• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

12 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Penelitian Terdahulu

Raksaka Mahi (2002) penelitian mengenai “mengevaluasi optimalisasi penerimaan daerah pada pemerintah daerah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pemungutan pajak.

Menggunakan metode kuantitatif. Yang pertama dengan melihat kontribusi PAD terhadap pendapatan Daerah kemudian menggunakan regresi data panel mengenai elastisitas pajak dan elastisitas basis pajak dengan menggunakan variable PAD dan basis – basis pajak (jumlah hotel, restoran,konsumsi makanan, non makanan, listrik dan perumahan). Hasil dari penelitian Mahi ialah bahwa sebagian besar pemerintah daerah tidak memiliki penerimaan daerah yang signifikan mendukung belanja daerahnya. Selain itu, pajak daerah bukan merupakan buoyant tax, karena basis pajak daerah tidak responsive terhadap pertumbuhan ekonomi.

Saputra (2012)penelitian mengenai “Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kabupaten/kota berdasarkan provinsi di Indonesia kecuali DKI Jakarta pada tahun 2005 – 2008.

Variable yang digunakan desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur

(2)

(path analysis), yang dikembangkan sebagai model penelitian untuk

mempelajari pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari variabel eksogen terhadap variabel endogen.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah desentralisasi fiskal mempunyai pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, yang berarti semakin tinggi desentralisasi fiskal, semakin rendah pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat, yang berarti semakin tinggi pertumbuhan ekonomi makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, dan desentralisasi fiskal berpengaruh positif terhadap Kesejahteraan Masyarakat, yang berarti bahwa semakin tinggi desentralisasi fiskal makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat.

Desentralisasi fiskal yang berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat tersebut telah cukup menjelaskan bahwa desentralisasi fiskal di Indonesia on the right track. Namun, hasil tersebut belum menunjukkan suatu hal yang memuaskan sebab desentralisasi fiskal tidak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan dalam periode empat tahun terakhir (2005-2008) era desentralisasi fiskal, rata-rata. Belanja modal tidak mencapai sepertiga dari keseluruhan pengeluaran daerah. Selain itu, banyak sekali APBD yang mengalami surplus terutama dalam empat tahun terakhir (2004-2007), yang menandakan lemahnya perencanaan APBD. Serta secara makroekonomi, dapat dikarenakan oleh kondisi ekonomi global yaitu krisis keuangan global pada tahun 2007.

(3)

Situngkir dkk (2014) penelitian mengenai “Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Sumatera Utara”. Tujuan penelitian untuk mengetahui untuk mengetahui implementasi desentralisasi fiskal, pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatra Utara, dan variabel yang di gunakan terdiri dari variabel investasi, variabel akumulasi modal manusia, dan variabel level awal pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan model Regresi atas variabel kontrol & Regresi penuh. Variabel desentralisasi fiskal yang digunakan adalah indikator pengeluaran, indikator pendapatan, dan indikator otonomi.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal dengan indikator pengeluaran dan indikator pendapatan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan indikator pendapatan apabila tidak memperhitungkan penerimaan yang bersumber dari dana perimbangan, demikian juga dengan indikator otonomi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara.

Anita, Mohammad, & Hamzah (2014) penelitian mengenai “Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh”.

Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Variabel yang di gunakan DBH, DAU, dan DAK. Penelitian ini menggunakan metode analisis data time series dan analisis menggunakan model persamaan regresi linier berganda.

(4)

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pertumbuhan ekonomi Aceh sesudah diterapkan kebijakan desentralisasi fiskal tumbuh sebesar 0.129 % (persen) dibandingkan dengan sebelum diteraapkan kebijakan desentralisasi. Sesudah desentralisasi, apabila DBH, DAU dan DAK meningkat 1 persen maka pertumbuhan ekonomi terjadi masing- masing meningkat sebesar 0,149 persen, 0,0859 persen dan 0,52279 persen dengan nilai konstantannya adalah 3.3200832 yang artinya jika DBH, DAU dan DAK konstan maka pertumbuhan ekonomi sebesar 3,3 %.

Relevansi dari 5 penelitian terdahulu dengan yang penelitian yang akan dilakukan sekarang adalah sebagai berikut :

1. Pada penelitian Raksaka Mahi terdapat sedikit perbedaan variabel yang diteliti, yaitu jika pada penelitian Raksaka Mahi menggunakan variable PAD sebagai dependen sedangkan pada penelitian ini menggunakan PDRB sebagai variable dependen.

2. Pada penelitian saputra terdapat juga sedikit persamaan variabel yang diteliti, yaitu menggunakan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel dependen, namun juga terdapat perbedaan yaitu pada penelitian terdahulu objek penelitian seluh provinsi di Indonesia kecuali DKI Jakarta sedangkan pada penelitian ini objek penelitian hanya focus di Pulau Jawa.

3. Pada penelitian situngkir terdapat persamaan yaitu variable dependen melihat pada sisi pertumbuhan ekonomi dan variable pendapatan daerah sebagai variable independen, namun terdapat perbedaan pada lokasi penelitian yaitu Provinsi Sumatera utara

(5)

4. Pada penelitian Anita dkk terdapat perbedaan dimana variable yang digunakan adalah DBH,DAU, DAK dan teknik analisisi data menggunakan time series sedangkan pada penelitian ini menggunakan data panel.

B. Tinjauan Pustaka

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi

Sukirno (2008), Pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila ada kecendenrungan yang (Sasana, 2009). PDRB dapat menggambarkan kemampuan suatu daerah mengelola sumber saya alam yang dimilikinya.

Dalam pertumbuhan ekonomi juga terdapat cara mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah dalamterjadi dari proses internal perekonomian itu, artinya harus berasal dari kekuatan yang ada di dalam perekonomian itu sendiri. Untuk mengetahui apakah suatu perekonomian mengalami pertumbuhan, harus dipertimbangkan PDRB riil satu tahun (PRDBt) dengan PDRB riil tahun sebelumnya (PDRBt-1), atau dapat formulasikan sebagai berikut :

Keterangan:

1. t = tahun sekarang

2. = pertumbuhan tahun sekarang 3. = pertumbuhan tahun sebelumnya

Menurut Todaro (dikuti dari Ravi Dwi W, 2010) sampai akhir tahun 1960, cara terbaik untuk mengejar ketertinggalan ekonomi adalah dengan

(6)

meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya sehingga dapat melebihi tingkat pertumbuhan penduduk.

2. Kemampuan Keuangan Daerah

Kriteria untuk mengetahui secara nyata kemampuan daerah dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya adalah kemampuan daerah dalam bidang keuangan. Dalam hal ini, faktor keuangan merupakan faktor yang penting dalam mengatur tingkat kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi daerah.

Untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah dalam mebiayai pengeluaran daerah adalah dengan melihat lebih jauh seberapa besar kontribusi masing-masing sumber PAD terhadap total PAD, dan seberapa efektifnya target target perencanaan terhadap realisasinya. Ada beberapa refrensi yang digunakan untuk mengukur kemandirian keuangan daerah adalah sebagai berikut :

3. Hubungan Desentralisasi Fiskal Dengan Pertumbuhan Ekonomi

Teori Ekonomi Klasik yang dikemukakan Adam Smith menyatakan pertumbuhan ekonomi bergantung pada pertumbuhan penduduk dengan kata lain pertambahan penduduk akan meningkatkan output produksi. Teori Klasik ini berkembang menjadi Teori Neoklasik dikemukakan oleh Harrod Domar dan Robert Solow. Model Harrod- Domar mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh pembentukan modal oleh karena itu modal harus dipakai secara

(7)

efektif, sedangkan Solow mengembangkan model Harrod-Domar ini menyatakan bahwa faktor tenaga kerja dan teknologi masuk ke dalam model pertumbuhan, oleh karena itu pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal dan pemakaian teknologi modern (Mankiw)

Kebijakan desentralisasi fiskal berdampak positif meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di daerah pusat bisnis dan daerah yang kaya akan kekayaan alam daripada daerah yang bukan pusat bisnis.

Otonomi daerah dan kebijakan desentralisasi fiskal pada umumnya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah karena pemberian wewenang yang lebih luas diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi daerah sehingga memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang dapat dilihat dari rata-rata pertumbuhan perkapita (Waluyo, 2007:19).

4. Teori Investment Multiplier

Pengganda investasi mengacu pada konsep bahwa setiap peningkatan dalam pengeluaran investasi publik atau swasta memiliki dampak positif lebih dari proporsional pada pendapatan agregat dan ekonomi secara umum. Pengganda berusaha untuk mengukur efek tambahan dari suatu kebijakan di luar yang segera dapat diukur. Semakin besar pengganda investasi, semakin efisien menciptakan dan

(8)

mendistribusikan kekayaan di seluruh ekonomi dapat dirumuskan sebagai berikut :

Fitur Pengganda Investasi

1. Ini terkait dengan perubahan dalam Investasi.

2. Ukuran Pengganda tergantung pada ukuran MPC.

4. Nilai Pengganda bervariasi dari Unity ke Infinity.

5. Teori Government Multiplier

Perubahan pendapatan nasional ∆Y akibat perubahan pengeluaran Pemerintah ∆G dapat dinyatakan dengan multiplier government seperti berikut :

Dimana :

kG : Koefisien multiplier G

MPC : Marginal Propensity to Consume Subtitusikan kedua persamaan menjadi :

Adanya pemotongan jumlah belanja pemerintah memiliki dampak negative yang besar terhadap kenaikan pertumbuhan ekonomi. Selain itu

(9)

apabila digunakan untuk belanja yang kurang produktif seperti belanja bangunan, kantor pemerintah daerah dan belanja mobil dinas (Bajo 2015)

C. Hubungan Antar Variabel

1. Pengaruh Rasio Kemandirian Terhadap PDRB

Semakin tinggi Rasio Kemandirian Keuangan Daerah mengandung arti bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap bantuan pihak ekstern semakin rendah dan demikian pula sebaliknya.

Rasio Kemandirian Keuangan Daerah juga menggambarkantingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Semakin tinggi Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah yang merupakan komponen utama pendapatan asli daerah. Semakin tinggi masyarakat membayar pajak dan retribusi daerah menggambarkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi.

Hubungan antara rasio kemandirian dengan pertumbuhan ekonomi adalah positif Apabila pemerintah ingin meningkatkan Pertumbuhan Ekonominya, maka pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan untuk meningkatkan PAD sehingga PDRB akan naik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Menurut Angelopoulos (2007), PAD yang berbeda akan memiliki dampak yang berbeda pula terhadap pertumbuhan.

H1 : Pajak Daerah berpengaruh positif terhadap PDRB.

(10)

2. Pengaruh Investasi Daerah Terhadap PDRB

Investasi dalam penelitian ini digunakan sebagai variabel independen Investasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Hal tersebut sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Steve bahwa adanya investasi memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sejak periode 1980 sampai dengan 2009 di indonesia. Akan tetapi dampaknya berbeda pada 2 periode, periode 1980 sampai dengan 1994 menunjukkan bahwa dampak investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi adalah negatif, sedangkan pada periode 1995 sampai dengan 2009 adalah positif. Hubungan yang negatif dapat terjadi karena pada periode 1980 sampai dengan 1994 struktur ekonomi, privatisasi, orientasi dari aktivitas rent seeking, hubungan kondisi ekonomi antara MNC dan usaha dalam negeri masih belum baik. Sedangkan pada periode 1995 sampai dengan 2009 iklim bisnis di Indonesia sudah membaik. Kaushik (2008) juga menyatakan bahwa variabel investasi memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap PDRB.,

H2 : Investasi Daerah berpengaruh positif terhadap PDRB.

3. Pengaruh Belanja Daerah Terhadap PDRB

Belanja pemerintah merupakan salah satu komponen pembentuk PDB, sesuai dengan teori Aggregate Output Keynesian, yang kemudian dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di suatu Negara. Belanja daerah yang digunakan dalam penelitian ini ialah belanja modal yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

(11)

Adanya kenaikan pada belanja yang tidak produktif dapat berdampak pada penurunan pertumbuhan dan tingkat tabungan. Hal ini dapat terjadi karena adanya kenaikan pada belanja yang tidak produktif tidak memiliki dampak langsung terhadap produktivitas sektor swasta, akan tetapi lebih berdampak pada tingkat pajak pendapatan yang lebih tinggi. Oleh karena masyarakat hanya mendapatkan bagian kecil dari pengembalian investasi mereka, maka insentif bagi masyarakat untuk berinvestasi kecil, sehingga menyebabkan tingkat pertumbuhan yang rendah pula (Agustina, 2010).

Belanja pemerintah yang produktif seperti belanja untuk pembangunan sarana infrastruktur, pendidikan memiliki dampak yang positif terhadap pertumbuhan. Akan tetapi belanja pemerintah untuk konsumsi, atau dalam hal ini ialah seperti belanja pegawai ataupun belanja yang tidak memiliki dampak pada peningkatan produktivitas investasi atau penambahan kekayaan justru akan memiliki dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

H3 : Belanja Daerah berpengaruh positif terhadap PDRB D. Kerangka Pemikiran

Berdasarkan telaah pustaka dan diperkuat dengan penelitian terdahulu Pajak Daerah, Investasi Daerah dan Belanja Daerah diduga berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Maka dari itu secara sederhana kerangka pemikiran disajikan sebagai berikut

(12)

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Sumber : diolah dari berbagai sumber Hipotesis :

1. Diduga Rasio Kemandirian berpengaruh positif terhadap PDRB 2. Diduga Investasi Daerah berpengaruh positif terhadapPDRB 3. Diduga Belanja Daerah berpengaruh positif terhadap PDRB Desentralisasi Fiskal

Money Follow Function

Elastisitas Rasio Kemandirian Daerah

Local Taxing Power

R. Kemandirian Investasi Daerah Belanja Daerah

Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

PEMB mengedepanka program pengelolaan potensi sumberdaya pesisir dan laut, baik yaang telah rusak maupun yang masih bisa dimanfaatkan, serta kondisi sumberdaya manusia

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya perencanaan komunikasi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Pendahuluan - Mengucapkan Mengucapkan salam salam -- Berdo¶a Berdo¶a -- Absensi Absensi -- Apresiasi Apresiasi -- Memotivasi Memotivasi Siswa Siswa -- Menyampaikan Menyampaikan

- Berdasarkan persetujuan Parlemen pada tanggal 8 Maret 1950 pemerintah RI mengeluarkan UU Darurat No. 11 tahun 1950 yang berisi tentang Tata Cara Perubahan susunan Kenegaraan RIS

Hasil penelitian klien III (SBN) klien kurang bertanggung jawab dan kurang perhatian dari orangtua yang menyebabkan ia berani dengan orang tua. Penerapan

Secara yuridis penodaan agama merupakan bagian dari delik agama yang memang telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Indonesia. Pengaturan

Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah karyawan PT Pembangunan Jaya yang berlokasi di Bintaro.Karyawan sebagai populasi dari sampel yang bertujuan untuk

Kegiatan membangun desa merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada