• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERBEDAAN BIAYA TRANSAKSI DALAM ADMINISTRASI PAJAK SISTEM SELF ASSESSMENT PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR DAN SKALA KECIL PADA KPP PRATAMA BANDUNG CICADAS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS PERBEDAAN BIAYA TRANSAKSI DALAM ADMINISTRASI PAJAK SISTEM SELF ASSESSMENT PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR DAN SKALA KECIL PADA KPP PRATAMA BANDUNG CICADAS."

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

The Difference Analysis on Transactional Cost in Self Assessment Administration tax system

in Major and Minor Company at KPP Pratama Bandung Cicadas

Written :

Annisa Mulia Octavia

0704366

Advisory Lecture I : Dra. Silviana Agustami, M.Si

Advisory Lecture II : R. Nelly Nur Apandi, SE., M.Si

The research is aimed to examine the differences on transactional cost in relation to big and small company. The self assessment system was taken as the primary mean to analyze the issue. The research was taken at KPP Pratama Bandung Cicadas.

Single Variable was used in this research which was transactional cost. The through transactional cost and opportunity cost of time was the major concern on the variable. Questionnaire was collected as the main data used in this research. In line with the used of questionnaire as the major data, descriptive analysis was taken in order to find out the differences of the transactional cost between major and minor company.

The data result be evidence for Rp. 23.425.000.00 for the tax the opportunity cost of time were Rp. 17.022.366,00 were paid by the minor company. Different with minor company, the data proved that the major company had Rp. 71.750.000,00 and the total of the opportunity cost of time were Rp. 27.296.784,00. In sum, From the entire transactional cost illustrated that the tax cost had the differences almost in any part of some points, such as transportation cost, tax consultation cost, document preparation, requirement learning time, and time to filled SPT. However, the mastering copying of the document and the time of transportation became the similar factor which is showed by the data.

(2)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Keyword: Transactional Differences Cost, Tax Administration, and Self Assessment System

ABSTRAK

Judul : “Analisis Perbedaan Biaya Transaksi Dalam Administrasi Pajak Sistem Self Assessment Pada Perusahaan Skala Besar Dan Perusahaan Skala Kecil Pada KPP Pratama

Bandung Cicadas”

Disusun Oleh : Annisa Mulia Octavia

0704366

Pembimbing I : Dra. Silviana Agustami, M.Si. Pembimbing II : R. Nelly Nur Apandi, SE, M.Si

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan biaya transaksi pada perusahaan besar dan perusahaan kecil dalam administrasi dengan sistem self assesment dari Wajib Pajak Badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas.

Penelitian ini menggunakan satu variabel terikat yaitu biaya transaksi yang meliputi biaya transaksi langsung dan opportunity cost of time. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data primer berupa pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada Wajib Pajak Badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas.

(3)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dan Waktu Pengisian SPT. Namun kecuali pada Biaya fotokopi dan waktu Transportasi tidak terdapat perbedaan.

(4)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ANALISIS PERBEDAAN BIAYA TRANSAKSI DALAM ADMINISTRASI PAJAK SISTEM SELF ASSESSMENT PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR DAN

SKALA KECIL PADA KPP PRATAMA BANDUNG CICADAS

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang

Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Akuntansi

Universitas Pendidikan Indonesia

Disusun oleh : Annisa Mulia Octavia

NIM. 0704366

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

(5)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2013

ANALISIS PERBEDAAN BIAYA TRANSAKSI DALAM ADMINISTRASI PAJAK SISTEM SELF ASSESSMENT PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR DAN SKALA

KECIL PADA KPP PRATAMA BANDUNG CICADAS

Oleh

Annisa Mulia Octavia

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

©Annisa Mulia Octavia 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

(6)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Hak cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian, Dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis

LEMBAR PENGESAHAN

ANALISIS PERBEDAAN BIAYA TRANSAKSI DALAM ADMINISTRASI

PAJAK SISTEM SELF ASSESSMENT PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR DAN SKALA KECIL PADA KPP PRATAMA BANDUNG CICADAS

SKRIPSI

Oleh :

Annisa Mulia Octavia 0704366

Usulan Penelitian ini telah disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I

Dra. Silviana Agustami, M.Si. NIP . 1956.1116.1988.03.2.001

Pembimbing II

R. Nelly Nur Apandi, S.E., M.Si. NIP. 19780.1115.2008.01.2.010

Mengetahui,

(7)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

(8)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

i

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena

dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul “Analisis Perbedaan Biaya Transaksi Dalam Administrasi Pajak

Sistem Self Assessment Pada Perusahaan Skala Besar Dan Skala Kecil Pada

KPP Pratama Bandung Cicadas ”. Shalawat serta salam selalu dipanjatkan kepada pimpinan luar biasa bagi umat dan teladan sepanjang hayat Rasulullah

Muahamad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, tabii’in dan tabiahum, serta umatnya yang senantiasa berusaha untuk mengikuti jejak mulianya.

Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan

pengetahuan penulis, serta dimaksudkan untuk memenuhi syarat dalam

menempuh ujian sidang sarjana ekonomi di Universitas Pendidikan Indonesia.

Dengan adanya skripsi ini, semoga bisa bermanfaat bagi penulis dan pembaca

yang memerlukan informasi yang terkandung didalamnya dan menjadi

sumbangsih dalam bidang Akuntansi Perpajakan, khususnya mengenai

permasalahan yang penulis bahas.

Skripsi yang berjudul “Analisis Perbedaan Biaya Transaksi Dalam

Administrasi Pajak Sistem Self Assessment Pada Perusahaan Skala Besar Dan

Skala Kecil Pada KPP Pratama Bandung Cicadas” mengetengahkan permasalahan tentang Perbedaan Biaya Transaksi dalam Pemenuhan kewajiban

perpajakan yang dikeluarkan oleh Wajib Pajak Badan meliputi Perusahaan Besar

dan Kecil dalam administrasi perpajakan sistem Self Assesment.

Proses penulisan dan penelitian ini dilakukan dengan kesungguhan sesuai

kaidah dan pedoman yang berlaku. Walaupun demikian, penulis yakin masih

terdapat kekurangan-kekurangan dan kesalahan yang tertuang di dalam skripsi ini.

(9)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ii

membangun dari para pembaca agar tidak terdapat lagi kesalahan di masa yang

akan datang.

Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa selalu memberikan petunjuk dan

keistiqomahan dalam menjalankan setiap urusan kita, serta memberikan kekuatan

dan kesabaran kepada kita semua dalam menghadapi segala tantangan, sehingga

kita sebagai pengemban amanah memiliki kekuatan untuk melaksanakannya.

Bandung, Maret 2013

Penulis

(10)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, atas rahmat dan karunianya

yang dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ucapan

terima kasih sebagai penghargaan yang tulus disampaikan kepada Ibunda Hj.Lilis Sutinah,S.Pd

dan Ayahanda H. Syarif Hidayat, S.Ip yang senantiasa mendorong, menasehati, memanjatkan

doa untuk keselamatan dan keberhasilan dalam setiap langkah penulis yang tidak terhingga dan

tidak akan bisa terbayar dengan apapun. Ibu Dra. Silviana Agustami, M.Si. dan Ibu R. Nelly Nur

Apandi,SE,M.Si. yang telah bertindak sebagai pembimbing dalam penyusunan skripsi ini.

Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada pihak-pihak yang telah berkenan memberikan pengarahan, bantuan dan dukungan selama

penyusunan skripsi ini, yaitu kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia.

2. Bapak Dr. H. Edi Suryadi, M.Si, Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis

Universitas Pendidikan Indonesia.

3. Bapak Toni Heryana, SPd, MM, Ketua Program Studi Akuntansi.

4. Bapak Dr. Arim, SE., M.Si., Ak, Dosen Pembimbing Akademik.

5. Segenap Dosen, Asisten, beserta Staf Program Studi Akuntansi.

6. Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis, yang tidak

dapat disebutkan satu per satu.

Semoga Allah SWT yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih senantiasa memberikan

balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak yang telah membantu penulis.

Bandung, Maret 2013

(11)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iv

1.3Maksud dan Tujuan Penelitian...

1.3.1 Maksud Penelitian...

1.3.2 Tujuan Penelitian...

1.4Kegunaan Penelitian...

1.4.1 Kegunaan Praktis...

1.4.2 Kegunaan Teoritis...

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

(12)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

v

2.1.1 Pengertian Pajak...

2.1.2 Fungsi Pajak...

2.1.3 Tarif Pajak...

2.1.4 Asas-asas Pemungutan Pajak...

2.1.5 Sistem Pemungutan Pajak...

2.1.6 Sistem Self Assessment dan Implikasinya di Indonesia...

2.1.7 Administrasi Perpajakan Indonesia...

2.1.8 Biaya Transaksi Dalam Penghitungan Pajak...

2.1.9 Biaya Transaksi Dalam Penghitungan Pajak………. 2.1.9.1 Biaya Transaksi...

2.1.9.2 Biaya Transaksi Penghitungan Pajak……….. 2.1.9.3 Opportunity Cost Of Time ………. 2.1.9.4 Faktor yang mempengaruhi Biaya Transaksi Dalam Penghitungan Pajak...

2.1.10 Kantor Pelayanan Pajak...

2.1.10.1 Fungsi KPP………...

2.1.10.2 Jenis-jenis Kantor Pelayanan Pajak...

(13)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

vi

2.4 Hipotesis...

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian...

3.2 Metode Penelitian...

3.2.1 Desain Penelitian...

3.2.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel...

3.2.3 Populasi Dan Sampel Penelitian...

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data...

3.2.5 Teknik Analisi Data...

3.2.6 Teknik Pengujian Instrumen...

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian………...

4.1.1 Tinjauan Umum Tentang KPP Pratama Bandung Cicadas………

4.1.1.1 Sejarah KPP Pratama Bandung Cicadas………

4.1.1.2 Visi dan Misi Direktorat Jenderal Pajak………

4.1.1.3 Struktur Organisasi KPP Pratama Bandung Cicadas………

(14)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

vii

4.1.2.1 Pengujian Instrumen Penelitian………

4.1.2.2 Deskripsi Responden……….

4.1.2.3 Direct Money Cost……… 4.1.2.4 Opportunity Cost Of Time……… 4.2 Pembahasan………...

4.2.1 Analisis Biaya Transaksi Dalama Administrasi Pajak Sistem Self

Assessment Perusahaan Kecil………..

4.2.1.1 Analisis Biaya Langsung………. 4.2.1.2 Analisis Opportunity Cost Of Time………

4.2.2 Analisis Biaya Transaksi Dalam Administrasi Pajak Sistem Self

Assessment Perusahaan Besar ………...

4.2.2.1 Analisis Biaya Langsung………...

4.2.2.2 Analisis Opportunity Cost Of Time………...

4.2.3 Analisis Perbedaan Biaya Transaksi Dalam Administrasi Pajak

Sistem Self Assessment Pada Perusahaan Skala Besar dan Skala Kecil

Pada KPP Prtama Bandung Cicadas………

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(15)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Struktur Biaya Tertinggi di Beberapa Negara di Asia (2011)... 6

Tabel 1.2 Total dan Rata-rata Biaya Transaksi Langsung... 12

Tabel 3.1 Definisi dan Operasionalisasi Variabel... 56

Tabel 4.1 Validitas Instrumen... 83

Tabel 4.2 Hasil Reliabilitas... 84

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas... 85

Tabel 4.4 Hasil Uji Homogenitas... 87

Tabel 4.5 Hasil Uji Mann-Whitney... 89

Tabel 4.6 Jarak Kantor dengan KPP... 90

Tabel 4.7 Frekuensi ke KPP dalam satu tahun untuk melaporkan SPT... 91

(16)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ix

Tabel 4.9 Total biaya transportasi setiap tahun... 93

Tabel 4.10 Total biaya konsultan... 94

Tabel 4.11 Total waktu yang diperlukan dalam menyiapkan dokumen... 96

Tabel 4.12 Total waktu yang diperlukan untuk mempelajari SPT... 96

Tabel 4.13 Total waktu yang diperlukan untuk menyiapkan dan mengisi SPT... 97

Tabel 4.14 Total waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan ke KPP... 98

Tabel 4.15 Total pendapatan wajib pajak yang dihasilkan setiap tahunnya... 99

Tabel 4.16 Total asset yang dimiliki oleh perusahaan... 100

Tabel 4.17 Total rata-rata biaya transaksi langsung... 101

Tabel 4.18 Waktu yang diperlukan untuk melaporkan SPT... 103

Tabel 4.19 Penghasilan wajib pajak... 105

Tabel 4.20 Mengkuantitaskan opportunity cost of time... 106

Tabel 4.21 Total rata-rata biaya transaksi langsung... 107

Tabel 4.22 Waktu yang dibutuhkan untuk melaporkan SPT... 109

Tabel 4.23 Penghasilan wajib pajak... 111

(17)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Analisis Administrasi Perpajakan dan Biaya Transaksi

(18)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Formulir Frekuensi Bimbingan

Lampiran 2 Kuesioner

Lampiran 3 Tabel Data Hasil Kuesioner

Lampiran 4 Validitas Instrument Penelitian

Lampiran 5 Tabel Biaya Langsung (Direct Money Cost) Per Perusahaan

Lampiran 6 Tabel Opportunity Cost Of Time Per Perusahaan

Lampiran 7 Tabel Daftar Gaji Karyawan Bagian Keuangan

(19)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Penelitian

Penerimaan pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang

digunakan untuk pembiayaan pemerintah dan pembangunan. Pembangunan

nasional merupakan tujuan utama dalam mewujudkan kesejahteraan umum yang

adil dan merata, oleh karena itu pembangunan haruslah berkesinambungan untuk

meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan pembiayaan atau dana

yang tidak sedikit, karena itu perlu adanya usaha-usaha oleh pemerintah untuk

memaksimalkan penerimaan negara, salah satu usaha pemerintah yaitu dengan

meningkatkan peranan sumber penerimaan negara yang sebagian besar berasal

dari sektor pajak. Sampai saat ini penerimaan dari sektor pajak selalu diupayakan

agar terus meningkat karena di sektor inilah sumber penerimaan dalam negeri

lebih stabil dan dinamis.

Sejak pemerintah melakukan reformasi Undang-Undang Perpajakan tahun

1983 yang dimulai berlaku tanggal 1 Januari 1984 kemudian telah disempurnakan

pada tahun 1994 dan yang terakhir tahun 2000, dimana sistem pemungutan pajak

di Indonesia berubah dari Official assessment system menjadi Self assessment

system, sumbangan penerimaan pajak terhadap Negara terus mengalami peningkatan. Hal ini merupakan perwujudan dari tekad untuk menjadikan

(20)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Perubahan official assessment system yang merupakan sistem pemungutan

yang memberi wewenang kepada fiskus untuk menentukan besarnya pajak

terutang oleh wajib pajak, menjadi Self assessment system yang merupakan sistem

pemungutan pajak yang memberi wewenang / kepercayaan kepada Wajib Pajak

untuk menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan jumlah pajak

yang terutang, dimaksudkan untuk lebih memberikan keadilan dan kepastian

hukum, memperluas dasar pengenaan pajak, lebih memberikan keseimbangan hak

dan kewajiban wajib pajak, menciptakan keterbukaan / transparasi, perbaikan

administrasi perpajakan serta untuk memenuhi aspirasi tuntutan masyarakat

(Waluyo, 2004:72).

Dalam self assessment system fungsi dan peranan wajib pajak

ditingkatkan. Tanggung jawab atas kewajiban pelaksanaan pemungutan pajak

sebagai pencerminan kewajiban di bidang perpajakan berada pada wajib pajak

sendiri. Wajib pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, membayar, dan

melaporkan sendiri pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan perpajakan yang

berlaku (Mardiasmo 2006:34).

Fungsi penghitungan memberi hak kepada wajib pajak untuk menentukan

sendiri pajak yang terutang sesuai dengan peraturan perpajakan dan atas dasar

fungsi perhitungan, wajib pajak berkewajiban untuk membayar pajak sebesar

pajak yang terutang. Fungsi terakhir dari wajib pajak adalah melaporkan

pembayaran dan berapa besar pajak yang telah dibayar kepada Kantor Pelayanan

(21)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Perubahan sistem pemungutan pajak dari official assessment menjadi

self-assessment telah menggeser sebagian biaya yang berkaitan dengan pajak dari pemerintah ke sektor swasta, atau dengan kata lain biaya wajib pajak untuk

memenuhi kewajiban perpajakannya meningkat secara signifikan. Kalau

sebelumnya wajib pajak tidak perlu repot melakukan perhitungan perpajakan serta

tidak perlu resah dengan sanksi kesalahan penghitungan pajak, kini semua itu

menjadi beban wajib pajak, antara lain berupa biaya uang langsung yang

dikeluarkan dalam penghitungan pajak, pembayaran pajak, dan pelaporan pajak

serta biaya waktu untuk mengisi SPT (tax return).

Secara konseptual sistem self-assessment tidak berjalan secara mandiri,

karena harus didukung perangkat administrasi perpajakan yang telah mengikuti

prinsip-prinsip administrasi modern. Dalam tataran praktis, upaya dari regulator

untuk mengkonstruksi peraturan-peraturan yang dibuat seadil dan sewajar

mungkin tidak serta merta memberikan hasil berupa meningkatnya voluntary tax

compliance.

Tingkat kompleksitas peraturan dan implementasi dari peraturan juga

sangat berpengaruh. Dalam kedua hal tersebut yakni, kompleksitas peraturan dan

implementasi peraturan, berpengaruh terhadap biaya kepatuhan pajak. Misalnya,

peraturan pajak yang kompleks dan memungkinkan multitafsir memaksa wajib

pajak untuk mengeluarkan biaya dan menghabiskan waktu yang lebih banyak

dalam memastikan kebenaran materiil dari jumlah pajak terutang yang dihitung

oleh wajib pajak. Di samping itu, semakin besar tuntutan akan keakuratan

(22)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Apabila dalam hal itu diharuskan wajib pajak mengeluarkan biaya untuk

menggunakan tenaga ahli eksternal dalam menghitung pajak, maka biaya untuk

patuh pun semakin bertambah lagi (Sony Devano 2006: 72).

Selain itu, kerelaan untuk memenuhi peraturan perpajakan tidak akan

dapat dicapai apabila wajib pajak ternyata menghadapi kesulitan untuk menguasai

peraturan perpajakan karena kerumitan dan multitafsir yang melekat pada

peraturan tersebut. Dengan demikian, pemenuhan peraturan perpajakan juga

mensyaratkan suatu tingkat kompleksitas yang rendah (AICPA, 2005). Slemrod

menyatakan bahwa peraturan yang kompleks berpotensi membuat wajib pajak

mendapat kesulitan untuk memenuhi kewajiban pajaknya, sehingga membuat

mereka harus mengorbankan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk urusan

pajak. Sedangkan peraturan yang sederhana mungkin tidak dapat memenuhi

tujuan dari pengenaan pajak sebagaimana yang diharapkan oleh negara

(pemerintah) (Joel Slemrod, 1991:55).

Adapun, implementasi peraturan berkaitan dengan profesionalitas dan

kejujuran aparat pajak dalam melayani dan membantu para wajib pajak dalam

memenuhi kewajiban pajaknya. Paradigma sebagai fasilitator dan pelayan

masyarakat (wajib pajak) yang sudah dibebani dengan sistem self-assessment,

harus benar-benar dipahami, dihayati dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh

dan sepenuh hati. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu aparat mempersulit

wajib pajak, berpikir dan bertindak mencari keuntungan pribadi dengan

(23)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

wajib pajak dengan maksud memberikan sanksi, maka hal tersebut dapat

mengakibatkan peningkatan biaya kepatuhan pada wajib pajak.

Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya tingkat kepatuhan

wajib pajak dalam rangka melakukan pemenuhan kewajiban pajak adalah jumlah

biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh wajib pajak yang dalam berbagai

literature disebut dengan compliance cost (Safri Nurmantu, 2003:58). Idealnya,

biaya-biaya yang dikeluarkan oleh wajib pajak dalam rangka pemenuhan

kewajiban pajak tersebut tidak memberatkan wajib pajak dan tidak menghambat

wajib pajak dalam melakukan pemenuhan kewajiban pajaknya. Sejak lama

masalah tersebut telah mendapat perhatian sebagai salah satu prinsip perpajakan

yang dituangkan dalam prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam

pemungutan pajak, seperti yang dilakukan oleh Adam Smith pada permulaan abad

XVIII dan E.R.A. Seligman serta Fritz Neumark pada permulaan abad XX.

Indonesia termasuk negara yang mengalami ekonomi biaya tinggi. Salah

satu yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi adalah biaya transaksi yang tinggi.

Bila dibandingkan dengan beberapa negara di Asia, biaya transaksi di Indonesia

termasuk sangat tinggi. Hasil survey jetro tentang biaya ekonomi tinggi di

sejumlah negara di Asia menunjukan gambaran bahwa Indonesia termasuk tinggi

biaya ekonominya. Faktor paling besar adalah biaya pegawai yang semakin

mahal, disusul dengan sistem perpajakan yang sulit dan rumit. Berikut adalah

(24)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 1.1

Struktur biaya tertinggi di beberapa negara di Asia (2011)

sumber : Jetro Survey (2011).

Terlihat dari perbandingan struktur biaya tersebut, bahwa biaya di

Indonesia lebih tinggi daripada Bangladesh, Thailand, Vietnam, Hongkong,

Malaysia, Filiphina, dan singapura. jumlah biaya yang dikeluarkan oleh

(25)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

perusahaan bangladesh di Indonesia hanya 91,0 % dari jumlah biaya di Indonesia,

jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan vietnam di indonesia hanya mencapai

28,6 % dari jumlah biaya di indonesia.jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan

malaysia di indonesia hanya mencapai 25,1 % dari jumlah biaya di indonesia,

jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan filiphina di indonesia hanya mencapai

19,5 % dari jumlah biaya di indonesia,jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan

thailand di indonesia hanya mencapai 6,7 % dari biaya di indonesia, jumlah biaya

yang dikeluarkan perusahaan hongkong hanya mencapai 3,4 % dari jumlah biaya

di indonesia, jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan singapura di indonesia

mencapai 1,2 % dari jumlah biaya di indonesia. Masalah utama dalam

pengembangan investasi di indonesia adalah kenaikan upah pegawai dan praktek

pajak yang rumit. Kerumitan perpajakan ini dapat menyebabkan biaya transaksi

dalam perhitungan pajak menjadi tinggi.

Menurut Adam Smith (1723-1790), seorang penulis dan filsuf yang

dikenal sebagai bapak aliran ekonomi klasik kelahiran Skotlandia, menekankan

perlunya penerapan prinsip efficiency, selain prinsip equality, certainty, dan

convenience (atau yang dikenal dengan four maxims atau four canons). Sesuai prinsip efficiency, pemungutan pajak hendaknya dilaksanakan dengan cara

sehemat mungkin dan biaya-biaya yang terkait dengan pemungutan pajak tersebut

tidak lebih tinggi daripada pajak yang dipungut sebagaimana yang dikemukakan

(26)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

and keep out of the pockets of the people as little as possible, over and above what it brings into the public treasury of the state” (Safri Nurmantu, 2003:55).

Dalam buku yang berjudul The Shifting and Incidence of Taxation (yang

ditulis tahun 1892) dan The Income Tax (yang ditulis tahun 1911), E.R.A.

Seligman merumuskan empat prinsip pemungutan pajak, yang terdiri dari prinsip

fiscal (yang terdiri dari kaidah adequacy atau kecukupan dan kaidah elasticity atau keluwesan), prinsip administrative (yang terdiri dari kaidah certainty,

convenience, dan economy), prinsip economic, dan prinsip ethical (yang terdiri dari kaidah uniformity dan universality). Kaidah economy yang merupakan bagian

dari prinsip administrative yang dikemukakan oleh Seligman serupa dengan

prinsip efficiency dari Adam Smith yang mengatakan bahwa biaya yang

dikeluarkan wajib pajak dalam rangka melakukan pemenuhan kewajiban pajak

harus ditekan pada tingkat yang serendah-rendahnya (Safri Nurmantu,2003:56).

Sedangkan, Fritz Neumark, seorang guru besar dalam ilmu keuangan

negara di Universitas Goethe, Frankfurt, Jerman Barat, mengemukakan empat

prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemungutan pajak yang terdiri dari

prinsip-prinsip revenue productivity, social justice, economic goals, serta ease

administration and compliance. Salah satu kaidah dalam prinsip ease administration and compliance adalah the requirement of economy yang mengatakan bahwa biaya-biaya penghitungan, pengawasan, dan penagihan pajak

harus ditekan pada tingkat serendah-rendahnya. Menurut Neumark, biaya-biaya

yang harus diminimalkan tersebut tidak hanya meliputi biaya-biaya yang

(27)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

biaya-biaya yang dikeluarkan oleh wajib pajak dalam rangka pemenuhan

kewajiban pajak (atau disebut compliance cost).

Pada dasarnya, selain merupakan disinsentif bagi tingkat kepatuhan wajib

pajak, tingginya tingkat compliance cost merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi tingginya tingkat high cost economy dalam suatu negara. Karena

dianggap sangat penting, isu tentang compliance cost tersebut dibahas dalam

kongres XLIII International Fiscal Association (IFA) tahun 1989 di Rio De

Janeiro. Dalam kongres tersebut, Cedric Sandford, seorang guru besar emeritus

dari Universitas of Bath, England, menyebutkan tiga macam biaya pajak (cost of

taxation) yang terdiri dari sacrifice of income, distortion cost, dan running cost (Wallschutzky, Ian, 2003). Menurut Cedric Sandford(1989:10) yang dikutip dari

buku Sony Devano, sacrifice of income adalah pengorbanan wajib pajak yang

menggunakan sebagian penghasilan atau uang dan hartanya untuk membayar

pajak; Distortion cost adalah biaya yang timbul sebagai akibat

perubahan-perubahan dalam proses produksi dan faktor produksi karena adanya pajak

tersebut yang dapat menyebabkan perubahan pola perilaku ekonomi (sebagai

contoh adalah pajak yang dapat menyebabkan disinsentif bagi individu dan badan

usaha dalam berkonsumsi dan berproduksi); dan, running cost yang diartikan oleh

Sandford sebagai biaya-biaya yang tidak akan ada jika sistem perpajakan tidak

ada yang terdiri dari administrative cost (yakni, biaya-biaya yang dikeluarkan

oleh pemerintah sehubungan dengan penyelenggaraan sistem perpajakan nasional)

dan compliance cost (yaitu, biaya-biaya yang dikeluarkan oleh wajib pajak dalam

(28)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Selanjutnya, Cedric Sandford membagi compliance cost dalam tiga jenis

biaya, yakni direct money cost, time cost, dan psychic atau psychological cost.

Menurut Sandford, direct money cost adalah biaya-biaya cash money (uang tunai)

yang dikeluarkan wajib pajak dalam rangka pemenuhan kewajiban pajak, seperti

pembayaran kepada konsultan pajak dan biaya perjalanan ke bank untuk

melakukan penyetoran pajak; Time cost adalah waktu yang terpakai oleh wajib

pajak dalam melakukan pemenuhan kewajiban pajak, antara lain waktu yng

digunakan untuk membaca formulir surat pemberitahuan pajak (SPT) dan buku

petunjuknya, waktu yang digunakan untuk berkonsultasi dengan akuntan atau

konsultan pajak dalam mengisi SPT, dan waktu yang digunakan untuk pergi dan

pulang ke kantor pajak; Sedangkan, psychic cost adalah rasa stress dan berbagai

rasa takut atau cemas karena melakukan tax evasion.

Sebagaimana telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, tingginya tingkat

compliance cost merupakan salah satu unsur yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat high cost economy dalam suatu negara selain merupakan disinsentif bagi

kepatuhan wajib pajak dalam pemenuhan kewajiban pajak.

Dalam penelitian terdahulu, Adinur Prasetyo (2008) menjelaskan bahwa

Ukuran Perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya

transaksi pajak. Adapun dalam ukuran perusahaan memiliki tiga indikator, yaitu

a) penjualan, b) aktiva, dan c) ekuitas atau modal. Dalam kesimpulan penelitian

tersebut menegaskan bahwa jika Ukuran Perusahaan yang dapat dilihat dari

(29)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Transaksi Pajak juga semakin besar. Dan jika Ukuran Perusahaan semakin kecil,

maka Biaya Transaksi pajak semakin rendah.

Pada penelitian Andris (2010) , dalam penelitiannya dijelaskan bahwa

biaya yang paling tinggi adalah biaya konsultan pajak. Hanya 3 Wajib Pajak yang

menggunakan jasa konsultan pajak dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk

membayar konsultan pajak sangat mahal. Di KPP Pratama Soreang, Wajib Pajak

lebih memilih melakukan penghitungan, pengisian, dan pelaporan pajak sendiri,

daripada membayar konsultan pajak dikarenakan mahalnya biaya yang harus

dikeluarkan untuk menyewa konsultan pajak.

Biaya transportasi merupakan biaya transaksi langsung tertinggi kedua. Hal

ini dikarenakan kantor KPP Pratama Soreang terletak di daerah Cimareme,

menyebabkan jarak yang antara Wajib Pajak yang terdaftar dengan kantor KPP

tersebut menjadi jauh. Jarak daerah pelayanan KPP Pratama soreang yang paling

dekat adalah daerah sekitar Kopo yang berjarak antara 12-15 kilometer dan yang

paling jauh adalah daerah Pangalengan yang berjarak lebih dari 35 kilometer.

Wajib Pajak harus melaporkan SPT masa PPH pasal 21 ke KPP setiap bulan. Oleh

karena itu, biaya transportasi menjadi cukup tinggi. Rata-rata biaya transportasi

setiap Wajib Pajak dalam satu tahun adalah Rp230.814,00 dan total biaya

transportasi dalam setahun adalah Rp9.925.000,00.

Biaya fotocopi yang dikeluarkan oleh setiap Wajib Pajak untuk melaksanakan

pelaporan SPT Masa PPh pasal 21 adalah rata-rata sebesar Rp124.419,00 dalam

satu tahun. Dengan total perkiraan total pengeluaran biaya fotocopi 43 wajib

(30)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Setiap Wajib Pajak Badan harus mengeluarkan biaya transaksi sebesar

Rp355.233,00 untuk biaya fotocopi dan biaya transportasi dalam satu tahun.

Jumlah biaya yang dikeluarkan menjauh lebih jauh besar bila Wajib Pajak Badan

mengunakan jasa konsultan, biaya transaksi yang harus dikeluarkan menjadi

sebesar Rp.8.855.233,00.

Tabel 1.2

Total dan Rata-rata Biaya Transaksi Langsung

Biaya

Biaya Transportasi 43 9.925.000 230.814

Biaya Kosnsultan Pajak 3 25.500.000 8.500.000

Sumber: hasil pengolahan data

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian

mengenai perbedaan biaya transaksi pada perusahaan skala besar dan skala kecil

Wajib Pajak Badan yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Bandung

Cicadas. Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah penelitian tersebut

dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Soreang dengan melakukan

(31)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Prasetyo (2008) melakukan penelitian tentang menghitung minimalisasi biaya

kepatuhan pajak. Andris (2010) melakukan penelitian mengenai Biaya Transaksi

Pajak Langsung dan Biaya Transaksi Pajak Tak langsung dan melakukan

penelitian mengenai SPT PPh Pasal 21, sedangkan penulis berharap melakukan

penelitian tentang biaya transaksi yang dikeluarkan perusahaan skala besar dan

kecil terkait dengan SPT Pajak Pertambahan Nilai Wajib Pajak Badan sebagai alat

untuk pelaporan pajak PPN yang kemudian akan dibandingkan.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis berharap melakukan

penelitian lebih lanjut mengenai, “ANALISIS PERBEDAAN BIAYA

TRANSAKSI DALAM ADMINISTRASI PAJAK SISTEM SELF

ASSESSMENT PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR DAN SKALA

KECIL PADA KPP PRATAMA BANDUNG CICADAS.” I.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka dirumuskan suatu permasalahan yaitu:

1. Berapakah biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment

yang dikeluarkan Perusahaan Berskala Kecil yang terdaftar pada KPP

Pratama Bandung Cicadas?

2. Berapakah biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment

yang dikeluarkan Perusahaan Berskala Besar yang terdaftar pada KPP

Pratama Bandung Cicadas?

3. Apakah terdapat perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem

self assessment yang dikeluarkan Perusahaan berskala kecil dan berskala

(32)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu I.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian yang dilakukan ini adalah mengadakan

peninjauan/pengamatan terhadap menganalisa administrasi sistem perpajakan

sistem self assessment mengenai prosedur penghitungan, pengisian SPT, dan

pelaporan SPT dan juga menganalisa mengenai biaya transaksi penghitungan

pajak.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Seperti apa yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penelitian ini

memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui besarnya biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self

assessment yang dikeluarkan Perusahaan Skala kecil pada KPP Pratama Bandung Cicadas.

2. Mengetahui besarnya biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self

assessment yang dikeluarkan Perusahaan skala besar pada KPP Pratama Bandung Cicadas.

3. Mengetahui Perbedaan besarnya biaya transaksi dalam administrasi pajak

sistem self assessment yang dikeluarkan perusahaan skala kecil dan

perusahaan skala besar pada KPP Pratama Bandung Cicadas.

(33)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Suatu penelitian dilakukan dengan harapan agar penelitian tersebut dapat

memberikan manfaat baik peneliti maupun orang lain. Penelitian ini mempunyai

dua manfaat, yaitu secara praktis dan teoritis yang akan dijelaskan sebagai

berikut:

1.4.1 Kegunaan Praktis

Penelitian ini merupakan suatu hal yang dapat menimbulkan manfaat

baik bagi penulis, Perusahaan, maupun bagi pembaca pada umumnya.

Adapun manfaat-manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

Untuk memperoleh gambaran, pengetahuan dan bukti empiris

tentang ilmu perpajakan mengenai administrasi perpajakan, khususnya

prosedur penghitungan, pengisian dan pelaporan SPT saat ini serta biaya

transaksi pajak yang ditimbulkan dari administrasi pajak sistem self

assessment, sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai kesesuaian antara teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan

praktek di lapangan.

2. Bagi Fiskus

Memperoleh informasi dan mengetahui tingginya tingkat

compliance cost dalam suatu negara yang merupakan disensitif bagi kepatuhan wajib pajak dalam pemenuhan kewajiban pajak, sehingga

(34)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pemenuhan kewajiban perpajakan yang harus dikeluarkan oleh wajib

pajak badan.

1.4.2 Kegunaan Teoritis

Penulis sangat berharap hasil dari penelitian yang dilakukan dapat

berguna bagi dunia akuntansi khususnya dan disiplin ilmu lain pada

umumnya. Penulis juga berharap sebagai bahan referensi bagi peneliti lain

yang ingin mengkaji bidang yang sama sehingga menjadikan hasil penelitian

(35)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 54

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian dari penelitian ini adalah biaya transaksi dalam

administrasi pajak sistem self assesment. Biaya transaksi yang diteliti adalah

biaya langsung (direct cost of money) dan opportunity cost of time yang

dikeluarkan oleh wajib pajak badan yang dibagi berdasarkan skala perusahaan

yakni perusahaan skala kecil dan skala besar yang terdaftar pada Kantor

Pelayanan Pajak Bandung Cicadas .

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Desain Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini menggunakan metode komparatif. Metode

komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini

dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih

fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu.

Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari

satu atau dalam waktu yang berbeda.

Menurut Nazir (2005: 58) penelitian komparatif adalah sejenis penelitian

(36)

sebab-Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

akibat,dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya

suatu fenomena tertentu.

Penelitian ini dilakukan dengan survey melalui memberikan kuisioner

kepada Wajib Pajak Badan yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Bandung Cicadas. Berdasarkan metode ini, aspek-aspek yang berkaitan diteliti

secara seksama, sehingga diperoleh data yang mendukung masalah ini. Data

tersebut kemudian diolah dan dianalisis dan kemudian ditarik kesimpulan dari

masalah yang diteliti.

3.2.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk

apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh

informasi tentang hal tersebut, kemudian dapat ditarik kesimpulannya.

Menurut Kerlinger (1973) dalam buku Sugiyono (2011:3) menyatakan

bahwa variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari. Sedangkan

menurut Kidder (1981) dalam buku Sugiyono (2011:3) menyatakan bahwa

variabel adalah suatu kualitas dimana peneliti mempelajari dan menarik

kesimpulan darinya.

Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, maka dapat dirumuskan bahwa

variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau

kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

(37)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalam penelitian ini terdapat satu variabel yaitu biaya transaksi dalam

administrasi pajak sistem self assesment. Biaya tersebut terdiri dari complience

cost serta biaya transaksi langsung (direct cost of money).

Untuk memahami penggunaan variabel bebas kedua variabel tersebut dan

menentukan data apa yang akan diperlukan untuk memudahkan dalam

pengukurannya, maka kedua variabel tersebut didefinisikan secara operasional ke

dalam penjabaran konsep berikut:

Tabel 3.1 Definisi dan Operasionalisasi Variabel

VARIABEL DIMENSI INDIKATOR SKALA NO.ITEM

Biaya Transaksi

(38)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

(39)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Langkah selanjutnya dari indikator variabel biaya transaksi penghitungan

pajak tersebut akan diukur kuesioner yang diberikan kepada Wajib Pajak Badan

yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama di kota Bandung. Data yang

diperoleh dari setiap item yaitu item 1 sampai 9 yang terdapat kuesioner berskala

rasio.

3.2.3 Populasi Dan Sampel Penelitian

A. Populasi

Populasi adalah jumlah keseluruhan unit analisa yang ciri-cirinya

akan diteliti. Populasi menurut Sugiyono (2011:61) yaitu: “wilayah

generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai

kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Badan

yang terdaftar pada Kantor Pelayanana Pajak (KPP) Pratama Bandung

Cicadas.

B. Sampel

Untuk memudahkan penelitian, maka perlu ditetapkan sampel yang

merupakan sebagian dari jumlah populasi dengan memperhatikan

keabsahan dari sampel yang diambil. Sugiyono (2011:62) dalam bukunya

Statistika Untuk Penelitian menyatakan “sebuah sampel adalah sebagian

(40)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Teknik sampel yang digunakan dalam peneltian ini adalah

sampling Purposive. Menurut Sugiyono (2009:122), “sampling purposive

adalah teknik penentuan dengan pertimbangan tertentu”. Sampel yang

digunakan penulis pada penelitian ini adalah 30 orang wajib pajak yang

terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Bandung Cicadas dikarenakan tidak

semua wajib pajak dapat ditemui dan bersedia mengisi kuesioner.

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei. Metode ini digunakan

uuntuk mengumpulkan data-data primer yang diperlukan mengenai masalah yang

diteliti dengan cara memberikan kuesioner kepada wajib pajak badan mengenai

biaya transaksi. Selain itu, peneliti juga melakukan obseravsi secara langsung

mengenai proses pelaporan SPT Pajak Pertambahan Nilai.

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan mengenai variabel biaya

transaksi dalam administrasi pajak dengan sistem self assesment adalah kuesioner.

Dari kuesioner tersebut didapat data berupa data berskala rasio. Hal ini

dikarenakan data yang diperoleh memenuhi ciri-ciri skala rasio. Ciri-ciri skala

rasio menurut Jogiyanto (2007:65) yaitu : “bernilai klasifikasi, order, distance

(berjarak), dan mempunyai nilai awal 0’.

(41)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pengetahuan validitas dilakukan untuk mengetahui kevalidan suatu penelitian

dengan kejadian yang sebenarnya terjadi. Menurut Sugiyono (2008:121) validitas

adalah:

“imstrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan

data (mengukur itu valid). Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan

untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrument yang valid harus

memiliki validitas internal dan eksternal”.

Pengujian validitas tiap butir pertanyaan kuesioner menggunakan validitas

konstruksi. Pengujian dilakukan dengan cara mengkorelasokan antara skor item

setiap butir pertanyaan dengan skor total, selanjutnya interpretasi dari koefisien

korelasi yang dihasilkan, bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya

lebih dari atau sama dengan 0,3 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen

tersebut memiliki validitas konstruksi yang baik. (Sugiyono,2008:178).

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas adalah rumus sebagai

berikut :

r =

sumber : Sugiyono,2008:178

keterangan :

(42)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu y : skor total seluruh pertanyaan

xy : skor pertanyaan dikalikan skor total.

2. Uji Reliabilitas.

Pengujian reliabilitas dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya,

artinya pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama akan memberikan hasil

yang sama dalam beberapa kali pengukuran selama aspek yang diukur tidak

berubah. Secara empiris, tinggi rendahnya reliabilitas ditunjukkan oleh suatu

angka yang disebut koefisien reliabilitas. Semakin tinggi koefisien korelasi untuk

reliabilitas maka konsistensi antara hasil pengenaan dua tes tersebut semakin baik

dan hasil ukur kedua tes itu dikatakan semakin reliabel, demikian pula sebaliknya.

Uji reliabilitas instrumen penelitian ini akan menggunakan rumus koefisien Alpha

atau Alpha Cronbach seperti di bawah ini:

dimana :

k = Banyaknya butir pertanyaan

Sj2= Varians total skor jawaban

Sx2= Total varians skor jawaban

dimana

(43)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu dan

Sx2=

3.2.5 Teknik Analisi Data

Teknik pengolahan data yang dilakukan terhadap data yang diperoleh dari

hasil penelitian adalah analisis statistika komparatif. Setelah data yang diperoleh

dengan lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan, selanjutnya dilakukan proses

analisis data sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas dimaksudkan untuk memeriksa apakah data populasi

berdistribusi normal atau tidak. Dalam pengujian ini diperlukan untuk mengetahui

apakah teknik analisis dapat digunakan dalam penelitian ini. Pengujian ini

menggunakan Uji Kolmogrov-Smirnov, dimana apabila a maksimum hitung lebih

kecil dari nilai kritis, maka distribusi data penelitian bersifat normal. Proses

pengolahan uji normalitas ini menggunakan Program SPSS 16.0 .

(44)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Disamping pengujian terhadap normal tidaknya distribusi data pada

sampel, perlu kiranya peneliti melakukan pengujian terhadap kesamaan (

homogenitas ) beberapa bagian sampel, yakni seragam tidaknya variansi

sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama ( Arikunto,2006:320).

Dari pernyataan Arikunto tersebut maka dapat disimpulkan bahwa uji

homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari masing-masing

kelompok sampel mempunyai varians yang sama atau berbeda sehingga dapat

ditentukan rumus t-test yang akan dipilih untuk pengujian hipotesis.

3.2.6 Teknik Pengujian Instrumen

1. Pengujian T-tes

Rumus T-tes dapat digunakan untuk menguji hipotesis dua komparatif dua

sempel independen ( Sugiyono, 2011:122). Rumus tersebut adalah sebagai

berikut:

Dimana : x1 = Rata-rata sampel 1

x2 = Rata-rata sampel 2

(45)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

s2 = Varians sampel 2

n1 = simpangan baku sampel 1

n2 = simpangan baku sampel 2

2.Uji Mann-Whitney

Uji Mann Whitney merupakan alternative lain untuk menguji beda mean

dari dua sampel. Uji U ini tidak memerlukan asumsi distribusi normal dan

homogenitas varience. Untuk menghitung nilai statistik uji Mann-Whitney, rumus

yang digunakan adalah sebagai berikut:

Dimana:

U = Nilai uji Mann-Whitney

N1= sampel 1

N2= sampel 2

Ri = Ranking ukuran sampel

Hasil perolehan Uhitung dikonsultasikan pada tabel U Mann-Wiitney

(Utabel). Taraf signifikan yang dipakai adalah 0,05. Ketentuan pengujian

(46)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3.2.7 Analisis Biaya Transaksi Langsung

A. Menghitung Rata-rata Setiap Biaya Langsung

Mean menurut Sugiyono (2010:54) merupakan “teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut”.

Rata-rata ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam

kelompok, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada

kelompok tersebut.

Rumus untuk menghitung mean dari data bergolong adalah sebagai

berikut :

Me=

Dimana:

∑ fi = Jumlah sampel

Fixi = Produk perkalian antara fi pada tiap interval data dengan tanda

kelas (xi). Tanda kelas adalah rata-rata dari nilai terendah dan

tertinggi setiap interval data

B. Menghitung Jumlah Total Biaya Transaksi Langsung

Untuk menghitung Jumlah total Biaya transaksi langsung adalah sebagai

berikut :

(47)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3.2.8 Analisis Opportunity Cost Of Time

A.Menghitung Rata-rata Waktu yang diperlukan untuk melaporkan

SPT Masa PPh Pasal 21

Mean menurut Sugiyono (2010:54),”merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut”.

Rata-rata ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam

kelompok, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada

kelompok tersebut.

Rumus untuk menghitung mean dari data bergolong adalah sebagai

berikut

Me=

Dimana:

∑ fi = Jumlah sampel

Fixi = Produk perkalian antara fi pada tiap interval data dengan tanda

kelas (xi). Tanda kelas adalah rata-rata dari nilai terendah dan

tertinggi setiap interval data

B.Menghitung Rata-rata Penghasilan per Jam dari Wajib Pajak

Mean menurut Sugiyono (2010:14) “merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut”.

(48)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan

skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kelompok, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada

kelompok tersebut.

Rumus untuk menghitung mean dari data bergolong menurut Sugiyono

(2010 : 14) adalah sebagai berikut :

Me=

Dimana:

∑ fi = Jumlah sampel

Fixi = Produk perkalian antara fi pada tiap interval data dengan tanda

kelas (xi). Tanda kelas adalah rata-rata dari nilai terendah dan

tertinggi setiap interval data

C.Mengkuantitaskan Total Opportunity Cost of Time

Untuk mengkuantitaskan opportunity cost of time dari waktu menjadi

nilai uang, menurut Guyton (dalam Higginbotham, 2005:3) dapat dilakukan

dengan mengkalikan estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan

prosedur penghitungan dan pelaporan SPT dengan tarif rata-rata gaji per

jam Wajib Pajak.

(49)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 116

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Adapun kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Jumlah biaya transaksi langsung pada perusahaan kecil total biayanya adalah sebesar

Rp 23.425.000,00. Jumlah Opportunity cost of time dari 15 jumlah wajib pajak pada

perusahaan skala kecil untuk penyiapan dokumen adalah sebesar Rp 3.945.834,00,

untuk mempelajari ketentuan sebesar Rp 4.632.066,00, pengisian SPT sebesar Rp

3.812.400,00, sedangkan untuk transportasi adalah sebesar Rp 4.632.066,00. Bila

dijumlahkan secara keseluruhan dari 15 wajib pajak, nilai uang dari waktu yang

dipakai untuk memenuhi kewajiban perpajakannya dalam hal pelaporan SPT PPN

adalah sebesar Rp 17.022.366,00.

2. Jumlah biaya transaksi langsung pada perusahaan besar total biayanya adalah sebesar

Rp 71.750.000,00.Jumlah Opportunity cost of time dari 15 jumlah wajib pajak pada

perusahaan skala besar untuk penyiapan dokumen adalah sebesar Rp6.309.522,00,

untuk mempelajari ketentuan sebesar Rp 8.025.102,00, pengisian SPT sebesar Rp

6.576.390,00, sedangkan untuk transportasi adalah sebesar Rp 6.385.770,00. Bila

dijumlahkan secara keseluruhan dari 15 wajib pajak, nilai uang dari waktu yang

dipakai untuk memenuhi kewajiban perpajakannya dalam hal pelaporan SPT PPN

(50)

Annisa mulia octavia, 2014

Analisis perbedaan biaya transaksi dalam administrasi pajak sistem self assessment pada perusahaan skala besar dan skala kecil pada kpp pratama bandung cicadas

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Dari keseluruhan biaya transaksi perpajakan hampir semua terdapat perbedaan,yakni

pada Biaya Transportasi, Biaya konsultan pajak, Waktu penyiapan dokumen, Waktu

mempelajari Ketentuan, dan Waktu Pengisian SPT. kecuali pada Biaya fotokopi dan

waktu Transportasi tidak terdapat perbedaan.

5.2 SARAN

1. Bagi pihak KPP Pratama Bandung Cicadas, disarankan untuk lebih mensosialisasikan

system pelaporan secara on-line seperti e-SPT dan e- Filling untuk mengurangi biaya

transaksi yang harus dikeluarkan wajib pajak dalam pemenuhan kewajiban

administrasi perpajakan dengan sistem self assessment.

2. Bagi Wajib Pajak, untuk meminimalisir biaya transaksi yang dikeluarkan untuk

pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan dengan cara melakukan

pembukuan dan pencatatan serta penyimpanan dokumen dengan baik, memanfaatkan

fasilititas e-SPT dan e-Filling, berkonsultasi dengan Account Representative bila ada

hal yang tidak atau kurang dimengerti, dan menghindari melakukan pelaporan SPT

pada tanggal 15-20 setiap bulan karena dapat menyebabkan penumpukan dan antrian

panjang.

3. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan permasalahan serupa, sebaiknya

melakukan penelitian terhadap subjek yang lebih luas berdasarkan psycost sehingga

diketahui rasa stres dan berbagai rasa takut atau cemas karena melakukan tax

evasion. Dapat pula melakukan penelitian dengan prosedur administrasi pajak

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Analisis Administrasi Perpajakan dan Biaya Transaksi
Tabel 1.1
Tabel 1.2 Total dan Rata-rata Biaya Transaksi Langsung
Tabel 3.1 Definisi dan Operasionalisasi Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini mendukung teori mengenai pengaruh sistem administrasi pajak modern terhadap kepatuhan wajib pajak, dimana sistem administrasi pajak modern

Pengujian terhadap hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana variabel satu berpengaruh terhadap variabel lainnya dalam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah Modernisasi Administrasi Perpajakan yaang dilakukan pemerintah dengan maksud untuk membenahi perpajakan

Khususnya untuk mengetahui besarnya energi per unit massa beras yang diproduksi baik dalam penggilingan padi skala kecil maupun besar, kesesuaian antara beban kerja dengan

Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis sistem administrasi perpajakan modern yang meliputi struktur organisasi, kualitas layanan, fasilitas layanan dengan teknologi

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh account representative dan modernisasi sistem administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak pada KPP Pratama

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perilaku sticky cost dalam biaya penjualan, administrasi dan umum pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa

Khususnya untuk mengetahui besarnya energi per unit massa beras yang diproduksi baik dalam penggilingan padi skala kecil maupun besar, kesesuaian antara beban kerja dengan