• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etiopatogenesis Inflammatory Bowell Disease (Studi Pustaka).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Etiopatogenesis Inflammatory Bowell Disease (Studi Pustaka)."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

,

)& ')(01 )&$ $ '+,&+,& # %'!!( - !%&'.$ !%-$

-)(

- )(

. /0 0 0( '

-. 1. )('

& - )(

' ' . ' .

0( %+'

/0 %$ 2 %+

0 !(%3 4 5($

" 0(' 5($

. '

' 5($

/0 6 78 (!$

)(' /0

78 (!$ (!)9%3 . /0

" )('

. ' .

' . 81$' 81%#' , 81%$

7% 0(' 7$

/0 .

)( ) ,

)(

-: '

. . /0'

0(

)(

' - .

' ,

(2)

,

)& ')(01 )&$ %'!!( - !%&'.$ !%-$

! !

" ! #

! !

! ! !

$%

$& '( & ) "* $+

0 !(%34 5($

"* $+)'( & !

! !

! ! ! !

5($

, -." *&

* $/$+ !

! ! # !

! .0&

.0$1 , .0$& -$ !

! ! -& ! ! !

! 2! ! ! # 3 # ! # ! ! ! , ! ! !

(3)

,

7

) ! ,

" 3 *" ,

"! ,

( : ! ,

( : ! 2 &) ! B

( : ! 8 &" ! B

% % 8 ) & %

% $ . & $

% < & $

% > & . $

% 3 & <

% + 8 " <

$ % / / 7 / ) >

$ % % / 7 / ) >

$ % $ 7 : / 7 / ) +

$ % $ % / 7 +

$ % $ $ / ) %<

$ $ ( . %@

$ < 6 %@

$ > 6 " )( %?

$ > % 2 $#

$ > $ ! $<

$ > $ % " : / $@

$ > < : 6 $A

$ 3 " 0 4 0( <#

$ 3 % & . <%

$ 3 $ 2 <>

$ + / . 4 /0 <+

$ + % & . <+

$ + $ 2 <?

$ @ ( >#

$ @ % " >+

$ A & . 6 >@

$ ? 3#

$ ? %# 4 " 3<

$ ? %# % , 3<

(4)

,

7

$ ? %# < " +#

$ ? %# < % / . +#

$ ? %# < $ " 0 +%

+$

+@

+A

@%

(5)

B

7

2 $ % / " - 3

2 $ $ 2 %<

2 $ < 2 %+

2 $ > )( >$

2 $ 3 ><

2 $ + ! " 0 >>

2 $ @ " )( >?

(6)

B

7

8 &" ! 2 7 " 0

2 % 2 @%

2 $ 2 @%

2 < 2 @$

2 > 2 @$

2 3 2 . @<

8 &" ! ) 2 7 / .

2 ) % 2 . @>

2 ) $ 2 @3

2 ) < 2 @3

2 ) > 2 @+

2 ) 3 2 @+

(7)

78

8 ; :

Naha : Ati Setyowati

NRP : 0210120

Tehpat dan Tanggal Lahir : Sukabuhi, 2 Juni 1976

Alahat : Jl. Setra Indah 29 Bandung

Riwayat Pendidikan :

• 1988 lulus SD Yuwati Bhakti Sukabuhi,

• 1991 lulus SMP Yuwati Bhakti Sukabuhi,

• 1994 lulus SMAN 1 Sukabuhi,

• 2000 lulus Sarjana Kihia FMIPA ITB

• 2002&sekarang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen

Maranatha

Riwayat Keluarga :

Suahi : Rizki

(8)

71 8

0 8 ) 9 9 90 : " .89

Gahbar A.1. Gahbaran hakroskopik penyakit Crohn pada ileuh terhinal.

Di bagian tengah tahpak penebalan dinding, peradangan hukosa, dan terjadi ulserasi. . Perhukaan serosa tahpak herah, radang yang hengacu pada adhesi. Area radang tahpak diskontinu (http://www&

hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)

Gahbar A.2. Gahbaran hakroskopik penyakit Crohn yang helibatkan usus halus.

Tahpak nodul yang tidak teratur, hyperehia, dan ulserasi fokal pada perhukaan.

(9)

72

Gahbar A.3. Gahbaran hikroskopis peradangan transhural pada penyakit Crohn.

Tahpak infiltrasi sel radang dari hukosa sahpai subhukosa dan huskularis. Nodul henginfiltrasi perhukaan serosa. Pada perbesaran lehah terlihat penebalan dinding dari hukosa sahpai serosa. Dan granuloha dapat terlihat pada perhukaan serosa.

(http://www&hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)

Gahbar A.4. Gahbaran hikroskopis penyakit Crohn pada perbesaran yang lebih kuat.

Tahpak sel epiteloid, Giant sel dan lihfosit, serta tahpak pehbentukan granuloha.

(10)

73

(11)

74 8

0 8 ) 9 9 90 "9 ) ) 8 *

Gahbar B.1. Gahbaran hakroskopis kolitis ulseratif. Peradangan dihulai dari bagian kanan bawah kolon sighoid, heluas sahpai kolon asending. Pada bagian kiri bawah katup ileosekal, sekuh dan ileuh terhinal tidak terlibat. Peradangan bersifat kontinu sepanjang perhukaan hukosa dan hahpir selalu dihulai dari rektuh. Mukosa tahpak erosi dan tahpak pulau&pulau reaktif yang sehbab yang disebut pseudopolip.

(http://www&

(12)

75

Gahbar B.2. Gahbaran hakroskopis kolitis ulseratif dengan perbesaran lebih kuat.

Tahpak jelas terlihat berupa pulau pulau hukosa yang radang berwarna herah. Antara pseudopolip terdapat huskularis. (http://www&

hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)

Gahbar B.3. Gahbaran hikroskopis peradangan pada kolitis ulseratif.

Peradangan terutaha terjadi pada hukosa, dihana hukosa hengalahi erosi

(13)

76

Gahbar B.4. Gahbaran hikroskopis kolitis ulseratif dengan perbesaran lebih kuat.

Pada perbesaran yang lebih kuat, lebih jelas terlihat peradangan hukosa. Epitel hukosa kolon kehilangan sel goblet. Tahpak eksudat dan terdapat sel radang akut dan kronik.

(http://www&hedlib.hed.utah.edu/webpath/tutorial/IBD/IBD.hthl)

Gahbar B.5. Gahbaran hikroskopis abses kripta pada kolitis ulseratif.

Mukosa kolon pada kolitis ulseratif yang aktif henunjukkan abses kripta dengan eksudat neutrofil ditehukan pada luhen kelenjar. Lapisan subhukosa juga henunjukkan peradangan. Kelenjar tahpak kehilangan sel goblet dan inti hiperkrohatik dengan peradangan yang atipik.

(14)

77

Gahbar B.6. Gahbaran Mikroskopis displasia pada kolitis ulseratif. Pada kolitis ulseratif tihbul resiko adenokarsinoha. Di sebelah kiri tahpak kelenjar yang hasih norhal, dan di sebelah kanan tahpak kelenjar hengalahi displasia. Pada bagian kanan juga tahpak distorsi kripta dan displasia.

(15)

1

(IBD) adalah suatu penyakit radang henahun

yang hengenai saluran pencernaan terutaha usus halus dan kolon. Kelainan ini

terdiri dari 2 penyakit yang dikenal dengan kolitis ulseratif /

(UC) dan penyakit Crohn / (CD). IBD banyak terdapat di negara

haju, sedangkan di negara berkehbang angka kejadiannya relatif rendah. Hal

yang henarik, angka kejadiannya dipengaruhi oleh perbedaan daerah

geografisnya. Negara&negara di bagian utara hehiliki angka kejadian yang lebih

tinggi dibandingkan bagian selatan. Insidensi UC dan CD di Aherika Serikat

sekitar 11 per 100,000 dan 7 per 100,000. Sedangkan negara&negara di Eropa

selatan, Afrika Selatan, dan Australia hehpunyai angka kejadian yang lebih

rendah yaitu 2&6,3 per 100,000 untuk UC dan 0,9&3,1 per 100,000 untuk CD.

Onset tihbulnya kolitis ulseratif dan penyakit Crohn yang terbanyak antara uhur

15&30 tahun.

IBD herupakan penyakit yang penyebabnya beluh diketahui secara pasti,

nahun diduga etiopatogenesisnya dipengaruhi oleh faktor genetik, kegagalan

regulasi ihun, faktor eksogen, dan peranan flora usus.

Gejala klinik dari UC dan CD seringkali tidak dapat dibedakan dan

bervariasi. Penyakit biasanya huncul dengan serangan interhiten, diare, dehah,

nyeri perut, dan penurunan berat badan, sehingga dapat henyulitkan diagnosis.

Meskipun begitu keduanya hehpunyai gahbaran histopatologi yang berbeda,

sehingga peheriksaan dengan hengunakan sighoidoskopi, endoskopi, dan

peheriksaan radiologi usus berperan penting dalah henegakkan diagnosis

penyakit ini. Agen 5&ASA herupakan terapi yang paling banyak digunakan untuk

hengatasi IBD, di sahping terapi konvensional seperti diet dan nutrisi yang tepat.

IBD herupakan penyakit yang dapat henihbulkan hanifestasi di ekstra

(16)

2

kohplikasi seperti perforasi, obstruksi, dan karsinoha usus, sehingga penulis

herasa penting untuk hengetahui etiopatogenesis dari penyakit ini sebagai dasar

untuk henegakkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, sehingga diharapkan

dapat hencegah tihbulnya kohplikasi serta dapat hehperbaiki prognosis

penyakit, yang dapat henurunkan angka kehatian.

Pada hakalah ini hasalah yang akan dibahas adalah :

& Faktor&faktor apa saja yang dapat henjadi penyebab dan berpengaruh dalah

patogenesis IBD?

& Bagaihana etiopatogenesis IBD?

Maksud penyusunan karya tulis ini adalah untuk hehberikan gahbaran

hengenai penyakit Inflahhatory Bowel Disease khususnya etiopatogenesis dan

faktor&faktor yang berpengaruh terhadap tihbulnya penyakit ini.

Tujuan penulisan karya tulis ilhiah ini adalah dengan hengetahui

etiopatogenesis dan faktor&faktor risiko penyebab penyakitnya, diharapkan dapat

henegakkan diagnosis dan terapi yang adekuat sehingga dapat hehperbaiki

prognosis dan henurunkan angka kehatian.

! " # $

! $

Karya tulis ilhiah ini diharapkan dapat hehberi wawasan inforhasi bagi

kalangan akadehis, terutaha rekan&rekan hahasiswa kedokteran sehingga dapat

(17)

3

!

Karya tulis ilhiah ini diharapkan dapat hehberikan wawasan hengenai

penyakit yang beluh dikenal di hasyarakat uhuh.

% & & & " # $

Metode yang digunakan pada karya tulis ilhiah ini adalah studi pustaka.

' &

Penelitian ini dilakukan di perpustakaan fakultas kedokteran Universitas

(18)

67 7

" ) ) 8

! "

$-1. Faktor&faktor yang dapat henjadi penyebab dan berpengaruh terhadap

patogenesis adalah faktor genetik (kelainan

pada krohosoh 16, hutasi CARD15/NOD2, atau ekspresi berlebihan

HLA DR2), faktor regulasi respon ihun (defisiensi IL&2, IL&10, ekspresi

berlebihan IL&12, atau kerusakan fungsi barier epitel usus), dan faktor

eksogen (bakteri, virus, dan herokok).

2. Etiopatogenesis (IBD) adalah terjadinya

disregulasi respon ihun terhadap bakteri kohensal usus, henyebabkan

kaskade proses inflahasi pada dinding usus, yang terjadi pada individu

yang rentan secara genetik, dan. dapat dipicu oleh faktor eksogen.

! )

herupakan penyakit radang henahun yang

beluh diketahui secara pasti penyebabnya, sehingga untuk henghindari tihbulnya

IBD, penting untuk henerapkan pola hidup sehat, seperti hindari herokok, hakan

(19)

68

* 8 ) "

Bing, XIA, Crusius, JBA, Meuwissen, SGM, Pena, AS. 1998.

) ( * ( * " (

# .

http://www.ncbi.nih.gov/entrez/query.fcgi?CMD=display&DB&pubhed . 13

Juli 2005.

Craighyle M.B.L. 1987. " + . Edisi 2. Jakarta: EGC. hal.

102&107.

Crawford J.M. 2005. The Gastrointestinal Tract. In Robbins: &

. 7th ed. Philadelphia: W B Saunders Cohpany. p. 846&851.

Dharhika Djojodiningrat. 2001. Inflahhatory Bowel Disease. Dalah: ! "

& ! . Jakarta:Balai Penerbit FKUI. hal. 231&236.

Friedhan, S., Bluhberg, R.S.2005. Inflahhatory Bowel Disease. In Harrison’s:

& $ % . 16th ed. New York: Mc Graw Hill. p. 1776&

1789.

Hendrickson, B.A., Gokhale, R., Cho, J.D. 2002. "

& .

http://www.pubhedcentral.gov/articlerender.fcgi?tool=phcentre&artid=1180

61.hth 13 Juli 2005.

Leeson, C.R., Leeson, T.S., Paparo, A. 1996. ! " + . Ed. 5. Jakarta:

EGC. hal. 359&372.

Lessage, S., Zouali, H., Cezard, J.P., Colohbel, J.P., Belaiche, J., Alher, S., et.al.

(20)

69

2,0 .

http://www.pubhedcentral.gov/tocrender.fcgi/topic203.hth. 13 Juli 2005.

Mariano S.H. 1992. " + % . ed. 6. Jakarta: EGC. hal. 148&157.

Martini F.H. 2004. The Digestive Systeh. In 3 "

& . 6th ed. San Fransisco: Pearson Education Inc. p. 897&901, 910&

920.

Minocha. 2002. 4 5

6. http://www.diagnosishealth.coh. 15 Maret 2005.

Naih, R. 1996. Ihhunologi. In Jawetz, Melnick, & Adelberg’s: % !

7 ! . ed. 20. Boston: Mc Graw Hill. p. 116&140.

Pondroh. S. 2005. / 8 .

http://www.hedicalnews.today.coh/hedicalnews.php?newsid=20545.hthl

13 Juli 2005.

Putz, R., Pabst, R. 2000. Organ Dalah Perut dan Panggul. Dalah Sobotta: Atlas

Anatohi Manusia. ed. 21. Jakarta: EGC. p. 137&141.

Rowe, W.A. 2005. .

http://www.ehedicine.coh/hed/topic1169.hth. 15 Maret 2005.

Salh, B., Assi, K., Parhar, K., Owen, D. 2003. % *

8 .

http://www.ihhunesuport.coh/library/showarticle.cfh/ID/4858/e/1/T/CFIDS

(21)

70

Shanahan, F. 2001. & .

http://gut.bhjjournals.coh/cgi/content/full/53/5/620.hthl 16 Septehber

2005.

Shapiro, W. 2005. .

http://www.hedicine.coh/eherg/topic507.hth. 15 Maret 2005

Snell, R.S. 1997. " 7 !. Ed. 3. Jakarta: EGC. hal. 160&162, 217&229.

Stone, C. 2004. .

http://www.nlh.nih.gov/hedlineplus/ency/ihagepages/19219.hth . 15 Maret

2005.

The Internet Pathology Laboratory. 2002. .

http://www.hedlib.hed.utah.edu/WebPath/TUTORIAL/IBD/IBD.hthl . 13

Juli 2005

Tsang, G. 2005. 4 5 6.

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi mulut yang tidak sehat yang mengakibatkan gingivitis, perdarahan gusi, penyakit periodontium dan abses yang berakibat pembusukan gigi dapat menimbulkan bakteriemia yang

Sedangkan manfaat sosial untuk masyarakat awam dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk membantu kalangan awam lebih mamahami proses terjadinya Miokard Infark dan

Karena sering terjadi salah atau tidak terdiagnosisnya penyakit TVD, maka disarankan agar para dokter dan mahasiswa fakultas kedokteran lebih memperdalam pengetahuannya

Pada penyakit yang masih aktif, paraplegia terjadi karena tekanan ekstradural dari abses paravertebral atau kerusakan langsung sumsum tulang belakang oleh adanya

Pada penyakit yang masih aktif, paraplegia terjadi karena tekanan ekstradural dari abses paravertebral atau kerusakan langsung sumsum tulang belakang oleh adanya

Salah satu perhatian dari aspek keamanan pangan dan kesehatan masyarakat terhadap pangan asal hewan akhir-akhir ini adalah penyakit hewan yang dapat ditularkan melalui

Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah atau kotoran lubang fistula, dan dari lubang fistula

Abses otak dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari fokus infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh, atau secara langsung seperti trauma