• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERKEMBANGAN MORAL AGAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BUNGONG SERAMPAI KEC PASIE RAJA KAB ACEH SELATAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PERKEMBANGAN MORAL AGAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BUNGONG SERAMPAI KEC PASIE RAJA KAB ACEH SELATAN SKRIPSI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERKEMBANGAN MORAL AGAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BUNGONG SERAMPAI KEC PASIE RAJA KAB ACEH SELATAN

SKRIPSI

diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan

oleh

Rinni Alviza 1611070013

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

BINA BANGSA GETSEMPANA BANDA ACEH

2020

(2)

..•

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Nama NIM

Program study Judul skripsi

: Rinni Alviza : 1611070013

: Pendidikan Anak Usia Dini

: Analisis Perkembangan Moral Agama Anak Usia 5-6 Tahun di TK Bungong Serampai Kee Pasie Raja Kab Aceh Selatan

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan pada ujian skripsi program sarjana

Banda Aceh, 15 November 2020 Pembimbing II,

Lina Amelia, M.Pd.

NIDN 0107098503

Millata Zamana, M.A.

NIDN 1331038901

Mengetahui, KetuaProdi

� -

Fitriah Hayati, M.Ed NIDN 0128038801

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

... i

Abstrack

... iv

DAFTAR ISI

... vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR SINGKATAN... x

DAFTAR GAMBAR... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN

... 1

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Rumusan Masalah ... 6

1.4 Tujuan Penelitian ... 6

1.5 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA

... 8

2.1 Pendidikan Anak Usia Dini... 8

2.1.1 Pengertian Anak Usia Dini... 8

2.1.2 Karakter Anak Usia Dini... 10

2.2 Perkembangan Moral Agama Anak ... 11

2.2.1 Pengertian Moral Anak Usia Dini ... 11

2.2.2 Perkembangan Moral Pada Masa Awal ... 13

2.2.3 Perkembangan Kesadaran Moralitas Anak ... 14

2.3 Hakikat Perkembangan Moral... 15

2.4 Pentingnya Sosialisasi Nilia-nilai Moral... 17

2.5 Metode Pengembangan Moral Agama Anak ... 18

vi

(4)

2.6 Cara Penanaman Nilai Moral Pada Anak... 22

2.7 Pola Orientasi Pada Anak ... 27

2.7.1 Pola Orientasi Moral Agama Kanak-kanak ... 27

2.7.2 Pengembangan kemampuan Kepribadian Moral Bagi Anak ... 29

2.7.3 Tahap Perkembangan Moral Agama... 30

2.7 4 Perkembangan Moral Agama Indonesia ... 31

2.7.5 Disonasi Moral ... 31

2.7.6 Berbagai Pendekatan Pengembangan Moral Bagi Anak Taman Kanak-kanak ... 33

2.8 Macam-macam Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini... 34

2.8.1 Kejujuran ... 35

2.8.2 Disiplin ... 35

2.8.3 Perhatian dan Peduli pada Orang Lain ... 35

2.8.4 Empati ... 36

2.8.5 Menghormati Orang Lain... 36

2.8.6 Kontrol Diri ... 37

2.9 Kajian Penelitian Yang Relevan ... 37

2.10 Kerangka Berfikir... 39

BAB III METODE PENELITIAN

... 41

3.1 Rancangan Penelitian ... 41

3.2 Latar Penelitian ... 42

3.3 Populasi dan Sampel ... 42

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 42

3.5 Teknik Analisis Data ... 45

3.6 Instrumen Penelitian... 47

vii

(5)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

... 49

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 49

4.2 Data dan Temuan Penelitian ... 52

4.3 Data Reduksi ... 60

4.4 Hasil Wawancara Guru TK B1 dan B2 ... 63

4.5 Hasil dan Pembahasan... 66

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

... 69

5.1 Kesimpulan ... 69

5.2 Saran... 69

DAFTAR PUSTAKA

...

71

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 74

viii

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkemabangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu budaya bergantung kepada cara kebudayaan tersebut dalam mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan dengan kualitas pendidikan (Munandar, 2014:15).

Taman kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan pra-sekolah atau pra- akademik. Dengan demikian TK tidak mengemban tanggung jawab dalam membina kemampuan akademik anak seperti kemampuan moral agama anak.

Subtansi pembinaan kemampuan akademik atau menjadi tanggung jawab yang utama lembaga pendidikan sekolah dasar.

Kebutuhan pendidikan kini cenderung meningkat. pendidikan secara universal dapat dipahami sebagai upaya pengembangan potensi kemanusiaan secara utuh dan penanaman nilai-nilai sosial budaya yang diyakini oleh sekelompok masyarakat agar dapat mempertahankan hidup dan kehidupan secara layak.

Sedangkan menurut Hunderson dalam bukunya Sadullah, uyoh (2010:5) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir.

Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh anak,

1

(7)

2

maka anak membutuhkan suatu pendidikan. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai enam tahun. Hal tersebut merupakan upaya strategis untuk menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas.

Pendidikan sendiri dalam arti luas di jelaskan oleh henderson, menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir. Warisan sosial merupakan bagian dari lingkungan masyarakat, merupakan alat bagi manusia untuk pengembangan manusia yang baik dan intelegen, untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya, (Sadulloh,uyoh 2010:3).

Berdasarkan undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang perlindungan anak dinyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Salah satu sikap dasar yang harus dimiliki anak untuk menjadi manusia yang baik adalah anak harus memiliki sikap dan nilai moral yang baik dalam berperilaku sebagai umat allah SWT, anggota keluarga dan anggota masyarakat. Meletakkan dasar-dasar pendidikan nilai, moral, dan agama kepada anak.

Pentingnya pendidikan anak usia dini juga didasarkan pada undang- undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “pendidikan anak usia dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti

(8)

3

pendidikan dasar.” Selanjutnya pada bab 1 pasal 1 ayat 14 ditegaskan bahwa pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan nilai moral agama bagi anak erat kaitannya tentang perilaku seorang anak, sikap sopan santun, kemauan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan nilai moral agama yang dimiliki bagi seorang anak diharapkan dapat membedakan perilaku baik dan buruknya dalam menjalankan perintah agamanya dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang keliru yang diperoleh anak, serta anak-anak yang tidak memperoleh bimbingan dan arahan yang tepat dalam memahami sesuatu keadaan maka anak akan mempunyai persepsi yang keliru pula. Oleh karena itu perlu bimbingan dan arahan baik dari pendidik, orang tua maupun lingkungan masyarakatnya.

Ketika rasa keagamaan itu sudah tumbuh pada diri anak, maka anak harus diberikan latihan-latihan keagamaan melalui kegiatan berdoa, beribadah, mengaji, bercerita tentang nabi dan malaikat serta berperilaku sesuai dengan ajaran agama, sehingga yang diharapkan anak akan menjadi taat beribadah terhadap ajaran agama islam. Apabila latihan itu dilalaikan sejak kecil atau dengan cara yang kurang tepat, maka ketika mereka menginjak usia dewasa nanti tidak akan memiliki kepedulian yang tinggi pada kehidupan beragama dalam sehari-harinya.

Anak merupakan generasi penerus bangsa, ditangan merekalah nasib suatu bangsa berada. Jika anak memiliki moral agama yang rendah nasib suatu bangsa

(9)

4

itu akan mengalami kehancuran dan penuh dengan kriminalitas. Sebaliknya jika anak memiliki moral dan agama yang baik maka nasib bangsa itu akan bagus dan maju. Untuk itu anak perlu mendapatkan pendidikan yang baik sejak sedini mungkin sehingga anak akan tumbuh dan kembang dengan sangat baik dan menjadi manusia yang memiliki sikap yang tangguh dan baik. Pendidikan moral agama sangatlah penting bagi anak usia dini karena pendidikan moral agama merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan pada anak usia dini.

Pendidikan agama dan moral sejak usia dini benar-benar penting untuk diinvestasikan bagi anak-anak, sehingga di masa depan mereka akan memiliki pemahaman yang kuat dan mendalam tentang norma-norma dan ajaran-ajaran islam.anak usia dini dan TK adalah waktu untuk bermain, sehingga pendidikan yang dilaksanakan secara khusus pendidikan agama hendaknya tidak dirancang properti oleh guru ke proses pendidikan menjadi kegiatan yang aktif dan menyenangkan.

Zuhairini (1983:27) menyatakan bahwa pendidikan agama islam berarti sistematik dan pragmatis dalam membantu para siswa untuk hidup sesuai dengan ajaran islam (Mubasyaroh, Vol 21, No 2 Desember 2016).

Setiap anak akan melewati apa yang kita sebut usia golden age (usia emas), tempat otak anak akan meyerap banyak hal dari lingkungannya seperti spons.

Pada saat ini, rasanya menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan diri konsep moral dan nilai-nilai agama kepada anak-anak, sehingga mereka dapat diinternalisasi dalam anak dengan baik. Materi pendidikan nasional No 58 tahun 2009 menyatakan bahwa pencapaian tingkat perkembangan menggambarkan

(10)

5

pertumbuhan dan pembangunan yang dicapai adalah integrasi dari aspek-aspek pemahaman nilai-nilai agama dan moral fisik, kognitif, bahasa, dan emosional.

Dalam pendidikan moral, untuk menyediakan materi yang berhubungan dengan arti sosial kehidupan yang penuh dengan agama, budaya, etnis, ras atau etnis status sosial dan yang lainnya, harus dilakukan dengan tepat dan hati-hati. Menurut para pakar pendidikan bahwa siswa dalam pendidikan moral, terutama anak-anak membutukan orientasi, seperti contoh, saksi dari nilai hidup, atau contoh yang dapat dilihat, dirasakan dan pada akhirnya dilanjutkan dengan tindakan atau perilaku (Niswatin, Vol. 01. No. 02. Oktober 2019).

Berdasarkan hasil dari wawancara dengan guru pada tanggal 11 November 2019 di dapat hasil bahwa guru telah melakukan stimulasi terhadap perkembangan moral agama anak seperti contoh berikut: Guru menggunakan metode bercerita dengan membaca buku dan kegiatan lainnya.

Dengan gambaran kondisi di atas penelitian tertarik untuk mencari tau gambaran perkembangan moral agama hasil stimulus yang telah dilakukan oleh guru dengan judul “Analisis perkembangan moral agama anak usia 5-6 tahun di TK Bungong Serampai. Kec. Pasie Raja. Kab. Aceh Selatan.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

(11)

6

1.1.1 Pada TK Bungong Serampai. Kec. Pasie Raja. Kab. Aceh Selatan metode pembelajaran moral agama menggunakan metode tanya jawab, kegiatan bercerita dan kegiatan lainnya.

1.1.2 Media yang digunakan sebagai alat belajar anak dirasakan masih kurang menarik minat anak dalam belajar.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perkembangan nilai moral agama anak usia dini di TK Bungong Serampai Kec Pasie Raja Kab Aceh Selatan?

2. Apa saja kegiatan stimulasi perkembangan moral agama anak usia 5-6 tahun di TK Bungong Serampai Kec Pasie Raja Kab Aceh Selatan?

3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat perkembangan nilai moral agama pada anak usia dini di TK Bungong Serampai Kec Pasie Raja Kab Aceh Selatan?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah maka yang menjadi tujuan penelitian adalah:

1. Untuk mengetahui gambaran perkembangan nilai moral agama anak usia 5-6 tahun di TK Bungong Serampai Kec Pasie Raja Kab Aceh Selatan.

(12)

7

2. Untuk mengetahui gambaran kegiatan stimulasi perkembangan moral agama anak usia 5-6 tahun di TK Bungong Serampai Kec Pasie Raja Kab Aceh Selatan.

3. Untuk mengetahui gambaran faktor pendukung dan penghambat perkembangan nilai moral agama anak usia 5-6 tahun di TK bungong Serampai Kec Pasie Raja Kab Aceh Selatan.

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti ada 3 hal yang dapat dijadikan manfaat kepada beberapa pihak terkait:

1.5.1 Bagi Guru

Dapat menambah pengalaman, pengetahuan dan wawasan dalam pemantapan kemampuan profesi serta dapat langsung menerapkan ilmu yang didapat di dalam proses pembelajaran khususnya pada aspek pengembangan moral agama anak

1.5.2 Bagi Anak

Dapat meningkatkan kemampuan kreativitas mengembangkan kreasinya, merangsang anak untuk berpikir secara imajinatif serta mengembangkan moral agama bagi anak.

1.5.3 Bagi Sekolah

Menambah referensi bacaan dan koleksi perpustakaan untuk meningkatkan aspek pengembangan moral agama anak didik.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

dibandingkan oleh perolehan solar panel pada posisi mengikuti gerak matahari, dari hasil perhitungan diperoleh rata rata nilai radiasi matahari untuk posisi tetap adalah

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TIME TOKEN PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SDi. Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu

[r]

Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ragi dan lama fermentasi terbaik pada pembuatan kopi bubuk Robusta asal Tulungrejo

Program pemberian tablet besi (Fe) pada wanita hamil yang menderita anemia kurang menunjukan hasil yang nyata disebabkan oleh kepatuhan minum tablet besi (Fe)

Hasil peneltian (Tabel 1) menunjukkan bahwa rata-rata kadar air bervariasi mulai dari bagian pangkal sampai ke bagian ujung, sedangkan rata-rata kerapatan cenderung meningkat dari

[r]

Figur 5 Utdanningsforskere ved høgskolene i 2005 og 2011 etter stilling og etter hvorvidt miljøene har mottatt forskningsmidler fra PFOU eller U2020..