PENGARUH PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KFC
(STUDI KASUS DI RESTORAN KFC CABANG KAWI MALANG)
The Influence of Consumer Behavior in The Decision Making Process of KFC’s Products (A Case Study at KFC Restaurant The Branch Kawi Malang)
Dhaniar Purwitasari 1)*. Imam Santoso 2). Mas’ud Effendi 2) 1) Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya 2) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya
Jl. Veteran Malang
Abstrak
Seiring dengan peningkatan pertumbuhan restoran setiap tahun, maka terus bermunculan pesaing baru dan terjadi persaingan yang semakin ketat. Salah satu cara agar perusahaan tetap bertahan di industri makanan cepat saji dan dapat meningkatkan penjualan yaitu dengan mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk KFC. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah faktor internal, faktor eksternal, dan keputusan pembelian. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel internal dan eksternal pada perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk KFC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Partial Least Square (PLS). Dari hasil penelitian terhadap keputusan pembelian, variabel internal dan eksternal berpengaruh secara signifikan dengan nilai factor loading masing-masing sebesar 0,322 dan 0,583 dengan nilai R-Square sebesar 0,695. Dari hasil pengukuran pada perilaku konsumen dapat diketahui variabel yang paling dominan adalah Kepercayaan Konsumen sebesar 84,1%.
Kata Kunci : Faktor Eksternal, Faktor Internal, Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen, PLS
Abstract
Restaurant along with increased growth every year, then kept coming new competitors and competition occurs that is more strict. The company will survive in the fast food purveyors and can boost sales that knowing how the consumers in decision making the purchase of KFC’s products.The variables used to research are internal factor, external factor, and decision of the purchase. The purpose to be achieved in this research is to analyze the internal and external variables influence on consumer behaviour towards product purchasing decision KFC. The methods used in this study is the method of Partial Least Squares (PLS). From the results of research on purchase decisions, internal and external variables affecting significantly the value of the factor loading each of 0,322 and 0,583 with a value of R-Square of 0,695. From the results of measurements on the behavior of consumers can know the most dominant variable is 84,1% of consumer confidence.
Keyword : Consumer Behaviour, Decision Making, External Factor, Internal Factor, PLS
PENDAHULUAN Latar Belakang
Usaha ekonomi di bidang kuliner merupakan suatu prospek yang cukup bagus. Jasa kuliner yang ditawarkan
menyajikan beragam menu yang
menyebabkan terjadinya persaingan yang cukup ketat. Hal ini menjadikan para penjual harus bisa menemukan berbagai strategi yang tepat untuk mencapai
keunggulan yang kompetitif dengan
harapan bisa mempertahankan pasar dan memenangkan persaingan. Salah satu cara
untuk mempertahankan pasar adalah
dengan memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen, mengingat
konsumen memiliki peluang yang luas untuk mendapatkan produk dengan sederet pilihan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Karena itu, konsentrasi pemasaran tidak lagi sekedar bagaimana produk itu sampai ke konsumen tapi lebih kepada apakah produk itu telah memenuhi kebutuhan permintaan kepuasan konsumen Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan restoran makanan adalah PT. Fast Food Indonesia, Tbk
dengan merek dagang Kentucky Fried
Chicken atau KFC sebagai restoran
makanan cepat saji yang mengandalkan
ayam goreng sebagai sajian menu
utamanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar tetap bertahan di industri makanan cepat saji dan untuk bertahan dalam meningkatkan penjualan mereka dan selalu menarik
perhatian konsumen yaitu dengan
mengetahui bagaimana perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk KFC tersebut. Salah satu cara
dalam memahami kebutuhan dan
keinginan konsumen adalah dengan
menganalisis faktor internal dan eksternal perilaku konsumen.
Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari,
menukar, menggunakan, menilai,
mengatur barang atau jasa yang mereka
anggap akan memuaskan kebutuhan
mereka (Mahmudah, 2013). Faktor
eksternal dipilih karena dalam proses keputusan pembelian, konsumen seringkali dipengaruhi faktor kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga.
Sedangkan faktor internal meliputi
motivasi, persepsi, pembelajaran,
kepribadian dan konsep diri. Akhirnya
tercipta suatu keputusan untuk
mengadakan pembelian (Amirullah, 2002). Faktor internal yang menimbulkan suatu kebutuhan dan faktor eksternal yang memberikan masukan dan pemecahan masalah akan suatu kebutuhan tersebut
(Sutisna, 2002). Berdasarkan latar
belakang yang telah disampaikan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh
Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan
Keputusan Pembelian Produk KFC”
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2014 hingga Desember 2014 di Restoran KFC Cabang Kawi Malang tepatnya di Jalan Kawi No. 38 Malang.
Pengolahan data dilakukan di
Laboratorium Komputasi dan Analisis
Sistem, Jurusan Teknologi Industri
Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.
Batasan Masalah
Batasan masalah pada penelitian ini adalah :
a. Konsumen restoran KFC yang berusia 17-60 tahun yang sedang mengkonsumsi Produk KFC.
b. Pengambilan sampel ini hanya
dilakukan selama 1 hari dari pukul 21.00 sampai 09.00 di Restoran KFC Cabang Kawi Malang.
Penentuan Populasi dan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan purposive. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari
populasi (Sugiyono,2008). sampling.
Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 99 sampel konsumen. Selain konsumen, responden yang dipilih oleh peneliti adalah
manager dan assistant manager dari
Restoran KFC Cabang Kawi Malang. Jadi, jumlah sampel yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah berjumlah 101 responden
Tahapan Pelaksanaan Penelitian
Langkah-langkah yang dilakukan
dalam penelitian dapat dilihat pada
Mulai Survei Pendahuluan Identifikasi Permasalahan Studi Literatur Identifikasi Variabel Penyusunan Kuesioner Penyebaran Kuesioner
Uji Validitas dan ReliabilItas
Valid dan Reliabel
Pengumpulan Data
Pengolahan Data dengan PLS (Partial Least Square)
Interpretasi Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Tidak
Ya
Gambar 1. Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian
Variabel dan Indikator Penelitian
Variabel yang digunakan ini terdiri dari variabel laten dan variabel terukur. Variabel laten terdiri dari faktor internal, faktor eksternal dan keputusan pembelian. Indikator dari variabel internal adalah Prioritas Konsumen (X11), Kegemaran Produk (X12), Pemahaman Merek (X13),
Kelengkapan Menu (X14), Informasi
Media Massa (X15), dan Pengalaman (X16). Indikator dari variabel eksternal adalah Kepercayaan Konsumen (X21), Selera Konsumen (X22), Tingkat Pendapatan (X23), dan Pengaruh Teman (X24). Indikator dari keputusan pembelian adalah Lokasi Yang Strategis (Y1), Kualitas Produk (Y2), Merek Terkenal (Y3), dan Pelayanan Yang Memuaskan (Y4).
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Kuesioner pada penelitian ini terdiri tiga bagian, yaitu identitas
responden, pertanyaan terbuka, dan
identifikasi faktor internal dan eksternal terhadap keputusan pembelian.
Metode Analisis Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk
mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu instrumen dikatakan valid jika rhitung > r table. Uji validitas instrumen ini menggunakan program SPSS 16.0 for windows.
Uji Reliabilitas
Reabilitas atau keandalan merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang
berkaitan dengan konstruk-konstruk
pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam bentuk kuesioner (Wiratna, 2014). Pengukuran reliabilitas terhadap variabel dilakukan
dengan menggunakan teknik Cronbach
Alpha. Kriteria yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas adalah besarnya nilai Cronbach Alpha yang berkisar antara 0-1. Suatu instrumen dapat dikatakan
reliable bila memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,6 atau lebih.
Pengolahan Data
PLS merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan hubungan diantara variabel yang kompleks
sekaligus untuk memproyeksikan
hubungan linier antara variabel-variabel pengamatan. Pengujian model struktural dalam PLS dilakukan dengan bantuan
software smart PLS ver 3 for windows. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam Partial Least Square (PLS) yaitu meliputi:
1. Merancang Model Struktural (inner model)
2. Merancang model pengukuran (outer Model)
3. Mengkonstruksi diagram jalur
4. Konversi Diagram Jalur ke Sistem Persamaan
5. Estimasi : Koefisien Jalur dan Loading
6. Evaluasi Goodness of Fit
Diagram jalur Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk KFC disajikan pada Gambar 2.
Prioritas Konsumen Kegemaran Produk Pemahaman Merk Pemahanan Konsumen Terhadap Kelengkapan Menu
Informasi Dari Media Massa
Restoran Yang Disukai
Kepercayaan Konsumen Selera Konsumen Tingkat Pendapatan Pengaruh Teman d11 d12 d13 d16 d15 d14 d21 d22 d23 d24 Internal (X1x1) Eksternal (X2x2) lX11 lX12 lX13 lX14 lX15 lX16 lX21 lX22 lX24 lX23 Keputusan Pembelian (Yh)
Lokasi yang strategi
Kualitas produk
Merek Yang Sudah Dikenal Pelayanan yang memuaskan lY1 lY4 lY3 lY2 e1 e2 e3 e4
Gambar 2. Diagram Jalur Pengaruh Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk KFC
Hipotesis Penelitian
Hipotesis pada penelitian ini adalah:
Ho : γi = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel H1 : γi ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara variable
HASIL DAN PEMBAHASAN
KFC Indonesia (2013)
mengungkapkan bahwa merek KFC
sebagai pemegang hak waralaba tunggal di Indonesia, PT. Fast Food Indonesia, Tbk. didirikan oleh keluarga Gelael pada tahun
1978. Pada tahun 1979 Perseroan
mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai, Jakarta Tahun 2011 Perseroan mulai mengembangkan KFC Coffee, sebagai layanan baru di semua gerai KFC bertipe free-standing
(gerai yang berada di bangunan yang berdiri sendiri) menyajikan rangkaian produk kopi berkualitas.
Profil Responden
Hasil analisis data profil responden yang diperoleh penulis yaitu responden laki-laki sebanyak 62 orang (63%), responden perempuan sebanyak 37 orang
(37%), rata-rata usia responden 17-30
tahun. Persentase latar belakang
pendidikan paling banyak adalah lulusan
SMA sebanyak 62 orang (63%).
Responden dengan latar belakang pelajar atau mahasiswa merupakan responden yang paling banyak mengonsumsi produk KFC, yaitu sebanyak 64 orang. Responden dengan tingkat pendapatan antara Rp 500.000 – Rp 2.000.000 sebanyak 58 orang (59%). Sebanyak 99 responden yang digunakan dalam penyebaran kuesioner ini, 64 orang atau 65% diantaranya mengonsumsi produk KFC sebanyak 2-3 kali.
Metode Analisis Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk mengukur sahnya suatu kuesioner. Berdasarkan tabel r diperoleh nilai rtabel sebesar 0,195. Output hasil uji validitas disajikan dalam Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas
Variabel Indikator r hitung r tabel Ket.
Internal (X1) X11 0,528 0,195 Valid X12 0,691 0,195 Valid X13 0,642 0,195 Valid X14 0,659 0,195 Valid X15 0,486 0,195 Valid X16 0,555 0,195 Valid Eksternal (X2) X21 0,621 0,195 Valid X22 0,604 0,195 Valid X23 0,586 0,195 Valid X24 0,376 0,195 Valid Keputusan Pembelian (Y) Y1 0,663 0,195 Valid Y2 0,649 0,195 Valid Y3 0,647 0,195 Valid Y4 0,708 0,195 Valid
Seluruh nilai indikator memiliki > rtabel. Hal ini berarti bahwa seluruh pertanyaan pada kuesioner mampu mengukur sesuatu yang diukur (valid).
Uji Reliabilitas
Hasil dari uji reliabilitas menggunakan program SPSS versi 17 disajikan pada pada Tabel 2. Berdasarkan hasil uji
reliabilitas, nilai Cronbach Alpha
seluruhnya memiliki nilai > 0,6. Dengan demikian instrument dalam penelitian ini dikatakan reliabel.
Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Nilai
Cronbach Alpha Keterangan
Internal (X1) 0,819 Reliabel
Eksternal (X2) 0,745 Reliabel
Keputusan
Pembelian (Y) 0,835 Reliabel
Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Metode PLS
Pada bagian ini penulis menganalisis diagram jalur yang telah dirancang mengenai analisis pengaruh dari faktor internal dan ekstenal terhadap keputusan pembelian. Selain itu analisis ini juga digunakan untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Langkah awal dalam pemodelan PLS adalah spesifikasi model pada penelitian yang akan dilakukan. Ada 2 macam spesifikasi model, yaitu inner model dan
outer model. Inner model adalah model struktural yang menghubungkan antar variabel laten, yaitu variabel internal (X1), variabel eksternal (X2), dan keputusan
pembelian (Y). Outer model yaitu
merancang hubungan variabel laten
dengan indikatornya, yaitu variabel
internal dalam penelitian ini terdiri dari prioritas konsumen, kegemaran produk, pemahaman merek, kelengkapan menu, informasi media massa, dan pengalaman. Variabel eksternal dalam penelitian ini terdiri dari selera konsumen, tingkat
pendapatan, pengaruh teman, dan
kepercayaan konsumen. Dan variabel keputusan pembelian dalam penelitian ini terdiri dari lokasi yang strategis, kualitas produk, merek terkenal, dan pelayanan yang memuaskan. Menurut Listyorini
(2012) bahwa factor loading ini
mengindikasikan korelasi antara variabel dengan faktor itu sendiri. Semakin tinggi nilai factor loading maka semakin erat hubungan variabel dengan faktor tersebut. Diagram jalur hasil pengolahan data
dengan bantuan software Smart-PLS
(Partial Least Square) dapat dilihat pada
Gambar 3.
Gambar 3. Konstruksi Diagram Jalur Hasil Pemodelan PLS
Evaluasi Goodness Of Fit
Evaluasi Goodness Of Fit Outer Model
Evaluasi goodness of fit pada outer
model dilakukan melalui convergent
validity, discriminant validity, dan
composite reliability. Hasil pengukuran
convergent validity, discriminant validity,
dan composite reliability adalah sebagai berikut:
a. Convergent Validity
Convergent validity merupakan
keandalan yang mempersoalkan
kemampuan instrumen dalam mengukur
variabel-variabel yang berkorelasi.
Convergent validity memiliki nilai factor loading 0,5 sampai 0,6 dianggap cukup (Wiyono, 2011). Hasil output korelasi antar indikator dengan konstruknya dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Pengujian Convergent Validity
Variabel Indikator Factor loading Ket.
Internal (X1) X11 0,654 Valid X12 0,796 Valid X13 0,776 Valid X14 0,782 Valid X15 0,654 Valid X16 0,726 Valid Eksternal (X2) X21 0,841 Valid X22 0,808 Valid X23 0,793 Valid X24 0,541 Valid Keputusan Pembelian (Y) Y1 0,816 Valid Y2 0,799 Valid Y3 0,811 Valid Y4 0,848 Valid b. Discriminant Validity
Discriminant validity dalam model pengukuran reflektif indikator dinilai berdasarkan nilai dari factor loading
dengan variabel laten harus lebih besar dibandingkan dengan korelasi terhadap variabel laten yang lain (Wiyono, 2011). Nilai factor loading menunjukkan bahwa setiap indikator mampu menjelaskan variabel latennya masing-masing dan menunjukkan bahwa semua indikator adalah valid. Hasil dari discriminant validity dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Hasil Pengujian Discriminant Validity
Indikator Internal Eksternal Keputusan
Pembelian X11 0,65386 0,28264 0,35925 X12 0,79627 0,50925 0,58092 X13 0,77582 0,49660 0,57086 X14 0,78239 0,56269 0,53971 X15 0,65371 0,46345 0,47541 X16 0,72598 0,58671 0,56801 X21 0,60825 0,84095 0,71086 X22 0,54071 0,80767 0,59661 X23 0,54565 0,79301 0,66682 X24 0,28315 0,54094 0,37986 Y1 0,55892 0,66654 0,81559 Y2 0,58384 0,59620 0,79926 Y3 0,56942 0,68969 0,81110 Y4 0,63061 0,66172 0,84789 c. Composite Reliability
Composite reliability merupakan uji reliabilitas dalam PLS yang dimana menunjukkan akurasi, konsistensi dari ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran (Jogiyanto dan Willy, 2009).
Composite reliability yang baik apabila memiliki nilai lebih dari 0,7 (Wiyono, 2011). Hasil dari composite reliability
dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Hasil Pengujian Composite Reliability
Variabel Composite Reliability
Internal (X1) 0,838
Eksternal (X2) 0,874
Keputusan Pembelian (Y) 0,890
Hasil Evaluasi Goodness of Fit Inner Model
Goodness of fit inner model diukur
menggunakan R-square dan menggunakan
Q-square predictive relevance untuk
model struktural, mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Variabel-variabel yang dimasukkan dalam analisis dimana R-Square yang nilainya kurang dari 0,5 menunjukkan hubungan yang lemah (Wiyono, 2011). Nilai Q-square
harus > 0 di mana menunjukkan model memiliki predictive relevance yang baik
(Ghozali,2008). Hasil dari evaluasi
goodness of fit inner model atau nilai
Tabel 6. Nilai R-Square
Variabel R - Square
Internal (X1) 0
Eksternal (X2) 0,458
Keputusan Pembelian (Y) 0,695
Selanjutnya perolehan R² dimasukkan ke dalam persamaan Q-square berikut: Q2 = 1 – (1 – 0,458) (1-0,695) = 0,83469 Hasil dari perhitungan tersebut diperoleh Q-square (Q2) adalah 0,83469, sehingga dapat dikatakan nilai Q2 telah memenuhi syarat. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk yang digunakan dalam penelitian memiliki relevansi prediksi baik dan layak digunakan dalam penelitian.
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan
dengan metode resampling bootstrap yang dikembangkan oleh Geisser dan Stone. Pengujian dilakukan dengan melihat t-hitung, apabila diperoleh t-hitung > 1,660 (α = 0,05 dan df = 99) maka disimpulkan signifikan, dan sebaliknya. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis
Hipotesis Statistik
Factor
Loading t-hitung t-tabel Ket.
Internal -> Keputusan Pembelian 0,322 4,758 1,660 Signifikan Eksternal -> Keputusan Pembelian 0,582 8,723 1,660 Signifikan Internal -> Eksternal 0,677 14,251 1,660 Signifikan
Hasil pengujian variabel internal
terhadap keputusan pembelian
menunjukkan nilai t-hitung sebesar 4,758, dimana nilai t- hitung tersebut lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 1,660. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor internal terhadap keputusan pembelian.
Hasil pengujian variabel eksternal
terhadap keputusan pembelian
menunjukkan nilai t- hitung sebesar 8,732, dimana nilai t- hitung tersebut lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 1,660. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor
internal terhadap keputusan pembelian. Hasil pengujian variabel internal terhadap faktor eksternal menunjukkan nilai t-hitung sebesar 14,251, dimana nilai t-hitung tersebut lebih besar dari nilai t-tabel yaitu 1,660. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari faktor internal terhadap faktor eksternal.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Variabel internal dan eksternal
berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian
2. Faktor internal memiliki pengaruh
terhadap faktor eksternal pada
Restoran KFC secara dominan.
3. Variabel perilaku konsumen (faktor
eksternal dan internal) yang
berpengaruh dominan terhadap
keputusan pembelian adalah
kepercayaan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Amirullah. 2002. Perilaku Konsumen. Graha Ilmu. Jakarta.
Ghozali, G. 2008. Structural Equation Modelling : Metode Alternatif dengan Partial Least Square Edisi
2. Badan Penerbit Universitas
Diponegoro. Semarang
Jogiyanto, H.M dan Willy, A. 2009.
Konsep dan Aplikasi PLS (Partial Least Square) Untuk Penelitian Empiris. BPFE Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Yogyakarta. KFC Indonesia. Profil Perusahaan KFC.
Dilihat 20 Maret 2013.
http://www.kfcindonesia.com
Listyorini, S. 2012. Analisis Faktor- Faktor Gaya Hidup Dan
Pengaruhnya Terhadap
Pembelian Rumah Sehat
Sederhana (Studi pada Pelanggan Perumahan Puri Dinar Mas PT. Ajisaka di Semarang). Jurnal Administrasi Bisnis 1(1): 12-24
Mahmudah, R. 2013. Pengaruh Faktor
Terhadap Keputusan Pembelian Di Minimarket Lima-Lima Benowo Surabaya. Jurnal Ekonomi 1(1): 1-19
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian
Bisnis Cetakan keduabelas. Penerbit Alfabeta. Bandung
Sutisna. 2002. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Remaja Rosdakarya. Bandung
Wiratna, N. 2014. SPSS Untuk
Penelitian. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Wiyono, G. 2011. Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0 dan SmartPLS 2.0. UPP SIM YKPN. Yogyakarta.