• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya 2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya 2)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KFC

(STUDI KASUS DI RESTORAN KFC CABANG KAWI MALANG)

The Influence of Consumer Behavior in The Decision Making Process of KFC’s Products (A Case Study at KFC Restaurant The Branch Kawi Malang)

Dhaniar Purwitasari 1)*. Imam Santoso 2). Mas’ud Effendi 2) 1) Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya 2) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya

Jl. Veteran Malang

* [email protected]

Abstrak

Seiring dengan peningkatan pertumbuhan restoran setiap tahun, maka terus bermunculan pesaing baru dan terjadi persaingan yang semakin ketat. Salah satu cara agar perusahaan tetap bertahan di industri makanan cepat saji dan dapat meningkatkan penjualan yaitu dengan mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk KFC. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah faktor internal, faktor eksternal, dan keputusan pembelian. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel internal dan eksternal pada perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk KFC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Partial Least Square (PLS). Dari hasil penelitian terhadap keputusan pembelian, variabel internal dan eksternal berpengaruh secara signifikan dengan nilai factor loading masing-masing sebesar 0,322 dan 0,583 dengan nilai R-Square sebesar 0,695. Dari hasil pengukuran pada perilaku konsumen dapat diketahui variabel yang paling dominan adalah Kepercayaan Konsumen sebesar 84,1%.

Kata Kunci : Faktor Eksternal, Faktor Internal, Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen, PLS

Abstract

Restaurant along with increased growth every year, then kept coming new competitors and competition occurs that is more strict. The company will survive in the fast food purveyors and can boost sales that knowing how the consumers in decision making the purchase of KFC’s products.The variables used to research are internal factor, external factor, and decision of the purchase. The purpose to be achieved in this research is to analyze the internal and external variables influence on consumer behaviour towards product purchasing decision KFC. The methods used in this study is the method of Partial Least Squares (PLS). From the results of research on purchase decisions, internal and external variables affecting significantly the value of the factor loading each of 0,322 and 0,583 with a value of R-Square of 0,695. From the results of measurements on the behavior of consumers can know the most dominant variable is 84,1% of consumer confidence.

Keyword : Consumer Behaviour, Decision Making, External Factor, Internal Factor, PLS

PENDAHULUAN Latar Belakang

Usaha ekonomi di bidang kuliner merupakan suatu prospek yang cukup bagus. Jasa kuliner yang ditawarkan

menyajikan beragam menu yang

menyebabkan terjadinya persaingan yang cukup ketat. Hal ini menjadikan para penjual harus bisa menemukan berbagai strategi yang tepat untuk mencapai

keunggulan yang kompetitif dengan

harapan bisa mempertahankan pasar dan memenangkan persaingan. Salah satu cara

(2)

untuk mempertahankan pasar adalah

dengan memenuhi kebutuhan dan

keinginan konsumen, mengingat

konsumen memiliki peluang yang luas untuk mendapatkan produk dengan sederet pilihan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Karena itu, konsentrasi pemasaran tidak lagi sekedar bagaimana produk itu sampai ke konsumen tapi lebih kepada apakah produk itu telah memenuhi kebutuhan permintaan kepuasan konsumen Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan restoran makanan adalah PT. Fast Food Indonesia, Tbk

dengan merek dagang Kentucky Fried

Chicken atau KFC sebagai restoran

makanan cepat saji yang mengandalkan

ayam goreng sebagai sajian menu

utamanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar tetap bertahan di industri makanan cepat saji dan untuk bertahan dalam meningkatkan penjualan mereka dan selalu menarik

perhatian konsumen yaitu dengan

mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk KFC tersebut. Salah satu cara

dalam memahami kebutuhan dan

keinginan konsumen adalah dengan

menganalisis faktor internal dan eksternal perilaku konsumen.

Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari,

menukar, menggunakan, menilai,

mengatur barang atau jasa yang mereka

anggap akan memuaskan kebutuhan

mereka (Mahmudah, 2013). Faktor

eksternal dipilih karena dalam proses keputusan pembelian, konsumen seringkali dipengaruhi faktor kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga.

Sedangkan faktor internal meliputi

motivasi, persepsi, pembelajaran,

kepribadian dan konsep diri. Akhirnya

tercipta suatu keputusan untuk

mengadakan pembelian (Amirullah, 2002). Faktor internal yang menimbulkan suatu kebutuhan dan faktor eksternal yang memberikan masukan dan pemecahan masalah akan suatu kebutuhan tersebut

(Sutisna, 2002). Berdasarkan latar

belakang yang telah disampaikan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul “Pengaruh

Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan

Keputusan Pembelian Produk KFC

BAHAN DAN METODE

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2014 hingga Desember 2014 di Restoran KFC Cabang Kawi Malang tepatnya di Jalan Kawi No. 38 Malang.

Pengolahan data dilakukan di

Laboratorium Komputasi dan Analisis

Sistem, Jurusan Teknologi Industri

Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini adalah :

a. Konsumen restoran KFC yang berusia 17-60 tahun yang sedang mengkonsumsi Produk KFC.

b. Pengambilan sampel ini hanya

dilakukan selama 1 hari dari pukul 21.00 sampai 09.00 di Restoran KFC Cabang Kawi Malang.

Penentuan Populasi dan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan purposive. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari

populasi (Sugiyono,2008). sampling.

Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 99 sampel konsumen. Selain konsumen, responden yang dipilih oleh peneliti adalah

manager dan assistant manager dari

Restoran KFC Cabang Kawi Malang. Jadi, jumlah sampel yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah berjumlah 101 responden

Tahapan Pelaksanaan Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan

dalam penelitian dapat dilihat pada

(3)

Mulai Survei Pendahuluan Identifikasi Permasalahan Studi Literatur Identifikasi Variabel Penyusunan Kuesioner Penyebaran Kuesioner

Uji Validitas dan ReliabilItas

Valid dan Reliabel

Pengumpulan Data

Pengolahan Data dengan PLS (Partial Least Square)

Interpretasi Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Tidak

Ya

Gambar 1. Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian

Variabel dan Indikator Penelitian

Variabel yang digunakan ini terdiri dari variabel laten dan variabel terukur. Variabel laten terdiri dari faktor internal, faktor eksternal dan keputusan pembelian. Indikator dari variabel internal adalah Prioritas Konsumen (X11), Kegemaran Produk (X12), Pemahaman Merek (X13),

Kelengkapan Menu (X14), Informasi

Media Massa (X15), dan Pengalaman (X16). Indikator dari variabel eksternal adalah Kepercayaan Konsumen (X21), Selera Konsumen (X22), Tingkat Pendapatan (X23), dan Pengaruh Teman (X24). Indikator dari keputusan pembelian adalah Lokasi Yang Strategis (Y1), Kualitas Produk (Y2), Merek Terkenal (Y3), dan Pelayanan Yang Memuaskan (Y4).

Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Kuesioner pada penelitian ini terdiri tiga bagian, yaitu identitas

responden, pertanyaan terbuka, dan

identifikasi faktor internal dan eksternal terhadap keputusan pembelian.

Metode Analisis Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk

mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu instrumen dikatakan valid jika rhitung > r table. Uji validitas instrumen ini menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

Uji Reliabilitas

Reabilitas atau keandalan merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang

berkaitan dengan konstruk-konstruk

pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam bentuk kuesioner (Wiratna, 2014). Pengukuran reliabilitas terhadap variabel dilakukan

dengan menggunakan teknik Cronbach

Alpha. Kriteria yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas adalah besarnya nilai Cronbach Alpha yang berkisar antara 0-1. Suatu instrumen dapat dikatakan

reliable bila memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,6 atau lebih.

Pengolahan Data

PLS merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan hubungan diantara variabel yang kompleks

sekaligus untuk memproyeksikan

hubungan linier antara variabel-variabel pengamatan. Pengujian model struktural dalam PLS dilakukan dengan bantuan

software smart PLS ver 3 for windows. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam Partial Least Square (PLS) yaitu meliputi:

1. Merancang Model Struktural (inner model)

2. Merancang model pengukuran (outer Model)

3. Mengkonstruksi diagram jalur

4. Konversi Diagram Jalur ke Sistem Persamaan

5. Estimasi : Koefisien Jalur dan Loading

6. Evaluasi Goodness of Fit

(4)

Diagram jalur Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk KFC disajikan pada Gambar 2.

Prioritas Konsumen Kegemaran Produk Pemahaman Merk Pemahanan Konsumen Terhadap Kelengkapan Menu

Informasi Dari Media Massa

Restoran Yang Disukai

Kepercayaan Konsumen Selera Konsumen Tingkat Pendapatan Pengaruh Teman d11 d12 d13 d16 d15 d14 d21 d22 d23 d24 Internal (X1x1) Eksternal (X2x2) lX11 lX12 lX13 lX14 lX15 lX16 lX21 lX22 lX24 lX23 Keputusan Pembelian (Yh)

Lokasi yang strategi

Kualitas produk

Merek Yang Sudah Dikenal Pelayanan yang memuaskan lY1 lY4 lY3 lY2 e1 e2 e3 e4

Gambar 2. Diagram Jalur Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk KFC

Hipotesis Penelitian

Hipotesis pada penelitian ini adalah:

Ho : γi = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel H1 : γi ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara variable

HASIL DAN PEMBAHASAN

KFC Indonesia (2013)

mengungkapkan bahwa merek KFC

sebagai pemegang hak waralaba tunggal di Indonesia, PT. Fast Food Indonesia, Tbk. didirikan oleh keluarga Gelael pada tahun

1978. Pada tahun 1979 Perseroan

mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai, Jakarta Tahun 2011 Perseroan mulai mengembangkan KFC Coffee, sebagai layanan baru di semua gerai KFC bertipe free-standing

(gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) menyajikan rangkaian produk kopi berkualitas.

Profil Responden

Hasil analisis data profil responden yang diperoleh penulis yaitu responden laki-laki sebanyak 62 orang (63%), responden perempuan sebanyak 37 orang

(37%), rata-rata usia responden 17-30

tahun. Persentase latar belakang

pendidikan paling banyak adalah lulusan

SMA sebanyak 62 orang (63%).

Responden dengan latar belakang pelajar atau mahasiswa merupakan responden yang paling banyak mengonsumsi produk KFC, yaitu sebanyak 64 orang. Responden dengan tingkat pendapatan antara Rp 500.000 – Rp 2.000.000 sebanyak 58 orang (59%). Sebanyak 99 responden yang digunakan dalam penyebaran kuesioner ini, 64 orang atau 65% diantaranya mengonsumsi produk KFC sebanyak 2-3 kali.

Metode Analisis Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk mengukur sahnya suatu kuesioner. Berdasarkan tabel r diperoleh nilai rtabel sebesar 0,195. Output hasil uji validitas disajikan dalam Tabel 1.

(5)

Tabel 1. Hasil Uji Validitas

Variabel Indikator r hitung r tabel Ket.

Internal (X1) X11 0,528 0,195 Valid X12 0,691 0,195 Valid X13 0,642 0,195 Valid X14 0,659 0,195 Valid X15 0,486 0,195 Valid X16 0,555 0,195 Valid Eksternal (X2) X21 0,621 0,195 Valid X22 0,604 0,195 Valid X23 0,586 0,195 Valid X24 0,376 0,195 Valid Keputusan Pembelian (Y) Y1 0,663 0,195 Valid Y2 0,649 0,195 Valid Y3 0,647 0,195 Valid Y4 0,708 0,195 Valid

Seluruh nilai indikator memiliki > rtabel. Hal ini berarti bahwa seluruh pertanyaan pada kuesioner mampu mengukur sesuatu yang diukur (valid).

Uji Reliabilitas

Hasil dari uji reliabilitas menggunakan program SPSS versi 17 disajikan pada pada Tabel 2. Berdasarkan hasil uji

reliabilitas, nilai Cronbach Alpha

seluruhnya memiliki nilai > 0,6. Dengan demikian instrument dalam penelitian ini dikatakan reliabel.

Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Nilai

Cronbach Alpha Keterangan

Internal (X1) 0,819 Reliabel

Eksternal (X2) 0,745 Reliabel

Keputusan

Pembelian (Y) 0,835 Reliabel

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Metode PLS

Pada bagian ini penulis menganalisis diagram jalur yang telah dirancang mengenai analisis pengaruh dari faktor internal dan ekstenal terhadap keputusan pembelian. Selain itu analisis ini juga digunakan untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Langkah awal dalam pemodelan PLS adalah spesifikasi model pada penelitian yang akan dilakukan. Ada 2 macam spesifikasi model, yaitu inner model dan

outer model. Inner model adalah model struktural yang menghubungkan antar variabel laten, yaitu variabel internal (X1), variabel eksternal (X2), dan keputusan

pembelian (Y). Outer model yaitu

merancang hubungan variabel laten

dengan indikatornya, yaitu variabel

internal dalam penelitian ini terdiri dari prioritas konsumen, kegemaran produk, pemahaman merek, kelengkapan menu, informasi media massa, dan pengalaman. Variabel eksternal dalam penelitian ini terdiri dari selera konsumen, tingkat

pendapatan, pengaruh teman, dan

kepercayaan konsumen. Dan variabel keputusan pembelian dalam penelitian ini terdiri dari lokasi yang strategis, kualitas produk, merek terkenal, dan pelayanan yang memuaskan. Menurut Listyorini

(2012) bahwa factor loading ini

mengindikasikan korelasi antara variabel dengan faktor itu sendiri. Semakin tinggi nilai factor loading maka semakin erat hubungan variabel dengan faktor tersebut. Diagram jalur hasil pengolahan data

dengan bantuan software Smart-PLS

(Partial Least Square) dapat dilihat pada

Gambar 3.

Gambar 3. Konstruksi Diagram Jalur Hasil Pemodelan PLS

(6)

Evaluasi Goodness Of Fit

Evaluasi Goodness Of Fit Outer Model

Evaluasi goodness of fit pada outer

model dilakukan melalui convergent

validity, discriminant validity, dan

composite reliability. Hasil pengukuran

convergent validity, discriminant validity,

dan composite reliability adalah sebagai berikut:

a. Convergent Validity

Convergent validity merupakan

keandalan yang mempersoalkan

kemampuan instrumen dalam mengukur

variabel-variabel yang berkorelasi.

Convergent validity memiliki nilai factor loading 0,5 sampai 0,6 dianggap cukup (Wiyono, 2011). Hasil output korelasi antar indikator dengan konstruknya dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengujian Convergent Validity

Variabel Indikator Factor loading Ket.

Internal (X1) X11 0,654 Valid X12 0,796 Valid X13 0,776 Valid X14 0,782 Valid X15 0,654 Valid X16 0,726 Valid Eksternal (X2) X21 0,841 Valid X22 0,808 Valid X23 0,793 Valid X24 0,541 Valid Keputusan Pembelian (Y) Y1 0,816 Valid Y2 0,799 Valid Y3 0,811 Valid Y4 0,848 Valid b. Discriminant Validity

Discriminant validity dalam model pengukuran reflektif indikator dinilai berdasarkan nilai dari factor loading

dengan variabel laten harus lebih besar dibandingkan dengan korelasi terhadap variabel laten yang lain (Wiyono, 2011). Nilai factor loading menunjukkan bahwa setiap indikator mampu menjelaskan variabel latennya masing-masing dan menunjukkan bahwa semua indikator adalah valid. Hasil dari discriminant validity dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Pengujian Discriminant Validity

Indikator Internal Eksternal Keputusan

Pembelian X11 0,65386 0,28264 0,35925 X12 0,79627 0,50925 0,58092 X13 0,77582 0,49660 0,57086 X14 0,78239 0,56269 0,53971 X15 0,65371 0,46345 0,47541 X16 0,72598 0,58671 0,56801 X21 0,60825 0,84095 0,71086 X22 0,54071 0,80767 0,59661 X23 0,54565 0,79301 0,66682 X24 0,28315 0,54094 0,37986 Y1 0,55892 0,66654 0,81559 Y2 0,58384 0,59620 0,79926 Y3 0,56942 0,68969 0,81110 Y4 0,63061 0,66172 0,84789 c. Composite Reliability

Composite reliability merupakan uji reliabilitas dalam PLS yang dimana menunjukkan akurasi, konsistensi dari ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran (Jogiyanto dan Willy, 2009).

Composite reliability yang baik apabila memiliki nilai lebih dari 0,7 (Wiyono, 2011). Hasil dari composite reliability

dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Pengujian Composite Reliability

Variabel Composite Reliability

Internal (X1) 0,838

Eksternal (X2) 0,874

Keputusan Pembelian (Y) 0,890

Hasil Evaluasi Goodness of Fit Inner Model

Goodness of fit inner model diukur

menggunakan R-square dan menggunakan

Q-square predictive relevance untuk

model struktural, mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Variabel-variabel yang dimasukkan dalam analisis dimana R-Square yang nilainya kurang dari 0,5 menunjukkan hubungan yang lemah (Wiyono, 2011). Nilai Q-square

harus > 0 di mana menunjukkan model memiliki predictive relevance yang baik

(Ghozali,2008). Hasil dari evaluasi

goodness of fit inner model atau nilai

(7)

Tabel 6. Nilai R-Square

Variabel R - Square

Internal (X1) 0

Eksternal (X2) 0,458

Keputusan Pembelian (Y) 0,695

Selanjutnya perolehan R² dimasukkan ke dalam persamaan Q-square berikut: Q2 = 1 – (1 – 0,458) (1-0,695) = 0,83469 Hasil dari perhitungan tersebut diperoleh Q-square (Q2) adalah 0,83469, sehingga dapat dikatakan nilai Q2 telah memenuhi syarat. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk yang digunakan dalam penelitian memiliki relevansi prediksi baik dan layak digunakan dalam penelitian.

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan

dengan metode resampling bootstrap yang dikembangkan oleh Geisser dan Stone. Pengujian dilakukan dengan melihat t-hitung, apabila diperoleh t-hitung > 1,660 (α = 0,05 dan df = 99) maka disimpulkan signifikan, dan sebaliknya. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis

Hipotesis Statistik

Factor

Loading t-hitung t-tabel Ket.

Internal -> Keputusan Pembelian 0,322 4,758 1,660 Signifikan Eksternal -> Keputusan Pembelian 0,582 8,723 1,660 Signifikan Internal -> Eksternal 0,677 14,251 1,660 Signifikan

Hasil pengujian variabel internal

terhadap keputusan pembelian

menunjukkan nilai t-hitung sebesar 4,758, dimana nilai t- hitung tersebut lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 1,660. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor internal terhadap keputusan pembelian.

Hasil pengujian variabel eksternal

terhadap keputusan pembelian

menunjukkan nilai t- hitung sebesar 8,732, dimana nilai t- hitung tersebut lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 1,660. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor

internal terhadap keputusan pembelian. Hasil pengujian variabel internal terhadap faktor eksternal menunjukkan nilai t-hitung sebesar 14,251, dimana nilai t-hitung tersebut lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 1,660. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor internal terhadap faktor eksternal.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Variabel internal dan eksternal

berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian

2. Faktor internal memiliki pengaruh

terhadap faktor eksternal pada

Restoran KFC secara dominan.

3. Variabel perilaku konsumen (faktor

eksternal dan internal) yang

berpengaruh dominan terhadap

keputusan pembelian adalah

kepercayaan konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Amirullah. 2002. Perilaku Konsumen. Graha Ilmu. Jakarta.

Ghozali, G. 2008. Structural Equation Modelling : Metode Alternatif dengan Partial Least Square Edisi

2. Badan Penerbit Universitas

Diponegoro. Semarang

Jogiyanto, H.M dan Willy, A. 2009.

Konsep dan Aplikasi PLS (Partial Least Square) Untuk Penelitian Empiris. BPFE Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Yogyakarta. KFC Indonesia. Profil Perusahaan KFC.

Dilihat 20 Maret 2013.

http://www.kfcindonesia.com

Listyorini, S. 2012. Analisis Faktor- Faktor Gaya Hidup Dan

Pengaruhnya Terhadap

Pembelian Rumah Sehat

Sederhana (Studi pada Pelanggan Perumahan Puri Dinar Mas PT. Ajisaka di Semarang). Jurnal Administrasi Bisnis 1(1): 12-24

Mahmudah, R. 2013. Pengaruh Faktor

(8)

Terhadap Keputusan Pembelian Di Minimarket Lima-Lima Benowo Surabaya. Jurnal Ekonomi 1(1): 1-19

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian

Bisnis Cetakan keduabelas. Penerbit Alfabeta. Bandung

Sutisna. 2002. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Remaja Rosdakarya. Bandung

Wiratna, N. 2014. SPSS Untuk

Penelitian. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Wiyono, G. 2011. Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0 dan SmartPLS 2.0. UPP SIM YKPN. Yogyakarta.

Gambar

Gambar  1.  Diagram  Alir  Pelaksanaan
Diagram jalur Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian  Produk KFC disajikan pada Gambar 2
Tabel 1. Hasil Uji Validitas
Tabel  4.  Hasil  Pengujian  Discriminant  Validity
+2

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti melihat kepala sekolah setiap proses pembelajaran berakhir melakukan komunikasi dengan guru bagaimana proses belajar mengajar di kelas dan menampung semua aspirasi guru

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan regulasi emosi pada siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti mentoring agama Islam di SMP Negeri 6

Jika dibandingkan dengan efisiensi total pada rokok kretek filter, efisiensi penyisihan pada kretek non filter jauh lebih kecil, terutama pada penggunaan tegangan 1

Tren pemulihan produksi saat ini berkorelasi positif dengan level inventory di tengah masih melemahnya permintaan. Selain Indonesia, level produksi bulanan CPO

Belum adanya syslog server yang dapat menampilkan log jika terjadi serangan di sebuah jaringan client yang ditampilkan secara terpusat untuk memudahkan para admin wahana

Justeru, objektif kedua kajian iaitu mengenal pasti impak aktiviti nyanyian terhadap penguasaan ejaan digraf dalam kalangan murid Tahun 5 yang bukan penutur jati

Kepribadian Guru Dalam Pendidikan Agama Islam Menurut Pemikiran Buya Hamka ialah guru harus memahami konsep pendidik sebagai subjek yang dapat diteladani,

Puji syukut saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga saya mampu menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “EKSPERIMEN