tapi

jika anasir-anasir

kemanusiaannya dibangun, maka

unsur-unsur penunjang

itu

akan

datang dengan

sendirinya

tergantung pada

sarana

dan

prasarana yang

dipersiapkan

#

Bahan dengan hak cipta

(26)

BabPertama:IntroduksiManajemen 3 79

MANAJEMEN TUMBUH

BEGITU

KEHIDUPAN

INI

ADA

Jika kita

membicarakan manajemen, maka

kitaperin

menya-

dari

bahwa manajemen

telah

ada

begitu

kehidupan

ini ada.

Bagaimana

evolusipra kdk-praktik

manajemen

sejak

zaman Nabi

Adam

hingga

Nabi Muhammad

saw.?

Evolusi perilakudapatdilihatsebagaiberikut. KetikaAllah swt,

akan menriptakan Nabi Adam

sebagaikhalifah,Allah

me- nyampaikan dulu

ideini

kepada

malaikat. Halitu

menunjukkan adanya manajemen.

Allah

Mahakuasa untuk menciptakan manusia

secara langsung,tetapimalaikat diberitahu dahulu,di- ajak dialog

dan

berdiskusiterlebihdahulu

mengenai

idetersebut.

*

^ A'

’tf

A.

, s- . >

*a

"Ingatlah ketika

Tahanmu

berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya

Aku

hendak menjadikankhalifahdi

bumi

.1Mereka

berkata, ‘Mengapa

Engkau

hendak menjadikan (khalifah) di

bumi

itu

orang yang akan membuat

kerusakan

padanya dan

me-

numpahkan

darah, padahal

kami

senantiasa bertasbih dengan memuji

Engkau

dan menyucikan Engkau?' Tuhanberfirman, ‘Se-

sungguhnya Aku

mengetahui

apa yang

tidak

kamu

ketahui. (al-

Baqnrah:30)

Ayat

di atas

menegaskan

urgensi dialog

dalam

kehidupan.

Hanya

setan

yang

tidak

ambil

bagiankarena ia memiliki kesom- bongan.

Dalam

sebuahorganisasi, jika terdapat

kesombongan, akan

hancurlah organisasi itu. Penye-

bab

setan dikutuk adalah karena

iamemilikirasa

sombong. Hal

itu

dapat

dilihat

dalam Al-Qur'an

Allah

swt

telah

me-manage

lahirnya

manusia sebagai

khalifah

dengan

kejelasan arah

dan dengan mendengarkan pendapat-pendapat

terlebih

dahulu

Bahan dengan hak c

(27)

20

} ManajemenSyariabdalamPraktlk

surah al-baqarah: 34.

Hal

itu

menunjukkan bahwa

Allah swt.

telah

mcmanaj

lahirnya

manusia

sebagai khalifah

dengan

kejelasan arah

dan dengan mendengarkan

pendapat-pendapat

terlebihdahulu.

Allah

pun

tidak

mcndptakan

aJam

dengan

sekaligus.Pada- halAllah

Mahakuasa menciptakan alam

sekaligus,Diciptakan-

Nya

alamini

dalam enam masa menunjukkan

proses

manajemen yang

indah

dan

agung.

L Manajemen Zaman Nabi Adam

Peristiwa

yang

terjadi

pada

putra-putra

Nabi Adam meru- pakan

proses-proses

manajemen.

Hal ini disebabkan

adanya

aturan-aturan

yang

ditetapkan

dalam memilih

pasangan.

Hal

itu dapatdilihat

pada

peristiwa perselisihan

sampai pada pem- bunuhan

antara Habil

dan Qabil adalah karena ada

pihak

yang

tidaktaat

kepada

aturan,

Aturannya adalah pasangan pertama AB

harus

menikah dengan pasangan kedua CD. Namun

ketetapan

itu dilanggar. Jadi, peristiwa

yang

terjadi adalah

adanya

pihak

yang

tidak taat

pada

aturan,padahal aturannya

sudah

ada.

Hal

inijuga

merupakan

hasil

manajemen yang

dapatdilihat

dalam

Al-Qur'an surahal-

Maidah: 27,

(f

^

KISAH QABIL DAN HABIL

7

Kisah Qabil dan Habil dicatat dalam Al*Qur'an dalam surah ai Maa idah: 27-30. Ayat-ayat itu berkaitan dengan kisah pertentangan pertama antarsesamaumat manusia yang kemudianberakhirdengan pembunuhan.Halyangharusdiyakinibahwaberitainimerupakanberita

Peristiwa

yang

terjadi

pada

putra-putra

Nabi

Adam merupakan

proses-proses

manajemen. Hal

ini

disebabkan ada

aturan- aturan

yang

ditetapkan

dalam memilih pasangan

J'

K.H,Didin Hafidhuddiii, 2001HTafku al-Hijns Pc^njoi'tiitKatimah, hlm.57.

Bahan dengan hak cipta

(28)

8abPertama:introduksiManajemen ]

2

1

— — —

^

yangbenardanabsolutArtinya, berita inibenar karena disampaikan : oleh Al-Our'an,wahyuAllahyangdisampaikanmelalui Rasulullahsaw..

Halinitermasuksebab-sebabterjadinya pembunuhandanakibatdari

orang yangmembunuh saudaranya.

Penyebabpembunuhanini,seperti diungkapkandaiam beberapa

kitabtafsir, yaitubahwa Siti

Hawa

setiapmengandung melahirkandua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Kemudian syariat

menetapkan unluk perkawinan secarasilang, yakni anaklaki-lakidari kelahiranpertamadikawinkan dengan anakperempuandarikelahiran yang kedua. Begitu pula sebaliknya, anaklaki-laki dari kelahiranyang keduadikawinkandengan anak perempuandarikelahiranyangpertama.

Padakelahiranpertama, Siti Hawa melahirkanOabrl dansaudara perempuannya dan pada kelahiran yang kedua Habil dan saudara perempuannya,Menurut ketentuan syarialketikaitu,makaHabilharus mengawini saudara perempuan Gabil dan Gabil mengawini saudara perempuan Habil. Akan tetapi, Gabil menolak ketentuan itu karena saudaraperempuanHabil(yang harusiakawini)itulebihburukrupanya daripadasaudara perempuannyasendiri.Gabil tetap inginmengawini saudaranya sendiri yang lahir bersamanya. Kemudian Nabi

Adam

berkata kepada keduanya (Gabil dan Habil), silakan jika begitu yang

kalianinginkan,lelapi masing-masingharus melakukanpengorbanan.

Kemudiandiketahuikisah inibahwa Gabilitu seorang petanidan

iamengorbankanhasiltanamannya yangpaling buruk.SedangkanHabil adalah seorangpeternakkambingdaniamengorbankan kambingnya yang terbaik. Ternyata yang diterima Allah adalah kurban dari Habil dengancara apiturunkepadanya danmembakar kambingnya.

2.

Manajemen Zaman Nabi Nuh

Kisah

Nabi Nuh

diabadikan

dengan

jelas

dalam Al-Qur an

bahkan

hingga ada surah

Nuh, Nabi Nuh melakukan mana- jemen yang

baik

dalam

berdakwah,Ia

berdakwah siang-malam dengan

cara-cara

yang menyejukkan. Contoh

ini

termasuk manajemen dakwah, meskipun

sebagian besar

umat Nabi Nuh

menolak dakwahnya dan

akhirnya Allah swt.

memberikan

punishment

kepada

mereka.

Dakwah,

terdiri dari berbagai

macam

aspek.

Dalam

Al-

Our'an

surahan-NahJ: 125 Allah swt.berfirman.

Gambar

Gambar 1.1 Syarat amal saleh
Gambar 1 .2 Empat tipe manajer islami
Gambar 1 .3 Empat kemampuan dasar manajer islami
Gambar 2.1 Hambatan penegakan disiplin
+4

Referensi

Dokumen terkait

Juga (Al-Nahl: 97): “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan

Allah Azza Wa Jalla.Berfirman :Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupunperempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki- laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik

&#34;Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan