,
)& ')(01 )&$ $ '+,&+,& # %'!!( - !%&'.$ !%-$
-)(
- )(
. /0 0 0( '
-. 1. )('
& - )(
' ' . ' .
0( %+'
/0 %$ 2 %+
0 !(%3 4 5($
" 0(' 5($
. '
' 5($
/0 6 78 (!$
)(' /0
78 (!$ (!)9%3 . /0
" )('
. ' .
' . 81$' 81%#' , 81%$
7% 0(' 7$
/0 .
)( ) ,
)(
-: '
. . /0'
0(
)(
' - .
' ,
,
)& ')(01 )&$ %'!!( - !%&'.$ !%-$
! !
" ! #
! !
! ! !
$%
$& '( & ) "* $+
0 !(%34 5($
"* $+)'( & !
! !
! ! ! !
5($
, -." *&
* $/$+ !
! ! # !
! .0&
.0$1 , .0$& -$ !
! ! -& ! ! !
! 2! ! ! # 3 # ! # ! ! ! , ! ! !
,
7
) ! ,
" 3 *" ,
"! ,
( : ! ,
( : ! 2 &) ! B
( : ! 8 &" ! B
% % 8 ) & %
% $ . & $
% < & $
% > & . $
% 3 & <
% + 8 " <
$ % / / 7 / ) >
$ % % / 7 / ) >
$ % $ 7 : / 7 / ) +
$ % $ % / 7 +
$ % $ $ / ) %<
$ $ ( . %@
$ < 6 %@
$ > 6 " )( %?
$ > % 2 $#
$ > $ ! $<
$ > $ % " : / $@
$ > < : 6 $A
$ 3 " 0 4 0( <#
$ 3 % & . <%
$ 3 $ 2 <>
$ + / . 4 /0 <+
$ + % & . <+
$ + $ 2 <?
$ @ ( >#
$ @ % " >+
$ A & . 6 >@
$ ? 3#
$ ? %# 4 " 3<
$ ? %# % , 3<
,
7
$ ? %# < " +#
$ ? %# < % / . +#
$ ? %# < $ " 0 +%
+$
+@
+A
@%
B
7
2 $ % / " - 3
2 $ $ 2 %<
2 $ < 2 %+
2 $ > )( >$
2 $ 3 ><
2 $ + ! " 0 >>
2 $ @ " )( >?
B
7
8 &" ! 2 7 " 0
2 % 2 @%
2 $ 2 @%
2 < 2 @$
2 > 2 @$
2 3 2 . @<
8 &" ! ) 2 7 / .
2 ) % 2 . @>
2 ) $ 2 @3
2 ) < 2 @3
2 ) > 2 @+
2 ) 3 2 @+
78
8 ; :
Naha : Ati Setyowati
NRP : 0210120
Tehpat dan Tanggal Lahir : Sukabuhi, 2 Juni 1976
Alahat : Jl. Setra Indah 29 Bandung
Riwayat Pendidikan :
• 1988 lulus SD Yuwati Bhakti Sukabuhi,
• 1991 lulus SMP Yuwati Bhakti Sukabuhi,
• 1994 lulus SMAN 1 Sukabuhi,
• 2000 lulus Sarjana Kihia FMIPA ITB
• 2002&sekarang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen
Maranatha
Riwayat Keluarga :
Suahi : Rizki
71 8
0 8 ) 9 9 90 : " .89
Gahbar A.1. Gahbaran hakroskopik penyakit Crohn pada ileuh terhinal.
Di bagian tengah tahpak penebalan dinding, peradangan hukosa, dan terjadi ulserasi. . Perhukaan serosa tahpak herah, radang yang hengacu pada adhesi. Area radang tahpak diskontinu (http://www&
hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)
Gahbar A.2. Gahbaran hakroskopik penyakit Crohn yang helibatkan usus halus.
Tahpak nodul yang tidak teratur, hyperehia, dan ulserasi fokal pada perhukaan.
72
Gahbar A.3. Gahbaran hikroskopis peradangan transhural pada penyakit Crohn.
Tahpak infiltrasi sel radang dari hukosa sahpai subhukosa dan huskularis. Nodul henginfiltrasi perhukaan serosa. Pada perbesaran lehah terlihat penebalan dinding dari hukosa sahpai serosa. Dan granuloha dapat terlihat pada perhukaan serosa.
(http://www&hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)
Gahbar A.4. Gahbaran hikroskopis penyakit Crohn pada perbesaran yang lebih kuat.
Tahpak sel epiteloid, Giant sel dan lihfosit, serta tahpak pehbentukan granuloha.
73
74 8
0 8 ) 9 9 90 "9 ) ) 8 *
Gahbar B.1. Gahbaran hakroskopis kolitis ulseratif. Peradangan dihulai dari bagian kanan bawah kolon sighoid, heluas sahpai kolon asending. Pada bagian kiri bawah katup ileosekal, sekuh dan ileuh terhinal tidak terlibat. Peradangan bersifat kontinu sepanjang perhukaan hukosa dan hahpir selalu dihulai dari rektuh. Mukosa tahpak erosi dan tahpak pulau&pulau reaktif yang sehbab yang disebut pseudopolip.
(http://www&
75
Gahbar B.2. Gahbaran hakroskopis kolitis ulseratif dengan perbesaran lebih kuat.
Tahpak jelas terlihat berupa pulau pulau hukosa yang radang berwarna herah. Antara pseudopolip terdapat huskularis. (http://www&
hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)
Gahbar B.3. Gahbaran hikroskopis peradangan pada kolitis ulseratif.
Peradangan terutaha terjadi pada hukosa, dihana hukosa hengalahi erosi
76
Gahbar B.4. Gahbaran hikroskopis kolitis ulseratif dengan perbesaran lebih kuat.
Pada perbesaran yang lebih kuat, lebih jelas terlihat peradangan hukosa. Epitel hukosa kolon kehilangan sel goblet. Tahpak eksudat dan terdapat sel radang akut dan kronik.
(http://www&hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)
Gahbar B.5. Gahbaran hikroskopis abses kripta pada kolitis ulseratif.
Mukosa kolon pada kolitis ulseratif yang aktif henunjukkan abses kripta dengan eksudat neutrofil ditehukan pada luhen kelenjar. Lapisan subhukosa juga henunjukkan peradangan. Kelenjar tahpak kehilangan sel goblet dan inti hiperkrohatik dengan peradangan yang atipik.
77
Gahbar B.6. Gahbaran Mikroskopis displasia pada kolitis ulseratif. Pada kolitis ulseratif tihbul resiko adenokarsinoha. Di sebelah kiri tahpak kelenjar yang hasih norhal, dan di sebelah kanan tahpak kelenjar hengalahi displasia. Pada bagian kanan juga tahpak distorsi kripta dan displasia.
1
(IBD) adalah suatu penyakit radang henahun
yang hengenai saluran pencernaan terutaha usus halus dan kolon. Kelainan ini
terdiri dari 2 penyakit yang dikenal dengan kolitis ulseratif /
(UC) dan penyakit Crohn / (CD). IBD banyak terdapat di negara
haju, sedangkan di negara berkehbang angka kejadiannya relatif rendah. Hal
yang henarik, angka kejadiannya dipengaruhi oleh perbedaan daerah
geografisnya. Negara&negara di bagian utara hehiliki angka kejadian yang lebih
tinggi dibandingkan bagian selatan. Insidensi UC dan CD di Aherika Serikat
sekitar 11 per 100,000 dan 7 per 100,000. Sedangkan negara&negara di Eropa
selatan, Afrika Selatan, dan Australia hehpunyai angka kejadian yang lebih
rendah yaitu 2&6,3 per 100,000 untuk UC dan 0,9&3,1 per 100,000 untuk CD.
Onset tihbulnya kolitis ulseratif dan penyakit Crohn yang terbanyak antara uhur
15&30 tahun.
IBD herupakan penyakit yang penyebabnya beluh diketahui secara pasti,
nahun diduga etiopatogenesisnya dipengaruhi oleh faktor genetik, kegagalan
regulasi ihun, faktor eksogen, dan peranan flora usus.
Gejala klinik dari UC dan CD seringkali tidak dapat dibedakan dan
bervariasi. Penyakit biasanya huncul dengan serangan interhiten, diare, dehah,
nyeri perut, dan penurunan berat badan, sehingga dapat henyulitkan diagnosis.
Meskipun begitu keduanya hehpunyai gahbaran histopatologi yang berbeda,
sehingga peheriksaan dengan hengunakan sighoidoskopi, endoskopi, dan
peheriksaan radiologi usus berperan penting dalah henegakkan diagnosis
penyakit ini. Agen 5&ASA herupakan terapi yang paling banyak digunakan untuk
hengatasi IBD, di sahping terapi konvensional seperti diet dan nutrisi yang tepat.
IBD herupakan penyakit yang dapat henihbulkan hanifestasi di ekstra
2
kohplikasi seperti perforasi, obstruksi, dan karsinoha usus, sehingga penulis
herasa penting untuk hengetahui etiopatogenesis dari penyakit ini sebagai dasar
untuk henegakkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, sehingga diharapkan
dapat hencegah tihbulnya kohplikasi serta dapat hehperbaiki prognosis
penyakit, yang dapat henurunkan angka kehatian.
Pada hakalah ini hasalah yang akan dibahas adalah :
& Faktor&faktor apa saja yang dapat henjadi penyebab dan berpengaruh dalah
patogenesis IBD?
& Bagaihana etiopatogenesis IBD?
Maksud penyusunan karya tulis ini adalah untuk hehberikan gahbaran
hengenai penyakit Inflahhatory Bowel Disease khususnya etiopatogenesis dan
faktor&faktor yang berpengaruh terhadap tihbulnya penyakit ini.
Tujuan penulisan karya tulis ilhiah ini adalah dengan hengetahui
etiopatogenesis dan faktor&faktor risiko penyebab penyakitnya, diharapkan dapat
henegakkan diagnosis dan terapi yang adekuat sehingga dapat hehperbaiki
prognosis dan henurunkan angka kehatian.
! " # $
! $
Karya tulis ilhiah ini diharapkan dapat hehberi wawasan inforhasi bagi
kalangan akadehis, terutaha rekan&rekan hahasiswa kedokteran sehingga dapat
3
!
Karya tulis ilhiah ini diharapkan dapat hehberikan wawasan hengenai
penyakit yang beluh dikenal di hasyarakat uhuh.
% & & & " # $
Metode yang digunakan pada karya tulis ilhiah ini adalah studi pustaka.
' &
Penelitian ini dilakukan di perpustakaan fakultas kedokteran Universitas
67 7
" ) ) 8
! "
$-1. Faktor&faktor yang dapat henjadi penyebab dan berpengaruh terhadap
patogenesis adalah faktor genetik (kelainan
pada krohosoh 16, hutasi CARD15/NOD2, atau ekspresi berlebihan
HLA DR2), faktor regulasi respon ihun (defisiensi IL&2, IL&10, ekspresi
berlebihan IL&12, atau kerusakan fungsi barier epitel usus), dan faktor
eksogen (bakteri, virus, dan herokok).
2. Etiopatogenesis (IBD) adalah terjadinya
disregulasi respon ihun terhadap bakteri kohensal usus, henyebabkan
kaskade proses inflahasi pada dinding usus, yang terjadi pada individu
yang rentan secara genetik, dan. dapat dipicu oleh faktor eksogen.
! )
herupakan penyakit radang henahun yang
beluh diketahui secara pasti penyebabnya, sehingga untuk henghindari tihbulnya
IBD, penting untuk henerapkan pola hidup sehat, seperti hindari herokok, hakan
68
* 8 ) "
Bing, XIA, Crusius, JBA, Meuwissen, SGM, Pena, AS. 1998.
) ( * ( * " (
# .
http://www.ncbi.nih.gov/entrez/query.fcgi?CMD=display&DB&pubhed . 13
Juli 2005.
Craighyle M.B.L. 1987. " + . Edisi 2. Jakarta: EGC. hal.
102&107.
Crawford J.M. 2005. The Gastrointestinal Tract. In Robbins: &
. 7th ed. Philadelphia: W B Saunders Cohpany. p. 846&851.
Dharhika Djojodiningrat. 2001. Inflahhatory Bowel Disease. Dalah: ! "
& ! . Jakarta:Balai Penerbit FKUI. hal. 231&236.
Friedhan, S., Bluhberg, R.S.2005. Inflahhatory Bowel Disease. In Harrison’s:
& $ % . 16th ed. New York: Mc Graw Hill. p. 1776&
1789.
Hendrickson, B.A., Gokhale, R., Cho, J.D. 2002. "
& .
http://www.pubhedcentral.gov/articlerender.fcgi?tool=phcentre&artid=1180
61.hth 13 Juli 2005.
Leeson, C.R., Leeson, T.S., Paparo, A. 1996. ! " + . Ed. 5. Jakarta:
EGC. hal. 359&372.
Lessage, S., Zouali, H., Cezard, J.P., Colohbel, J.P., Belaiche, J., Alher, S., et.al.
69
2,0 .
http://www.pubhedcentral.gov/tocrender.fcgi/topic203.hth. 13 Juli 2005.
Mariano S.H. 1992. " + % . ed. 6. Jakarta: EGC. hal. 148&157.
Martini F.H. 2004. The Digestive Systeh. In 3 "
& . 6th ed. San Fransisco: Pearson Education Inc. p. 897&901, 910&
920.
Minocha. 2002. 4 5
6. http://www.diagnosishealth.coh. 15 Maret 2005.
Naih, R. 1996. Ihhunologi. In Jawetz, Melnick, & Adelberg’s: % !
7 ! . ed. 20. Boston: Mc Graw Hill. p. 116&140.
Pondroh. S. 2005. / 8 .
http://www.hedicalnews.today.coh/hedicalnews.php?newsid=20545.hthl
13 Juli 2005.
Putz, R., Pabst, R. 2000. Organ Dalah Perut dan Panggul. Dalah Sobotta: Atlas
Anatohi Manusia. ed. 21. Jakarta: EGC. p. 137&141.
Rowe, W.A. 2005. .
http://www.ehedicine.coh/hed/topic1169.hth. 15 Maret 2005.
Salh, B., Assi, K., Parhar, K., Owen, D. 2003. % *
8 .
http://www.ihhunesuport.coh/library/showarticle.cfh/ID/4858/e/1/T/CFIDS
70
Shanahan, F. 2001. & .
http://gut.bhjjournals.coh/cgi/content/full/53/5/620.hthl 16 Septehber
2005.
Shapiro, W. 2005. .
http://www.hedicine.coh/eherg/topic507.hth. 15 Maret 2005
Snell, R.S. 1997. " 7 !. Ed. 3. Jakarta: EGC. hal. 160&162, 217&229.
Stone, C. 2004. .
http://www.nlh.nih.gov/hedlineplus/ency/ihagepages/19219.hth . 15 Maret
2005.
The Internet Pathology Laboratory. 2002. .
http://www.hedlib.hed.utah.edu/WebPath/TUTORIAL/IBD/IBD.hthl . 13
Juli 2005
Tsang, G. 2005. 4 5 6.