11 BAB 3
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Divisi Marketing secara garis besar memegang kendali atas seluruh saluran media yang digunakan Friendchised, yaitu Instagram, TikTok, Telegram, dan Email Blast. Dalam divisi ini, tidak hanya komunikasi pemasaran (marketing communication) yang menjadi strategi penyampaian informasi, Friendchised juga melakukan digital marketing yang berhubungan dengan iklan dan data.
Selama penulis melaksanakan kerja magang sebagai Content Creator di Friendchised, penulis bersinggungan dengan dua divisi, yaitu divisi Marketing sebagai divisi yang menaungi penulis, dan divisi Business Development yang berhubungan langsung dengan semua pemegang kepentingan. Dalam kegiatan sehari-harinya, penulis berkomunikasi dengan divisi Marketing terkait pembuatan konten harian untuk Instagram, perancangan kampanye dengan brand yang terdaftar di Friendchised, dan menyusun strategi yang sesuai dengan situasi yang ada dan melihat objektif yang dituju.
Berdasarkan struktur organisasi yang telah disertakan sebelumnya, penulis melaksanakan kerja magang sebagai Content Creator di bawah divisi Marketing yang berfokus pada media sosial Instagram. Keterlibatan penulis diawasi langsung oleh Andrew Sulaiman selaku Creative Lead dan Gerald Tanujaya selaku Chief Marketing Officer (CMO). Penulis mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pembuatan konten story dan feeds Instagram serta penyusunan strategi kampanye dengan merchant yang terdaftar di Friendchised.
Untuk koordinasi pekerjaan yang dilakukan, penulis mendapatkan arahan langsung dari Creative Lead, namun terkadang penulis juga mendapat permintaan konten dari divisi Business Development serta eksekutif C-level lainnya.
Divisi Marketing selalu membuat content plan di Google Sheets per bulannya. Dalam kerja magang ini, penulis beserta Kafaha selaku Content Creator yang memegang kendali media sosial Instagram membagi porsi pengerjaan content
12
plan menjadi dua. Pengerjaan content plan dilakukan di setiap bulan, dilengkapi dengan evaluasi kinerja per akhir bulannya.
(Sumber Database Friendchised, 2021) Gambar 3.1 Contoh Content Plan Bulan Oktober
Penulis membuat konten per harinya sesuai dengan tabel content plan yang biasanya sudah disusun dan ditinjau kembali oleh Creative Lead pada saat awal bulan. Content plan dibuat mengikuti pilar konten yang dimiliki Friendchised.
Namun, tabel tersebut bersifat fleksibel dalam arti penulis beserta tim dapat sewaktu-waktu mengubahnya ketika ada tren atau hype yang sedang beredar agar konten yang dibuat dapat relevan dengan target audiens Friendchised, para pelaku UMKM. Pembuatan konten Instagram Friendchised sendiri dilakukan secara harian. Tetapi penulis sering membuat draft konten untuk hari-hari selanjutnya agar meringankan pekerjaan.
Dalam pengerjaan konten hariannya, penulis menggunakan project manager Trello untuk menyusun materi yang dapat dilihat oleh seluruh divisi
13
Marketing. Pembuatan materi konten berbentuk penjelasan untuk feeds dan story terkait dengan konten tersebut. Konten tersebut langsung diberikan ke tim desain yang juga terlibat dalam Trello untuk diubah ke format gambar.
(Sumber Project Trello Friendchised, 2021) Gambar 3.2 Contoh Brief Konten Instagram
Setelah konten telah didesain, penulis mengunggah konten tersebut di Instagram Friendchised sesuai waktu yang ditetapkan. Biasanya, Friendchised mengunggah konten pada pukul 12.00 siang di hari Senin dan Jumat, serta pada pukul 19.00 di hari lainnya. Namun pengunggahan konten tersebut tidak terpaku
14
pada waktu tersebut saja dalam artian waktu pengunggahan konten bersifat cukup fleksibel dan dapat dilakukan di luar jam tersebut. Penulis juga turut berinteraksi dengan pengikut Instagram Friendchised yang menyampaikan komentar atau pesan melalui Instagram Friendchised.
Selain itu, penulis juga dipercaya untuk belajar membuat laporan bulanan terkait konten dan engagement rate Instagram karena penulis ikut serta langsung dalam kegiatan yang dilakukan di Instagram. Laporan tersebut kemudian dipresentasikan kepada divisi Marketing dan seluruh pimpinan yang terkait.
Dibuatnya laporan ini adalah untuk meninjau perkembangan media sosial Instagram Friendchised dan menilai inisiatif apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa perusahaan tersebut.
(Sumber Database Friendchised, 2021)
Gambar 3.3 Contoh Perhitungan Engagement Rate Instagram Friendchised
Mengenai seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh divisi Marketing, berikut alur pekerjaan yang dilakukan penulis selama melaksanakan kerja magang di Friendchised.
15
Bagan 3.1 Alur Kerja Divisi Marketing Friendchised
Pembuatan content plan bulanan
Pembuatan konten harian di Trello
Asistensi kepada Creative Lead
Proses ke tim design
Konten diunggah di Trello
Pengunggahan konten di Instagram Friendchised Pembuatan konten
harian di Trello
16
Bagan 3.2 Alur Koordinasi Divisi Marketing Friendchised
Weekly meeting dengan seluruh divisi Marketing dan
pimpinan
Diskusi perencanaan konten untuk bulan
selanjutnya
Pembagian tugas kepada divisi
Marketing
Pengerjaan konten harian Instagram
Friendchised
Evaluasi akhir bulan
17 3.2 Tugas dan Uraian Kerja Magang 3.2.1 Tugas yang Dilakukan
Menurut Coach B., content creator adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk pembuatan konten yang disampaikan kepada target audiens dalam bentuk tulisan, gambar, video, maupun gabungan ketiganya. Seseorang yang bekerja sebagai content creator dilatih untuk mengembangkan kreativitas dan membalutnya dengan cara penyampaian yang baik.
Untuk konten Instagram, secara garis besar penulis diminta untuk membuat materi yang bertema bisnis. Pengembangan dari tema materi konten tersebut mencakup konten edukatif, hiburan, pebisnis, tren/hype, dan lain sebagainya. Selama kurang lebih tiga (3) bulan pelaksanaan kerja magang sebagai Content Creator di Friendchised, berikut adalah rincian aktivitas yang telah dilakukan penulis.
Tabel 3.1 Aktivitas Kerja Magang
No. Proyek Aktivitas Waktu
1. Mengembangkan aktivitas media sosial Instagram
@friendchised.
- Mengembangkan materi konten dari content pillar untuk Instagram
- Membuat content plan per bulan
- Membuat konten harian untuk Instagram feeds dan story
- Mengembangkan rancangan marketing activity baru - Mengembangkan konten
story Instagram interaktif
Minggu 1 - 8
2. Meninjau kembali performa media
- Menghitung engagement rate Instagram dari fitur
Minggu 3 dan 7
18 sosial Instagram
@friendchised.
like, comment, share, dan save setiap kontennya - Membuat laporan bulanan
terkait jenis konten yang dibuat dan performa konten per kategori
- Membuat inisiatif baru yang dapat dilakukan untuk bulan selanjutnya
- Evaluasi performa
Instagram bersama seluruh divisi Marketing
3. Membuat campaign event Grand
Opening / Open House Kemitraan (Summer Mini Bar)
- Diskusi dengan pihak Summer Mini Bar untuk menentukan bentuk promosi yang akan digunakan saat acara - Brainstorming bentuk
kampanye yang akan diselenggarakan
- Menyusun rangkaian acara Grand Opening / Open House Kemitraan (Summer Mini bar)
- Bekerja sama dengan tim Business Development untuk membentuk list undangan tamu acara
Minggu 5 8
19 3.2.2 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang A Content Marketing
Komunikasi pemasaran adalah komunikasi yang ditujukan kepada konsumen guna memberikan informasi dan membujuk terkait sebuah produk yang dijual (Kotler dan Keller, 2021). Melalui komunikasi pemasaran, sebuah brand diharapkan dapat dikenal dan diingat oleh masyarakat.
Menurut Rebecca Lieb, content marketing adalah strategi pemasaran yang digunakan untuk mengedukasi atau memberikan informasi kepada konsumen dengan cara menciptakan konten yang persuasif tentang produk yang ingin dipasarkan (Pertiwi & Gusfa, 2018). Strategi ini biasanya bertujuan untuk menarik perhatian konsumen yang dituju serta mendorong konsumen untuk mengambil tindakan lanjutan dari ketertarikannya terhadap suatu produk, seperti melakukan pembelian produk yang dipasarkan.
Sebagai perusahaan startup yang belum terlalu dikenal masyarakat, Friendchised menggunakan strategi content marketing untuk memasarkan mereknya. Berikut ini adalah deskripsi mengenai bagaimana Franchised menciptakan content marketing berdasarkan aspek-aspek content marketing yang disampaikan Rebecca Lieb dalam Pertiwi & Gusfa (2018):
a. Design
Manusia adalah makluk visual. Menurut Anton Santoso, Kepala Redaksi Infografis Kantor Berita Antara, manusia mengirim sekitar 90% informasi visual ke otak. Sebuah riset dari 3M Corporation menyatakan bahwa otak manusia sendiri mampu memroses gambar atau visual 60.000 kali lebih cepat dibandingkan saat memroses teks (Williams OIT, 2010).
Dengan demikian, sebuah konten yang diciptakan atas dasar content marketing harus mampu menarik perhatian konsumen saat pertama kali dilihat, dalam arti konten tersebut harus menonjol dari segi visual.
Christoper Alexander menccetuskan definisi desain pada tahun 1963.
Desain (design) adalah suatu kegiatan menggabungkan beberapa unsur yang kemudian disusun menjadi sebuah struktur. unsur yang terdapat dalam desain antara lain berupa gambar, bentuk, tekstur, tipografi, ilustrasi, garis, dan lain
20
sebagainya (Kurniawan, 2018). Sedangkan arti kata visual menurut KBBI adalah sesuatu yang dapat dilihat dengan mata. Dari dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang bersifat visual memiliki unsur desain di dalamnya.
Dengan tujuan meningkatkan brand awareness, Friendchised juga sangat memerhatikan aspek visual. Untuk mencapai tujuan tersebut, Friendchised sangat memerhatikan aspek visual tertentu dalam konten-konten yang diciptakannya.
Pertama, Friendchised sendiri memiliki prinsip untuk feed Instagram, warna yang digunakan harus beragam namun tetap rapi. Maka dari itu tim desain Friendchised memiliki panduan warna tersendiri yang dijadwalkan sesuai dengan pengunggahan konten. Tak hanya itu, Friendchised memiliki color palette-nya sendiri dengan harapan warna-warna tersebut dapat menjadi identitas Friendchised dan dapat diingat oleh masyarakat.
(Sumber Database Friendchised, 2021) Gambar 3.4 Color Palette Friendchised
Selain itu, Friendchised juga menggunakan font Poppins dalam pembuatan konten secara seragam dan sangat jarang diganti. Font tersebut menjadi ciri khas pembuatan konten di Friendchised karena dinilai mudah dibaca dan tidak bentrok dengan aspek lain jika dimasukkan ke dalam desain. Dalam menarik perhatian target pasarnya, Friendchised juga memiliki maskot berwarna biru yang mengikuti color palette Friendchised. Maskot tersebut dijadikan sebagai identitas Friendchised agar mudah dikenali masyarakat.
21
(Sumber Database Konten Friendchised, 2021) Gambar 3.5 Contoh Penggunaan Maskot Friendchised
Pembuatan konten di Friendchised selalu mengacu pada color palette tersebut. Dengan mengangkat konsep infografis yang modern, penulis diminta untuk membuat konsep desain konten yang halaman depannya harus memiliki aksen yang menarik perhatian sehingga penulisan judul konten Instagram Friendchised biasanya menggunakan huruf kapital disertai dengan animasi atau gambar yang sesuai dengan penulisan judul. Dikarenakan Friendchised ingin merasa konten-kontennya relevan dengan audiens, Friendchised juga sering menggunakan tokoh atau karakter yang menunjukkan ekspresi dengan harapan audiens yang melihat dapat terdorong untuk membaca lebih lanjut karena merasa relevan dengan ekspresi tersebut.
22
(Sumber Database Konten Friendchised, 2021) Gambar 3.6 Contoh Konten Instagram Friendchised
b. Current Event
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penulis di bawah divisi Marketing Friendchised harus mampu memerhatikan tren atau hype yang sedang berlaku. Konten yang bagus dapat disajikan seputar topik atau berita yang sedang hangat dibicarakan. Hal tersebut berguna untuk menarik konsumen yang juga membicarakan tren yang sedang berlangsung itu.
(Sumber Database Konten Friendchised, 2021) Gambar 3.7 Contoh Konten Tren/Hype
23 c. The Reading Experience
The Reading Experience juga perlu diperhatikan dalam pembuatan konten. Tata letak tulisan, penggunaan diksi, font dan warna yang digunakan, sangat berpengaruh terhadap pengalaman membaca. Dalam menyajikan konten yang nyaman dilihat pembaca, penulis membuat teks konten yang tidak engan latar belakang desain. Penulis juga mengarahkan tim desain untuk selalu membuat teks yang peletakkannya tidak terlalu padat dan sempit, serta tidak terlalu kecil untuk dibaca.
(Sumber Database Konten Friendchised, 2021) Gambar 3.8 Contoh peletakkan teks konten
d. Timing
Ketika konten sudah dikemas sedemikian rupa mengikuti guideline yang ada, pengunggahan konten tersebut juga harus diperhatikan. Dalam dunia media sosial seperti Instagram dan TikTok, waktu yang dipilih untuk pengunggahan konten berpengaruh karena media sosial tersebut memiliki algoritmanya sendiri yang dinilai dan dicatat dari aktivitas pengguna. Biasanya, algoritma didapat dari jumlah waktu yang dihabiskan pengguna pada saat jam tertentu. Menurut analisis Divisi Marketing Friendchised yang sudah dilakukan sebelum penulis masuk, jam terbaik untuk mengunggah konten Instagram Friendchised terdapat pada jam 12 siang dan jam 10 malam karena pada jam makan siang dan jam pulang kerja tersebutlah orang aktif mengakses internet dan membuka media sosial.
24 e. Tone
belum begitu mengenal suatu brand atau perusahaan, nada konten yang dibuat harus sesuai dengan khalayak yang dituju. Adapun maksud dari tone ini adalah penyampaian konten tersebut harus sesuai dengan bahasa yang digunakan target pasar.
Friendchised sendiri menyasar para pelaku UMKM sebagai target khalayaknya.
Maka dari itu, konten yang dibuat Friendchised bersifat mudah dipahami dengan menggunakan bahasa-bahasa yang sering digunakan sehari-hari dan bersifat informal. Friendchised juga ingin membuat para pelaku UMKM berpikir bahwa
yang informal tersebut sering menggunakan kata yang sering digunakan seperti
y
B Marketing Funnel
Marketing funnel adalah sebuah sistem bertahap yang dialami oleh konsumen sebelum melakukan pembelian. Tahapan ini dimulai dari awareness atau kesadaran konsumen terhadap suatu produk hingga tujuan akhir saluran ini, pembelian. Pada awal abad ke-20, Elias St. Elmo Lewis, seorang advokat periklanan, mengembangkan sebuah model perjalanan hubungan konsumen dengan suatu bisnis. Model tahapan tersebut dinamakan AIDA yang merupakan singkatan dari Awareness, Interest, Desire, dan Action. Model ini dimulai dari tahap awareness atau kesadaran masyarakat akan produk atau layanan yang dijual. Pada tahap ini, masyarakat atau lebih spesifiknya target konsumen diharapkan sadar akan kebutuhan atau keinginan mereka dan solusi atas permasalahan tersebut. Dari pemasalahan yang sudah disadari, konsumen mengungkapkan ketertarikannya atas suatu produk atau layanan yang telah dinilainya dari sekian pilihan berpotensi pada tahap interest. Kemudian setelah sudah tertarik dengan produk atau layanan tersebut, pada tahap desire konsumen akan mempelajari lebih lanjut dengan mencari informasi mendalam mengenai produk atau layanan tersebut. Tahap terakhir adalah action, saat konsumen sudah merasa bahwa produk atau layanan
25
tersebut cocok dengan kebutuhannya dari segi harga, keuntungan, kualitas, dan lain-lain, konsumen akan melakukan pembelian.
Model AIDA ini sering digunakan untuk mengukur perjalanan konsumen hingga melakukan pembelian. Namun seiring berjalannya waktu, perjalanan konsumen berkembang dari yang melakukan pembelian saja, hingga menjadi setia dan bahkan menjadi advokat atau representasi pada suatu produk atau layanan. Dari perkembangan tersebut, terbentuklah Marketing Funnel. Pada sistem marketing funnel, terdapat 5 tahapan perjalanan konsumen akan suatu produk yang akan dirincikan di bawah ini.
a. Awareness
Sama seperti model AIDA, tahap pertama ini adalah tahap dimana konsumen menemukan sebuah masalah yang tentunya memerlukan sebuah solusi.
Setelah konsumen merasa masalah tersebut harus diselesaikan, barulah konsumen pindah ke tahap interest.
b. Consideration
Dalam tahap ini, terdapat tahap interest dan desire yang ada dalam model AIDA. Kedua tahap tersebut menyatu karena konsumen mengalami fase berpikir dan menganalisis yang merupakan
pembelian.
c. Conversion
Konsumen melakukan aksi (action) atau pembelian dalam tahap ini.
Masih sama dengan model AIDA, tahap ini terjadi ketika konsumen sudah menemukan solusi atas masalahnya.
d. Loyalty
Untuk tahap ini sedikit berbeda dengan model AIDA. Loyalty atau kesetiaan adalah fase dimana konsumen merasa cocok dengan suatu produk atau layanan yang telah dicobanya. Pertama konsumen akan merasa puas dengan produk atau layanan tersebut, kemudian konsumen akan melakukan repurchase atau pembelian yang berulang-ulang. Ketika konsumen sudah melakukan hal tersebut, konsumen dapat dikatakan sudah setia pada brand produk atau layanan yang
26
digunakannya dan tidak berpindah ke brand yang lain jika memang masih cocok dengan produk atau layanan tersebut.
e. Advocacy
Setelah melewati keempat tahap sebelumnya, sampailah pada tahap terakhir yaitu advocacy. Konsumen yang puas dengan sebuah produk atau layanan adalah konsumen yang bahagia. Pada saat konsumen tersebut merasakan dampak positif atau keuntungan dari suatu produk atau layanan dan terus membeli dari brand yang sama, konsumen tersebut dapat merekomendasikan atau menyarankan lingkungan sekitarnya untuk mencoba produk atau layanan yang ia gunakan.
Banyak perusahaan yang berusaha dan berkembang sebaik mungkin agar konsumennya mencapai tahap ini. Ketika tahap ini perlahan tercapai, perkembangan bisnis juga terdukung melalui rekomendasi atau word of mouth.
Mengacu pada tujuan awal Friendchised, divisi Marketing berfokus pada tahap awareness sebagai tujuan utama, diikuti dengan consideration, dan conversion. Untuk meningkatkan awareness para pelaku UMKM terhadap Friendchised, penulis membuat konten-konten yang dapat memperkenalkan Friendchised lebih luas lagi. Konten tersebut dibuat dengan teks yang merepresentasikan Friendchise
, dan kata-kata seputar bisnis lainnya
(Sumber Database Konten Friendchised, 2021) Gambar 3.9 Contoh Judul Konten Instagram
Penulis juga meminta tim desain untuk kreatif dalam penggunaan animasi atau gambar dalam konten, seperti menggunakan figur manusia asli
27
dibandingkan kartun, menggunakan gambar yang nyata atau 3D, dan membuat teks judul menonjol semaksimal mungkin agar target khalayak dapat langsung tertarik untuk membaca konten tersebut lebih lanjut. Dari pengalaman penulis, konten yang membawa brand lain dan bersifat edukatif menghasilkan engagement yang lebih tinggi dibandingkan brand lainnya.
Selain itu, konten yang edukatif memiliki tingkat save post paling tinggi dibandingkan kategori lainnya. Hal ini sejalan dengan visi Friendchised yang ingin membantu para UMKM untuk berkembang. Maka dari itu salah satu cara Friendchised membantu mereka adalah dengan memberikan pengetahuan seputar dunia bisnis yang dapat mereka terapkan dalam usaha mereka.
(Sumber Database Instagram Friendchised, 2021) Gambar 3.10 Contoh Konten dengan Engagement Tinggi
`
(Sumber Database Instagram Friendchised, 2021) Gambar 3.11 Contoh Konten dengan Engagement Lebih Rendah
28
Upaya-upaya yang dilakukan penulis beserta divisi Marketing membuahkan hasil. Kesadaran masyarakat akan keberadaan Friendchised mulai meningkat, terlihat dari pertumbuhan media sosial Instagram Friendchised dalam kurun waktu tiga (3) bulan terakhir. Terhitung dari 18 Agustus 2021 hingga 15 November 2021, jumlah akun yang melihat konten yang diunggah Friendchised naik sebesar 70.8% dari tiga (3) bulan sebelumnya yaitu 20 Mei 17 Agustus 2021.
Tidak hanya itu, pertumbuhan followers Instagram Friendchised meningkat sebesar 47.9% hingga melewati 10,000 followers pada bulan Oktober lalu. Hal ini dapat tercapai karena pembuatan konten Instagram Friendchised terus dikembangkan.
Selain itu, Friendchised juga aktif menjalankan berbagai marketing activity seperti webinar, open house kemitraan, live Instagram, dan lain sebagainya.
(Sumber Database Konten Friendchised, 2021)
Gambar 3.12 Insight Overview Instagram Friendchised (18 Agustus 15 November 2021)
3.2.3 Kendala yang Ditemukan A Kendala
Selama melaksanakan kerja magang sebagai content creator di Friendchised, penulis memiliki beberapa kendala sebagai berikut.
- Work flow yang dilakukan divisi Marketing cenderung cukup berat dan terdapat beberapa miskomunikasi antara pimpinan dan divisi Marketing.
29
- Konten yang mengusung tema entertainment memiliki engagement yang cukup rendah dibandingkan dengan konten-konten lainnya, salah satunya yang bertema edukasi.
- Dikarenakan penulis sebelumnya belum memahami topik seputar dunia bisnis, kurangnya sumber pengetahuan dalam pembuatan konten sehingga penulis memakan waktu yang cukup lama untuk melakukan riset.
- Terkadang Instagram Friendchised mengalami fase penurunan engagement terkait konten-konten yang dipublikasikan.
B Solusi
Adapun solusi dari permasalahan yang dialami penulis saat melaksanakan kerja magang di Friendchised adalah sebagai berikut.
- Pembagian tugas dilakukan secara lebih merata setelah dilakukannya diskusi antar anggota divisi Marketing beserta pimpinan.
- Dari hasil evaluasi divisi Marketing, intensitas pembuatan konten dengan tema entertainment akan dikurangi dan pembuatan konten bertema edukasi akan ditingkatkan.
- Penulis melakukan diskusi langsung dengan pimpinan yang memiliki pengalaman di dunia bisnis untuk mempelajari dan melakukan riset terkait konten yang akan dibuat.
- Friendchised mengaktifkan Instagram Ads untuk mendorong peningkatan engagement konten Instagram Friendchised.