RUKT]N TETANGGA OIOIO4 KELURAHAN ULUJAMI KECAMATAN PE SANGGRAHAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

20  Download (0)

Teks penuh

(1)

RUKT]N TETANGGA OIOIO4

KELURAHAN ULUJAMI KECAMATAN

PE

SANGGRAHAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

Sekretariat: Jl. Ciledug Raya

No.

15 Kode Pos

:

12250

Email:

0 1 04,ulujami.j s@gmail.com

NoSurat :|{t/Ul/ilo*o

Perihal

: Surat Keterangan Pengabdian Masyarakaf

SURAT KETERANGAI{

Yang berlandatangan dibawah ini :

Nama :Djuli

Syaparudin

Jabatan

: Ketua RT. 010104

-

Keiurahan Uluianri, kecamata pesar.iggrahan.

Menerangkan bahwa :

Nama

L,ernbaga

: Sekolah Tinggi Manaiemen Infbrmatika dan Komputer NLlsa Mandiri

Plodi

: Sistern Infbrmasi

Alamat

: Jln. Jatiwaringin Raya No. 02 RT 08 RW 013 Kelurahan Cipinang Melayu Kecamatan Makasar Jakarta Timur, 13620

Telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul ooSosialisasi PSBB Bagi Masyarakat Terdampak

Covid-lg RT.

010

RW.

04 Kelurahan

Ulujami

Kecamatan Pesanggrahan". Dilaksanakan pada tanggal 28

&

29

April

2020 c'lengan susLrnan panitru terlampir.

Den"rikian surat keterangan ini diburat untuk dapat dipergunakan sebagainrarra ntcstin_r;-t.

Jakarta. 18 Mei 2020

KeruaRI.010i0:l

RT.

01

0 ra4

D.IUL] SYAPARI,I)DIN

fr

-V1.vt

(2)

RUKLIN TETANGGA O1O/04

KELI]RAHAN ULI]JAMI KECAMATAN PESANGGRAHAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SE,LATAN

Sekretariat: Jl. Ciledug Raya

No.

15 Kode Pos

:

12250

Email:

01O4.uluj ami

js@gmail.com

Lampiran Surat Keterangan

NoSurat, l|t /\t |

1.t:'i-u

Susunan panitia pengabdian masyarakat Sekolah Tinggi Manajemert Inf-orn.iatika dan Komputer Nusa N4andiri

Penanggung

Jawab

: Dr. Dwiza Riana. S.Si. MM. M.Kom Ketua

Peiaksana

: Arief Rusman. M.Korn

Tutor

: Mohammad Badrul, M.Kom

Anggota

: 1. Tuti Haryanti, M.Kom

2. Hafis Nurdin, M.Kom 3. Kursehi Falgenti, M.Kom 4. Risca Lusiana Pratir,vi. M.Kom 5. lrfanuddin (Mahasiswa)

6. Noviena Diktianti (Mahasiswa) 7. llham Rar.nadhan (Nlahasiswa) 8. Syahna Nabila Putri (Mahasiswa)

(3)

Diberikan Kepada

KURSEHI FALGENTI, M. Kom

Sebagai Tim Tutor

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Warga Rt. 010 Rw. 04 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan dan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Nusa Mandiri Jakarta pada tanggal 28 April 2020 Hingga 29 April 2020 dengan materi Sosialisasi PSBB Bagi Masyarakat Terdampak

Covid-19 Rt. 010 Rw. 04 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan.

Jakarta,6 Mei 2020 Ketua PPPM

STMIK Nusa Mandiri Jakarta

Norma Yunita, S.Kom, M.Kom

(4)

i

PROPOSAL

PENGABDIAN MASYARAKAT

SOSIALISASI PSBB BAGI MASYRARAKAT TERDAMPAK COVID-19 RT. 010 RW. 04 KELURAHAN ULUJAMI

KECAMATAN PESANGGRAHAN

Oleh:

ARIEF RUSMAN, M.KOM (201809111) MOHAMMAD BADRUL, M.KOM (201002932)

TUTI HARYANTI, M.KOM (202003087) HAFIS NURDIN, M.KOM (201504153) RISCA LUSIANA PRATIWI, M.KOM (201907103)

KURSEHI FALGENTI, M.KOM (202003056) IRFANUDDIN (11180009)

NOVIENA DIKTIANTI (11180258) ILHAM RAMADHAN (11180409) SYAHNA NABILA PUTRI (11180729)

SISTEM INFORMASI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER NUSA MANDIRI

AGUSTUS 2020

(5)

ii

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul : Sosialisasi PSBB Bagi Masyarakat

Terdampak Covid-19 Rt. 010 Rw. 04 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan

2. Mitra : RT. 010/ RW 04 Kelurahan Ulujami

Kecamatan Pesanggrahan 3. Ketua Pelaksana

a. Nama lengkap : Arief Rusman, M.Kom

b. NIP : 201809111

c. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli d. Program Studi : Sistem Informasi

e. Email : arief.aef@nusamandiri.ac.id

4. Anggota

Jumlah Anggota : Dosen 5 orang

a. Nama Anggota 1 : Mohammad Badrul, M.Kom b. Nama Anggota 2 : Tuti Haryanti, M.Kom c. Nama Anggota 3 : Hafis Nurdin, M.Kom

d. Nama Anggota 4 : Risca Lusiana Pratiwi, M.Kom e. Nama Anggota 5 : Kursehi Falgenti, M.Kom Mahasiswa yang terlibat : 4 orang

a. Nama Mahasiswa/i 1 : Irfanuddin

b. Nama Mahasiswa/i 2 : Noviena Diktianti c. Nama Mahasiswa/i 3 : Ilham Ramadhan d. Nama Mahasiswa/i 4 : Syahna Nabila Putri 5. Lokasi Kegiatan/Mitra

a. Wilayah Mitra (Desa/Kecamatan) : Kec. Pesanggrahan b. Kabupaten/Kota : Jakarta Selatan

c. Provinsi : DKI Jakarta

6. Biaya : Rp 5.530.000,00

Jakarta, 06 Agustus 2020

Mengetahui,

Ketua STMIK Nusa Mandiri Ketua Pelaksana,

(Dr. Dwiza Riana, S.Si, MM, M.Kom) (Arief Rusman, M.Kom)

Menyetujui,

Ketua PPPM STMIK Nusa Mandiri

(Popon Handayani, M.Kom)

(6)

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

DAFTAR ISI ... iii

I. PENDAHULUAN ... 1

II. BENTUK KEGIATAN ... Error! Bookmark not defined. III. PELAKSANAAN ... 1

IV. PESERTA ... 1

V. HASIL & LUARAN YANG DICAPAI ... 1

VI. BIAYA ... 2

VII. PENUTUP ... 2

(7)

1

I. PENDAHULUAN

Virus Covid-19 yang awalnya hanya ada di kota Wuhan China, kini sudah masuk ke wilayah Indonesia. Banyak masyarakat yang terkena dampak langsung dengan terpapar virus ini dan juga tidak sedikit juga yang terkena dampak tidak langsung seperti di PHK ataupun dirumahkan dari tempat kerjanya. Hingga saat ini tingkat kematian akibat virus Covid-19 makin banyak walaupun masiih lebih banyak lagi pasien yang sembuh dari penyakit ini.

Demi menghentikan penyebaran virus covid-19 pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) yang dianggap mampu mempercepat penanggulangan sekaligus mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia. Bagi sebagian elemen masyarakat, mungkin tidak terlalu bermasalah dengan penerapan PSBB, tapi ada sebagian lainnya yang makin terkena dampaknya seperti Ojek Online, pedagang non sembako di pasar dan sebagainya.

Maka dari itu STMIK Nusa Mandiri melaksanakan Pengabdian Masyarakat berupa sosialisasi PSBB bagi masyarakat terdampak Covid-19 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan..

II. BENTUK KEGIATAN

1. Melakukan sosialisasi hidup sehat, seperti memberikan arahan untuk menggunakan masker ketika keluar rumah, menggunakan handsanitizer serta mematuhi peraturan PSBB.

2. Melakukan aksi penggalangan dana untuk masyarakat yang membutuhkan karena dampak dari virus covid-19

III. PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Selasa & Rabu / 28 & 29 April 2020

Waktu : 15.00 – 17.00 WIB

Tempat : Rt. 010 Rw. 06 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan

Susunan panitia kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai berikut:

Penanggung Jawab : Dr. Dwiza Riana, S.Si, MM, M.Kom Ketua Pelaksana : Arief Rusman, M.Kom

Tutor : Mohammad Badrul, M.Kom Anggota : Tuti Haryanti, M.Kom

Hafis Nurdin, M.Kom

Risca Lusiana Pratiwi, M.Kom Kursehi Falgenti, M.Kom Irfanuddin

Noviena Diktianti Ilham Ramadhan Syahna Nabila Putri

IV. PESERTA

Peserta terdiri dari pengendara sepedah motor dan pengendara mobil yang

tidak memenuhi aturan PSBB serta tidak menggunakan masker dan juga warga

sekitar kampus STMIK Nusa Mandiri yang tidak melakukan PSBB.

(8)

2

V. HASIL & LUARAN YANG DICAPAI

Hasil dari kegiatan sosialisasi PSBB bagi warga sekitar dan pengguna jalan di sekitar kampus

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer

Nusa Mandiri adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker dan selalu menyediakan hand sanitizer di tas mereka

2. Peningkatan kesadaran masyarakat pentingnya social distancing dan menghindarai kerumunan jika memang tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak

3. Kegiatan ini telah dipublikasikan pada media massa dengan link

https://lppm.nusamandiri.ac.id/sosialisasi-psbb-bagi-masyrarakat- terdampak-covid-19-rt-010-rw-04-kelurahan-ulujami-kecamatan- pesanggrahan/

VI. BIAYA

Rencana anggaran biaya dalam melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat, sebagai berikut :

Tabel 2. Realisasi Anggaran Biaya

No Uraian Qty Harga Jumlah

1. Akomodasi (Perjalanan/Penginapan)

a. Transportasi 5 Rp. 20.000,00 Rp. 100.000,00 b.

Subtotal 2. Peralatan

a. Print dan Jilid Proposal 2 Rp. 15.000,00 Rp. 30.000,00 b.

3. Perlengkapan

a. Masker 100 Rp. 5.000,00 Rp. 500.000,00

b. Handsantizer 100 Rp. 20.000,00 Rp. 2.000.000,00 Subtotal Rp.2.500.000,00 4. Biaya Habis Pakai

a.

b.

Subtotal 5. Biaya Lain-lain

a. Nasi Kotak 100 Rp. 20.000,00 Rp. 2.000.000,00 b. Air Mineral 100 Rp. 4.000,00 Rp. 400.000,00

Subtotal Rp. 2.400.000,00 Total Rp. 5.030.000,00

VII. PENUTUP

Demikianlah laporan ini dibuat berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian

masyarakat yang telah dilaksanakan. Diharapkan pada pelaksanaan kegiatan

(9)

3

pengabdian masyarakat di waktu yang akan datang, kami selaku para dosen program

studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer

Nusa Mandiri dapat memberikan sumbangsih ilmu lainnya khususnya yang

berkaitan dengan teknologi informasi, sehingga dapat bermanfaat terhadap

masyarakat pada umumnya, dan civitas Sekolah Tinggi Manajemen Informatika

dan Komputer Nusa Mandiri pada khususnya.

(10)

Program Nusa Mandiri Berbagi Untuk Mensukseskan PSBB Bagi Masyarakat Terdampak COVID-19 di RT. 010

RW. 04 Kelurahan Ulujami Kecamatan Pesanggrahan

Oleh:

Tim Dosen Pengabdian Masyarakat

SISTEM INFORMASI

STMIK NUSA MANDIRI JAKARTA APRIL 2019

(11)

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menghambat penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang semakin meningkat. Penetapan PSBB ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 dan mengacu kepada Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta. Selama masa PSBB, pergerakan warga DKI Jakarta akan dibatasi sedemikian rupa dan mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Pembatasan ini dimulai pada 10 April 2020 hingga 14 hari ke depan (23 April 2020) kemudian diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 22 Mei 2020. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sudah mengimbau masyarakat ibu kota untuk menjaga jarak sosial (social distancing) dan jarak fisik (physical distancing), membatasi moda transportasi, menutup tempat hiburan, hingga belajar, bekerja, serta beribadah dari rumah. Adapun poin-poin dari Penerapan PSBB di DKI Jakarta sebagai Berikut :

1. Belajar dari Rumah

Seluruh kegiatan belajar dan mengajar di semua jenjang pendidikan di Jakarta dialihkan dari sekolah ke rumah. Siswa belajar dari rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh.

Memindahkan kegiatan belajar dari rumah telah dilakukan sejak 16 Maret 2020 lalu dan akan diteruskan selama masa PSBB. Institusi pendidikan lainnya seperti lembaga pendidikan tinggi, lembaga pelatihan, lembaga penelitian, lembaga pembinaan, dan lembaga sejenisnya juga menerapkan penghentian sementara selama masa PSBB berlangsung. Namun, penghentian sementara ini tidak berlaku bagi lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

2. Bekerja dari Rumah

Melihat Jakarta sebagai pusat ekonomi dengan angkatan kerja yang melimpah, maka selama masa PSBB, seluruh kegiatan di tempat kerja atau kantor akan dihentikan sementara dan mengalihkan aktivitas bekerja ke rumah. Adapun beberapa kategori yang dikecualikan dari penghentian sementara adalah:

a. Kantor/instansi pemerintahan, baik pusat maupun daerah;

b. Kantor Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional;

c. Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah yang turut serta dalam penanganan COVID-19 atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, agar tidak menghambat pemenuhan kebutuhan hidup orang banyak, ada sektor- sektor usaha yang diminta untuk tetap beroperasi seperti biasa, yaitu

(12)

1. Kesehatan;

2. Bahan pangan/ makanan/ minuman;

3. Energi;

4. Komunikasi dan teknologi informasi;

5. Keuangan;

6. Logistik;

7. Perhotelan;

8. Konstruksi;

9. Industri strategis;

10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan/atau

11. Kebutuhan sehari-hari.

Bagi perusahaan yang dikecualikan, maka wajib melaksanakan langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19 secara sangat ketat dan memperhatikan keamanan pekerja, seperti menjaga jarak fisik dan pedoman penggunaan masker kain.

3. Beribadah di Rumah

Tempat ibadah di Jakarta akan ditutup untuk umum dan seluruh masyarakat diminta beribadah di rumah masing-masing. Kegiatan keagamaan yang diadakan di rumah haruslah dilakukan atau dihadiri keluarga dengan jumlah terbatas dan tetap memperhatikan jarak fisik setiap orang. Dalam urusan melayat orang meninggal bukan karena COVID-19, prosesi pemakaman hanya boleh dihadiri oleh kalangan terbatas.

4. Pembatasan Kegiatan di Tempat atau Fasilitas Umum

Pembatasan kegiatan berlaku di semua tempat atau fasilitas umum di ibu kota. Mengurai keramaian dan menghindari tempat dengan banyak orang merupakan salah satu cara efektif dalam menekan angka penyebaran COVID-19. Pembatasan ini berlaku di semua tempat dan fasilitas umum, kecuali:

1. Supermarket, minimarket, pasar, jasa binatu (laundry), toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, kebutuhan pangan, kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi;

2. Restoran atau tempat makan namun hanya melayani pesan antar dan pesanan dibawa pulang namun tidak boleh melayani pemesanan makan di tempat;

3. Fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, apotek, klinik, toko obat, toko bahan kimia dan

(13)

peralatan medis, laboratorium, layanan ambulans, laboratorium penelitian farmasi, serta fasilitas kesehatan untuk hewan peliharaan;

4. Fasilitas umum untuk kebutuhan sanitasi perorangan;

5. Hotel, tempat penginapan (homestay), serta motel untuk wisatawan, orang terdampak COVID-19, atau petugas medis;

Meski dikecualikan dan dapat beroperasi seperti biasa, tempat atau fasilitas umum di atas wajib menjaga kebersihan tempat usahanya demi melindungi para pekerja dari COVID-19.

Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk mengutamakan pemesanan barang secara daring atau jarak jauh. Penggunaan fasilitas olahraga ataupun kegiatan olahraga yang ingin dilakukan oleh masyarakat diperbolehkan asal tidak dilakukan secara berkelompok.

Artinya, jika kamu ingin berolahraga selama masa PSBB, maka harus dilakukan secara mandiri dan terbatas hanya di daerah sekitar tempat tinggal.

5. Pembatasan Kegiatan Sosial dan Budaya

Semua kegiatan sosial dan budaya tidak diperbolehkan oleh pihak berwenang. Kegiatan yang dimaksud juga termasuk semua perkumpulan atau pertemuan politik, hiburan, olahraga, akademik, dan budaya. Perlu diingat, semua kegiatan perkumpulan atau kerumunan yang dihadiri lebih dari 5 orang juga tidak diperbolehkan. Untuk mendukung pembatasan ini, maka tempat hiburan, rekreasi, balai pertemuan, serta gedung olahraga pun sementara ditutup. Sedangkan untuk pernikahan, khitan, dan pemakaman atau takziah kematian yang bukan karena COVID-19 tidak dilarang namun dibatasi. Bagi pasangan yang mau menikah, maka hanya boleh dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan tanpa resepsi. Untuk kegiatan khitan hanya dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan tanpa perayaan.

6. Moda Transportasi Beroperasi Terbatas

Semua layanan transportasi umum, kendaraan pribadi, angkutan perkerataapian, yang berada di jalan-jalan ibu kota tetap diizinkan untuk beroperasi secara terbatas. Pembatasan ini berlaku untuk jumlah penumpang yang harus dikurangi sebesar 50% dari kapasitas moda transportasi, membatasi jam operasional menjadi 06.00-18.00 WIB setiap hari, serta menerapkan jarak aman antarpenumpang (termasuk dalam kendaraan pribadi). Angkutan roda dua berbasis aplikasi juga dibatasi selama masa PSBB dengan hanya diperuntukan bagi pengangkutan barang, bukan penumpang. Sedangkan angkutan roda empat berbasis aplikasi dapat mengangkut penumpang dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% dari total kapasitas. Beberapa layanan transportasi yang masih beroperasi seperti biasa atau dikecualikan dalam pembatasan ini adalah angkutan barang, terutama yang mengangkut kebutuhan medis, kebutuhan pokok, makanan, bahan baku, dan manufaktur. Transportasi

(14)

kegawatdaruratan seperti transportasi layanan pemadam kebakaran, ambulans, layanan bantuan dan evakuasi, serta transportasi layanan hukum dan ketertiban beroperasi seperti biasa selama PSBB berlangsung.

7. Menjaga Keamanan Jakarta Selama PSBB

Menjaga keamanan Jakarta masih menjadi prioritas utama selama masa PSBB berlangsung. Untuk itu, masyarakat, Rukun Tetangga dan Rukun Warga turut berpartisipasi aktif melakukan pemantauan pelaksanaan PSBB. Warga dapat melaporkan kegiatan yang dilarang selama masa PSBB melalui kanal pengaduan Cepat Respon Masyarakat guna memaksimalkan penerapan pembatasan dan mencegah COVID-19.

Adapun kegiatan terkait aspek pertahanan dan keamanan dikecualikan pada kegiatan- kegiatan operasi militer/kepolisian, baik sebagai unsur utama maupun sebagai unsur pendukung. Hal ini juga berkaitan dengan penertiban pelaksanaan PSBB yang disiplin di Jakarta guna benar-benar menekan angka penyebaran COVID-19.

8. Mengamankan Kebutuhan Dasar Masyarakat Selama PSBB

Selama PSBB berlangsung, seluruh penduduk DKI Jakarta dipastikan dapat memenuhi hak dan kewajiban serta pemenuhan kebutuhan dasarnya masing-masing. Hal ini termasuk memperoleh pelayanan dari Pemprov DKI Jakarta, mendapatkan pelayanan kesehatan dasar yang sesuai kebutuhan medis, bahkan pelayanan pemulasaraan dan pemakaman jenazah positif dan terduga COVID-19. Kebutuhan dasar masyarakat pun akan dijamin dengan diberikannya bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan pokok kepada penduduk rentan selama pelaksanaan PSBB dalam bentuk bahan pokok atau bantuan langsung lainnya. Pelaku Usaha yang terdampak atas pelaksanaan PSBB pun dapat diberikan insentif oleh Pemprov DKI Jakarta, misalnya dengan pengurangan pajak dan retribusi, pemberian bantuan sosial kepada karyawan, dan/atau bantuan lainnya.

9. Hidup Sehat dan Pakai Maskermu

Meskipun ada pembatasan kegiatan di luar rumah, warga diminta untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekali pun berada di dalam rumah. Jika harus melakukan kegiatan yang amat genting di luar rumah, maka kamu wajib menggunakan masker kain berlapis 3. Penggunaan masker kain berlapis 3 amat penting karena situasi betapa cepat penularan virus COVID-19 di Jakarta. Maka, seperti arahan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, kiranya kita bisa saling menjaga dengan menggunakan masker kain.

Dengan menganggap bahwa kita mungkin dapat menularkan virus kepada orang lain, maka kita dapat lebih berhati-hati dan saling melindungi. Imbauan penggunaan masker juga sudah marak dikumandangkan di negara-negara lain, jadi mari kita ikut mawas diri dan mematuhi seruan yang dianjurkan pemerintah. Tinggalkan masker kesehatan atau masker N-95 untuk para pejuang medis di garda terdepan, karena masker kain berlapis 3

(15)

pun sudah cukup untuk melindungi diri kita dari virus korona. Seluruh pembatasan kegiatan selama masa PSBB di Jakarta akan dipantau dengan ketat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB akan dikenakan sanksi ancaman hukuman penjara 1 tahun atau denda Rp 100 juta, berdasarkan pasal 93 UU Kekarantinaan Wilayah.

(16)

KERANGKA MATERI COVID 19

1. LATAR BELAKANG

A. Apa yang disebut dengan Virus Corona?

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan.

Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

B. Bagaimana proses penyebaran Virus Corona?

Seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya.

2. Gejala Infeksi Coronavirus

Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

1. Hidung beringus.

2. Sakit kepala.

3. Batuk.

4. Sakit tenggorokan.

5. Demam.

6. Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan gejala seperti:

1. Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.

2. Batuk dengan lendir.

3. Sesak napas.

4. Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

(17)

A. Diagnosis Infeksi Coronavirus

Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis. Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Untuk kasus yang diduga infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

B. Komplikasi Infeksi Coronavirus

Virus corona yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan komplikasi pneumonia, dan masalah pernapasan parah lainnya bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu, SARS juga bisa menyebabkan kegagalan pernapasan, gagal jantung, hati, dan kematian. Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus juga bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Infeksi virus ini bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

C. Pengobatan Infeksi Coronavirus

Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Umumnya pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:

1. Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk.

Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.

2. Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

3. Perbanyak istirahat.

4. Perbanyak asupan cairan tubuh.

5. Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, atau infeksi novel coronavirus, penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien. Bila pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk ke RS Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan melakukan:

1. Isolasi

2. Serial foto toraks sesuai indikasi.

3. Terapi simptomatik.

(18)

4. Terapi cairan.

5. Ventilator mekanik (bila gagal napas)

6. Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.

D. Pencegahan Infeksi Coronavirus

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan:

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.

2. Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.

3. Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.

4. Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.

5. Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.

6. Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.

7. Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

8. Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.

3. Cara penyebaran Virus Corona

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan cara penyebaran virus corona dari satu orang ke lainnya. Menurut WHO, ketika seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau bernapas, mereka melepaskan seperti tetesan cairan yang juga terdapat virus corona.

1. Kebanyakan tetesan atau cairan itu jatuh pada permukaan dan benda di dekatnya - seperti meja, meja, atau telepon.

2. Orang bisa terpapar atau terinfeksi COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi - dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

3. Jika Anda berdiri pada jarak 1 atau 2 meter dari seseorang dengan COVID-19, Anda dapat terjangkir melalui batuk termasuk saat mereka menghembuskan napas.

4. Dengan kata lain, COVID-19 menyebar serupa cara untuk flu. Sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala ringan dan sembuh.

5. Namun, beberapa kasus virus corona berlanjut dengan mengalami penyakit yang lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.

(19)

6. Risiko penyakit atau terinfeksi virus corona kian meninggkat meningkat bagi Anda dengan usai 50 ke atas. Usia tersebut disebut lebih rentan daripada mereka yang di bawah 50.

7. Orang dengan melemah sistem kekebalan tubuh dan orang-orang dengan kondisi seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru juga lebih banyak rentan terhadap virus coona.

8. inkubasi virus MERS.

4. Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan:

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.

2. Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.

3. Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.

4. Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.

5. Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.

6. Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.

7. Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

8. Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas

(20)

Modul Pengabdian Masyarakat

Sistem Informasi STMIK Nusa Mandiri 2020 Page 11

Figur

Tabel 2. Realisasi Anggaran Biaya

Tabel 2.

Realisasi Anggaran Biaya p.8

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di