This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Sun Sep 3 1:31:46 2017 / +0000 GMT
ASKEP PASIEN TERPASANG GIPS
ASKEP PASIEN TERPASANG GIPSGips merupakan alat fiksasi untuk penyembuhan patah tulang. Gips memiliki sifat
menyerap air dan bila itu terjadi akan timbul reaksi eksoterm dan gips akan menjadi keras. Sebelum menjadi keras, gips yang lembek dapat dibalutkan melingkari sepanjang ekstremitasdan dibentuk sesuai dengan bentuk ekstremitas. Gips yang dipasang melingkari ekstremitas disebut gipas sirkuler sedangkan jika gips dipasang pada salah satu sisi ekstremitas disebut gips bidai.
TINJAUAN TENTANG GIPSGips dalam bahasaa latin disebut kalkulus, dalam bahasa ingris disebut plaster of paris , dan dalam
belanda disebut gips powder. Gips merupakan mineral yang terdapat di alam berupa batu putih tang mengandung unsur kalsium sulfat dan air.Gips adalah alat imobilisasi eksternal yang kaku yang di cetak sesuai dengan kontur tubuh tempat gips di pasang (brunner & sunder, 2000) gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk imobilisasi bagian tubuh dengan mengunakan bahan gips tipe plester atau fiberglass (Barbara Engram, 1999). Jadi gips adalah alat imobilisasi eksternal yang terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plester atau fiberglass.Indikasi pemasangaan gips adalah pasien dislokasi sendi , fraktur, penyakit tulang spondilitis TBC, pasca operasi, skliosis, spondilitis TBC, dllA. Jenis-jenis GipsKondi si yang ditangani dengan gips menentukan jenis dan ketebalangips yang dipasang. Jenis-jenis gips sebagai berikut:1. Gips lengan pendek. Gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tanga, dan melingkar erat didasar ibu jari.2. Gips lengan panjang. Gips ini dipasang memanjang. Dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah prosimal lipatan telapak tangan. Siku biasanya di imobilisasi dalam posisi tegak lurus.3. Gips tungkai pendek. Gi[s ini dipasang memanjang dibawah lutut sampai dasar jari kaki, kaki dalam sudut tegak lurus pada posisi netral,4. Gips tungkai panjang, gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga atas dan tengah paha sampai dasar jari kaki, lutut harus sedikit fleksi.5. Gips berjalan. Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai telapak untuk berjalan6. Gips tubuh. Gips ini melingkar di batang tubuh7. Gips spika.gipsini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstremitas (gips spika tunggal atau ganda)8. Gips spika bahu. Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh, bahu dan siku9. Gips spika pinggul. Gips ini melingkari batang tubuh dan satu ekstremitas bawah (gips spika tunggal atau ganda)B.
Bahan-bahan gips meliputi:1. Plester. Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus . gulungan krinolin diimregasi
dengan serbuk kalsium sulfat anhidrus ( Kristal gypsum ). Jika basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas. Kristalisasi menghasilkan pembalut yang kaku . kekuatan penuh baru tercapai setelah kering , memerlukan waktu 24-72 jam untuk mongering. Gips yang kering bewarna mengkilap , berdenting, tidak berbau,dan kaku, sedangkan gips yang basah berwarna abu-abu dan kusam, perkusinya pekak, terba lembab, dan berbau lembab.2. Nonplester. Secara umum berarti gips fiberglass, bahan poliuretan yang di aktifasi air ini mempunyai sifat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karna lebih ringan dan lebih kuat, tahan air dan tidak mudah pecah.di buat dari bahan rajuutan terbuka, tidak menyerap, diimpregnasi dengan bahan pengeras yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit.3. Nonplester berpori-pori, sehingga masalah kulit dapat di hindari . gips ini tidak menjadi lunak jika terkena air,sehingga memungkinkan hidro terapi. Jika basah dapat dikeringkan dengan pengering rambut.C. Tujuan pemasangan gips1. Imobilisasi kasus dislokasi sendi2. Fiksasi fraktur yang telah di reduksi3. Koreksi cacat tulang4.
Imobilisasi padakasus penyakit tulang setelah dilakukan operasi5. Mengoreksi deformitasD. Pemasangan gipsPersiapan alat ?alat untuk pemasangan gips:1. Bahan gips dengan ukuran sesuai ekstremitas tubuh yang akan di gips2. Baskom berisi air biasa (untuk merendam gips)3. Baskom berisi air hangat4. Gunting perban5. Benkok6. perlak dan alasnya7. waslap8. pemotong gips9. kasa dalam tempatnya10. alat cukur11. sabun dalam tempatnya12. handuk13. krim kulit14. spons rubs ( terbuat dari bahan yang menyerap keringat)15. padding (pembalut terbuat dari bahan kapas sintetis)Teknik pemasangan gips, yaitu:1. siapkan pasien dan jelaskan pada prosedur yang akan dikerjakan2. siapkan alat-alat yang akandigunakan untuk pemasangan gips3. daerah yang akan di pasang gips dicukur, dibersihkan,dan di cuci dengan sabun, kemudian dikeringkan dengan handuk dan di beri krim kulit4. sokong ekstremitas atau bagian tubuh yang akan di gips.5. Posisikan dan pertahankan bagian yang akan di gips dalam posisi yang di tentukan dokter selama prosedur6. Pasang spongs rubs(bahan yang menyerap keringat) pada bagian tubuh yang akan di pasang gips, pasang dengan cara yang halus dan tidak mengikat. Tambahkan bantalan di daerah tonjolan tulang dan pada jalur saraf.7. Masukkan gips dalam baskom berisi air, rendam beberapa saat sampai gelembung-gelembung udara dari gips habis keluar. Selanjutnya, diperas untuk mengurangi air dalam gips.8. Pasang gips secara merata pada bagian tubuh. Pembalutan gips secara melingkar mulai dari distal ke proksimal tidak terlalu kendor atau ketat. Pada waktu membalut, lakukan dengan gerakan bersinambungan agar terjaga ketumpangtidihan lapisan gips. Dianjurkan dalam jarak yang tetap(kira-kira 50% dari lebar gips) Lakukan dengan gerakan yang bersinambungan agar terjaga kontak yang konstan dengan bagian tubuh.9. Setelah pemasangan, haluskan tepinya, potong serta bentuk dengan pemotong gips.10. Bersihkan Partikel bahan gips dari kulit yang terpasang gips.11. Sokong gips selama pergeseran dan pengeringan dengan telapak tangan. Jangan diletakkan pada permukaan keras atau pada tepi yang tajam dan hindari tekanan pada gips.E. Pelepasan gipsAlat yang di gunakan untuk pelepasan gips1. Gergaji listrik/pemotong gips2. Gergaji kecil manual3.
This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Sun Sep 3 1:31:46 2017 / +0000 GMT
Gunting besar4. Baskom berisi air hangat5. Gunting perban6. Bengkok dan plastic untuk tempat gips yang di buka7. Sabun dalam tempatnya8. Handuk9. Perlak dan alasnya10. Waslap11. Krim atau minyakTeknik pelepasan gips, antara lain:1. Jelaskan pada pasien prosedur yang akan dilakukan2. Yakinkan pasien bahwa gergaji listrik atau pemotong gips tidak akan mengenai kulit3. Gips akan di belah dengan menggunakan gergaji listrik4. Gunakan pelindung mata pada pasien dan petugas pemotong gips5. Potong bantalan gips dengan gunting6. Sokong bagian tubuh ketika gips di lepas7. Cuci dan keringkan bagian yang habis di gips dengan lembut oleskan krim atau minyak8. Ajarkan pasien secara bertahap melakukan aktifitas tubuhsesuai program terapi9. Ajarkan pasien agar meninggikan ekstremitas atau mengunakan elastic perban jika perlu untuk mengontrol pembengkakanF. Konsep asuhan
KeperawatanPengkajianPengkajian secara umum perlu di lakukan sebelum pemasangan gips terhadap gejala dan tanda, status
emosional,pemahaman tujuan pemasangan gips, dan kondisi bagian tubuh yang akan di pasang gips. Pengkajian fisik bagian tubuh yang akan di gips meliputi status neurovaskuler, lokasi pembengkakan, memar , dan adanya abrasi. Data yang perlu di kaji pasien setelah gips di pasang meliputi:1. Data subyektif: adanya rasa gatal atau nyeri ,keterbatasan gerak, dan rasa panas pada daerah yang di pasang gips2. Data obyektif: apakah ada luka di bagian yang akan digips. Misalnya luka operasi , luka akibat patah tulang; apakah ada sianosis;apakah ada pendarahan ;apakah ada iritasi kulit;apakah atau bau atau cairan yang keluar dari bagian dari bagian tubuh yang di gips.Diagnosis keperawatanBerdasarkan data pengkajian , diagnosis keperawatan utama pada pasien yang menggunakan gips meliputi:1. Cemas yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan prosedur pemasangan gips2. Gangguan rasa nyeri yang berhubungan dengan terpasangnya gips3. Keterbatasan pemenuhan kebutuhandiri yang berhubungan dengan terpasangnya gips4. Gangguan eleminasi fekal yang berhubungan dengan imobilisasi5. Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan adanya penekanan akibat pemasangan gips6. Resiko tinggi cedera yang berhubungan dengan pemasangan gips pada tungkai7. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan pemasangan gips8. Resiko tinggi perubahan perfusi jaringan ferifer yang berhubungan dengan respons fisiologis terhadap cederta atau gips restriksiInterfensi dan implement tasi keperawatanInterfensi dan implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai dengan diagnosis yang ditemukan.Evaluasi keperawatanIntervensi dan implementtasi
keperawatan :1. Cemas berkurang pasien dapat beradaptasi dengan keadaannyaa) Menunjukan ketenanganb) Mampu
mengekspresikan keadaann yac) Menggunakan koping positif2. Klien melaporkan nyeri berkuranga) Meninggikan ekstremitas yang digipsb) Mereposisi sendiric) Menggunakan analgesic sesuai pogram3. Kebutuhan diri terpenuhi dengan maksimala)
Berpartisipasidalam aktivitas pemenuhan kebutuhan dirib) Melakukan aktivitas higine secara mandiri dengan bantuan minimalc) Memenuhi kebutuhan eleminasisecara mandiri dengan bantuan minimald) Memenuhimkebutuhan nutrisi secara mandiri dengan bantuan minimal4. Eleminasi fekal teratura) Menunjukan kemampuan mobilisasib) Makan tinggi seratc) Asupan cairan 2500 cc per harid) Konsistensi feses lunak5. Memperlihatkan tidak terjadinya gangguan integritas kulita) Tidak menunjukan tanda infeksi sistemik kulitb) Tidak menunjukan tanda local infeksi kulitc) Memperlihatkan kulit yang utuh saat gips dibukad) Kulit tidak ada kemerahan dan lecet6. Tidak terjadi cederaa) Melakukan aktivitas secara bertahapb) Menunjukan penggunaan alat bantu saat aktivitas7. Memperlihatkan peninggatan kemampuan mobilitasa) Menggunakan alat bantu yang amanb) Berlatih untuk
meningkatkan kekuatan ototc) Mengubah posisi sesering mungkind) Melakukan latihan sesuai kisaran gerakan sendi yang tidak tertutup gips8. Pemahaman program terapia) Meninggikan ekstremitas yang terpasang gipsb) Menjaga gips tetap keringc) Tetap melakukan tindak lanjut atau mengadakan perjanjian dengan dokter9. Peredaran darah adekuat pada ekstremitas yang sakita) Memperlihatkan warna dan suhu kulit yang normalb) Mengalami pembekakan yang minimalc) Memperlihatkan waktu pengisian kapiler yang memuaskan ketika diujiBAB IIIPENUTUPA. Kesimpulan...DAFTAR PUSTAKA1. Suratun dkk (2008). Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal SAK. Jakarta:penerbit buku kedokteran EGC2. Andaners.wordpress.com3.
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1959026-imobilisasi-gips/ tgl 13 April 2010