• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPORI TiO2-SiO2/KITOSAN DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN DTAB.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPORI TiO2-SiO2/KITOSAN DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN DTAB."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPORI TiO

2

-SiO

2

/KITOSAN

DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN DTAB

SKRIPSI SARJANA KIMIA

Oleh

STEFANI KRISTA

BP : 0910412029

JURUSAN S1 KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

(2)

INTISARI

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPORI TiO2-SiO2/KITOSAN

DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN DTAB

Oleh:

Stefani Krista (0910412029)

Dibimbing oleh Dr. Yetria Rilda, MS dan Dr. Zulhadjri, M.Eng

Senyawa TiO2-SiO2/kitosan merupakan senyawa yang dapat berfungsi sebagai

katalis untuk senyawa-senyawa organik. Sifat katalitik dari senyawa ini dapat

dipengaruhi oleh adanya sinar UV-Vis. Kinerja katalis sangat dipengaruhi oleh

morfologi dari TiO2-SiO2/kitosan. Di dalam penelitian ini dilakukan beberapa

modifikasi melalui sintesis senyawa ini dengan metoda sol-gel, antara lain

penambahan surfaktan DTAB, perbandingan Ti dan Si, dan pengaturan kondisi

kalsinasi. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa terjadi modifikasi morfologi

terhadap senyawa yang dihasilkan. Pola XRD memperlihatkan kristalinitas TiO2

anatase dipengaruhi oleh keberadaan senyawa surfaktan DTAB dan kitosan.

Kestabilan panas dan pola kristal TiO2 dipengaruhi oleh adanya SiO2, dimana

struktur kristal TiO2 anatase dapat dipertahankan pada suhu 550oC. Spektrum

FTIR menunjukkan perubahan intensitas pada rentang angka gelombang

4000-400 cm-1 yang menunjukkan terjadi interaksi Ti-O-Si,O-Ti-O, dan Si-O-Si. Pola

SEM menunjukkan bahwa partikel terdistribusi merata dengan permukaan berpori.

Data EDX memperlihatkan adanya komposisi elemen yang bervariasi dalam

(3)

ABSTRACT

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF NANOPOROUS TiO2

-SiO2/CHITOSAN WITH THE ADDITION OF SURFACTANT DTAB

By:

Stefani Krista (0910412029)

Guided by Dr. Yetria Rilda, MS dan Dr. Zulhadjri, M.Eng

TiO2-SiO2/Chitosan is a compound which can be applied as catalyst of organic

compound. The catalytic activity of TiO2-SiO2/Chitosan is influenced by its

morphology. The synthesis of this compound by sol-gel method is modified by the

addition of surfactant DTAB, composition of Ti and Si, and calcination parameter.

The result of characterization shows that the morphology of TiO2-SiO2/Chitosan

has been modified. X-Ray Diffraction (XRD) pattern showed the crystalline of TiO2

anatase is effected by the presence of surfactant DTAB and chitosan. The thermal

stability and crystal pattern of TiO2 is influenced by the presence of SiO2 which the

anatase structure can be resisted at 550oC. The spectrum of Fourier Transform

Infrared (FTIR) showed the difference intensity in the range 4000-400 cm-1. There

are interaction of Ti-O-Si, O-Ti-O, and Si-O-Si from the spectrum FTIR. Scanning

Electron Microscopy (SEM) analysis showed the homogenize distribution of

particle with the porous morphology. The Energy Dispersive X-Ray (EDX) analysis

showed the variance composition of elements of compound when the process

synthesis parameter is varied.

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Titania (TiO2) dengan struktur kristal anatase, ukuran nano, dan luas

permukaan besar secara luas lebih banyak digunakan untuk berbagai aplikasi.

Struktur kristal dan morfologi pemukaan dari titania merupakan faktor penting

untuk aplikasi spesifik, seperti katalis. Titania tipe anatase memberikan aktivitas

katalitik yang tinggi, terutama untuk dekomposisi dari polutan-polutan organik di

lingkungan, seperti zat warna dan mikroorganisma(1). Untuk meningkatkan

kinerja dari titania sebagai katalis, telah dilakukan berbagai modifikasi proses,

antara lain pengaturan kondisi sintesis dan penambahan senyawa-senyawa

tertentu.

Silika (SiO2) merupakan oksida logam yang memiliki sifat mekanik baik,

porositas tinggi, kestabilan panas, dan daya dispersi yang besar terhadap

titania(2). Oleh karena itu, silika digunakan sebagai material pendukung pada

titania, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja titania sebagai

fotokatalis sesuai dengan salah satu tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk

diaplikasikan sebagai bahan antimikroba, ketika dicoating pada kain katun.

Disamping itu, dilakukan juga penambahan kitosan. Kitosan merupakan

suatu biopolimer yang tidak bersifat toksik, biocompatible, dan biodegradable.

Kitosan berfungsi memodifikasi karakter (template struktur pori) dan

memberikan peningkatan sifat anti mikroba pada titania(3).

Sintesis bubuk titania telah dilakukan menggunakan berbagai metode,

seperti metode hidrotermal, oksidasi, dan dekomposisi uap. Metode sol-gel

digunakan secara luas dalam pembuatan oksida logam transisi karena memiliki

keunggulan, yaitu menghasilkan mikrostruktur skala nano dan menjaga

homogenitas raw material, serta kemungkinan menghasilkan struktur metastabil

yang unik pada temperatur yang rendah. Bubuk titania yang dibuat dengan

(5)

post-K. Balachandaran (2010) telah melakukan penelitian untuk melihat efek

ukuran, morfologi permukaan, dan kestabilan panas dari nanokomposit TiO2

-SiO2. Dari penelitian tersebut dilaporkan bahwa SiO2 memberikan pori dan

kestabilan panas yang baik, sehingga dapat mempertahankan struktur anatase

dari kristal TiO2(5). Selain itu, sintesis TiO2-SiO2/kitosan telah diteliti oleh E.

Pabon (2003) dimana TiO2-SiO2 tanpa kitosan membentuk kristal pada suhu

900oC(6). Efek dari surfaktan kationik CTAB (Cetyl Trimethyl Ammonium

Bromide) terhadap titania yang telah diteliti oleh J Medina-Valtierra (2006)

menunjukkan hasil bahwa TiO2 terdistribusi dengan lebih homogen, tetapi

intensitas kristal semakin rendah seiring dengan penambahan konsentrasi

surfaktan CTAB(7).

Dari uraian di atas dan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya,

maka pada penelitian ini dilakukan berbagai variasi terhadap sintesis nanopori

TiO2, yaitu dengan adanya penambahan SiO2, kitosan, dan surfaktan DTAB

(Dodesil Trimetil Amonium Bromida). Adapun variabel proses sintesis yang

divariasikan adalah perbandingan Ti dan Si (1:1 dan 2:1), konsentrasi surfaktan

DTAB (10, 20, dan 30%), dan lama kalsinasi pada suhu 550oC (3 dan 5 jam).

Metode sintesis yang digunakan adalah metode sol-gel karena memiliki

berbagai keunggulan seperti yang telah diuraikan diatas. Sintesis katalis TiO2

ini akan diaplikasikan sebagai anti mikroba pada kain katun.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka diperoleh perumusan masalah

sebagai berikut:

1. Apakah sintesis nanopori TiO2-SiO2/kitosan dapat dilakukan dengan

penambahan surfaktan DTAB pada proses sol-gel.

2. Apakah komposisi Ti dan Si mempengaruhi morfologi (struktur, ukuran,

dan bentuk) dari TiO2-SiO2/kitosan.

3. Apakah lama waktu kalsinasi mempengaruhi morfologi (bentuk, struktur,

(6)

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan

untuk:

1. Mempelajari proses sintesis nanopori TiO2-SiO2/kitosan dengan

penambahan variasi konsentrasi surfaktan DTAB pada proses sol gel.

2. Mempelajari pengaruh variasi komposisi Ti dan Si terhadap morfologi

(struktur, bentuk, dan ukuran) dari TiO2-SiO2/kitosan.

3. Mempelajari pengaruh variasi lama kalsinasi terhadap morfologi (bentuk,

struktur, dan ukuran) dari TiO2-SiO2/kitosan.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan informasi

mengenai suatu metoda dalam sintesis TiO2-SiO2/kitosan, sehingga

diperoleh produk yang memiliki kinerja baik jika diaplikasikan sebagai

Referensi

Dokumen terkait

Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Dan Pengembangan Produk Susu Segar Olahan (Pasteurisasi /Fermentasi) Pada Umkm Mulia Jaya Mandiri Di Kabupaten Sukoharjo, Laporan Kemajuan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan analisa data dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut yaitu bahwa medan magnet elektromagnetik yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kinerja keuangan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta berdasarkan analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas

Sekolah unggulan jauh lebih baik hanya untuk siswa Kelas 12; guru sekolah unggulan mempunyai tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang sama dengan guru sekolah

Már 1914 ôszén felvettek szomorú, katonaélet- tematikájú magyar nótákat (lásd az 1. táblázat ban Király Ernô hangfelvételeit). E nóták korai jelenléte azonban a

syari’ahIslam karena dalam dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang mura>bah}ah, sebagai landasan syari’ah transaksi mura>bah}ah adalah sebagai berikut: pada

Hasil penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan pasien pasca operasi katarak di Poli Klinik Mata RSUD Arifin Achmad pekanbaru tahun

Berdasarkan uraian di atas, pada penelitian ini akan diteliti tentang kemungkinan pengaruh konsentrasi sari buah pepaya muda Carica papaya dan lama pemeraman terhadap kualitas