BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner (angket) yang

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Variabel Penelitian

Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner (angket) yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden. Data penelitian mencakup data variabel terikat yaitu prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

Sedangkan, data variabel bebas meliputi variabel pertama beasiswa dan variabel kedua organisasi kemahasiswaan. Untuk mendeskripsikan dan menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan sampel sebanyak 35 responden yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang angkatan 2014 dan 2015.

1. Deskripsi Variabel pemanfaatan Beasiswa

Data variabel baesiswa dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner (angket) yang terdiri dari 4 butir pertanyaan dan jumlah responden sebanyak 35 orang mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Berdasarkan data variabel penelitian yang diperoleh maka terdapat jumlah sampel yang variatif dari data tersebut.

Terdapat karakteristik dari data penelitian yang dilakukan dan dirangkum kedalam tabel berikut:

56

(2)

Tabel 4.1 Karakteristik penerima beasiswa berdasarkan prodi dan angkatan

Tahun Angkatan

Beasiswa (X1) Jurusan

Bank Indonesia Bidikmisi EKI MPS

2015 7 8 14 1

2014 13 7 18 2

Jumlah 20 15 32 3

Sumber : Hasil Pengolahan Penelitian Mei 2017

Dilihat dari tabel 4.1 diatas terdapat jumlah penerima beasiswa Bidikmisi lebih sedikit dibanding penerima beasiswa Bank Indonesia dalam jumlah sampel 35 orang. Dimana penerima beasiswa Bank Indonesia sebesar 20 orang dan penerima Beasiswa Bidkmisi sebesar 15 orang. Dilihat berdasarkan jurusan dalam jumlah sampel 35 orang tersebut jurusan Ekonomi Islam lebih banyak penerima beasiswa yaitu sebesar 32 orang sedangkan Jurusan Manajemen Perbankan Syariah sebesar 3 orang.

2. Deskripsi Variabel Pengalaman Organisasi Mahasiswa

Data variabel organisasi kemahasiswaan dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner (angket) yang terdiri dari 12 butir pertanyaan dan jumlah responden sebanyak 35 mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Dari penyebaran kuesioner yang dilakukan maka terdapat karakteristik data yang dirangkum kedalam tabel berikut :

(3)

Tabel 4.2 Karakteristik anggota KSEI dan SBC

Tahun Angkatan

Organisasi (X2) Jurusan

KSEI SBC EKI MPS

2014 27 12 37 2

2015 11 - 11 -

Jumlah 38 12 48 2

Sumber : Data Base Organisasi Pada Penelitian Mei 2017

Dari tabel diatas didapat informasi bahwa anggota KSEI sebanyak 38 orang yang tediri dari 11 orang angkatan 2015 dan 27 orang angkatan 2014 dan anggota SBC sebanyak 12 orang angkatan 2014 dan angkatan 2015 tidak ada.

Karena, anggota SBC hanya angkatan 2014 dan 2013 dan yang bisa dijadikan sampel hanya angkatan 2014. Jurusan Ekonomi Islam sebanyak 48 orang dan jurusan MPS sebanyak 2 orang.

a. Deskripsi Responden Berdasarkan Alasan Mengikuti Organisasi Responden dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang angkatan 2014 dan 2015. Adapun karakteristik responden berdasarkan alasan mengikuti organisasi akan disajikan pada Tabel 4.3 dibawah ini :

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Mengikuti Organisasi Alasan Mengikuti Organisasi Jumlah Persentase (%)

Mencari pengalaman 13 18,85 %

Menambah teman 10 14,49 %

Mengisi waktu 8 11,59 %

(4)

Hanya ikut-ikutan teman 0 0 % Melatih skill dan Mengembangkan hobi 10 14,49 %

Optimalisasi masa studi 9 13,04 %

Menambah wawasan dan pengetahuan 19 27,54 %

Sumber : Hasil Pengolahan Angket, Mei 2017

Pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa dari 35 responden yang ikut organisasi, sebagian besar memilih alasan untuk mencari pengalaman yakni sebanyak 13 orang (18,85%), untuk melatih skill dan hobi sebanyak 10 orang (14,49 %) serta menambah wawasan dan pengetahuan yakni sebanyak 19 orang (27,54 %). Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa FEBI UIN Imam Bonjol Padang angkatan 2014 dan 2015 mengikuti organisasi atas pilihan sendiri, hal ini dapat dibuktikan karena yang alasan ikut-ikutan teman belum ada ditemukan dalam responden organisasi kemahasiswaan.

b. Deskripsi Responden Berdasarkan Kendala Selama Berorganisasi Adapun karakteristik responden berdasarkan kendala yang dihadapi selama mengikuti organisasi akan disajikan pada Tabel 4.4 dibawah ini : Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Kendala Mengikuti Organisasi

Kendala Mengikuti Organisasi Jumlah Persentase (%) Kesulitan membagi waktu antara kuliah dan organisasi 13 40,63 %

Pengeluaran makin bertambah 18 56,25 %

Tidak ada 1 3,12 %

Sumber : Hasil Pengolahan Angket, Mei 2017

Pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa dari 35 responden yang ikut organisasi, setuju dengan pernyataan pengeluaran akan bertambah dengan

(5)

mengikuti organisasi yaitu sebesar 18 orang (56,25%), yang setuju dengan pernyataan kesulitan dalam membagi waktu sebanyak 13 orang (40,63%) serta yang memberikan alasan lain yaitu dengan tidak ada kendala yaitu 1 orang atau sebesar 3,12 %.

c. Deskripsi Responden Berdasarkan Manfaat Dirasakan Selama Berorganisasi

Adapun karakteristik responden berdasarkan manfaat yang dirasakan selama mengikuti organisasi akan disajikan pada Tabel 4.5 dibawah ini : Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Manfaat Mengikuti Organisasi

Manfaat yang dirasakan Jumlah Persentase (%)

Pandai berbicara didepan umum 15 40,45 %

Memiliki banyak pengetahuan dan banyak teman 16 43,24 % Secara tidak langsung meningkatkan IPK 6 16,22 %

Sumber : Hasil Pengolahan Angket, Mei 2017

Dilihat dari tabel 4.5 diatas, bahwa sebanyak 35 orang responden setuju dengan penyataan manfaat mengikuti organisasi memiliki banyak pengetahuan dan banyak teman adalah sebanyak 16 orang (43,24 %), yang setuju dengan pernyataan manfaat mengikuti organisasi adalah pandai berbicara didepan umum adalah sebanyak 15 orang (43,24 %) dan sebanyak 6 orang atau 16,22 % setuju dengan pernyataan bahwa dengan mengikuti organisasi secara tidak langsung dapat meningkatkan IPK.

(6)

3. Deskripsi Variabel Prestasi Akademik

Karakteristik responden dilihat berdasarkan IPK yang diraih selama mengikuti organisai dan sebagai penerima beasiswa yang disajikan ke dalam tabel berikut:

Tabel 4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Prestasi Akademik (IPK) IPK Frekuensi Persentase (%) Keterangan

3,01 - 3,5 23 65,71% Sangat memuaskan

3,51 - 4,0 12 34,29 % Dengan pujian

Jumlah 35 100 %

Sumber: Hasil Pengolahan Angket

Berdasarkan tabel 4.6 pengelompokan berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa pada responden, semua responden memiliki IPK yang sangat memuaskan dan dengan pujian.

B. Uji Coba Penelitian

Untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan alat ukur yang akurat dan dapat dipercaya, dengan mengunakan uji validitas dan reliabilitas maka hasil yang didapat dalam pengujian, yaitu :

1. Uji Validitas

Uji validitas adalah uji analisis yang bertujuan untuk melihat seberapa kuat variabel-variabel yang diukur dengan variabel lain. Validitas mengambarkan bahwa pernyataan yang digunakan mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur (valid). Dari proses analisis dengan korelasi product moment, maka instrumen dinyatakan valid jika nilai corrected item correlation (r) lebih besar dari 0,3610.

(7)

Berikut merupakan hasil dari uji validitas yang diperoleh yang disajikan kedalam tabel :

Tabel 4.7 Uji Validitas Organisasi Kemahasiswaan No Pernyataan Thitung Ttabel Keterangan

1. P1 0,639 0,361 Valid

2. P2 0,435 0,361 Valid

3. P3 0,525 0,361 Valid

4. P4 0,590 0,361 Valid

5. P5 0,350 0,361 Tidak Valid

6. P6 0,497 0,361 Valid

7. P7 0,301 0,361 Tidak Valid

8. P8 0,520 0,361 Valid

9. P9 0,412 0,361 Valid

10. P10 0,574 0,361 Valid

11. P11 0,784 0,361 Valid

12. P12 0,417 0,361 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Angket Penelitian, Mei 2017

Dilihat dari tabel 4.7 berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan dari 12 butir pernyataan, 2 diantaranya tidak dapat dinyatakan valid (P5 dan P7) dan 10 lainya dinyatakan valid. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pernyataan pada variabel organisasi ada 2 butir yang gugur yaitu pernyataan yang digunakan tidak mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur (tidak valid).

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya ukuran dalam penggunaannya. Instrumen yang reliable adalah instrumen yang bila digunakan

(8)

beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, atau jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu. Uji ini juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran pada subjek yang sama atau dengan kata lain untuk menunjukkan adanya kesesuian antara sesuatu yang diukur dengan alat pengukuran yang dipakai.

Tingkat reliabilitas dengan metode Cronbach Alpha diukur berdasarkan skala alpha 0 (nol) sampai 1 (satu). Adapun kriteria pengujian reliabilitas adalah jika rtt ≥ rtabel berarti reliable, sebaliknya jika rtt ˂ rtabel berarti tidak reliable. rtabel

mengacu tabel r untuk uji satu arah. Seperti yang disajikan dalam tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8 Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach's Alpha Keterangan Pengalaman Organisasi Mahasiswa 0.728 Reliabel

Sumber: Hasil Pengolahan Angket, Mei 2017

Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa hasil uji reliabilitas pada variabel Pengalaman Organisasi Mahasiswa Cronbach Alpha nya sebesar 0,728.

Dilihat dari hasil uji reliabilitas hasil Cronbach Alpha tersebut lebih besar dari

rtabel yaitu sebesar 0,682. Maka variabel tersebut menunjukkan adanya kesesuaian

antara sesuatu yang diukur dengan dengan alat pengukuran yang dipakai.

C. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel baik secara parsial atau secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui

(9)

kelinearan pengaruh secara bersamaan antara variabel beasiswa dan keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan terhadap prestasi akademik mahasiswa FEBI UIN Imam Bonjol Padang. Berikut hasil regresi linear berganda disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.9 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa,b

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.444 .187 7.729 .000

Organisasi .043 .004 .520 10.192 .000

Beasiswa .093 .007 .703 12.586 .000

jenis kelamin .160 .012 .853 13.627 .000

D1 x D2 -.153 .019 -.490 -8.181 .000

a. Dependent Variable: ipk

b. Weighted Least Squares Regression - Weighted by bobot

Dari hasil analisis regresi pada Tabel 4.9 maka dapat diketahui persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y= 1,444 + 0,043 X1+ 0,093 D1 + 0,160 D2 – 0,153 D3 + e Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Konstanta bertanda positif sebesar 1,444. Artinya jika variabel Pengalaman Organisasi Mahasiswa (x1) dianggap konstan dan tidak mempermasalahkan D1, D2 dan D3 Maka, tingkat Prestasi Akademik Mahasiswa (Y) akan sebesar 1,444.

(10)

2. Koefisien regresi variabel pengalaman organisasi (x1) sebesar 0,043. Artinya, jika variabel independen lain nilainya tetap tanpa melihat variabel dummy beasiswa, variabel dummy jenis kelamin, serta nilai pengalaman Organisasi (x1) mengalami kenaikan satu satuan, maka nilai Prestasi Akademik (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,043. Koefisien positif berarti terjadi hubungan yang positif antara variabel pengalaman organisasi (X1) dengan variabel Prestasi akademik (Y).

3. Koefisien regresi varibel beasiswa (D1) sebesar 0,093 dan variabel jenis kelamin (D2) sebesar 0,160 bertanda positif Artinya kedua variabel dummy tersebut memiliki hubungan positif terhadap prestasi akademik (Y). Terdapat perbedaan penerima beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin laki-laki (D=1) lebih tinggi Prestasi Akademik (Y) dibanding penerima beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin perempuan (D=0). Penerima Bidikmisi (D=0) yang berjenis kelamin laki-laki (D=1) juga lebih tinggi prestasi akademiknya dibanding penerima Bidikmisi (D=0) yang berjenis kelamin perempuan (D=0) a) Jika responden dengan dummy beasiswa BI (D=1), jenis kelamin laki-

laki (D=1) dan D3 = 0, maka diduga IPK nya sebesar : Y= 1,444 + 0,043 X1 + 0,093 D1 + 0,160 D2 – 0,153 D3 + e Y= 1,444 + 0,043 (35) + 0,093 (1) + 0,160 (1) – 0,153 (0) Y= 1,444 + 1, 505 +0,093 + 0,160

Y= 3,202

(11)

Maka diduga IPK nya sebesar 3,202. Dapat disimpulkan bahwa responden dengan menerima beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin laki-laki (D=1), lebih besar dari penerima beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin perempuan (D=0) Prestasi akademiknya lebih besar 0,16.

b) Jika responden dengan dummy beasiswa BI (D=1), jenis kelamin perempuan (D=0) dan D3 = 0, maka diduga IPK nya sebesar :

Y= 1,444 + 0,043 X1 + 0,093 D1 + 0,160 D2 – 0,153 D3 + e Y= 1,444 + 0,043 (35) + 0,093 (1) + 0,160 (0) – 0,153 (0) Y= 1,444 + 1, 505 +0,093

Y= 3,042

Maka diduga IPK nya sebesar 3,042. Dapat disimpulkan bahwa responden dengan menerima beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin perempuan (D=0) lebih kecil pretasi akademiknya dari penerima beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin laki-laki (D=1), prestasi akademiknya beasiswa BI (D=1) yang berjenis kelamin perempuan (D=0) lebih rendah sebesar 0,16.

c) Jika responden dengan dummy beasiswa Bidikmisi (D=0), jenis kelamin laki-laki (D=1) dan D3 = 0, maka diduga IPK nya sebesar : Y= 1,444 + 0,043 X1 + 0,093 D1 + 0,160 D2 – 0,153 D3 + e Y= 1,444 + 0,043 (35) + 0,093 (0) + 0,160 (1) – 0,153 (0) Y= 1,444 + 1, 505 + 0,160

(12)

Y= 3,109

Maka diduga IPK nya sebesar 3,109. Dapat disimpulkan bahwa responden dengan beasiswa Bidikmisi (D=0) berjenis kelamin laki- laki (D=1) lebih besar prestasi akademiknya 0,16 dibanding penerima beasiswa Bidikmisi (D=0) berjenis kelamin perempuan (D=0).

d) Jika responden dengan dummy beasiswa Bidikmisi = 0, jenis kelamin perempuan = 0 dan D3 = 0, maka diduga IPK nya sebesar :

Y= 1,444 + 0,043 X1 + 0,093 D1 + 0,160 D2 – 0,153 D3 + e Y= 1,444 + 0,043 (35) + 0,093 (0) + 0,160 (0) – 0,153 (0) Y= 1,444 + 1,505

Y= 2,949

Maka diduga IPK nya sebesar 2,949. Dapat disimpulkan bahwa responden dengan menerima beasiswa Bidikmisi (D=0) berjenis kelamin perempuan (D=0) lebih rendah prestasi akademiknya 0,16 dibanding penerima beasiswa Bidikmisi (D=0) berjenis kelamin laki- laki (D=1).

1. Analisis Korelasi Berganda ( R ) dan Koefisien Determinasi ( R 2 )

Analisis korelasi berganda digunakan Untuk melihat atau mengetahui hubungan antara dua variabel independen terhadap variabel dependen secara serentak. Nilai R berkisar antara 0 sampai dengan 1, apabila nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan akan semakin kuat, sebaliknya apabila nilai mendekati 0 maka hubungan akan semakin lemah.

(13)

Tabel 4.10 Koefisien Korelasi Koefisien Hubungan 0,00 - 0,199 Sangat rendah 0,20 - 0,399 Rendah 0,40 - 0,599 Sedang 0,60 - 0,799 Kuat 0,80 - 1,000 Sangat kuat

Sumber: Sugiyono:2007

Dari hasil analisis regresi pada output model summary dan disajikan sebagai berikut :

Tabel 4.11 Hasil Analisi Korelasi Berganda (R) dan Koefisien Determinasi (R 2) Model Summaryb,c

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .968a .937 .929 1.00429

a. Predictors: (Constant), beasiswa dan jenis kelamin, beasiswa, organisasi, jenis kelamin

b. Dependent Variable: ipk

c. Weighted Least Squares Regression – Weigh ted by bobot

Berdasarkan tabel 4.11 diperoleh angka R sebesar 0,968 maka diketahui hubungan antara kedua variabel independen dengan variabel dependen sangat kuat. Sedangkan, adjusted R2 sebesar 0,929 atau 92,9 %. Hal ini menunjukan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen (Beasiswa dan Organisasi) mampu menjelaskan sebesar 92,9 % variasi variabel dependen (Prestasi akademik). Sedangkan, sebesar 7,1 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini.

(14)

D. Uji kelayakan model

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemanfaatan beasiswa dan pengalaman organisasi mahasiswa terhadap prestasi akademik mahasiswa FEBI UIN Imam Bonjol Padang. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi masing-masing antara variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial.

a) Variabel pemanfaatan beasiswa (D1)

Dilihat dari tabel 4.9 karena hasil nilai thitung sebesar 12,586 ≥ ttabel

yaitu sebesar 1,689 dan signifikan sebesar 0,000 ≤ nilai probabilitas yaitu 0,05. Maka dapat disimpulkan, H0 ditolak dan Ha diterima, berarti variabel dummy pemanfaatan beasiswa BI (D=1) dan beasiswa Bidikmisi (D=0)

tersebut signifikan mempengaruhi variabel prestasi akademik (Y).

b) Variabel jenis kelamin (D2)

Dilihat dari tabel 4.9 karena hasil nilai thitung sebesar 13,627 ≥ ttabel yaitu sebesar 1,689 dan signifikan sebesar 0,000 ≤ nilai probabilitas yaitu 0,05. Maka dapat disimpulkan, H0 ditolak dan Ha diterima, berarti variabel dummy jenis kelamin laki-laki (D=1) dan jenis kelamin perempuan (D=0) tersebut signifikan mempengaruhi variabel prestasi akademik (Y).

(15)

c) Variabel pengalaman organisasi mahasiswa (X1)

Dilihat dari tabel 4.9 karena hasil dari nilai thitung sebesar 10, 192 ≥ nilai ttabel yaitu sebesar 1,689 dan nilai signifikan 0,000 ≤ dari nilai probabilitas 0,05. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai t positif menunjukan bahwa variabel pengalaman organisasi mahasiswa (X1) memiliki hubungan yang positif dengan variabel prestasi akademik (Y).

Kegiatan organisasi merupakan wahana untuk mengembangkan diri mahasiswa yang dapat menampung kreatifitas, menyalurkan bakat, dan meningkatkan pengetahuan serta mampu mempengaruhi prestasi akademik secara signifikan.

2. Uji F

Digunakan untuk melihat ketepatan pengujian regresi secara keseluruhan atau melihat pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependennya. Untuk pengujian dapat dilakukan dengan membandingkan nilai uji F dengan F table. Berikut merupakan hasil dari regresi output dari anova dan dirangkum dalam tabel berikut :

Tabel 4.12 Anova ANOVAb,c Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 449.926 4 112.481 111.523 .000a

Residual 30.258 30 1.009

Total 480.183 34

(16)

a. Predictors: (Constant), beasiswa dan jenis kelamin, beasiswa, organisasi, jenis kelamin

b. Dependent Variable: ipk

c. Weighted Least Squares Regression - Weighted by bobot

Berdasarkan tabel 4.12 didapatkan hasil F hit sebesar 111,523 ≥ F tabel yang nilainya 3,29 dan nilai sig nya 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas yang nilainya 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, berarti variabel pengalaman organisasi (X1), variabel dummy beasiswa BI (D=1) beasiswa Bidikmisi (D=0) dan variabel dummy jenis kelamin laki-laki (D=1) perempuan (D=0) secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu prestasi akademik (Y).

Figur

Tabel 4.1 Karakteristik penerima beasiswa berdasarkan prodi dan angkatan

Tabel 4.1

Karakteristik penerima beasiswa berdasarkan prodi dan angkatan p.2
Tabel 4.2 Karakteristik anggota KSEI dan SBC   Tahun Angkatan  Organisasi (X2)  Jurusan KSEI  SBC EKI  MPS  2014  27  12  37  2  2015   11  -  11  -  Jumlah  38  12  48  2

Tabel 4.2

Karakteristik anggota KSEI dan SBC Tahun Angkatan Organisasi (X2) Jurusan KSEI SBC EKI MPS 2014 27 12 37 2 2015 11 - 11 - Jumlah 38 12 48 2 p.3
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Mengikuti Organisasi  Alasan Mengikuti Organisasi  Jumlah  Persentase (%)

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Alasan Mengikuti Organisasi Alasan Mengikuti Organisasi Jumlah Persentase (%) p.3
Tabel 4.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Prestasi Akademik (IPK)  IPK  Frekuensi  Persentase (%)  Keterangan

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Prestasi Akademik (IPK) IPK Frekuensi Persentase (%) Keterangan p.6
Tabel 4.7 Uji Validitas Organisasi Kemahasiswaan  No  Pernyataan  T hitung T tabel Keterangan

Tabel 4.7

Uji Validitas Organisasi Kemahasiswaan No Pernyataan T hitung T tabel Keterangan p.7
Tabel 4.9 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda  Coefficients a,b Model  Unstandardized Coefficients  Standardized Coefficients  T  Sig

Tabel 4.9

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficients a,b Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig p.9
Tabel 4.10 Koefisien Korelasi  Koefisien   Hubungan  0,00 - 0,199  Sangat rendah  0,20 - 0,399  Rendah  0,40 - 0,599  Sedang  0,60 - 0,799  Kuat  0,80 - 1,000  Sangat kuat  Sumber: Sugiyono:2007

Tabel 4.10

Koefisien Korelasi Koefisien Hubungan 0,00 - 0,199 Sangat rendah 0,20 - 0,399 Rendah 0,40 - 0,599 Sedang 0,60 - 0,799 Kuat 0,80 - 1,000 Sangat kuat Sumber: Sugiyono:2007 p.13
Tabel 4.11 Hasil Analisi Korelasi Berganda (R) dan Koefisien Determinasi (R  2 )  Model Summary b,c Model  R  R Square  Adjusted R Square  Std

Tabel 4.11

Hasil Analisi Korelasi Berganda (R) dan Koefisien Determinasi (R 2 ) Model Summary b,c Model R R Square Adjusted R Square Std p.13
Tabel 4.12 Anova  ANOVA b,c Model

Tabel 4.12

Anova ANOVA b,c Model p.15

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di