• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PERBANDINGAN STABILISASI TANAH DASAR SECARA KIMIA DAN MEKANIS ( STUDI KASUS TANAH DASAR UNTUK KECAMATAN KENJERAN SURABAYA )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI PERBANDINGAN STABILISASI TANAH DASAR SECARA KIMIA DAN MEKANIS ( STUDI KASUS TANAH DASAR UNTUK KECAMATAN KENJERAN SURABAYA )"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ISBN No. 978-979-18342-0-9 E-49

( STUDI KASUS TANAH DASAR UNTUK KECAMATAN KENJERAN –

SURABAYA )

Erna, Imawati, Djoko Sulistiono, Amalia Firdaus Mahasiswa, Dosen DIII Teknik Sipil FTSP-ITS

Email : [email protected]

ABSTRAK

Tanah dasar di kawasan kecamatan Kenjeran – Surabaya berdasarkan penelitian Irmina A. ( 2007 ) merupakan jenis tanah lempung anorganik yang memiliki indeks plastisitas 39,58 % dan nilai CBR 1,16 % ( tidak memenuhi standar Bina Marga yaitu indeks plastisitas ≤ 10 % dan nilai CBR ≥ 6 %), sehingga memerlukan proses stabilisasi yang dilakukan secara kimia dan mekanis. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari cara yang terbaik dari kedua metode tersebut. Stabilisasi tanah dasar secara kimia dari penelitian irmina A. ( 2007 ) dengan bahan pencampur semen dan renolith, maka dengan jenis tanah dasar yang sama dilakukan stabilisasi tanah dasar secara mekanis dengan bahan pencampur pasir dan variasi campuran 10 %, 15 %, 20 %, 25 %, 30 %, 35 % dan 40 % terhadap berat tanah kering yang selanjutnya di uji di laboratorium sesuai dengan standar uji yang ada ( sesuai klasifikasi AASHTO dan USCS ), untuk menentukan sifat fisik, CBR, indeks plastisitas dan lain sebagaimana penelitian sebelumnya. Ternyata dari hasil penelitian didapat hasil yang terbaik yaitu variasi campuran pasir 40 % dengan nilai CBR 19 % dan indeks plastisitas 9,58 %. Sehingga dapat dibandingkan dengan stabilisasi kimia dari struktur perkerasan dan biaya. Perbaikan lapisan subgrade untuk stabilisasi kimia biayanya lebih mahal dibandingkan stabilisasi mekanis. Sebaliknya untuk lapisan perkerasan diatasnya dengan beban lalulintas yang sama stabilisasi kimia lebih tipis dibandingkan stabilisasi mekanis. Total biaya keseluruhan untuk keperluan stabilisasi dan perkerasan biaya stabilisasi mekanis lebih murah 27,36 % dari stabilisasi kimia.

Kata kunci : Stabilisasi kimia,stabilisasi mekanis,Indeks Plastisitas ( IP ),California Bearing Rasio ( CBR )

1. PENDAHULUAN

Kawasan kecamatan Kenjeran - Surabaya merupakan jalan yang akan digunakan sebagai jalan alternatif lingkar timur. Pada kondisi demikian memungkinkan terjadinya lalu lintas berat yang tentunya memerlukan struktur perkerasan yang kuat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya Irmina A. ( 2007 ) dapat diketahui bahwa CBR tanah dasarnya tidak memenuhi persyaratan Bina Marga. Oleh karena itu perlu dilakukan adanya proses stabilisasi tanah dasar yang dapat dilakukan baik secara kimia maupun mekanis. Merujuk pada penelitian sebelumnya, yaitu stabilisasi tanah dasar secara kimia Irmina A. ( 2007 ) dengan bahan pencampur semen dan renolith, maka dengan jenis tanah dasar

yang sama dilakukan penelitian stabilisasi tanah dasar secara mekanis dengan bahan pencampur pasir.

Pasir, partikel yang tidak kohesif berbutir kasar yang memiliki kemungkinan dapat menurunkan indeks plastisitas dari tanah lempung yang kohesif. Permasalahannya adalah bagaimana perbedaan stabilisasi kimia dan mekanis. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memperoleh perbandingan antara stabilisasi secara kimia ( penambahan semen dan renolith ) dengan stabilisasi secara mekanis ( penambahan pasir ) ditinjau dari segi biaya , mutu , serta teknik pelaksanaan.

(2)

ISBN No. 978-979-18342-0-9 E-50 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pengujian terhadap tanah dasar ini berfungsi untuk meningkatkan daya dukung tanah yang distabilisasi dengan mencampurkan tanah dasar dengan pasir. Pengujian ini menggunakan kombinasi - kombinasi campuran untuk mengetahui perubahan sifat-sifat tanah akibat penambahan pasir.

Material - material yang akan dicampurkan dalam pengujian ini meliputi, tanah lempung dari tempat studi kasus ( Kecamatan Kenjeran-Surabaya ), pasir dan air.

Adapun pasir yang digunakan untuk campuran berasal dari kota Mojokerto dengan klasifikasi terlampir yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi tanah sesuai dengan persyaratan Bina Marga yaitu tanah dasar harus memenuhi kriteria antara lain :

1. Indeks Plastisitas ( IP ) maksimal 10% 2. CBR tanah minimal 6%

Merujuk pada penelitian sebelumnya dengan menggunakan semen 11 % dan renolith 7 % didapat hasil sebagai berikut :

• Harga Liquid Limit dari tanah dasar yang diteliti adalah 50,9 %.

• Harga Indeks Plastisitas dari tanah dasar yang diteliti adalah 11,92%.

• Hasil Uji CBR rendaman ( CBR SOAKED ) terhadap tanah yang diteliti adalah 27,84%.

3. METODOLOGI PENELITIAN

NO

YES

Gambar. 1

Metodologi Perbandingan Pengujian Stabilisasi Tanah Dasar Secara Kimia dan Mekanis Menambahkan

Variasi yang lebih besar dari

sebelumnya

Perbandingan Stabilisasi Kimia dan Mekanis ditinjau dari Segi Teknis, Mutu, dan Biaya pada Perencanaan Perkerasan Jalan

Kesimpulan FINISH Tanah+Variasi Pasir 10%,15%, 20%, 25%,30%, 35%,40%

Tanah + Variasi Semen 3%, 5%, 7%, 9%, 11% + Renolith 7% ( sudah diteliti sebelumnya )

START

StudiPustaka

Data / Informasi / Persyaratan BINA MARGA

Persiapan

A

A

Analisa Hasil Laboratorium

Data : • CBR • ATTERBERG LIMIT • PROCTOR TEST Sesuai persyaratan BINA MARGA Hasil Perbandingan

(3)

ISBN No. 978-979-18342-0-9 E-51 Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan pengujian sesuai standar AASHTO. Pada pengujian ini menggunakan campuran pasir 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35% dan 40%. Urutan pelaksanaan pengujiannya yaitu sebagai berikut :

- Melakukan test Atterberg yang terdiri test Liquid Limit ( Batas Cair ), PL ( Batas Plastis ), dan SL ( Batas Susut ).

- Melakukan test proctor untuk mengetahui kadar air optimum dan berat volume kering d maksimum. - Melakukan test CBR ( California

Bearing Test ) untuk mengetahui kepadatan tanah.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian laboratorium menunjukkan adanya perubahan pada masing – masing variasi.Untukstabilisasikimiamenggunakan variasisemen3%,5%,7%,9%,11% dari berattanah kering +Renolith 5 % dariberat semen ( sudah diteliti sebelumnya ), sedangkan untuk stabilisasi mekanik menggunakan variasi pasir 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35% dan 40% terhadap tanah kering.

Berikut hasil test pada tanah asli yangdisajikan padatabel1sampaidengan tabel3. Tabel1:HasilTestAtterbergpadatanah asli AtterbergLimit HargaRata-rata LL(% ) 66,8 PL(% ) 27,22 IP (% ) 39,58 Sumber:IrminaA.(2007) Tabel2:HasilWoptdan γd padatestproctor Parameter Harga Wopt ( % ) 17.28 γd ( gr/cm³ ) 1.58 Sumber:IrminaA.(2007) Tabel3:HasilnilaiCBR nilai CBR rata-rata sample1 1.24 1.16 sample2 1.08 Sumber:IrminaA.(2007) Berikuthasiltesttanahyangsudah distabilisasi dengan kimia yang disajikan padatabel4sampaidengan tabel6.

Tabel 4: Hasil test atterberg pada stabilisasi kimia

Parameter VariasiSemen +7% Renolith 3% 5% 7% 9% 11% LL(% ) 60,7 57,5 56,8 53,9 50,9 PL(% ) 33,58 34,59 35,21 38,1 38,98 IP (% ) 27,12 22,91 21,59 15,8 11,92 Sumber:IrminaA.(2007)

Gambar2:Grafikhubungan antaraIP dengan % semen +renolith

Sumber:IrminaA.(2007)

Tabel 5: Hasil Wopt danγd pada proctor test

Parameter VariasiSemen +7% Renolith

0% 3% 5% 7% 9% 11% γd maks (gr/cm3) 1,58 1,55 1,55 1,62 1,65 1,74 W opt ( %) 17,2 20,6 17,6 21,2 23 16,2 Sumber:IrminaA.(2007)

Gambar 3: Grafik hubungan antara γdmax dengan % semen + renolith

HUBUNGAN ANTARA IP DENGAN % SEMEN + RENOLITH

0 5 10 15 20 25 30 0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% Je nis Campuran Ind ek s P la s tis itas Indeks Plstisitas

(4)

ISBN No.978-979-18342-0-9 E-52 Gambar 4:Grafik hubunganantaraW opt dengan % semen +renolith

Tabel6:HasilnilaiCBR

Para meter

Peme raman

VariasiSemen + 7% Renolith

0% 3% 5% 7% 9% 11% Nilai 0 1,16 1,94 3,26 5,51 8,42 9,69 CBR 3 2,6 4,01 5,88 8,42 10,6 ( % ) 7 5,07 8,07 13,1 25,6 27,8

Sumber : Irmina A. ( 2007 )

Gambar4:Grafikhubungan antaranilaiCBR dengan % renolith +semen

Untukpengujian CBR dilakukan pemeraman dengan tujuan agartanah dapatmeresap zat –zatkimiadengan baik.

Berikut hasil test yang sudah distabilisasi dengan mekanikyangdisajikan padatabel7 sampaidengantabel9. Tabel7.Hasiltestatterbergpadastabilisasi mekanik. Sumber:ErnadanImawati(2008) Gambar 5:GrafikHargaIP daricampuran tanah +pasirdengan berbagaivariasi

Tabel8:HasilWoptdanγd padatestproctor Parame ter Variasipasir 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% γd maks (gr/c3) 1.66 1.69 1.71 1.72 1.73 1.73 1.73 W opt (% ) 17.0 16.9 16.7 16.5 16.4 15.0 14.5 Sumber:ErnadanImawati(2008)

Gambar 6: Grafik hubungan antara γdmax dengan variasipasir Parame ter VariasiPasir 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% LL (% ) 56.97 51.07 46.08 44.11 42.88 38.75 33.78 PL (% ) 37.12 32.10 30.60 28.94 28.74 24.96 24.20 IP (% ) 19.84 18.97 15.48 15.16 14.14 13.79 9.58

GRAFIK HUBUNGAN ANTARA NILAI CBR DENGAN % SEMEN + RENOLITH 0 5 10 15 20 25 30 0% 5% 10% 15%

Jum lah Campuran ( % )

Nila

i CBR

(

%

)

(5)

ISBN No.978-979-18342-0-9 E-53 Gambar 7: Grafik hubungan antara W opt dengan variasipasir

Tabel9:HasilnilaiCBR

Sumber:Ernadan Imawati(2008)

Gambar8:Grafikhubungan antaranilaiCBR dengan variasipasir

Hasil penelitian laboratorium menunjukkan adanya perubahan fisik akibat stabilisasi kimia maupun stabilisasi mekanik. Hal ini dapatdilihatpadagambar1sampaidengan gambar8diatas.

Selain adanya perubahan dan perbedaan antara hasil stabilisasi kimia maupun stabilisasimekanikdenganbeban lalulintas yang sama secara konstruksi juga terjadi perbedaan tebal perkerasan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan biaya.

Tabel 10: Perbandingan tebal perkerasan padaRC –Soildengan Sand –Soil. URAIAN RC – SOIL ( 11% SEMEN +7% RENOLITH SAND – SOIL ( 40% PASIR ) CBR 27% CBR 19% MATERIAL • Hotmix = 7.5 cm • Agg A = 20 cm • Sirtu A = 14 cm • RC Soil = 30 cm • Hotmix = 8 cm • Agg A = 20 cm • Sirtu A = 20 cm • Sirtu Soil = 40 cm POTONGAN MELINTANG Sumber:ErnadanImawati(2008)

Tabel 11: Perbandingan Stabilisasi Tanah DasarSecaraKimia(Renolith-Semen )dan Mekanis(Pasir)dilihatdariSegiBiaya JENIS STABILISASI STABILISASI KIMIA STABILISASI MEKANIS ( 11% SEMEN + 7% RENOLITH ) ( 40% PASIR ) BIAYA STABILISASI ( M2 ) Rp.105.458,- Rp.47.299, -PERKERASAN ( M2 ) Rp.119.965,- Rp.129.690, -TOTAL Rp.225.423,- Rp.176.989, -Sumber:ErnadanImawati(2008)

Maka perbandingan biaya yang didapat adalah sebagaiberikut: =

100

%

989

.

176

989

.

176

423

.

225

x

Rp

Rp

Rp

= 27,36%

Stabilisasimekanislebihmurah27,36% dari stabilisasikimia.

5. KESIMPULAN

Pembahasan sebelumnya didapatkan data, hasil terbaik untuk stabilisasi kimia yaitudengan pencampuran 7% renolith dan 11% semen,sedangkan untuk stabilisasi mekanis dengan pencampuran 40% material Para meter VariasiTanah + Pasir 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% Nilai CBR % 4.96 5.25 6.07 8.52 11.9 16.1 19.86 7,5 20 14 30 8 20 20 40

HUBUNGAN ANTARA NILAI CBR DENGAN VARIASI PASIR

0 5 10 15 20 25 0% 10% 20% 30% 40% 50% Variasi Pasir C B R ( % ) Series1

(6)

ISBN No.978-979-18342-0-9 E-54 pasir,sehinggadapat disimpulkan sebagai berikut:

1.Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap tanah dasar yang diteliti menunjukkanbahwastabilisasimekanis ternyatadidapathargaIndeksPlastisitas lebih baik yaitu 9,58% dibandingkan denganstabilisasikimiayaitu11,92%.

2. Hasiltestproctorstandartmenunjukkan

bahwa stabilisasi mekanis dengan

γ

d

1,73 gr / cm3mempunyai nilai yang tidak jauh berbeda dengan

γ

d

stabilisasikimiayaitu1,74gr/cm3 3.Beban lalulintasyangsamapadatanah

stabilisasikimiadengan nilaiCBR 27,84% dan stabilisasi mekanis 19,86 % didapatkan perbedaan pada struktur tebal perkerasannya. Lapisan subgrade dengan stabilisasi kimia lapisan perkerasannya lebih tipis dibandingkan pada lapisan subgrade dengan stabilisasi mekanis, atau lapisan perkerasan di atasnya untuk stabilisasi mekanis lebih tebal dibandingkan dengan stabilisasi kimia.

4.Anggaran biaya lapisan subgrade untuk stabilisasi mekanis lebih murah dibandingkan stabilisasi kimia, namun sebaliknya lapis perkerasan di atasnya untukstabilisasimekanisternyatalebih mahal dibandingkan dengan stabilisasi kimia.

5.Total biaya stabilisasi dan perkerasan untuk mekanis lebih murah 27,36% dibandingkan dengan kimia.

6. DAFTAR PUSTAKA

1.Adha, I., Miftahul, H., Rachmad, B., 2007. Pengaruh Penambahan Semen dan Renolith Terhadap Stabilisasi Tanah (Studi Kasus Tanah Dasar untuk Kecamatan Kenjeran-Surabaya).Tugas AkhirDiplomaIIITeknikSipil

2. Basuki, Rachmad. 1991. Pemakaian Kapur Untuk Perbaikan Tanah Dasar (Subgrade) Konstruksi Jalan Raya di Lamongan jawa Timur.

3.Bowles,JosephE.1984.Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah). Jakarta:Erlangga.

4.Das, Braja M. 1985. Principles of Geotechnical Engineering. Boston: Pridle weber& SchmidtPublished.

5.Erna, Imawati, Djoko, S., 2008. Studi Perbandingan Stabilisasi Tanah Dasar Secara Kimia dan Mekanis ( Studi Kasus Tanah Dasar untuk Kawasan Kecamatan Kenjeran-Surabaya ). Tugas Akhir DiplomaIIITeknikSipil

6.Nasution,Syarifuddin.1997.Perbaikan Tanah SI-431/SI-743. Bandung: ITB Press.

7.Smith, M.J. 1992. Mekanika Tanah. Jakarta:Erlangga.

8.Suripin.2001.Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air.Yogyakarta:Andi.

Gambar

Gambar 3: Grafik hubungan antara γdmax dengan  % semen + renolith
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA NILAI CBR DENGAN %  SEMEN + RENOLITH 051015202530 0% 5% 10% 15%

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini akan diteliti pengaruh stabilisasi tanah kohesif dengan penambahan pasir terhadap nilai California Bearing Ratio.. Tanah yang dipakai

Rahmad Setiawan : Studi Sifat Mekanis Perbandingan Hasil Pengelasan Oksiasetilin Dan ARC Listrik Pada Plat ST 37 Dengan Ketebalan 3,5 mm, 2009.. STUDI SIFAT MEKANIS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pengaruh stabilisasi dengan menggunakan abu sekam padi dan abu ampas tebu, maupun yang dicampur keduanya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah gypsum terhadap parameter hasil uji konsolidasi dan perbandingan penggunaan limbah gypsum dengan

Matos Terhadap Stabilisasi Tanah Lunak dengan Semen Sebagai Lapisan Tanah Dasar (Subgrade) Jalan Raya (Studi kasus : Genuk, Semarang)” belum pernah terdapat karya yang

Penelitian yang membahas tentang peningkatan nilai CBR dan UCS ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asbuton sebagai bahas stabilisasi tanah lempung

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan sifat fisik dan mekanis yang semakin meningkat seiring penambahan variasi persentase kadar tanah kapur.Penelitian ini

Untuk penelitian ini, jenis pasir yang digunakan berupa pasir gunung dengan tujuan untuk mengetahui besar pengaruh penambahan pasir gunung terhadap nilai CBR untuk stabilisasi tanah