1 BAB III
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN PENGADILAN NOMOR 12/PDT.G/2018/PN MBN
A. Fakta Persidangan Dalam Perkara Nomor12/Pdt.G/2018/PN Mbn
Bahwa dalam gugatannya Penggugat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap A. Roni Bin A Kasim sebagai Tergugat I, Lurah Kelurahan Muara jangga sebagai Tergugat II, lembaga adat Kecamatan bathin sebagai Tergugat III. Bahwa Penggugat ada memiliki tanah yang terletak di RT 8 desa jangga Kecamatan batin XXIV kabupaten Batanghari yang mana lokasinya nya sebelah utara berbatasan dengan tanah sarmidi dan sarbin, sebelah selatan berbatasan dengan sai. Puan kecil, sebelah timur berbatasan dengan tanah Hm Yusuf, sebelah barat berbatasan dengan tanda damar dan Supar.
Bahwa sebidang tanah tersebut menggugat peroleh dengan cara membeli dari bapak Ibrahim pada tahun 1995 semenjak dibeli dan sampai saat ini Penggugat kuasai secara terus menerus dan telah dibuat oleh Penggugat surat penyertaan penguasaan fisik bidang Tanah (SPORADIK) tanggal 18 November 2016 atas nama Nurhikmah (Penggugat)
Bahwa sejak tahun 2015 Tergugat I sering mengganggu tanah milik Penggugat, yang mana diperkuat lagi oleh tindakan dari Tergugat II dan Tergugat III.Bahwa berdasarkan peta lokasi Kabupaten Batanghari lokasi tanah milik Tergugat terletak di desa jaga sedangkan yang dimaksud oleh para Tergugat tanah tersebut masuk desa muaro jangga, sehingga para Tergugat berasumsi tanah tersebut milik dari Tergugat I.
2
Berdasarkan bukti persidangan dilihat dari bukti-bukti surat serta saksi- saksi yang dihadirkan oleh Penggugat dan para Tergugat membuktikan bahwa berdasarkan fakta persidangan Tergugat I tidak dapat menunjukan bukti kepemilikan yang sah terhadap tanah yang telah diklaimnya. Tergugat I juga hanya menunjukan surat pernyataan yang tidak diketahui mengenai kebenarannya.
Bahwa berdasarkan fakta persidangan dari keseluruhan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Penggugat maupun Tergugat I, saksi-saksi menjelaskan bahwa lokasi tanah yang diklaim oleh Tergugat I berada di daerah Desa Jangga Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari.
Bahwa di atas tanah milik Penggugat yang diklaim oleh pihak Tergugat I saat ini sedang ada kegiatan penambangan batu bara oleh PT. Tegas Guna Mandiri, bahwa pada tanggal 25 November 2018 Tergugat I dan Tergugat III beserta rombongannya telah menghentikan paksa karyawan/ pekerja PT. TGM yang sedang bekerja di lokasi tanah milik Penggugat, penghentian paksa tersebut sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan hasil sidang lembaga adat kecamatan batin XXIV.
Berdasarkan fakta persidangan di hadapan Majelis Hakim yang terhormat saksi Nawawi, saksi Zaimah dan saksi Azrai telah menyatakan bahwa surat pernyataan yang ditandatangani saksi-saksi tersebut yang menyatakan bahwa Tergugat I telah membuka hutan yang terletak di Penampuian sejak tahun 1964 bukan ditulis langsung oleh saksi-saksi, melainkan telah disiapkan terlebih dahulu oleh keluarga dari Tergugat I berdasarkan cerita-cerita dari keluarga
3
Tergugat I, bukan pernyataan langsung oleh saksi-saksi, sehingga saksi-saksi langsung menandatangani surat pernyataan tersebut1.
Bahwa berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Penggugat menyatakan surat pernyataan yang dijadikan bukti oleh Tergugat I pada persidangan perkara Nomor 12/Pdt.G/2018/PN Mbn tersebut berbeda dengan surat pernyataan yang dijadikan bukti oleh Tergugat I pada sidang di lembaga adat kecamatan batin XXIV tanggal 17 Oktober 2018. Pada sidang lembaga adat semua surat pernyataan yang dijadikan bukti oleh Tergugat I termasuk surat pernyataan atas nama saksi Nawawi, saksi Zaimah dan saksi Azrai menyatakan bahwa Tergugat I telah membuka hutan di Penampuian sejak tahun 1982 dan bukti-bukti surat pernyataan tersebut telah dijadikan pertimbangan oleh lembaga adat pada sidang adat yang menetapkan dalam berita acara Nomor 28/LAD.KEC.BTN.XXIV/X/2018 bahwa tanah tersebut milik Tergugat I. Dengan demikian membuktikan bahwa seluruh surat pernyataan yang dijadikan bukti oleh Tergugat I merupakan surat pernyataan palsu.2
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Penggugat menyatakan dalam persidangan penggugat telah membuktikan Surat keterangan jual beli tanggal 26 Juli 1995, Surat penyertaan penguasaan fisik bidang Tanah (SPORADIK) tanggal 18 November 2016 atas nama Nurhikmah dan Sertifikat hak milik Nomor 339 atas nama Nurhikmah (Penggugat)3.
1Wawancara dengan Nurhikmah yang merupakan sebagai Penggugat, pada tanggal 24 September 2021.
2Wawancara dengan Nurhikmah yang merupakan sebagai Penggugat, pada tanggal 24 September 2021.
3 Wawancara dengan Nurhikmah yang merupakan sebagai Penggugat, pada tanggal 24 September 2021
4
Oleh karena itu sudah seharusnya terbukti bahwa Penggugat adalah pemilik sah tanah yang menjadi objek sengketa yang terletak di Desa Jangga.
Berdasarkan bukti surat keterangan jual beli tanggal 26 Juli 1995 Penggugat telah membeli sebidang kebun karet dan belukarnya dengan ukuran 8,5 Ha dari Bapak Ibrahim yang merupakan orang tua kandung dari Penggugat dan disaksikan atau disetujui langsung oleh anak-anak Bapak Ibrahim yang juga merupakan saudara kandung dari Penggugat.
Bahwa berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Tergugat I menyatakan disaat sidang lapangan Penggugat tidak dapat menyebutkan dengan jelas dan pasti terhadap lokasi tanah milik Penggugat yang dimaksudkannya tersebut, batas-batas yang dijelaskan oleh Penggugat berdasarkan Sporadik dan Sertifikat Hak Miliknya sangat berbeda dengan kondisi tanah pada saat sidang lapangan, dan batas-batas yang ada di dalam Sporadik dan Sertifikat Hak Miliknya tidak sama dengan kondisi tanah pada saat itu.4
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Penggugat menyatakan bahwa pada sidang lapangan Penggugat bukan tidak bisa menerangkan mengenai letak objek sengketa, dikarenakan kondisi tanag pada saat itu telah berubah dikarenakan adanya kegiatan tambang batu bara, seperti contohnya di dalam Sporadik ada berbatasan dengan sungai, namun pada sidang lapangan dikarenakan tela hada kegiatan tambang batu bara, sungai tersebut posisinya telah berubah5.
4 Wawancara dengan Aroni yang merupakan sebagai Tergugat I, pada tanggal 23 September 2021
5 Wawancara dengan Nurhikmah yang merupakan sebagai Penggugat, pada tanggal 24 September 2021
5
Adapun bukti-bukti yang dihadirkan oleh para Tergugat yaitu:
Bukti-bukti dari Tergugat I:
1. Foto surat-surat ketarangan IMAS TUMBANG tertanggal 01 Maret 2015 yang saya tandatangani dan di sahkan dan atau dikuatkan oleh kepala kelurahan Muara Jangga Narullah, SPd NIP. 195801211981011001. Bukti ini memberikan suatu penjelasan kronologi kepemilikan tanah terperkara selanjutnya disebut T.I.1.
2. Foto copy surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadic) No.
Reg. 593/41/03/-/2015 atas nama A. Roni tertanggal 17 Maret 2015 yang ditandatangani dan diketahui oleh lurah Muara Jangga. Serta oleh para saksi batas berbatasan. Bukti ini menjelaskan bahwa penguasaan yang dilakukan oleh Tergugat I (A. Roni) adalah penguasaan yang sah menurut hukum.
Selanjutnya disebut T.I.2
3. Foto copy surat pernyataan tua tua kampung dan pemilik tanah yang berbatasan tertanggal 17 Maret 2015 yang ditandatangani oleh Halabi ketua lembaga adat Muara Jangga dan saudara Pahmi selaku ketua Rt. 06 dan saudara Adilatasma. SP.d ketua lembaga pemberdayaan masyarakat Muara Jangga, serta ditanda tangani pemilik tanah yang berbatasan dan diketahui oleh kepala kelurahan Muara Jangga selanjutnya di T.I.3.
4. Foto copy surat pernyataan di bawah sumpah / janji atas nama A. Roni (Tergugat I) tertanggal 17 Maret 2015 yang diketahui oleh kepala kelurahan Muara Jangga, selanjutnya di sebut T.I.4.
5. Foto copy surat pernyataan penguasaan sebidang tanah dengan luas ± 31.200 M2 / 3,12 Hektar atas nama A. Roni (Tergugat I) tertanggal 17 Maret 2015 yang diketahui oleh kepala kelurahan muara jangga, dan
6
saudara Halabi ketua lembaga adat muara jangga dan adilatasma SP.d ketua lembaga pemberdayaan masyarakat muara jangga selanjutnya disebut T.I.5.
6. Foto copy surat keputusan lembaga adat kecamatan Batin XXIV Kabipaten lembaga Batanghari perihal penyampaian berita acara hasil sidang adat Tertanggal 18 Oktober 2018.
7. Foto copy surat pernyataan atas nama Sibawahi tertanggal 8 April 2015 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
8. Foto copy surat pernyataan atas nama saudara Syahpri tertanggal 8 Juli 2015 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
9. Foto copy surat pernyataan atas nama saudara Basit Bin Binti Asma tertanggal 16 November 2018 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
10. Foto copy surat pernyataan atas nama Abdullah Sani tertanggal 18 Desember 2018 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
11. Foto copy surat pernyataan atas nama Zaimah Sianang tertanggal 2 Oktober 2017 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
12. Foto copy surat pernyataan atas nama Azrai tertanggal 10 November 2018 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
7
13. Foto copy surat pernyataan atas nama Suratmi tertanggal 23 Desember 2018 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A.
Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
14. Foto copy surat pernyataan atas nama Hamdan tertanggal 7 April 2018 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
15. Foto copy surat pernyataan atas nama Nawawi tertanggal 8 Maret 2015 yang bersangkutan mengetahui perihal asal perolehan hak saudara A. Roni secara IMAS TUMBANG/ TERBAS SENDIRI.
Bukti surat Tergugat III
1. Foto copy surat dasar-dasar hukum adat Jambi yangmenjelaskan dasar dasar hukum adat provinsi jambi yang disebut induk undang-undang itu sendiri yang terdiri dari 5 macam yaitu, 1 . Titian teras bertangga batu (ketentuan yang bersumber dari hukum agama). 2. Cerminan tidak kabur. 3. Lantak nan tidak goyah. 4. Nan tidak lapuk karena hujan, tidak lekang karena panas. 5.
Kato seiyo.
2. Foto copy surat pengaduan ke lembaga adat kecamatan XXIV perihal penguasaan sebidang tanah milik A. Roni oleh Penggugat tertanggal 17 September 2018.
3. Foto copy surat pengantar kronologis keterangan proses verbal lembaga adat kecamatan batin XXIV Kabupaten Batanghari tertanggal 25 Desember 2018 perihal keterangan proses verbal yang ditandatangani oleh ketua lembaga adat dan sekretaris
8
4. Foto copy surat keputusan lembaga adat kecamatan batin XXIV Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi penyampaian berita acara hasil sidang tertanggal 18 Oktober 2018.
Bahwa selain ditemukannya fakta-faktu hukum di dalam persiangan, setelah dilakukannya pemeriksaan bukti-bukti dan saksi-saksi juga ditemukan fakta hukum terkait permasalahan antara Penggugat dengan para Tergugat.
Penggugatsaat ini mempunyai bukti kepemilikan yang sah mulai dari surat jual beli, Sporadik hingga sertifikat hak milik yang sah. Di dalam hukum agraria sertifikat hak milik sebagai alat bukti kepemilikan atau penguasaan yang sah atas tanah atau lahan.
Surat pernyataan yang di jadikan bukti oleh Tergugat I dalam persidangan yang telah terbukti bahwa surat pernyataan tersebut bukan orang yang bersangkutan langsung membuatnya pada prinsipnya surat pernyataan tersebut tidak mempunyai kekuatan pembuktian apapun dan bukan merupakan alat bukti yang sah. Yang merupakan alat bukti yang sah menurut hukum di dalam Pasal 1867 KUHPerdata adalah akta otentik yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang seperti akta notaris, sertifikat tanah, putusan pengadilan dan sebagainya yang memang dimaksudkan sebagai alat bukti.
Atau akta di bawah tangan yang dibuat oleh para pihak meski tidak dibuat atau diketahui oleh pejabat umum, asalkan itu diakui oleh para pihak. Di dalam persidangan berdasarkan keterangan saksi Nawawi, saksi Zaimah dan saksi Azrai telah mengakui bahwa surat pernyataan tersebut bukan saksi-saksi langsung yang membuat atau menulisnya, yang membuat atau menulis surat
9
pernyataan tersebut yaitu anak dan adik dari Tergugat I berdasarkan cerita dari anak dan adik dari Tergugat I.
Surat Imas Tumbang atau Terbas sendiri yang dikeluarkan oleh kelurahan Muara Jangga yang dimiliki oleh Tergugat I bukan merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah.Surat Imas Tumbang merupakan izin pembukaan lahan, sehingga tidak serta merta tanah tersebut menjadi milik pembuka lahan.
Penghentian pekerjaan terhadap pekerja PT. TGM oleh pihak Tergugat I dan Tergugat III beserta rombongannya merupakan perbuatan melawan hukum, di dalam Pasal 162 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara telah jelas mengatur bahwa Setiap orang yang merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK yang telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Bahwa dilihat dari fakta persidangan berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan oleh para Tergugat terlihat tidak ada yang membuktikan mengenai tanah tersebut milik dari Tergugat I, bahkan sebaliknya Penggugat telah membuktikan mengenai bukti kepemilik dari tanah objek sengketa tersebut dengan menghadirkan saksi-saksi serta bukti adanya Sertifikat Hak Milik Nomor 339 atas nama Nur Hikmah (Penggugat).
B. Pertimbangan Majelis Hakim Pada Putusan Pengadilan
10 Nomor12/Pdt.G/2018/PNMbn
Bahwa dalam perkara ini majelis hakim mengetahui maksud dan tujuan gugatan Penggugat yang mana ada pokoknya mengenai sengketa tanah yang terletak di RT 08 Desa Jangga Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.
Bukti kepemilikan Penggugat terhadap objek sengketa adalah surat sporadik yang mana Penggugat peroleh tanah tersebut dengan cara membeli dari bapak Ibrahim yaitu orang tua dari Penggugat pada tahun 1995. Namun ternyata tanah tersebut telah diakui sebagai milik dari Tergugat I oleh Tergugat I, selanjutnya Tergugat I telah mengajukan pengaduan kepada Tergugat II atas perbuatan Penggugat yaitu Lurah Kelurahan Muara jangga Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari, pengaduan tersebut dilaporkan oleh Tergugat I kepada Tergugat II karena menurut Tergugat I tanah tersebut milik dari Tergugat I. Selanjutnya Tergugat II melanjutkan pengaduan tersebut dari Tergugat I kepada Tergugat II yang mana Tergugat II adalah lembaga adat Kecamatan bathin XXIV Kabupaten Batang Hari.
Serta atas proses yang dilakukan oleh Tergugat III atas laporan yang dilakukan oleh Tergugat I kepada Tergugat II, Tergugat III sebagai lembaga adat telah membuat keputusan adat yang menyatakan Tergugat I sebagai pemilik tanah objek sengketa, Namun atau keputusan Tergugat III tersebut Penggugat tidak menerima Karena Penggugat tidak pernah dilibatkan dalam rapat ataupun pertemuan antara para Tergugat dan Penggugat oleh karena itu seluruh perbuatan para Tergugat tersebut merupakan perbuatan melawan hukum.
11
Dalam pertimbangan majelis hakim maka yang menjadi persengketaan antara kedua belah pihak adalah:
1. Apakah Penggugat adalah pemilik tanah objek sengketa?
2. Apakah benar para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum sehingga merugikan Penggugat
Menurut majelis hakim berdasarkan Pasal 283 Rbg Penggugat berkewajiban untuk membuktikan hal tersebut di atas. Penggugat dalam persidangan telah mengajukan bukti P-1 hingga bukti P-12 dan saksi- saksi yaitu:
1. M. Hudi
2. Ibnu Hajar Nurdin 3. Sarmidi
4. Sutoyo 5. Sukini
6. Al Mudarris Parlungan
Dalam persidangan seluruh bukti-bukti yang dihadirkan oleh Penggugat yaitu bukti surat dengan kode P-1, P-2, P-3, P-4, P-5 dan P-9 telah dicocokkan dan sesuai dengan aslinya serta bermaterai cukup sehingga dapat diterima sebagai alat bukti surat yang sah oleh Majelis Hakim.
Sedangkan bukti P-6 berupa video dan bukti P-7 dan P-8 berupa foto copy sesuai dengan legalisasi dari BPN Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi Gimana menurut keterangan kuasa Penggugat bukti P-7 dan P-8 aslinya ada di BPN Kabupaten Batanghari dan bukti P-10, P-11 dan bukti P-12 Hanya berupa foto kopi yang aslinya ada sama Tergugat satu. Selanjutnya Tergugat I itu telah mengajukan bukti berupa T.I- 1 sampai dengan T.I-19 dan saksi-saksi yaitu:
12 1. Nawawi Hz
2. Azrai 3. Jaimah
Selanjutnya Tergugat II untuk menguatkan dalil sangkakalanya telah mengajukan bukti dengan kode berupa T II-1 sampai dengan TII-8. Selain itu Tergugat III untuk menguatkan dalil sangkalan nya telah mengajukan bukti berupa bukti surat dengan kode TII I-1 sampai TIII-4.
Menimbang bahwa berdasarkan alat-alat bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak sebagaimana tersebut di dalam pertimbangan majelis hakim terdapat perbedaan penyebutan lokasi dan batas-batas objek sengketa, majelis hakim berpendapat agar di kemudian hari tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan eksekusi, apabila kelak perkaranya telah memiliki kekuatan hukum yang tetap (inkracht van gewijsde), Sebagaimana telah diatur dalam Pasal 180 ayat (1) dan (2) Rbg, serta Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 5 tahun 1994 Jo Surat edaran Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2001, dan untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh dari objek yang disengketakan baik mengenai letak luas dan batas-batasnya, majelis hakim telah melakukan pemeriksaan setempat terhadap objek sengketa pada hari Kamis tanggal 11 April 2019.
Berdasarkan pertimbangan majelis hakim mengenai hak milik dari Penggugat dapat diperoleh dengan perbuatan hukum jual beli hibah ataupun warisan, sebagaimana bukti surat yang dibuktikan oleh Penggugat dengan bukti bertanda P-1 adalah berupa surat keberatan atas sporadik NOMOR 20/MP/AIH/&ASS/V2015 tanggal 24 Maret 2015 dari kuasa Penggugat
13
atau tindakan Tergugat II yang telah mengeluarkan sporadik atas nama Tergugat I itu Sedangkan tanah tersebut diklaim sebagai pemilik Penggugat.
Berdasarkan bukti surat bertanda P-2 milik Penggugat adalah berupa surat tanggapan nomor 058/P/RFS &ASS/IX/2018 dari kuasa Penggugat kepada ketua Lembaga Adat Kecamatan Bathin XXIV in casu Tergugat III, dimana Penggugat tidak dapat memenuhi atau menghadiri undangan tersebut karena waktunya sangat singkat dan menurut kuasa Penggugat bahwa objek tanah yang disengketakan tidak berada di dalam kerja adat Kelurahan Muara jangga, akan tetapi berada dalam wilayah kerja adat desa jangga.
berdasarkan bukti surat dari Penggugat dengan berkode P-3 merupakan surat sanggahan dari kuasa Penggugat terhadap hasil sidang adat Kecamatan Bathin XXIV Nomor 28/LAD.KEC.BTN.XXIV/2018 tanggal 17 Oktober 2018 yang dikeluarkan oleh Tergugat III, dimana Penggugat menolak hasil sidang adat tersebut karena keputusan adat itu hanya didasarkan pada cerita orang dan surat pernyataan yang tidak beralasan hukum serta tanpa surat perolehan atau alas hak tanah yang jelas.
Selanjutnya majelis hakim mempertimbangkan bukti yang dihadirkan Penggugat pada persidangan keda kode P-4 berupa surat keberatan Penggugat atas keputusan Lembaga Adat Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batanghari Nomor 101/MP/AIH&ASS/XI/2018 atas pengaduan Tergugat I bahwa tanahnya telah diserobot oleh Penggugat.
Majelis hakim juga mempertimbangkan bukti P-5 milik Penggugat berupa sertifikat hak milik Nomor 339 tanggal 11 Januari 2019 atas nama Nur Hikmah yang merupakan milik Penggugat berupa tanah pertanian
14
seluas 49995 M2 yang terletak di desa jangga Kecamatan Batin XXIV kabupaten Batanghari dan bukti P-6 berupa video tentang perbuatan Tergugat I dan Tergugat III yang menghentikan pekerjaan di atas tanah objek sengketa selanjutnya bukti petunjuk berupa surat keterangan jual beli tanggal 26 juli 1995 antara Ibrahim dengan Penggugat atas tanah kebun seluas 8,5 hektar seharga Rp3.000.000 (tiga juta rupiah) dengan batas-batas sebelah barat berbatasan dengan tanah Dhaman dan Supar sebelah timur berbatasan dengan tanah H. M. Yusuf sebelah utara berbatasan dengan Sarmidi sebelah selatan berbatasan dengan Sungai penampuan yang berada di desa jaga.
Selanjutnya berupa bukti surat milik Penggugat dengan kode P-8 yaitu surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah tanggal 18 November 2010 atas nama Penggugat dan diketahui oleh Kepala Desa Jangga, bukti P-9 milik Penggugat berupa perjanjian kerjasama pengelolaan lahan antara PT.
Tegas Guna Mandiri dengan H. Zarkasi yaitu suami Penggugat tanggal 17 Agustus 2017 dan Azrai tanggal 10 November 2018 yang mana diterangkan bahwa Tergugat I mempunyai tanah di penampungan yang diperoleh dengan cara membuka hutan atau tebak sendiri pada tahun 1964 dan ditanami karet.
Menimbang bahwa dalam posita gugatan poin 1 dan poin 2 Penggugat menyatakan memiliki tanah di RT 08 desa jangga Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi yang diperoleh dengan cara membeli dari orang tua Penggugat yang bernama Ibrahim pada tahun 1995, dimana dalil ini dikuatkan dengan bukti petunjuk berupa surat keterangan jual beli tanah kebun karet seluas 8,5 hektar tanggal 26 juli 1995 dari penjual
15
Ibrahim kepada pembeli Nur Hikmah yaitu Penggugat dengan batas batas sebelah barat berbatas dengan tanah Danar dan Supar, sebelah timur berbatas dengan tanah H. M. Yusuf, sebelah utara berbatasan dengan tanah Sarmi di sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Penampuan yang terletak di Desa Jangga, dengan harga Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah), yang disaksikan oleh M. Tabri , Abdul Murad, Mualimin, paiman dan Hasan serta diketahui oleh Soekarno selaku kepala Desa Muara jangga.
Tanah kebun karet yang telah dibeli oleh Penggugat dari Ibrahim tersebut Lalu dibuatkan sporadik atas nama Penggugat pada tanggal 18 November 2010 berikut dengan peta lokasi berdasarkan bukti surat milik Penggugat dengan kode P-8.
Selanjutnya untuk memperjelas letak dan luas objek sengketa majelis hakim telah melakukan pemeriksaan setempat Pada hari Kamis tanggal 18 April 2019 di mana pada waktu Pemeriksaan setempat pihak kuasa Penggugat menunjuk lokasi letak objek sengketa dengan merujuk pada bukti surat -P5 berupa Sertifikat Hak Milik Nomor 339 atas nama Penggugat Nur Hikmah dengan luas 49995 M2 yang terletak Desa Jangga dengan batas-batas sebelah utara berbatasan dengan tanah Sarbin dan Daman sebelah selatan dengan tanah H.M. Yusuf, sebelah barat dengan Sungai dan tanah Sarmidi dan sebelah timur berbatasan dengan tanah Penggugat kode Sertifikat Hak Milik Nomor 0047 dan menurut keterangan kuasa Penggugat objek sengketa seluas Kurang lebih 3 Hektar yang dikuasai oleh Tergugat I terletak didalam lokasi tanah SHM nomor 339 tersebut tetapi kuasa Penggugat tidak dapat menunjuk dengan jelas di mana sebenarnya letak objek sengketa tersebut Selain itu keberadaan bukti surat
16
milik Penggugat dengan kode P-5 tersebut tidak diuraikan dengan jelas baik di dalam posita maupun di dalam petitum gugatan a quo.
Bahwa lebih lanjut dengan merujuk bukti surat Penggugat dengan kode P-7 dan P-8 di mana setelah majelis hakim meneliti bukti surat ketujuh dan kedelapan tersebut ternyata terdapat perbedaan penyebutan batas-batas tanah yaitu pada bukti petunjuk batas tanah sebelah barat berbatasan dengan tanah zaman dan Supar sedangkan tanah sebelah timur berbatasan dengan H.M Yusuf nya. Sebaliknya Dalam bukti surat Penggugat dengan kode bukti P-8 terutama pada bagian peta lokasi tertulis sebelah barat berbatasan dengan hm Yusuf dan Samsul, sebelah timur berbatasan dengan daman dan Supar, hal ini berbeda juga dengan batas-batas tanah yang terdapat di dalam bukti P-5 yang dijadikan dasar kuasa Penggugat untuk menunjuk lokasi dan batas-batas tanah sengketa yang nyatanya berbeda dengan posita gugatan.
Oleh karena terdapat perbedaan penyebutan batas-batas tanah sengketa berdasarkan bukti surat milik Penggugat dengan kode P-5, P-7 dan P-8, berpendapat bahwa gugatan Penggugat mengandung cacat formi (obscuur libe) Karena tidak jelas batas-batas dan letak tanah sengketa, dan
berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 81 K/Sip/1 971, 11 Agustus 1971 Bahwa dalam hal hasil pemeriksaan setempat atas letak, luas dan batas-batasnya tanah objek sengketa ternyata tidak sesuai dengan yang diuraikan dan dicantumkan oleh posita gugatan, maka putusnya berbunyi gugatan Penggugat tidak dapat diterima/ niet onvankelijke verklaard (NO), dengan demikian maka gugatan Penggugat yang mengandung cacat formil tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima. Karena gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima maka
17
Penggugat harus dihukum untuk membayar biaya perkara, berdasarkan pasal 180 Rbg Undang-Undang Nomor 49 tahun 2009 tentang peradilan umum dan peraturan-peraturan lain yang bersangkutan dalam petitumnya majelis hakim mengadili:
1. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima
2. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp. 2.358.000