Efek Doppler
AS3112 Fisika Gelombang
Gelombang Transversal
Taufiq Hidayat
1Lucky Puspitarini
11Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB
2020
1
Gelombang
2
Persamaan Gelombang
3
Impedansi Karakteristik
4
Refleksi dan Transmisi gelombang
5
Gelombang berdiri
6
Group Gelombang dan Kecepatan Group
7
Efek Doppler
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Overview Kalkulus - Turunan Parsial
Apabila kita memiliki fungsi yang hanya bergantung satu variable y = f (x ), maka turunannya
dy
dx = lim
δx →0
f (x + δx ) − f (x )
δx (1)
Jika fungsi bergantung pada lebih dari satu variabel, misalnya fungsi z(x , y ) atau x
2+ y
2+ z
2= a
2, maka turunannya.
dz = ( ∂z
∂x )
ydx + ( ∂z
∂y )
xdy (2)
dengan (
dzdx)
ymenunjukkan turunan z terhadap x dengan y
dianggap konstan.
Apabila kita memiliki fungsi yang hanya bergantung satu variable y = f (x ), maka turunannya
dy
dx = lim
δx →0
f (x + δx ) − f (x )
δx (1)
Jika fungsi bergantung pada lebih dari satu variabel, misalnya fungsi z(x , y ) atau x
2+ y
2+ z
2= a
2, maka turunannya.
dz = ( ∂z
∂x )
ydx + ( ∂z
∂y )
xdy (2)
dengan (
dzdx)
ymenunjukkan turunan z terhadap x dengan y dianggap konstan.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang
Salah satu cara menunjukkan gelombang yaitu dengan menggerakkan salah satu ujung dari tali yang panjang sehingga terbentuk puncak dan lembah pada tali. Gerakan massa tali tersebut merupakan gelombang.
Jika tali tersebut sangat panjang, maka gelombang berjalanan pada medium panjang. Gelombang tersebut tidak mengalami pemantulan atau disebut sebagai progressive waves.
Progressive waves merupakan gelombang yang merambat pada medium yang tidak terikat, bebas dari pemantulan.
Namun, jika medium (tali) terbatas seperti tali pada gitar
atau biola, maka diperoleh gelombang berdiri (standing
Salah satu cara menunjukkan gelombang yaitu dengan menggerakkan salah satu ujung dari tali yang panjang sehingga terbentuk puncak dan lembah pada tali. Gerakan massa tali tersebut merupakan gelombang.
Jika tali tersebut sangat panjang, maka gelombang berjalanan pada medium panjang. Gelombang tersebut tidak mengalami pemantulan atau disebut sebagai progressive waves.
Progressive waves merupakan gelombang yang merambat pada medium yang tidak terikat, bebas dari pemantulan.
Namun, jika medium (tali) terbatas seperti tali pada gitar atau biola, maka diperoleh gelombang berdiri (standing waves).
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang
Salah satu cara menunjukkan gelombang yaitu dengan menggerakkan salah satu ujung dari tali yang panjang sehingga terbentuk puncak dan lembah pada tali. Gerakan massa tali tersebut merupakan gelombang.
Jika tali tersebut sangat panjang, maka gelombang berjalanan pada medium panjang. Gelombang tersebut tidak mengalami pemantulan atau disebut sebagai progressive waves.
Progressive waves merupakan gelombang yang merambat pada medium yang tidak terikat, bebas dari pemantulan.
Namun, jika medium (tali) terbatas seperti tali pada gitar
atau biola, maka diperoleh gelombang berdiri (standing
Salah satu cara menunjukkan gelombang yaitu dengan menggerakkan salah satu ujung dari tali yang panjang sehingga terbentuk puncak dan lembah pada tali. Gerakan massa tali tersebut merupakan gelombang.
Jika tali tersebut sangat panjang, maka gelombang berjalanan pada medium panjang. Gelombang tersebut tidak mengalami pemantulan atau disebut sebagai progressive waves.
Progressive waves merupakan gelombang yang merambat pada medium yang tidak terikat, bebas dari pemantulan.
Namun, jika medium (tali) terbatas seperti tali pada gitar atau biola, maka diperoleh gelombang berdiri (standing waves).
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang
Berdasarkan arah osilasinya terdapat dua jenis gelombang:
Gelombang transversal → osilasinya tegak lurus dengan arah propagasi gelombang
Contoh: gelombang tali
Gelombang longitudinal → osilasinya paralel dengan arah propagasi gelombang
Contoh: gelombang bunyi yang merambat pada medium gas
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang Transversal dan Longitudinal
Berdasarkan arah osilasinya terdapat dua jenis gelombang:
Gelombang transversal → osilasinya tegak lurus dengan arah propagasi gelombang
Contoh: gelombang tali
Gelombang longitudinal → osilasinya paralel dengan arah propagasi gelombang
Contoh: gelombang bunyi yang merambat pada medium
gas
Plane waves
Spherical Waves: gelombang yang permukaannya bola yang disebabkan sumber di titik pusat. Contohnya:
ledakan.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Kecepatan
Osilator(medium) tidak mengalami perambatan, melainkan mengalami gerak harmonik terhadap titik kesetimbangan.
Terdapat 3 jenis kecepatan dalam gerak gelombang:
Kecepatan partikel: kecepatan osilator harmonik sederhana terhadap posisi kesetimbangan.
Kecepatan fase (kecepatan gelombang): kecepatan bidang sefase atau kecepatan puncak dan lembah menjalar pada medium.
Kecepatan group: kecepatan sejumlah gelombang dengan frekuensi berbeda yang bersuperposisi (membentuk grup).
Gelombang jarangsekali merupakan komponen
monokromatik.
Osilator(medium) tidak mengalami perambatan, melainkan mengalami gerak harmonik terhadap titik kesetimbangan.
Terdapat 3 jenis kecepatan dalam gerak gelombang:
Kecepatan partikel: kecepatan osilator harmonik sederhana terhadap posisi kesetimbangan.
Kecepatan fase (kecepatan gelombang): kecepatan bidang sefase atau kecepatan puncak dan lembah menjalar pada medium.
Kecepatan group: kecepatan sejumlah gelombang dengan frekuensi berbeda yang bersuperposisi (membentuk grup).
Gelombang jarangsekali merupakan komponen monokromatik.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Kecepatan
Osilator(medium) tidak mengalami perambatan, melainkan mengalami gerak harmonik terhadap titik kesetimbangan.
Terdapat 3 jenis kecepatan dalam gerak gelombang:
Kecepatan partikel: kecepatan osilator harmonik sederhana terhadap posisi kesetimbangan.
Kecepatan fase (kecepatan gelombang): kecepatan bidang sefase atau kecepatan puncak dan lembah menjalar pada medium.
Kecepatan group: kecepatan sejumlah gelombang dengan frekuensi berbeda yang bersuperposisi (membentuk grup).
Gelombang jarangsekali merupakan komponen
monokromatik.
Misalkan segmen tali yang bergeser pada arah y sebagai berikut. Pergeseran y akan bervariasi dengan t dan x . Gaya tegang T bekerja di x pada sudut θ dan di x + dx pada sudut θ + d θ.
Panjang elemen ds:
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Persamaan Gelombang dalam Tali
ds = [1 + ( ∂y
∂x )
2]
1/2dx (3) Oleh karena (∂y /∂x ) bernilai sangat kecil, maka dapat kita abaikan sehingga
ds ' dx . (4)
Massa elemen tali m = ρds = ρdx
Persamaan gerak dari gelombang dalam tali dapat diturunkan menggunakan Hukum Newton (F = ma).
Tinjau gaya-gaya yang tegak lurus
T sin(θ + d θ) − T sin θ = (ρdx )( ∂
2y
∂t
2) (5) Oleh karena θ bernilai sangat kecil, maka
sin θ ' tan θ =
∂y∂x, sehingga persamaan dapat dituliskan ulang sebagai berikut.
T [( ∂y
∂x )
x +dx− ( ∂y
∂x )
x] = (ρdx )( ∂
2y
∂t
2) (6) T [ ∂
2y
∂x
2dx ] = (ρdx )( ∂
2y
∂t
2) (7)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Persamaan Gelombang dalam Tali
Persamaan gerak dari gelombang dalam tali dapat ditulis ulang sebagai berikut:
∂
2y
∂x
2= ρ T
∂
2y
∂t
2(8)
Perhatikan bahwa dimensi
Tρadalah kuadrat dari kecepatan sehingga diperoleh bentuk lain persamaan gelombang:
∂
2y
∂x
2= 1 c
2∂
2y
∂t
2(9)
Persamaan gerak dari gelombang dalam tali dapat ditulis ulang sebagai berikut:
∂
2y
∂x
2= ρ T
∂
2y
∂t
2(8)
Perhatikan bahwa dimensi
Tρadalah kuadrat dari kecepatan sehingga diperoleh bentuk lain persamaan gelombang:
∂
2y
∂x
2= 1 c
2∂
2y
∂t
2(9)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Persamaan Gelombang
Perhatikan bahwa persamaan gelombang
menghubungkan percepatan dengan turunan kedua dari pergeseran terhadap posisi x pada medium.
∂
2y
∂x
2= 1 c
2∂
2y
∂t
2(10)
c dapat merupakan kecepatan cahaya, kecepatan suara atau q
T
ρ
tergantung pada sistem.
Persamaan gelombang
∂∂x2y2=
c12∂∂t2y2memiliki solusi fungsi yang bergantung x dan t atau f (x , t).
Solusi persamaan tersebut dapat berupa y = f
1(ct − x ), y = f
2(ct + x ), ataupun superposisi fungsi-fungsi tersebut y = f
1(ct − x ) + f
2(ct + x )
f (ct − x ) → gelombang bergerak ke kanan.
f (ct + x ) → bergerak ke kiri.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Jika f
0menunjukkan turunan fungsi f terhadap (ct − x ),
∂y
∂x = −f
10(ct − x ) (11)
∂
2y
∂x
2= f
100(ct − x ) (12) Jika f
0menunjukkan turunan fungsi f terhadap t,
∂y
∂t = cf
10(ct − x ) (13)
∂
2y
∂t
2= c
2f
100(ct − x ) (14) Sehingga,
∂
2y
∂x
2= 1 c
2∂
2y
∂t
2(15)
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ c = ω/k
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Kita dapat tuliskan
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ
c = ω/k
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ c = ω/k
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Kita dapat tuliskan
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ
c = ω/k
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ c = ω/k
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Kita dapat tuliskan
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ
c = ω/k
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ c = ω/k
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Kita dapat tuliskan
y = a sin(ωt − Φ) = a sin 2π
λ (ct − x ) (16) ω = 2πν = 2πc/λ, dengan c = νλ = λ/τ
Φ = 2πx /λ
Terdapat bentuk lain dari y = f (ct − x ):
y = a sin
2πλ(ct − x ) y = a sin 2π(νt −
xλ) y = a sin ω(t −
xc)
y = a sin(ωt − kx ); k adalah bilangan gelombang y = ae
i(ωt−kx )k = 2π/λ
c = ω/k
Yang kita amati pada gerak gelombang yaitu perubahan simpangan dan propagasi dari fase-nya.
Kecepatan gelombang atau kecepatan fase (∂x /∂t) merupakan laju gangguan bergerak sepanjang osilator-osilator.
Kecepatan osilator atau kecepatan partikel merupakan kecepatan harmonik sederhana (∂y /∂t).
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Misalkan gelombang memiliki persamaan
y = a sin(ωt − kx ) (17)
∂y
∂t = ωa cos(ωt − kx ) (18)
∂y
∂x = −ka cos(ωt − kx ) (19) Sehingga,
∂y
∂t = − ω k
∂y
∂x (20)
∂y
∂t = − ω k
∂y
∂x = −c ∂y
∂x = − ∂x
∂t
∂y
∂x (21)
Maka, kecepatan partikel
∂y∂ttidak lain merupakan produk kecepatan gelombang c =
∂x∂t∂y
∂t = ∂x
∂t
∂y
∂x = −c ∂y
∂x (22)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Impedansi Karakteristik
Medium apapun yang dilewati gelombang akan
memberikan impedansi pada gelombang tersebut. Jika tidak ada mekanisme dissipasi, maka impedansi ditentukan oleh dua parameter penyimpanan energi:
parameter inersia dan elastisitas. Jika ada energi terdissipasi berbentuk komplek, dawai mendapat gaya transversal F , impedansi karakteristik dinyatakan
Z = F
v (23)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Impedansi Karakteristik
Pada ujung dawai gaya F
0e
iωtbekerja vertikal ke atas. T merupakan tension pada tali dawai. Pada ujung tali tercapai keseimbangan
F
0e
iωt= −T sin θ ' −T tan θ = −T ∂y
∂x ; (24) dimana θ ' 0.
Pergeseran gelombang y = Ae
i(ωt−kx )Pada ujung tali (x=0), F
0e
iωt= −T ∂y
∂x
x =0= ikT Ae
i(ωt−k 0)(25) Maka,
A = F
0ikT = F
0iω c
T (26)
y = F
0iω
c
T e
i(ωt−kx )(27)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Impedansi Karakteristik
Kecepatan transversal
v = ˙y = F
0c
T e
i(ωt−kx )(28)
dimana amplitudo kecepatan v = F
0/Z memberikan impedansi transversal atau impedansi karakteristik:
Z = T /c (29)
atau
Z = ρc; T = ρc
2(30)
Gelombang menjalar pada dua tali yang dihubungkan secara halus pada x = 0. Tali kiri dan kanan memiliki perbedaan kerapatan: ρ
1dan ρ
2, sehingga kecepatan gelombangnya: c
12= T /ρ
1dan c
22= T /ρ
2. Impedansinya masing-masing: Z
1= ρ
1c
1dan Z
2= ρ
2c
2.
Gelombang yang menjalar akan menemui diskontinuitas impedansi pada x=0 sehingga sebagian gelombang akan dipantulkan dan sebagian lainnya akan diteruskan.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Refleksi dan Transmisi gelombang
Gelombang datang:
y
i= A
1e
i(ωt−k1x )(31) Gelombang pantul:
y
r= B
1e
i(ωt+k1x )(32) Gelombang transmisi
y
t= A
2e
i(ωt−k2x )(33)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Refleksi dan Transmisi gelombang
Syarat batas
Kondisi geometris: Pada x = 0, pergeseran tidak mengalami diskontinuitas; y
i+ y
r= y
t.
Kondisi dinamis: Terjadi kontinuitas gaya transversal T (
∂y∂x)
pada x=0; T
∂x∂(y
i+ y
r) = T
∂x∂(y
t)
Dari syarat batas pertama,
y
i+ y
r= y
t(34)
A
1e
i(ωt−k1x )+ B
1e
i(ωt+k1x )= A
2e
i(ωt−k2x )(35) Pada x=0 diperoleh
A
1+ B
1= A
2(36)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Refleksi dan Transmisi gelombang
Dari syarat batas yang kedua T ∂
∂x (y
i+ y
r) = T ∂
∂x (y
t) (37)
Pada x=0
−k
1TA
1+ k
1TB
1= −k
2TA
2(38) atau
−ω T
c
1A
1+ ω T
c
1B
1= −ω T
c
2A
2(39) Z
1= ρ
1c
1= T /c
1dan Z
2= ρ
2c
2= T /c
2, sehingga
Z
1(A
1− B
1) = Z
2A
2(40)
Persamaan A
1+ B
1= A
2dan Z
1(A
1− B
1) = Z
2A
2memberikan koefisien refleksi dari amplitudo
B
1A
1= Z
1− Z
2Z
1+ Z
2(41)
dan koefisien transmisi dari amplitudo A
2A
1= 2Z
1Z
1+ Z
2(42)
Perhatikan bahwa kedua koefisien tersebut tidak tergantung pada ω dan f .
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Tugas: Refleksi dan Transmisi Energi
Buktikan formula berikut untuk menghitung berapa energi yang ditransmisikan dan direfleksi bila gelombang
melewati bidang batas:
Koefisien intensitas refleksi R = Z
1B
12Z
1A
21= B
12A
21= ( Z
1− Z
2Z
1+ Z
2)
2(43) Koefisien intensitas transmisi
T = Z
2A
22Z
1A
21= 4Z
1Z
2(Z
1+ Z
2)
2(44)
Jika Z
1= Z
2maka gelombang tidak dipantulkan, disebut
sebagai impedansi match.
Kita dapat memperoleh gelombang berdiri jika kedua ujungnya tali dawai diikat
Misalkan gelombang monokromatik,
y = ae
i(ωt−kx )+ be
i(ωt+kx )(45) Syarat batas:
y = 0 pada x = 0 dan y = 0 pada x = l
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang berdiri (Standing Waves)
Dari syarat batas y = 0 pada x = 0
0 = (a + b)e
iωt; a = −b (46) Hal ini menunjukkan gelombang menuju ujung yang
impedansi tak hingga, sehingga akan direfleksikan dengan
beda fase π.
Oleh karena a = −b, maka diperoleh persamaan baru y = ae
iωt(e
−ikx− e
ikx) (47) Ingat bahwa sin(iζ) =
e−ζ2i−eζsehingga
y = ae
iωt(e
−ikx− e
ikx) = −2iae
iωtsin kx (48)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang berdiri
Dari syarat batas y = 0 pada x = l
0 = −2iae
iωtsin kl = −2iae
iωtsin(ωl/c) (49) Jika sin kl = sin(ωl/c) = 0, maka ωl/c = nπ
Sehingga frekuensi yang diperbolehkan ω
n=
nπclω
nmerupakan frekuensi normal (modes of vibration atau eigenfrequencies).
sin
ωncx= sin
nπxl;
nπxl= r π (r = 1, 2, ..., n).
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Gelombang berdiri
Pada kasus gelombang berdiri pergeseran adalah superposisi dari pergeseran pada tiap frekuensi, sehingga pernyataan pergeseran yang mencakup n harmonik adalah
y
n= 2a(−i)(cos ω
nt + i sin ω
nt) sin ω
nx /c (50)
y
n= (A
ncos ω
nt + B
nsin ω
nt) sin ω
nx /c (51)
Energi kinetik dari elemen tali dawai dx dengan rapat massaa ρ adalah sebesar
12ρ ˙ y
2dx , sehingga energi kinetik total dari tali:
E
k= 1 2
Z
l 0ρ ˙ y
2dx (52)
Energi potensialnya:
E
p= Z
T (ds − dx ) = Z
T [(1 + (∂y /∂x )
2)
1/2− 1]dx (53)
E
p' 1 2 T
Z
t 0( dy
dx )
2dx (54)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Energi pada Gelombang yang Berdiri
karena y
n= (A
ncos ω
nt + B
nsin ω
nt) sin ω
nx /c, maka E
n(kinetik ) = 1
2 ρω
2n(−A
nsin ω
nt+B
ncos ω
nt)
2Z
l0
sin
2(ω
nx /c)dx (55) E
n(potensial) = 1
2 T ω
n2c
2(A
ncos ω
nt+B
nsin ω
nt)
2Z
l0
cos
2(ω
nx /c)dx (56) Karena T = ρc
2, maka
E
n(kinetik + potensial) = 1
4 ρω
n2l(A
2n+ B
n2) (57)
Di alam, pada umumnya gelombang yang dijumpai merupakan gabungan dari banyak gelombang dengan komponen frekuensi masing-masing. Misalnya cahaya putih merupakan komposisi dari panjang gelombang biru (' 3000) hingga merah (' 7000).
Gelombang ini menjalar dengan kecepatan grup.
Kita akan membahas kecepatan group hasil superposisi dari dua gelombang yang frekunesi-nya sedikit berbeda, misalkan
y
1= a cos(ω
1t − k
1x ) (58) y
2= a cos(ω
2t − k
2x ) (59)
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Group Gelombang dan Kecepatan Group
Di alam, pada umumnya gelombang yang dijumpai merupakan gabungan dari banyak gelombang dengan komponen frekuensi masing-masing. Misalnya cahaya putih merupakan komposisi dari panjang gelombang biru (' 3000) hingga merah (' 7000).
Gelombang ini menjalar dengan kecepatan grup.
Kita akan membahas kecepatan group hasil superposisi dari dua gelombang yang frekunesi-nya sedikit berbeda, misalkan
y
1= a cos(ω
1t − k
1x ) (58)
y
2= a cos(ω
2t − k
2x ) (59)
Hasil superposisi gelombang y
1dan y
2y = y
L1+y
2= 2a cos( (ω
1− ω
2)
2 t− (k
1− k
2)
2 x ) cos( (ω
1+ ω
2)
2 t− (k
1+ k
2) 2 x ) (60)
Gelombang superposisi merupakan gelombang dengan amplitudo sebesar 2a dan frekuensi
ω1+ω2 2' ω
1' ω
2dan termodulasi dengan envelope dengan frekuensi
ω1−ω2 2dan bilangan gelombang
k1−k2 2. Sistem ini seperti osilator terkopel dengan kecepatan c =
ωk11
=
ωk22
atau
ωk1−ω21−k2
= c.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Apabila kedua gelombang bersuperposisi dengan kecepatan fase berbeda
ωk11
6=
ωk22
, maka kecepatan group yaitu v
g=
ωk1−ω21−k2
=
∆∆kωApabila grup terdiri dari banyak komponen dengan frekuensi berdekatan, maka
v
g=
d ωdk=
d (kv )dk= v + k
dvdk= v − λ
d λdvT. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Group Gelombang dan Kecepatan Group
Kecepatan grup merupakan kecepatan energi terkirim dalam medium atau kecepatan amplitudo maksimum dari grup gelombang yang menjalar.
Jika
dvdk= 0 → v
g= v , maka medium non dispersif
Jika
dvdk< 0 → v
g> v , maka medium dispersif anomali
Jika
dvdk> 0 → v
g< v , maka medium dispersif normal
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Group Gelombang dari banyak komponen
Misalkan grup yang terdiri dari banyak komponen frekuensi, masing-masing memiliki amplitudo a, memiliki rentang frekuensi ∆ω.
Jumlah deret R(t) = P
n−10
a cos(ωt + nδ), Dapat diperoleh R(t) = a
(sin(nδωt/2)(sin(δωt/2)
cos ωt, atau R(t) = a
(sin(∆ωt/2)(sin(∆ωt/n2)
cos ωt.
R(t) = 0 jika
∆ωt2= π
Teorema lebar pita (Bandwith theorem):
∆ω∆t = 2π (61)
∆x ∆k = 2π (62)
Teorema lebar pita (Bandwith theorem) mengimplikasikan bahwa pada fenomena gelombang apa pun yang terjadi pada rentang waktu ∆t, akan memiliki sebaran frekuensi
∆ν sebesar ∆ν = 1/∆t.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler
Efek Doppler
Jika sumber diam S mengirimkan sinyal dengan frekuensi f dan panjang gelombang λ untuk periode t, maka jarak ke observer diam O adalah νλt.
Jika sumber bergerak menuju observer pada kecepatan u,
maka νλt = ut + νλ
0t
Karena c = λν = λ
0ν
0dan νλt = ut + νλ
0t, maka
(c−u)
ν
= λ
0=
νc0ν
0= ν c
c − u (63)
Jika sumber diam, namun observer bergerak menjauhi sumber sebesar v , maka
ν
00= ν c − v
c (64)
Perubahan frekuensi yang diamati oleh observer terhadap frekuensi sumber disebut sebagai efek Doppler.
T. Hidayat, L. Puspitarini AS3112 Fisika Gelombang
Efek Doppler