• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam pendefinisian sistem, yaitu kelompok yang menekankan pada prosedur dan kelompok yang menekankan pada elemen atau komponennya.

Pendekatan yang prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan pada elemen atau komponen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama dan terpadu.

2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Jogiyanto (2010:34) “bahwa sistem (system) dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen”.

Menurut Sutabri (2012:10) “Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu”.

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut Jogiyanto (2010:14), sebuah sistem memiliki paling sedikit sepuluh karakteristik berikut:

(2)

2 1. Komponen (Components)

Bagian – bagian atau elemen – elemen yang dapat berupa benda atau manusia berbentuk nyata atau abstrak dan disebut subsistem.

2. Penghubung antar bagian (Interface)

Sesuatu yang bertugas menjembatani satu bagian dengan bagian lain, dan memungkinkan terjadinya interaksi/komunikasi antar bagian.

3. Batas (Boundary)

Sesuatu yang membedakan antara sistem dengan sistem atau sistem – sistem lain.

4. Lingkungan (Environment)

Segala sesuatu yang berada diluar sistem dan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan sistem yang bersangkutan.

5. Masukan (Inputan)

Sesuatu yang merupakan bahan untuk diolah atau diproses oleh sistem.

6. Mekanisme pengolahan (Processing)

Perangkat dan prosedur untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan menampilkannya.

7. Keluaran (Output)

Berbagai macam bentuk hasil atau produk yang dikeluarkan dari pengolahan.

8. Tujuan (Goal/Objective)

Sesuatu atau keadaan yang ingin dicapai oleh sistem, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

9. Sensor dan kendali (sensor & control)

(3)

3

Sesuatu yang bertugas memantau dan menginformasikan perubahan – perubahan didalam lingkungan dan dalam diri sistem kepada sistem.

10. Umpan – balik (Feedback)

Informasi tentang perubahan – perubahan lingkungan dan perubahan – perubahan (penyimpangan) dalam diri sistem.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Klasifikasi sistem diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia.

Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin yang disebut dengan human machine system.

3. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik

Sistem determinitik merupakan sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, sedangkan sistem yang bersifat probabilitas adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat dipredisi, karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berhubungan dan tidak berpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Sedangkan terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi

(4)

4

oleh lingkungan luarnya yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.

2.1.4. Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Sutabri (2012:22) “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi akan mengolah data menjadi atau mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi yang menerimanya”.

Informasi juga disebut data yang diproses atau data yang memiliki arti. Informasi merupakan data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakannya.

Menurut Sutabri (2012:33) Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu:

1. Akurat (Accurate)

Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.

Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai kepenerima informasi mungkin banyak mengalami gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.

2. Tepat Waktu (Timelines)

Tepat waktu berarti informasi yang sampai kepada si penerima tidak boleh terlambat Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan.

3. Relevance (Relevance) berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

Relevan informasi untuk setiap orang berbeda.

(5)

5 2.1.5. Pengertian Akutansi

Menurut American Institute Of Certified Public Accountants (AICPA) dalam Baridwan (2010:1) “Mendefinisikan akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih alternatif-alternatif dari suatu keadaan”.

2.1.6. Sistem Informasi Akutansi

Menurut Widjajanto (2011:4) “ Sistem Informasi Akuntansi adalah susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesign untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan”,

Sedangkan menurut Sarosa (2009:13) “SIA adalah yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, memproses data sehingga menghasilkan informasi yang berguna dalam membuat keputusan”.

Dengan demikian Sistem Informasi Akuntansi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terintegrasi yang menghasilkan laporan dibentuk data transaksi bisnis yang diolah dan disajikan sehingga menjadi sebuah laporan keuangan yang memiliki arti bagi pihak yang membutuhkannya.

2.1.7. Sistem Informasi Penyewaan

Penyewaan adalah pemindahan hak guna pakai suatu barang, benda atau jasa dari pihak pemilik barang atau benda kepada pihak penyewa dalam jangka waktu tertentu dengan pembayaran uang oleh pihak penyewa kepada pihak pemilik barang/benda sesuai perjanjian kedua belah pihak.

(6)

6 2.1.8. Sistem Informasi Pendapatan Jasa

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode.

Sistem bidang perusahaan yang digeluti berbeda-beda. Dan biasanya dalam melakukan pencatatan dan pendapatan memiliki sistem yang berbeda pula. Dengan adanya sistem tersebut, proses pencatatan terlepas dan kesalahan maka akan menimbulkan kerugian atas data tersebut.

Jurnal yang akan dibuat dalam pendapatan jasa sebagi berikut:

1. Jika pendapatan jasa maka jurnalnya dalah:

Kas Rp xxxx

Pendapatan Jasa Rp xxxx

2. Jika penambahan modal maka jurnalnya adalah:

Kas Rp xxxx

Modal Rp xxxx

3. Apabila ada penerimaan pendapatan piutang maka jurnalnya adalah:

Kas Rp xxxx

Piutang Rp xxxx

Pendapatan Rp xxxx

2.2. Peralatan Pendukung (Tool System)

Didalam merencanakan sebuah sistem diperlukan suatu peralatan yang dapat mendukung terciptanya sebuah rancangan. Peralatan pendukung (Tools System) merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan symbol, lambang, diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya.

(7)

7

Menurut Sutabri (2012:115) “Media/tool sistem merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan bentuk logical model dari suatu sistem, dimana sismbol-simbol, lambang-lambang dan diagram–diagram menunjukan secara tepat arti fisiknya”.

2.2.1. UML (Unified Modelling Language)

Menurut Windu Gata (2013:4) UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem.

Menurut Widodo (2011:10), “Beberapa literature menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi”. Namun demikian model-model itu dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis

Berikut ini adalah jenis diagram, menurut Widodo (2011:10) : 1. Diagram Kelas

Bersifat statis, Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan system berorientasi objek, meskipun bersifat statis, sering pula diagram kelas memuat kelas- kelas aktif.

(8)

8 .

Gambar II.1 Diagram Class

Komponen – komponen yang digunakan dalam class diagram

Table II.1 komponen class diagram

class

class

Generalization

Binary Association Composition

(9)

9 +

Public

-

Private

#

Protected

2. Diagram Paket (Package Diagram)

Bersifat statis diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas, merupakan bagian dari diagram komponen.

3. Diagram Use Case (Use case Diagram)

Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan actor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu system yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

Berikut ini merupakan gambar dari tiga komponen system dalam use case diagram:

Gambar II.2 Use Case Diagram

4. Diagram Interaksi dan Sequence (Sequence Diagram)

(10)

10

Bersifat dinamis, diagram urutan adalah iterasiksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu tertentu.

5. Diagram Komunikasi (Communication Diagram)

Bersifat dinamis. Diagram sebagai pengganti diagram kolaborasi UML yang menekankan organisasi structural dari objek-objek yang menerima serta mengirim pesan.

6. Diagram Statechart (Statechart Diagram)

Bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaan-keadaan pada system, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktivitas.

gambar II.3 gambar statechart diagram

Berikut ini merupakan komponen –komponen yang digunakan dalam StateChart Diagram:

(11)

11

Table II 2 komponen statechart diagram Initial State

Final State

State

Transition

Transition

7. Diagram Aktivitas (Activity Diagram)

Bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu system.

Diagram ini terutama penting dalam permodelan fungsi-fungsi suatu system dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

8. Diagram Komponen (Component Diagram)

Bersifat statis. Diagram komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan system/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya.

2.2.2. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Sutanta (2011:91) “Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu model data yang dikembangkan berdasarkan objek”. Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data kepada pengguna secara logis. Entity Relationship Diagram (ERD) didasarkan pada suatu persepsi bahwa real word terdiri atas obyek – obyek dasar tersebut. Penggunaan Entity Relationship Diagram (ERD) relatif mudah dipahami, bahkan oleh para pengguna yang awam. Bagi perancang atau analis

(12)

12

sistem yang nantinya, basis data akan dikembangkan. Model ini juga membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analis dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan dan kerelasian antardata didalamnya.

A. Komponen Entity Relationship Diagram (ERD)

Komponen Entity Relationship Diagram menurut Sutanta (2011:91) adalah sebagai berikut:

1. Entitas

Entitas merupakan suatu objek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Objek dasar dapat berupa orang, benda, atau hal yang keterangannya perlu disimpan didalam basis data. Untuk menggambarkan sebuah entitas digunakan aturan sebagai berikut:

a. Entitas dinyatakan dengan simbol persegi panjang.

b. Nama entitas dituliskan didalam simbol persegi panjang c. Nama entitas berupa kata benda, tunggal.

d. Nama entitas sedapat mungkin menggunakan nama yang mudah dipahami dan dapat menyatakan maknanya dengan jelas.

2. Atribut

Atribut merupakan keterangan – keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan dalam basis data. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas. Untuk menggambarkan atribut digunakan aturan sebagai berikut:

a. Atribut digambarkan dengan simbol ellips.

b. Nama atribut dituliskan didalam simbol ellips.

c. Nama atribut merupakan kata benda, tunggal.

(13)

13

d. Nama atribut sedapat mungkin menggunakan nama yang mudah dipahami dan dapat menyatakan maknanya dengan jelas.

3. Relasi

Relasi merupakan hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Aturan penggambaran relasi adalah sebagai berikut:

a. Relasi dinyatakan dengan simbol belah ketupat.

b. Nama relasi dituliskan didalam simbol belah ketupat c. Nama relasi berupa kata kerja aktif.

d. Nama relasi sedapat mungkin menggunakan nama yang mudah dipahami dan dapat menyatakan maknanya dengan jelas.

2.2.3. LRS ( Logical Record Structure)

Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah

“sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan permodelan tertentu dalam kaitannya dengan konvensi ke LRS”. Perubahan yang terjadi yaitu mengikuti aturan – aturan sebagai berikut (Hasugian dan Shidiq 2012:608):

1. Setiap entitas akan diubah kebentuk kontak.

2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi).

3. Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungannya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan.

(14)

14

Gambar

Table II.1 komponen class diagram
Gambar II.2  Use Case Diagram
gambar II.3 gambar statechart diagram
Table II 2 komponen statechart diagram  Initial State

Referensi

Dokumen terkait

Setelah menganalisis faktor-faktor baik yang berasal dari dalam maupun dari luar yang mempengaruhi perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitifnya,

Korporasi dapat dipertanggungjawabkan secara pidana terhadap suatu perbuatan yang dilakukan untuk dan/atau atas nama korporasi, jika perbuatan tersebut termasuk dalam

Lampu-lampu tersebut memberikan manfaat yang berbeda bagi Harry, Joni, and Endang , berdasarkan perbedaan dalam preferensi mereka terhadap jalan yang diterangi lampu tersebut,

Harus ada separate legal entity (pemisahan secara hukum antara entitas dan pemiliknya). 2) Prinsip Going Concern, diasumsikan bisnis akan terus berjalan (ada kelangsungan

 Adaptive Link Sorting, penyortiran node secara adaptif dari suatu sistem, agar semua node pada halaman web tertentu dapat dipilih sesuai dengan keinginan mahasiswa. 

Teori yang digunakan yaitu bahasa ragam jual beli, pragmatik dalam teori pregmatik terdiri dari pengertian pragmatik dan aspek-aspek situasi tutur, dalam

Lembar data keselamatan bahan untuk produk-produk di dalam katalog, juga tersedia di www.merckgroup.com. Untuk produk ini, penilaian keselamatan kimia sesuai dengan peraturan EU

2 Paradigma, Majalah Ilmiah Sains dan Matematika 1410-4385 FMIPA Universitas Haluoleo Kendari Tidak Terakreditasi PERTANIAN 1 Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 1410-5020