1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Industry kecil menengah (IKM) memiliki peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian nasional. Di dalam Negara Indonesia sektor industry lebih di dominasi oleh industry kecil menengah (IKM).Terdapat Jumlah IKM di dalam negeri melampaui 4,4 juta unit usaha atau mencapai 99% dari seluruh unit usaha industry di tanah air(Kementrian Perindustrian, 2021). Banyaknya data pesebaran dan kontribusi industry kecil menengah (IKM) terhadap PDB terdapat beberapa faktor , diantaranya : 1) industry kecil dapat menciptakan peluang berusaha yang luas dengan pembiayaan yang relatif murah. 2) Industri kecil turut mengambil peranan dalam peningkatan dan mobilisasi tabungan domestik. 3) industry kecil mempunyai kedudukan komplementer terhadap industry besar dan sedang, karena industry kecil menghasil kan produk yang relatif murah dan sederhana , yang biasanya tidak dihasilkan oleh industry besar dan sedang(SALEH, 1986).
Dengan adanya pemberlakuan otonomi daerah , setiap daerah di harapkan mampu memaksimalkan kemampuan potensi daerah salah satu nya pada sektor industry untuk meningkatkan daya saing masing-masing daerah sebagai penentu keberhasilan pembangunan daerah. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi pada pulau jawa yang memiliki potensi industry , dilihat dari struktur produk domestic regional bruto (PDRB) jawa timur ditopang oleh sektor industry sebesar 30,6%, perdagangan sebesar 17,92%, dan pertanian sebesar 11 persen. Sedangkan kontribusi PDRB Jawa Timur terhadap PDB nasional sebesar 14,9%. Di Jawa Timur juga di dominasi oleh Industri kecil , Kadisperindag Jawa timur , Drajat irawan menyebutkan “ditinjau dari strukturnya memang industry di Jawa Timur paling banyak adalah industry kecil , yakni sekitar 795.797 industri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, sedangkan industry menengah sekitar 23.128 , dan industry besar sebanyak 1.231. total industry di jawa ini menyerap tenaga kerja lebih dari 3,2 juta orang”(Jatim, n.d.).
2
Kota Pasuruan merupakan salah satu daerah di Jawa Timur dengan pertumbuhan ekonominya yang memiliki potensi dalam sektor industry kecil menengah (IKM), selaras dengan misi pembangunan daerah kota pasuruan tahun 2006-2025, dalam salah satu poin misi pembangunan daerah Kota Pasuruan berbunyi “mengembangkan kota pasuruan sebagai kota perdagangan, industry dan jasa yang berbasis ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan”. Industry kecil menengah (IKM) dalam kota pasuruan banyak di dominasi industry kerajinan mebel dan industry logam. Menurut badan pusat statistic (BPS) jumlah industry di Kota Pasuruan pada tahun 2020 berjumlah 3.416.
Dengan adanya pertumbuhan industry kecil menengah (IKM) pada tahun 2017-2019 , walaupun pada tahun 2020 angka industry mulai menurun diharapkan juga turut berkontribusi dalam Produk Domestic Regional Bruto (PDRB), nilai kontribusi Industri terhadap PDRB pada tahun 2017 sejumlah 20,19 persen angka tersebut terus turun ditahun selanjutnya sampai pada tahun 2019 menyentuh angka 20,04 persen.
Meskipun industri Logam tidak sebanyak industry kerajinan mebel, tetapi industry logam masih merupakan salah satu potensi daerah yang menjadi salah satu focus pengembangan pembangunan pemerintah Kota Pasuruan. Jumlah sektor industri logam mesin elektronika dan aneka (ILMEA) , jumlah industri pada sub-sektor logam pada tahun 2020 berjumlah 1.392. angka tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya pada tahun 2019 jumlah industri pada sub-sektor logam mencapai 1.686. dengan nilai investasi pada tahun 2019 berjumlah 135. 192 juta rupiah. Persebaran industry logam Kota Pasuruan berdasarkan rencana tata ruang wilayah tersebar di daerah di kawasan Pasuruan utara yaitu kelurahan mayangan dan trajeng.
Dalam penurunan pertumbuhan industry dan kontribusi industry dalam PDRB Kota Pasuruan masih terdapat poin yang menjadi permasalahan dalam sektor industry ,menurut Rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) kota pasuruan tahun 2021 , diantaranya : 1) mahalnya ketersediaan bahan baku , 2) lemahnya daya saing , 3) terbatasnya jaringan permasalahan , 4) kurangnya akses permodalan , dan 5) legalitas usaha.Salah satu yang harus diperhatikan oleh pemerintah kota pasuruan yaitu lemahnya daya saing dalam sektor industry.
3
Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) Kota Pasuruan merupakan salah satu lembaga pemerintahan yang berperan dalam menggerakan roda perindustrian pada daerah dari perencanaan,merumusan kebijakan , pelaksanaan kebijakan ,pembinaan,koordinasi,pengendalian,fasilitasi termasuk dalam memfasilitasi kerjasama antar perusahaan dan industri kecil ,dan pelaksanaan evaluasi seperti tercantum dalam peraturan walikota Pasuruan No 66 tahun 2016 tentang tugas pokok dan fungsi dinas perindustrian dan perdagangan(Perwali No 66 Tahun 2016 Kota Pasuruan, 2016) .
Salah satu faktor penurunan produktivitas pada tahun 2019-2020, adanya pandemi covid-19 sehingga setiap daerah termasuk Kota Pasuruan diberlakukan pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB), sehingga produktivitas dari industri kecil logam mengalami penurunan. Dari Pihak PT Panasonic selaku industri besar juga mengalami penurunan omset yang sehingga dari pihak PT Panasonic dari beberapa tahun terkhir mengurangi jumlah karyawan dan mengganti metode dengan melakukan mitra dengan pihak industri kecil.
Permasalahan dalam sektor industri Diperlukannya sinergi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah dari berbagai peranan lembaga pemerintahan ataupun lembaga non pemerintah dalam mengembangkan potensi industri di Kota Pasuruan maka salah satu jalan yang bisa ditempuh yaitu diadakannya Kemitraan. Kemitraan antara Industri besar terjadi dikarenakan komunikasi antara disperindag Kota Pasuruan dan PT Panasonic, dan pada tahun 2020 dari pihak PT Panasonic memiliki kendala biaya (cost) yang sebelumnya melakukan kerjasama dengan pihak industri dari daerah Jakarta dan memerlukan biaya yang cukup besar untuk distribusi produksi. Sehingga komunikasi yang sebelumnya terbangun antara Disperindag Kota Pasuruan dan PT Panasonic membuahkan hasil dengan meyakinkan bahwa produk dari industri kecil logam Kota Pasuruan masih bisa bersaing dengan industri kecil logam daerah lain.
Pada bulan Desember 2020 realisasi terkait program kemitraan dalam mengembangkan potensi industry kecil dalam sub-sektor logam mendapat perhatian dari dinas perindustrian dan perdagangan, melalui website disperindag kota pasuruan
4
mengadakan pertemuan antara ikm logam Kota Pasuruan dan PT Panasonic Gobel Life Solution dalam rangka pembahasan pembangunan kerjasama rantai pasok dan peningkatan kompetensi pelaku IKM logam Kota Pasuruan.Sehingga pada bulan maret 2021 Pemerintah Kota Pasuruan melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan salah satu perusahaan besar yaitu PT Panasonic gobel life solutions manufacturing Indonesia.Proyek kerjasama yang ditanda tangani oleh kedua IKM denan PT Panasonic berdusrasi 5 tahun dengan adanya trial untuk melihat komitmen dari antara stakeholder trial yangberdurasi 3 bulan awal dimulai dari bula april hinga bulan juni.
Kerjasama tersebut dalam pengembangan Ikm logam Kota Pasuruna merupakan salah satu proyek corporate social responsibility (CSR) yang mana bertujuan peningkatan pembangunan daerah dan pelayanan public sekaligus juga menggandeng dua pelaku IKM logam Kota Pasuruan sebagai bentuk pengembangan industri serta perluasan pasar industri kecil Kota Pasuruan.kerjasama dalam pengembangan IKM logam juga berdasarkan regulasi yakni Undang-Undang No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatastentang perseroan terbatas pada pasal 74 ayat 1 terbilang bahwa perseroan yang menjalankan kehgiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial. Dan berlandaskan undang-undang no 3 tahun 2014 tentang perindustrian. Dalam isinya disebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam memfasilitasi kemitraan antara industri kecil dan industri besar maupun industri menengah dan industri besar.
Penggunaan konsep Kemitraan Pemerintah dan swasta menurut Tony Bovaird dalam jurnalnya yang berjudul “Public-Private partnership : from concepts to prevalent pratice” yang berbunyi pengaturan kerja berdasarkan komitmen bersama (diatas dan diatas yang tersirat dalam kontrak apapun) antara organisasi sektor publik dengan organisasi manapun diluar sektor publik. Jika dilihat berdasarkan dan di korelasi kan dengan penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan kemitraan antara disperindag Kota Pasuruan dan PT Panasonic dalam pelaksanaan program CSR dalam pemberdayaan IKM logam diperlukan komitmen antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaannya. Selain itu marbun juga menyebutka Selain itu dalam kemitraan
5
pemerintah dan swasta dalam pengembangan Industri kecil berlandaskan undang- undang no 3 tahun 2014 tentang perindustrian Dalam isinya disebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam memfasilitasi kemitraan antara industri kecil dan industri besar maupun industri menengah dan industri besar.Bentuk kemitraan antara dua pelaku IKM dengan PT Panasonic yakni berupa jasa chrome 15.000 item ,dan perakitan fitting lampu . jasa chrome merupakan hasil komoditas dari UD.ELEYA CHROME merupakan kepemilikan bapak gufron. Dan perakitan fitting lampu merupakan hasil komoditas dari PT MITRA SUKSES ENGINEERING INDONESIA merupakan kepemilikan dari bapak iwan haryono. Pemilihan dua pelaku IKM yang akan dimitrakan dengan PT Panasonic melalui tahapan yang diantaranya dua pelaku IKM tersebut sudah tersertifikasi 5R yaitu (Ringkas,Rapi,Resik,Rawat,dan Rajin).
Penggunaan konsep Kemitraan Pemerintah dan swasta atau biasa disebut dengan
“Public-Private partnership” telah sering digunakan sebagai bentuk analisa dalam kemitraan. Model kemitraan juga merupakan salah satu strategi untuk mendapatkan keuntungan dari masing-masing pemangku kepentingan. Dalam penelulisan ini peneliti berdasarkan hasil yang didapat berdasarkan data di lapangan terkait pelaksanaan Kemitraan antara Disperindag dan PT Panasonic dalam pengembangan Industri kecil logam Kota Pasuruan dan korelasikan dengan konsep kemitraan pemerintah dan swasta.
1.2.Rumusan masalah
Berdasarkan Latar belakang diatas, maka penulis memiliki rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Kemitraan Pemerintah Dan Swasta Dalam Pengembangan Industri Kecil Logam Di Kota Pasuruan?
2. Apa yang menjadi faktor penghambat kemitraan dalam pengembangan industri kecil logam di Kota Pasuruan?
6 1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah , maka penelitian bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui Kemitraan Pemerintah Dan Swasta dalam pengembangan Industri Kecil Logam Di Kota Pasuruan
2. Untuk mengetahui faktor penghambat dari pelaksanan public private partnership dalam pengembangan industry kecil kota pasuruan
1.4. Manfaat Penelitian 1. Teoritis
Berdasarkan teoritis, penelitian ini di harapkan secara data dan fakta dapat dimanfaatkan sebagai tambahan diskursus dalam dunia akademis dalam kajian ilmu pemerintahanmeliputi peranan dinas perindustrian dan perdagangan sebagai lembaga yang berwenang dalam hal pelayanan public termasuk berwenang dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui kemitraan, diskursus secara spesifik dalam penelitian ini tentang kolaborasi governance yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan swasta dalam hal pengembangan industry kecil daerah.
2. Praktis
Secara praktis, penilitian ini diharapkan dapat di jadikan bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan terkait pengembangan industri kecil logam melalui kolaborasi governance atau kerjasama pemerintah dan swasta.
3. Akademisi
Bagi akademisi, penelitian ini ditujukkan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana strata satu di Universitas Muhammadiyah Malang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Pemerintahan. Selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat memberikan pengetahuan terkait data dan fakta terkait Kolaborasi Governance yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam perkembangan industry kecil logam diKota Pasuruan .dan penulis mengharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk menyempurnakan penelitian selanjutnya.
7
1.5. Definisi Konseptual
A. Kemitraan pemerintah dan swasta
Kemitraan pemerintah dan swasta atau Publik Private Partnership menurut uraian Edward J Blakely yakni “No matter what organizational structure is selected,public agencies and private firms have to enter into new relationships to make the development process work. this approach is much more than the public sector merely offering cooperation to the private sector to facilitate economic activities for provate gain ; it is far more than occasional meetings between the municipal council and local bussines organizations, such as the chamber of commerce. although these activities are important,and perhaps intergral to good business/government relations, they do not constitute true partnerships among the sectors. partnership are shared commitments to pursue common economic objectives jointly determined by public, private ,and community sectors and institituted as joint actions”(atryas gilang kendriatmoko, 2015).
yang berartikan tidak peduli struktur organisasi apa yang dipilih, badan publik dan perusahaan swasta harus menjalin hubungan baru untuk membuat proses pengembangan berhasil. pendekatan ini lebih dari sekadar sektor publik yang hanya menawarkan kerja sama kepada sektor swasta untuk memfasilitasi kegiatan ekonomi demi keuntungan nyata; ini lebih dari sekadar pertemuan sesekali antara dewan kota dan organisasi bisnis lokal, seperti kamar dagang. meskipun kegiatan ini penting, dan mungkin terintegrasi dengan hubungan bisnis/pemerintah yang baik, mereka tidak membentuk kemitraan sejati antar sektor. kemitraan adalah komitmen bersama untuk mengejar tujuan ekonomi bersama yang ditentukan bersama oleh sektor publik, swasta, dan masyarakat dan dilembagakan sebagai tindakan bersama.
Sedangkan Brinkerhoff and Brinkerhoff mendefinisikan PPP sebagai salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan di masyarakat dengan melibatkan sumberdaya yang dimiliki oleh pemerintah, sektor bisnis dan masyarakat(Rasdi &
Kurniawan, 2019).
Sedangkan menurut undang-undang kolaborasi/kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah daerah tercantum dalam undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah tertuang dalam Pasal 363 ayat 1 :Dalam rangka meningkatkan
8
kesejahteraan rakyat,Daerah dapat mengadakan kerjasama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan(Pusat, 2014).
B. Industri
Menurut undang-undangNo 3 tahun 2014 tentang perindustrian , industri
adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumberdaya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi termasuk jasa industri.
Menurut Peraturan Menteri Perindustrian 64/M-IND/PER/7/2016 Besaran Jumlah Tenaga Kerja Dan Nilai Investasi Untuk Klasifikasi Usaha Industri, di negara indonesia terdapat 3 tiga klasifikasi, yaitu ; A) industry kecil, yang dimaksud dengan industry kecil jika industry mempekerjakan paling banyak Sembilan belas (19) orang tenaga kerja, dan memiliki nilai investasi sebesar kurang dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan usaha. B) industry menengah, yang dimaksud dengan industry menengah jika memenuhi ketentuan , diantaranya a) mempekerjakan paling banyak 19 (Sembilan belas) orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliyar rupiah);atau b) mempekerjakan paling sedikit 20 (dua puluh) orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi paling banyak Rp 15.000.000.000,00 (lima belas miliyar rupiah). C) industry besar, yang dimaksud dengan industry besar jika industry mempekerjakan paling sedikit 20 (dua puluh) orang tenaga kerja dan memiliki nilai investasi sebesar lebih dari Rp 15.000.000.000,00 (lima belas miliyar rupiah).
C. Pengembangan Industri Kecil
Pamuji (1985) pengembangan adalah suatu pembangunan yaitu merubah sesuatu sehingga menjadi baru dan memiliki nilai yang lebih tinggi. Pengembangan industry ditujukan agar industry dapat selalu terjaga kelangsungan produksinya sehingga pengusaha akan tetap bertahan dalam industry tersebut. menurut dumairy (1996, h.48) pengembangan industry bertujuan untuk :
a. Sebagai argumentasi penciptaan lapangan pekerjaan
b. Memiliki keunggulan komparatif dan mengembangkan persaingan yang baik dan sehat serta mencegah persaingan yang tidak jujur.
9
c. Sebagai loncatan dengan kata lain pengembangan industry akan menggunakan teknologi yang lebih canggih,niscaya akan memberikan nilai tambah yang sangat besar(Putri, 2021).
1.6. Definisi Operasional
1. Kemitraan Pemerintah Dan Swasta Dalam Pengembangan Industri kecil Logam Kota Pasuruan
a. Peran Pemerintah Daerah Dalam Mengupayakan Kemitraan Pada Pengembangan Industry Kecil Logam Di Kota Pasuruan
b. Kordinasi Antar Pemangku Kepentingan Melalui Dialog Tatap Muka c. Perjanjian Kemitraan Antar Pemangku Kepentingan
d. Pelaksanaan Kemitraan Antar Pemangku Kepentingan Dalam Pengembangan Industri Kecil Logam Kota Pasuruan
e. Monitoring & Evaluasi Dalam Pengembangan Industri Kecil Logam Kota Pasuruan
2. Faktor Penghambat Dan Pendukung Pada Kemitraan Dalam Pengembangan Industry Kecil Logam kota pasuruan.
1.7. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan menggunakan metode penelitian secara kualitatif deskriptif . Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang lebih mengutamakan pada masalah proses dan makna/persepsi, dimana penelitian ini diharapkan dapat mengungkap berbagai informasi kualitatif dengan deskripsi-analisis yang teliti dan penuh, yang juga tidak menolak informasi kuantitatif dalam bentuk angka maupun jumlah. Pada tiap obyek-obyek akan dilihat kecenderungan, pola pikir, ketidakteraturan,serta tampilan perilaku dan intergrasinya sebagaimana dalam studi kasus genetik (Muhadjir,1996 dalam jurnal yang ditulis oleh Batubara, 2017)
Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif dikarenakan penggunaan data dalam penelitian berupa deskriptif berupa dokumen dan fakta di lapangan. Menurut Moleong dalam pendekatan kualitatif deskriptif data dapat diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumentasi pribadi, catatan atau memo, dan dokumentasi lainnya. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang
10
bertujuan mendeskripsikan permasalahan penelitian berdasarkan data yang ditemui di lapangan terkait Kemitraan Pemerintah Dan Swasta dalam pengembangan industri kecil logam Kota Pasuruan.
A. Sumber Data a. Data Primer
Data Primer adalah data yang diperoleh secara terpercaya yang berasal dari objek penelitian yang berhubungan secara langsung dengan permasalahan yang diteliti.
Untuk penelitian ini data primer didapatkan melalui metode wawancara dengan subyek penelitian yaitu kepala seksi industri logam,mesin , dan aneka Kota Pasuruan,wawancara& observasi dengan aktor terkait peneletian pengembangan industri kecil logam di Kota Pasuruan berdasarkan fakta-fakta di lapangan.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan sifatnya sebagai pelengkap. Selain itu data sekunder adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Data sekunder dapat diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi atau sudah diolah instansi,kantor,atau lembaga lain yang sesuai dengan bidangnya. Data tersebut bisa berupa buku ilmiah,dokumen- dokumen,media cetak dan elektronik dan perundang-undangan yang behubungan dengan penelitian ini.
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang akan memberikan informasi terkait penelitian ini merupakan orang-orang yang dapat memberikan informasi mengenai Kemitraan Pemerintah Dan Swasta Dalam Pengembangan Industry Kecil Logam Di Kota Pasuruan. Adapun rencana dari subjek penelitian untuk memberikan sumber informasi dan data yang dicari oleh peneliti , antara lain :
a. Kepala bidang perindustrian b. Pelaku Industri kecil Logam
11
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan data dalam penelitian , diantaranya : a. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode penelitian yang meliputi pengumpulan data melalui interaksi verbal secara langsung antara pewawancara dan yang diwawancarai (sevilla, 1993). Metode wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk memudahkan peneliti dalam mendapatakan informasi langsung dari responden yang bersangkutan , peneliti melakukan face to face interview untuk mengetahui tingkah laku secara langsung dari subjek penelitian.
b. Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa (margono,1997).
Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode observasi untuk mengamati tingkah laku terhadap objek penelitian terkait Kemitraan Pemerintah dalam pengembangan Industri kecil logam di kota pasuruan.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan melihat catatan tertulis dan dapat dipertanggungjawabkan serta menjadi alat bukti yang resmi.
Penggunaan metode dokumentasi ini ditujukan untuk melengkapi dan memperkuat data dari hasil wawancara, sehingga diharapkan dapat diperoleh data yang lengkap. Metode dokumentasi dalam penelitian ini berkaitan dengan permasalahan yang peneliti tentukan, dokumentasi berupa arsip ,naskah , yang bisa didapatkan melalui internet,kepustakaan dan meminta data secara langsung berkaitan dengan objek permasalahan.
D. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan proses mencari dan menemukan serta menyusun secara terstruktur , data yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan subyek penelitian dan observasi. Dalam penelitian ini , menulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan 4 (empat) tahapan dalam proses analisis data(
creswell,2015 dalam Kartikasari, 2020) :
12
a. Mengolah data dan mempersiapkan data untuk analisis. Langkah ini termasuk wawancara , menscanning materi, serta menyusun data berdasarkan sumber informasi.
b. Membaca keseluruhan data dengan memaknai secara dengan memberikan catatan pinggir tentang gagasan umum yang diperoleh. Data yang terkait dengan Collaborative Governance dalam pengembangan industry kecil logam di kota pasuruan. Data yang diperoleh akan disimpulkan sehingga muncul satu gagasan umum yang akan memberikan klarifikasi terhadap topik penelitian.
c. Menganalisis dengan rinci meliputi perbaikan kepenulisan naskah untuk menggambarkan focus penelitian.
d. Menyajikan bagaimana narasi deskriptif ini Akan dituangkan dalam bentuk tulisan laporan kualitatif.
E. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di beberapa lokasi berdasarkan permasalahan pada penelitian, diantaranya :
1. Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota pasuruan , jalan pahlawan No.28A ,pekuncen,kecamatan panggungrejo, Kota pasuruan,Jawa Timur.67126
2. 2 (dua) Pelaku IKM Logam kota pasuruan
PT Mitrasukses Engineering Indonesia ,Jalan Kyai Sarkowi No 01 Tembokrejo,Kota Pasuruan,Jawa Timur 67119
UD.Eleya Chrome,Jalan K.H.Hasyim Ashari Blandongan,Kota Pasuruan,Jawa Timur.