94
Universitas Kristen Petra
7. DESAIN AKHIR
Desain akhir menampilkan desain yang telah melewati proses pengembangan dari transformasi desain. Perubahan yang paling signifikan terdapat pada pemilihan finishing material ruangan yang sebelumnya cenderung monoton dan laras menjadi lebih kontras dan berani. Pada proses transformasi warna elemen interior hanya terdiri dari satu material yaitu kayu. Pada desain akhir ini material kayu dikombinasikan dengan material lain agar elemen interior lebih seimbang dan tidak terkesan terlalu berat.
Selain material elemen interior, elemen pengisi ruangan juga ditambahkan dalam layout karena sebelumnya area sirkulasi terlalu luas. Selain itu pada galeri seni juga ditambah informasi visual (foto dan video) serta tertulis agar pengunjung dapat lebih mendalami tentang kesenian tradisional Suku Dayak.
7.1 Layout
Pada lantai satu terdapat lobby yang dilengkapi dengan 3 set sofa sebagai area tunggu pengunjung. Pada area lobby juga terdapat Café Ulin yang diletakan di area lobby agar mudah diakses saat fasilitas kesenian tidak beroperasi. Di belakang area lobby terdapat galeri seni serta gift store. Galeri seni ini menampilkan karya seniman dibidang aristektur, musik dan tari, dan kriya. Di bagian belakang lantai satu terdapat workshop yang dapat dilihat dari area galeri namun tetap memiliki akses yang mudah untuk melakukan loading barang pada bagian belakang bangunan. Kantor operasional terdapat pada bagian belakang bangunan untuk menjaga privasi serta dekat dengan pintu belakang sehingga dapat menjadi sirkulasi karyawan.
Pada lantai dua terdapat auditorium yang berkapasitas 187 orang. Di area depan auditorium terdapat area tunggu dan galeri karya fotografi kesenian Suku Dayak. Di lantai dua juga terdapat studio musik dan tari sebagai tempat latihan bagi seniman tradisional Suku Dayak. Studio ini memiliki akses ke area backstage melalui ruang storage. Ruang storage diberi dua akses yaitu dari backstage dan studio tari agar properti serta perlengkapan pertunjukan dapat dengan mudah diakses dari kedua ruangan.
95
Universitas Kristen Petra
Konsep “Essence of Lamin” diterapkan dengan mengambil nilai intangible dan tangible dari Rumah Lamin. Apresiasi terhadap kesenian tradisional Suku Dayak dalam interior ditunjukan dengan menerapkan nilai-nilai keseimbangan pada Rumah Lamin dalam layout dan sirkulasi serta elemen interior dan pengisi interior sehingga bentuk dasar pada interior ini merupakan bentuk geometris yang statis dan stabil.
Gambar 7.1 Denah lt.1
96
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.2 Denah lt.2
97
Universitas Kristen Petra
7.2 Rencana Plafon
Gambar 7.3 Pola plafon lt.1
98
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.4 Pola plafon lt.2
99
Universitas Kristen Petra
7.3 Rencana Mekanikal Elektrikal
Gambar 7.5 Mekanikal elektrikal lt.1
100
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.6 Mekanikal elektrikal lt.1
101
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.7 Mekanikal elektrikal lt.2
102
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.8 Mekanikal elektrikal lt.2
103
Universitas Kristen Petra
7.4 Potongan
Gambar 7.9 Potongan AA
104
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.10 Potongan BB
105
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.11 Potongan CC
106
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.12 Potongan DD
107
Universitas Kristen Petra
7.5 Main Entrance
Gambar 7.13 Main entrance
108
Universitas Kristen Petra
7.6 Perspektif
Area lobby menggunakan dominasi tekstur kayu pada elemen interior.
Tanaman artifisial pada elemen interior dinding panel merupakan unsur dekoratif untuk memberikan suasana segar. Dominasi garis vertikal pada lobby merupakan implementasi nilai intangible dari Lamin yaitu simbol hubungan vertikal manusia dengan Sang Kuasa. Warna kuning pada lobby sebagai warna aksen untuk menguatkan identitas Suku Dayak pada ruangan.
Gambar 7.14 Perspektif lobby
Gambar 7.15 Perspektif lobby
109
Universitas Kristen Petra
Pada area galeri seni musik dan tari terdapat empat buah display alat musik sampe dan kelentangan serta property tari tradisional Suku Dayak yaitu topeng hudoq dan kipas bulu enggang. Selain display terdapat 3 station untuk interactive digital information yang dapat digunakan untuk mendengarkan musik tradisional Suku Dayak serta menonton video tarian Suku Dayak.
Area ini tidak didominasi material kayu saja namun juga diimbangi material lantai keramik tekstur konkrit untuk membuat kesan elemen interior yang lebih ringan sehingga area galeri dapat menjadikan koleksi galeri sebagai focal point.
Gambar 7.16 Perspektif galeri musik
Gambar 7.17 Perspektif galeri musik
110
Universitas Kristen Petra
Area ini merupakan area seni kriya manik-manik dan anyaman rotan. Pada area ini terdapat 5 buah display untuk karya anyaman rotan serta 8 buah display untuk manik dan 1 manekin mengenakan pakaian adat Suku Dayak. Pada area ini plafon dengan material kayu masif diseimbangkan dengan lantai material keramik
Gambar 7.18 Perspektif galeri manik-manik
Gambar 7.19 Perspektif galeri anyaman rotan
111
Universitas Kristen Petra
dengan warna abu-abu. Tekstur konkrit pada keramik juga bertujuan untuk menghindari glare dari spotlight.
Repetisi elemen plafon dan dinding dibuat sebagai display Ulap Doyo dengan garis yang geometris tegas mengimplementasi motif pada Ulap Doyo serta mendukung konsep.
Gambar 7.20 Perspektif galeri tenun Ulap Doyo
Gambar 7.21 Perspektif galeri tenun Ulap Doyo
112
Universitas Kristen Petra
Area galeri patung terdapat ukiran kayu dengan berbagai bentuk yaitu topeng, tameng, patung manusia, guci, dan lain sebagainya. Pada area ini material lantai dan plafon lebih terang dari area lainnya dengan tujuan untuk menonjolkan karya ukiran yang dipamerkan yang umunya berwarna gelap.
Gambar 7.22 Perspektif galeri digital
Gambar 7.23 Perspektif LED screen
113
Universitas Kristen Petra
Area informasi digital disediakan bagi pengunjung galeri yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang karya seni tradisional Suku Dayak. LED besar pada galeri digunakan sebagai pemutar video event kesenian di Kalimantan Timur.
Gambar 7.24 Perspektif auditorium
Gambar 7.25 Perspektif auditorium
114
Universitas Kristen Petra
Auditorium terletak di lantai dua digunakan untuk pertunjukan seni tradisional Suku Dayak. Auditorium ini berkapasitas 187 orang serta memiliki panggung yang dapat menampung hingga 30 penari. Pada backdrop panggung auditorium digunakan LED screen agar lebih fleksibel penggunaannya. Material dominan yang digunakan adalah kayu agar pengalaman menonton pertunjukan lebih terasa autentik seperti pada Rumah Lamin.
Gambar 7.26 Perspektif backstage
Gambar 7.27 Perspektif backstage
115
Universitas Kristen Petra
Area backstage dilengkapi dengan bilik untuk ganti baju serta area untuk melakukan rias wajah.
Gambar 7.28 Perspektif area tunggu lt.2
Gambar 7.29 Perspektif area tunggu lt.2
116
Universitas Kristen Petra
Area tunggu auditorium yang terdapat pada lantai dua. Pada area ini terdapat display karya fotografi untuk dapat dinimakti oleh pengunjung yang sedang menunggu pertunjukan.
Gambar 7.30 Perspektif studio tari
Gambar 7.31 Perspektif studio tari
117
Universitas Kristen Petra
Studio tari terbagi menjadi dua yaitu area loker dan area latihan.
Workshop A merupakan workshop untuk kelas privat. Kelas yang diadakan seperti kelas cucuk manik, kelas ukir kayu untuk pemula, kreasi ulap doyo, dan lain-lain.
Gambar 7.32 Perspektif workshop
Gambar 7.33 Perspektif workshop
118
Universitas Kristen Petra
Workshop B berkapasitas 40 orang untuk kelas besar yang berupa talkshow atau seminar kesenian. Material pada elemen interior workshop menggunakan warna yang tidak terlalu mencolok untuk meningkatkan konsentrasi.
Gambar 7.34 Perspektif cafe
Gambar 7.35 Perspektif cafe
119
Universitas Kristen Petra
Area café terdapat pada area lobby menggunakan lantai material konkrit.
Elemen pengisi interior menggunakan kursi rotan dengan cushion berwarna aksen kuning untuk menampilkan identitas Suku Dayak.
Gift Shop
Gambar 7.36 Perspektif gift shop
Gambar 7.37 Perspektif toilet
120
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.38 Perspektif kantor
Gambar 7.39 Perspektif pantry staff
121
Universitas Kristen Petra
7.7 Detail Elemen Interior
Gambar 7.40 Detail elemen interior 1
Gambar 7.41 Detail elemen interior 2
122
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.42 Detail elemen interior 3
Gambar 7.43 Detail elemen interior 4
123
Universitas Kristen Petra
7.8 Detail Elemen Pengisi Interior
Gambar 7.44 Detail elemen interior 5
Gambar 7.45 Detail elemen pengisi interior 1
124
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.46 Detail elemen pengisi interior 2
Gambar 7.47 Detail elemen pengisi interior 3
125
Universitas Kristen Petra
Gambar 7.48 Detail elemen pengisi interior 4
Gambar 7.49 Detail elemen pengisi interior 5