Untuk penjelasan langsung SUPER JELASSS… klik >>
Iya… langsung klik aj link ini
https://www.youtube.com/watch?v=GTUpjTF7zrI
Jangan lupa klik SUBSCRIBE & Share
MAWARIS
Pengertian
Mawaris Dasar Hukum
Waris Ketentuan
Mawaris
AL QUR’AN AS SUNNAH
HKI
AHLI WARIS SYARAT
SEBAB
KETENTUAN
Pengertian mawaris
Warisan berasal dari bahasa Arab al-irts ثرلإا atau al-mirats ثاريملاsecara umum bermakna peninggalan (tirkah) harta orang yang sudah meninggal (mayit).
disebutkan oleh Hashbi al-Siddiqy ialah "Ilmu untuk mengetahui orang-orang yang berhak menerima warisan, orang-orang yang tidak berhak menerimanya. Bagian masing-masing ahli waris dan cara pembagiannya.
nama lain dari Ilmu Mawaris dengan nama Ilmu
Faraidh ( ضئارفلا ملع )
Dasar hukum waris
1. Al-Qur‘an Q.S. an-Nisa'/4:7:
Artinya: “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu- bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan”
2. As Sunnah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, اَي اَبَأ
ََةَرْيَرُه اوُمَّلَعَت
ََضِئاَرَفْلا
،اَهوُمِ لَعَو
َُهَّنِإَف
َُفْصِن
َِمْلِعْلا
ََو
ََوُه
،ى َسْنُي
ََوُهَو
َُلَّوَأ
َ ء ْي َش
َُعَزْنُي
َْنِم يِتَّمُأ
“Wahai Abu Hurairah, belajarlah ilmu faraidh dan ajarkanlah, karena sesungguhnya ia adalah setengah dari ilmu. Dan ilmu itu akan dilupakan dan dia adalah ilmu yang pertama kali dicabut dari umatku.” (HR. Ibnu Majah no. 2719)
ISTILAH DALAM MAWARIS
MUWARRITS, adalah orang yang memberikan warisan (mayit).
WARITS, adalah orang yang menerima warisan (harta).
Al-TIRKAH, adalah semua harta peninggalan mayit.
Al-IRTS, adalah harta warisan yang siap dibagi.
Al-WARATSAH, adalah harta warisan yang telah diterima.
KALALAH, adalah ahli waris bukan orang tua atau anak tetapi terdiri dari saudara Perempuan atau Laki-laki sekandung, seayah atau seibu.
GHARRAWAIN, atau Umariyatain atau disebut Gharibatain adalah masalah yang terdiri dari Suami atau Istri, Ibu dan Ayah.
MUSYTARAKAH, adalah setiap masalah yang ahli warisnya terdiri dari Suami, Ibu, dua saudara seibu atau lebih dan seorang saudara Laki-laki sekandung atau lebih.
AR-RADD (Penambahan Saham), adalah jumlah saham para ahli waris lebih kecil daripada asal masalah, harus diselesaikan pembagiannya dengan Radd, sehingga tidak tersisa (kelebihan harta warisan). Rukunnya: Adanya ashabul furudh, Adanya kelebihan harta waris, dan Tidak adanya ahli waris ashobah. (Suami/Istri tidak mendapatkan Radd)
Al-’AUL (Penambahan Asal Masalah), tambahan dalam asal masalah (jumlah harta waris), karena tidak mencukupi bahagian jumlah saham yang ada. Pokok masalah yang mengalami aul (6, 12, 24).
SEBAB KEWARISAN
Nasab ( بسنلا) Perkawinan (جاوزلا)
ulama telah menetapkan bahwa sebab-sebab orang medapat warisan ada 2 :
AHLI WARIS NASABIYAH AHLI WARIS SABABIYAH
WALA’/MEMERDEKAKAN BUDAK
Syarat Waris
Meninggalnya seseorang (pewaris) baik secara
haqiqy, hukmy (misalnya dianggap telah meninggal) maupun secara taqdiry
Adanya ahli waris yang hidup secara haqiqy pada waktu pewaris meninggal dunia
Seluruh ahli waris diketahui secara
pasti baik bagian masing-masing
AHLI WARIS LAKI-LAKI
1. Anak laki-laki
2. Cucu laki-laki dr anak lk
3. Bapak
4. Kakek dr bapak dan terus ke atas
5. Saudara laki-laki sekandung
6. Saudara laki-laki sebapak
7. Saudara laki-laki seibu
8. Anak laki-laki saudara laki-laki sekandung
9. Anak laki-laki saudara laki-laki sebapak
10. Paman yang sekandung dengan bapak
11. Paman yang sebapak dengan bapak
12. Anak laki-laki paman yang sekandung dengan bapak
13. Anak laki-laki paman yang sebapak dengan bapak
14. Suami
15. Laki-laki yang memerdekakan muwaris
4
3 10 11
12 13
M 5 6 7
1 8 9
2 14
15
Bila ahli waris laki-laki ada semua maka yang berhak menerima warisan hanya 3, yaitu anak laki-laki, suami,
dan bapak
1. Anak laki-laki
2. Cucu laki-laki dr anak lk
3. Bapak
4. Kakek dr bapak dan terus ke atas
5. Saudara laki-laki sekandung
6. Saudara laki-laki sebapak
7. Saudara laki-laki seibu
8. Anak laki-laki saudara laki-laki sekandung
9. Anak laki-laki saudara laki-laki sebapak
10. Paman yang sekandung dengan bapak
11. Paman yang sebapak dengan bapak
12. Anak laki-laki paman yang sekandung dengan bapak
13. Anak laki-laki paman yang sebapak dengan bapak
14. Suami
15. Laki-laki yang memerdekakan muwaris
4
3 10 11
12 13
M 5 6 7
1 8 9
2 14
15
Ahli waris perempuan
1.
Anak perempuan
2.
Cucu perempuan dari anak laki-laki
3.
Ibu
4.
Nenek dari ibu
5.
Nenek dari bapak
6.
Saudara perempuan kandung
7.
Saudara perempuan bapak
8.
Saudara perempuan seibu
9.
Istri
10.
Wanita yang
memerdekakan muwaris
M
1
6 7 8
5
3 4
9
2 10
Bila ahli waris perempuan ada semua maka yang berhak memperoreh warisanhanya 5, yaitu istri,anak perempuan, ibu, cucu perempuan, dan saudaraperempuan
1. Anak perempuan
2. Cucu perempuan dari anak laki-laki
3. Ibu
4. Nenek dari ibu
5. Nenek dari bapak
6. Saudara perempuan kandung
7. Saudara perempuan bapak
8. Saudara perempuan seibu
9. Istri
10. Wanita yang
memerdekakan muwaris M
1
6 7 8
5
3 4
9
2 10
KETENTUAN PEMBAGIAN
Yang dapat bagian ½ harta.
1. Anak perempuan KALAU sendiri 2. Cucu perempuan KALAU sendiri
3. Saudara perempuan kandung KALAU sendiri 4. Saudara perempuan seayah KALAU sendiri 5. Suami
Yang mendapat bagian ¼ harta 1. Suami dengan anak atau cucu
2. Isteri atau beberapa KALAU tidak ada (anak atau cucu)
Yang mendapat 1/8
1. Isteri atau beberapa isteri dengan anak atau cucu.
Yang mendapat 2/3
1. dua anak perempuan atau lebih 2. dua cucu perempuan atau lebih
3. dua saudara perempuan kandung atau lebih 4. dua saudara perempuan seayah atau lebih
KETENTUAN PEMBAGIAN
Yang mendapat 1/3
1. Ibu KALAU tidak ada anak, cucu dari grs anak laki-laki, dua saudara kandung/seayah atau seibu.
2. Dua atau lebih anak ibu baik laki-laki atau perempuan
Yang mendapat 1/6
1. Ibu bersama anak lk, cucu lk atau dua atau lebih saudara perempuan kandung atau perempuan seibu.
2. Nenek garis ibu KALAU tidak ada ibu dan terus keatas
3. Nenek garis ayah KALAU tidak ada ibu dan ayah terus keatas
4. Satu atau lebih cucu perempuan dari anak laki-laki bersama satu anak perempuan kandung
5. Satu atau lebih saudara perempuan seayah bersama satu saudara perempuan kandung.
6. Ayah bersama anak lk atau cucu lk 7. Kakek KALAU tidak ada ayah
8. Saudara seibu satu orang, baik laki-laki atau perempuan.
SIMULASI PENGHITUNGAN (Asobah)
Ahmad meninggal dunia dengan meninggalkan harta sebesar Rp. 53.000.000 Rp. 500.000
Biaya pemakaman Zakatnya
Wasiat
Rp. 200.000 Rp. 4.300.000
Ahli waris terdiri dari istri,ibu,1 anak perempuan, seorang cucu perempuan dan saudara laki-laki sekandung. Berapa bagian masing-masing ?
Jawab: pengeluaran jumlahkan, kemudian harta semuanya kurangin oleh pengeluaran jadi sisanya yang dibagikan :
= Rp 53.000.000 - Rp. 5000.000 = Rp.48.000.000, Jadi bagian Istri : 1/8 X Rp. 48.000.000 = Rp. 6.000.000 Ibu : 1/6 X Rp. 48.000.000 = Rp. 8.000.000 1 anak pr : 1/2 X Rp. 48.000.000 = Rp. 24.000.000 1cucu pr : 1/6 X Rp. 48.000.000 = Rp. 8.000.000
1 saudra kandung laki-laki ashobah yaitu bagian yang diatas dijumlahkan dulu : kemudian yang Rp. 48.000.000 dikurangi oleh jumlah yang sudah dibagikan(Rp 46.000.000), jadi untuk saudara laki-laki kandung dapat Rp. 2.000.000
Aminah meninggal dunia . Hartanya Rp. 15.000.000
Ahliwarisnya suami, ibu dan bapak. Berapa bagian masing-masing ? Jawab:
SIMULASI PENGHITUNGAN (Ghorowain)
ََم ْحَرَوَ ْمُكْيَلَعَُمَلا َّسلاََو
َُتاَََرَبَوَِللهَُة
َُه
Thanks for attention!
SMK NEGERI 5 MALANG Malang, 01 September 2015