• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS (STUDI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TELAGA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS (STUDI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TELAGA)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS

(STUDI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TELAGA)

Febriyanto Suaib NIM. 841 410 035

Program Studi Ilmu Keperawatan,Fakultas Ilmu – Ilmu Keshetaan dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo

ABSTRAK

Seks bebas merupakan masalah yang sering terjadi pada masa remaja yang sedang mengalami pematangan untuk mengatasi masalah ini pengetahuan remaja tentang seks bebas lebih di tingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap tentang seks bebas pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga.

Desain penelitian deskriptif yang digunakan adalah rancangan penelitian survey. Populasi siswa SMA Negeri 1 Telaga kelas XI yang berjumlah 236.

Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden dan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisa data univariat dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0.

Hasil penelitian menunjukan responden yang memiliki pengetahuan baik 91.4% dan yang pengetahuan cukup 8.6%, sedangkan responden yang memiliki sikap baik 88.6% dan untuk yang memiliki sikap cukup 11.4%.

Saran bagi siswa diharapkan dapat meningkat pengetahuan seks bebas atau free seks. Bagi sekolah diharapkan dapat mempertahankan pengetahuan dan sikap baik bahkan dapat memberikan informasi terbaru tentang seks bebas. Bagi instansi kesehatan lebih sering melakukan sosialisasi tentang bahaya seks bebas diseluruh sekolah dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih mendalami penelitian ini seperti melakukan penelitian dengan sampel lebih banyak bahkan disarankan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian diseluruh sekolah.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Remaja, Seks Bebas

1

Febriyanto Suaib, NIM : 841410035, Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu

Kesehatan dan Keolahragaan, Pembimbing I, dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes,

Pembimbing II, Nasrun Pakaya, S.Kep,Ns,M.Kep.

(3)

Seks bebas tidak saja menimbulkan masalah sosial, tetapi juga masalah kesehatan bagi yang bersangkutan juga, terutama bila yang mengalaminya remaja yang masih muda usia. Kehamilan pada usia muda di tinjau dari segi kesehatan mengandung resiko tinggi, baik ketika masa kehamilan maupun saat melahirkan.

Secara psikologis, perilaku seks sebelum nikah juga membawa pelakunya mengalami perubahan-perubahan. Study Billy dkk. (1988) menunjukan bahwa para pelaku hubungan seks sebelum nikah mengalami semacam penurunan aspirasi. Oleh karenanya tidak mengherankan bahwa banyak diantara mereka kemudian mengalami penurunan dalam prestasi akademik.

Dari hasil wawancara yang didapat dari 8 orang siswa kelas XI, didapatkan 5 orang sudah pernah melakukan hubungan seks. Hal ini akan berdampak negatif pada siswa dan terjadinya masalah hamil di luar nikah, sampai dengan putus sekolah sehingga hal ini patut mendapat perhatian dari pihak sekolah.

Berdasarkan latar belakang di atas saya mengambil judul Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Siswa Kelas Xi Tentang Seks Bebas Di Sma N 1 Telaga. Karena berdasarkan pengamatan peneliti subyek peneliti memenuhi syarat untuk melakukan penelitian. Kemudian dari kode etik penelitian tidak ada masalah dengan etika hukum keperawatan serta bisa memberikan manfaat bagi peneliti dan penelitian selanjutnya.

1. Metode Penelitian

1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo, dan waktu pelaksanaanya pada saat dimulai proposal sampai dengan ujian akhir Desember 2013 sampai Juli 2014.

1.2 Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jenis rancangan deskriptif yang digunakan adalah rancangan penelitian survey, di mana penelitian ini mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas.

1.3 Variabe Penelitian

Variable dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap 1.4 Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Telaga, baik siswa laki laki dan perempuan kelas XI yang berjumlah 236 dan sampel 70 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling.

1.5 Teknik Analisa Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan angket berupa kuesioner kepada responden. Responden diminta untuk mengisi sendiri kuesioner yang dibagikan dan tidak boleh diwakilkan serta pengisian kueisoner di tunggu dan langsung dikembalikan pada peneliti apabila sudah selesai diisi responden.

2. Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Telaga

pengetahuan responden tentang seks bebas menunjukan berada dalam kategori

baik, yaitu sebanyak 91,4% dan cukup sebanyak 8,6% sedangkan responden

yang berpengetahuan kurang tidak ada 0%.

(4)

Menurut teori yang dijelaskan Notoadmodjo (2007), pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, maka dari itu pengetahuan lebih banyak bergantung pada suatu informasi mengenaisuatu hal.

Melihat perbedaan dari hasil penelitian dan survey data awal tentang pengetahuan dan yang telah dilakukan ini, peneliti berasumsi bahwa kemungkinan perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan jenis kelamin dan umur sehingga dapat berpengaruh pada pengetahuan informasi yang didapatkan.

Semakin banyak informasi positf yang didapatkan maka mereka semakin memahami bahaya-bahaya yang di timbulkan oleh seks bebas.

hasil penelitian sikap yang didapatkan dalam kategori baik yaitu sebanyak 88,6% sedangkan yang dalam kategori cukup 11,4%, namun untuk yang dalam kategori kurang tidak dapatkan(0%). Dalam hasil penelitian tentang sikap terhadap seks bebas di SMA Negeri 1 Telaga kelas XI berkategori baik.

Seperti yang di jelaskan oleh Bimo Walgito (2001), Sikap merupakan suatu organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif , yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar pada orang tersebut membuat perilaku dalam cara tertentu yang di pilihnya. Begitu juga yang di jelaskan oleh Notoatmodjo (2007),di mana Sikap adalah suatu kesiapan seseorang untuk beraksi di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek.

Dengan perbedaan hasil penelitian dengan pengambilan data awal yang telah dilakukan ini peneliti mempunyai asumsi tentang remaja dalam sikap ini.

Pada hasil penelitian yang telah dilakukan siswa mendapatkan kategori baik.

Kategori ini dikarenakan adanya faktor-faktor yang mendorong kejadian seks bebas seperti faktor rasa ingin tahu dari rasa ingin tahu mereka bisa mendapatkan suatu pengalaman tentang kejadian seks bebas yang bisa merugikan diri mereka sendiri.

3. Simpulan dan Saran 3.1 Sesimpulan

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga. Dalam penelitian ini sampel yang

diambil sebanyak 70 orang responden.

1. Pengetahuan responden tentang seks bebas lebih besar berkategori baik (91,4%) yang berkategori cukup (8,6%) sedangkan yang berkategori kurang tidak ada (0%) .

2. Sikap responden tentang seks bebas juga lebih besar yang berkategori baik (88,6%) dibandingkan dengan yang berkategori cukup (11,4%) dan untuk yang sikapnya berkategori kurang tidak di temukan (0%).

3.2 Saran 1. Siswa

Diharapkan siswa terus meningkatkan pengetahuan tentang seks bebas atau free seks, memahami norma-norma agama serta dapat memlih pergaulan yang baik agar dapat melakukan hal-hal yang baik.

2. Sekolah

(5)

Diharapkan untuk pihak sekolah dapat mempertahankan pengetahuan dan sikap baik ini bahkan dapat meningkatkan atau memberikan informasi- informasi yang terbaru tentang seks bebas, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang bahaya seks bebas atau free seks.

3. Instansi Kesehatan

Diharapkan pada instansi kesehatan lebih sering melakukan sosialisasi tentang seks bebas dan dampak apa saja yang akan di dapat apabila melakukans seks bebas di seluruh sekolah yang ada agar siswa dapat menambah wawasan mereka tentang seks bebas yang bisa merugikan diri mereka sendiri.

4. Orang Tua

Untuk orang tua agar tetap meningkatkan pengawasan dan pengetahuan tentang norma-norma agama pada anak terutama yang sedang menjalani masa pubertas dapat mengetahui sikap yang nantinya tidak merugikan dirinya sendiri.

5. Bagi Peneliti

Bagi peneliti-peneliti lainnya diharapkan dapat mendalami penelitian ini khususnya hal-hal yang belum di teliti dalam penelitian ini. Seperti melakukan penelitian yang menggunakan sampel lebih besar bahkan peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian bukan pada satu sekolah saja tetapi melakukan penelitian tentang seks bebas pada seluruh sekolah menegah pertama.

Daftar Pustaka

Endarto, & Purnomo. 2006. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja di SMK Negeri 4 Yogyakarta. http://www.skripsistikes.wordpress.com. Diakses pada tanggal 7 Desember

Notoadmojo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka cipta Notoadmojo. (2003). Di dalam jurnal naedi Gambaran tingkat pengetahuan seks

bebas pada remaja kelas XI di SMA Negeri 1 Cileungsi Kab. Bogor

Soetjiningsih. (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta : Sagung Seto.

Sarwono, S. W. (2002). Psikologi Remaja Ed revisi. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Billy, J.O., Landale, N.S., Grady. W.R., & Zimmerle, D.M. (1988). Effect of sexual activity on adolescent social and psychological development. Sosial Psychology Quartely

Naedi. (2012). Gambaran Tingkat Pengetahuan Seks Bebas Pada Remaja Kelas XI di SMA Negeri 1 Cileungsi Kabupaten Bogor.

http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/industrial-

technology/2009/Artikel_10504036.pdf. Di Akses Tanggal 7 Desember 2013.

Sumiati, dkk. (2009). Kesehatan jiwa remaja dan konseling. Jakarta

Melodina. (1990). Di dalam jurnal Citra Puspita Harga diri pada remaja putrid

yang telah melakukan hubungan seks pranikah. Universitas Indonesia

(6)

Bergman & Harre. (2004). Di dalam Buku John W. Santrock Remaja Edisi 11.

Jakarta. Erlangga.

Tesser, Flesson, & Suls. (2000). Di dalam Buku John W. Santrock Remaja Edisi 11. Jakarta. Erlangga

Notoatmodjo.(2007). Di dalam jurnal Hendri, Febriana, Rismadefi Gambaran Perilaku Seks Bebas Pada Remaja.

http://repository.unri.ac.id/bitstream/123456789/3991/1/JURNAL%20HENDRI.p

df

Referensi

Dokumen terkait

With the establishment of cloud terminal mIoT sleep laboratories at Zhongshan Hospital in Fudan Universtity, some patients have joined the platform, enabling community and

Kalimat terakhir yang mengandung gaya bahasa sinisme atau bahkan sarkasme tersebut menunjukkan --seperti telah dikemu- kakan di depan-- perang yang identik dengan

Ada juga yang dapat menangkap materi pelajaran dengan mengandalkan penglihatan (visual). Apabila guru melaksanakan pembelajaran dengan cara konvesional, dalam arti

Ditinjau dari segi bentuk bangunan; konfigurasi horizontal 9,4% kurang sesuai yaitu pemisahan sistem srtuktur untuk bangunan memanjang serta denah tidak beraturan,

Tingkat toleransi terhadap bentuk penyiksaan psikis paling tinggi dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum dengan indeks 1,750 sementara tingkat toleransi yang dimiliki oleh

Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat – Nya sehingga penulis dapat meyelesaikan Skripsi yang berjudul “Analisis dan Perancangan Aplikasi Pemesanan Iklan

Penulisan laporan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan kegiatan mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus kedalam dunia kerja yang

Peta kontur umur air tanah daerah Bekasi dan sekitarnya dibuat untuk memperlihatkan pola kontur aliran air tanah bagian dalam (kedalaman 40 m lebih) menggunakan radioisotop alam