• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan judul Pengaruh non performing loan (NPL), loan to deposit ratio

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan judul Pengaruh non performing loan (NPL), loan to deposit ratio"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

8

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chandra tahun 2015 dengan judul Pengaruh non performing loan (NPL), loan to deposit ratio (LDR) dan capital adequacy ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa periode 2008-2013. Berdasarkan hasil penelitian pada uji simultan, secara simultan variabel NPL, LDR dan CAR berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas yang diproksikan (ROA). Sedangkan uji parsial yang dilakukan pada variabel NPL mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan ROA (Y). Uji parsial yang dilakukan pada variabel LDR tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan ROA (Y), mengindikasikan bahwa rasio LDR menurun yang berarti kredit bermasalah menurun dan mengakibatkan kenaikan ROA. Sedangkan variabel CAR tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan ROA. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas perbankan, sedangkan perbedaan penelitian adalah tidak menggunakan variabel independen yaitu BOPO penelitian dan sampel penelitian yang digunakan berbeda.

(2)

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anti tahun 2016 dengan judul pengaruh capital adequacy ratio, biaya operasional pendapatan operasional, loan to deposit ratio, net interest margin dan non performing loan terhadap return on asset (studi pada Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014). Berdasarkan hasil penelitian uji simultan, secara simultan variabel CAR, BOPO, LDR, NIM dan NPL berpengaruh signifikan terhadap ROA. Sedangkan uji parsial yang dilakukan pada variabel CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, hal tersebut dikarenakan kurangnya pemanfaatan modal untuk hal-hal yang dapat menghasilakn laba, misalnya ekspansi kredit. Uji parsial yang dilakukan pada variabel biaya BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, semakin rendah rasio ini maka akan menunjukan bank tersebut efisien. Uji parsial yang dilakukan pada variabel LDR berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Uji parsial yang dilakukan pada variabel NIM berpengaruh positif signifikan, rasio NIM mengalami peningkatan makan rasio ROA mengalami peningkatan. Uji parsial yang dilakukan pada variabel NPL berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas perbankan, sedangkan perbedaan pada penelitian ini adalah metode analisis data yang digunakan berbeda.

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fiola tahun 2016 dengan judul dampak rasio keuangan, efisiensi opersional dan non performing

(3)

loan terhadap profitabilitas Bank Umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2012-2014. Uji f menunjukan bahwa CAR, LDR, BOPO dan NPL secara bersamaan memiliki dampak signifikan terhadap ROA. Ini berarti bahwa model dapat digunakan untuk memprediksi profitabilitas bank. Juga disimpulkan bahwa efisiensi opersional yang di proksikan oleh biaya operasional terhadap penghasilan operasional memiliki dampak yang signifikan terhadap profitabilitas perbankan.

Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas perbankan, sedangkan perbedaan penelitian ini yaitu jumlah sampel yang digunakan berbeda serta jumlah tahun penelitian berbeda.

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kusmayadi tahun 2018 dengan judul pengaruh capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, non performing loan, biaya operasional pendapatan operasional terhadap return on asset perbankan di Indonesia periode 2008 – 2016. Hasil uji T (parsial) menjukan CAR dan NPL negatif signifikan, LDR memiliki efek positif tidak signifikan, sedangkan bopo tidak signifikan dan tidak dapat mempengaruhi return on asset. Sedangkan uji F (simultan) menghasilkan CAR, LDR,NPL dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas perbankan, sedangkan perbedaan penelitian tidak menggunakan penelitian dan jumlah sampel penelitian yang digunakan berbeda.

(4)

B. Landasan Teori 1. Perbankan

a. Pengertian Bank

Bank merupakan lembaga keuangan yang mempunyai peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Bank secara sederhana diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyrakat dan menyalurkan kembali kemasyarakat serta memberikan jasa bank lainnya Kasmir (2003).

Dari beberapa pengertian diatas maka pengertian perbankan adalah lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari pihak yang kelebihan dana dan menyalurkan kepada pihak yang kekurangan dana dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya.

Dengan demikian bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit serta jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.

b. Asas, Fungsi dan Tujuan Bank

Dalam undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagai berikut:

1) Asas Bank

Dalam menjalankan usahanya perbankan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.

(5)

2) Fungsi Bank

Fungsi utama bank Indonesia adalah penghimpun dana dan penyalur dana masyarakat.

3) Tujuan Bank

Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan menjaga stabilitas nasional kearah kesejahteraan masyarakat banyak.

2. Kinerja Keuangan a. Kinerja Keuangan Bank

Kinerja Keuangan perbankan perlu dilakukan untuk mengukur seberapa besar profit yang didapat oleh perusahaan. Menurut Jumingan (2014) kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan pada suatu periode tertentu baik itu menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasa diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas.

Menurut Harmono (2014) kinerja perbankan pada umumnya diukur berdasarkan penghasilan bersih (laba) atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi atau penghasilan perusahaan. Peningkatan kinerja keuangan akan membuat masyarakat semakin percaya, untuk menyimpan dananya dibank. Salah satu indikator naiknya kepercayaan masyarakat kepada bank yaitu kenaikan jumlah dana dari pihak ketiga. Kepercayaan masyarakat

(6)

kepada bank merupakan faktor yang sangat membantu dan mempermudah pihak bank untuk menyusun strategi kinerja yang baik.

Masyarakat yang kurang menaruh kepercayaan kepada bank. Hal ini sangat tidak menguntungkan bagi bank, karna sewaktu-waktu masyarakat atau nasabah dapat menarik dananya dan memindahkannya kepada bank lain.

b. Tujuan penilaian kinerja keuangan

Tujuan penilaian kinerja keuangan perbankan menurut Munawir (2002) adalah sebagai berikut:

1) Mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perbankan untuk memperoleh kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perbankan untuk memenuhi keuangannya pada saat ditagih.

2) Unutuk mengetahui tingkat solfabilitas perbankan, merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun keuangan jangka panjang.

3) Untuk mengetahui tingkat rentebilitas atau profitabilitas yaitu menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

4) Untuk mengetahui tingkat stabilitas usaha, yaitu kemampuan perbankan untuk menjalakan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan bank untuk membayar

(7)

beban bungan atas hutang-hutangnya termasuk membayar kembali pokok hutangnya tepat pada waktunya serta kemampuan membayar deviden

5) secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

c. Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan pada dasarnya adalah perhitungan rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan dimasa lalu ataupun untuk masa depan Syamsuddin dalam Mudawamah (2018).

Sedangkan Menurut Munawir (2014) Analisis laporan keuangan memiliki tujuan yaitu membandingkan data-data keuangan didalam perusahaan untuk dua periode atau lebih dan untuk mendukung dalam pengambilan keputusan setelah data keuangan dianalisis lebih lanjut.

Terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam mengalisis sebagai berikut:

1) Review data laporan adalah meliputi aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat atau jenis perusahaan yang melaporkan maupun sistem yang berlaku.

2) Menghitung dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis baik metode perbandingan, persentase perkomponen, analisis rasio keuangan dan lain-lain.

(8)

3) Membandingkan atau mengukur kurang baik dan seterusnya, untuk mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut apakah sangat baik.

4) Menginterpetasikan merupakan inti dari proses analisa sebagai panduan antara hasil perbandingan atau pengukuran dengan kaidah teoritik yang berlaku.

5) Solusi merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa adalah solusi yang tepat dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahaan.

Dalam menganalisa laporan keuangan metode analisa laporan keuangan yang biasa digunakan dalam praktik perbankan sebagai berikut.

1) Analisis varians (variances analysis) yaitu metode analisis yang dipergunakan untuk mengetahui pencapaikan kinerja dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan serta mengiditifikasikan terjadinnya deviasi.

2) Analisis komparatif (comparative analysis) yaitu metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan keragaman usaha bank pada suatu periode lainnya, baik secara absolut maupun relatif atas total bagian tertentu.

3) Analisis lingkungan (environment analysis) yaitu metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil usaha yang

(9)

telah dicapai oleh unit kerja terhadap industri usaha yang sama di wilayah kerjanya.

4) Analisis rasio (ratio analysis) yaitu metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan pos-pos tertentu dalam neraca maupun laba rugi.

d. Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan merupakan rasio yang menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya kadaan atau posisis keuangan suatu perusahaan Munawir (2014).

Bank dalam memelihara dana milik masyarakat dan untuk melindungi kepentingan dan kepercayaan masyarakat terhadap bank, pemerintah mengawasi operasi bank setiap saat dengan ketat.

Pengawasan itu dilakukan oleh bank sentral Indonesia (BI), untuk menjamin bank dalam keadaan sehat. Bank sentral Indonesia nilai kesehatan bank melalui lima indikator yang sidebut CAMEL yaitu, Capital Adequacy, Asset Aquslity,Managemen Quality, Earning Abiliy Dan Liquidity Sufficiency (Herman:2012).

Kesehatan keuangan bank adalah kemampuan bank dalam menjalankan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajiban dengan baik dengan cara-cara

(10)

yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Penilaian tingkat kesehatan keuangan bank sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan masyarakat kepada bank tersebut, Penilaian tingkat kesehatan keuangan bank sangat diperlukan untuk dapat melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam dunia perbankan. Dengan penilaian tingkat kesehatan keuangan, diharapkan bank selalu dalam kondisi sehat sehingga tidak melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat yang berhubungan dengan dunia perbankan.

1) Capital (permodalan)

Modal adalah investasi yang dimiliki oleh pemilik perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya sehingga menghasilkan laba. Modal bank adalah modal yang diinvestasikan oleh pemilik dalam rangka pendirian badan usaha yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha bank disamping untuk memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh otoritas moneter.

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal (modal saham), suplus atau laba yang yang ditahan atau nilai aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya Munawir (2002).

Kecukupan modal merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka pengembangan usaha dan menampung resiko kerugian.

Bank Indonesia menetapkan bahwa setiap bank wajib menjaga kecukupan modal minimum yang diwajiban sesuai dengan

(11)

ketentuan bank indonseia sebagai suatu proporsi tertentu dari total ATMR. Berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, menetapkan bahwa setiap di bank wajib menjaga kecukupan modalnya, dimana rasio kecukupan modal (CAR).

2) Asset (kualitas aktiva)

Menurut Lukman (2009) kualitas aktiva produktif merupakan semua aktiva dalam rupiah atau valas yang dimilik oleh bank yang dengan maksud untuk memperoleh penghasilan dengan fungsinya, yaitu pemberian kredit, kepemilikan surat berharga dan penempatan dana kepada bank lain baik dari dalam maupun luar negeri kecuali penanaman dana dalam bentuk giro penyertaannya.

Berdasarkan definisi sebelumnya bahwa kualiatas aktiva produktif adalah tolak ukur untuk menilai tingkat kemungkinan diterima kembalinya dana yang ditahan dalam aktiva produktif berdasarkan kriteria tertentu. Dalam hal ini upaya yang dilakukan untuk menilai jenis-jenis aset yang dimiliki dengan membandingkan antara aktiva produktif yang diklarifikasikan terhadap aktiva produktif, kemudian rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif diklarifikasikan dan salah satu jenis aktiva produktif adalah Non Performing Loan (NPL).

(12)

Menurut Manto (2018) untuk menyelamatkan kredit yang berada dalam kategori mecet atau bermasalah dapat ditempuh usaha-usaha sebagai berikut:

1. Rescheduling (Penjadwalan Ulang)

Yaitu perubahan syarat-syarat yang hanya menyangkut syarat-syarat jadwal pembayaran atau jangka waktu termasuk masa tenggang (grace period) dan perubahan besarnya angsuran kredit. Dan tidak semua debitur diberikan kebijakan ini hanya debitur yang menunjukan itikad baik yang memiliki kemauan untuk membayar dan melunasi kredit, disamping itu juga usaha debitur tidak memerlukan tambahan dana untuk usaha tersebut.

2. Reconditioning (Persaratan Ulang)

Perubahan seluruh atau sebagian syarat kredit yang terbatas pada perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, tingkat suku bunga, penundaan pembayaran sebagaian atau seluruh bunga dan persyaratan lainnya. Adapun perubahan syarat-syarat bersebut adalah penambahan dana dan koversi sebagian atau seluruh kredit yang menjadi “equity”

perusahaan. Debitur yang bersikap jujur dan terbuka yang usahanyan sedang mengalami kesulitan keuangan dan diperkirakan masih dapat beroperasi dengan menguntungkan

(13)

dan kredit yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan persyaratan ulang.

3. Restructiring (Penataan Ulang)

Yaitu perubahan syarat kredit yang menyangkut:

a. Membahan dana bank.

b. Konversi seluruh atau sebagian tunggakan bunga menjadi pokok kredit baru.

c. Konversi seluruh atau sebagian dari kredit menjadi penyertaan bank atau mengambil patner yang lain untuk menambah penyertaan.

4. Liquidation (Likuidasi)

Penjualan barang-barang yang telah dijadikan jaminan dalam rangka pelunasan hutang. Likuidasi dilakukakan terhadap karegori kredit yang benar-benar menurut bank sudah tidak dapat lagi dibantu untuk disehatkan kembali atau usaha nasabah yang sudah tidak memiliki prospek untuk dikembangkan. Proses likuidasi ini dapat dilakukan dengan melakukan penjulan barang tersebut kepada nasabah yang bersangkutan, sedangakan bagi bank-bank umum milik negara, proses penjualan barang jaminan dan aset bank dapat diserahkan kepada BPPN, untuk selanjutnya dilakukan eksekusi atau pelelangan.

(14)

Menurut Yusriani (2015) berdasarkan ketentuan BI rasio NPL bank tidak boleh melebihi 5%, jika suatu bank memiliki NPL melebihi 5% maka bank tersebut dianggap tidak sehat.

3) Profitabilitas (Earning)

Menurut Mudawamah (2018) Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada, karena untuk menarik modal dari luar, suatu perusahaan haruslah berada dalam keadaan yang menguntungkan. Rentabilitas suatu bank meliputi besarnya rasio laba sebelum pajak diperoleh dengan total aset (ROA) dan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO).

ROA adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan setelah biaya- biaya modal. Return on asset (ROA), Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan aktiva bank dalam memeperoleh laba dari operasi perbankan Mudawamah (2018). Semakin besar return on asset (ROA) suatu bank, semakin besar pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aktiva.

Pada penelitian ini return on asset digunakan sebagai indikator pengukur kinerja keuangan perbankan adalah karena rasio Return on asset digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan

(15)

memanfaatkan aktiva yang dimiliki. ROA merupakan rasio antara laba sebelum pajak atau terhadap total aset. Semakin besar nilai ROA menujukan kinerja keuangan bank semakin baik. Menurut Menurut Hasibuan didalam Fenandi (2015) standar BI akan memberikan nilai maksimal 100 (sehat) apabila bank memiliki ROA > 1,5%. Rasio biaya operasional pendapatan operasional bank (BOPO) adalah perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional dalam mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola sumber daya yang ada.

Menurut Lukman didalam Fenandi (2015) berdasarakan ketentuan Bank Indonesia besar BOPO yang normalnya 94%- 96%.

4) Likuiditas (Liqudity)

Likuiditas adalah suatu perumpamaan yang dipakai untuk menunjukan uang tunai dan aset lain yang dengan mudah dijadikan uang tunai Herman (2012). Bank yang memiliki uang tunai atau aset lainnya, disertai kemampuan untuk meningkatkan jumlah dana dengan cepat dari sumber-sumber lainnya, untuk memungkinkan memenuhi kewajiban pembayaran komite keuangan lain pada saat yang tepat. Dikatakan likuid jika saat ditagih bank mampu membayar, kemuadian bank juga harus dapat memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.

Dalam penelitian ini rasio likuditas yang digunakan adalah loan

(16)

to deposit ratio (LDR). Semakin tinggi penyaluran kredit yang atas dana pihak ketiga yang dihimpun akan meningkatkan laba dengan demikian profitabilitas naik Kasmir (2004). Menurut lukman didalam Fenandi (2015) besar standar LDR 80%-110%.

3. Pengaruh Non performing loan (NPL) Terhadap Profitabilitas (ROA)

Dalam bisnis perbankan pasti akan mendapatkan banyak masalah seperti terjadinya kenaikan kredit bermasalah, kredit bermasalah akan mempengaruhi penurunan terhadap laba perusahaan, sehingga terjadi hubungan negatif antara NPL dengan profitabilitas. Begitu sebaliknya, apabila NPL mengalami penurunan, maka terjadi hubungan positif dengan profitabilitas (ROA). Menurut Lukman (2009) dampak yang akan timbul dari adanya dari adanya kredit bermasalah dalam jumlah yang besar tidak hanya berdampak pada bank yang bersangkutan, akan tetapi meluas dalam cakupan nasional apabila tidak ditangani secara cepat.

(17)

4. Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR) Terhadap Profitabilitas (ROA)

Rasio likuiditas mempunyai hubungan yang erat dengan profitabilitas, karna likuiditas memperhatikan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktiva operasioanal. Semakin tinggi likuditas bank semakin rendah profitabilitas dan sebaliknya semakin rendah likuiditas maka semakin tinggi profitabilitasnya.

Semakin tinggi penyaluran kredit yang atas dana pihak ketiga yang dihimpun akan meningkatkan laba dengan demikian profitabilitas naik Kasmir (2004).

Rasio LDR merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar semua dana masyarakat serta modal sendiri dengan mengandalkan kredit yang telah di distribusikan kemasyarakat Sudarmawanti (2017).

5. Pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Terhadap Profitabilitas (ROA)

Biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) merupakan perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional dalam mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola sumber daya yang ada. Semakin rendah dari nilai (BOPO) maka semakin efisien bank tersebut. Peningkatan dan penurunan BOPO berpengaruh pada ROA Rosana (2017).

(18)

Rasio biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi tingkat kempuan bank dalam melakukan kegiantan operasional. Semakin rendah BOPO semakin efisen bank tersebut dalam mengendalikan biaya opersionalnya dengan adanya efisensi biaya maka keuntungan yang diperoleh bank akan semakin besar Lukman (2009).

C. Kerangka Pikir

Sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis berikut kerangka pikir teoritis yang menunjukan pengaruh variabel NPL, LDR dan BOPO terhadap ROA dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1

Kerangka Pemikiran Teoritis

NPL (X1):

Anti(2016) Chandra(2016)

Fiola(2016) Kusmayadi(2018)

Candra

Kinerja bank umum (persero)

ROA (Y) LDR(X1):

Anti(2016) Chandra(2016)

Fiola(2016) Kusmayadi(2018)

Candra

BOPO(X1):

Anti(2016) Fiola(2016) Kusmayadi(2018)

Candra

(19)

D. Hipotesis

Berdasarkan kerangka pikir yang didukung dengan acuan teoritik, telah diuraikan secara garis besar pada latar belakang, telaah pustaka dan penelitian terdahulu, maka hipotesis dirumuskan berdasarkan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan masalah yang dapat diuji secara empiris. Berdasarkan rumusan masalah penelitian maka hipotesis yang dapat dibuat dalam penelitian ini sebagai berikut:

H0=0 maka diduga tidak ada pengaruh NPL, LDR dan BOPO terhadap ROA

H0≠0 maka diduga ada pengaruh NPL, LDR dan BOPO terhadap ROA.

Referensi

Dokumen terkait

Asosiasi Pendidikan Nasional ( National Education Assiciation /NEA) memiliki pengertian yang berbeda, media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun

Power supply dengan keluaran 5 volt adalah suatu rangkaian atau komponen yang berfungsi sebagai pengubah tegangan bolak-balik dari AC menjadi DC murni, yang pada outputnya

Seakan-akan benda (apapun) sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi manusia untuk menunjang segala kebutuhan.. hidup akan gaya. Semakin bagus barang tersebut dengan

Untuk pembetulan jawaban, Bapak/Ibu dapat memperbaikinya dengan memberi tanda (=) pada jawaban sebelumnya yang salah lalu memberikan tanda silang (X) pada

Secara umum wilayah kota adalah kelompok penduduk yang bertempat tinggal bersama-sama dalam suatu wilayah menurut peraturan-peraturan yang telah ditentukan. Kota adalah suatu

Kharisma Ide Nusantara Garmindo mengalami suatu permasalahan yaitu jumlah pencapaian ouput yang dihasilkan pada proses produksinya tidak sesuai dengan target produksi yang

 Memberikan kepuasan kepada konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan persyaratan proses dan produk yang ditentukan pelanggan

SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN, DAN KETERBATASAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, locus of control internal, locus of control eksternal,