APLIKASI TEKNOLOGI ZIGBEE PADA PENDETEKSIAN
DINI KEBAKARAN PADA RUMAH SUSUN
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Program Strata-2 pada Program Studi S2 Teknik Elektro Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Andalas
Oleh:
Fardhan Arkan 1120952008
Pembimbing :
Zaini, M.Sc, Ph.D NIP.19760321 200112 1 003
Dr. Tutun Juhana NIP.196902121997021001
PROGRAM PASCASARJANA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
2014
iv
Abstrak
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang seringkali menyebabkan besarnya jumlah kerugian material dan korban jiwa. Hal ini salah satunya kebakaran yang lebih meluas baik bangunan rumah maupun harta benda.
Perancangan sistem detektor kebakaran ini menggunakan teknologi Wireless Sensor Network (WSN). Teknologi Wireless Sensor Network (WSN) yang digunakan dengan memanfaatkan jaringan nirkabel Zigbee yang diatur dalam standar IEEE
802.15.4 sebagai komunikasi datanya, . Salah satu kelebihan pada jaringan
Zigbee ini adalah selain bebas lisensi juga pada pengoperasiannya yang sangat mudah, bentuknya kecil dan membutuhkan daya yang sangat rendah. Disamping itu juga aplikasi teknologi ZigBee pada tesis ini digunakan untuk membangun sistem protokol komunikasi serta
Coordinator pada Master Station (MS) dan 2 buah End Device pada masing-masing titik unit (RTU). Jarak antara Coordinator dan End device bisa mencapai lebih kurang 70 meter untuk didalam ruangan membuat sistem keamanan dan kehandalan data. Pada penerapanya perangkat keras zigbee dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: 1 buah / gedung (Indoor) bertingkat dan bisa mencapai lebih kurang 100 meter untuk diluar ruangan/gedung (Outdoor). Sinyal RSSI pada zigbee dimanfaatkan untuk melihat besar kekuatan penerimaan sinyal pada Coordinator sebagai pengumpul data. Nilai RSSI (-dBm) menjadi semakin kecil pada variasi jarak maksimal, ini berarti kekuatan sinyal yang terjadi pada titik lompatan data semakin rendah. Komunikasi data berbasis Zigbee untuk detektor kebakaran sudah dapat dibangun dengan baik
pada model join a network yaitu antara Coordinator – End Device pada jarak terjauh
dalam ruangan (Indoor) 72,8 meter dengan kekuatan sinyal -73,67dBm.
v
Abstract
Fire is one disaster that often leads to the large amount of material losses and casualties This is partly due to the lack of support tools provided by the flats . There are two kinds of systems of fire protection of buildings against disasters namely active and passive protection systems. One example of passive protection system is a system of early detection of the symptoms of fire. The existence of this detection system is very important because it can avoid fires broader process of building better homes and property.The fire detector system design using technology Wireless Sensor Network (WSN). Technology Wireless Sensor Network (WSN) that is used by utilizing the Zigbee wireless network set forth in the IEEE 802.15.4 standard as its data communications, One of the advantages of the ZigBee network is also in addition to the license -free operation is very easy, it is small and requires very low power. Besides, also the application of ZigBee technology in this thesis is used to establish communication protocols and systems make the security system and the reliability of data.On the applicability of ZigBee hardware is divided into several parts: 1 piece Coordinator at Master Station ( MS ) and 2 End Device at each point unit ( RTU ) . Distance between Coordinator and End device can achieve approximately 70 meters for indoor / building (Indoor) rise and could reach approximately 100 meters to outside the room / building (Outdoor). ZigBee RSSI signal to be used to look at the big reception strength Coordinator as data collectors. RSSI value (-dBm) becomes smaller at a maximum distance variation, this means that the signal strength jumps occur at the point of data. Zigbee -based data communications for fire detectors can already be built with either join a network model that is between Coordinator - End Device at the furthest distance in the room (
Indoor ) 72.8 meters with -73.67 dBm signal strength. .
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Nama ZigBee sebenarnya merupakan kependekan dari dua kata yaitu
zigzag dan bee, yang berarti lebah yang terbang dengan perubahan arah. Namun
secara teknik sendiri, ZigBee merupakan sebuah spesifikasi untuk protokol
komunikasi tingkat tinggi yang mengacu pada standar IEEE 802.15.4 yang
berhubungan dengan Wireless Personal Area Networks (WPANs). ZigBee
diimplementasikan pada perangkat pribadi maupun perangkat bisnis, yang
merupakan standar dari IEEE 802.15.4. Perangkat ZigBee sering digunakan untuk
menghubungkan ke perangkat lain dengan sebuah sistem wireless atau yang biasa
disebut teknologi Machine to Machine (M2M) (Ardiansyah, 2013). Sehingga
dalam implementasinya, teknologi ZigBee ini mampu mengatur jaringannya
sendiri, maupun mengatur pertukaran data pada jaringan (Ahamed, 2005). ZigBee
juga banyak diaplikasikan dengan sistem tertanam (embedded application) seperti
pada pengendalian alat-alat industri secara wireless, data logging, sensor wireless
dan lain-lain(Ardiansyah, 2013).
Zigbee adalah standar protocol komunikasi berdaya rendah untuk
teknologi JSN. Zigbee diatur dalam standar 802.15.4, digunakan untuk
komunikasi data pada sistem kontrol dan monitoring secara nirkabel. Fungsi
utama JSN adalah untuk menghubungkan antara sensor supaya membentuk suatu
2 membutuhkan bandwidth yang sempit, sehingga penggunaan protocol zigbee pada
teknologi ini cenderung lebih hemat daya jika dibandingkan dengan teknologi
nirkabel lain (Mustofa, 2011). Salah satu aplikasi zigbee yang akan menjadi topik
penelitian tesis ini adalah bagaimana zigbee diaplikasikan sebagai proses
pendeteksi dini pencegahan kebakaran pada rumah susun dengan cara
mentrasmisikan data sensor kebakaran secara wireless. Dalam pendeteksian
kebakaran ini zigbee merupakan bagian yang sangat penting untuk proses
transmisi data dari coordinator (Master Station) ke end device (Sensor).
1.2 Perumusan Masalah
ZigBee adalah standar dari IEEE 802.15.4 untuk komunikasi data
pada alat konsumen pribadi maupun untuk skala bisnis. ZigBee didesain dengan
konsumsi daya yang rendah dan bekerja untuk jaringan personal tingkat
rendah. Perangkat ZigBee biasa digunakan untuk mengendalikan sebuah alat
lain maupun sebagai sebuah sensor yang wireless. ZigBee memliki fitur
dimana mampu mengatur jaringan sendiri, maupun mengatur pertukaran data pada
jaringan (Ahamed,2005). Kelebihan dari ZigBee lainnya adalah membutuhkan
daya rendah, sehingga bisa digunakan sebagai alat pengatur secara wireless
yang penginstalan hanya perlu dilakukan sekali, karena hanya dengan satu
baterai dapat membuat ZigBee bertahan hingga setahun. ZigBee memiliki
spesifikasi untuk protocol komunikasi tingkat tinggi yang mengacu pada
3 networks (WPANs). Teknologi dari ZigBee sendiri dimaksudkan untuk
penggunaan pengiriman data secara wireless
yang membutuhkan transmisi data rendah dan juga konsumsi daya rendah,
dan juga tidak lebih mahal dibandingkan dengan WPANs lain seperti
Bluetooth.
Dalam tesis ini akan dilakukan penerapan teknologi zigbee pada
pendeteksi dini kebakaran pada bangunan rumah susun. Kita ketahui bersama
bahwa pembangunan rumah susun sangat perlu memperhatikan dan
mempertimbangkan dampak keselamatan penghuni dari akibat kebakaran yang
sering terjadi pada rumah susun itu sendiri. Sistem pendeteksian dini terhadap
terjadinya kebakaran dimaksudkan untuk mengetahui serta dapat memberikan
refleksi cepat kepada penghuni untuk segera memadamkan api pada tahap awal.
Salah satu yang digunakan untuk pendeteksian dini terhadap terjadinya kebakaran
pada rumah susun adalah penggunaan detektor panas, asap, nyala api dan atau gas
(Suprapto, 1992).
1.3 Keaslian Penelitian
Terdapat beberapa penelitian mengenai komunikasi data nirkabel
menggunakan perangkat ZigBee dengan berbagai aplikasi penerapan. (Zgaren
Mohamed dan Habib Hamam 2009) melakukan penelitian tentang komunikasi
data pelanggaran pengguna parkir pada area parkir dengan stasiun kendali
parkir dalam parkir meter. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa
4 dibandingkan membangun infrastruktur seperti jaringan Wi - Fi atau penggunaan
Bluetooth.
Pada penelitian lain, (The Wireless Communication in the Walking
Robot Application Sylwester Cyrwus) membahas tentang komunikasi nirkabel
pada aplikasi robot berkaki enam dimana pengendalian yang dilakukan untuk
mengaudit data pergerakan servo sebagai aktuator robot dan mengirimkan
kembali data yang dikoreksi oleh PC sehingga pergerakan robot dapat dipantau
secara real - time dan komunikasi ini berlangsung dengan baik menggunakan
perangkat RFM12B sebagai transceiver.
Penelitian lainnya ialah tentang pengamanan komunikasi SCADA pada
komponen jaringan listrik cerdas. Penelitian ini dilakukan oleh Tai - Hoon Kim,
pada penelitian ini peneliti membuat sistem pemantauan pada jaringan listrik
cerdas dan menggunakan metode crossed ± crypto scheme sebagai metode
pengamanan komunikasi SCADA master dan SCADA Aset. Teknik enkripsi
simetrik dan asimetrik digunakan sebagai metode terbaik dalam
pengamanannya. Komunikasi yang dibangun menggunakan bus RS485 dengan
arsitektur standar IEC1107. Penelitian tentang pemanfaatan perangkat nirkabel
ZigBee untuk PLC dalam pengendalian perangkat jarak jauh yang dilakukan
oleh (Xiaolong Li et al, 2010) adalah menghubungkan perangkat PLC,
serangkaian sensor serta aktuator dengan jaringan kendali yang real time.
Jaringan kerja pada sistem yang dibuat mengacu pada model Fieldbus.
Model Fieldbus yang dibangung harus dapat mengirimkan pesan kontrol real ±
5 Fieldbus yang ada biasanya berbasis pada teknologi kabel seperti
PROFIELD, WorldFIP, atau CAN. Dengan adanya kemajuan teknologi
nirkabel, jaringan nirkabel dapat diintegrasikan ke dalam sistem fieldbus
yang ada. Penulis menerapkan teknologi ZigBee diterapkan dengan protokol
standar IEEE 802.15.4 dalam sistem PLC nirkabel.
1.4 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah maka batasan
masalah yang akan diambil dalam penelitian tesis ini adalah proses pertukaran
data pada jaringan zigbee antara data sensor yang terdapat pada end device
menuju coordinator (Master Station).
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tesis ini adalah penerapan aplikasi zigbee untuk proses
pengiriman data dan pengendalian jarak jauh pada pendeteksian dini kebakaran
pada rumah susun.
1.6. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain:
1. Membantu pengawasan serta pengendalian jarak jauh pada detektor
kebakaran sehingga pekerjaan pengawasan tidak harus pada lokasi
6
2. Menerapkan aplikasi ilmu perkuliahan pada pemecahan masalah yang ada
disekitar lingkungan kita.
3. Memberikan efek posistif pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi