• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Konseling Alternatif untuk Membantu Pemilihan Karier Mahasiswa.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Model Konseling Alternatif untuk Membantu Pemilihan Karier Mahasiswa."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Pembentukan KarakterAnak Bangsa Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra lndonesia

Retno

Winarni

Revitalisasi Perguruan Tinggi sebagai Wahana Pengembangan Jiwa Wirausaha: Perspektif Sosio-Kultural

Ali

lmron

A.M.

Landasan Filosofis Pembelajaran Seni Rupa: Prinsip-prinsip Edukatif

yang Harus Dipedomani Bagi Calon Pendidik Seni Rupa dl Sekolah Umum

Slamet

Subiyantoro

Wacana Khotbah Jumat sebagai Pengembangan Bahan Ajar

[/ata

Kuliah "Analisis Wacana" di Perguruan Tinggi

Kundharu Saddhono

dan

Soepomo Poedjosoedarmo

Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Mata Kuliah Gambar Perspektif

Mulyanto

Simulasi dan Penganalisa Data Praktikum Mesin Atwood Menggunakan Macromedia Flash MX Praktikum Fisika Dasar I

Dewanto

Harjunowibowo

dan

Sukarmin

Pemanfaatan Telaah Kualitatif dan Kuantitatif sebagai Prasyarat Penyeleksian ltem Tes Pilihan Ganda dalam Penyelesaian Tugas Akhir

(Skripsi)di

LPTK

Elvin

Yusliana

Ekawati dan

Surantoro

Mengenali Mahasiswa yang Bermasalah dan Upaya Pemecahannya

SriWiyanti

Pengaruh Konseling Penulisan Karya llmiah Terhadap Kreativitas Mahasiswa dalam Penelitian yang lnovatif

Sri

Sumarni

dan

Anis

Rahmawati

Model Konseling Alternatif untuk Membantu Pemilihan Karier Mahasiswa

(2)

Mooel

Koruselrrue

AITERNATTF

UNTUK

MrruanNru

Peulunnru Knnten

MnnAstswA

Waglmln

Lembaga Pengembangan Pendidikan

Universitas Sebelas Maret

Email: [email protected]

ABSITRACT:

Cognitive development

in the selection of career

progresses

from

dualism,

multiplicity, relativism,

to

commitment.

The process of

selecting

career

will

be steady

if it

is

based on the development

levelof commitment

cognitive. Experiential

learningtheoryallows

the

developmentof

cognitive

tevelof

studentsto

achievethe commitmentto assiststudents

in choosinga career.

Therebre,

it is necessaryto develop a

modelof careercounselling€tage

Cognitive Development

that

combines theory Cognitive Stage Development of Perry

(1999)

and Experiential Learning Theory of Kolb

(1984).

Kenords:

career oounselling, Cognitive Stage

Development

Experiential Learnin&

Selecting

a career.

PENDAHUTUAN

Sering

dijumpai

mahasiswa di

Perguruan

Tinggi mengahmi masahh dahm

hal

pemi-lihan karier.

Benurk

permasahhan

yang

diahmi

mahasiswa adahh mahasiswa ragu,

bimbang

dan

tidak

mantap

&ngan

pilihan

kariernya.

Permasahhan

itr

muncul karena

mahasis'wa

di

dahm

mehkukan

pemilihan

karier tidak

mendasarkan pada pemahaman

yang mendalam

terhadap

karier

yang

dipilih, mehinkan

hanya

atas

dasar

pengaruh

atau

petrnjuk

dari

pihakhin

seperti omng

tla,

dosen,

atau

teman.

Akibatn5ra

setehh

melakukan

pemilihan karier;

mahasiswa

sering merasa bahwa

pilihannya tidak cocok

dengan

keadaan

dirinya.

Hasil

pengamatan

penulis

terhadap banyak mahasiswa yang

datang

berkonsultasi

di

Pusat

Bimbingan-Konseling

dan Pengembangan

Karier

Universitas Sebehs Maret Surakarta (PBKPK

UNS)

diperoleh kesimpuhn kurang bbih

sebagai

berikut

(1)

banyak

mahasiswa

dalam

pemilihan jurusan

atau

karier

sangat

berganhrng

kepada

guru/&sen,

orang

Ula

atau

teman

(mereka

memilih

atas saran

atau

nasihat guru

atau

dosen,

orang

tla,

atau

teman

dan

bukan

pilihannSra

sendiri);

(2)

banyak

mahasiswa

yang

belum

memiliki pilihan karier

yang

mantap-meskipun mereka

sudah

duduk di Perguruan

Tinggi-mereka

masih ragu

dan

bimbang

&ngan pilihannyh;

dan

(3)

ada

mahasiswa

yang mengatakan sudah

mantap

dengan

pilihan kariernya tetapi

masih

datang ke

konselor

untuk minta

bimbingan yang

terkait &ngan karier

pilihannya tersebut.

Turesky & Mundhenk (2008)

menge-mukakan bahwa: (1) banyak klien

yang

datang kepada

konselor hngsung

meminta

jawaban tentang

jenis

karier

apa yang

cocok

unhrk

dirinya;

(2)

sebagian

mahasiswa

anhrsias dalam menetapkan

pilihan

kariern5ra, sebagian yang

hin

apatis

dan acuh

akacuh;

[3)

sebagian

mahasiswa

sudah

bisa mengarahkan

dirinya

dalam

pemilihan

karie$ tetapi

banyak

mahasiswa

hin

meminta

arahan dan

jawaban konselor;

(4)

sebagian mahasiswa

mampu

mengelola

proses perkembangan

kariernya

dengan

bailq tetapi

sebagian

yang

hin

tidak

ada

kejehsan

dan

dahm kebingungan;

[5)

ada

mahasiswa

yang

senang

(enjoy)

dengan

proses

pengenahn

dan

penemuan

dirinya,

sementara

yang

lain menohk

ide-ide

dan

cara-cara

baru

pemahaman

diri

dalam

dunia

kerja;

dan

(6)

beberapa mahasiswa

senang dengan

gagasan-gagasan

yang

dimilikinya

tetapi

sulit membuat

keputusan,

sementara

beberapa orang yang

lain

segera

ingin

mengambil

keputrrsan

tetapi

tanpa

refhksi

yang

hati-hati.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Undang-undang 37 tahun 2008 Ombudsman Republik Indonesia pasal 1 Ombudsman adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, Majelis Hakim tidak melihat adanya halangan signifikan atas diri Tergugat untuk menjadi pengasuh atas

[r]

Untuk memperoleh gelar Doktor dalam Bidang Ilmu Hukum Pada Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).. Dipertahankan pada tanggal 20 Januari 2017 Di Universitas Islam

dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Materi. Pokok Menyampaikan Pesan kelas V SDN

Program prioritas pada urusan perencanaan pembangunan pada tahun 2014 adalah Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan kegiatan prioritas Penyusunan RKPD, Koordinasi

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. © Iman Ahmad Zarkasyi 2014

Faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas kerja karyawan. antara lain adalah motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi